Ni Luh Gde Sumardani
Program Studi Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

GROWTH AND PRODUCTION OF WARU (HIBISCUS TILLIACEUS L.) POST-CLONING PLANTED ON DIFFERENT SOIL TEXTURES I W. Wirawan; N. N. Candraasih Kusumawati; N. M. Witariadi; N. L. G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 2 (2020): Pastura Vol. 9 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.571 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v09.i02.p07

Abstract

Sebuah percobaan telah dilaksanakan di Stasiun Penelitian Sesetan Denpasar selama 12 minggu yangbertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi waru (Hibiscus tilliaceus L.) pasca kloning yangditanam pada tekstur tanah berbeda. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri ataslima perlakuan dan enam ulangan sehingga didapatkan 30 unit percobaan. Kelima perlakuan adalah A (lempungberdebudengankadarpasir 43,82%), B(lempung berpasirdengan kadarpasir 63,43%), C(lempungberpasirdengankadarpasir80,36%),D(pasirdengankadarpasir88,22%),danE(pasirdengankadar pasir90,98%).Peubahyang diamati yaitu diameterbatang, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun per pot,tinggitanaman,beratkeringdaun, batang, total hijauan,akar, nisbahberat keringdaun denganbatang dan top root ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05)terhadap diameter batang, tinggi tanaman, berat kering daun, batang, total hijauan, dan berat kering akar.Tetapi berbeda tidak nyata terhadap jumlah daun, jumlah batang, nisbah berat kering daun dengan batang,dan top root ratio. Diameter batang, jumlah cabang, jumlah daun, berat kering daun, total hijauan, akardan top root ratio tertinggi diperoleh pada perlakuan B (tekstur tanah lempung berpasir dengan kadarpasir 63,43%). Hasil tertinggi terhadap luas daun, berat kering batang dan jumlah cabang diperoleh padaperlakuan A (tekstur lempung berdebu dengan kadar pasir 43,82%), namun tidak berbeda nyata (P>0,05)dengan perlakuan B. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tekstur tanah lempung berpasir dengankadar pasir 63,43% (perlakuan B) dapat menghasilkan pertumbuhan dan produksi waru (Hibiscus tilliaceusL.) pasca kloning yang lebih baik daripada perlakuan lainnya.Kata kunci: Hibiscus tilliaceus L., kloning, tekstur tanah
DAYA DUKUNG LAHAN DAN TUMBUHAN PAKAN DALAM PENGEMBANGAN KOMUDITAS UNGGULAN PETERNAKAN DI KABUPATEN GIANYAR W. Suarna; K.M. Budiasa; I W. Wirawan; N.L.G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p12

Abstract

Kabupaten Gianyar di Provinsi Bali memiliki luas 36.800 ha yang terbagi menjadi tujuh kecamatan. Meskipun Kabupaten Gianyar dikenal sebagai kabupaten yang memiliki berbagai jenis kesenian, Gianyar juga menyimpan potensi besar untuk pengembangan tumbuhan pakan mendukung komuditas unggulan peternakan. Komuditas peternakan di Provinsi Bali yang tercakup dalam 40 komuditas unggulan nasional adalah sapi daging, kambing, babi, ayam kampung, dan ayam ras. Analisis LQ telah dilakuan terhadap berbagai komuditas ternak yang ada di Kabupaten Gianyar (data Tahun 2013). Jika dicermati share kecamatan terhadap kabupaten dari berbagai komuditas ternak yang ada di Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa kabupaten Gianyar memiliki keunggulan komparatif yang cukup tinggi dilihat dari sub sektor peternakan. Sapi bali sangat cocok dikembangkan di kecamatan Payangan dan di Kecamatan Tegalalang. Lokus pengembangan ternak tersebut merupakann calon wilayah sentra produksi untuk komuditas ternak sapi di Kabupaten Gianyar. Hal tersebut juga terkait dengan potensi ketersediaan pakan hijauan dimana kecamatan Tegalalang dan Payangan memiliki potensi besar untuk pengembangan hijauan.
SUBSTITUSI GAMAL (Gliricidia sepium) DENGAN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) PADA RANSUM TERHADAP KECERNAAN IN-VITRO A. A. Ayu Sri Trisnadewi; I G. L. O. Cakra; I W. Wirawan; I Made Mudita; N. L. G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.912 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian gamal dengan kaliandra (Calliandra calothyrsus) pada ransum terhadap degradasi rumen secara in-vitro. Penelitian mengunakan rancangan acaklengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Adapun kelima perlakuan tersebut adalah: perlakuan A (ransum basal + 20% gamal), B (ransum basal + 15% gamal + 5% kaliandra), C (ransum basal + 10% gamal + 10% kaliandra ), D (ransum basal + 5% gamal + 15 % kaliandra ), dan E (ransum basal + 20% kaliandra ). Peubah yang diamati adalah: degradasi ransumdalam cairan rumen in-vitro (kecernaan bahan kering [KCBK], kecernaan bahan organik [KCBK]), degradasi ransum dalam pepsin in-vitro (KCBK, KCBO), kadar ammonia, kadar VFA (Vollatyl Fatty Acid) dan pH cairanrumen in-vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian daun gamal dengan daun kaliandra sampai tingkat 20% dalam ransum, dapat menurunkan kecernaan bahan kering dan organik dalam rumen, tetapisebaliknya meningkatkan kecernaan bahan kering dan organik dalam pepsin in-vitro. Disamping itu dapat menurunkan kadar N-NH3 dan VFA, tetapi meningkatkan pH cairan rumen in-vitro. Dapat disimpulkan bahwa tanin kaliandra dapat dipakai sebagai agen proteksi dari degradasi mikroorganisme rumen in-vitro di dalam ransum, dan penggunaan kaliandra sampai 20% dalam ransum sebagai protek protein ransum dapatmenghasilkan kecernaan bahan kering dan bahan organik pepsin in-vitro tertinggi.
PRODUKTIVITAS RUMPUT Panicum maximum CV. GREEN PANIC PADA BERBAGAI TARAF PEMUPUKAN KOTORAN SAPI DALAM KONDISI TERNAUNG DAN TANPA NAUNGAN I Wayan Wirawan; I Wayan Suarna; Ni Nyoman Suryani; Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi; Ni Luh Gede Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 2 (2016): Pastura Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.66 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v05.i02.p12

Abstract

The research was carried out to study the effect of cattle manure fertilizer on produktivity of Panicum maximun Cv. Green Panic under shade and without shade conditions. The research used a block randomized design with split plot treatment arrangement and 3 replications. The main plot was shade and withaout shade and the sub plots were 4 level of cattle manure fertilizer (0, 10, 20, dan 30 t ha-1). The parameter of this research is grass height, number of leave, number of tillers, diameter of steam, dry wight of roots, forage and inflorescense production. The results of research showed that not interaction between shade and level cattle manure fertilizer on productivity Panicum maximun Cv. Green Panic. The use of shade 70 % decreasing of forage productions, number of tiller, diameter of steam, dry weight of roots and inflorescense production panicum grass (P<0,05). Increasing the use of cattle manur fertilizer increased of all parameter but not significantly.Key words: shade, cattle manur fertilizer, forage production, and Panicum maximum.
THE ENTREPRENEURS DEVELOPMENT PROGRAM OF THE FACULTY OF ANIMAL HUSBANDRY, UDAYANA UNIVERSITY, IN THE PANDEMIC TIME OF COVID-19 N.L.G. Sumardani; B. R. T. Putri; A. A. P. Wibawa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.643 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i03.p14

Abstract

Generasi muda lulusan perguruan tinggi masih berorientasi sebagai job seeker dan bukan sebagai job maker, sehingga diperlukan adanya program pengembangan kewirausahaan di universitas, yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa wirausaha mahasiswa, dan diharapkan mahasiswa mempunyai keterampilan untuk memulai usaha sehingga mampu mengurangi jumlah pengangguran, serta dapat bersaing dalam dunia kerja. Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Fakultas Peternakan berusaha untuk dapat meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa ditengah masa pandemi Covid-19 melalui beberapa kegiatan pelatihan kewirusahaan yang dilaksanakan secara daring kombinasi online dan offline. Salah satu kegiatan tersebut yaitu pelatihan tentang pengolahan susu menjadi produk minuman fermentasi seperti yoghurt dan kefir yang dikombinasikan dengan berbagai perisa alami, dan disajikan dengan kemasan yang lebih variatif. Kegiatan ini menarik minat dan meningkatkan motivasi mahasiswa Fakultas Peternakan dalam berwirausaha di tengah pandemi Covid-19.
USAHA PEMAKSIMALAN POTENSI DESA UNTUK MENGURANGI KERUGIAN PETANI MELALUI PRODUK OLAHAN PASTA DAN TEPUNG BAWANG MERAH F.R. Dibihantoro; P. Widyastuti; N.P.P. Sriartini; N.L.G. Sumardani; I.D.A.T. Payani; N.K.P. Wulandari; N.P.S. Dewi; A.B. Ajidin; K. Hermawan; D.A.R. Maharani; N.L.P.R. Widiantari; U.F. Novitasari; I.M.R.B.T.Y. Suarsawan
Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 4 (2022): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2022.v21.i04.p10

Abstract

Songan B Village is located in Kintamani District, Bangli Regency, which has the potential for shallot farming which needs to be managed better because the harvested shallots that are sold to the market do not provide added value, especially during the main harvest. The purpose of this community service is to process shallots into flour and shallot paste to reduce the loss of rotting crop residue. The location of Songan B Village, which is near tourist attractions and supported by high demand for shallots, is an advantage in product marketing. Management of shallots into flour and paste is an innovative and creative solution in improving products from shallots. Through this activity, it is hoped that it can empower members of the Songan B Village PKK group to manage shallots as a business opportunity. This service activity is carried out using a combination method between direct activities in the field and online. From the results of the activity, it shows success in increasing the knowledge and skills of the target group as indicated by the increase in the average pretest score of 40.57%, to 86.40%. In addition, the success of this activity was measured from the support of partners who made shallot flour and paste, a creative economic activity characteristic of Songan B Village. Keywords: shallot, flour, pasta, potential, innovation.
MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA BABI DENGAN HOLDING TIME DAN LAMA THAWING BERBEDA (Sperm motility and viability of boars in different holding and thawing time) Ni Luh Manik Sugiantini; Ni Luh Gde Sumardani; I Wayan Suberata
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 10 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v10i2.11175

Abstract

The motility and viability of sperm are the main factors in determining semen quality. The treatment of semen before and after dilution is a determining factor whether or not the semen is suitable for use in artificial insemination. This study aims to determine the effect of holding time and thawing time on the motility and viability of boars sperm. This research was conducted at the Livestock Reproduction Laboratory, Bukit Jimbaran for 1 month, using a factorial randomized block design The first factor is the holding time which consists of 3 levels: 0 hours (HT0), 2 hours (HT2), and 3 hours (HT3). The second factor is the thawing time which consists of 3 levels: for 2 minutes (T2), 3 minutes (T3), and 5 minutes (T5). There are 9 combinations and 5 groups based on sperm storage time. The observed variables included the motility and viability of boars sperm. The results showed that the HT3 treatment was significantly different (P<0.05) with 22% sperm motility and 41.55% sperm viability. Thawing for 5 minutes (T5) gave the best results with sperm motility 18.50% and sperm viability 38.45%. There was no interaction between holding time and thawing time. The conclusion of this study is that boars sperm shows the best results at holding time of 3 hours with a thawing time of 5 minutes.
KUALITAS SEMEN BEKU SAPI BALI PASCA THAWING DALAM WAKTU BERBEDA (Quality of Bali Bull Frozen Semen Post Thawing in Differents Times) Fafandri .; Ni Luh Gde Sumardani; I Wayan Suberata
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 10 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v10i2.11176

Abstract

The aim of this research was to know quality of bali bull frozen semen post thawing in defferent times. The research was conducted in Livestock Reproduction Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, Bukit Jimbaran, bali Province in one months. The treatment of this research are T 1 (thawing in 15 seconds), T 2 (thawing in 30 seconds), and T3 (thawing in 60 seconds) on temperatur 37oC. The data of research was sperm motility, sperm viability, and sperm abnormality. Result of this research showed that the quality of bali bull frozen semen post thawing in defferent times that 15 second (T 1), 30 second (T 2), and 60 second (T 3) did not significantly (P> 0.05). The best thawing is at T3 treatment with sperm motility 71.00±2.00%, sperm viability 56.07±1.69%, and sperm abnormality 1.97±0.47%. The conclusion of this study is the bali bull frozen semen can be thawed at temperature 37oC in 60 seconds.
PERFORMA REPRODUKSI BABI BALI JANTAN DI PROVINSI BALI SEBAGAI PLASMA NUTFAH ASLI BALI N. L. G., Sumardani; Suberata, I W.; Rasna, N. M. A.; Ardika, I N.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.684 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i02.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa reproduksi babi bali jantan sebagai salah satu indikatordalam pemilihan bibit babi jantan, serta untuk mengetahui produktivitas babi bali pejantan sebagai plasmanutfah asli Bali. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai bulan Juni sampai Agustus 2016. Penelitian inimenggunakan metode survei secara purposive random sampling dan pendekatan eksploratif serta pemilihan lokasipenelitian berdasarkan waktu dan biaya penelitian. Ekterior calon pejantan ada dua yaitu yang berwarna hitam danberwarna hitam dengan belang putih pada keempat kakinya. Dimensi tubuh calon pejantan dengan panjang badanriil rata-rata 52 cm, dimensi testis panjang rata-rata 7,37 cm dan lebar 7,62 cm. Dimensi tubuh dan testis, berkaitanerat dengan aktivitas dan produktivitas calon pejantan. Semakin tinggi dimensi tubuh dan testis calon pejantan,akan berpengaruh secara nyata pada performa reproduksi dari pejantan. Kata kunci: babi bali pejantan, performa reproduksi, testis, plasma nutfah.
RESPONS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum Schumach) TERHADAP APLIKASI PUPUK UREA, KOTORAN AYAM, DAN KOTORAN SAPI SEBAGAI SUMBER NITROGEN (N) A. A. P., Putra Wibawa; I G. B., Adi Parwata; I W., Wirawan; N. L. G., Sumardani; I W., Suberata
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.137 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i02.p01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons rumput gajah terhadap pupuk urea, pupuk kotoran ayam, dan pupuk kotoran sapi sebagai sumber nitrogen. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu P0 (tanpa pupuk), P1 (pupuk urea), P2 (pupuk kotoran ayam) dan P3 (pupuk kotoran sapi) dan setiap perlakuan diulang empat kali. Variabel yang diamati terdiri dari tinggi rumput, jumlah anakan, jumlah daun, warna daun, luas daun, berat kering (daun, batang, akar, total rumput), T/R (Top Root) ratio, LSR (Leaf Steam Ratio), LWR (Leaf Weight Ratio), LAR (Leaf Area Ratio), SLA (Spesifik Leaf Area), kadar protein kasar dan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan pemberian pupuk urea memberikan hasil yang tertinggi secara nyata (P<0,01) pada variabel tinggi rumput, jumlah anakan, jumlah daun, warna daun, luas daun, berat kering (daun, batang, total rumput), T/R ratio, dan kadar protein kasar, sedangkan pada variabel LSR, LWR, LAR, SLA memberikan nilai yang berbeda tidak nyata (P>0,05) di antara semua perlakuan. Disimpulkan bahwa perlakuan pupuk urea memberikan respons yang terbaik pada pertumbuhan, produksi, karakteristik produksi dan kualitas hijauan rumput gajah yang dihasilkan.
Co-Authors A. A. P. P. Wibawa A. W. Puger A.B. Ajidin Abd. Rasyid Syamsuri Adi Parwata I G. B. Adiputra, I Putu Ali, Isbat Anak Agung Ayu Sri Trisnadewi Anak Agung Oka Anak Agung Putu Putra Wibawa Andika I P.D. Antonius Wayan Puger Ardika, I N. ARTININGSIH NM B. R. T. Putri B.R.T. Putri Budi Rahayu Tanama Putri D.A.R. Maharani F.R. Dibihantoro Fafandri . Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya I .N. Puja I Dewa Ketut Harya Putra I DEWA PUTU SINGARSA I G. A. I. Aryani I G. Lanang Oka Cakra I G. R. M. TEMAJA I Gede Suarta I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Ngurah Kayana I Gusti Nyoman Gde Bidura I GUSTI PUTU RATNA ADI I K. SUMADI I Ketut Mangku Budiasa I Komang Budaarsa I M. Mudita I P. A. Astawa I W. Suberata, I W. I W. SUKANATA I Wayan Suarna I Wayan Suberata I WAYAN SUBERATA I Wayan Subrata I Wayan Tirta Merta I WAYAN WIRAWAN I. Nyoman Tirta Merta I.D.A.T. Payani I.M. Radiawan I.M.R.B.T.Y. Suarsawan K. Hermawan Ketut Warsa Parimartha Kusumawati, Enike Dwi L Y Tuty Made Dewantari Mahardika I M. A. A. Moniaga C.A. N. L. P. Sriyani N. M. ARTININGSIH N. M. WITARIADI N.K.P. Wulandari N.L.P.R. Widiantari N.N. Yastini N.P.P. Sriartini N.P.S. Dewi Ni Ketut Seminari Ni Luh Manik Sugiantini Ni Luh Putu Sriyani Ni Made Witariadi Ni Nengah Soniari Ni Nyoman Candraasih Kusumawati Ni Nyoman Suryani Ni Wayan Tatik Inggriati P H Siagian P. Dyatmikawati P. Widyastuti Puspa Yoga, I Wayan Rasna, N. M. A. Sri Anggreni Lindawati Suciani . Sucita I K. A. Sukanata, I Wayan Suranjaya I .Gd T. I. Putri Tjokorda Istri Putri Tri Suwedi Anggoro Putro U.F. Novitasari W. Suarna Wayan Sayang Yupardhi Wayan Sayang Yupardi, Wayan Sayang Wirawan I W.