Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Ekstrak Metanolik (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans) Yang Diberikan Secara Subkronik 90 Hari Pada Tikus Betina (Rattus norvegicus) Terhadap Necrosis Otak Laili Mihmidati; Nour Athiroh
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 (2017): Edisi Khusus: Manfaat Metabolit dan Aktivitas Interaksi Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.074 KB)

Abstract

The goals of this research is to know the effect of MESA (Extraction of Methanolic Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans toward the description of necrosis of brain female rats (Rattus norvegicus) by sub-chronic 90 days. The method of this research uses True Experimental Design by complete randomized design. The samples which are used are 40 rats that divided into 4 treatments, a control group (without exposed by MESA) 3 treatment groups are exposed by multilevel MESA those are 250 mg/Kg BW, 500 mg/KgBW and 1000 mg/KgBW. In the 90th day, the rats are sacrificed, the rats are anesthesia then the rats are observed by macro-pathology that will be pondered (absolute weight) must be dried with absorbent paper. Meanwhile the analyzed data is relative weight that is absolute organs weight divided by body weight. Organs examined histopathologies which are observed are brain organs. Every organs and tissues were separated, entered into formaldehyde solution 10% and made histopathology preparations then examined under microscope. The result of this research is shown that giving MESA between groups of treatment compared to group of control are insignifican. means is not getting toxic toward female rats. Due the active substances contained in MESA is Flavonoids and Kuersetin that contain antioxidans and can inhibit free radicals. Keyword: Brain, Necrosis, Mistle Toe ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh EMSA (Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (BI.) Dans) terhadap gambaran nekrosis otak tikus (Rattus norvegicus) betina secara subkronik 90 hari. Metode penelitian ini menggunakan True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel yang digunakan sebanyak 40 ekor tikus. dengan dibagi 4 perlakuan, 1 kelompok kontrol (tanpa diberi EMSA) 3 kelompok perlakuan dengan diberi EMSA yang bertingkat yaitu 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB. Pada hari ke-90 tikus dikorbankan, tikus dibius kemudian dilakukan pengamatan secara makropatologi yang akan ditimbang (bobot absolut) harus dikeringkan terlebih dahulu dengan kertas penyerap. Sedangkan data yang di analisis adalah bobot relatif, yaitu bobot organ absolut dibagi bobot badan. Organ yang diperiksa histopatologi yang diamati adalah organ otak. Setiap organ dan jaringan yang sudah dipisahkan dimasukkan dalam larutann formalin 10% dan dibuat preparat histopatologi kemudian di periksa dibawah mikroskop. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian EMSA pada perlakuan tikus kontrol (tanpa perlakuan) tidak berbeda nyata dibandingkan dengan tikus perlakuan, sehingga EMSA aman (tidak toksik ) terhadap tikus betina dikarenakan zat aktif yang terkandung dalam EMSA. Kata kunci: Otak, Nekrosis, Benalu Teh
Studi Sub-Kronik 90 Hari: Profil Histopatologi Pada Jaringan Pulmo Tikus (Rattus norvegicus) Akibat Paparan Ekstrak Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans. Rakhmawati fahmiy; Nour Athiroh
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.276 KB)

Abstract

Leave of Scurrula atropurpurea (Bl.)Dans. Contains antioxidants that are active substances particularly flavonoids (quercetin, rutin, saponin et.al) used to lower necrosis lungs. The purpose of this study, that is knowing the influence Methanolic Extract Scurrula atropurpurea (Bl.)Dans and (MESA) for toxicity test on lungs necrosis sub-chronic for 90 days. MESA is made through maceration with methanol and the extraction process to shaped paste. The subject of this study, 40 female rats Rattus norvegicus wistar which are divided into 4 groups: control, P1 (250 mg/KgBW), P2 (500 mg/KgBW) and P3 (1000 mg/KgBW). MESA is fed 5 times a week for 90 days. After 90 days, the rats were sacrificed, all the treatment taken organ lungs and made slides histopathology. Data analysis use One way ANOVA test. MESA contain flavonoids that inhibit the concentration of lipids in a way enhance the activation of macrophages thus lowering inflammation in necrosis lungs. Results of the study prove an average dose of EMSA lungs necrosis not the real difference compared to all treatment. This is confirmed with a test MESA dose of histopathology, which show wasn’t a real difference with control. It shows the EMSA has no effect against female rat lungs necrosis and no toxic effects posed so sub-chronic test 90 days EMSA declared safe to foundation of the alternative herbal medicine preparations. Keywords:Necrosis, Pulmo, Mistletoe tea ABSTRAK Daun kering benalu Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans. mengandung antioksidan berupa zat aktif flavonoid (kuersetin, rutin, saponin, dll) yang berfungsi menurunkan nekrosis pulmo. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh Ekstak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans dan (EMSA) terhadap nekrosis pulmo pada uji toksisitas subkronik selama 90 hari. EMSA dibuat melalui proses maserasi dengan metanol dan proses ekstraksi sampai EMSA berbentuk pasta. Subyek penelitian ini adalah 40 tikus betina Rattus norvegicus galur wistar yang terbagi dalam 4 kelompok perlakuan, yaitu: Kontrol, P1(250 mg/KgBB), P2(500 mg/KgBB) dan P3(1000 mg/KgBB). EMSA disondekan 5 kali dalam seminggu selama 90 hari. Setelah 90 hari, tikus dikorbankan, semua perlakuan diambil organ pulmo dan diuji histopatologi. Analisis data menggunakan uji One way ANOVA.Hasil penelitian menunjukkan EMSA mengandung flavonoid yang menghambat peroksidasi lipid dengan cara meningkatkan aktivasi makrofag sehingga menurunkan inflamasi. Analisis ANOVA menunjukkan rata-rata nekrosis pulmo dosis EMSA dan kontrol tidak beda nyata. Hal ini dikonfirmasi dengan uji histopatologi dosis EMSA yang menunjukkan tidak beda nyata dengan semua perlakuan. Hal tersebut menunjukkan EMSA tidak berpengaruh terhadap nekrosis pulmo tikus betina dan tidak ada efek toksik yang ditimbulkan, sehingga secara uji subkronik 90 hari EMSA dinyatakan aman digunakan sebagai sediaan obat herbal. Kata kunci: Nekrosis, Pulmo, Benalu teh
Profil Histopatologi pada Jaringan Jantung Tikus Subkronik 90 Hari Menggunakan Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans Dwi Mareta Nur hidayati; Nour Athiroh
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 (2017): Edisi Khusus: Manfaat Metabolit dan Aktivitas Interaksi Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.833 KB)

Abstract

The goal of this research is to study the effect of Scurrrula atropurpurea (BI). Dans Metanolic Extraction toward cardiac necrosis in sub-chronic of 90- days of female rat. The method of this research is Experiment by complete randomized design. The numbers of rats that will be used are 40 female rats, with 100-200 gram weight that is divided into four groups; one group as control and 3 treatment groups. Treatment groups are given Metanolic Extract of Scurrrula atropurpurea (MESA) with different doses thoses are 250 mg/KgBW, 500 mg/KgBW, and 1000 mg/KgBW, the rats will be satisfied for 14-18 hours before it will be sonde. MESA is given minimal 5 times in a week for 9- days, rats is scarified and taken the cardiac organ. The cardiac organ is fed into a 10% formalin solution and a histopathologic preparation is then examined under microscope. The result showed ANOVA in SPSS 15.0. the treatment not significantly different than control rats, this shows that the effect of MESA toward necrosis of cardiac rat no effect toxic so the MESA is safe by sub-chronic test. Myocardial cell has signs of necrosis such as pycnotics; shrinking cell nucleus, cariorecsis; crushed cell nucleus, and cariolysis; cell nucleus disappear. Keyword: Cardiac, Necrosis, Exctract, Sub-chronic, MESA ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans secara subkrobik 90 hari pada tikus betina terhadap nekrosis Jantung. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap. Jumlah tikus yang digunakan 40 ekor tikus betina dengan berat badan 100-200 gr yang dibagi menjadi 4 kelompok, 1 sebagai kontrol dan 3 kelompok adalah perlakuan. Kelompok perlakuan diberi EMSA dengan dosis berbeda yaitu 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, dan 1000 mg/KgBB, tikus dipuasakan selama 14-18 jam sebelum disonde. EMSA diberikan minimal 5 kali dalam seminggu selama 90 hari, tikus dikorbankan dan diambil organ jantung. Organ jantung dimasukkan ke dalam larutan formalin 10% dan dibuat preparat histopatologi kemudian diperiksa dibawah mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji ANOVA pada SPSS 15.0. tikus perlakuan tidak berbeda nyata dibandingkan dengan tikus kontrol, hal ini menunjukkan bahwa pengaruh EMSA terhadap nekrosis jantung tikus tidak ada efek toksik sehingga EMSA aman secara uji subkronik. Sel miokardium memiliki tanda-tanda nekrosis seperti piknotik; penyusutan inti sel, karioreksis; inti sel hancur dan kariolisis; inti sel menghilang. Kata Kunci: Jantung, Nekrosis, Ekstrak, Subkronik, EMSA
Studi Sub-Kronik 90 Hari: Pengaruh Ekstrak Scurrula atropurpurea Terhadap Kadar Kolesterol Tikus (Rattus norvegicus) Betina Galur Wistar Jihan Farah Zakia; Nour Athiroh AS
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 (2017): Edisi Khusus: Manfaat Metabolit dan Aktivitas Interaksi Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.082 KB)

Abstract

The safety of compound for experiment and agent toxic effect in certain time period, need toxicity test. The research was aimed to investigate the effect of Methanolic Extract of Scurrula atropurpurea [Bl] Dans (MESA) to rats (Rattus norvegicus) during 90 days. Subject of the study were female white rats Wistar strain, 1.5 – 2 months old and 100 gram minimum weight. Rats were divided into 4 groups; each group consists of 5 rats. The first group was control. Second, third and fourth groups were given MESA peroral with dosage 250, 500 and 1000 mg/KgBW. MESA were given 5 times in a week during 90 days (sub chronic toxicity test). The result of one-way ANOVA test revealed there was no significant difference of cholesterol level in serum among four treatment groups. Dosage treatments of MESA and control groups in female white Rats (Rattus norvegicus) are not toxic in experimental animals. Keywords: Mistletoe tea, Sub chronic, cholesterol ABSTRAK Keamanan sediaan uji untuk informasi adanya efek toksik setelah pemaparan sediaan uji secara berulang dalam jangka waktu tertentu perlu dilakukan uji toksikologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun benalu teh Scurrula atropurpurea Bl. terhadap kadar kolesterol pada hewan coba tikus putih betina (Rattus norvegicus) selama 90 hari (subkronik). Metode penelitian ini adalah Eksperimental dengan perlakuan dosis Estrak Metanolik Scurrula atropurpurea (EMSA) dosis 250 mg/KgBB., 500 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB dengan ulangan 5x tiap perlakuan. Subjek menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) betina strain Wistar yang berumur 1,5 – 2 bulan dengan berat badan minimal 100 gram. Perlakuan dalam penelitian ini berupa Dosis tersebut diberikan 5 kali seminggu selama 90 hari (uji toksisitas subkronik) secara per oral. Kadar kolesterol dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol darah antara kontrol dengan perlakuan tidak berbeda nyata. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian EMSA (Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea) pada tikus putih (Rattus norvegicus) betina adalah tidak toksik pada hewan coba. Kata kunci : Benalu teh, sub kronik, kolestrol
Persepsi Masyarakat Terhadap Perilaku Yang Memicu Terjadinya Hipertensi Di Desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak Bawean Tahun 2016 Aisyah Aisyah; Nour Athiroh; saimul laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 3 (2018): Lingkungan Hidup dan Konsep di Masyarakat Manusia
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.87 KB)

Abstract

Hypertension is non-communicable disease (PTM), which become the main cause of dead in Indonesia. Uganda society shows that prevalence of hypertension in the urban area is higher than rural communities, those are 23% in urban area and 21% in the rural. The habituation of Bawean communities has unhealthy life-style which is seen from food consumption role and habit of daily life. The aimed of this research was to know perception of communities of the trigger of hypertension in Tambak Bawean, in the Tanjung Ori village Tambak, Bawean Island. The method used in this research is descriptive qualitative and quantitative and used survey techniques and cross sectional design. Determination of respondent used purposive sampling method, which is taken from Puskesmas of Tambak Bawean by 100 respondents. Then data is analysed using SPSS version 15. The result showed that the perception of communities in Tanjung Ori village to all respondents both of male and female 80% have unhealthy life-style, it can be known by consuming food and daily life-style. From knowledge aspects that relate to the health also have minimum knowledge. Most of them are uncared about their health. Keywords: Perception, Behavior and Hypertension ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi penyebab kematian utama terbanyak di Indonesia. Masyarakat Uganda menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan masyarakat pedesaan, yaitu 23,6% di perkotaan dan 21% di pedesan. Kebiasaan masyarakat Bawean memiliki gaya hidup yang tidak sehat yang dilihat dari pola kunsumsi makanan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemicu terjadinya hipertensi di Tambak Bawean desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak Pulau Bawean. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dan digunakan teknik survey dan rancangan potong lintang. Penentuan responden menggunakan metode purposive sampling yang diambil dari data Puskesmas Tambak Bawean dengan jumlah 100 responden. Kemudian data dianalisis menggunakan SPSS versi 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat di desa Tanjung Ori untuk semua responden baik perempuan dan laki-laki 80% masyarakat desa Tanjung Ori memiliki gaya hidup yang tidak sehat, hal tersebut diketahui dari konsumsi makanan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Aspek pengetahuan yang berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat juga memiliki pengetahuan yang sangat minim, kebanyakan dari mereka tidak terlalu perduli terhadap kesehatan. Kata kunci: Persepsi, Perilaku dan Hipertensi
Identifikasi Perilaku Pasien Pasca Penderita TifoidTahun 2016 di Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Silfi hamidatul lailiyah; Nour Athiroh; Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 1 (2018): Sehat Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.614 KB)

Abstract

Typhoid fever is a systemic infectious disease caused by Salmonella thyposa bacteria. This research aims to identify the patients’ behavior in the suffering typhoid in 2016 at subdistrict-district of Lowokwaru of Malang City. This research method is a descriptive study that is observational. The data collection used two ways that were primary and secondary data collections. The method of sampling was conducted by purposive sampling in 30 people with 8 variables. There was effect of behavior patients in suffering typhoid towards the condition of environments such as house nearest one another and worst behavior of post-typhoid patients, so they will cause fever because of the habitation buy food outside and wash hands before eating also become factor of behavior of the society. Based on the gender of respondents, the most of them are female with 28 respondents (93%). The age of Typhoid, most of them are in the productive age between 15-25 years, with 28 respondents (93%), they are caused less keep in the behavior of healthy life. Based on the education level of post-typhoid patients, most of them are undergraduate education, with 28 respondents (93%). Keywords: Fever Typhoid, Behavior. ABSTRAK Demam Thypoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyposa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi perilaku pasien pasca penderita Thypoid tahun 2016 di Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Metode penelitian ini merupakan studi deskriptif yang bersifat observasional. Pengumpulan data menggunakan dua cara yaitu pengumpulan data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purpossive Sampling yang berjumlah 30 orang dengan 8 variabel. Dari hasil penelitian bahwa ada pengaruh perilaku masyarakat pasien pasca penderita Thypoid di Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru Kota Malang terhadap kondisi lingkungan diantaranya yaitu rumah yang berdekatan dan perilaku buruk pasien pasca penderita Thypoid akan menyebabkan terjadinya demam Thypoid karena kebiasaan membeli makan diluar, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan juga menjadi faktor perilaku dari masyarakat tersebut. Berdasarkan karakteristik responden dari segi jenis kelamin penderita terbanyak ialah jenis kelamin perempuan sebanyak 28 responden (93%). Usia pasien pasca penderita Thypoid lebih banyak terjadi pada usia produktif 15-25 tahun dengan jumlah 28 responden (93%) disebabkan karena masih kurang menjaga perilaku hidup yang sehat. Berdasarkan dari tingkat pendidikan pasien pasca penderita Thypoid lebih banyak terjadi pada pendidikan Sarjana sebanyak 28 responden (93%). Kata kunci: Demam Thypoid, Perilaku
Analisis Faktor Determinan Vaginosis Bakterial secara Retrospektif di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun 2012-2016 Anna Fathiah; Nour Athiroh; Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 1 (2018): Sehat Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.158 KB)

Abstract

Most of the world's female population suffers from Bacterial Vaginitis characterized by changes in the normal vaginal flora replaced by anaerobic bacteria and facultative bacteria. Bacterial vaginitis increases the risk of STIs, abortion events, preterm labor, low birth weight, premature rupture of membranes and postpartum endometritis. It takes a retrospective study to determine the determinant factors that affect the population of Bacterial Vaginosis. The method this research using descriptive epidemiology and using retrospective approach, with observational research design. Secondary data were obtained from medical records of Obgyn Outpatient, with supporting data from Vulvovaginal Preparation Test. The place of research is done in the Medical Record Section. The population was all patients enrolled in the Obgyn of Outpatient Care Unit. The study sample was taken from patients diagnosed Bacterial Vaginitis in the period January 2012-December 2016. The results of the study, there were 50 cases of Bacterial Vaginitis. Determinant factors affecting Bacterial Vaginitis population in are age factor with range of 25-44 years (62%), patients with high school education status (16%), then patients with employment status as private workers and married status (88% ). Keywords : Bacterial vaginitis, Determinant Factor, Retrospective ABSTRAK Sebagian besar populasi wanita di dunia menderita Vaginosis Bakterial yang ditandai dengan perubahan flora normal vagina diganti dengan bakteri anaerob dan bakteri fakultatif.Vaginosis Bakterial meningkatkan resiko infeksi menular seksual, kejadian abortus, persalinan prematur, berat bayi lahir rendah, ketuban pecah dini dan endometritis postpartum. Sehingga diperlukan penelitian retrospektif untuk mengetahui faktor determinan yang berpengaruh terhadap populasi Vaginosis Bakterial. Metode penelitian ini adalah epidemiologi deskriptif menggunakan pendekatan retrospektif, dengan desain penelitian observasional. Data sekunder diperoleh dari catatan rekam medik pasien Unit Rawat Jalan Obgyn, dengan data pendukung dari hasil Tes Vulvovaginal Preparat. Populasi ialah semua pasien yang terdaftar dalam Unit Rawat Jalan Poliklinik Obgyn. Sampelpenelitian diambil dari pasien yang didiagnosis Vaginosis Bakterial pada periode Januari 2012-Desember 2016. Dari hasil penelitian ditemukan kejadian vaginosis bakterial sebanyak 50 kasus. Faktor determinan yang berpengaruh terhadap populasi yaitu faktor umur dengan kisaran 25-44 tahun (62%), pasien dengan status pendidikan tingkat SMA (16%), kemudian pasien dengan status pekerjaan sebagai pekerja swasta dan pasien berstatus telah menikah (88%). Kata kunci : Faktor Determinan,Vaginosis Bakterial, Retrospektif
Kajian Subkronik 28 Hari Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea terhadap Kadar Laktat Dihidrogenase Tikus Betina Siti Imama Khoiriyah; Nour Athiroh; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.464 KB)

Abstract

Lactate Dihydrogenase (LDH) enzyme levels can detect physiological changes in the body. LDH has 5 isoenzymes (LDH1, LDH2, LDH3, LDH4, LDH5) that is almost all the cells metabolism. LDH is one of an enzyme which is found in the blood serum in the heart. On specification of the heart there are LDH1 and LDH2. Heart muscle damage can be detected with an indicator of increased LDH levels. The aim of this research is to know the toxic effect of Metabolic Extract Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans (MESA) on female wistar rats (Rattus norvegicus) subcronic for 28 days. The design of this research is True Experimental Design with Completely Randomized Design (RAL). MESA described 5 times a week for 28 days to tailed rat wistar female and divide into 4 treatment, 1treatment as control and 3 treatment as those who are doses different MESA the 250 mg/KgBW, 500 mg/KgBW and 1000 mg/KgBW. The rat in acclimatization for approximately 7 days before given the treatment. After 28 days, the animal tried in surgery and taken blood serum to test the levels of LDH. The results of LDH levels of the treatment were compared with the control. The results showed that the serum rat LDH concentration increased at 1000 mg/KgBW dose compared to control, but after the ANOVA test showed that the treatment rats were not significantly different from the rat control, meaning that MESA had no effect on the serum rat LDH females and no toxic effects are generated so that MESA is safe. Keywords: LDH, Heart, Scurrula atropurpurea, Subcronic. ABSTRAK Kadar enzim Laktat Dihidrogenase (LDH) dapat mendeteksi perubahan fisiologis dalam tubuh. LDH memiliki 5 isoenzim yakni (LDH1, LDH2, LDH3, LDH4, LDH5) yang terdapat hampir semua sel yang bermetabolisme. LDH merupakan salah satu enzim yang terdapat pada serum darah yang berada dijantung. Pada spesifikasi jantung terdapat LDH1 dan LDH2. Kerusakan otot jantung dapat diketahui dengan indikator meningkatnya kadar LDH. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efek toksik Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans (EMSA) pada tikus wistar betina (Rattus norvegicus) secara subkronik selama 28 hari. Desain penelitian ini adalah True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). EMSA dipaparkan 5 kali dalam seminggu selama 28 hari kepada 20 ekor tikus wistar betina dan dibagi menjadi 4 perlakuan, 1 perlakuan sebagai kontrol dan 3 perlakuan sebagai perlakuan yang diberi dosis EMSA yang berbeda yaitu 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB. Sebelum diberi perlakuan tikus diaklimatisasi selama kurang lebih 7 hari. Setelah 28 hari, hewan coba dibedah dan diambil serum darahnya untuk dilakukan uji kadar LDH. Hasil kadar LDH perlakuan dibandingkan dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar LDH serum tikus mengalami peningkatan pada dosis 1000 mg/KgBB dibandingkan dengan kontrol, tetapi setelah dilakukan uji ANOVA menunjukkan bahwa tikus perlakuan tidak berbeda nyata dibandingkan dengan tikus kontrol. Hal ini berarti bahwa EMSA tidak berpengaruh terhadap kadar LDH serum tikus betina dan tidak ada efek toksik yang ditimbulkan sehingga EMSA bersifat aman. Kata kunci : LDH, Jantung, Scurrula atropurpurea, Subkronik.
Kadar Creatine Kinase Myocardial Band Pada Tikus Wistar Betina Yang Dipapar Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea Subkronik 28 Hari Devi Qurroti A'yun; Nour Athiroh; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.513 KB)

Abstract

Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans is a parasitic plant that lives on the tea plant (Tea sinensis L.) and it is very potential as medicine. The purpose of this study was to determine the level Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB) in female wistar rats after giving Metanolic extract Scurrula atropurpurea (MESA) for 28 days (subchronic exposure). The type of this research is True Experimental Design with Completely Randomized Design (CRD). The number of animal research was 20 female wistar rats weighing 100-200 g. Then divide into 4 treatments; control, MESA dose 250 mg/KgBW, 500 mg/KgBW, 1000 mg/KgBW. MESA is given 5 times a week for 28 days orally. After 28 days the rats were dissected and done the examination of CK-MB levels from the blood serum, the result of CK-MB levels of the treatments were compared with the controls. The result showed that the CK-MB levels in the rats treated serum 250, 500, 1000 mg/KgBW was decreased when compared with controls, and after the One-way ANOVA test showed that the treatments were not significantly different then compared with controls. In this case showed that giving MESA to with female wistar rats (Rattus norvegicus) is not toxic, so MESA is safe by subchronic test. Keyword: MESA, CK-MB, Subkronik ABSTRAK Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans merupakan tanaman parasit yang hidup menumpang pada tanaman teh (Tea sinensis L.) dan sangat berpotensi sebagai obat obatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB) pada tikus wistar betina setelah pemberian Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (EMSA) selama 28 hari (paparan subkronik). Jenis penelitian ini merupakan True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah hewan uji adalah 20 ekor tikus wistar betina dengan berat badan berkisar 100-200 g, kemudian dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu kontrol, EMSA dosis 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, 1000 mg/KgBB. EMSA diberikan 5 kali dalam seminggu selama 28 hari secara oral. Setelah 28 hari tikus di bedah dan dilakukan pemeriksaan kadar CK-MB dari serum darah, hasil kadar CK-MB pada perlakuan dibandingkan dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar CK-MB pada serum tikus perlakuan 250, 500, 1000 mg/KgBB mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kontrol, dan setelah di uji One-way ANOVA menunjukkan bahwa pada perlakuan tidak berbeda nyata jika dibandingkan dengan kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian EMSA pada tikus putih (Rattus norvegicus) wistar betina adalah tidak toksik sehingga EMSA aman secara uji subkronik. Kata Kunci : EMSA, CK-MB, Subkronik
Kajian Subkronik 28 Hari Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea terhadap Kadar Creatine Phosphokinase Tikus Betina Mohammad Mabrur; Nour Athiroh
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.562 KB)

Abstract

Tea parasite plants (Scurrula atropurpurea Bl. Dans.) are parasitic plants that live disrupt in tea plant. Scurrula atropurpurea Bl. Dans have many active compound content one of them is Flovonoid like quersetin which can be recovered various diseases. CPK enzyme is one of the clinical biochemical parameters was used determine the safety of test preparations, especially in subcronic in test heart condition, because the enzyme CPK as cardiag biomarker. The purpose this study was to determine the level of CPK in female wistar rats (Rattus novergicus) after being exposed Metanolic Extract Scurrula atropurpurea Bl Dans. (MESA) is subchronically 28 days. This research is True Experimental Design with Completely Randomized. The rats be used were 20 with female genitals were divided into 4 Treatments with Treatment1 control and three Treatments were exposed to EMSA with doses 250, 500, and 1000 mg / KgBW 5 times a week. After 28 days rats be dissected and analyzed levels of CPK enzymes, then the data obtained were analyzed using spss14. It used ANOVA test. ANOVA test results showed that the CPK content of treatment was not significantly different from the controls because the sig value 0.449 more than 0.005 this means that EMSA did not affect the serum CPK enzyme level of female rats and no toxic effect was caused so that EMSA was declared safe by sub-chronic test . The value of the CPK enzyme level of treatment was approaching the control value is 250 Mg / KgBW dose so we recommend the dose. ABSTRAK Tanaman benalu teh (Scurrula atropurpurea Bl. Dans.) merupakan tanaman parasit yang hidup mengganggu pada tanaman teh. Scurrula atropurpurea Bl. Dans memiliki banyak kandungan senyawa aktif salah satunya yaitu Flovonoid seperti quersetin yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Enzim Creatine Phosphokinase (CPK) merupakan salah satu parameter biokimia klinis yang digunakan untuk mengetahui keamanan sediaan uji terutama dalam uji subkronik terutama pada keadaan jantung, karena enzim CPK sebagai cardiag biomarker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar CPK pada tikus wistar (Rattus novergicus) betina setelah dipapari Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea Bl Dans. (EMSA) secara sub-kronik selama 28 hari. Penelitian ini adalah True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap. Tikus yang digunakan ada 20 ekor dengan kelamin betina dibagi menjadi 4 perlakuan dengan perlakuan I sebagai kontrol dan tiga perlakuan dipapari EMSA dengan dosis 250, 500, dan 1000 mg/KgBB 5 kali seminggu. Setalah 28 hari tikus dibedah dan dianalisis kadar enzim CPK, selanjutnya data yang didapat dianalisis menggunakan spss14. Menggunakan uji ANOVA. Hasil analisis uji ANOVA menunjukkan bahwasanya kadar CPK perlakuan tidak berbeda nyata dengan kontrol karena nilai sig 0,449 lebih dari 0,05 hal ini berarti EMSA tidak berpengaruh terhadap kadar enzim CPK serum tikus betina dan tidak ada efek toksik yang ditimbulkan sehingga EMSA dinyatakan aman secara uji sub-kronik. Nilai kadar enzim CPK perlakuan yang mendekati nilai kontrol yaitu dosis 250 mg/KgBB sehingga kami merekomendasikan dosis tersebut. Kata kunci : EMSA, CPK, Toksisitas Sub-kronik.
Co-Authors Abdur Rohman Wahid Ahmad Baidarus Ahmad Taufiq Aisyah Aisyah Aldina, Devana Rahma Andini, Saskia Ade Hutami Fery Anita Puspa Widiyana Anna Fathiah Annisatul Hakimah Ar Rahmah, Mumtazunnisa As Sufiyah Argus Argus Argus Mahyan Ari Hayati Ari Hayati Arina Roikhana Ariski Vevi Liswandari Ayu Pertiwi, Chintya Baidarus, Ahmad Dea Fatimatu Zahroh Devi Qurroti A'yun Dewi Qurrot 'Aini Dewi Qurrot 'Aini Doti Wahyuningsih Durrotul Hasanah Dwi Mareta Nur hidayati Dyan Aprillia Susanti Eka Kumalasari Eko Noerhayati Erna Sulistyowati Erna Susanti fahmiy, Rakhmawati Faisal Faisal Fajrin, Siti Awaliah Fatimah Abdul Sammad fatimah Fatimah Fatimah Fatimah Fatur rohman Rohman Forrela Zahwa Salamah Gatra Ervi Jayanti Gemilang, Satria hari santoso Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso Hasan Zayadi Hatif Khusnin Nida' Herlinda Rahayu Husain Latuconsina Husain Latucosina Husain, Muhammad Hafizh Istirochah Pujiwati Jadid Mubarakati, Nurul Jihan Farah Zakia Laili Mihmidati Lestari, Tengku Anggun Luluk Rofiatul Mafluhah M. Abdul Qodir Jailani M. Mas’ud Said Ma'ruf, Muhammad Mahanem Mat Noor, Mahanem Mat Mahyantika, Seftya Putri Maidhatul Rosidha Widyanti Majida Ramadhan Malia Anjani Mardhiyah, Mardhiyah Masyhuri Masyhuri Mihmidati, Laili Mohammad Mabrur Mubarokati, Nurul Jadid Muhammad Fahmi Hidayatullah Nafisa Nafisa Nafisa, Nafisa Nia Novita Nurrohmah Nirwana, Linggar Nur hidayati, Dwi Mareta Nur Mufida Nur Permatasari Nur Shofiyah Munawaroh Nur Shofiyah Munawaroh, Nur Shofiyah Nurrohmah, Nia Novita Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarokati Oktaviana, Nimas Ajeng Rahayu Dwi Lestari Rahmawati, Rizka Dwi Rakhmawati fahmiy Ramadhan, Majida Ramadhani, Mieta Widya Ratna Djuniwati Lisminingsih Ratna Juniwati Lisminingsih Rizki Kusuma Hantika Saimul Laili Salamah, Forrela Zahwa Saputri, Syntia Diyah Hayu Ria Savana, Amartya Gesit Shinta mayangsari Sholikha alaiya Sholikha alaiya, Sholikha Silfi hamidatul lailiyah Silvia, Putri Azizatul Siti Asmaniyah Mardiayani Siti Awaliah Fajrin Siti Imama Khoiriyah Siti Qurrotul Aini Suroyya, Mariyam Susanti, Dyan Aprillia Tengku Anggun Lestari Umu Intan Kinasih Uyunul Hikmah Wahidah, Shinta Nuriyah Yudi Purnomo Zahroh, Dea Fatimatu Zakia, Jihan Farah