Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Rekayasa Sipil

Pengaruh Perbedaan Proses Pendinginan Terhadap Perubahan Fisik dan Kuat Tekan Beton Pasca Bakar Setyowati, Edhi Wahyuni; Anggraini, Retno
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.864 KB)

Abstract

Kebakaran merupakan suatu bencana yang tidak diinginkan datangnya, serta perlu diwaspadai dan diperhatikan dalam suatu pembangunan baik berupa sarana maupun prasarana. Selain terjadinya perubahan temperatur yang cukup tinggi, adanya pengaruh siklus pemanasan dan cara pendinginan menyebabkan struktur beton akan mengalami proses perubahan fase fisis dan kimiawi secara kompleks. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap perubahan perilaku material fisik beton yang mengakibatkan menurunnya kekuatan struktur beton. Dari beberapa penjelasan di atas, maka pada penelitian ini akan dibahas tentang kekuatan struktur beton khususnya perbandingan kuat tekan sisa beton akibat temperatur tinggi suhu pembakaran pada saat kondisi pendinginan normal dengan kondisi pendinginan yang disertai dengan penyiraman serta keadaan beton (perubahan warna, kerusakan, perubahan struktur mikro) yang terjadi.Penelitian ini dilakukan dengan memberikan temperatur pada benda uji yaitu 200°C, 400°C, 600°C, dan 800°C dengan faktor air semen tetap pada umur setelah 28 hari dan akan dilakukan penyiraman setelah beton dibakar pada suhu yang telah ditetapkan. Proses pembakaran dilakukan dengan menggunakan burner dengan kapasitas suhu maksimum 1000°C dengan dimensi 2 x 1,5 x 1,5 m.Dari hasil penelitian didapatkan kuat tekan beton pada benda uji yang diberi temperatur tinggi menurut suhu-suhu yang diinginkan dan melalui proses pendinginan (disiram dan tidak disiram) mengalami penurunan kuat tekan dari benda uji normal yang tidak dibakar. Dari uji statistik analisis varian didapatkan hasil bahwa cara pendinginan memberikan perbedaan pengaruh yang tidak signifikan terhadap kuat tekan. Suhu memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan dan interaksi antara variasi cara pendinginan dan suhu memberikan perbedaan pengaruh yang tidak signifikan terhadap kuat tekan. Dan dari analisis regresi diperoleh persamaan regresi kuadratik ganda yang menunjukkan bahwa kuat tekan menurun seiring dengan adanya peningkatan suhu (saat pembakaran). Terjadi perubahan warna pada beton setelah mengalami pembakaran di setiap suhu yaitu pada suhu 200°C warna beton berubah menjadi abu – abu keputihan, suhu 400°C warna beton menjadi coklat, suhu 600°C warna beton menjadi coklat susu dengan bintik-bintik merah tua dan suhu 800°C warna beton menjadi putih. Pada tiap suhu pembakaran, beton mengalami kerusakan yang berbeda-beda seperti retak rambut, terkelupas, rapuh, pecah dan muncul pori. 
Pengaruh Penambahan Phyropilit Terhadap Kuat Tekan Beton Anggraini, Retno
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.753 KB)

Abstract

Phyropilit merupakan material dengan kandungan silika yang tinggi. Khususnya  phyropilit daerah Malang Selatan kandungan silikanya mencapai 85 %, dengan ukuran  butiran dan volume pori yang cukup kecil. Sementara salah satu penentu kekuatan beton  adalah kandungan silika, ukuran material pengisi dan kandungan pori yang kecil.  Kemungkinan phyropilit untuk dapat digunakan sebagai material tambahan dalam beton  perlu diketahui melalui penelitian yang spesifik, yaitu bagaimana pengaruh penambahan  phyropilit terhadap kuat tekan beton.Dengan metode pengujian benda uji dilaboratorium dan melakukan analisa regresi  dapat diketahui hubungan yang terjadi antara penambahan phyropilit dengan kuat tekan  beton. Pembuatan benda uji dilakukan dengan menambahkan phyropilit dengan variasi 0,  5, 10, 15, dan 20 % dari berat semen yang digunakan dalam campuran beton dengan mutu  fc’ 25 Mpa. Sementara ukuran butiran phyropilit yang digunakan adalah phyropilit lolos  ayakan no.50. Dari hasil pengujian tekan pada benda uji sejumlah 51 sampel berbentuk  silinder 15 X 30 cm, dilakukan analisa regresi untuk mengetahui persamaan hubungan  antara penambahan phyropilit dengan kuat tekan beton.Dari hasil penelitian terlihat bahwa setiap penambahan variasi phyropilit mulai dari  5, 10 , 15 , dan 20% terjadi peningkatan kuat tekan dengan besar peningkatan yang  bervariasi mulai 5% hingga 42 %. Dimana penambahan phyropilit 15 % menghasilkan  kenaikan kuat tekan terbesar daripada variasi lain yaitu 42%. Dari persamaan regresi yang  terbentuk yaitu -0.00376x4 + 0.1182 x3 – 0.9676 x2 + 3.3539 x + 3E-11, terlihat bahwa  nilai optimum penambahan phyropilit adalah 16,5%. Hal ini menunjukkan bahwa  penambahan phyropilit terhadap beton erat hubungannya dengan peningkatan kekuatan  tekan beton. Kandungan silica yang tinggi pada phyropilit merupakan penyebab kekuatan  beton menjadi meningkat. Selain itu ukuran butiran phyropilit yang cukup kecil mampu  menutup pori yang ada pada beton, sehingga meningkatkan kepadatan dan kuat tekan  beton. Dengan kondisi ini diharapkan pemanfaatan phyropilit dikembangkan khususnya  dibidang teknologi beton sehingga mendukung program pemerintah di sector  pertambangan. 
Global-Local Seismic Performance Discrepancy in Top-Heavy Adaptive Reuse Buildings on Soft Soil Yusuf, Nabil Mochammad; Wibowo, Ari; Anggraini, Retno
Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 1 (2026): Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2026.020.01.15

Abstract

Adaptive reuse of existing high-rise buildings often introduces severe vertical mass irregularities, particularly when functional changes significantly increase live loads. Unlike previous studies that typically isolate the effects of vertical irregularity or soft soil, this research distinctly quantifies the compounded detriment of top-heavy adaptive reuse, specifically on soft soil sites. This study conducts a forensic seismic assessment of a 15-story reinforced concrete frame that was converted from an office to an archive storage facility, where live loads increased from 2.4 kN/m² to 7.18 kN/m² on the upper floors. Using Nonlinear Static Procedures according to ASCE 41-17 with semi-rigid diaphragm modeling, the structural response is evaluated under Site Class SE conditions. The analysis reveals a "Gravity Strangle" mechanism, where excessive gravity loads from the archive storage consume a significant portion of the primary beam capacity before seismic excitation. The results demonstrate a critical discrepancy: while the global roof drift (1.56%) suggests safe Immediate Occupancy (IO) performance, the maximum inter-story drift spiked to 3.18% at the transition floors. Component-level analysis further reveals that 35% of primary beams at this level suffer severe plastic hinge rotations. These findings confirm that for top-heavy buildings on soft soil, relying solely on global drift indicators is deceptive. The study advocates for mandatory nonlinear component-level verification in future adaptive reuse codes to prevent brittle soft-story failures.
Co-Authors Achfas Zacoeb Achmad Suryadi Nasution Ari Wibowo Arman Paramansyah Arroniri, M. Ridho Azhari, Intan Putri Azizah, Lilik Ma’rifatul Azizah, Meiana Nur Carmelita, Aulina Fatimatul Putri Nur Devi Permatasari Dewi Maryam Dian Puspita Sari Edhi Wahyuni Edhi Wahyuni Setyowati Eristia Arfi Erni Susilawati, Erni Evi Marlina, Evi Fadli , Muhammad Fadli, Muhammad Firdaus, Adhimas Miftahul Firnanda Alfarobi, M. Bagus Fulvya.Hy , Mc. Ginardi, Ireneus Petrico Gita Hilmi Prakoso, Gita Hilmi HADYPUTRI, RANIE WIDYANINGSIH Harist Al-farizi, Ahmad Hasanah, Mamluatul Hendro Suseno Hiffasya Gunawan, Nabila Husnul Fata, Tenggo Indah Lestari, Indah Indraddin Irwan Irwan Irwan, Sri Efrinita Judijanto, Loso Kusuma, Kavana Hafil M. Hamzah Hasyim Mardikawati, Budi Marlin, Khairul Minang, Bony Zulkarnaen Moch Sasmito Djati Muhammad Sajidin Muliawati Mustika, Mira Noor, Dear Michiko Mutiara Novitasari , Ani Oktaviani, Reza Yetri Ozariyadi, Laurin Atika Padma Devia, Yatnanta Prastiwi, Aswin Dwi Prima, Alex Putra, Willy Aryansah Pratama Putri, Astari Amalia Rahmawati P, Dhita Rizki Rasyad, Himyar Raya, Beta Taufiq Refdi Akmal, Refdi Rifa`i, Muhaimin Rio Eka Nugraha, Rio Eka Ristinah Syamsudin Robach, Choerur Ruzikna " Setyowati, Edhy Wahyuni Siti Nurlina Siti Samsiah, Siti Sitorus, Chintya Sri Sat Titi Hamranani Suharni, Sitti Sulaeman Sulaeman Suryanti, Dewi Suyadi Suyadi Tantrisna, Ellen Turniningtyas Ayu Rachmawati Ulyani, Maya Utami, Helidatasa Windriani, Dian Yanti, Mahardini Syahputri Yunita Angelina Yusuf, Nabil Mochammad Yuyun Ika Christina