Claim Missing Document
Check
Articles

Improving Cosmetic Safety Awareness Through an Educational Program and Hands-On Workshop on a Pomegranate-Based Peel-Off Mask for Adolescents Putriana Rachmawati; Lusy Noviani; Sharon Susanto; Yulius Evan Christian; Madeleine Rose Karjono; Sherly Nataya; Hellery Yovanti Joseph; Revista Noveria
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 7 No. 1 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v7i1.9365

Abstract

Adolescents are increasingly exposed to cosmetic products and marketing claims, yet their awareness of cosmetic safety remains limited. Interactive educational approaches that combine theoretical knowledge with practical experience are still rarely implemented. This study aimed to evaluate the effectiveness of an interactive educational intervention in improving adolescents’ knowledge of cosmetic safety and the appropriate use of skincare ingredients. A quasi-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted on December 3, 2025, involving n = 61 high school students. The intervention integrated BPOM-based education with a hands-on workshop on peel-off mask formulation. Knowledge was assessed using a 10-item questionnaire, which was pilot-tested for clarity and relevance. Data were analyzed using a paired t-test (p < 0.05). The mean knowledge score increased from 72.71±16.72 to 84.67±10.45, with a statistically significant difference (p = 0.002) and a large effect size (Cohen’s d = 1.36). The distribution of scores shifted toward higher categories, indicating improved understanding. Participants also reported high levels of satisfaction with the program. The intervention effectively improved adolescents’ knowledge of cosmetic safety. The novelty lies in integrating regulatory education with hands-on formulation activities as an interactive learning model. However, the absence of a control group and the single-setting design limit generalizability.
Pengenalan Ilmu Kosmetik : Bahaya Produk Kosmetik Palsu dan Workshop Pembuatan Parfum Yulius Evan Christian; Erna Wulandari; Patrycia Setiawan; Regina Carissa; Madeline Keke Tanoko; Sharon Susanto
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.7071

Abstract

Penggunaan kosmetik di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, meningkat akibat pengaruh tren dan media sosial. Sebagian siswa belum memahami bahwa kosmetik dapat memengaruhi kesehatan dan harus digunakan dengan tepat. Peredaran kosmetik ilegal dan tidak terdaftar di BPOM meningkatkan risiko kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai keamanan kosmetik dan memberikan pengalaman membuat parfum. Kegiatan dilaksanakan di SMAK 6 Penabur Pluit pada 30 Juli 2025. Peserta berjumlah 13 siswa dengan rentang usia 15–16 tahun. Metode pelaksanaan diawali dengan penyusunan materi, pembuatan soal asesmen, dan persiapan alat serta bahan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan mengintegrasikan diskusi interaktif dan juga praktik langsung. Secara umum, kegiatan terlaksana sesuai rencana tanpa kendala berarti. Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan asesmen awal untuk mengetahui pengetahuan awal siswa SMA. Nilai rata-rata pretest yang didapatkan sebesar 66,92 yang termasuk dalam kategori sedang. Terjadi peningkatan nilai rata-rata posttest menjadi 92,3. Kategori pengetahuan sangat baik meningkat dari 7,7% menjadi 46,2%. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan siswa mengenai keamanan kosmetik dan memberikan keterampilan membuat parfum
Sosialisasi Hand Sanitizer Berbahan Alami Mangrove Api-Api untuk Mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sri Hapsari Wijayanti; Linawati Hananta; Yulius Evan Christian
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.815

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui sosialisasi kesehatan yang dikaitkan dengan pemanfaatan mangrove api-api sebagai bahan alami hand sanitizer. Kegiatan dilaksanakan di MTs Nurul Ihsan, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, dengan melibatkan siswa kelas VIII dan IX serta guru sekolah. Metode kegiatan meliputi penyusunan pretes dan postes berupa 10 soal pilihan ganda, penyampaian materi PHBS dan potensi mangrove api-api, serta evaluasi efektivitas kegiatan menggunakan analisis N-gain. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai pretes 54 menjadi 83 pada postes dengan nilai N-gain sebesar 0,623 yang termasuk kategori cukup efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi PHBS berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan literasi kesehatan siswa sekaligus memperkenalkan potensi sumber daya alam di lingkungan sekitar sebagai bagian dari praktik hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan program PHBS yang berkelanjutan dan kontekstual melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat pesisir guna mendorong pembiasaan perilaku sehat dalam jangka panjang.
Evaluasi Formulasi Mikrokapsul Transfersom Ekstrak Etanol 96% Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) Yulius Evan Christian; Riky Suhardin
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i3.98011

Abstract

Jahe merah merupakan salah satu jenis jahe dengan rasa dan aroma khas. Gingerol adalah metabolit utama dalam jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) yang memiliki aktivitas farmakologis. Namun, senyawa ini memiliki keterbatasan berupa stabilitas rendah dan kelarutan air yang terbatas. Mengatasi keterbatasannya, digunakan sistem penghantaran seperti mikrokapsul transfersom guna meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi formula transfersom serta mikrokapsul transfersom ekstrak jahe merah guna meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan efisiensi penjerapan gingerol. Mikrokapsul transfersom memiliki vesikel fleksibel yang mampu meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas gingerol yang sensitif terhadap suhu dan pH. Dibandingkan metode penghantaran lain, transfersom lebih efektif mengatasi keterbatasan gingerol. Transfersom dibuat dengan metode hidrasi lapis tipis menggunakan variasi perbandingan fosfolipid dan Span 80 (6,5:3,5; 7,0:3,0; 9,0:1,0). Masing-masing formula diuji karakteristik fisikokimianya: ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, morfologi, dan efisiensi penjerapan. Formula terbaik dipilih berdasarkan kestabilan penyimpanan selama 7 hari dan parameter fisik sesuai standar nanopartikel, lalu dimikroenkapsulasi dengan metode spray drying menggunakan maltodekstrin (7,2%) dan gom arab (4,8%) sebagai bahan penyalut. Spray drying digunakan karena waktu paparan panas singkat dan suhu dapat dikendalikan agar tidak melebihi ambang stabilitas gingerol. Maltodekstrin dan gom arab melindungi gingerol dari degradasi panas sehingga tetap stabil. Karakteristik transfersom menunjukkan morfologi sferis, ukuran partikel 261,8 nm, indeks polidispersitas 0,470, zeta potensial -49,9 mV, dan efisiensi penjerapan 77,09%. Mikrokapsul memiliki morfologi sferis, ukuran partikel 433,76 nm, indeks polidispersitas 0,403, zeta potensial -32,2 mV, dan efisiensi penjerapan 93,85%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah dapat diformulasikan menjadi transfersom dan mikrokapsul transfersom yang memenuhi kriteria nanopartikel, yaitu ukuran &lt;500 nm, indeks polidispersitas &lt;0,5, zeta potensial &lt;-30 mV, dan efisiensi penjerapan &gt;70%.
Sosialisasi Hand Sanitizer Berbahan Alami Mangrove Api-Api untuk Mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sri Hapsari Wijayanti; Linawati Hananta; Yulius Evan Christian
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.815

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui sosialisasi kesehatan yang dikaitkan dengan pemanfaatan mangrove api-api sebagai bahan alami hand sanitizer. Kegiatan dilaksanakan di MTs Nurul Ihsan, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, dengan melibatkan siswa kelas VIII dan IX serta guru sekolah. Metode kegiatan meliputi penyusunan pretes dan postes berupa 10 soal pilihan ganda, penyampaian materi PHBS dan potensi mangrove api-api, serta evaluasi efektivitas kegiatan menggunakan analisis N-gain. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai pretes 54 menjadi 83 pada postes dengan nilai N-gain sebesar 0,623 yang termasuk kategori cukup efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi PHBS berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan literasi kesehatan siswa sekaligus memperkenalkan potensi sumber daya alam di lingkungan sekitar sebagai bagian dari praktik hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan program PHBS yang berkelanjutan dan kontekstual melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat pesisir guna mendorong pembiasaan perilaku sehat dalam jangka panjang.
Quality Evaluation and Phytochemical Screening of Kaempferia galanga and Zingiber zerumbet Rhizome Extracts Yulius Evan Christian; Ema Hermawati; Rahmatul Qodriah; Mega Efrilia; Senny Listy Kartika Falestin; Pra Panca Bayu Chandra; Sabrina K. Whardhani
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.651

Abstract

Indonesia has rich biodiversity that provides potential sources of traditional medicine, including Kaempferia galanga and Zingiber zerumbet rhizomes, which are widely used in ethnomedicine. This study aimed to evaluate the quality parameters and phytochemical constituents of both rhizomes in accordance with pharmacopoeial standards. The research involved simplicia preparation, extraction using 96% ethanol by maceration, and subsequent quality testing, including specific, non-specific, and phytochemical screening. Macroscopic and microscopic examinations confirmed the authenticity of the rhizomes, and purity tests showed that foreign organic matter levels were within the acceptable limits (≤2%). The extractive values demonstrated that K. galanga had a higher water-soluble content, whereas the two species had comparable ethanol fractions. Specific and non-specific quality parameters were quantitatively determined in compliance with the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. The water-soluble extractive value was 11.30% for K. galanga and 9.20% for Z. zerumbet, while ethanol-soluble extractive values were both 5.30%. Loss on drying and moisture content remained below 10% for both rhizomes, meeting the required threshold. Specific gravity values of 0.8367 g/mL (K. galanga) and 0.79 g/mL (Z. zerumbet) indicated proper extract concentration. These parameters confirm the extracts' quality, stability, and suitability for further phytopharmaceutical development.
Improving the Health Independence of Muaragembong Community through the Utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) Yulius Evan Christian; Dini Permata Sari
Pharmacy Action Journal Vol 5, No 1 (2025): 2025
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/paj.v5i1.8628

Abstract

AbstractThe utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) has become a focus in efforts to improve public health through natural and independent means. This community service activity was conducted in Muaragembong, aiming to increase the community's knowledge about the benefits of TOGA and how to use it in daily life. The identified issue was the lack of understanding and skills within the community to utilize the medicinal plants available around them. The method employed in this service activity was a participatory-based extension, followed by hands-on training on how to plant, maintain, and process TOGA into beneficial herbal products. The results obtained showed a significant increase in participants' knowledge, from 33,21% in the pre-test to 64,64% in the post-test. The majority of participants now have a better understanding of the health benefits of various TOGA plants, such as turmeric, ginger, and moringa. This activity also had a positive impact on economic empowerment, with many participants planning to plant TOGA in their yards and share the knowledge with others. The importance of this result is to introduce the community to an alternative natural treatment that can support independent health, while also creating opportunities for economic empowerment through the cultivation of medicinal plants.Keywords: Family Medicinal Plants; Community empowerment; Natural health; Sustainable economy; TOGA
Enhancement of Science Literacy and Cosmetic Formulation Skills Among High School Students Through Solid Perfume Balm Workshop Untung Gunawan; Keiko Weimy Ho; Valerina; Allessandra Gabriella Wijaya; Birgitta Evania Hotyus; Yulius Evan Christian
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 7 No. 2 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v7i2.9993

Abstract

High school students' knowledge of cosmetics is generally limited to finished products, without understanding their composition, formulation processes, or safety aspects, which may increase the risk of improper product use. This community service activity aimed to enhance scientific literacy, cosmetic safety awareness, and formulation skills among high school students through an experiential learning-based solid perfume balm workshop, an approach not yet widely implemented in the Indonesian high school context. A pre-post design without a control group was employed with 21 Grade XI Science students (52.38% male; mean age 16.4 years) at SMA Katolik Ricci 1, Jakarta. The evaluation instrument consisted of 10 validated multiple-choice questions. Because the Shapiro-Wilk test confirmed non-normality of difference scores (W = 0.7774; p = 0.0003), the Wilcoxon Signed Ranks Test was used for hypothesis testing. Participant satisfaction was assessed with a seven-item Likert-scale questionnaire. The mean score increased from 77.62 (pretest) to 90.48 (posttest). The proportion of participants with high knowledge rose significantly from 61.90% to 95.24% (Z = −3.823; p < 0.001; effect size r = 0.83). All participants successfully produced their own perfume balm product. The mean satisfaction score was 4.74 out of 5.00. An experiential learning workshop integrating cosmetic safety, formulation skills, and science literacy proved effective for high school students. Recommended follow-up actions include control-group designs, larger samples, and long-term knowledge retention assessments.
Edukasi Interaktif untuk Meningkatkan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Siswa Sekolah Dasar Hananta, Linawati; Pranandi, Ian; Wijayanti, Sri Hapsari; Christian, Yulius Evan; Surya, Junita Elvira Pandji; Veronica, Yellica
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v9i1.3378

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) is an essential indicator for creating a healthy school environment and preventing environment-related diseases among elementary school children. Preliminary observations at SDIT Masyarul Huda revealed that students' implementation of CHLB indicators was not yet optimal, particularly regarding proper handwashing with soap, personal hygiene practices, and awareness of the importance of maintaining healthy behaviors within the school environment. These findings served as the basis for implementing an interactive educational program aimed at improving students' knowledge of CHLB indicators. This community service program aimed to improve elementary school students' knowledge of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) indicators in the school setting through an interactive educational approach. The program involved 87 students and employed a one-group pretest–posttest design. Students' knowledge was assessed using a pretest–posttest questionnaire administered before and after the intervention. The educational activities consisted of interactive lectures, group discussions, and handwashing demonstrations. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The results demonstrated that the proportion of students with good knowledge increased from 33.33% during the pretest to 73.56% during the posttest. The normality test indicated that the data were not normally distributed (p < 0.005); therefore, the Wilcoxon signed-rank test was applied, revealing a statistically significant difference between pretest and posttest knowledge scores (p < 0.005). These findings indicate that interactive education effectively improved students' knowledge of CHLB indicators in the school environment. Furthermore, this approach has the potential to serve as a sustainable school-based health promotion model for fostering clean and healthy living behaviors among elementary school students
Co-Authors Agus Supriyono Agustine , Grace Nathania Agustine, Grace Nathania Allessandra Gabriella Wijaya Alwi, Felisca Emmalyn Andrian, Rahmat Arif Setiawansyah Arrang, Sherly Tandi Birgitta Evania Hotyus Chaineyla, Florencia Chandra, Pra Panca Bayu Deni Rahmat Dharmalau, Richanda Surya Diky Mudhakir Dini Permata Sari Dini Permata Sari Ema Hermawati Ema Hermawati Ema Hermawati Erna Wulandari Faiq, Muhammad Afif Fono, Kristoforus Gracia , Venestrata Hamdan Mustopa Handayani, Indri Astuti Hellery Yovanti Joseph Hermawati, Ema Indah Indah Ismyama, Dian Farida Jessica Christy Hamzah Karina, Keysia Rahma Keiko Weimy Ho Kosasih Kosasih Kusnaman, Mathias Lourdion Laurensia Linawati Hananta, Linawati Loimalitna, Pricillya Maria Lusy Noviani Luvita, Bella Sindi Madeleine Rose Karjono Madeleine Rose Karjono Madeline Keke Tanoko Magdalena, Marisa Mantiri, Naomi Suci Mega Efrilia Mega Efrilia Miranda, Sintha Mutiara, Berkah Nababan, Agnes Aditia Nathali, Nathali Nathalie, Evadia Nathaniel Leslie Nicky Nathanael Nurul Hidayati Panjaitan, Riong seulina Patrycia Setiawan Pra Panca Bayu Chandra Pra Panca Bayu Chandra Pra Panca Bayu Chandra Panca Pranandi, Ian Putri, Fadhilla Sivana Putriana Rachmawati Rahmatul Qodriah Regina Carissa Revista Noveria Riky Suhardin Ruth Debora S, Zefanya Meribeth Sabrina Jovita Bunawan Sabrina K. Whardhani Saputri, Aurya Sari, Dini Permata Senny Listy Kartika Falestin Setiawan, Patrycia Sharon Susanto Sharon Susanto Sharon Susanto Sherly Nataya Sri Hapsari Wijayanti Suri, Anastasia Dini Surya, Junita Elvira Pandji Susanto , Jessica Mutiara Susanto, Michael Darell Susanto, Sharon Tanoto, Madeline Keke Untung Gunawan Valerina Veronica, Yellica Wahono Sumaryono Whardhani, Sabrina K Wijardi , Calista Wijaya, Bagas Eva Wulandari, Erna Yunahara Farida