Claim Missing Document
Check
Articles

Epistemologi Hukum Islam: Perspektif Historis, Sosiologis dalam Pengembangan Dalil Asmawi, Asmawi
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 32 No. 1 (2021): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v32i1.1393

Abstract

The epistemology of Islamic law that deals with the development of arguments, applies dynamically, since the application of Islamic law itself, from the time of the Prophet to the present. In the early days of Islam epistemology was developed based on revelation and reason. Along with the golden age of Islam, various reasons and methods of discovery of Islamic law developed such as qiyas, istislah, urf, istishab. In modern times, the dynamics have also become increasingly complex with the increasingly complex problematics of Islamic law, and the latter is using assistive sciences in the discovery of Islamic law. Such as the science of sociology, astronomy, health, biology, medicine, chemistry, and others. So that the epistemology of Islamic law is rationalist, empirical, theologic, and phenomenological.
Komunikasi Penanganan Konflik Tanah Ulayat di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Ningsih, Sri Wahyu; Asmawi, Asmawi; Chatra, Emeraldy
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Accredited by Kemendikbud Dikti SK No. 79/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v6i2.3058

Abstract

This study aims to describe and analyze the dynamics of communication in handling Nagari Sumpur customary land conflicts, communication in conflict management of the Ulayat Land Team, and communication barriers faced by the Nagari Sumpur Ulayat Land Team, South Batipuh District. This research uses a qualitative approach with a case study method. As a reference in processing data, researchers use conflict management theory. The results showed that the dynamics of communication in handling customary land conflicts in Nagari Sumpur had political involvement in it. The local government that took office at that time seemed a bit reluctant for fear of reducing its political votes at the time of the election. In addition, the dynamics of communication in handling customary land conflicts in Nagari Sumpur continue to experience changes in patterns, content and channels. The dynamics of communication can also be seen from the emotional involvement of the communicating party. The Tanah Ulayat Team is in a moderate dynamic which means that the Tanah Ulayat Team communicates well in internal meetings with the team. High communication dynamics occur if external meetings that present all institutions, elements and society. As for conflict management, the Tanah Ulayat Team prioritizes the interests of Nagari by striving and striving so that the objectives in handling Nagari customary land conflicts can be resolved. 
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi Penyuluh Pertanian Sektor Peternakan Di Kabupaten Lima Puluh Kota Marea, Wiliam; Febriamansyah, Rudi; Asmawi, Asmawi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63610

Abstract

Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi role model dalam pengembangan usaha peternakan. Namun kondisi di lapangan menggambarkan bahwa tingkat pengembangan usaha peternakan belum sesuai dengan yang diharapkan, salah satu penyebabnya diduga dipengaruhi oleh kompetensi Penyuluh. Penelitian ini bertujuan; 1) mendeskripsikan tingkat kompetensi penyuluh pertanian sektor peternakan, dan 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi penyuluh peternakan. Penelitian ini dirancang sebagai suatu survei. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian melibatkan seluruh Penyuluh Pertanian Sektor Peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota yang berjumlah sebanyak 15 Penyuluh (Sensus). Analisis dilakukan dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 Penyuluh (66,7% ) memiliki tingkat kompetensi tergolong tinggi, 2 Penyuluh (13,3%) memiliki tingkat kompetensi sedang, dan sebanyak 3 Penyuluh (20%) memiliki tingkat kompetensi tergolong rendah. Faktor pendidikan dan motivasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap kompetensi penyuluh. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan Pemerintah Daerah perlu meningkatkan motivasi penyuluh dengan memberikan penghargaan bagi penyuluh yang berprestasi, promosi jabatan, dan pengembangan karir yang jelas. Selanjutnya program peningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (S2) dan pelatihan yang relevan perlu dirancang dan dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh sehingga pelaksanaan kegiatan penyuluh dapat dilaksanakan dengan baik dan berdedikasi.
PELATIHAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA UNTUK PEMUDA KARANG TARUNA Asmawi, Asmawi; Nurdin, Muhammad; Widiastuti, Diah; Repi, Viktor Vekky Ronald
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37198

Abstract

Abstrak: Karang Taruna Depok merupakan organisasi kepemudaan aktif yang sebagian besar anggotanya bekerja di sektor informal seperti pengelasan, pertukangan, dan usaha bengkel rumahan. Minimnya pemahaman terhadap prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) mengakibatkan tingginya risiko kecelakaan kerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan dasar K3 yang aplikatif kepada 20 pemuda Karang Taruna guna meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam menerapkan K3. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik penggunaan alat pelindung diri (APD), dan simulasi keadaan darurat. Evaluasi pre-test dan post-test sebanyak 20 soal menunjukkan peningkatan pemahaman dari 35% menjadi 85%, dengan peningkatan signifikan pada aspek hardskill dan softskill peserta. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pelatihan partisipatif dan berbasis praktik efektif dalam membentuk budaya kerja aman di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan peserta sebagai agen perubahan yang dapat menularkan nilai-nilai K3 di komunitas mereka.Abstract: Karang Taruna RT.03/RW.10, Sukmajaya Subdistrict, Depok, is an active youth organization whose members are largely engaged in the informal sector, such as welding, carpentry, and home-based workshops. The lack of understanding of Occupational Health and Safety (OHS) principles has led to a high risk of work-related accidents. This community service activity aimed to provide practical basic OHS training to 20 Karang Taruna youth members to increase their awareness and skills in applying OHS. The methods used included material presentations, interactive discussions, hands-on practice with personal protective equipment (PPE), and emergency response simulations. Pre-test and post-test evaluations showed an increase in understanding from 35% to 85%, with significant improvement in both participants’ hardskills and softskills. These results demonstrate that participatory and practice-based training methods are effective in building a safety-oriented work culture within the community. This program is expected to empower participants as agents of change who can disseminate OHS values in their environment.
DESAIN SISTEM HUMAN MACHINE INTERFACE – PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL PADA OTOMASI MINI PLANT PENGENDALI SUHU DAN LEVEL Viktor Vekky Ronald Repi; Dimas Sigit Priyatna; Asmawi Asmawi
Instrumentasi Vol 47, No 1 (2023)
Publisher : National Standardization Agency of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v47i1.322

Abstract

Untuk mengotomatisasi parameter fisis pada plant, seperti level dan temperatur, dan meminimalkan campur tangan manusia, maka digunakan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) yang memantau plant. Sementara SCADA digunakan untuk memonitor sistem, PLC (Programmable Logic Controller) juga digunakan untuk penyimpanan internal instruksi untuk fungsi implementasi seperti logika, pengurutan, pewaktuan, pencacahan dan aritmetika melalui modul input/output. Pada artikel ini, kami membuat sistem pengontrolan suhu dan level pada mini plant dengan menggunakan program SCADA yang diintegrasikan dengan perangkat lunak CX-One. Metode yang digunakan adalah membuat program SCADA dan (HMI Human Machine Interface) yang kemudian dihubungkan dengan mini plant yang menggunakan PLC OMRON CP1E L20DR-A. Penelitian diawali dengan membuat ladder diagram, menguji ladder diagram, dan mentransfer ladder diagram ke PLC secara langsung. Kemudian alamat-alamat yang digunakan pada ladder diagram digunakan untuk pengalamatan objek-objek yang ada di HMI. Selanjutnya pengujian dilakukan terhadap program SCADA dan HMI. Hasilnya pada pengendalian level air 1 – 12 cm diperlukan waktu selama 4,96 – 61 detik. Pengendalian suhu air 30–70 ℃ diperlukan waktu 30 – 191,41 detik. Program SCADA ini terbukti dapat mengendalikan sistem mini plant yang diintegrasikan dengan PLC OMRON CP1E L20DR-A.Kata Kunci: SCADA, HMI, CX-One, PLC, mini plant, level, temperatur