Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Substitusi Susu Kedelai dan Mocaf (Modified Cassava Flour) Terhadap Daya Terima, Kandungan Serat dan Nilai Ekonomi Produk Es Krim Naga Merah Santi Kusumastuti; Merryana Adriani
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 3 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.504 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i3.2017.252-260

Abstract

Background: Ice cream is one of the favourite desserts made from a mixture of milk. Commercial ice cream contains energy, carbohydrates, protein, fat and fiber. The fiber content in it is usually 1 gram per 50 grams serving. The fiber content is relatively low because food categorized as high fiber if it has 5 grams per 100 gram products. Therefore, a new innovation to improve its fiber content is required. Soymilk and Mocaf Flour are type of food with high fiber content that possible to be added in ice cream. Objective: The purpose of this research was to determine the acceptability, fiber content and food cost in ice cream. Methods: This was true experimental research with Complete Random Design (CRD) and there are 7 formulas to be tested to 3 limited panelists and 3 best formulas to 30 non trained panelists. Fiber content was calculated using Indonesia Food Composition Database and also analyzed by proximate test in laboratory. Results: The result showed that formula 4 had the highest score than other formulas. Laboratory result showed fiber content in formula 4 was 18.2 grams per 50 grams ice cream.  Conclusion: The ice cream with proportion of soymilk and Mocaf flour has a good acceptability and higher fiber content compared to commercial ice cream.ABSTRAK Latar Belakang: Es krim merupakan salah satu makanan selingan favorit masyarakat yang terbuat dari campuran susu. Es krim yang terdapat di pasaran (komersil) umumnya mengandung energi, karbohidrat, protein, lemak dan serat. Kandungan serat pada es krim rata-rata hanya 1 gram per kemasan. Suatu produk dikatakan mengandung serat yang tinggi jika mengandung 5 gram per 100 gram bahan padat sehingga diperlukan inovasi baru pada produk es krim untuk meningkatkan kandungan gizinya terutama serat. Susu kedelai dan tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) merupakan bahan pangan yang kaya serat. Substitusi susu kedelai dan dan tepung Mocaf diharapkan dapat meningkatkan kandungan serat yang ada dalam formula es krim dibandingkan dengan es krim di pasaran.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima, kandungan serat dan nilai ekonomi es krim naga merah dengan proporsi susu kedelai dan dan tepung Mocaf.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL dan terdapat 7 formula yang akan diuji organoleptik kepada 3 panelis terbatas dan 3 formula terbaik kepada 30 panelis tidak terlatih. Kadar serat diperoleh dari hasil perhitungan DKBM dan uji laboratorium dengan menggunakan uji proximat.Hasil: Berdasarkan hasil uji organoleptik, formula es krim terbaik (F4) memiliki daya terima panelis yang lebih tinggi dibandingkan formula es krim lainnya. Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan serat pada formula es krim F4 sebesar 18,2 gram/50 gram es krim.Kesimpulan: Es krim dengan proporsi susu kedelai dan tepung mocaf memiliki daya terima yang baik dan memiliki kandungan serat lebih tinggi bila dibandingkan dengan es krim komersil.
Perbedaan Tingkat Konsumsi dan Aktivitas Fisik pada Wanita (20-54 Tahun) Obesitas Sentral dan Non Sentral Ajeng Putri Rahmandita; Merryana Adriani
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.767 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i4.2017.266-274

Abstract

Background: Central obesity cases in Indonesia gradually increase time to time. Central obesity is a situation when there is excess fat in abdomen. It can be triggered by over consumption of high calories food, less consumption of fiber, and lack of physical activities. Objective: This study aimed to analyze the differences of intake level and physical activity on women (20-54 years) with central and non central obesity. Methods: This study was an observational analytic comparative using cross sectional design, 58 women (29 women with central obesity and 29 women with non-central obesity) 20-54 years were selected using simple random sampling technique. Data were collected by measuring weight, height, abdominal circumference, 2x24 hours recall for intake level, and interview using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Results: the results showed that there was differences in intake level of energy (p=0.000), intake level of carbohydrate (p=0.001), intake level of protein (0.000), intake level of fat (p=0.000), and physical activity (0.041) between women with central obesity and non central. Meanwhile, there was no difference in intake level of fiber (p=0.076) between women with central and non central obesity. Conclusion: Women with central obesity had higher intake of energy, carbohydrate, protein, and fat compared to women with non central obesity. Meanwhile, fiber intake and physical activity were low in women with central obesity. So, women with central obesity were needed to improve energy, carbohydrate, protein, and fat intake as recommended in the AKG and increased physical activity at least three times a week to reduce abdominal fat.ABSTRAKLatar Belakang: Kejadian obesitas sentral di Indonesia terus mengalami peningkatan. Obesitas sentral merupakan kondisi kelebihan lemak pada daerah perut. Gaya hidup seperti mengonsumsi makanan tinggi lemak, rendahnya konsumsi serat, dan rendahnya aktivitas fisik dapat menyebabkan obesitas sentral.Tujuan: tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan tingkat konsumsi dan aktivitas fisik pada wanita (20-54 tahun) obesitas sentral dan non sentral.Metode: penelitian ini dilaksanakan dengan metode observasional analitik komparasi menggunakan desain penelitian cross sectional pada 58 wanita (29 obesitas sentral dan 29 obesitas non sentral) berusia 20-54 tahun dan dipilih menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data terdiri dari pengukuran berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar perut, recall 2x24 jam untuk mengetahui tingkat konsumsi, dan wawancara dengan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ).Hasil: penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat konsumsi energi (p=0,000), tingkat konsumsi karbohidrat (p=0,001), tingkat konsumsi protein (p=0,000), tingkat konsumsi lemak (p=0,000), dan aktivitas fisik (p=0,041) pada wanita obesitas sentral dan non sentral. Akan tetapi, tidak ada Xperbedaan tingkat konsumsi serat (p=0,076) pada wanita obesitas sentral dan non sentral. Kesimpulan: wanita obesitas sentral memiliki asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan wanita obesitas non sentral. Namun, asupan serat dan aktivitas fisik masih rendah pada wanita obesitas sentral. Dengan demikian maka wanita obesitas sentral diharapkan dapat memperbaiki asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak sesuai anjuran pada AKG dan meningkatkan aktivitas fisik minimal tiga kali seminggu untuk mencegah penumpukan lemak dalam perut.
Perbedaan Status Gizi dan Penyakit Infeksi pada Anak Baduta yang Diberi ASI Eksklusif dan Non ASI Eksklusif Lury Novita Yustianingrum; Merryana Adriani
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.316 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i4.2017.415-423

Abstract

Background: The coverage of exclusive breastfeed in East Java has not reached the target has decreased in 2015. Working mother and the failed breast crawl implementation is factor that can inhibit exclusive breastfeed. Non exclusive breastfeed in infant will increase the risk of malnutrition and infectious disease.Objectives: The purpose of this study is to analyze the difference of nutritional status and infectious disease in exclusive breastfeed dan non exclusive breastfeed toodler age 12-24 months in Randegan village, Tanggulangin, Sidoarjo. Methods: The research was an observational analytic with cross sectional design. The sampel of this study was 44 toddlers in Randegan Village, Tanggulangin, Sidoarjo. Consists of 22 each exclusive breastfeed dan non breastfeed toddlers. The data were collected by questionnaires and weight measurement. Data were analyzed using chi square.Result: Normal nutritional status of exclusive breastfeed toddlers was 95.5% and of non exclusive breastfeed was 59.1%. The incidence of infection disease of exclusive breastfeed was 27.3% and of non exclusive breastfeed was 81.8%. The result of this study in both group showed of exclusive breastfeed and non exclusive breastfeed toodlers were significant (p<0.05) in nutritional status and incidence of infectious disease. Conclusion: Exclusive breastfeed toodlers has a better nutritional status and lower incedence of infectious disease than non exclusive breastfeed toddlers. Mother of toddlers should pay more attention to monitoring of growth and development in children, hygiene and sanitation, and giving nutritious and balanced food intake.ABSTRAK Latar belakang: Cakupan ASI eksklusif di Jawa Timur belum mencapai target dan mengalami penurunan pada tahun 2015. Ibu yang bekerja dan kegagalan pelaksanaan IMD merupakan faktor yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif. Pemberian non ASI eksklusif pada bayi akan meningkatkan risiko malnutrisi dan kejadian penyakit infeksi.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa perbedaan status gizi dan kejadin penyakit infeksi pada anak baduta ASI esklusif dan non ASI eksklusif usia 12-24 bulan di Desa Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 44 anak baduta di Desa Randegan Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Dimana terdiri dari anak baduta ASI eksklusif dan non ASI eksklusif masing-masing berjumlah 22 anak baduta. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan penimbangan berat badan. Data dianalisis menggunakan chi square.Hasil: Status gizi baik anak baduta ASI eksklusif yaitu 95,5% dan non ASI eksklusif yaitu 59,1%. Kejadian penyakit infeksi pada anak baduta ASI eksklusif yaitu 27,3% dan non ASI eksklusif yaitu 81,8%. Hasil dari penelitian pada kedua kelompok menunjukkan ada perbedaan signifikan (p<0,05) pada status gizi dan kejadian penyakit infeksi.Kesimpulan: Anak baduta ASI eksklusif memiliki status gizi baik yang lebih tinggi dan kejadian penyakit infeksi yang lebih rendah dari pada anak baduta non ASI eksklusif. Ibu anak baduta harus lebih memperhatikan higieni sanitasi lingkungan dan memberikan asupan makanan yang bergizi serta berimbang.
Hubungan Antara Asupan Zat Gizi Makro dan Status Gizi dengan Kebugaran Jasmani Mahasiswa UKM Taekwondo Intan Galih Cornia; Merryana Adriani
Amerta Nutrition Vol. 2 No. 1 (2018): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.463 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v2i1.2018.90-96

Abstract

Background: Taekwondo is a physical activity or body movement that is conducted repeatedly with muscles as the most active organ. The problems that occurs to the athletes is the poor-organized consumption pattern, thus they lack of nutritional intake. The good nutritional intake is obtained from the sufficient nutritional intake so that the physical fitness becomes better. Meanwhile, young adults require sufficient nutritional intake so that their physical fitness can be better.Objective: This research aimed to analyze the relationship between the nutritional intake and nutrition status with the physical fitness of the university students joining the student activity unit of taekwondo in Universitas Airlangga Surabaya.Methods: This research was the analytical research with the cross-sectional design. The sample of the research was as many as 52 people who were acquired by utilizing the simple random sampling. The data collection included nutritional status by measuring the weight and height to figure out the Body Mass Index (BMI) and 2x24 hours food recall to understand the food intake.Results: The result demonstrated that there was a relationship between the nutritional status (p=0.014) and the intake of energy, protein, carbohydrate, and fat (p=0.05) had no relationship with the physical fitness.Conclusions: It could that the nutritional status was related to the physical fitness. The respondents who had normal nutrition status obtained the good physical fitness. There should be the addition of information regarding the nutrients to obtain the good nutritional status.ABSTRAKLatar Belakang: Taekwondo merupakan aktivitas fisik atau gerakan anggota tubuh yang dilakukan secara berulang dan organ yang paling aktif yaitu otot. Permasalah yang sering terjadi pada olahragawan yaitu suka konsumsi makanan yang tidak teratur sehingga asupan gizinya kurang tercukupi. Asupan gizi yang baik diperoleh dari asupan gizi yang cukup sehingga kebugaran jasmaninya baik.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara asupan zat gizi makro dan status gizi dengan kebugaran jasmani mahasiswa UKM taekwondo.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 52 orang, diambil secara acak sederhana menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data meliputi status gizi dengan cara penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan untuk mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT), food recall 2x24 untuk mengetahui asupan makannya dan tes balke untuk kebugaran jasmani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan kolerasi pearson.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi (p=0,014) dengan kebugaran jasmani sedangkan asupan energi, protein, karbohidrat dan lemak (P=0,05) tidak terdapat hubungan dengan kebugaran jasmani.Kesimpulan: Status gizi berhubungan dengan kebugaran jasmani. Responden yang memiliki status gizi normal cenderung memiliki kebugaran jasmani yang baik. Perlu dilakukan penambahan informasi terkait zat gizi agar tercipta status gizi yang baik.
Uji Psikomotor Waktu Reaksi pada Siswa Yang Sarapan Dan Tidak Sarapan Rosita Andriani; Bambang Purwanto; Merryana Adriani
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 1 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.452 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v3i1.2019.7-12

Abstract

Background: Eating habits that are currently owned by elementary school age children are difficult to eat with amoung should be three times a day according to the needs, one of them is breakfast. When they didn’t breakfast before went to school they will deficiency  of intake. Energy that can cause the children quickly experience fatigue and less to concentration for accepting the lesson in the school. Psycomotor test reaction time is the interval between receiving stimulus with a respon do main which includes movement behaviour and physical coordination, motor skills.Objectives: The purpose of this research is to analyze test time reaction psychomotor and to provides an overview of thetime difference reaction between students who breakfast and did not have breakfastMethods: This study is an observational study using cross sectional design. The sample in this study was school children aged 9-12 years  much as 100 children by measuring the reaction time of students who had breakfast or not breakfast with a special tool called Body ReactionResults: The result showed that of 45 % students have a habit of breakfast and at 55 % students do not have a habit of breakfast with psychomotor test time reaction between students who breakfast is better than the students who did not breakfast( p-value 0.01<0.05 ).Conclusions: There is the differencein psychomotor test time reaction between students who breakfast and did not have breakfast.Explained that the students also took a chance breakfast first before he left school, because with breakfast will be triggered growth and maximize the capability of at school.ABSTRAKLatar Belakang: Kebiasaan makan yang saat ini dimiliki oleh anak usia sekolah dasar adalah sulitnya untuk makan dengan jumlah yang seharusnya yaitu 3 kali dalam sehari sesuai dengan kebutuhan, salah satunya adalah sarapan. Disaat mereka tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah mereka akan kekurangan asupan energi yang dapat menyebabkan anak tersebut cepat mengalami kelelahan dan kurang konsentrasi dalam menerima pelajaran saat di sekolah. Uji psikomotor waktu reaksi adalah interval antara penerimaan stimulus dengan suatu responyang meliputi perilaku gerakan dan koordinasi jasmani, ketrampilan motorik dan kemampuan fisik seseorang.Tujuan: Untuk menganalisis hasil uji psikomotor waktu reaksi serta untuk memberikan gambaran mengenai perbedaan waktu reaksi antara siswa yang sarapan dan tidak sarapanMetode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional dengan menggunakan design cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah anak sekolah usia 9-12 tahun yaitu sebanyak 100 anak dengan cara mengukur waktu reaksi siswa baik yang sudah sarapan atau tidak sarapan dengan alat khusus yaitu Body ReactionHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 45% siswa memiliki kebiasaan sarapan dan sebesar 55% siswa tidak memiliki kebiasaan sarapan dengan hasil uji psikomotor waktu reaksi antara siswa yang sarapan lebih baik dibandingkan dengan siswa yang tidak sarapan (p-value 0,01<0,05).Kesimpulan: Terdapat perbedaan uji psikomotor waktu reaksi antara siswa yang sarapan dan tidak sarapan. Sebaiknya siswa menyempatkan sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah, karena dengan sarapan akan memacu pertumbuhan dan memaksimalkan kemampuan di sekolah.
Hubungan Citra Tubuh dengan Status Gizi pada Siswi di SMA Negeri 9 Surabaya Muhammad Dimas Bimantara; Merryana Adriani; Dewi Retno Suminar
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 2 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.081 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v3i2.2019.85-88

Abstract

  Background: Teenage age is a period of transition from childhood to adulthood. At this age there will be changes in body shape that can affect teenagers' perceptions of body image, especially adolescent girl. The result of a preliminary study at Senior High School 9 Surabaya showed that 7 out of 10 female students were dissatisfied with their body shape so they made certain efforts, such as managing their diet to exercise for get an ideal body.Objective: The purpose of this study was to analyze whether there was a relationship between body image and nutritional status in female students at Senior High School 9 Surabaya.Methods: The study used a cross-sectional design carried out 76 of 11th and 12th grades in Senior High School 9 Surabaya. The inclusion criteria in this study were the students not undergoing special diet. The sampling technique used was proportional random sampling. Research data collection was conducted by interview method using body image questionnaire (BSQ-34) and anthropometric measurements. Data analysis used spearman correlation test (α=0.05).Results: The results of this study showed that more than half of the respondents have a positive body image (74%) and normal nutritional status (71%). There was significant relationship between body image and nutritional status of female students at Senior High School 9 Surabaya (p<0.001). Conclusion: Female nutritional status is influenced by body image. Students with a positive body image tend to have normal nutritional status.ABSTRAKLatar Belakang: Usia remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada usia ini akan terjadi perubahan bentuk tubuh yang dapat mempengaruhi persepsi remaja mengenai citra tubuh khususnya remaja putri. Hasil studi pendahuluan di SMA Negeri 9 Surabaya menunjukkan bahwa 7 dari 10 siswi merasa tidak puas dengan bentuk tubuhnya sehingga mereka melakukan upaya tertentu, seperti mengatur pola makan hingga berolahraga demi mendapatkan tubuh yang ideal.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat hubungan antara citra tubuh dengan status gizi pada siswi di SMA Negeri 9 Surabaya.Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dilakukan pada 76 siswi kelas XI dan XII di SMA Negeri 9 Surabaya. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah siswi tidak sedang menjalani diet khusus. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner citra tubuh (BSQ-34) dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman (α=0,05).Hasil: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden mempunyai citra tubuh yang positif (74%) dan status gizi yang normal (71%). Ada hubungan antara citra tubuh dengan status gizi pada siswi di SMA Negeri 9 Surabaya (p<0,001).Kesimpulan: Citra tubuh berhubungan dengan status gizi pada siswi di SMA Negeri 9 Surabaya. Siswi dengan citra tubuh positif maka cenderung memiliki status gizi normal.
Status Gizi, Asupan Energi dan Zat Gizi Makro Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di Rumkital Dr. Ramelan Surabaya Annisa Rachma Firdausi Darmawan; Merryana Adriani
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 3 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.438 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v3i3.2019.149-157

Abstract

Background: Cancer is one of the non-communicable diseases characterized by abnormal cell growth. One of the medical-based treatments of this disease is chemotherapy. Chemotherapy decreases appetite which has an impact on the adequacy of nutrients intake, one of which is the adequacy of energy and macronutrients intake. Cancer patients who have undergone chemotherapy usually experience a decrease in food intake which has side effects on decreasing nutritional status.Objectives: This study aimed to analyze the relationship between energy and macronutrients (protein, fat, and carbohydrate) intake with the nutritional status of cancer patients undergoing chemotherapy at Rumkital Dr. Ramelan Surabaya.Methods: The design of this research was cross sectional which population were cancer patients who were scheduled to do chemotherapy in April to May 2019 with age ≥19 years old. A total of 75 patients were selected using accidental sampling technique. Data collected included respondents' characteristics through interviews, food intake with 2x24 hours food recall, and nutritional status using Body Mass Index standard from the Ministry of Health 2014.Results: Respondents had adequate energy intake and adequate macronutrients (fat and carbohydrate) intake (≥70% needs), except protein which had inadequate intake (<70% needs). While the nutritional status of respondents were mostly normal (44.00%), overweight (17.30%), and obese (16.00%). There was a significant correlation between macronutrients intake and the nutritional status of cancer patients undergoing chemotherapy with a significance of <0.05.Conclusions: There was a correlation between energy and macronutrients (protein, fat, and carbohydrate) intake with the nutritional status of cancer patients undergoing chemotherapy at Rumkital Dr. Ramelan Surabaya.ABSTRAK Latar Belakang: Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai oleh pertumbuhan sel yang tidak normal.Salah satu pengobatan berbasis medis yang dilakukan yaitu kemoterapi.Kemoterapi menyebabkan terjadinya penurunan nafsu makan sehingga berdampak pada kecukupan asupan, salah satunya yaitu kecukupan asupan yang meliputi energi dan zat gizi makro (energi, protein, lemak, dan karbohidrat).Tidak jarang bagi pasien kanker mengalami penurunan asupan terlebih telah menjalani kemoterapi.Dalam jangka panjang hal tersebut memiliki efek samping pada penurunan status gizi di kemudian hari.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Rumkital Dr. Ramelan Surabaya.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien kanker yang dijadwalkan akan melakukan kemoterapi pada bulan April hingga Mei 2019 dengan usia ≥19 tahun. Sebanyak 75 pasien dipilih menjadi sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data karakteristik responden melalui wawancara, asupan makan dengan metode 2x24 hours food recall, serta status gizi berdasarkan berat badan dan tinggi badan menggunakan standar Indeks Massa Tubuh dari Kemenkes 2014.Hasil: Responden memiliki kecukupan asupan yang meliputi energi dan zat gizi makro (lemak dan karbohidrat) dalam kategori adekuat (≥70% kebutuhan), kecuali kecukupan protein yang masih dalam kategori tidak adekuat (<70% kebutuhan). Sementara distribusi status gizi responden sebagian besar normal (44.00%), overweight (17.30%), dan obesitas (16.00%).Adapun terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pasien kanker yang menjalani kemoterapi dengan signifikansi <0.05.Kesimpulan: Ditemukan korelasi atau hubungan antara asupan yang meliputi energi dan zat gizi makro (protein, lemak, dan karbohidrat) dengan status gizi pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Rumkital Dr. Ramelan Surabaya.
Hubungan antara Kebiasaan sarapan dengan Status Gizi pada siswa SMP Negeri 5 Banyuwangi Sheila Monica Kelly Amalia; Merryana Adriani
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 4 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.007 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v3i4.2019.212-217

Abstract

 Background: The increase prevalence in obesity by 14.8 percent according to Riskesdas 2018 needs to be a public concern. Obesity in adolescents can result in a high risk of degenerative diseases in later life. One cause of obesity is breakfast habits that are often left abandoned.Objective: This study was aimed to analyze the relationship between habits of breakfast and nutritional status of students in SMP Negeri 5 Banyuwangi.Method: This study was an observational study using design of cross sectional. The sample size of this study was 37 seventh grade students of SMP Negeri 5 Banyuwangi. The method of sampling was Proportionate Stratified Random Sampling. The data were collected by interviewing using food recall 3x24 hours, habits of breakfast questionnaire, and nutritional status was determined based on BMI for age measurements. Data analysis was performed to determine the frequency distribution and the percentage of each variable studied. The statistical analysis used is a regression test.Results: The results showed that most students had good habits of breakfast (91.9%), normal nutritional status (72.9%). The regression test results show that there was a correlation between habits of eating breakfast and nutritional status (p=0.049). Conclusion: Breakfast habits related to nutritional status of students of SMP Negeri 5 Banyuwangi.Keywords: breakfast habits, nutritional status, adolescentsABSTRAKLatar Belakang: Salah satu masalah yang dapat mengancam masa depan remaja di Indonesia yaitu masalah yang terkait dengan status gizi yakni kurus atau kurang energi kronis (KEK) dan kegemukan atau obesitas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi pada siswa SMP Negeri 5 Banyuwangi.Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode pendekatan cross sectional. Besar sampel penelitian ini adalah 37 siswa kelas VII SMP Negeri 5 Banyuwangi. Cara pengambilan sampel dengan Proportionate Stratified Random Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, dan status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran IMT/U.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki kebiasaan sarapan baik (91,9%), status gizi normal (72,9%). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa adanya hubungan pengetahuan gizi dengan kebiasaan sarapan (p=0,049).Kesimpulan: Kebiasaan sarapan berhubungan dengan status gizi siswa SMP Negeri 5 Banyuwangi. 
PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI MICRONUTRIENT (VITAMIN A DAN ZINK) PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN SPUTUM BTA(+) DAN SPUTUM BTA(-) Rina Wasesa Aprilia Lazulfa, Bambang Wirjatmadi, Merryana Adriani
Adi Husada Nursing Journal Vol 2 No 2 (2016): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.2 KB)

Abstract

Infeksi penyakit tuberkulosis ditularkan oleh adanya aktifitas basil mycobakterium tuberculosis pada salah satu organ tubuh yang terhirup saat bernafas.Kondisi ini juga dipengaruhi oleh adanya kondisi tubuh yang rentan terhadap penyakit infeksi akibat menurunnya imunitas tubuh.Penelitian ini merupakan penelitian comparative observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling di RSU Asy Syaafi Pamekasan dengan populasi seluruh pasien rawat inap yang di diagnosa tuberkulosis dan sampel berjumlah 50 orang responden, dengan menggunakan uji Chi Square sebagai teknik analisis data responden tuberkulosis. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapatnya signifikansi perbedaan tingkat konsumsi micronutrient zink (p= 0,045), dan tidak adanya beda pada tingkat konsumsi micronutrient vitamin A (p= 0,567) antara responden tuberkulosis dengan sputum BTA (-) dan sputum BTA (+). Kata Kunci: tuberkulosis, tingkat konsumsi vitamin A dan zink. ABSTRACT Tuberculosis infection transmitted by their activities mycobakterium tuberculosis bacilli in one organ are inhaled during breathing. This condition is also influenced by the condition of the body vulnerable to infectious diseases due to decreased immunity. This study is a comparative observational analytic approach crosssectional the sampling technique is random sampling in RSU Asy Syaafi Pamekasan the population of all inpatients who were diagnosed with tuberculosis and a sample of 50 respondents, by using Chi Square as the data analysis technique respondents tuberculosis. The results of this study indicate the presence of significant differences in levels of zinc micronutrient consumption (p= 0.045), and no difference in the level of consumption of micronutrient vitamin A (p= 0.567) among respondents tuberculosis with sputum smear (-) and sputum smear (+). Keywords: tuberculosis, consumption levels of vitamin A and zinc. DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
HUBUNGAN PERILAKU HIGIENE PERORANGAN (PERSONAL HYGIENE) PENJAMAH MAKANAN DI KANTIN KAMPUS C UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA Paradita Viola Ristianita, Merryana Adriani, Sri Sumarmi
Adi Husada Nursing Journal Vol 3 No 1 (2017): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.618 KB)

Abstract

Berkembangnya kegiatan penyelenggaraan makanan komersial menuntut para pengelola industri untuk memberikan kualitas makanan yang terbaik. Selain kualitas makanan, perilaku penjamah makanan dalam hal higiene perorangan (personal higiene) juga menjadi tolak ukur dalam industri makanan agar tidak terjadi masalah kesehatan yang melibatkan konsumen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara perilaku higiene perorangan (personal hygiene) penjamah makanan di kantin kampus C Universitas Airlangga Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional. Wawancara dilaksanakan pada 39 orang penjamah makanan. Subjek ditarik dari populasi dengan cara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara tentang higiene perorangan (personal hygiene). Pengujian hubungan dengan uji chi square (p<0,05) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap higiene perorangan (personal hygiene) penjamah makanan, tidak ada hubungan antara pengetahuan dan praktik higiene perorangan (personal hygiene) penjamah makanan dan tidak ada hubungan antara sikap dan praktik higiene perorangan (personal hygiene) penjamah makanan. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah pengetahuan, sikap dan praktik tidak saling berhubungan. Sehingga ada faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku penjamah makanan. Kata kunci: perilaku penjamah makanan, kualitas makanan dan kualitas sanitasi ABSTRACT The development activities, in the commercial food industry requires managers to provide quality food at its best. In addition to food quality, food handler's behavior in terms of personal hygiene (personal hygiene) a benchmark in the food industry in order to avoid health problems involving the consumer. This study was conducted to determine the relationship between the behavior of personal hygiene (personal hygiene) food handlers in the school cafeteria C Airlangga University Surabaya. This research was conducted by cross sectional method. The interview was conducted on 39 food handlers. Subjects were selected by purposive sampling. Data were collected by interview about personal hygiene (personal hygiene). Testing the relationship with the chi-square test (p> 0.05) indicates that there was no correlation between knowledge with attitude of personal hygiene (personal hygiene) of food handlers, there is no relationship between knowledge and practice of personal hygiene (personal hygiene) food handlers and no relation between attitude and practice of personal hygiene (personal hygiene) food handlers. The conclusion that can be drawn was the knowledge, attitudes and practices were not interconnected. So there was other factors that can influenced the behavior of food handlers. In that study it was expected that food handlers receive guidance about personal hygiene of the Department of Health and local health centers. Keywords : behavior of food handlers, food quality and the quality of sanitation DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan 2003. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 715/Menkes/SK/V/2003 Tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga. Jakarta; Departemen Kesehatan RI. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2012. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2012. Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Meikawati, Wulandari; Astuti, Rahayu; Susilawati. 2010. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Petugas Penjamah Makanan Dengan Praktek Higiene Dan Sanitasi Makanan di Unit Gizi Rsjd Dr. Amino Gondohutomo Semarang Tahun 2010. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, Vol 6 no 1 th 2010, hal 50-68 Sujaya, I Nengah, Utami dwipayanti, Ni Made, Sutiari, Ni Ketut, Wulandari L.P, Lila dan Tresna Adhi, Ni Kadek. 2009. Pembinaan Pedagang Makanan Kaki Lima untuk Meningkatkan Higiene dan Sanitasi Pengolahan dan Penyediaan Makanan di desa Penatih, Denpasar Timur. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana: vol. 9 No. 1 Wawan, A dan Dewi, M. 2010. Teori dan Pengukuran Pengetahuan , Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
Co-Authors Abdillah, Bagus Ahmad Nur Abu Bakar Achmad Ali Basri Ade Saputra Nasution Aditia Rida Purnamasari Agus Sulistyono Ajeng Putri Rahmandita Amanda Nurqisthy Anindya Mar’atus Sholikhah Anisatun Azizah Annis Catur Adi Annisa Rachma Firdausi Darmawan Aprilia Nurcahyaning Rahayu Arinda Lironika Suryana Arwati, Niluh Arwati, Niluh Arya Ulilalbab Astuti, Nanik Dwi Aulia, Kharina B Wirjatmadi Bambang Purwanto Bambang Purwanto Bambang Purwanto Bambang Wiratmadi Bambang Wirjadmadi Bambang Wirjatmadi BAMBANG WIRJATMADI Bambang Wirjatmadi Bambang Wirjatmadi Bambang Wirjatmadi Bambang Wirjatmadi Bambang Wirjatmadi Bambang Wirjatmadi Brigita Rainy Oktiva Candra Panji Asmoro, Candra Panji Cici Damayanti D.A. Liona Dewi Denna Rahinda Yulia Fanni Desy Prasetya Desy Prasetya, Desy Dewi Retno Suminar Dini Ririn Andrias Dini Setiarsih Dwi Putra, Kartika Wahyu Dwi Winarni Elida Ulfiana Fajar Afrindo Fara Disa Durry Farapti Farapti Fatifa Asmarani Fatifa Asmarani, Fatifa Fika Mayrlina Anggrayni Haryana, Nila Reswari Hermadani, Candraningtyas Ika Nur Pratiwi Ikhram Hardi S Indarwati , Retno Intan Galih Cornia Jayanthi Petronela Janggu Jayanthi Petronela Janggu Jujuk Proboningsih, Jujuk Junaida Astina Kartika Wahyu Dwi Putra Kharina Aulia Kuntoro Kuntoro Kuntoro Kuntoro Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto Laila Nurayati Lailatul Muniroh Lailatun Ni&#039;mah Laily Hidayati Lestari, Annisa Arifiana Lury Novita Yustianingrum M. Dodi F Priaminda M., Soenarnatalina Mahmud Aditya Rifqi Maria Widijanti Sugeng Meirna Dewita Sari Muhammad Dimas Bimantara Mustika Putri Kustiyoasih Nanik Dwi Astuti Nathania Helsa F. Losong Ni Putu Wahyuningsih Nina Agustina Novera Herdiani, Novera Nur Nashriana Jufri Nursalam Nursalam Nursalam, Nursalam Oktovina Rizky Oktovina Rizky, Oktovina Pei-Lun Hsieh Priaminda, M Dodi F Pudji Astutik Pudji Astutik, Pudji Puspita Ayu Ramadhani Rachmah, Qonita Rachmat Hargono Raharja, Kristian Triatmaja Rahayu, Aprilia Nurcahyaning Rahmi Syarifatun Abidah Rahmi Syarifatun Abidah, Rahmi Syarifatun Ratna Sari Rumakey Reineldis Trisnawati Rifka Laily Mafaza Rina Wasesa Aprilia Lazulfa Rista Fauziningtyas, Rista Rivan Virlando Suryadinata Rivan Virlando Suryadinata Rivan Virlando Suryadinata Rizka Amalia Habiba Rosita Andriani Santi Kusumastuti Setho Hadisuyatmana Setiarsih, Dini Sheila Monica Kelly Amalia Sheryll Deby Regyna Sholikhah, Anindya Maratus` Sholikhah, Desty Muzarofatus Shrimarti Rukmini Devy Silviana Putri Siti Nur Qomariah Siti Rahayu Nadhiroh Soenarnatalina M. Soenarnatalina Meilanani Soenarnatalina Meilanani, Soenarnatalina Sri Hartiningsih Sri Hartiningsih Sri Hartiningsih Stefani Cornelia Sardjono Susanti, Yuyun Erlina Susanti, Yuyun Erlina Susila Rusdiana Dewi Tia Eka Novianti Tri Martiana Tri Ratna Ariestini Triharini, Mira Triska Susila Nindya Wijatmadi, Bambang Windhu Purnomo Wiratmadi, Bambang Yayuk Estuningsih Yeni Susanti