Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI GIZI SEIMBANG MENGGUNAKAN INFOGRAFIS TENTANG PERILAKU MAKAN PADA REMAJA AWAL Nurul Pujiastuti; Gustirini , Ria; Indriani, Ririn; Handoko, Lukman
Jurnal Stunting Pesisir dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2025): Januari - juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jspa.v4i1.1690

Abstract

Masalah gizi di kalangan remaja sering kali timbul akibat pola makan yang tidak sehat, seperti ketidakseimbangan antara asupan gizi dan gizi yang seharusnya dikonsumsi. Penggunaan media pembelajaran yang menarik dapat memicu motivasi dan minat remaja untuk belajar. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan dan perilaku makan remaja tentang gizi seimbang melalui media infografis. Metode yang digunakan yaitu memberikan edukasi tentang gizi seimbang usia remaja dan memantau perilaku makan. Sasaran edukasi yaitu remaja awal usia 12-14 tahun di SMPN 1 Malang. Hasil edukasi menunjukkan bahwa pengetahuan remaja saat pre-test sebesar 5% baik dan post-test sebesar 90% baik. Hasil pemantauan perilaku makan, saat pre-test sebesar 9% baik dan post-test sebesar 76% baik. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat yaitu berhasil meningkatkan pengetahuan dan perilaku makan remaja tentang gizi seimbang untuk menjaga kesehatan remaja yang optimal.
OVERVIEW OF FOOT SENSORY SENSITIVITY IN PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS AFTER PERFORMING DIABETIC FOOT EXERCISES USING A BALL AS A MEDIUM Yulinar Maghfirah; Nurul Pujiastuti; Budiono; Nurul Hidayah
The Health Researcher's Journal Vol. 2 No. 4 (2025): The Health Researchers Journal
Publisher : The SDGS Forum Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.00000/vf1dq192

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder that can lead to complications such as peripheral neuropathy, characterized by decreased sensory sensitivity in the feet. One recommended non-pharmacological intervention is diabetic foot exercise using a ball as a medium. This study aims to describe changes in foot sensory sensitivity in patients with type 2 diabetes following diabetic foot exercise therapy using a ball. A descriptive case study approach was employed involving two two elderly participants with diabetic neuropathy. The intervention consisted of six sessions over two weeks, with each session lasting 15–20 minutes. Evaluation was conducted using the 10g monofilament test and in-depth interviews. The results indicated an increase in the number of sensation points detected after the intervention. Subjectively, both patients reported reduced tingling and lighter discomfort in the feet. These findings suggest that diabetic foot exercise using a ball can stimulate peripheral nerves and improve blood circulation. This foot exercise can be performed regularly by individuals with type 2 diabetes mellitus to maintain good sensory sensitivity in the feet and ensure optimal nerve function.
Pengaruh Meremas Plastisin Terhadap Nyeri Pasca Operasi Laparatomi Di RS Lavalette Malang Dwi Savira Agustin; Arief Bachtiar; Nurul Pujiastuti; Kissa Bahari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.376

Abstract

Nyeri pasca operasi merupakan masalah umum yang dapat mengganggu proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup, dengan sekitar 70% kasus terjadi pada pasien yang menjalani operasi laparatomi. Diperlukan intervensi keperawatan mandiri yang sederhana untuk manajemen nyeri, salah satunya dengan teknik relaksasi meremas plastisin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh meremas plastisin terhadap nyeri pasca operasi laparatomi. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan rancangan pre–post-test dua kelompok, melibatkan 40 responden yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), dengan analisis data uji Wilcoxon untuk membandingkan pre- dan post-test, serta uji Mann-Whitney untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok (p = 0,000; p < 0,05), serta perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah intervensi. Kesimpulannya, meremas plastisin terbukti efektif menurunkan nyeri pasca operasi laparatomi. Terapi nonfarmakologis ini mudah, praktis, dan dapat diterapkan secara luas sebagai strategi pendukung manajemen nyeri.  
Hubungan Antara Lama Hari Hospitalisasi Anak Dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Di Ruang Topaz RS IHC Lavalette Malang Tahun 2025 Nur Aini Isma; Erlina Suci Astuti; Nurul Pujiastuti; Supono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.387

Abstract

Hospitalisasi pada anak tidak hanya memengaruhi kondisi fisik dan psikologis anak, tetapi juga berdampak pada kondisi emosional orang tua, salah satunya berupa kecemasan yang dapat dipengaruhi oleh lama rawat inap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama hospitalisasi anak usia 6–12 tahun dengan tingkat kecemasan orang tua di Ruang Rawat Inap Anak Topaz IHC RS Lavalette Malang. Desain penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional, teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan metode purposive, dan jumlah sampel 30 responden sesuai perhitungan rumus Slovin. Variabel independen adalah lama hospitalisasi anak, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecemasan orang tua. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,809 yang berarti hubungan sangat kuat dengan p value = 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara lama hospitalisasi anak dengan tingkat kecemasan orang tua. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kecemasan adalah pemberian edukasi oleh tim medis, gizi, dan keperawatan terkait kondisi, perawatan, serta kebutuhan nutrisi anak selama dirawat.
Pengaruh Edukasi Diabetes Mellitus Terhadap Kemampuan Deteksi Dini Diabetes Mellitus Pada Remaja Di SMP Negeri 1 Tumpang Pebri Triwandika; Nurul Pujiastuti; Tri Nataliswati; Hurun Ain
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.517

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada usia remaja. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran remaja dalam mengenali gejala dini serta faktor risiko DM berpotensi menunda deteksi dini dan pencegahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan sejak usia sekolah. Untuk mengetahui pengaruh edukasi Diabetes Mellitus terhadap kemampuan deteksi dini Diabetes Mellitus pada remaja di SMP Negeri 1 Tumpang. Penelitian ini menggunakan quasi experiment pre and post-test control group design.Jumlah responden sebnayak 80 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) dan ADA Diabetes Risk Test. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Ranked Sign Test dan Mann Whitney U. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan gejala DM, kemampuan mengenali risiko pribadi, sikap waspada, dan keinginan melakukan pemeriksaan dini pada kelompok perlakuan setelah diberikan edukasi (p < 0,05). Sebaliknya, pada kelompok kontrol tidak ditemukan perbedaan bermakna antara pretest dan posttest (p > 0,05). Oleh karena itu edukasi Diabetes Mellitus menggunakan booklet dan media PowerPoint efektif meningkatkan kemampuan deteksi dini Diabetes Mellitus pada remaja. Edukasi kesehatan berbasis sekolah direkomendasikan sebagai strategi pencegahan DM sejak usia dini.
Pengaruh Kombinasi Distraksi Cerita Bergambar dan Dukungan Orang Tua Untuk Mengurangi Kecemasan Anak Pre operasi di IBS RS Lavalette Malang Cornelia Fransisca Christiani; Nurul Pujiastuti; Erlina Suci Astuti; Joko Wiyono
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v11i1.25351

Abstract

Anxiety in children, if not addressed promptly, can interfere with their eating, drinking, and sleeping needs; therefore, it should not be ignored and must be managed immediately to prevent adverse effects on the child’s healing process. This study aims to determine the effect of a combined intervention of picture story distraction and parental support in reducing preoperative anxiety in children. This research employed a quasi-experimental design with a pre-test and post-test nonequivalent control group. The sample consisted of 34 school-aged children (6– 12 years old) selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that in the intervention group, the mean pre-test anxiety score was 50.67, with a range of 41.60 to 68.40, which significantly decreased to a post-test mean score of 25.99, ranging from 23.34 to 28.40. A p-value of 0.000 (< 0.05) indicated a significant effect of the combined intervention in reducing preoperative anxiety in children. The results of the study showed a decrease in anxiety scores after the combined therapy was administered. This approach can be utilized by nurses as a non-pharmacological strategy to create a more comfortable preoperative environment for children.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI SEREH TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Salma Safinatunnajah; Imam Subekti; Nurul Pujiastuti
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v10i1.4139

Abstract

Poor sleep quality reduces antibodies and increases feelings of weakness and fatigue, the hormone cortisol and sympathetic nervous system will change when a person's sleep quality is poor which can cause blood pressure to increase (1). Aromatherapy is one of the nonpharmacological therapies that can be performed where aromatherapy does not cause dependence. The aim of this study is to look at the effect of lemongrass aromatherapy on sleep quality in the elderly who suffer from hypertension. This research is pre-experimental research, a design used that is pretest-postest for one group. This study uses a quota sampling method with a sample number of 10 elderly people based on inclusion and exclusion criteria. The PSQI questionnaire is used as an instrument of data collection. The intervention is in the form of lemongrass aromatherapy through a reed diffuser. Because the data is not normally distributed, the Wilcoxon test is used. The results of the study were obtained p-value of 0.01 which showed that there were differences in sleep quality before and after obtaining lemongrass aromatherapy, meaning that there was an influence on the administration of lemongrass aromatherapy to sleep quality in hypertensive elderly people.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Video terhadap Self Efficacy Anak Dalam Pencegahan Pelecehan Seksual di Sekolah Dasar Habiba Sabrina Kunaifi; Rita Yulifah; Nurul Pujiastuti
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 16 No 1 (2025): November 2025
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v16i1.1128

Abstract

Sexual abuse among children is a form of violence that often occurs but frequently remains undetected. Data from the Ministry of Women’s Empowerment and Child Protection show an increasing trend of child sexual abuse cases in Malang Regency from 2021 to 2024. Limited knowledge about sexuality and low self-efficacy make children more vulnerable because they may lack the confidence and skills to protect themselves in risky situations. Self-efficacy is important in preventing sexual abuse as it reflects a child’s confidence in responding to potential threats. Therefore, effective health education methods that engage children’s attention are needed, such as video-based learning. This study aimed to examine the effect of video-based health education on children’s self-efficacy in preventing sexual abuse. Using a pre-experimental one-group pretest–posttest design, 34 first- to third-grade students at State Elementary School Kalisongo 3 Malang participated. The results showed a significant increase in self-efficacy after the intervention (p = 0.000), indicating that video-based education effectively improves children’s ability and confidence to prevent sexual abuse.
Edukasi Massage Dengan Relaksasi Napas Dalam Terhadap Skala Nyeri pada Tindakan Injeksi IV Line Aidatun Nisfullaila; Rudi Hamarno; Nurul Pujiastuti; Wiwin Martiningsih
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f20w6d45

Abstract

Beberapa pasien mengalami nyeri hebat setelah menjalani prosedur operasi. Nyeri yang dirasakan pasien terutama setelah prosedur bedah seringkali sangat parah serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kecemasan pasien. Namun, beberapa tindakan medis untuk penanganan nyeri juga dapat menyebabkan efek nyeri. Seperti tindakan injeksi obat anti nyeri melalui intravena yang sering menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman saat diberikan kepada pasien. Untuk mengetahui efektifitas massage dan relaksasi napas dalam terhadap skala nyeri pada tindakan injeksi obat iv line pasien post operasi. Desain yang digunakan dalam kegiatan ini adalah quasy experiment tanpa menggunakan kelompok kontrol acak, peneliti melakukan kegiatan dari efek massage dan relaksasi napas dalam terhadap nyeri pada tindakan injeksi iv line pasien post operasi. Skala nyeri dari kedua kelompok perlakuan dapat dibandingkan sesudah intervensi untuk melakukan kegiatan ini. Menunjukkan hasil uji independent sample t-test setelah diberikan perlakuan massage dan relaksasi napas dalam ada perbedaan rata-rata hasil antara kedua kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan didapatkan hasil adanya perbedaan efektifitas massage dan relaksasi napas dalam terhadap skala nyeri pada tindakan injeksi IVline pasien post operasi.
Peran Faktor Persalinan terhadap Stunting pada Balita: Studi di Desa Tasikmadu, Indonesia : The Role of Delivery Factors on Stunting in Toddlers: A Village Study Tasikmadu Village, Indonesia Della Kurnia Fauziah; Nurul Pujiastuti; Fitriana Kurniasari Solikhah; Tri Nataliswati
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 19 No. 2 (2023): NJK Volume 19, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v19i2.66

Abstract

Stunting remains a persistent nutritional challenge in Indonesia, posing a substantial threat to child growth and survival, typically manifesting in the second year of life. Its primary antecedent is inadequate prenatal protein intake, resulting in shortened birth length and increased susceptibility to stunting. This study aimed to elucidate the relationship between birth length and stunting among toddlers within Tasikmadu Village, employing a retrospective cohort design with a total sample size of 128 individuals selected through Total Sampling. The analysis of the collected data yielded a noteworthy result, with a calculated p-value exceeding 0.570. This outcome signifies the absence of a statistically significant correlation between birth length and the incidence of stunting among the study participants in Tasikmadu Village. Instead, the investigation highlights the prominence of postnatal factors as significant determinants of stunting prevalence. These factors include the untimely introduction of complementary foods alongside breastfeeding (MP-ASI), irregular MP-ASI feeding schedules, a predominantly carbohydrate-based MP-ASI menu, erratic breastfeeding timings, and premature discontinuation of exclusive breastfeeding. In summary, this study discerns a conspicuous dissociation between birth length and stunting occurrence in Tasikmadu Village. The implication is that the roots of stunting lie predominantly in postnatal practices, emphasizing the critical role of addressing issues such as inappropriate MP-ASI practices and breastfeeding patterns to effectively combat the prevalence of stunting among toddlers. These findings contribute to a more nuanced understanding of the multifaceted nature of stunting in this context, guiding future interventions and public health initiatives aimed at its mitigation.
Co-Authors Abiddin, Andi Hayyun Afnan Toyibah Agus Setyo Utomo Agus Setyo Utomo Aidatun Nisfullaila Andi Muhadi Angger Rangga Santika Antarsih, Novita Rina Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Arief Bachtiar Arief Bachtiar Arif, Taufan Budiono Budiono Budiono Budiono Budiono Cornelia Fransisca Christiani Della Kurnia Fauziah Della Kurnia Fauziah Demmanggasa, Vonny Sulystiawati Dhinda Salsabil Maharani Didien Ika Setyarini Dwi Savira Agustin DWI SURYANTO Dyah Tri Apriliasari edy suyanto Eileen Fairuzil Izdihar Endang Sutjiati Erlina Suci Astuti Erlina Suci Astuti Erlina Suci Astuti Erly Arsitama Febrianti Esti Widiani Farida Halis Faridha, Noor Farza Aulia Gustirini , Ria Habiba Sabrina Kunaifi Halisah Suriani Hayunda Shasta Deasy Herawati, Tutik Hurun ain Imam Subekti Imelia Rohmatul Laidiyana Indriani, Ririn Ira Rahmawati Ira Titisari Joko Wiyono Joko Wiyono Kasiati Kasiati Kasiati Kissa Bahari Kissa Bahari Kundarti, Finta Isti Lucia Retnowati Lucia Retnowati Lucia Retnowati Lucia Retnowati Lukman Handoko Lukman Handoko Mardina Tesalonika Martiningsih, Wiwin Mochammad Fitri Atho&#039;illah Mustayah Mustayah Mustayah Mustayah Namira Laksanti Putri Nisa, Ratih Rahmania Khoirun Nur Aini Isma Nur Rahman Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Pebri Triwandika Pertami, Sumirah Budi Revi Maulana Azis Ria Gustirini Rifa Aulia Ririn Indriani Risa Arina Zakiyah Rita Yulifah Rudi Hamarno Rudi Hamarno Salma Safinatunnajah Sevia Kurnia Fitri Siti Asiyah Siti Nur Arifah Solikhah, Fitriana Kurniasari Sulastyawati Sulastyawati Sulastyawati Sulastyawati Sumirah Budi Pertami Sunaeni Supono Tiara Anggrelia Nuraini Tomi Agustias Aryanto Tri Anjaswarni Tri Astuti Sugiyatmi tri trinataliswati Triatmi Andri Yanuarini Tryos Iqbal Zusyam Widiani, Esti Wiwin Martiningsih Yulinar Maghfirah Yuni Candra Eka Putri Purnaning