Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME EKSPOR KELAPA SAWIT INDONESIA Aldoni, Muhammad; Yamin, M.; Adriani, Dessy
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1302

Abstract

Indonesia sebagai negara produsen kelapa sawit terbesar didunia mempunyai tantangan tersendiri dalam memunuhi kebutuhan pasar ekspor internasional. Beberapa faktor mampu mempengaruhi volume ekspor CPO Indonesia dalam memenuhi kebutuhan konsumen di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengathui keterpengaruhan faktor-faktor yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini antara lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga CPO internasional, harga CPO Malaysia, Harga Minyak Kedelai Dunia, dan Produksi CPO domestik. Analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 27. Beradasrkan hasil regresi analisis faktor yang mempengaruhi volume ekspor CPO, menyatakan bahwa variabel harga CPO Internasional, harga kedelai dunia, produksi CPO Domestik dan nilai Lag volume ekspor berpengaruh secara signifikan, sedangkan variabel nilai tukar dan harga CPO Malaysia tidak berpengaruh secara signifikan. Kata kunci: faktor-faktor, volume ekspor CPO, elastisitas.
ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN PETANI KARET DI KECAMATAN BANYUASIN III KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Nugraha, Iman Satra; Asywadi, Hajar; Alamsyah, Aprizal; Syarifa, Lina Fatayati; Antoni, Mirza; Adriani, Dessy
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 1 (2025): Volume 44, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i1.1065

Abstract

Perkebunan karet merupakan salah satu komoditas utama Provinsi Sumatera Selatan, dengan produksi terbesar di Indonesia, di mana 90% dihasilkan oleh petani karet rakyat. Selain itu, komoditas karet juga menyumbang devisa negara sebesar 109 triliun pada tahun 2021. Harga karet yang tidak stabil berdampak pada pendapatan petani karet rakyat. Pendapatan yang berfluktuasi menyebabkan distribusi pendapatan petani menjadi tidak stabil, sehingga mempengaruhi kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Penelitian diperlukan untuk mengukur ketimpangan pendapatan terhadap tingkat kemiskinan di Kecamatan Banyuasin III. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2023 di Kecamatan Banyuasin III dengan menggunakan 42 petani sampel dari 4 Desa. Lokasi pengambilan sampel sengaja dipilih dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Banyuasin III merupakan salah satu penghasil karet di Kabupaten Banyuasin. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan pengolahan data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan analisis rasio Gini untuk melihat tingkat ketimpangan pendapatan, sedangkan tingkat kemiskinan dinilai dengan menyamakan total pengeluaran petani sampel dengan beras. Karakteristik petani karet menunjukkan bahwa sebagian besar berpendidikan sekolah dasar, yaitu sebesar 55%, sementara sisanya tersebar di tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Mayoritas petani berusia 46-55 tahun, yaitu sebesar 36%. Berdasarkan temuan penelitian, tingkat ketimpangan di antara para petani karet masih tergolong rendah, dengan rasio Gini sebesar 0,29. Namun, jika dilihat dari garis kemiskinan, masih terdapat petani yang masuk dalam kategori paling miskin 5%, sangat miskin 2%, miskin 7% dan tidak miskin 86%. Upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga ketimpangan pendapatan petani adalah menciptakan pasar yang transparan dan efisien, hilirisasi produk dan adanya dukungan dari para stakeholder.
PENYULUHAN OPTIMALISASI LAHAN USAHATANI KELAPA DI DESA MUARA SUNGSANG Ritonga, Utan Sahiro; Wahyuni, Reshi; Silvian, Trissa; Yuliani, Maulidia Tri; Swasdiningrum, Trisna Wahyu; Sari, Serly Novita; Zuliansyah, Muhammad Andri; Adriani, Dessy; Purbiyanti, Erni; Malini, Henny; Thirtawati, Thirtawati
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2459

Abstract

Tanaman kelapa pada area yang mengalami siklus pasang surut dan penggenangan air mengahadapi beberapa kendala jika tidak dikelola dengan optimal. Untuk itu penyuluhan budidaya yang tepat, dan pengenalan pola tanam yang optimal untuk dapat meningkatkan penerimaan yang maksimal pada usahatani kelapa menjadi sangat perlu. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman petani pada pengetahuan tentang tumpang sari meningkat dari 36,4% (4 orang) menjadi 90,9% (10 orang), pemahaman terhadap manfaat meningkat dari 27,3% (3 orang) menjadi 81,8% (9 orang), dan keyakinan akan nilai ekonomi tumpang sari meningkat dari 45,5% (5 orang) menjadi 72,7% (8 orang). Sebanyak 10 dari 11 petani menyatakan ketertarikan untuk menerapkan optimalisasi lahan melalui teknik tumpang sari, meskipun masih ditemukan satu petani yang ragu karena terbatasnya modal, usia petani, dan usia tanaman yang sudah tidak memungkinkan untuk melakukan adaptasi terhadap metode budidaya baru. Kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan berhasil mengubah persepsi dan minat petani, membuka peluang peningkatan produktivitas dan pendapatan petani. Untuk keberlanjutan diperlukan kegiatan penyuluhan sesuai kebutuhan yaitu pelatihan maupun pengetahuan dalam analisis pasar dan praktik lapangan.Abstract. Coconut plants in areas that experience ebb and flow cycles and waterlogging face several obstacles if not managed optimally. For this reason, appropriate cultivation extension and introduction of optimal planting patterns to be able to increase maximum income from coconut farming are very necessary. The results showed an increase in farmers' understanding of intercropping knowledge increased from 36.4% (4 people) to 90.9% (10 people), understanding of the benefits increased from 27.3% (3 people) to 81.8% (9 people), and belief in the economic value of intercropping increased from 45.5% (5 people) to 72.7% (8 people). As many as 10 out of 11 farmers expressed interest in implementing land optimization through intercropping techniques, although one farmer was still hesitant due to limited capital, age of the farmer, and age of the plants that no longer allow for adaptation to new cultivation methods. The extension activities that have been carried out have succeeded in changing farmers' perceptions and interests, opening up opportunities for increasing farmer productivity and income. For sustainability, extension activities are needed according to needs, namely training and knowledge in market analysis and field practice.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHATANI SINGKONG DI KECAMATAN BANJAR MARGO, KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG Adriani, Dessy; Widiastuti, Ari; Purbianti, Erni
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Agrimansion April 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i1.1801

Abstract

The use of production factors with the right dosage in cassava farming can affect cassava production. The efficiency of the use of each production factor needs to be achieved to optimize production and income in cassava farming. This study aims to analyze the factors that affect cassava farming and examine the efficiency of the use of production inputs used. The selection of the research location used the purposive sampling method while the sample withdrawal used the Disproportional Stratified Random Sampling method. The population in this study is cassava farmers in Purwa Jaya Village as many as 233 farmers and Mekar Jaya Village as many as 292 farmers. Based on the characteristics of the respondents who were adjusted, 50 respondents were obtained from cassava farmers. Primary data in this study were collected by means of a survey using questionnaires and analyzed using regression with the function of Cobb-Douglas type production equations. The results of the study show that the factors that significantly affect cassava production are land area, seeds, urea fertilizer and farming experience. The production factors in technically efficient cassava farming are land area, seeds, urea fertilizers, NPK fertilizers, organic fertilizers, insecticides, and labor. Production factors in cassava farming that can be increased to achieve optimal production allocatively are land area, seeds, urea fertilizer, and insecticides.
Optimizing Replanting Strategies for Oil Palm Plasma: Financial Patterns and Farmer Concerns in South Sumatra, Indonesia Wildayana, Elisa; Armanto, M Edi; Maryadi; Adriani, Dessy; Nearti, Yuwinti
Journal of Smart Agriculture and Environmental Technology Vol. 3 No. 2 (2025): August 2025, Published 2025-08-19
Publisher : Indonesian Soil Science Society of South Sumatra in Collaboration With Soil Science Department, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60105/josaet.2025.3.2.72-79

Abstract

This study examines the financial feasibility of different replanting patterns for oil palm plasma and assesses farmers’ concerns regarding replanting decisions. The research was conducted in three districts of South Sumatra (OKI, Muara Enim, and Musi Banyuasin) with plasma farmers as respondents. Three financing patterns were  analyzed: self-financing through savings, insurance-based financing, and bank loans. The research used a survey method and sampling was determined with a balanced random sampling technique with 90 respondents. The research concluded that the financing pattern of oil palm replanting can be done through savings, insurance, and bank loans. The best financing pattern for replanting is conducted by using their savings because it can produce the highest net B/C value; NPV; and the shortest payback period. Sensitivity analysis showed that Fresh Fruit Bunch (FFB) price reduction is the most sensitive for the financing patterns of their savings and bank loans, however for the financing patterns of insurance, the decrease in FFB production is mentioned as the most sensitive. The government has to maintain stable FFB pricing, and it is advised that they use their funds, which are arranged by KUD, to support the oil palm replanting. Five factors -complexity, compatibility, relative profitability, trialability, and observability - will be used to gauge farmers’ concerns about oil palm replanting. 
Optimalisasi Model Paludikultur Sebagai Mata Pencaharian Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Lahan Gambut Kabupaten Oki Sumatera Selatan Pusvita, Ema; Mulyana, Andy; Adriani, Dessy; Antoni, Mirza
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.15046

Abstract

Peatland restoration cannot be separated from balancing ecological functions and the needs of community life. Empowering farmers is the initial capital for a peat restoration program with a 3R strategy (rewetting, revegetation, revitalization) that can be carried out appropriately. This balancing concept is useful for environmental sustainability and also the livelihoods of local peat communities. The aim of this research is to analyze the optimization of the paludiculture model as a livelihood to improve the welfare of farmers in the peatlands of South Sumatra. This research uses a survey method conducted in Ogan Komering Ilir (OKI) Regency, one of the four priority districts for peat restoration in South Sumatra Province. Data analysis uses an optimization model, namely maximum income and profit, optimal land use and labor, analyzed using a Linear Programming model with land, capital and labor constraints. The results of the research show that the balance of peatland ecosystem functions must be harmonized with maintaining sources of livelihood that can be carried out by generations of farming communities, namely the need to optimize community income by implementing the paludiculture model which provides optimal benefits obtained from the third scenario, agrosilvofishery, agrisilviculture and agroforestry, which is from the Scenario The third has an optimal profit in the agroforestry scenario of IDR. 71,629,870/year.
APPLYING THE COMPETITIVENESS ANALYSIS FOR HORTICULTURAL COMMODITY PROSPECT IN PALEMBANG PERI-URBAN AREA, INDONESIA: CALIFORNIA PAPAYA (Caricia Papaya L.) CASES Adriani, Dessy; Alamsyah, Idham
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 19 NO 02 2020 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.332 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.19.2.447-461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan kompetitif, keunggulan komparatif, dandampak kebijakan pemerintah terhadap prospek komoditas hortikultura Pepaya California di kawasan kota. Penelitian ini dilakukan di Desa Talang Jambe Kecamatan Sukarami Kota Palembang pada bulan Maret 2017. Lokasi penelitian dipilih dengan pertmbangan bahwa Desa Talang Jambe merupakan sentra penghasil Pepaya California di Palembang. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian bahwa prospek komoditas hortikultura Pepaya California di kawasan pinggiran kota memiliki keunggulan kompetitif dari Privat Provitability dan PCR. Komoditas hortikultura Pepaya California juga memiliki keunggulan komparatif provitabilitas social dan DRC. Dampak kebijakan pemerintah juga menguntungkan bagi produsen dan konsumen Pepaya California, Adanya intervensi pemerintah terhadap output usahatani lebih menguntungakn konsumen karena konsumen membeli dengan harga lebih rendah dari harga sebenarnya. Dengan kata lain, terjadi perpindahan surplus dari produsen ke konsumen dan penerimaan petani terhadap penuruan output terjadi karena adanya ntervensi kebijakan pemerntah. Dengan kata lain hal ini mengindikasikan adanya kebijakan pemerintah yang menyebabkan private price lebih rendah dari pada social price. Komoditas hortikultura Pepaya California di daerah pinggiran kota hanya menerima 63% dari harga yang seharusnya diterima.
Rubber Farmers Children’s Perceptions of Continuing Business between Generations: Case Study in Banyuasin Regency, South Sumatra Adriani, Dessy; Septiani, Donna
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol. 18 No. 2 (2023): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/sa.v18i2.18727

Abstract

The declining interest of young people in farming extends beyond the food sector to include the plantation sector, warranting attention. This study addresses the insufficient exploration of the aspirations of plantation sector farmers’ children to pursue farming. The research focuses on analyzing the perceptions of farmers and their offspring regarding continuing rubber farming and identifying influencing factors in Ujung Tanjung Village, Banyuasin III District, Banyuasin Regency, South Sumatra. Employing a random sampling survey method, 36 school-age children were interviewed from a population of 175. Findings indicate that the children’s interest in rubber farming is relatively low (average score: 53.25), influenced by factors such as land area, participation in family farming, and agricultural extension. Although a generational transition in agricultural activities is observed in the village, guidance and counseling remain crucial to address farmer children’s perceptions.
PERSEPSI ANAK PETANI TERHADAP PEKERJAAN DI SEKTOR USAHA TANI PADI DI DESA TELANG JAYA KECAMATAN MUARA TELANG KABUPATEN BANYUASIN Yuliani, Ega; Adriani, Dessy; Bidarti, Agustina
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4477

Abstract

Perception of rice farmers' children in continuing their family's rice farming business is very influential in all forms of sustainability of existing rice farming businesses. Rice farming activities will run smoothly if young farmers are willing to actively participate in making their contribution to rice farming activities in Telang Jaya Village.The purpose of the research are to: 1) Analyze the characteristics of rice farmer’s children those who are still continuing school and those who are not continuing their education anymore, 2) Analyze the perceptions of rice farmer’s children those who are still continuing school and those who are not continuing their education anymore in continuing rice farming, and 3) Analyze what factors influence perceptions of rice farmer’s children in continuing rice farming. Sampling method that used in this research was stratified random sampling method, where there are two layers of farmer’s children, the first layer is farmer’s children who are in junior high school and senior high school who are still in scholl, and the second layer is farmer’s children who should be in junior high school and senior high school but are not continuing their education anymore. The result of this research 1) Characteristics of rice farmer’s children who are still continuing school, the most dominant age criteria is 13-15 years (52.50%), for education the number is the same between junior high scholl and senior high school, namely the same 20 of rice farmer’s children, the average length of participation in family farming is 6-8 years (72.50%), and the gender of of rice farmer’s children is dominated by 24 women (60.00%), and Characteristics of rice farmer’s children who are not continuing their education anymore, the most dominant age criteria is 16-18 years (80.00%), for education the most dominant is senior high school as many as 16 people (80.00%), the average length of participation in family farming is 6-8 years (75.00%), and the gender of rice farmer’s children is dominated by 12 men (60.00%), 2) The interest of rice farmer’s children who are still continuing school is in the criteria of less interest, and the interest of rice farmer’s children who are not continuing their education anymore is at Interest criteria, 3) Factors that influence the interest of rice farmer’s children in continuing rice farming, at logit 1 (less interested) which have a significant influence are education and socialization from the family. Meanwhile, in logit 2 (Interested), the significant influence is socialization from the family.Key-words: interest, perception, sustainability of rice farming business INTISARIPersepsi anak petani padi dalam melanjutkan usahatani padi milik keluarga sangat berpengaruh dalam segala bentuk keberlanjutkan usahatani padi  yang ada. Kegiatan usahatani padi akan bejalan dengan lancar jika petani muda mau ikut serta berpartisipasi aktif dalam memberikan kontribusi mereka untuk kegiatan usahatani padi di Desa Telang Jaya Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Menganalisis karakteristik anak petani padi yang masih melanjutkan sekolah dan yang tidak melanjutkan sekolah lagi, 2) Menganalisis persepsi anak petani padi yang masih melanjutkan sekolah dan yang tidak melanjutkan sekolah lagi dalam melanjutkan usahatani padi,  dan 3) Menganalisis faktor apa yang memengaruhi persepsi anak petani padi dalam melanjutkan usahatani padi. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode sampel acak berlapis, di sini terdapat  dua lapisan anak petani, lapisan pertama adalah anak petani yang duduk di bangku SMP-SMA yang masih sekolah dan lapisan kedua adalah anak petani yang seharusnya duduk di bangku SMP-SMA namun tidak melanjutkan sekolahnya lagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakteristik anak petani padi yang masih melanjutkan sekolah pada kriteria umur yang paling dominan adalah 13-15 tahun (52,50%), untuk pendidikan memiliki jumlah yang sama antara SD dan SMP, yaitu sama-sama 20 anak petani padi,  lama keikutsertaan dalam usahatani keluarga rata-rata adalah 6-8 tahun (72,50%), dan jenis kelamin anak petani padi didominasi oleh perempuan sebanyak 24 orang (60,00%), sedangkan karakteristik anak petani padi  yang tidak melanjutkan sekolah lagi pada kriteria umur yang paling dominan adalah 16-18 tahun (80,00%), untuk pendidikan yang paling dominan adalah SMA sebanyak 16 orang (80,00%),  lama keikutsertaan dalam usahatani keluarga rata-rata adalah 6-8 tahun (75,00%), dan jenis kelamin anak petani padi didominasi oleh laki-laki sebanyak 12 orang (60,00%), 2) Minat anak petani yang masih melanjutkan sekolah dalam melanjutkan usahatani padi berada pada kriteria kurang berminat, dan minat anak petani yang tidak melanjutkan sekolah lagi dalam melanjutkan usahatani padi berada pada kriteria berminat, 3) Faktor yang memengaruhi minat anak petani dalam melanjutkan usahatani padi, pada logit 1 (kurang berminat) yang berpengaruh signifikan adalah pendidikan dan sosialisasi dari keluarga. Pada logit 2 (berminat) yang berpengaruh signifikan adalah sosialisasi dari keluarga. Kata kunci: keberlanjutan usahatani padi, minat, persepsi
Pengaruh Elastisitas Transmisi Harga Karet Antar Negara Produsen di Asia Tenggara Terhadap Pertumbuhan Ekonomi G, Hilwa Salsabila; Antoni, Mirza; Adriani, Dessy
Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurman.v10i2.2255

Abstract

AbstractRubber is a plantation commodity in Indonesia that is strategic as a source of income, and a contributor to foreign exchange. Until now Indonesia is known as one of the largest rubber exporting countries in the world second only to Thailand. The relationship between countries in a rubber market greatly affects the price of rubber in other markets. The purpose of this study is to see the relationship of price transmission elasticity between producing countries in Southeast Asia (Thailand, Indonesia, Vietnam, Malaysia) with the international market (SICOM) as a reference market. The location selection is done intentionally with consideration and criteria according to the research. The data used is time series data from 2017 to 2022 with a monthly frequency so that it becomes 72 months. This research uses historical research methods. The objectives of this study were analyzed using the Simple Linear Regression method with the Eviews data processing tool. The results of this study show that the price transmission elasticity between price variables at the producer and FOB, producer and SICOM, and FOB and SICOM levels between producing countries in Southeast Asia (Thailand, Indonesia, Vietnam, and Malaysia) and the SICOM market is not perfect or it can be said that there is no elasticity that occurs. Keywords: FOB, Producer, Price Transmission, SICOM, Southeast AsiaAbstrakKaret merupakan komoditas perkebunan di Indonesia yang strategis sebagai sumber pendapatan, dan penyumbang devisa negara. Sampai saat ini Indonesia dikenal sebagai salah satu negara pengekspor karet terbesar di dunia kedua setelah negara Thailand. Hubungan antar negara pada suatu pasar karet sangat mempengaruhi harga karet di pasar lainnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat hubungan elastisitas transmisi harga antar negara produsen di Asia Tenggara (Thailand, Indonesia, Vietnam, Malaysia) dengan pasar Internasional (SICOM) sebagai pasar acuan. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan dan kriteria sesuai penelitian. Data yang digunakan merupakan data time series dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2022 dengan frekuensi bulanan sehingga menjadi 72 bulan. Penelitian ini menggunakan metode penelitin historis. Tujuan dari penelitian ini di analisis menggunakan metode Regresi Linier Sederhana dengan alat pengolahan data Eviews. Hasil penelitian ini menunjukan Elasitsitas transmisi harga antara variabel harga di tingkat producer dan FOB, producer dan SICOM, dan FOB dan SICOM antar negara produsen di Asia Tenggara (Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia) dengan pasar SICOM terjadi tidak sempurna atau dapat dikatakan belum adanya elastisitas yang terjadi. Kata Kunci: Asia Tenggara, FOB, Producer, Transmisi Harga, SICOM