Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Pola Hidup Pasien Malaria yang Dirawat di Rumah Sakit Islam Unisma Tahun 2016-2017 Herlinda Rahayu; Nour Athiroh AS; Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 1 (2019): Keragaman Populasi Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.379 KB)

Abstract

Malaria is a disease caused by Plasodium sp which is transmitted through the bite of a female Anopheles mosquito. The purpose of this study was to determine the percentage of malaria patients and the lifestyle of malaria patients treated at UNISMA RSI in 2016-2017. This research was conducted on June 28 201- 05 05 2018 in 3 Subdistricts of Lowokwaru, Klojen and Kedung Stables. This research method is a descriptive method that is observational (non-experimental). Data collection uses two methods: primary data collection and secondary data. The questionnaire was tested for validity and reliability. The results showed that based on the sex of the most sufferers were male sex (56%), the age of post-malaria patients was more prevalent in the productive age of 15-25 years (62.5%) and at the level of education a lot occurred in Bachelor (S1) ) with a percentage (87.5%) and the main diagnosis of most diagnoses of Plasmodium vivax (83.3%). The pattern of life in 16 malaria patients collected from these 12 questionnaires is an unhealthy lifestyle that affects the occurrence of malaria, which is not cleaning the cattle shed every day, not closing water reservoirs and not cleaning garbage around the house. Keywords: Malaria, Plasmodium vivax, descriptive. ABSTRAK Malaria merupakan penyakit yang disebakan oleh Plasodium sp yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase pasien malaria dan pola hidup pasien malaria yang dirawat di RSI UNISMA tahun 2016-2017. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 juni 2018- 05 Agustus 2018 di 3 Kecamatan Lowokwaru, Klojen dan Kedung kandang. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat observasional (non-eksperimental). Pengumpulan data menggunakan dua cara yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin penderita terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki (56%), Usia pasien pasca malaria lebih banyak terjadi pada usia produktif 15-25 tahun (62,5%) dan pada tingikat pendidikan banyak terjadi pada Sarjana (S1) dengan persentase (87,5%) serta diagnosa utama paling banyak diagnosa Plasmodium vivax (83,3%). Pola hidup pada 16 pasien malaria yang terkumpul dari 12 kusioner tersebut dan pola hidup yang tidak sehat yang mempengaruhi terjadinya penyakit malaria yaitu tidak memebersihkan kandang ternak setiap hari, tidak menutup tempat penampungan air dan tidak membersihkan sampah disekitar rumah. Kata kunci : Malaria, Plasmodium vivax, deskriptif.
Kajian Faktor Lingkungan Abiotik pada Kolam Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) dengan Suspected Parasites di Desa Balongpanggang Fatur rohman Rohman; Nour Athiroh; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.137 KB)

Abstract

Kematian ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) banyak dijumpai di tambak budidaya Kecamatan Balongpanggang. Hal tersebut diduga karena serangan endoparasit dan pengaruh dari kualitas lingkungan abiotik tambak yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase infeksi cacing endoparasit pada ikan Bandeng, mengetahui faktor lingkungan abiotik yang mempengaruhi kolam ikan Bandeng dan pengaruh faktor lingkungan abiotik dengan endoparasit pada ikan Bandeng. Penelitian dilakukan dengan mengamati ikan secara morfologi dan anatomi. Pengamatan lingkungan abiotik juga di amati seperti Biological Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), pH, kadar garam, karbondioksida terlarut (CO2), suhu, Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolve Solid (TDS). Data yang di ambil yaitu 5 sampel ikan dari masing-masing kolam ikan dan pengukuran air dilakukan selama 3 minggu sebanyak 3 kali ulangan dan menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan aplikasi SPSS. Hasil yang diperoleh menunjukkan kolam 3 banyak ditemukan larva endoparasit (4.2 ekor/ikan). Kondisi kualitas lingkungan dari setiap kolam tidak sesuai dengan standar kualitas air PP No.2 Tahun 2011. Banyaknya persentase endoparasit pada kolam 3 di pengaruhi dengan faktor lingkungan abiotik yang kurang baik. Nilai TDS, TSS, CO2 terlarut dan BOD pada kolam 3 paling rendah di banding kolam 1 dan 2.
Keanekaragaman Plankton Di Kolam Pertumbuhan Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) Yang Terparasiti Di Desa Balongpanggang Gresik Rizki Kusuma Hantika; Ratna Djuniwati Lisminingsih; Nour Athiroh AS
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.091 KB)

Abstract

The role of plankton in ecology as a parameter of lush or not a waters, because plankton is the basis of the natural feed chain in the waters. The previous research has been done on the morphology and anatomy of milkfish (Chanos chanos Forsskal) at the pond in the village of Balongpanggang, Gresik, where the waters are polluted. Parasitic worms found nematodes in fish intestines have an impact on losses for fish farmers. The purpose of this study is to identify, find out the differences, determine the level of risk of the type of plankton and determine the condition of abiotic factors in the pond. The study used 24 samples from 3 parasites and 1 non-parasite pond using the Randomized Block Design (RBD) method. Based on the results of observations and identification of plankton in the Integrated Milkfish Growth Pool, there were 53 cells of Chlorococcum humicola and 37 individuals of Stentor roeseli. Phytoplankton found in all ponds, namely Chlorella variegatus, Chlorococcum humicola, Navicula cuspidata, Navicula placentula, Nostoc sphaericum, and Protococcus viridis. While Zooplankton is only 1 in all pools, namely Stentor roeseli. Unparasitic ponds have the highest plankton diversity level (5.7), rather than parasitic ponds 2 (5.0). The condition of abiotic factors (pH) in all ponds is still in accordance with water quality standards for aquaculture ponds. Keywords: Plankton, Identification, Diversity level ABSTRAK Peranan plankton dalam ekologi sebagai parameter subur tidaknya perairan, karena plankton merupakan dasar mata rantai pakan alami di perairan Penelitian terdahulu dilakukan pada morfologi dan anatomi ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) dalam suatu tambak di desa Balongpanggang, Gresik yang perairannya tercemar. Ditemukan cacing parasit nematoda dalam usus ikan yang berimbas pada kerugian bagi petani ikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi, mengetahui perbedaan, tingkat kenekargaman jenis plankton dan kondisi faktor abiotik kolam. Penelitian menggunakan 24 sampel dari 3 kolam yang terparasiti dan 1 kolam yang tidak terparasiti dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Berdasarkan hasil pengamatan dan identifikasi plankton pada Kolam Pertumbuhan Ikan Bandeng yang Terparasiti didapatkan spesies Chlorococcum humicola sebanyak 53 sel dan spesies Stentor roeseli sebanyak 37 individu. Ditemukan Fitoplankton yang keberadaannya ada di semua kolam, yaitu Chlorella variegatus, Chlorococcum humicola, Navicula cuspidata, Navicula placentula, Nostoc sphaericum, dan Protococcus viridis. Sedangkan Zooplankton hanya 1 disemua kolam, yaitu Stentor roeseli. Kolam tidak terparasiti merupakan kolam yang memiliki nilai tingkat keanekaragaman plankton tertinggi (5,7), daripada kolam terparasiti 2 (5,0). Kondisi faktor abiotik (pH) pada semua kolam masih sesuai standar kualitas air untuk budidaya tambak. Kata kunci: Plankton, Identifikasi, Indeks Keanekaragaman
Prevalensi Infeksi Saluran Kemih (ISK) Pada Pasien Di Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Malang Tahun 2018 Shinta mayangsari; Nour Athiroh AS; Ratna Juniwati Lisminingsih
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 2 (2021): Memperjelas Fenomena
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.606 KB)

Abstract

Urinary tract infections (UTIS) are common infections in hospitals that have a significant function of morbidity and mortality. The pattern of bacterial germs spread from bacteria, fungi that breed in the urinary tract of men and women, children and seniors. UTI's supporting factors of infectious diseases, among others, hypetension, diabetes mellitus, uric acid, medical equipment in hospitals (catheters, pispots, and so forth). The purpose of this study is to calculate the prevalence of urinary tract sufferers and to describe supporting factors of UTI sufferers with accompanying diseases in RSI Unisma year 2018. The study used non-experimental methods and there were 13.9% of ISK prevalence results. Women are more often suffering from ISK compared to men. The causes of UTI, are reviewed in terms of age, type, gender, complaints in the accompanying diseases of UTIS. Keywords : Prevalence, Urinary Tract Infection (UTI), Related Diseases ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang umum terjadi di rumah sakit berdampak fungsinya angka morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Pola terjangkitnya dari penyebaran kuman bakteri, jamur yang berkembang biak dalam saluran kemih pria maupun wanita dewasa, anak-anak maupun manula. Faktor pendukung ISK dari penyakit penyerta antara lain, hipetensi, diabetes mellitus, asam urat, peralatan medis di rumah sakit (kateter, pispot, dan lain sebagainya). Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung prevalensi penderita saluran kemih dan untuk mendiskripsikan faktor pendukung penderita ISK dengan penyakit penyerta di RSI Unisma tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimental dan terdapat hasil prevalensi ISK sebanyak 13,9 %. Perempuan lebih sering menderita ISK dibandingkan dengan pria. Faktor penyebab ISK, ditinjau dari segi usia, jenis, kelamin, keluhan pada penyakit penyerta pada ISK. Kata Kunci : Prevalensi, Infeksi Saluran Kemih (ISK), Penyakit terkait.
Studi Subkronik.28 Hari: Uji Toksisitas Ekstrak Metanolik Kombinasi Scurulla atropurpurea dan Dendrophthoe pentandra terhadap Kerusakan Fungsi Ginjal Tikus Wistar Betina Malia Anjani; Nour Athiroh AS; Nurul Jadid Mubarakati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 2 (2021): Memperjelas Fenomena
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.141 KB)

Abstract

Mistletoe tea (Scurrula. atropurpurea (Bl.) Dans) and Mistletoe Mango (Dendrophthoe pentandra) are parasitic plants that live on tea and mango plants, very potential as medicines, containing several secondary metabolite compounds such as flavonoids (quercetin). Flavonoids can act as natural antioxidants that can protect the kidneys from free radicals. Damage to kidney function can indicate from creatinine, BUN, urea, and renal histopathology. The.purpose.of.this study was.to determine toxicity of. a combination of. Mistletoe tea. extract and mango mistletoe (EMBTBM) to damage kidney function in female Wistar rats for 28 days, using the true experimental design method. Data on creatinine, bun, urea, and renal histopathology data were analyzed using the ANOVA. test. The number of test animals is 20 female white rats divided into four groups; each group there are five rats. Group.1 a control, then groups 3, and 4. as. treatment. Based on the results of the study showed that statistically significant. between. all groups. was p> 0.05. Therefore,.EMBTBM given to female.rats for.28 days at a dose.of 250 mg/KgBB, 500.mg/KgBB, and.1000 mg/KgBB reduces levels of creatinine, bun, urea and renal cell necrosis, in this case, the administration of EMBTBM tends to be safe and does not cause rise toxic properties in damage to kidney function in female Wistar rats. Keywords: .Subchronic, kidney function, and extract. ABSTRAK Benalu teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans) dan Benalu Mangga (Dendrophthoe pentandra) merupakan tanaman parasit yang hidup.menumpang pada tanaman teh dan mangga, sangat berpotensi sebagai obat-obatan, karena mengandung senyawa flavonoid yaitu quercetin dan rutin. Flavonoid berperan sebagai penyedia. antioksidan. alami. yang. melindungi. ginjal dari zat radikal.bebas. Kerusakan.fungsi ginjal diindikasi dari. kadar. kreatinin, BUN, urea, dan histopataologi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui. toksisitas pemberian. kombinasi ekstrak. benalu. teh. dan benalu mangga (EMBTBM) terhadap kerusakan fungsi ginjal pada tikus wistar betina selama 28 hari, dengan metode true eksperimental design. Data kadar kreatinin, bun, urea, dan histopatologi ginjal dianalisis menggunakan uji ANOVA. Penelitian ini menggunakan hewan.coba.berjumlah. 20. ekor. tikus. putih. betina. Hewan coba dibagi. menjadi 4.kelompok denga 5 ekor tikus pada tiap kelompok. Kelompok.1sebagai. kontrol, sementara kelompok. 3 dan 4 diberi perlakuan EMBTBM. Hasil. penelitian. menunjukan bahwa. perbedaan. nilai signifikan. antara. semua. kelompok. yaitu p>0.05..EMBTBM yang disondekan pada tikus wistar betina.selama 28.hari. dengan. dosis yang diberikan yaitu 250. mg/KgBB, 500. mg/KgB, dan 1000. mg/KgBB menurunkan kadar kreatinin, bun, urea dan nekrosis sel ginjal, dalam hal ini pemberian EMBTBM cenderung aman dan tidak menimbulkan sifat toksik pada kerusakan fungsi ginjal tikus wistar betina. Kata Kunci. : Ekstrak, Fungsi ginjal, dan Subkronik.
Uji Toksisitas Subkronik 28 Hari Kombinasi Ekstrak Metanolik Benalu Teh dan Benalu Mangga Terhadap Profil Protein pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Betina Umu Intan Kinasih; Nour Athiroh Abdoes Sjakoer; Nurul Jadid Mubarakati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 7 No 1 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.375 KB)

Abstract

There are 3 indicators for indicating a protein breakdown in the blood through a total protein, albumin, and globulin stability. A compound capable of acting as antioxidants is needed to stabilize the protein's condition. This research is aimed at identifying the toxic effects of extract’s combination from tea parasite and mango parasite on the conditions of blood’s protein by giving EMBTBM constantly for 28 days. The data analysis used ANOVA one-way by SPSS version 17.0. As for the animal test used was a female Wistar rat of 20 with four treatments are control, treatment 1 with a dose of 250mg/Kg body weight (BW). Treatment 2 with a dose of 500mg/Kg body weight (BW) and treatment 3 with a dose of 1000mg/Kg body weight (BW). The result of this research shows that there is no difference between treatment and control over the results of a total protein and albumin. But, at the result of globulin, there is a difference between treatment and control. Therefore, EMBTBM is safe for profile protein and does not cause toxicity because protein is stable and not over-reducing. Keywords:Subchronic,Total Proteins, Albumine, Globuline, Toxicity
Uji Toksistas Subkronik 28 Hari Ekstrak Metanolik kombinasi Daun Benalu Teh dan Benalu Mangga terhadap fungsi Hepar Pada Tikus (Rattus norvegicus) Betina Hatif Khusnin Nida'; Nour Athiroh Abdoes Sjakoer; Nurul Jadid Mubarakati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 7 No 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.734 KB) | DOI: 10.33474/e-jbst.v7i2.355

Abstract

ABSTRACT Flavonoids and quercetin are metabolite compounds contained in parasite plants. The role of the compounds is as an antioxidant that can protect cell damage from free radicals,for example liver. The presence of antioxidant can neutralize and protect the liver from free radicals. Liver is an organ that is vulnerable to damage caused by drugs or toxic chemicals because the liver is the center of metabolism in the body. Can be known with indicators of increasing level of SGOT, SGPT total bilirubin and histopathologic liver. The purpose of this study to determine the effect of the combination of extracts of tea parasite and mango parasite (EMBTBM) on levels of liver function in female rats (Rattus norvegicus) for 28 days. Data were analyzed using ANOVA version Jamovi 1.0.1.0.. The number of test animals is 20 female rats were divided into four groups, group 1 as a control, group 2,3,4 as a treatment. The treatment groups was given EMBTBM with different doses of 250 mg/kgBW, 500 mg/kgBW and 1000 mg/kgBW. Based on the research results show that a significant value difference between the group was p> 0,05. Therefore EMBTBM given to female rats for 28 days with a dose of 250 mg/BW, 500 mg/kgBW and 1000 mg/kgBW in the treatment group all dose were not significantly different compared with controls. So that the level of liver function in female rats was safe (not toxic) and has no effect on liver histopathology of female wistar rats. Keyword: Subchronic, Extract and liver function
Kajian Bioprospeksi Daun Gatal (Laportea decumana), Kemaduh (Dendrocnide stimulans (L.f) Chew) dan Bedor (Girardinia palmata Chew) di Desa Gubuk Klakah dan Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Ariski Vevi Liswandari; Nour Athiroh AS; Ratna Juniwati Lisminingsih
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 2 (2021): Memperjelas Fenomena
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.374 KB)

Abstract

Stingging nettle leaves are one of the plants that are usually found by the community, but most people do not know the benefits and uses and so gatel leaves are rarely used by people in the Village of Klakah Gubuk and Desa Ngadas. This study aims to determine the bioprospection and abundance of Stingging nettle leaves Laportea decumana), kemaduh (Dendrocnide stimulant (L.f) Chew) and bedor (Girardinia palmata Gaud) by Gubuk Klakah and Ngadas villages. This research was conducted in the Village of Klakah Gubuk and Ngadas Village, Poncokusumo District, Malang Regency in May-July 2020. This research uses descriptive methods which include: literature study, field observations, interviews using questionnaires, data analysis and observation documentation. The respondents taken were 95 respondents taken purposive sampling. The results of this study indicate that the response of the community of Gubuk Klakah village and Ngadas village is high regarding the knowledge of Stingging nettle leaves plants, but the response of the community in the village of Ngadas is high regarding the utilization of the bedor (Girardinia palmata Gaud) for customary needs and natural pesticides. Keywords: stingging nettle leaves, abundance, Gubuk Klakah Village, Ngadas Village, bioprospection ABSTRAK Daun gatal merupakan tumbuhan yang biasanya dijumpai oleh masyarakat, namun sebagian besar masyarakat tidak mengetahui manfaat dan kegunaannya sehingga daun gatal jarang digunakan oleh masyarakat di Desa Gubuk Klakah dan Desa Ngadas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioprospeksi dan kelimpahan daun gatal (Laportea decumana), kemaduh (Dendrocnide stimulans (L.f) Chew) dan bedor (Girardinia palmata Gaud) oleh masyarakat desa Gubuk Klakah dan desa Ngadas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gubuk Klakah dan Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang pada bulan Mei- Juli 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang meliputi: studi pustaka, pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan menggunakan kuesioner, analisis data dan dokumentasi pengamatan. Responden yang diambil adalah 95 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon masyarakat desa Gubuk Klakah dan desa Ngadas tinggi mengenai pengetahuan deskripsi tumbuhan daun gatal, namun respon masyarakat di desa Ngadas tinggi mengenai pemanfaatan tentang tumbuhan bedor (Girardinia palmata Gaud) untuk keperluan adat dan pestisida alami. Kata kunci: daun gatal, kelimpahan, Desa Gubuk Klakah, Desa Ngadas, bioprospeksi
Scurrula atropurpurea increases nitric oxide and decreases malondialdehyde in hypertensive rats Nour Athiroh AS; Erna Sulistyowati
Universa Medicina Vol. 32 No. 1 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2013.v32.44 - 50

Abstract

BACKGROUNDHypertension is the most prevalent chronic disease and has an impact on one billion people. Production of superoxide radicals and endothelial dysfunction are involved in hypertension. Scurrula atropurpurea (BL.) Dans. is a tea plant parasite. This study aimed to evaluate the role of Scurrula atropurpurea (BL.)Dans. on nitric oxide (NO) as a marker of endothelial dysfunction and malondialdehyde (MDA) as a marker of oxidative stress in hypertensive rats.METHODSThis study subjected rats to deoxycorticosterone acetate (DOCA)-induced hypertension. The experimental groups consisting of the control group and 3 hypertension groups receiving Scurulla  tropurpurea extract at a dosage of 50; 100; and 200 mg/KgBW. Scavenging activity of Scurrula atropurpurea (BL.) extract was analyzed by the 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) method. The levels of arterial nitric oxide (NO) and pulmonary  malondialdehyde (MDA) were analyzed by spectrophotometry. ANOVA and a post hoc test were applied to find the difference of arterial NO and pulmonary MDA levels between groups.RESULTSThe level of arterial NO was significantly decreased in the hypertension groups as compared with the control group, while the level of pulmonary MDA was significantly increased (p<0.05). Scurulla atropurpurea significantly increases the NO level at a dosage of 200 mg/KgBW, compared with the hypertension groups (p<0.001). Scurulla atropurpurea significantly decreases pulmonary MDA level at a dosage of 100 and 200 mg/KgBW compared with the hypertension groups (p<0.05).CONCLUSIONScurulla atropurpurea extract increases arterial NO and decreases pulmonary MDA in hypertensive rats, thus playing an important role in endothelial dysfunction and oxidative stress.
Program Halal Jabung Mushroom Tourism Sebagai Akselerasi Desa Sejahtera Mandiri Berbasis Ekonomi Kreatif Nour Athiroh Abdoes Sjakoer; Masyhuri Machfudz
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.438 KB) | DOI: 10.33474/jp2m.v1i1.5003

Abstract

Sesuai Undang Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa pasal 78 dan penjelasannya terdapat 2 pendekatan dalam pembangunan ‘desa membangun’ upaya yang dilaksanakan masyarakat desa/kelembagaan desa dan upaya yang dilaksanakan di luar desa/stakeholder. Desa Jabung ini telah diwisuda oleh Kementerian Sosial RI Khofifah Indra Parawasa menjadi Desa Sejahtera Mandiri pada 12 Maret 2018. Temuan hasil pengabdian ‘dikemas’ dalam bentuk KKN Tepadu science dan pengabdian dari produk makanaan, maka perlu produk makanan siap saji dilakukan uji ke-HALAL-annya dengan berkolaborasi halah center Unisma. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa upaya peningkatan dan pengoptimalan potensi desa harus terus digalakkan guna mewujudkan misi pemerintah untuk menjadikan desa Jabung sebagai Desa Sejahtera Mandiri berbasis Seni dan Ekonomi Kreatif. Konsep Halal Jabung Mushroom Tourism merupakan konsep baru yang cocok dan layak untuk terus dikembangkan, hal ini sesuai dengan banyaknya masyarakat Jabung yang melakukan budidaya jamur. Selain itu iklim mayoritas masyarakat Jabung yang 99 % memeluk agama Islam menjadikan desa Jabung layak untuk diorbitkan menjadi destinasi wisata halal Indonesia guna mendukung program pemerintah yang menjadikan negeri ini sebagai kiblat wisata halal dunia. Atas kenyataan di atas, maka disarankan bahwa bagi pengembangan Halal Jabung Mushroom Tourism yakni dengan pengoptimalan sinergi berbagai stakeholder diatas, selain itu keterbukaan informasi harus terus ditingkatkan guna identifikasi lebih lanjut secara komprehensif kawasan Halal Jabung Mushroom Tourisma agar nantinya setiap konsep yang dibuat tidak salah sasaran dan konsep yang dibangun dapat memberikan efek percepatan (akselerasi) ekonomi kreatif menuju desa mandiri di wilayah Desa Jabung, Kec. Jabung, Kab. Malang.
Co-Authors Abdur Rohman Wahid Ahmad Baidarus Ahmad Taufiq Aisyah Aisyah Aldina, Devana Rahma Andini, Saskia Ade Hutami Fery Anita Puspa Widiyana Anna Fathiah Annisatul Hakimah Ar Rahmah, Mumtazunnisa As Sufiyah Argus Argus Argus Mahyan Ari Hayati Ari Hayati Arina Roikhana Ariski Vevi Liswandari Ayu Pertiwi, Chintya Baidarus, Ahmad Dea Fatimatu Zahroh Devi Qurroti A'yun Dewi Qurrot &#039;Aini Dewi Qurrot 'Aini Doti Wahyuningsih Durrotul Hasanah Dwi Mareta Nur hidayati Dyan Aprillia Susanti Eka Kumalasari Eko Noerhayati Erna Sulistyowati Erna Susanti fahmiy, Rakhmawati Faisal Faisal Fajrin, Siti Awaliah Fatimah Abdul Sammad Fatimah Fatimah fatimah Fatimah Fatur rohman Rohman Forrela Zahwa Salamah Gatra Ervi Jayanti Gemilang, Satria Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso hari santoso Hasan Zayadi Hatif Khusnin Nida' Herlinda Rahayu Husain Latuconsina Husain Latucosina Husain, Muhammad Hafizh Istirochah Pujiwati Jadid Mubarakati, Nurul Jihan Farah Zakia Laili Mihmidati Lestari, Tengku Anggun Luluk Rofiatul Mafluhah M. Abdul Qodir Jailani M. Mas’ud Said Ma'ruf, Muhammad Mahanem Mat Noor, Mahanem Mat Mahyantika, Seftya Putri Maidhatul Rosidha Widyanti Majida Ramadhan Malia Anjani Mardhiyah, Mardhiyah Masyhuri Masyhuri Mihmidati, Laili Mohammad Mabrur Mubarokati, Nurul Jadid Muhammad Fahmi Hidayatullah Nafisa Nafisa Nafisa, Nafisa Nia Novita Nurrohmah Nirwana, Linggar Nur hidayati, Dwi Mareta Nur Mufida Nur Permatasari Nur Shofiyah Munawaroh Nur Shofiyah Munawaroh, Nur Shofiyah Nurrohmah, Nia Novita Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarokati Oktaviana, Nimas Ajeng Rahayu Dwi Lestari Rahmawati, Rizka Dwi Rakhmawati fahmiy Ramadhan, Majida Ramadhani, Mieta Widya Ratna Djuniwati Lisminingsih Ratna Juniwati Lisminingsih Rizki Kusuma Hantika Saimul Laili Salamah, Forrela Zahwa Saputri, Syntia Diyah Hayu Ria Savana, Amartya Gesit Shinta mayangsari Sholikha alaiya Sholikha alaiya, Sholikha Silfi hamidatul lailiyah Silvia, Putri Azizatul Siti Asmaniyah Mardiayani Siti Awaliah Fajrin Siti Imama Khoiriyah Siti Qurrotul Aini Suroyya, Mariyam Susanti, Dyan Aprillia Tengku Anggun Lestari Umu Intan Kinasih Uyunul Hikmah Wahidah, Shinta Nuriyah Yudi Purnomo Zahroh, Dea Fatimatu Zakia, Jihan Farah