Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENYULUHAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) KUNYIT DI DESA GESING KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Ahmad Sahlan Baniu; Iyan Hardiana; Fransiskus Samuel Renaldi; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.69

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA), khususnya kunyit, sebagai alternatif pengobatan mandiri dan potensi ekonomi keluarga. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan budidaya TOGA, penyuluhan khasiat ilmiah tanaman obat, serta praktik pembuatan jamu instan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari warga, yang ditandai dengan keaktifan dalam sesi diskusi dan munculnya inisiatif untuk memproduksi jamu kunyit dalam bentuk serbuk. Program ini berhasil memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan TOGA secara rasional dan berkelanjutan, serta membuka peluang kewirausahaan berbasis potensi lokal. Keberlanjutan program diharapkan terwujud melalui terbentuknya kelompok penghasil jamu instan yang mampu memasarkan produknya secara luas.
Gambaran pengetahuan umum tentang skabies menurut pendidikan dan sumber informasi kesehatan pada peserta edukasi di Posyandu Seruni, Depok Fransiskus Samuel Renaldi; Ariska Deffy Anggarany; Annisa Farida Muti; Andiri Niza Syarifah; Aulia Farkhani; Dhigna Luthfiyani Citra Pradana
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): September-December
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v6i3.2983

Abstract

Scabies is a contagious skin infestation that can persist in communities when misconceptions, delayed recognition, and incomplete contact management remain unaddressed. This study described general scabies knowledge among participants of a community education activity at Posyandu Seruni, Depok, and mapped descriptive patterns according to education and health-information source. A descriptive quantitative evaluation was conducted during the activity on 9 February 2026. The broader program used a 20-item true/false questionnaire covering general scabies knowledge, pharmacological treatment, clean and healthy living behavior, and safe supportive herbal use. This manuscript analyzes the five-item general-knowledge domain because these responses were the most consistently verified. Correct answers received one point and were summarized using frequencies, percentages, mean, median, and minimum-maximum scores. Among 51 analyzable responses, the mean score was 68.2% (median 80.0%; range 20.0-100.0%). Thirty-two participants (62.7%) were categorized as having good knowledge, eight (15.7%) adequate knowledge, and 11 (21.6%) poor knowledge. Correctness was highest for transmission through shared clothes, towels, and bed sheets (82.4%) and lowest for rejecting the misconception that scabies affects only people who rarely bathe (49.0%). The highest descriptive mean by education was observed in the Diploma/Bachelor group (80.0%), while social media had the highest descriptive mean by information source (76.0%); cadres/Posyandu were the most common source (56.9%) but had a mean of 62.8%. The findings indicate a fairly good baseline with persistent stigma-related misconceptions. Targeted cadre messages and validated paired pretest-posttest evaluation are recommended; program effectiveness cannot be inferred because paired pretest-posttest data were not available for verification.