Ni Luh Gde Sumardani
Program Studi Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLAAN LIMBAH TERNAK BABI MENJADI PUPUK ORGANIK UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN ORGANIK I .N. Puja; I. G.P. Ratna Adi; N.L.G. Sumardani; P. Dyatmikawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.097 KB)

Abstract

Di Desa Puhu merupakan salah satu sentra peternakan babi dan akan menghasilkan limbah 4,160 ton limbah setiap hari. Limbah ternak ini mengeluarkan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan, dapat mengganggu kesehatan dan kenyaman manusia sehingga perlu mendapat penanganan.Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pendekatan alih teknologi dan pengembangan jiwa kewirausahaan, sedangkan pelaksanaannya diterapkan dengan metode penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan studi banding. Hasil kegiatan seorang peternak di Desa Puhu telah menjadi pelopor mengolah limbah ternak babi menjadi pupuk organik. Pupuk organik yang dihasilkan mengandung kadar C-organik sebanyak 38,99 % (Sangat Tinggi), kadar N 0,53 % (Tinggi) , kadar P tersedia 108,09 ppm (Sangat Tinggi), K-tersedia 6915,33 ppm (Sangat Tinggi) dan DHL 6,52 mmhos/cm (Sangat Tinggi).
MARKETING STRATEGY OF PRODUCTION “KELADI” CHIPS IN BIAUNG VILLAGE, PENEBEL, TABANAN DISTRICT Ni Luh Gde Sumardani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.356 KB)

Abstract

Business opportunity is an important key in the marketing process because marketing will run smoothly if you get the desired business opportunity. The marketing system will be able to analyze the advantages and disadvantages of competitors, as well as the extent to which the ability to compete with them in all aspects, be it in terms of price, service and quality provided to consumers. Taro (Colocasia sp.), In Bali called keladi, is a food plant from tuber crops, including the taro tribe (Araceae) which is known as people's food and usually this taro when harvested is processed into several snacks. Processed “keladi” chips have a good business opportunity if managed properly, paying attention to processing, packaging, marketing, quality and quantity as well as health protocols, both in the production and marketing of these products. The results of financial analysis related to the production of “keladi” chips in Biaung Village, from 20 kg of “keladi” (IDR 7,000,00/kg) to 70 packs of “keladi” chips with a selling price of IDR. 8,000,00/packs with the new packaging; the gross income is Rp. 560,000, - and with a production cost of IDR. 330,000,00; net income of IDR. 230,000,00; with an R / C ratio of 1.7. The conclusion is that the “keladi”chips business that has been packaged in special packaging, the production of the community in Biaung Village, Penebel District, Tabanan Regency, is very feasible to be developed.
PELATIHAN TEKNOLOGI BIOFLOCK PADA USAHA BUDIDAYA IKAN LELE DI DESA KETEWEL KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR N.L.G. Sumardani; I.G. Suranjaya; N.N. Soniari; I.M. Radiawan
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.223 KB)

Abstract

Pelatihan teknologi bioflock pada usaha budidaya lele di Desa Ketewel Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar telah dilaksanakan pada 14 April 2015. Pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan produksi ikan lele pada kolam sempit, menekan biaya pakan lele, dan menghemat waktu pemeliharaan, karena teknologi bioflock merupakan teknologi pemeliharaan dengan menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi untuk mengolah limbah dari ikan lele tersebut menjadi gumpalan-gumpalan (flock) yang digunakan sebagai makanan alami untuk lele. Metode yang digunakan pada pelatihan ini adalah ceramah, demonstrasi dan praktek di sawah. Pelatihan ini dihadiri oleh 15 orang dari kelompok tani nelayan Mina Buwana Kerti. Dari hasil post test, lebih dari 90% tani nelayan berhasil menjawab pertanyaan tentang teknologi bioflock, penanganan penyakit dan pemasaran. Data yang ditunjukkan pada akhir pelatihan, semua peserta memahami dengan baik topik yang diberikan, dan seluruh peserta berpartisipasi secara aktif dalam pelatihan ini.
PENINGKATAN JUMLAH KELAHIRAN ANAK BABI MELALUI TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN DI DESA TAKMUNG KLUNGKUNG SUMARDANI NLG; ARTININGSIH NM; SUBERATA IW
Buletin Udayana Mengabdi Vol 9 No 1 (2010): Volume 9 No.1 – April 2010
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.997 KB)

Abstract

ABSTRACT The short course of using Artificial Insemination (AI) on swine was conducted on October 30th 2009 at Takmung Village, Bajarangkan District, Regency of Klungkung. There were 25 farmers who merged into group of livestock ‘Semadhi Karya’ as participants of this activity. The aimed of this activity was to increase litter size of swine with AI program. The methods of activity were : giving counseling about management of animal husbandry in breeding farm, AI program, and then practising inseminate on five of swine. Based on the process of short course it can be concluded that, the response of participants on AI was very enthusiastic in joining the activity.
PENINGKATAN KUALITAS JERAMI PADI MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI AMONIASI UREA SEBAGAI PAKAN SAPI BERKUALITAS DI DESA BEBALANG KABUPATEN BANGLI Trisnadewi A. A. A. S.; N. L. G. Sumardani; B. R. Tanama Putri; I G. L. O. Cakra; I G. A. I. Aryani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.223 KB)

Abstract

The community service was conducted in Bebalang village, Bangli regency and aimed to improve the knowledge and innovation technology of farmers, about the using of rice straw as a feed and how to improve its quality. The quality of rice straw including nitrogen total and digestibility could be increased by ammoniated technology using urea. The use of urea was 4% for 100 kg of rice straw or 4 kg for 100 kg of rice straw. The activity was done on Monday, October 30, 2010 and attended by 24 farmers or 100% members of subak at Sedit area, Bangli. The methods used were direct instruction and practice to the farmers. The results of the activity showed that the farmers’ knowledge was improved and the farmers want to apply the ammoniated rice straw as alternative feed for ruminant.
“URUTAN” DAGING BABI FERMENTASI PRODUKSI PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS UDAYANA Sumardani N. L. G; B. R. T. Putri; A. A. P. Putra Wibawa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.062 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2020.v19.i01.p01

Abstract

Sosis fermentasi (urutan) daging babi merupakan salah satu produk pangan tradisional Bali yang dibuat dari cacahan daging dan lemak babi, dengan perbandingan daging dan lemak; 60 : 40, yang dicampur rempah-rempah dan garam, dikemas dalam selongsong usus babi kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama 3-5 hari lalu disimpan pada suhu ruang sehingga berlangsung fermentasi spontan. Urutan ini memiliki daya simpan selam 12 hari dalam keadaan baik dalam suhu ruang. Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) di Fakultas Peternakan Universitas Udayana memproduksi urutan daging babi fermentasi (udabafer) yang dibuat oleh mahasiswa. Adapun secara kualitas sudah di uji laboratorium, meliputi: kadar air, abu, protein, lemak, dan total mikroba. Dari hasil tersebut, udabafer produksi mahasiswa PPK masih layak untuk dikonsumsi dengan kadar lemak 34,0 %; kadar protein 32,9%; kadar abu 2,1%; kadar air 42,23%; dan total mikroba 8,1 x 107 (CFU/g). Program pengembangan kewirausahaan sangat bermanfaat, khususnya bagi mahasiswa di Fakultas Peternakan agar terbangun motivasi untuk berwirausaha di bidang hasil-hasil peternakan. Kata kunci : Sosis fermentasi, urutan daging babi, program kewirausahaan.
PENGEMBANGAN BUDIDAYA LEBAH MADU LOKAL “KELE- KELE” (Trigona Spp) PADA MASYARAKAT PINGGIRAN HUTAN DI KECAMATAN PUPUAN KABUPATEN TABANAN M. Dewantari; N.L.G. Sumardani; I.G. Suranjaya
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.216 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2020.v19.i01.p02

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan di Desa Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sasaran melalui peningkatan produktivitas dan pemasaran madunya. Metode kegiatan yang diterapkan dalam pemberdayaan masyarakat pada program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat adalah sebagai berikut:(1)Sosialisasi dan koordinasi dengan mitra sasaran (2).Penyuluhan dan pelatihan singkat mengenai teknologi budidaya lebah madu lokal”kele-kele” (Trigona Spp) dan (3) Pendampingan secara berkala dan berkelanjutankepada mitra sasaran hingga iptek yang dialihkan dapat dilaksanakan secara mandiri. Sedangkan pelaksanaan kegiatan alih teknologi budidaya lebah madu lokal “kele-kele” (Trigona Spp) meliputi (1) Koordinasi dan komunikasi secara partisipasif dengan kelompok sasaran untuk merumuskan program mulai dari perencanaan, operasional dan evaluasi ; (2) Penyuluhan teknik budidaya lebah madu “ kele-kele” serta pelatihan manajemen kelompok lebah madu dan (3) Pelatihan pemindahan koloni , rancang bangun stup sistem kotak dan pendampingan budidaya lebah madu lokal “kele-kele’ (Trigona Sp) dan (4) Monitoring dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa semua kegiatan yang dilakukan berjalan dengan lancar serta mendapat resppon yang positip dari Kepala Desa beserta jajaran aparat desanya serta kelompok lebah madu. Kata kunci : Budidaya, Lebah Madu Lokal “Kele- Kele”(Trigona Sp), Masyarakat, Pinggiran Hutan
KAJI BANDING BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN TEKNOLOGI BIOFLOK DI DESA KETEWEL KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR N.L.G. Sumardani; I.G. Suranjaya; N.K. Seminari; I.M. Radiawan
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.15 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i03.p12

Abstract

Kaji banding budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok, dilaksanakan di Desa Ketewel Kecamatam Sukawati Kabupaten Gianyar, pada tahun 2015 sampai tahun 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok pada kolam dengan sistem air tertutup, dengan media tumbuh mikroorganisme yang berbeda. Teknologi bioflok merupakan teknologi pemeliharaan dengan menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi untuk mengolah limbah yang dihasilkan oleh ikan lele, menjadi gumpalan-gumpalan (flok) yang digunakan sebagai makanan alami untuk ikan lele. Budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan lele pada kolam sempit, mengurangi biaya pakan ikan lele, dan menghemat waktu pemeliharaan. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, demoplot, dan pendampingan budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok, serta pendampingan dalam usaha pemasaran hasil budidaya ikan lele tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh anggota kelompok nelayan Mina Buwana Kerti, yang menjadikan demoplot budidaya ikan lele sebagai salah satu sarana belajar nyata bagi masyarakat dalam pelaksanaan program IbW (Iptek bagi Wilayah) atau PKW (Program Kemitraan Wilayah). Dari kaji banding ini dapat diketahui bahwa produksi ikan lele pada kolam dengan sirkulasi air tertutup yang disertai dengan teknologi bioflok, dapat meningkatkan pendapatan peteni/peternak sebesar Rp. 1.000.000,- per 1000 ekor ikan lele.
THE COMPARISON BETWEEN ARTIFICIAL INSEMINATION TECHNOLOGY AND NATURAL MATING IN INCREASING PIG PRODUCTION Sumardani N. L. G.; K. Budaarsa; T. I. Putri; A. W. Puger
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.044 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i01.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara teknologi inseminasi buatan dengan kawinalam dalam peningkatan produksi ternak babi di Provinsi Bali. Data yang digunakan berupa sampel, diambilberdasarkan lokasi, waktu, biaya, dan sumber daya manusia. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Variabel yang diamati meliputi: sistem perkawinan, litter size (LZ), calving rate (CR), dan service per conception (S/C). Hasil yang diperoleh adalah teknologi inseminasi buatan (51,56±9,43) lebih sering diaplikasikan (P>0,05) dibandingkan dengan kawin alam (42,33±8,88). Namun demikian hasil pengawinan dari kedua metode tersebut tidak berbeda nyata (P<0,05). Berturut-turut hasil dari teknologi IB dan kawin alam pada litter size adalah 8,76±0,57 dan 8,83±0,63 ekor; calving rate sebesar 99,40±1,40% dan 100±0%; dan service per conception 1,00±0,02 dan 1,00±0 . Disimpulkan bahwa hasil pengawinan secara inseminasi buatan yang meliputi litter size, calving rate dan service per conception, tidak berbeda nyata dengan pengawinan secara alami. Efisiensi pejantan, pengawinan dengan inseminasi buatan lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan kawin alam.
OVARIUM ACTIVITIES OF LANDRACE AND BALI SOWS AT TRADITIONAL SLAUGHTER HOUSING SUMARDANI N. L. G.; I W. SUBERATA; N. M. ARTININGSIH; K. BUDAARSA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.428 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i02.p08

Abstract

The reproductive status of sows can be analyzed based on its level of ovarian activities characterized by thepresence of a number of follicles and corpus luteum in the ovary. The study of level of ovarium activity of sowsobserved the level of other reproductive performance. In this study, 100 ovaries in each 50 Landrace and bali sowswere divided into three groups of sows weighs slaughtering as of 60-70 kg (A); 71-80 kg (B); and 80-90 kg (C). Thevariables observed were dimensions of ovary, the number of follicles and corpus luteum in the right and left ovaries.Quantitative data with quantitative t-test determines the comparison on right and left ovary activities. It showedthat the average weight of right and left ovaries in landrace sows were 5.70 ± 1.22 g; 6.77 ± 0.96 g, and 4.89 ± 1.47g; 6.13 ± 1.46 g in bali sows. The average number of dominant follicles on the right and left ovaries of landrace sowswere 6.54 ± 1.81 f follicles; 9.78 ± 1.58 follicles, and on bali sows is 5.82 ± 1.90 follicles; 8.91 ± 1.50 follicles. Thenumber of corpus luteum on the right and left ovaries of the Landrace were 5.49 ± 2.22 CL; 8.16 ± 1.86 CL, and onbali sows is 5.27 ± 2.23 CL; 7.69 ± 2.22 CL. The t-test results showed that average number of dominant follicles andcorpus luteum in left ovary were significantly greater (P <0.05) compared to the right ovary. The highest percentageof dominant follicles and corpus found in sows of slaughter grouping 80-90 kg (C). It can be concluded that leftovary activity was more active than right ovary, and ovarian activity positively correlated with ovarian weight whichindicating ovarian activity in egg cell production and reproductive hormone.
Co-Authors A. A. P. P. Wibawa A. W. Puger A.B. Ajidin Abd. Rasyid Syamsuri Adi Parwata I G. B. Adiputra, I Putu Ali, Isbat Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Anak Agung Oka Anak Agung Putu Putra Wibawa Andika I P.D. Antonius Wayan Puger Ardika, I N. ARTININGSIH NM B. R. T. Putri B.R.T. Putri Budi Rahayu Tanama Putri D.A.R. Maharani F.R. Dibihantoro Fafandri . Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya I .N. Puja I Dewa Ketut Harya Putra I DEWA PUTU SINGARSA I G. A. I. Aryani I G. Lanang Oka Cakra I G. R. M. TEMAJA I Gede Suarta I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Ngurah Kayana I Gusti Nyoman Gde Bidura I GUSTI PUTU RATNA ADI I Ketut Mangku Budiasa I Komang Budaarsa I M. Mudita I W. Suberata, I W. I W. SUKANATA I Wayan Suarna I Wayan Suberata I WAYAN SUBERATA I Wayan Subrata I Wayan Tirta Merta I WAYAN WIRAWAN I. Nyoman Tirta Merta I.D.A.T. Payani I.M. Radiawan I.M.R.B.T.Y. Suarsawan K. Hermawan Ketut Warsa Parimartha L Y Tuty Made Dewantari Mahardika I M. A. A. Moniaga C.A. N. L. P. Sriyani N. M. ARTININGSIH N.K.P. Wulandari N.L.P.R. Widiantari N.N. Yastini N.P.P. Sriartini N.P.S. Dewi Ni Ketut Seminari Ni Luh Manik Sugiantini Ni Luh Putu Sriyani Ni Made Witariadi Ni Nengah Soniari Ni Nyoman Candraasih Kusumawati Ni Nyoman Suryani Ni Wayan Tatik Inggriati P H Siagian P. Dyatmikawati P. Widyastuti Puspa Yoga, I Wayan Rasna, N. M. A. Sri Anggreni Lindawati Suciani . Sucita I K. A. Sukanata, I Wayan Suranjaya I .Gd T. I. Putri Tjokorda Istri Putri U.F. Novitasari W. Suarna Wayan Sayang Yupardhi Wayan Sayang Yupardi, Wayan Sayang Wirawan I W.