Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Praktik Reflektif Guru Berbasis Artificial Intelligence pada Kelompok Kerja Guru Marzoan; Lalu Hamdian Affandi; Muhajirin Ramzi; Eliyana; Maulida Arum Fitriana
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i1.2344

Abstract

Praktik reflektif merupakan fondasi penting dalam pengembangan profesional guru, namun dalam praktiknya refleksi sering belum dilakukan secara mendalam dan berkelanjutan. Banyak guru mengalami kesulitan untuk mengurai pengalaman mengajar, mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki, serta merancang tindakan perbaikan yang realistis. Di sisi lain, perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru untuk mendukung refleksi profesional melalui pendekatan yang bersifat personal, empatik, dan non-penilai. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan praktik reflektif guru berbasis AI pada Kelompok Kerja Guru (KKG). Kegiatan pengabdian dilaksanakan di dua lokasi, yaitu KKG Sekolah Dasar di Kabupaten Lombok Barat dan KKG Taman Kanak-kanak di Kabupaten Lombok Utara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan berbasis praktik reflektif, dengan memanfaatkan AI “Pendidik Reflektif” sebagai pendamping dialog refleksi guru. Data dikumpulkan melalui refleksi tertulis guru, angket persepsi, diskusi kelompok, dan observasi terbatas, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan AI sebagai pendamping refleksi membantu guru mengembangkan refleksi yang lebih terstruktur, analitis, dan berorientasi pada tindakan. Refleksi guru yang semula bersifat deskriptif berkembang menjadi refleksi yang mampu mengaitkan pengalaman mengajar dengan penyebab permasalahan serta rencana aksi kecil yang kontekstual. Selain itu, AI berkontribusi dalam menciptakan rasa aman psikologis sehingga guru lebih terbuka dalam merefleksikan tantangan yang dihadapi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan praktik reflektif guru berbasis AI berpotensi menjadi pendekatan yang relevan dan inovatif untuk memperkuat pengembangan profesional guru dan fungsi KKG sebagai komunitas belajar.
Analisis Inovasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis ICT di Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada Lombok Barat Muhajirin Ramzi; M. Arzani; Hamidi Hamidi; Junaidi Junaidi
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v7i3.2824

Abstract

This study aims to analyze institutional policies, technological infrastructure, and the implementation of Information and Communication Technology (ICT)-based learning media in Islamic Religious Education (PAI) at Nurul Haramain Islamic Boarding School, Narmada, West Lombok. A qualitative descriptive approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with school leaders, digital transformation coordinators, and PAI teachers, complemented by observations and document analysis. The data were analyzed using an interactive model involving data condensation, data display, and conclusion drawing and verification, while data trustworthiness was ensured through source and methodological triangulation. The findings reveal that ICT-based learning innovation is supported by strong institutional leadership, the TUGU SASAK program, Computerized-Based Classes, computer laboratories, multimedia classrooms, a digital library, a data center, and internet connectivity. ICT-based learning media are implemented through digital presentations, instructional videos, audiovisual learning materials, computer-based assessments, and online learning resources across Fiqh, Qur'an-Hadith, Aqidah-Akhlaq, and Islamic Cultural History subjects. These practices enhance student engagement, expand access to learning resources, improve instructional efficiency, and strengthen conceptual understanding. However, challenges remain, including disparities in teachers' digital competencies, limited technological resources, and the need for stronger pedagogical design and digital ethics. The study contributes to the literature by proposing an integrative framework that connects institutional leadership and policy, technological ecosystem readiness, ICT-supported PAI pedagogy, and the internalization of Islamic values as interconnected dimensions of digital transformation in pesantren. The findings further suggest the importance of continuous teacher professional development, equitable infrastructure governance, and context-sensitive technology policies to support sustainable digital transformation in Islamic education.