p-Index From 2021 - 2026
5.678
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLAAN SITU SEBAGAI RUANG TERBUKA BIRU YANG BERKELANJUTAN DI SEKITAR KAWASAN KAMPUS IPB Fazali, Muhamad Fahad Al; Arifin, Hadi Susilo; Kaswanto, Regan Leonardus
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v12i2.63018

Abstract

Kota Bogor dan Kabupaten Bogor memiliki masing-masing 7 situ dan 93 situ. Situ di wilayah Bogor Barat, khususnya yang berada di sekitar kampus IPB Dramaga, merupakan bagian tangkapan air dari daerah aliran sungai (DAS) Cisadane. Badan air tersebut merupakan ruang terbuka biru yang sebagian lingkungannya telah terdegradasi. Kerusakan situ terlihat dari penurunan kualitas air akibat pencemaran limbah domestik, pendangkalan, penyempitan, dan perubahan fungsi karena kurangnya perhatian masyarakat dalam pengelolaan situ. Penelitian di lakukan di Situ Gede-Kota Bogor; Situ Burung dan Situ Babakan-Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini, yaitu: (1) menganalisis kondisi biofsik lingkungan yang ada; (2) menyusun strategi pengelolaan situ sebagai Ruang Terbuka Biru (RTB) yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analisis Tirta Budaya Situ (TBS). TBS meliputi evaluasi karakteristik situ berdasarkan kriteria kondisi alam, keanekaragaman hayati, kualitas air, daerah dan budaya serta sejarah situ. Berdasarkan hasil penelitan, Situ Gede, Situ Burung dan Situ Babakan memperoleh skor penliaian masing-masing 990, 960 dan 790. Berdasarkan klasifikasi TBS ketiga situ termasuk dalam kategori ‘baik’.  Berdasarkan hasil evaluasi TBS, kriteria kondisi alam, dan keanekaragaman hayati memiliki nilai yang relatif tinggi. Sementara itu kriteria kualitas air, daerah dan budaya, serta sejarah tergolong rendah. Usulan rekomendasi pengelolaan situ dilakukan berdasarkan pendekatan TBS yang dianalisis dengan metode Cobweb. Oleh karena itu untuk keberlanjutan direkomendasikan peningkatan kriteria kualitas air, pemahaman daerah dan budaya, serta nilai sejarah.
Implementasi Bioretensi Untuk Pengairan Tanaman Hidroponik Di Griya Katulampa Widiyanti, Astrini; Arifin, Hadi Susilo; Arifjaya, Nana Mulyana
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 9 No 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.9.4.986-998

Abstract

Bogor City has been declared a City of Water Sensitivity. For this reason, each housing needs to process domestic wastewater, one of which uses bioretension, before entering the nearest surface water body. The purpose of this study was to determine the quality of domestic wastewater from Griya Katulampa housing, where the drainage channels flow directly into the Ciliwung River and analyze the effectiveness of the use of bioretension to improve the quality of domestic wastewater caused. Bioretence with filter media includes 50% sandy soil, top soil 20-30%, and mulch 20-30% and the vegetation used consists of Kana (Canna sp), Air Jasmine (Echinoderus palifolius), Cyperus (Cyperus papyrus) made. Measuring the quality of domestic wastewater is carried out at the installation inlet and outlet. The result showed that domestic wastewater from Griya Katulampa was still below the specified quality standard. Bioretence with fiber media and cane plants can be used to reduce TSS as a parameter that has a value above the specified quality standard. To increase added value, water spinach can be planted as a hydroponic plant that can grow and has the highest productivity value.
Menilai Pentingnya Analisis Pemangku Kepentingan dalam Pemanfaatan Agrowisata Pekarangan di Jawa Timur Indonesia Trisnanto, Atang; Soekmadi, Rinekso; Arifin, Hadi Susilo; Noorachmat, Bambang Pramudya
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.549-560

Abstract

Pengelolaan agrowisata pekarangan di Banyuwangi telah melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai pihak. Namun stakeholder yang ada masih belum terkelola dengan baik dan belum ada aturan yang mengatur interaksi dan peran masing-masing stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis stakeholder yang terlibat dalam program agrowisata berbasis pekarangan di Kabupaten Banyuwangi. Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah identifikasi pemangku kepentingan, klasifikasi pemangku kepentingan, dan hubungan antar pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangku kepentingan yang terlibat terdiri dari tiga kelompok, yaitu: kelompok pemerintah daerah (dinas pariwisata, dinas pertanian, pemerintah desa), kelompok masyarakat (pokdarwis, kelompok tani, dan masyarakat), kelompok swasta (asosiasi pelaku wisata, dan pariwisata). /pelaku usaha swasta). Pemangku kepentingan yang termasuk dalam kuadran 1 (Pemain Kunci) adalah Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa dan Pemerintah Desa. Kuadran 2 (Subjek) terdiri dari kelompok tani dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata. Sedangkan kuadran 3 (Context Setter) terdiri dari asosiasi pelaku wisata dan pemilik usaha/swasta dan kuadran 4 (Crowd) adalah perguruan tinggi dan Bappeda. Hubungan antar kelompok pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan agrowisata pekarangan di Banyuwangi dapat dilihat melalui kegiatan operasional di lapangan dan dokumen resmi yang mengatur hubungan tersebut. Hubungan antar pemangku kepentingan dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu: hubungan komunikasi, koordinasi dan kerjasama.
Vertical Garden Identification and Plant Species Diversity of Urban Green Space in Banda Aceh City, Indonesia Yahya, Rizka Ora Aurora; Arifin, Hadi Susilo; Perdinan, Perdinan
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.3.534

Abstract

Tren berkebun non-horizontal yang disebut “taman vertikal” menerapkan pertumbuhan tanaman pada berbagai media dinding dan/atau permukaan vertikal lainnya. Di Kota Banda Aceh, inovasi penghijauan kota ini mulai menjadi tren karena mendongkrak estetika bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur jumlah vertical garden yang terdapat di Kota Banda Aceh dan mengkaji preferensi masyarakat terhadap desain dan ragam tanaman yang diaplikasikan pada taman vertikal tersebut. Penelitian ini dilakukan di 9 kecamatan di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia pada bulan Januari hingga September 2022. Metode penelitian meliputi survei eksploratif ke seluruh kota dengan cara mencatat dan mendokumentasikan taman vertikal di berbagai ruang publik, organisasi swasta dan publik, perumahan penduduk, hotel, tempat ibadah, berbagai bisnis kuliner dan kafetaria. Data preferensi taman dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metodologi deskriptif, kemudian rumus Shannon-Wiener digunakan untuk menghitung indeks keanekaragaman spesies. Dari total 166 kebun yang terdokumentasi dan 150 sampel lokasi pengamatan taman vertikal ditemukan 66 jenis spesies tanaman yang diaplikasikan. Perumahan adalah lokasi yang paling sering mengaplikasikan taman vertikal. Ficus pumilla (dollar creeper) merupakan tanaman yang paling sering digunakan oleh masyarakat, dan fasad hijau merupakan desain taman yang paling umum diterapkan. Di sembilan kecamatan, indeks keanekaragaman tertinggi terdapat di Kecamatan Syiah Kuala dengan H' 2,9 dan indeks keanekaragaman terendah terdapat di Kecamatan Kuta Raja dengan H' 1,2. Berdasarkan fungsi tumbuhan: 44 jenis tumbuhan merupakan tanaman hias, 13 jenis tanaman berbunga, 7 jenis tanaman berbuah, dan 3 jenis tanaman herba.
Sustainable Scientific Tourism Development Planning Using Micmac-Mactor In Bogor City Ilhami, Wasissa Titi; Arifin, Hadi Susilo; Pramudya, Bambang; Kosmaryandi, Nandi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.4.757

Abstract

Bogor merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki beragam potensi objek wisata ilmiah, seperti bangunan bersejarah, lembaga pendidikan, dan lembaga penelitian. Meskipun keberadaannya selalu dibutuhkan oleh berbagai pihak sebagai referensi pembelajaran, namun objek tersebut belum dikelola secara optimal dalam sebuah sistem yang terintegrasi, sehingga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kegiatan pariwisata di Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel apa saja yang mempengaruhi perencanaan pariwisata dan pola hubungan antar aktor untuk membangun strategi keberlanjutan wisata ilmiah di Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Micmac dan Mactor. Hasil penelitian menunjukkan enam variabel penting untuk mengembangkan pariwisata ilmiah berkelanjutan di Kota Bogor, yaitu infrastruktur, sumber daya pariwisata, promosi, investasi, regulasi dan kebijakan, kemudian lembaga penelitian dan pendidikan. Sementara itu, Pemerintah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan lembaga/aktor penting dalam pengembangan wisata ilmiah berkelanjutan. Penelitian ini telah memberikan gambaran mengenai variabel kunci dan peran aktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan wisata ini di masa depan dan memberikan dasar bagi para pengambil kebijakan untuk menjadikannya sebagai prioritas dalam menyusun strategi pengembangan wisata ilmiah di Kota Bogor.
Analisis Karakteristik Pekarangan dalam Mendukung Penganekaragaman Pangan Keluarga di Kabupaten Bogor Azra, Azka Lathifah Zahratu; Arifin, Hadi Susilo; Astawan, Made; Arifin, Nurhayati HS
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 6 No. 2 (2014): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl-faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v6i2.16552

Abstract

Pekarangan is a type of traditional Indonesian home gardens that utilize the land around the house with the status and clear boundaries. Pekarangan in rural areas have high agrobiodiversity, good agroecosystem and should be optimized as an area to meet the needs of daily life, especially to support the diversification of food consumption of the household. Therefore, the purpose of this study is to analyze the ecology characteristics of pekarangan to support food consumption diversification of the household. The study was conducted in Bogor Regency, which located in altitudes at 165 – 460 m height with high level of urbanization, from December 2013 to June 2014. Diversity of food in pekarangan, specially the crops and livestocks, is the focus of this research. The results of the study showed that the most common crops in Bogor Regency are vegetables, fruits, and spices plants. Analysis of plant diversity index showed that the pekarangan in Bogor Regency has a diversity in the mid category (1.95) with the dominance of seasonal crops. Diversification of food in pekarangan can be done by optimizing the existing area, utilization of all zoning for the cultivation of diverse functions crops and livestock. For diversification of food consumption, the owner should use different types of food, as well as considering the crop calendar to a wide variety of food that can be consumed on a daily basis. Therefore, it's necessary to educate the housewives about the potency of diversification crops in pekarangan for consumption, strong motivation and assistance from the government, as well as optimizing the role of KWT group to optimize the role of pekarangan for the diversification of food.
Strategi Pengelolaan Lanskap Wisata di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Jakarta Effendi, Melana; Nurhayati; Arifin, Hadi Susilo
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl-faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v16i1.48700

Abstract

Setu Babakan Betawi Cultural Village (PBBSB) is a built landscape to save and maintain Betawi cultural traditions, including religion, culture, and Betawi arts with a community. It is fostered by the culture which includes all the results of ideas and works, both physical and non-physical, such as art, customs, folklore, literature, culinary, clothing, and architecture that are characterized by Betawi. PBBSB is an area designated by the government as a sustainable Betawi cultural preservation area with diverse tourism potential. This research aimed to map the existing conditions, inventory the potential tourist attractions, to calculate the carrying capacity, and to develop a management strategy for the PBBSB area. The research method used descriptive quantitative and qualitative analysis, carrying capacity assessment, and SWOT analysis. Based on the results of the study, the existing condition of the PBBSB area still remained to facilitate the activities that take place in this area, obtained several types of tourism that can attract the attention of visitors to the PBBSB area to realize and learn more about Betawi culture, the value obtained the carrying capacity of PCC > RCC > ECC = 22,923 > 4,031 > 3,084. This value indicates that the current carrying capacity of the PBBSB allows the area to move towards the sustainability of the Betawi cultural preservation area. More over several regional management strategies can be used to preserve the area of Setu Babakan Betawi Cultural Village.
Pengelolaan Lanskap Situ yang Berkelanjutan di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor Harbowoputri, Smaradinda; Arifin, Hadi Susilo; Kaswanto, Regan Leonardus
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl-faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v17i2.48888

Abstract

Situ Cicadas, which is located in Cicadas Village, Bogor Regency, has a high tourism potential, but its landscape management is not at its best. Many local residents use Situ Cicadas as a recreational place for fishing and also relaxing. However, at the same time it is also used as a disposal site by all the commercial factories that settled in Cicadas Village. Therefore, a proper and sustainable “situ” landscape management is needed in Cicadas Village, Gunung Putri District, Bogor Regency. The purpose of this study was to analyze the biophysical characteristics of Situ Cicadas, to analyze the community’s preferences and participation of Situ Cicadas’ landscape management and usage, also to suggest a proper and sustainable landscape management of Situ Cicadas. The biophysical characteristics analysis method used in this study is the Tirta Budaya Situ criteria assessment method. The community preference analysis method used in this study is simple statistical analysis, while the community participation analysis uses a Likert scale analysis. The formulation of a landscape management strategy is analyzed using a SWOT analysis approach. This research succeeded in developing five strategies for sustainable Situ Cicadas landscape management.
Analisis Pencapaian Produktivitas Pemetikan Pucuk Sebagai Dampak Agrowisata Di Kebun Teh Gunung Mas, Bogor Dahliani, Lili; Sudradjat, ,; Arifin, Hadi Susilo
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 34 No. 3 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.654 KB) | DOI: 10.24831/jai.v34i3.1300

Abstract

The objective of the research was to study the impact of agro-tourism on production of tea bud. The experiment was conducted at Gunung Mas Tea Plantation, Bogor, from June 2004 to March 2005. Blocks 3, 5, 8, 10 and 17 at Gunung Mas I afdeling represented area with agro-tourism activity and blocks 3, 7, and 10 at South Cikopo I afdeling represented area without agro-tourism activity. Site selection was based on plant variety, age of cutting, tea walk track (0, 4, 6, and 10 km), and elevation height (800, 900, and 1000 m above sea level). The result shows that agro-tourism activity decreases production of tea bud. When the number of visitors increased, production of tea bud decreased because the pluckers were absent during the plucking time. The positive impacts of agro-tourism are improvement in plantation management, especially in productive plants, and existing additional income. Gunung Mas Tea Plantation especially Gunung Mas I afdeling which runs agro-tourism should limit the number of visitors and there must be a cross subsidy from agro-tourism to agro-industry sectors.   Key words :  Agro-tourism, productivity of tea shoots, afdeling, plucking.
Memetakan Sebaran Lanskap Budaya pada Situs Kesultanan Serdang dan Situs Kerajaan Bedagai di Kabupaten Serdang Bedagai: Memetaan Perubahan Lanskap dan Sebaran Objek Lanskap Budaya pada Situs Kesultanan Serdang dan Situs Kerajaan Bedagai di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara Saputra, Dedi; Nurhayati, Nurhayati; Arifin, Hadi Susilo
Berkala Arkeologi Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jba.2025.11312

Abstract

Serdang Bedagai Regency was formerly the territory of the Serdang Sultanate, the Bedagai Kingdom, Padang, and Bajalinggei. Numerous historical landscape remains dating back more than 50 years have been identified in the form of objects, buildings, structures, and sites. Several challenges remain, including limited identication, dokumentation, and maintenance effort, as well as issues related to population growth, land conversion, land conflicts, and zoning regulations. The main objective of this study is to map landscape changes and the distribution of cultural landscape objects inherited by the Serdang Sultanate Site and the Bedagai Kingdom Site. The method used is qualitative and spatial descriptive analysis with a Landscape Character Assessment approach. As a result, The findings reveal that Sergai Regency prossesses two Regency-level Cultural Heritage Sites. A total of 50 registered objects and 29 New Discoveries. The results of the map delineation indicate that significant landscape changes have occurred. Factors influencing landscape changes are the social revolution of 1946, the absence of zoning and a preservation agenda, minimal budget, land conversion, land conflicts, and the rate of population growth. The Serdang Palace Complex has been converted into housing and there are 16 new object discoveries, while at the Bedagai Kingdom Site there are two Kingdom site locations with 6 newly discovered object.
Co-Authors . Nurhayati Ahyar Ismail Al Ayyubi, M Shalahuddin Alfred A Antoh Alfred Jansen Sutrisno Ali, Muhammad Saddam Amarizni Mosyaftiani Amarizni Mosyaftiani Andik Purwoko Andry Indrawan Anggi Pangestu Annisaa Farah Fitriana Aprilia, Hapriza Arief Nugroho Nur Prasetyo Arief Sabdo Yuwono Arief Sabdo Yuwono Arifin, Nurhayati Aris Munandar Arkham HS Arman Drakel Arman Drakel, Arman Asnath Maria Fuah, Asnath Maria Atang Trisnanto Atang Trisnanto, Atang Azra, Azka Lathifah Zahratu Bambang Hero Saharjo Bambang Pramudya Bambang Pramudya Bambang Pramudya Noorachmat, Bambang Pramudya Basuki Wasis Budi Indra Setiawan Cecep Kusmana Darkono Tjawikrama Dedi Saputra Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Dyah Lukita Sari, Dyah Lukita Dyah Retno Panuju Edrian Junarsa Effendi, Melana Eka Intan Kumala Putri Endes N. Dahlan Endes N. Dahlan Eriyatno . Erlinda Faradilla Erliza Noor Erni Yuniarti Ersyad Perdana Perdana Etty Riani Evi Frimawaty Fadila, Aisyah Nur Fariz Harindra Syam Fatimah Ahmad Fatimah Ahmad Fauzia, Assyifa Fazali, Muhamad Fahad Al Febrian Miandy Fitriyati, Novia Fittria Ulfah Harbowoputri, Smaradinda I Gusti Agung Ayu Rai Asmiwyati I Wayan Susi Dharmawan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ilhami, Wasissa Titi Indarti Komala Dewi, Indarti Komala Irdika Mansur Ismayadi Samsoedin Kholil Kholil Kiki Yulia Laeli Fadloli Leti Sundawati Lili Dahliani M. A. Chozin MADE ASTAWAN Marimin Marimin Marinus Kristiadi Harun Mayda Susana Meiske Widyarti Meiske Widyarti Meti Ekayani Mieske Widyarti Mirza Shahreza Muaz Haris Muhammad Haekal Syawie Muhammad Ramdhan Muhammad Yanuar Purwanto Muji Listyo Widodo Mustofa Nafidzah Qisthina Nana Mulyana Arifjaya Nandi Kosmaryandi Ni Made Santi Nofi Yendri Sudiar Nur Hidayat Nurfaida Nurfaida Nurhayati Nurhayati H.S. Arifin Nurhayati HS Arifin Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati P. Perdinan Pipin Noviati Sadikin Pipin Noviati Sadikin Rachman kurniawan Rahmad Fauzi Rahmat Hidayat Rahmatika, Aghnina Ray March Syahadat Regan Leonardus Kaswanto Rinekso Soekmadi Salundik Santun R.P. Sitorus Septian, Dwi Ekky Sobri Effendy Sobry Effendy Sofyan Hadi Lubis Sri Mulatsih Sudradjat , Sulistyo Ariebowo Djajusman Supartini, Novi Supriyanto Supriyanto Suria Darma T Surjono H sutjahjo Syaiful Anwar Syartinilia . Tania June Titim Rahmawati Wahyu Catur Adinugroho Wahyu, Khairunnisa Wizdjanul Widiyanti, Astrini Wido Hanggoro Wonny Ahmad Ridwan Yadi Setiadi Yahya, Rizka Ora Aurora Yonny Koesmaryono Yuli Suharnoto Yulia Dwi Kurniasari Yulius Budi Prastiyo Yulius Hero