Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Psiko Religi Untuk Penanggulangan Kenakalan Remaja di Era Digital Haris Adnan Alwi; Siti Roudhotul Jannah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.1671

Abstract

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin kompleks di era digital karena tingginya akses internet dan kurang stabilnya kontrol diri pada usia transisi, sehingga remaja rentan terhadap perilaku menyimpang baik dalam bentuk cyberbullying, kecanduan media sosial, maupun keterlibatan dalam tindak kriminal berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan agama Islam berbasis psiko-religi dalam membentuk karakter religius remaja sebagai upaya preventif dan kuratif terhadap kenakalan di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitik untuk menelaah literatur yang relevan dari penelitian terdahulu dan teori pendidikan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai psikologis dan religius dalam pendidikan agama Islam mampu memperkuat identitas moral, meningkatkan kontrol diri, serta mengurangi kecenderungan perilaku menyimpang di kalangan remaja. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan agama Islam yang terarah dapat menjadi instrumen strategis bagi sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mencetak generasi yang religius, berkarakter, dan adaptif terhadap tantangan era digital.
NILAI- NILAI PENDIDIKAN AKHLAK MELALUI PEMBINAAN SHOLAT BERJAMA’AH TERHADAP KARAKTER SISWA DI SMAN 01 NEGERIKATON PESAWARAN LAMPUNG Wiranto, Anjar; Habib Sulton; Siti Roudhotul Jannah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 5: September 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang diperoleh siswa melalui pembinaan sholat berjama'ah dan dampaknya terhadap karakter siswa di SMAN 01 Negerikaton Pesawaran Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan sholat berjama'ah di sekolah mampu menghasilkan nilai-nilai pendidikan akhlak seperti kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan rasa hormat. Melalui pelaksanaan sholat berjama'ah, siswa belajar untuk disiplin dalam menjalankan ibadah, bekerjasama dengan sesama dalam beribadah, bertanggung jawab atas waktu dan tugas-tugasnya, serta menghormati hak-hak sesama manusia. Dampak positif dari pembinaan sholat berjama'ah terhadap karakter siswa meliputi peningkatan kesadaran spiritual, pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan, dan peningkatan kualitas hubungan antarpribadi. Kesimpulannya, pembinaan sholat berjama'ah di SMAN 01 Negerikaton Pesawaran Lampung memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan karakter siswa dengan memperkuat nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk melihat dampak jangka panjang dari pembinaan sholat berjama'ah terhadap perkembangan karakter siswa serta melibatkan lebih banyak responden dari berbagai latar belakang untuk memperluas generalisasi temuan.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PENDIDIKAN KE NU AN DI MADRASAH ALIYAH MA’ARIF 06 SEPUTIH RAMAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Harianto, Salim; A. Muslimin; Siti Roudhotul Jannah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 5: September 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum menjadi hal yang harus dilakukan oleh lembaga pendidikan terlebih lagi kaitannya dengan pengembangan kurikulum dalam upaya pembentukan karakter siswa yang menghargai sesamanya meskipun memiliki paham yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum muatan lokal keagamaan aswaja dalam membentuk karakter, kendala dan faktor pendukung yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan kurikulum. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis field research. Sumber datanya adalah kepala sekolah, waka kurikulum dan guru muatan lokal aswaja. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini pertama, Implementasi kurikulum mulok keagamaan aswaja dalam upaya pembentukan karakter siswa berbasis kecerdasan moral di MA Nurul Islam Kriyan pembelajaran Aswaja tidak mengacu pada teori saja, tetapi juga melalui penerapan pembiasan-pembiasaan di madrasah, hal tersebut sebagai upaya sadar dan kontinu dalam mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai dasar Aswaja pada siswa. kedua, kendala yang dihadapi adalah Ketersediaan buku pelajaran yang masih terbatas, Sarana dan prasarana yang kurang memadai, keterbatasan waktu guru mengajar, dan minat siswa masih kurang. Ketiga, faktor pendukung ada pada guru dan budaya madrasah yang bernuansa aswaja.
PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SANTRI MELALUI KEGIATAN MAUIDOTUL HASANAH KYAI (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Darul Huda Lubuk Harjo OKU Timur ) Muhammad Toharudin; Jaenullah; Siti Roudhotul Jannah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter disiplin merupakan salah satu tujuan utama pendidikan di pondok pesantren. Perlu diketahui bahwasanya dalam dunia Pendidikan tentu sangat berkaitan dengan disiplin, serta adanya peraturan yang harus di ta’ati, dengan pra santri yang menjalni aktivitas dipondok pesantren tentu adanya sebuah tempaan dan binaan dalam proses pembntukan karakter dan kemudian adanya penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan karakter disiplin santri melalui kegiatan mau’idhotul hasanah yang disampaikan oleh kyai di Pondok Pesantren Darul Huda, Lubuk Harjo, OKU Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, tentu saja dalam penelitian ini sangat membutuhkan rujukan yang mendalam guna membantu dalam proses penelitiansehingga penelitain ini dapat terwujud dengan semestinya kemduian peneliti menggali lebih dalam tentang pembentukan karakter disiplin santri dan dalam penelitian ini tentu peneliti melakukan wawacara dengan kyai, ustadz dan santri. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwasanya tindakan pembentukan karakter disiplin santri melalui mauidhoh hasanah, perlu kita pahami bersama bahwasanya di pondok darul huda ini dalam tindakan pembentukan karakter disiplin para santri tidak hanya memahami dan tahu saja terkiat dengan karakter disiplin santri, namun kenyataanya para santri mengambil makana dari mauidhoh hasana yang disampaikan oleh pak kyai dan memahaminya kemudian santri langsung menerpakkanya seperti para santri selalui mengantri dalam segala hal misalnya mengantri ke kamar mandi, mengantri mengambil makan, disiplin dalam peraturan dan disiplin dalam urusan ibadah sehingga dengan demikian tentu akan mengubah pandangan dan pemikiran santri bahwa disiplin merupakan kunci dari sebuah kesuksesan
Developing Islamic Religious Education (PAI) Learning Methodology through Information Processing Theory Norma Yulianti; Tri Miratul Hasanah; Ayu Wulandari; Bima Wisnu Gunawan; Siti Roudhotul Jannah
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 5 No. 2 (2025): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v5i2.2087

Abstract

This study aims to develop a learning methodology for Islamic Religious Education (PAI) based on the principles of Information Processing Theory. The research is motivated by the need to enhance the effectiveness of PAI instruction so that it aligns more closely with learners’ cognitive characteristics, particularly in processing, storing, and interpreting religious information. Using a library research approach, this study analyzes literature on information processing theory, instructional methodologies, and PAI learning practices. The findings indicate that applying Information Processing Theory in PAI learning can be achieved through strategies such as activating prior knowledge, organizing instructional content using concept maps, utilizing media that support both visual and verbal memory, and assessing students’ thinking processes through elaboration and reflection techniques. The proposed methodology has been shown to strengthen conceptual understanding, improve long-term retention, and enhance students’ critical thinking skills. The study concludes that integrating Information Processing Theory into PAI instruction offers a relevant and effective methodological alternative for improving the quality of PAI learning across educational levels.
The Effectiveness of Problem-Based Learning in Improving Students’ Conceptual Understanding and Learning Outcomes in Islamic Religious Education Mawadatul Af’idati; Budi Pangastuti; Endah Permanasari; Hana Fauziah; Siti Roudhotul Jannah
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 5 No. 2 (2025): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v5i2.2097

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model in improving students’ conceptual understanding and learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI). Using a systematic literature review approach, this research examines findings from empirical studies published between 2019 and 2024 sourced from Google Scholar, DOAJ, and nationally indexed journals. The review reveals that PBL significantly enhances students’ understanding of Islamic concepts by engaging them in authentic, contextual problems that require analytical thinking, argumentation, and reflective inquiry. Students demonstrate deeper comprehension when exposed to real-life cases related to Islamic teachings, enabling them to interpret and apply religious concepts within practical contexts. The model also contributes to improved cognitive achievement, as evidenced by increased post-test scores and strengthened higher-order thinking skills. Furthermore, PBL fosters students’ motivation and engagement through collaborative group activities, meaningful discussions, and student-centered learning dynamics. Several supporting factors such as authentic problem design, teacher facilitation, structured group work, and reflective practice are identified as essential elements in ensuring the successful implementation of PBL. Overall, this study concludes that PBL is an effective pedagogical model for advancing both conceptual understanding and learning outcomes in PAI, making it suitable for 21st-century Islamic education demands.
IMPLEMENTASI PENERAPAN HUMAN CENTERED DESIGN (HCD) PADA IMUNISASI DASAR DI WILAYAH PUSKESMAS TAMBAKREJO DUSUN PETENGAN DESA TAMBAKREJO KABUPATEN JOMBANG Dian Puspita Yani; Siti Roudhotul Jannah; Suyati, Suyati; Muzayyaroh, Muzayyaroh; Sri Banun Titi Istiqomah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The immunization program in Indonesia, which is still being promoted by the Indonesian government, aims to continue reducing infant and child mortality rates. However, the program appears to still be facing problems, namely parental refusal. This refusal is caused by public misunderstandings about immunization, a lack of education, and a lack of knowledge and awareness about it. This study applies Human Centered Design (HCD) approach to understand mothers' perspectives who refuse immunization for their children. Methods: A qualitative study using in-depth interviews with mothers who refused complete basic immunization for their children aged 0-24 months. Data were analyzed thematically following HCD principles.Results: Six main themes emerged: (1) Deep-rooted beliefs and convictions, (2) Excessive fears and concerns, (3) Negative experiences with health services. Conclusion: Vaccine refusal is a complex. HCD approach reveals that mothers' decisions are "rational" within their value systems. Interventions must be multi-level, involving religious leaders, improving health service quality, and enhancing communication between healthcare providers and mothers
Diametral Methodology: A Biographical Narrative of a PAI Teacher’s Shift from Fundamentalism to Pluralism in Aqidah Teaching Siti Roudhotul Jannah; Fatqur Rohim; Wahyu Eko Purwanto; Idris Efendi; Wahyu Dewi Utari
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 5 No. 3 (2025): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v5i3.2019

Abstract

Education (PAI) teacher who experiences a profound methodological and ideological transformation from fundamentalism to pluralism in the context of aqeedah teaching. The transformation is examined through the framework of diametral methodology, a narrative research approach that situates opposing ideological poles as a dialectical space for understanding how epistemic, spiritual, and pedagogical changes unfold across time. By reading the teacher’s life history through this diametral lens, the study seeks to reveal the dynamic processes that shape pedagogical orientation, identity formation, and instructional decisionmaking in Islamic education. The data for this study are fictional yet academically grounded, constructed through a triangulation of literature on religious moderation, critical pedagogy, transformative learning theory, and the sociocultural experiences of Islamic education teachers in Indonesia. This approach enables the narrative to remain analytically rigorous while presenting a realistic and contextually rich portrayal of a teacher’s ideological journey. The findings illustrate that the teacher’s shift toward pluralism does not emerge abruptly; instead, it develops gradually through a series of existentialreflective crises, interfaith dialogues, exposure to diverse theological discourses, and increasing engagement with contemporary educational paradigms that emphasize inclusivity and human dignity.
The Effectiveness of Problem-Based Learning in Enhancing Students’ Conceptual Understanding and Learning Outcomes in Islamic Religious Education Muhammad Riyadh; Budi Pangastuti; Endah Permanasari; Hana Fauziah; Siti Roudhotul Jannah
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 5 No. 3 (2025): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v5i3.2123

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model in improving students’ conceptual understanding and learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI). Using a systematic literature review approach, this research examines findings from empirical studies published between 2019 and 2024 sourced from Google Scholar, DOAJ, and nationally indexed journals. The review reveals that PBL significantly enhances students’ understanding of Islamic concepts by engaging them in authentic, contextual problems that require analytical thinking, argumentation, and reflective inquiry. Students demonstrate deeper comprehension when exposed to real-life cases related to Islamic teachings, enabling them to interpret and apply religious concepts within practical contexts. The model also contributes to improved cognitive achievement, as evidenced by increased post-test scores and strengthened higher-order thinking skills. Furthermore, PBL fosters students’ motivation and engagement through collaborative group activities, meaningful discussions, and student-centered learning dynamics. Several supporting factors such as authentic problem design, teacher facilitation, structured group work, and reflective practice are identified as essential elements in ensuring the successful implementation of PBL. Overall, this study concludes that PBL is an effective pedagogical model for advancing both conceptual understanding and learning outcomes in PAI, making it suitable for 21st-century Islamic education demands.  
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MATA PELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MULTILITERASI Yusi Susanti; Siti Roudhotul Jannah; Dedi Setiawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42738

Abstract

This study aims to analyze the implementation of interactive learning models in Islamic Religious Education (PAI) subjects and their contribution to improving students’ multiliteracy understanding. This research employs a qualitative approach with a descriptive method, conducted at UPT SD Negeri 01 Bengkulu. Research data were obtained through observation, interviews, and documentation techniques, and then analyzed using the theoretical frameworks of educational policy implementation, interactive learning models, and multiliteracy concepts.The findings indicate that the implementation of interactive learning models, such as Problem-Based Learning and Project-Based Learning, is able to increase students’ activeness and engagement in PAI learning. Interactive learning provides a positive contribution to the development of students’ linguistic and cultural literacy through discussion activities, group work, and the integration of PAI material with real-life contexts. However, the development of visual and digital literacy has not been optimal due to limited use of instructional media and the lack of explicit integration of multiliteracy in lesson planning and evaluation. This study concludes that interactive learning models have significant potential to enhance students’ multiliteracy understanding, but require strengthened planning, implementation, and evaluation to achieve comprehensive multiliteracy development in PAI learning.