Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME EKSPOR KELAPA SAWIT INDONESIA Aldoni, Muhammad; Yamin, M.; Adriani, Dessy
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1302

Abstract

Indonesia sebagai negara produsen kelapa sawit terbesar didunia mempunyai tantangan tersendiri dalam memunuhi kebutuhan pasar ekspor internasional. Beberapa faktor mampu mempengaruhi volume ekspor CPO Indonesia dalam memenuhi kebutuhan konsumen di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengathui keterpengaruhan faktor-faktor yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini antara lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga CPO internasional, harga CPO Malaysia, Harga Minyak Kedelai Dunia, dan Produksi CPO domestik. Analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 27. Beradasrkan hasil regresi analisis faktor yang mempengaruhi volume ekspor CPO, menyatakan bahwa variabel harga CPO Internasional, harga kedelai dunia, produksi CPO Domestik dan nilai Lag volume ekspor berpengaruh secara signifikan, sedangkan variabel nilai tukar dan harga CPO Malaysia tidak berpengaruh secara signifikan. Kata kunci: faktor-faktor, volume ekspor CPO, elastisitas.
ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN PETANI KARET DI KECAMATAN BANYUASIN III KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Nugraha, Iman Satra; Asywadi, Hajar; Alamsyah, Aprizal; Syarifa, Lina Fatayati; Antoni, Mirza; Adriani, Dessy
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 1 (2025): Volume 44, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i1.1065

Abstract

Perkebunan karet merupakan salah satu komoditas utama Provinsi Sumatera Selatan, dengan produksi terbesar di Indonesia, di mana 90% dihasilkan oleh petani karet rakyat. Selain itu, komoditas karet juga menyumbang devisa negara sebesar 109 triliun pada tahun 2021. Harga karet yang tidak stabil berdampak pada pendapatan petani karet rakyat. Pendapatan yang berfluktuasi menyebabkan distribusi pendapatan petani menjadi tidak stabil, sehingga mempengaruhi kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Penelitian diperlukan untuk mengukur ketimpangan pendapatan terhadap tingkat kemiskinan di Kecamatan Banyuasin III. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2023 di Kecamatan Banyuasin III dengan menggunakan 42 petani sampel dari 4 Desa. Lokasi pengambilan sampel sengaja dipilih dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Banyuasin III merupakan salah satu penghasil karet di Kabupaten Banyuasin. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan pengolahan data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan analisis rasio Gini untuk melihat tingkat ketimpangan pendapatan, sedangkan tingkat kemiskinan dinilai dengan menyamakan total pengeluaran petani sampel dengan beras. Karakteristik petani karet menunjukkan bahwa sebagian besar berpendidikan sekolah dasar, yaitu sebesar 55%, sementara sisanya tersebar di tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Mayoritas petani berusia 46-55 tahun, yaitu sebesar 36%. Berdasarkan temuan penelitian, tingkat ketimpangan di antara para petani karet masih tergolong rendah, dengan rasio Gini sebesar 0,29. Namun, jika dilihat dari garis kemiskinan, masih terdapat petani yang masuk dalam kategori paling miskin 5%, sangat miskin 2%, miskin 7% dan tidak miskin 86%. Upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga ketimpangan pendapatan petani adalah menciptakan pasar yang transparan dan efisien, hilirisasi produk dan adanya dukungan dari para stakeholder.
IDENTIFICATION AND CALCULATION OF HOUSEHOLD INCOME SOURCES OF SHRIMP CRACKER BUSINESS ACTORS IN SUNGSANG I AND II VILLAGES, BANYUASIN II DISTRICT Noverdila, Noverdila; Adriani, Dessy; Purbiyanti, Erni
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1625

Abstract

Sungsang I and Sungsang II Villages are tidal areas because they are located on the coast and directly adjacent to the Bangka Strait, Sungsang I and Sungsang II Villages are one of the areas that have abundant marine products in Banyuasin II Regency, one of which is shrimp which is then processed by the local community into crackers in the home industry. Until now, there has been little socio-economic research on the identification and calculation of the source of household income of shrimp cracker business actors in this region. The purpose of this study is to calculate the amount of contribution of each source of income to the total household income of shrimp cracker business actors and provide an overview of household economic dependence on the shrimp cracker business as the main or additional livelihood. The methods used in this study are quantitative and qualitative methods with a descriptive approach, which aims to analyze the cost, revenue, and income of shrimp cracker business in Sungsang I and Sungsang II Villages. The analysis was carried out using the formula for calculating production, fixed costs, variable costs, and household business income. The results of this study show that the income of the cooked shrimp cracker business is Rp 2,774,533 per month with a total revenue of Rp. 4,420,000 per month and the income of the raw shrimp cracker business is Rp. 1,332,226 per month with a total revenue of Rp. 4,420,000 per month, which means that the shrimp cracker business in Sungsang I and Sungsang II Villages is feasible to run.
PENYULUHAN OPTIMALISASI LAHAN USAHATANI KELAPA DI DESA MUARA SUNGSANG Ritonga, Utan Sahiro; Wahyuni, Reshi; Silvian, Trissa; Yuliani, Maulidia Tri; Swasdiningrum, Trisna Wahyu; Sari, Serly Novita; Zuliansyah, Muhammad Andri; Adriani, Dessy; Purbiyanti, Erni; Malini, Henny; Thirtawati, Thirtawati
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2459

Abstract

Tanaman kelapa pada area yang mengalami siklus pasang surut dan penggenangan air mengahadapi beberapa kendala jika tidak dikelola dengan optimal. Untuk itu penyuluhan budidaya yang tepat, dan pengenalan pola tanam yang optimal untuk dapat meningkatkan penerimaan yang maksimal pada usahatani kelapa menjadi sangat perlu. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman petani pada pengetahuan tentang tumpang sari meningkat dari 36,4% (4 orang) menjadi 90,9% (10 orang), pemahaman terhadap manfaat meningkat dari 27,3% (3 orang) menjadi 81,8% (9 orang), dan keyakinan akan nilai ekonomi tumpang sari meningkat dari 45,5% (5 orang) menjadi 72,7% (8 orang). Sebanyak 10 dari 11 petani menyatakan ketertarikan untuk menerapkan optimalisasi lahan melalui teknik tumpang sari, meskipun masih ditemukan satu petani yang ragu karena terbatasnya modal, usia petani, dan usia tanaman yang sudah tidak memungkinkan untuk melakukan adaptasi terhadap metode budidaya baru. Kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan berhasil mengubah persepsi dan minat petani, membuka peluang peningkatan produktivitas dan pendapatan petani. Untuk keberlanjutan diperlukan kegiatan penyuluhan sesuai kebutuhan yaitu pelatihan maupun pengetahuan dalam analisis pasar dan praktik lapangan.Abstract. Coconut plants in areas that experience ebb and flow cycles and waterlogging face several obstacles if not managed optimally. For this reason, appropriate cultivation extension and introduction of optimal planting patterns to be able to increase maximum income from coconut farming are very necessary. The results showed an increase in farmers' understanding of intercropping knowledge increased from 36.4% (4 people) to 90.9% (10 people), understanding of the benefits increased from 27.3% (3 people) to 81.8% (9 people), and belief in the economic value of intercropping increased from 45.5% (5 people) to 72.7% (8 people). As many as 10 out of 11 farmers expressed interest in implementing land optimization through intercropping techniques, although one farmer was still hesitant due to limited capital, age of the farmer, and age of the plants that no longer allow for adaptation to new cultivation methods. The extension activities that have been carried out have succeeded in changing farmers' perceptions and interests, opening up opportunities for increasing farmer productivity and income. For sustainability, extension activities are needed according to needs, namely training and knowledge in market analysis and field practice.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHATANI SINGKONG DI KECAMATAN BANJAR MARGO, KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG Adriani, Dessy; Widiastuti, Ari; Purbianti, Erni
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Agrimansion April 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i1.1801

Abstract

The use of production factors with the right dosage in cassava farming can affect cassava production. The efficiency of the use of each production factor needs to be achieved to optimize production and income in cassava farming. This study aims to analyze the factors that affect cassava farming and examine the efficiency of the use of production inputs used. The selection of the research location used the purposive sampling method while the sample withdrawal used the Disproportional Stratified Random Sampling method. The population in this study is cassava farmers in Purwa Jaya Village as many as 233 farmers and Mekar Jaya Village as many as 292 farmers. Based on the characteristics of the respondents who were adjusted, 50 respondents were obtained from cassava farmers. Primary data in this study were collected by means of a survey using questionnaires and analyzed using regression with the function of Cobb-Douglas type production equations. The results of the study show that the factors that significantly affect cassava production are land area, seeds, urea fertilizer and farming experience. The production factors in technically efficient cassava farming are land area, seeds, urea fertilizers, NPK fertilizers, organic fertilizers, insecticides, and labor. Production factors in cassava farming that can be increased to achieve optimal production allocatively are land area, seeds, urea fertilizer, and insecticides.
Optimizing Replanting Strategies for Oil Palm Plasma: Financial Patterns and Farmer Concerns in South Sumatra, Indonesia Wildayana, Elisa; Armanto, M Edi; Maryadi; Adriani, Dessy; Nearti, Yuwinti
Journal of Smart Agriculture and Environmental Technology Vol. 3 No. 2 (2025): August 2025, Published 2025-08-19
Publisher : Indonesian Soil Science Society of South Sumatra in Collaboration With Soil Science Department, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60105/josaet.2025.3.2.72-79

Abstract

This study examines the financial feasibility of different replanting patterns for oil palm plasma and assesses farmers’ concerns regarding replanting decisions. The research was conducted in three districts of South Sumatra (OKI, Muara Enim, and Musi Banyuasin) with plasma farmers as respondents. Three financing patterns were  analyzed: self-financing through savings, insurance-based financing, and bank loans. The research used a survey method and sampling was determined with a balanced random sampling technique with 90 respondents. The research concluded that the financing pattern of oil palm replanting can be done through savings, insurance, and bank loans. The best financing pattern for replanting is conducted by using their savings because it can produce the highest net B/C value; NPV; and the shortest payback period. Sensitivity analysis showed that Fresh Fruit Bunch (FFB) price reduction is the most sensitive for the financing patterns of their savings and bank loans, however for the financing patterns of insurance, the decrease in FFB production is mentioned as the most sensitive. The government has to maintain stable FFB pricing, and it is advised that they use their funds, which are arranged by KUD, to support the oil palm replanting. Five factors -complexity, compatibility, relative profitability, trialability, and observability - will be used to gauge farmers’ concerns about oil palm replanting. 
Optimalisasi Model Paludikultur Sebagai Mata Pencaharian Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Lahan Gambut Kabupaten Oki Sumatera Selatan Pusvita, Ema; Mulyana, Andy; Adriani, Dessy; Antoni, Mirza
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.15046

Abstract

Peatland restoration cannot be separated from balancing ecological functions and the needs of community life. Empowering farmers is the initial capital for a peat restoration program with a 3R strategy (rewetting, revegetation, revitalization) that can be carried out appropriately. This balancing concept is useful for environmental sustainability and also the livelihoods of local peat communities. The aim of this research is to analyze the optimization of the paludiculture model as a livelihood to improve the welfare of farmers in the peatlands of South Sumatra. This research uses a survey method conducted in Ogan Komering Ilir (OKI) Regency, one of the four priority districts for peat restoration in South Sumatra Province. Data analysis uses an optimization model, namely maximum income and profit, optimal land use and labor, analyzed using a Linear Programming model with land, capital and labor constraints. The results of the research show that the balance of peatland ecosystem functions must be harmonized with maintaining sources of livelihood that can be carried out by generations of farming communities, namely the need to optimize community income by implementing the paludiculture model which provides optimal benefits obtained from the third scenario, agrosilvofishery, agrisilviculture and agroforestry, which is from the Scenario The third has an optimal profit in the agroforestry scenario of IDR. 71,629,870/year.
APPLYING THE COMPETITIVENESS ANALYSIS FOR HORTICULTURAL COMMODITY PROSPECT IN PALEMBANG PERI-URBAN AREA, INDONESIA: CALIFORNIA PAPAYA (Caricia Papaya L.) CASES Adriani, Dessy; Alamsyah, Idham
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 19 NO 02 2020 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.332 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.19.2.447-461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan kompetitif, keunggulan komparatif, dandampak kebijakan pemerintah terhadap prospek komoditas hortikultura Pepaya California di kawasan kota. Penelitian ini dilakukan di Desa Talang Jambe Kecamatan Sukarami Kota Palembang pada bulan Maret 2017. Lokasi penelitian dipilih dengan pertmbangan bahwa Desa Talang Jambe merupakan sentra penghasil Pepaya California di Palembang. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian bahwa prospek komoditas hortikultura Pepaya California di kawasan pinggiran kota memiliki keunggulan kompetitif dari Privat Provitability dan PCR. Komoditas hortikultura Pepaya California juga memiliki keunggulan komparatif provitabilitas social dan DRC. Dampak kebijakan pemerintah juga menguntungkan bagi produsen dan konsumen Pepaya California, Adanya intervensi pemerintah terhadap output usahatani lebih menguntungakn konsumen karena konsumen membeli dengan harga lebih rendah dari harga sebenarnya. Dengan kata lain, terjadi perpindahan surplus dari produsen ke konsumen dan penerimaan petani terhadap penuruan output terjadi karena adanya ntervensi kebijakan pemerntah. Dengan kata lain hal ini mengindikasikan adanya kebijakan pemerintah yang menyebabkan private price lebih rendah dari pada social price. Komoditas hortikultura Pepaya California di daerah pinggiran kota hanya menerima 63% dari harga yang seharusnya diterima.
Rubber Farmers Children’s Perceptions of Continuing Business between Generations: Case Study in Banyuasin Regency, South Sumatra Adriani, Dessy; Septiani, Donna
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol. 18 No. 2 (2023): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/sa.v18i2.18727

Abstract

The declining interest of young people in farming extends beyond the food sector to include the plantation sector, warranting attention. This study addresses the insufficient exploration of the aspirations of plantation sector farmers’ children to pursue farming. The research focuses on analyzing the perceptions of farmers and their offspring regarding continuing rubber farming and identifying influencing factors in Ujung Tanjung Village, Banyuasin III District, Banyuasin Regency, South Sumatra. Employing a random sampling survey method, 36 school-age children were interviewed from a population of 175. Findings indicate that the children’s interest in rubber farming is relatively low (average score: 53.25), influenced by factors such as land area, participation in family farming, and agricultural extension. Although a generational transition in agricultural activities is observed in the village, guidance and counseling remain crucial to address farmer children’s perceptions.
PERSEPSI ANAK PETANI TERHADAP PEKERJAAN DI SEKTOR USAHA TANI PADI DI DESA TELANG JAYA KECAMATAN MUARA TELANG KABUPATEN BANYUASIN Yuliani, Ega; Adriani, Dessy; Bidarti, Agustina
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4477

Abstract

Perception of rice farmers' children in continuing their family's rice farming business is very influential in all forms of sustainability of existing rice farming businesses. Rice farming activities will run smoothly if young farmers are willing to actively participate in making their contribution to rice farming activities in Telang Jaya Village.The purpose of the research are to: 1) Analyze the characteristics of rice farmer’s children those who are still continuing school and those who are not continuing their education anymore, 2) Analyze the perceptions of rice farmer’s children those who are still continuing school and those who are not continuing their education anymore in continuing rice farming, and 3) Analyze what factors influence perceptions of rice farmer’s children in continuing rice farming. Sampling method that used in this research was stratified random sampling method, where there are two layers of farmer’s children, the first layer is farmer’s children who are in junior high school and senior high school who are still in scholl, and the second layer is farmer’s children who should be in junior high school and senior high school but are not continuing their education anymore. The result of this research 1) Characteristics of rice farmer’s children who are still continuing school, the most dominant age criteria is 13-15 years (52.50%), for education the number is the same between junior high scholl and senior high school, namely the same 20 of rice farmer’s children, the average length of participation in family farming is 6-8 years (72.50%), and the gender of of rice farmer’s children is dominated by 24 women (60.00%), and Characteristics of rice farmer’s children who are not continuing their education anymore, the most dominant age criteria is 16-18 years (80.00%), for education the most dominant is senior high school as many as 16 people (80.00%), the average length of participation in family farming is 6-8 years (75.00%), and the gender of rice farmer’s children is dominated by 12 men (60.00%), 2) The interest of rice farmer’s children who are still continuing school is in the criteria of less interest, and the interest of rice farmer’s children who are not continuing their education anymore is at Interest criteria, 3) Factors that influence the interest of rice farmer’s children in continuing rice farming, at logit 1 (less interested) which have a significant influence are education and socialization from the family. Meanwhile, in logit 2 (Interested), the significant influence is socialization from the family.Key-words: interest, perception, sustainability of rice farming business INTISARIPersepsi anak petani padi dalam melanjutkan usahatani padi milik keluarga sangat berpengaruh dalam segala bentuk keberlanjutkan usahatani padi  yang ada. Kegiatan usahatani padi akan bejalan dengan lancar jika petani muda mau ikut serta berpartisipasi aktif dalam memberikan kontribusi mereka untuk kegiatan usahatani padi di Desa Telang Jaya Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Menganalisis karakteristik anak petani padi yang masih melanjutkan sekolah dan yang tidak melanjutkan sekolah lagi, 2) Menganalisis persepsi anak petani padi yang masih melanjutkan sekolah dan yang tidak melanjutkan sekolah lagi dalam melanjutkan usahatani padi,  dan 3) Menganalisis faktor apa yang memengaruhi persepsi anak petani padi dalam melanjutkan usahatani padi. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode sampel acak berlapis, di sini terdapat  dua lapisan anak petani, lapisan pertama adalah anak petani yang duduk di bangku SMP-SMA yang masih sekolah dan lapisan kedua adalah anak petani yang seharusnya duduk di bangku SMP-SMA namun tidak melanjutkan sekolahnya lagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakteristik anak petani padi yang masih melanjutkan sekolah pada kriteria umur yang paling dominan adalah 13-15 tahun (52,50%), untuk pendidikan memiliki jumlah yang sama antara SD dan SMP, yaitu sama-sama 20 anak petani padi,  lama keikutsertaan dalam usahatani keluarga rata-rata adalah 6-8 tahun (72,50%), dan jenis kelamin anak petani padi didominasi oleh perempuan sebanyak 24 orang (60,00%), sedangkan karakteristik anak petani padi  yang tidak melanjutkan sekolah lagi pada kriteria umur yang paling dominan adalah 16-18 tahun (80,00%), untuk pendidikan yang paling dominan adalah SMA sebanyak 16 orang (80,00%),  lama keikutsertaan dalam usahatani keluarga rata-rata adalah 6-8 tahun (75,00%), dan jenis kelamin anak petani padi didominasi oleh laki-laki sebanyak 12 orang (60,00%), 2) Minat anak petani yang masih melanjutkan sekolah dalam melanjutkan usahatani padi berada pada kriteria kurang berminat, dan minat anak petani yang tidak melanjutkan sekolah lagi dalam melanjutkan usahatani padi berada pada kriteria berminat, 3) Faktor yang memengaruhi minat anak petani dalam melanjutkan usahatani padi, pada logit 1 (kurang berminat) yang berpengaruh signifikan adalah pendidikan dan sosialisasi dari keluarga. Pada logit 2 (berminat) yang berpengaruh signifikan adalah sosialisasi dari keluarga. Kata kunci: keberlanjutan usahatani padi, minat, persepsi
Co-Authors Agustina Bidarti Alamsyah, Idham Aldoni, Muhammad Amelia, Rosa Andhelia, Siti Ramadhani ANDY MULYANA Aprizal Alamsyah, Aprizal Ariyantini, Meri Armanto, M Edi ASYWADI, Hajar Cahya, Muhardianto Damayanthi, Dini Damayanthy, D. Damayanthy, Dini Desliana Opie Harliani Elisa Wildayana Elmuttaqin, Muhammad Naufal ema, Ema pusvita Erizal Sodikin Erni Purbiyanti, Erni Fitri Lestari, Fitri G, Hilwa Salsabila Hamzah, Maryanah Hendarso, Yoyok Henny Malini, Henny Huanza, M. Huanza, M. Huanza Iman Satra Nugraha, Iman Satra Imron Zahri Janna, Miftahul Lantax, Gintan Rembige Lina Fatayati Syarifa, Lina Fatayati M. Edi Armanto M. Huanza M. Yamin M. Yazid Marwan Sufri Maryadi Maryadi Maryadi Maya Sari Merna Ayu Sulastri Minha, Amruzie Mirza Antoni Mohamad Amin Muhammad Andri Zuliansyah Muhammad Yamin Muhammad Yazid Nabila, Vina Nearti, Yuwinti Noverdila, Noverdila Novitasari, S. Novitasari, Serly Nurhayati Damiri Pradita, Lora Malika Prasetya, Muammar Adi Purbianti, Erni Purbiyanti, E. Pusvita, Ema Putri, Indah Aulia Putri, Nurilla Elysa Rahmad, Beni Rahman, Muhammad Lutfhi Abdul Ramandani, Intan Ritonga, Utan Sahiro Rozaina Ningsih, Rozaina Rujito A. Suwignyo, Rujito A. Sari, Reta Pajar Sari, Serly Novita Septiani, D. Septiani, Donna Setiabudi, A. Silvian, Trissa Sjarkowi, Fachrurrozi Sjarkowie, Fachrurozi Swasdiningrum, Trisna Wahyu Syakina, Bella Thirtawati, Thirtawati Trinawati Trisna Wahyu Swasdiningrum Putri Wahyuni, R. Wahyuni, Reshi Wibowo, Agus Irwanto Widiastuti, Ari Yahya, M Zamzami Yazid, M. Yuliani, Ega Yuliani, Maulidia Tri Zazili Hanafiah