Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Literasi Kosmetik Alami melalui Workshop Green Beauty Lab: Formulasi Masker Wajah Berbasis Bahan Alami pada Siswa SMA Gunawan, Untung; Kusnaman, Mathias Lourdion; Gracia , Venestrata; Setiawan, Patrycia; Christian, Yulius Evan
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2026): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i3.3316

Abstract

The use of chemical-based cosmetics without adequate understanding among adolescents is increasing and poses risks of skin irritation and long-term health problems. Education on natural cosmetics is essential to build awareness of choosing safe and environmentally friendly products. This community service activity aimed to improve high school students' knowledge and skills in formulating natural-based facial masks and to foster natural cosmetic literacy. The activity was conducted offline at the FKIK Unika Atma Jaya campus, involving 30 students from grades XI and XII. The method used was an interactive workshop consisting of material delivery on natural cosmetics, hands-on mask formulation practice, and group discussions. Evaluation was conducted using a pre-tes and post-test to measure knowledge improvement, and a Likert-scale questionnaire to assess satisfaction and goal achievement. Data analysis used a Wilcoxon test. There was a significant increase in knowledge after the workshop, with mean scores increasing from 82,67 to 93,33 (p < 0.05). Participants successfully practiced mask formulation, indicating clarity of the material, relevance of the topic, and facilitator skills. The activity was effective in improving natural cosmetic literacy and practical skills among high school students. This program has the potential to be replicated in other schools as an effort to empower the younger generation regarding safe and sustainable natural cosmetics.
Evaluasi Formulasi Mikrokapsul Transfersom Ekstrak Etanol 96% Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) Christian, Yulius Evan; Suhardin, Riky
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i3.98011

Abstract

Jahe merah merupakan salah satu jenis jahe dengan rasa dan aroma khas. Gingerol adalah metabolit utama dalam jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) yang memiliki aktivitas farmakologis. Namun, senyawa ini memiliki keterbatasan berupa stabilitas rendah dan kelarutan air yang terbatas. Mengatasi keterbatasannya, digunakan sistem penghantaran seperti mikrokapsul transfersom guna meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi formula transfersom serta mikrokapsul transfersom ekstrak jahe merah guna meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan efisiensi penjerapan gingerol. Mikrokapsul transfersom memiliki vesikel fleksibel yang mampu meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas gingerol yang sensitif terhadap suhu dan pH. Dibandingkan metode penghantaran lain, transfersom lebih efektif mengatasi keterbatasan gingerol. Transfersom dibuat dengan metode hidrasi lapis tipis menggunakan variasi perbandingan fosfolipid dan Span 80 (6,5:3,5; 7,0:3,0; 9,0:1,0). Masing-masing formula diuji karakteristik fisikokimianya: ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, morfologi, dan efisiensi penjerapan. Formula terbaik dipilih berdasarkan kestabilan penyimpanan selama 7 hari dan parameter fisik sesuai standar nanopartikel, lalu dimikroenkapsulasi dengan metode spray drying menggunakan maltodekstrin (7,2%) dan gom arab (4,8%) sebagai bahan penyalut. Spray drying digunakan karena waktu paparan panas singkat dan suhu dapat dikendalikan agar tidak melebihi ambang stabilitas gingerol. Maltodekstrin dan gom arab melindungi gingerol dari degradasi panas sehingga tetap stabil. Karakteristik transfersom menunjukkan morfologi sferis, ukuran partikel 261,8 nm, indeks polidispersitas 0,470, zeta potensial -49,9 mV, dan efisiensi penjerapan 77,09%. Mikrokapsul memiliki morfologi sferis, ukuran partikel 433,76 nm, indeks polidispersitas 0,403, zeta potensial -32,2 mV, dan efisiensi penjerapan 93,85%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah dapat diformulasikan menjadi transfersom dan mikrokapsul transfersom yang memenuhi kriteria nanopartikel, yaitu ukuran <500 nm, indeks polidispersitas <0,5, zeta potensial <-30 mV, dan efisiensi penjerapan >70%.