Ni Luh Gde Sumardani
Program Studi Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN BABI PERBIBITAN (Studi Kasus di Peternakan Ditha Cahya Farm Desa Taman Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung) Mahardika I M. A. A.; I W. Sukanata; N. L. G. Sumardani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 3 (2021): Vol. 9 No. 3 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetilian ini bertujuan untuk mengetahui performa produksi, pendapatan, R/C ratio, dan titik impas, usaha peternakan babi perbibitan Ditha Cahya Farm. Penelitian ini dimulai dari bulan September sampai dengan bulan November 2020 di peternakan Ditha Cahya Farm yang berlokasi di Desa Taman Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dari wawancara serta catatan peternak. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi performa produksi, pendapatan, R/C ratio, dan titik impas, usaha peternakan babi perbibitan Ditha Cahya Farm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi anak babi rata-rata sebanyak 768 ekor/tahun dari 106 ekor induk/tahun. Dengan tingkat mortalitas anak babi sebanyak 10%/kelahiran. Anak babi disapih umur 30 hari dengan rata-rata bobot sapih 7,5 kg/ekor. Anak babi akan dijual umur 37-40 hari dengan rata-rata bobot badan 10-12 kg/ekor. Pendapatan dari usaha ini adalah sebanyak Rp 312.762.540,-/tahun dengan R/C ratio sebesar 1,623. Usaha ini akan mencapai titik impas Break Even Point (BEP) ketika produksi anak babi sebanyak 213 ekor/tahun, atau ketika harga anak babi sebesar Rp 652.653/ekor. Break Even Point (BEP) penjualan adalah sebesar Rp 213.000.000,-/tahun. Kata kunci: Performa, Perbibitan, Pendapatan, BEP, R/C ratio
Peningkatan Performa Reproduksi Induk Babi Melalui Pengaturan Penyapihan Anak Babi Ni Luh Gde Sumardani; Komang Budaarsa; Anthonius Wayan Puger
Jurnal Veteriner Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.6 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu optimal penyapihan anak babi agar induk babi dapat berahi kembali, guna meningkatkan efisiensi produksi dan reproduksi induk babi tersebut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan yaitu penyapihan umur 25 hari (A), penyapihan umur 28 hari (B), dan penyapihan umur 30 hari (C) pada tiga usaha peternakan babi. Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan, dan masing-masing ulangan terdiri dari dua ekor induk babi. Variabel yang diamati meliputi: litter size, bobot badan anak babi yang disapih, induk berahi kembali pascasapih, dan mortalitas anak babi pascasapih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot badan anak babi saat disapih berbeda nyata (P<0,05) pada perlakuan B yaitu: 6,83 kg (A), 8,17 kg (B), dan 9,0 kg (C). Mortalitas pascasapih yakni: 1,33% (A), 1,17% (B), dan 1,17% (C) tidak berbeda nyata (P<0,05) antar perlakuan; Induk kembali berahi setelah sapih rata-rata 3,67 hari (A dan C) dan 3,33 hari (B) tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan litter size mencapai 10,17 ekor (A), 13,0 ekor (B) dan 11,5 ekor (C) tidak berbeda nyata (P>0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah waktu optimum pelaksanaan penyapihan anak babi adalah umur 28 hari.
THE ENTREPRENEURS DEVELOPMENT PROGRAM OF THE FACULTY OF ANIMAL HUSBANDRY, UDAYANA UNIVERSITY, IN THE PANDEMIC TIME OF COVID-19 N.L.G. Sumardani; B. R. T. Putri; A. A. P. Wibawa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.643 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i03.p14

Abstract

Generasi muda lulusan perguruan tinggi masih berorientasi sebagai job seeker dan bukan sebagai job maker, sehingga diperlukan adanya program pengembangan kewirausahaan di universitas, yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa wirausaha mahasiswa, dan diharapkan mahasiswa mempunyai keterampilan untuk memulai usaha sehingga mampu mengurangi jumlah pengangguran, serta dapat bersaing dalam dunia kerja. Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Fakultas Peternakan berusaha untuk dapat meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa ditengah masa pandemi Covid-19 melalui beberapa kegiatan pelatihan kewirusahaan yang dilaksanakan secara daring kombinasi online dan offline. Salah satu kegiatan tersebut yaitu pelatihan tentang pengolahan susu menjadi produk minuman fermentasi seperti yoghurt dan kefir yang dikombinasikan dengan berbagai perisa alami, dan disajikan dengan kemasan yang lebih variatif. Kegiatan ini menarik minat dan meningkatkan motivasi mahasiswa Fakultas Peternakan dalam berwirausaha di tengah pandemi Covid-19.
KUALITAS FISIK DAGING SAPI BALI SEGAR, DINGIN, DAN BEKU Moniaga C.A.; N. L. P. Sriyani; N. L. G. Sumardani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 2 (2023): Vol. 11 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik daging sapi bali segar, dingin, dan beku yang ditinjau dari uji objektif meliputi; warna, pH daging, daya ikat air (DIA), susut masak dan susut mentah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah 3x7 yaitu dengan 3 perlakuan daging sapi bali yaitu: (1) daging dengan penyimpanan pada suhu ruang (27°C sampai 35°C) kurang dari 1 hari (daging segar), (2) daging dengan penyimpanan pada suhu 0°C sampai 4°C dengan lama penyimpanan 2 hari (daging dingin), (3) daging dengan penyimpanan pada suhu - 20°C sampai - 47°C dengan lama penyimpanan 2 hari (daging beku). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik daging sapi bali segar lebih baik dibandingkan dengan kualitas fisik daging sapi bali dingin dan beku pada variabel pH daging, daya ikat air (DIA), susut masak dan susut mentah. Pada variabel warna, warna daging segar tidak berbeda nyata dibandingkan dengan warna daging dingin namun berbeda nyata dengan daging beku. Pada variabel daya ikat air, kualitas fisik daging dingin tidak berbeda nyata den gan daging beku. Selain kedua variabel tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas fisik daging sapi bali mengalami penurunan secara signifikan dengan urutan yang paling baik adalah daging sapi bali dalam kondisi segar, kemudian daging sapi bali dalam kondisi dingin, dan daging sapi bali dalam kondisi beku. Kata kunci: Kualitas fisik, daging sapi bali, daging segar, daging dingin, daging beku
USAHA PEMAKSIMALAN POTENSI DESA UNTUK MENGURANGI KERUGIAN PETANI MELALUI PRODUK OLAHAN PASTA DAN TEPUNG BAWANG MERAH F.R. Dibihantoro; P. Widyastuti; N.P.P. Sriartini; N.L.G. Sumardani; I.D.A.T. Payani; N.K.P. Wulandari; N.P.S. Dewi; A.B. Ajidin; K. Hermawan; D.A.R. Maharani; N.L.P.R. Widiantari; U.F. Novitasari; I.M.R.B.T.Y. Suarsawan
Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 4 (2022): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2022.v21.i04.p10

Abstract

Songan B Village is located in Kintamani District, Bangli Regency, which has the potential for shallot farming which needs to be managed better because the harvested shallots that are sold to the market do not provide added value, especially during the main harvest. The purpose of this community service is to process shallots into flour and shallot paste to reduce the loss of rotting crop residue. The location of Songan B Village, which is near tourist attractions and supported by high demand for shallots, is an advantage in product marketing. Management of shallots into flour and paste is an innovative and creative solution in improving products from shallots. Through this activity, it is hoped that it can empower members of the Songan B Village PKK group to manage shallots as a business opportunity. This service activity is carried out using a combination method between direct activities in the field and online. From the results of the activity, it shows success in increasing the knowledge and skills of the target group as indicated by the increase in the average pretest score of 40.57%, to 86.40%. In addition, the success of this activity was measured from the support of partners who made shallot flour and paste, a creative economic activity characteristic of Songan B Village. Keywords: shallot, flour, pasta, potential, innovation.
MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA BABI DENGAN HOLDING TIME DAN LAMA THAWING BERBEDA (Sperm motility and viability of boars in different holding and thawing time) Ni Luh Manik Sugiantini; Ni Luh Gde Sumardani; I Wayan Suberata
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 10 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v10i2.11175

Abstract

The motility and viability of sperm are the main factors in determining semen quality. The treatment of semen before and after dilution is a determining factor whether or not the semen is suitable for use in artificial insemination. This study aims to determine the effect of holding time and thawing time on the motility and viability of boars sperm. This research was conducted at the Livestock Reproduction Laboratory, Bukit Jimbaran for 1 month, using a factorial randomized block design The first factor is the holding time which consists of 3 levels: 0 hours (HT0), 2 hours (HT2), and 3 hours (HT3). The second factor is the thawing time which consists of 3 levels: for 2 minutes (T2), 3 minutes (T3), and 5 minutes (T5). There are 9 combinations and 5 groups based on sperm storage time. The observed variables included the motility and viability of boars sperm. The results showed that the HT3 treatment was significantly different (P<0.05) with 22% sperm motility and 41.55% sperm viability. Thawing for 5 minutes (T5) gave the best results with sperm motility 18.50% and sperm viability 38.45%. There was no interaction between holding time and thawing time. The conclusion of this study is that boars sperm shows the best results at holding time of 3 hours with a thawing time of 5 minutes.
KUALITAS SEMEN BEKU SAPI BALI PASCA THAWING DALAM WAKTU BERBEDA (Quality of Bali Bull Frozen Semen Post Thawing in Differents Times) Fafandri .; Ni Luh Gde Sumardani; I Wayan Suberata
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 10 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v10i2.11176

Abstract

The aim of this research was to know quality of bali bull frozen semen post thawing in defferent times. The research was conducted in Livestock Reproduction Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, Bukit Jimbaran, bali Province in one months. The treatment of this research are T 1 (thawing in 15 seconds), T 2 (thawing in 30 seconds), and T3 (thawing in 60 seconds) on temperatur 37oC. The data of research was sperm motility, sperm viability, and sperm abnormality. Result of this research showed that the quality of bali bull frozen semen post thawing in defferent times that 15 second (T 1), 30 second (T 2), and 60 second (T 3) did not significantly (P> 0.05). The best thawing is at T3 treatment with sperm motility 71.00±2.00%, sperm viability 56.07±1.69%, and sperm abnormality 1.97±0.47%. The conclusion of this study is the bali bull frozen semen can be thawed at temperature 37oC in 60 seconds.
PERFORMA REPRODUKSI BABI BALI JANTAN DI PROVINSI BALI SEBAGAI PLASMA NUTFAH ASLI BALI N. L. G., Sumardani; Suberata, I W.; Rasna, N. M. A.; Ardika, I N.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.684 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i02.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa reproduksi babi bali jantan sebagai salah satu indikatordalam pemilihan bibit babi jantan, serta untuk mengetahui produktivitas babi bali pejantan sebagai plasmanutfah asli Bali. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai bulan Juni sampai Agustus 2016. Penelitian inimenggunakan metode survei secara purposive random sampling dan pendekatan eksploratif serta pemilihan lokasipenelitian berdasarkan waktu dan biaya penelitian. Ekterior calon pejantan ada dua yaitu yang berwarna hitam danberwarna hitam dengan belang putih pada keempat kakinya. Dimensi tubuh calon pejantan dengan panjang badanriil rata-rata 52 cm, dimensi testis panjang rata-rata 7,37 cm dan lebar 7,62 cm. Dimensi tubuh dan testis, berkaitanerat dengan aktivitas dan produktivitas calon pejantan. Semakin tinggi dimensi tubuh dan testis calon pejantan,akan berpengaruh secara nyata pada performa reproduksi dari pejantan. Kata kunci: babi bali pejantan, performa reproduksi, testis, plasma nutfah.
RESPONS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum Schumach) TERHADAP APLIKASI PUPUK UREA, KOTORAN AYAM, DAN KOTORAN SAPI SEBAGAI SUMBER NITROGEN (N) A. A. P., Putra Wibawa; I G. B., Adi Parwata; I W., Wirawan; N. L. G., Sumardani; I W., Suberata
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.137 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i02.p01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons rumput gajah terhadap pupuk urea, pupuk kotoran ayam, dan pupuk kotoran sapi sebagai sumber nitrogen. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu P0 (tanpa pupuk), P1 (pupuk urea), P2 (pupuk kotoran ayam) dan P3 (pupuk kotoran sapi) dan setiap perlakuan diulang empat kali. Variabel yang diamati terdiri dari tinggi rumput, jumlah anakan, jumlah daun, warna daun, luas daun, berat kering (daun, batang, akar, total rumput), T/R (Top Root) ratio, LSR (Leaf Steam Ratio), LWR (Leaf Weight Ratio), LAR (Leaf Area Ratio), SLA (Spesifik Leaf Area), kadar protein kasar dan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan pemberian pupuk urea memberikan hasil yang tertinggi secara nyata (P<0,01) pada variabel tinggi rumput, jumlah anakan, jumlah daun, warna daun, luas daun, berat kering (daun, batang, total rumput), T/R ratio, dan kadar protein kasar, sedangkan pada variabel LSR, LWR, LAR, SLA memberikan nilai yang berbeda tidak nyata (P>0,05) di antara semua perlakuan. Disimpulkan bahwa perlakuan pupuk urea memberikan respons yang terbaik pada pertumbuhan, produksi, karakteristik produksi dan kualitas hijauan rumput gajah yang dihasilkan.
TINGKAT MINAT PETERNAK SAPI POTONG DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN DI KECAMATAN ASEMBAGUS KABUPATEN SITUBONDO (Level of Interest of Beef Cattle Farmers in the Application of Artificial Insemination in Asembagus District, Situbondo Regency) Ali, Isbat; Sumardani, Ni Luh Gde; Tatik Inggriati, Ni Wayan
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 12 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v12i1.15322

Abstract

Breeders interest influences the adoption rate of artificial insemination. This research aims to determine the factors related to the level of interest of breeders in implementing artificial insemination (AI) technology to increase the beef cattle population in Asembagus District, Situbondo Regency. This research was conducted using a survei method with a total of 96 farmer respondents. The data sources used are primary and secondary data. Data was collected through observation, in-depth interviews with the help of questionnaires. The analysis used was, 1) test the validity and reliability test of the questionnaire’s feasibility, 2) test the analysis prerequisites to the determine the parametric and non-parametric statistical values of the questionnaire data, and 3) multiple linear regression containing the T test, F test, R (correlation coefficient) and r2 (coefficient of determination) was to determine the effect of the independent variable on the dependent variable. The results of the three data analyses show that non-formal education has the lowest positive influence (11.94%), farming experience has a negative influence (14.61%), community environment has a positive influence (18.32%), and age has the largest positive influence (19.55%). Older breeders have a deeper understanding and experience regarding AI. The conclusion of this research was that the age of the farmer influences the level of interest of beef cattle breeders in Asembagus district Situbondo regency in implementing AI technology.
Co-Authors A. A. P. P. Wibawa A. W. Puger A.B. Ajidin Abd. Rasyid Syamsuri Adi Parwata I G. B. Adiputra, I Putu Ali, Isbat Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Anak Agung Oka Anak Agung Putu Putra Wibawa Andika I P.D. Antonius Wayan Puger Ardika, I N. ARTININGSIH NM B. R. T. Putri B.R.T. Putri Budi Rahayu Tanama Putri D.A.R. Maharani F.R. Dibihantoro Fafandri . Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya I .N. Puja I Dewa Ketut Harya Putra I DEWA PUTU SINGARSA I G. A. I. Aryani I G. Lanang Oka Cakra I G. R. M. TEMAJA I Gede Suarta I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Ngurah Kayana I Gusti Nyoman Gde Bidura I GUSTI PUTU RATNA ADI I K. SUMADI I Ketut Mangku Budiasa I Komang Budaarsa I M. Mudita I P. A. Astawa I W. Suberata, I W. I W. SUKANATA I Wayan Suarna I Wayan Suberata I WAYAN SUBERATA I Wayan Subrata I Wayan Tirta Merta I WAYAN WIRAWAN I. Nyoman Tirta Merta I.D.A.T. Payani I.M. Radiawan I.M.R.B.T.Y. Suarsawan K. Hermawan Ketut Warsa Parimartha Kusumawati, Enike Dwi L Y Tuty Made Dewantari Mahardika I M. A. A. Moniaga C.A. N. L. P. Sriyani N. M. ARTININGSIH N. M. WITARIADI N.K.P. Wulandari N.L.P.R. Widiantari N.N. Yastini N.P.P. Sriartini N.P.S. Dewi Ni Ketut Seminari Ni Luh Manik Sugiantini Ni Luh Putu Sriyani Ni Made Witariadi Ni Nengah Soniari Ni Nyoman Candraasih Kusumawati Ni Nyoman Suryani Ni Wayan Tatik Inggriati P H Siagian P. Dyatmikawati P. Widyastuti Puspa Yoga, I Wayan Rasna, N. M. A. Sri Anggreni Lindawati Suciani . Sucita I K. A. Sukanata, I Wayan Suranjaya I .Gd T. I. Putri Tjokorda Istri Putri Tri Suwedi Anggoro Putro U.F. Novitasari W. Suarna Wayan Sayang Yupardhi Wayan Sayang Yupardi, Wayan Sayang Wirawan I W.