Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Shautut Tarbiyah

Fenomena Kekerasan Seksual Terhadap Anak La Ode Anhusadar; Rusni Rusni
Shautut Tarbiyah Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.697 KB) | DOI: 10.31332/str.v22i2.491

Abstract

Sexual violence is an important and complicated issue of violence against women all over the map because there is a dimension which is very typical for women. Relasikuasa inequality issues between the perpetrator and the victim are the roots of sexual violence against women. In such a case of sexual violence against women, inequality of power relations in question is between men and women. Inequality is exacerbated when one party (the perpetrators) have more control over the victim. This control can be resources, including knowledge, economy and public acceptance (social status / social modalities). It also includes controls that appear on the form of patron-client relationship or feudalism, such as the parent-child, employer-worker, teacher-student, community leaders-residents and armed groups / forces-the civilian population. Violence against children is everything that made the child tortured, both physically, psychologically mental maupu. Violence against children is an act of abuse or maltreatment of children in the form of physical abuse, emotional, sexual, neglect of care and exploitation for the benefit of commercial real or even not to harm the health, survival, dignity and development, violence derived from the responsible, trustworthy and powerful in the protection of the child. Keywords: Sexual Violence and Children
Perkembangan Otak Anak Usia Dini Laode Anhusadar
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.336 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i1.37

Abstract

Anak yang terlahir sehat tanpa gangguan secara fisik maupun gangguanneurologis merupakan dambaan setiap orang tua. Agar dapat mencapai haltersebut tentu terdapat berbagai kriteria yang harus terpenuhi dalampertumbuhan dan perkembangan anak sejak dari masa janin. Salah satunyaadalah bagaimana membentuk otak dengan baik dan tepat, karenakemampuan otak dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang agar dapatmenjadi manusia seutuhnya. Perkembangan otak sebagaimana tumbuhkembang anak pada umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktorlingkungan baik lingkungan internal (faktor-faktor yang terdapat dalam dirijanin atau anak itu sendiri), maupun lingkungan eksternal (faktor di luaranak). Faktor eksternal misalnya kondisi ibu hamil, lingkungan tempattinggal, pola asuh (otoriter, partipatif, demokratis atau permisif), pola makan,pemberian ASI yang adekuat, asupan nutrisi dan mikronutrien penting sepertiiodium, zink, selenium, zat besi, serta kecukupan oksigen.Kata kunci: Perkembangan Otak
KREATIVITAS TARI PADA ANAK USIA DINI Laode Anhusadar
Shautut Tarbiyah Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/str.v22i1.735

Abstract

Menari adalah aktivitas menggerakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan, merespon musik, dan mencurahkan perasaan. Tujuan pembelajaran seni tari adalah untuk mendemonstrasikan suatu ketrampilan motorik (misalnya berlari, melompat, meloncat dan lain-lain), melatih keseimbangan saat bergerak, menempatkan diri dalam peran dan situasi tertentu serta memahami dan mengikuti instruksi.Menari sebagai salah satu bentuk kegiatan seni, memiliki keragaman jenis, namun tidak semua kegiatan menari sesuai untuk anak usia dini. Menari lebih spesifik dikatakan oleh Stinson sebagai gerakan yang beraturan, signifikan dan dipengaruhi oleh penjiwaan. Tari yang kreatif adalah gerakan yang ditampilkan secara menarik dengan menyesuaikan alunan lagu atau musik. Terlepas dari itu, gerakan tari untuk anak usia dini sebaiknya yang mudah dan tidak terlalu bervariasi, menyenangkan dan dalam kondisi tertentu gerakan tari anak bersifat alami