Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi Anemia, Pemeriksaan Hemoglobin dan Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di SMA N 01 Toroh Dewi, Anisa Candra; Chakim, Irfanul; Astuti, Rahayu; Rokhyanti, Ika
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i2.640

Abstract

Latar belakang: Prevelensi anemia masih tinggi, dan pengetahuan remaja putri tentang anemia masih terbatas, bahkan remaja sering kali mengabaikan. Remaja putri yang anemia akan mengalami kesulitan dalam konsentrasi belajar, penurunan aktivitas fisik, antibodi, dan dalam jangka panjang berdampak pada kehamilan. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam pencegahan anemia, disertai dengan pemeriksaan kadar hemoglobin dan pemberian tablet tambah darah. Metode: Metode pengabdian dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan, dengan media penunjang yang digunakan adalah leaflet, kegiatan diikuti dengan pemeriksaan Hb menggunakan easy touch dan pengambilan darah 3 cc (khusus untuk remaja putri). Pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil: Siswi menunjukan pemahaman yang baik mengenai pencegahan anemia. Hal ini ditunjukan melalui sesi diskusi dimana siswa aktif bertanya pada saat dilakukan komunikasi dua arah oleh pengabdi dengan siswa. Hasil pemeriksaan hemoglobin menunjukan sebanyak 27.8% siswa remaja putri mengalami anemia. Seluruh siswa remaja putri telah diberikan Tablet Tambah Darah (TTD) Kesimpulan: Pengabdian di SMA N 1 Toroh berjalan dengan lancar, dengan siswi yang hadir sangat antusias dalam sesi konsultasi tentang anemia, memperhatikan leaflet dengan seksama dan mengajukan pertanyaan. Kegiatan ini di akhiri dengan pemeriksaan hemoglobin sebagai upaya deteksi anemia dan pembagian tablet tambah darah bagi remaja putri. Kata kunci: anemia, edukasi, hemoglobin, remaja putri, tablet penambah darah __________________________________________________________________ Abstract Background: The prevalence of anemia is still high, and knowledge of adolescent girls about anemia is still limited and is often ignored. Teenage girls who are anemic will experience difficulty concentrating on studying, decreased physical activity, and antibodies, and in the long term, this will have an impact on pregnancy. Objective: This service aims to increase young women's knowledge in preventing anemia by checking hemoglobin levels and administering blood supplement tablets. Method: The method of service in this activity is health education, with the leaflet media, then the activity is followed by Hb checking using easy touch and 3 cc blood collection (especially for young women). Service is carried out in several stages: preparation, implementation, and evaluation. Result: Female students showed a good understanding of anemia prevention. This is demonstrated through discussion sessions where students communicate with staff and other students. The data showed 27.8% of female teenage students had anemia. All young female students have been given Blood Supplement Tablets (BST). Conclusion: The service at SMA N 1 Toroh went smoothly, with the female students attending very enthusiasticin the consultation session about anemia, paying close attention to the laflets and asking questions. This activity ended with a hemoglobin check as an effort to detect anemia and distribution tablets for young women. Keywords: anemia, education, hemoglobin, young women, blood booster tablets
Peningkatan Efektivitas Pelaporan Rekam Medis Pada SIRS Online Melalui Simplifikasi Sistem di RSUD Salatiga Anindya Sarathi, Fitri; Sari Wardani, Ratih; Prasetyo, Aljuned; Astuti, Rahayu
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.721

Abstract

Latar belakang: Penerapan sistem informasi rekam medis elektronik (SIRS Online) di rumah sakit telah menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan. Namun, implementasi sistem ini tidak lepas dari tantangan, terutama terkait dengan penggunaan, pelatihan, dan infrastruktur. Tujuan: Untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, dan dampak penggunaan SIRS online di RSUD Kota Salatiga. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu persiapan, visitasi, wawancara, pengisian kuesioner, dan evaluasi. Wawancara dilakukan terhadap enam petugas rumah sakit yang terlibat dalam penggunaan SIRS Online dan kuesioner yang dibagikan kepada petugas lainnya. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa SIRS Online meningkatkan efisiensi, akurasi data, dan pengambilan keputusan medis. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia terlatih, gangguan teknis, dan ketergantungan pada konektivitas internet yang masih menjadi masalah utama. Penggunaannya juga belum sepenuhnya terintegrasi antar unit rumah sakit. Kesimpulan: SIRS Online memberikan kontribusi positif terhadap kualitas pelayanan medis, perbaikan dalam pelatihan, integrasi sistem, dan infrastruktur sangat diperlukan untuk memaksimalkan manfaatnya. Simplifikasi antarmuka dan perbaikan konektivitas juga direkomendasikan untuk mengatasi kendala yang ada. Kata kunci: SIRS, rekam medis, sistem pelaporan, rumah sakit _________________________________________________________________________ Abstract Background: The implementation of an electronic medical records information system (SIRS Online) in hospitals has been a significant step in improving the efficiency and quality of healthcare services. However, implementation of this system is not without challenges, particularly related to usage, training, and infrastructure. Objective: To determine the advantages, disadvantages, and impact of using SIRS online at Salatiga City Hospital. Method: This community service activity was conducted in several stages: preparation, visitation, interviews, completion of questionnaires, and evaluation. Interviews were conducted with six hospital staff members involved in the use of SIRS Online, and questionnaires were distributed to other staff members. Result: SIRS Online increases efficiency, data accuracy, and medical decision-making. However, obstacles such as limited trained human resources, technical disruptions, and dependence on internet connectivity remain major issues. Its use is also not fully integrated across hospital units. Conclusion: SIRS Online has made a positive contribution to the quality of medical services; improvements in training, system integration, and infrastructure are essential to maximize its benefits. Interface simplification and connectivity improvements are also recommended to address existing challenges. Keywords: SIRS, medical records, reporting system, hospital
Edukasi Kesehatan dan Peningkatan Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas Tunjungan Blora Masjadi; Astuti, Rahayu; Chakim, Irfanul; Prasetyaningsih, Maria
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.788

Abstract

Latar belakang: Pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk deteksi dini dan pencegahan komplikasi penyakit, namun pelaksanaannya di Indonesia masih rendah dengan hanya 20% masyarakat melakukannya setiap tahun. Rendahnya partisipasi dipengaruhi kurangnya pemahaman, keterbatasan akses fasilitas kesehatan, biaya tinggi, serta stigma sosial. Tujuan: mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis. Metode: Kegiatan edukasi dengan metode interaktif dan pemeriksaan kesehatan langsung. Hasil: Peningkatan pemahaman peserta, ditunjukkan dengan peningkatan pengetahuan dari 53,59% menjadi 72,3% setelah intervensi. Temuan kesehatan gigi bermasalah pada hampir 70% ibu hamil serta 36% dengan tekanan darah tidak normal menekankan perlunya pemantauan dan edukasi berkelanjutan. Kesimpulan: Edukasi kesehatan dan skrining gratis mampu meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah dan mendeteksi penyakit, sehingga program ini sangat bermanfaat bagi promosi kesehatan. Kata kunci: cakupan layanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan ____________________________________________________________________ Abstract Background: Routine health checkups are crucial for the early detection and prevention of disease complications. However, their implementation in Indonesia is low, with only 20% of the population undergoing checkups annually. This low participation rate is influenced by a lack of understanding, limited access to healthcare facilities, high costs, and social stigma. Objective: Identify and analyze the effectiveness of health education in raising public awareness of the importance of free health checkups. Method: Health education activities using interactive methods and direct health screenings. Result: Participants demonstrated an improved understanding, as evidenced by a significant increase in knowledge from 53.59% to 72.3% after the intervention. Nearly 70% of pregnant women and 36% of participants with abnormal blood pressure had dental health issues, emphasizing the need for ongoing monitoring and education. Conclusion: Health education and free screenings can enhance public awareness and preparedness in preventing and detecting diseases, making this program highly beneficial for promoting health. Keywords: increased coverage, medical checkups, health education
Pencegahan Dini Stunting Untuk Ketahanan Nasional: Narasumber 2 - Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Astuti, Rahayu
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.272

Abstract

Percepatan penurunan stunting harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat. Keterpaduan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa menjadi sangat penting. Partisipasi aktif swasta dalam percepatan penurunan stunting baik langsung maupun tidak langsung kepada kelompok sasaran juga sangat dibutuhkan. Partisipasi aktif Perguruan Tinggi dan akademisi dalam percepatan penurunan stunting dapat dilakukan melalui kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi. Partisipasi Masyarakat Sipil (LSM, NGO, Perseorangan, dan Mitra Masyarakat Pembangunan) dalam percepatan penurunan stunting juga sangat diperlukan. Partisipasi Media dalam percepatan penurunan stunting melaui KIE Media Pencegahan dan Penanganan Stunting akan memudahkan diseminasi informasi bagi masyarakat luas.
Gambaran Hematologi Remaja Santri Putra dan Putri (Studi di Pondok Pesantren At Taqwa dan Darussalam Semarang) Astuti, Rahayu; Meikawati, Wulandari; Hidajah, Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa pertumbuhan, sehingga dibutuhkan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan, diantaranya asupan zat besi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan terjadinya anemia yang berdampak pada prestasi dan daya tahan tubuh. Remaja yang merupakan santri di pondok pesantren adalah kelompok rawan defisiensi zat gizi karena kurangnya pengawasan pada pola konsumsi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hematologi yang meliputi kadar leukosit, eritrosit, hemoglobin, hematrokit dan trombosit,serta analisis MCV, MCH dan MCHC pada remaja yang tinggal di pondok pesantren. Responden dalam penelitian ini adalah santri putra dan putri di pondok pesantren At taqwa dan Darussalam Kota Semarang sebanyak 130 orang yang dipilih secara purposive sampling berdasar kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, alkohol swab, torniquet, dan vaccutainer untuk pengambilan darah dan dianalisis dengan Hematology Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah leukosit (7,372x1000/?L), eritrosit (4,9141x106/?L), hemoglobin (12,403x1000/?L), hematokrit (38,005%) dam trombosit (273,42 x1000/?L) berada pada kisaran normal atau mendekati normal. Analisis MCV dan MCH kurang dari batas normal (77,578 fL dan 25,225g/dL)namun MCHC berada dalam batas normal 32,536 /dL. Nilai yang belum memenuhi batas normal dimungkinkan karena rpola konsumsi yang rendah zat besi. Hal ini berdampak pada terjadniya anemia defiseiensi zat besi.
Warm compress therapy's impact on labour pain in intranatal patient: A systematic review Astuti, Rahayu; Anggraeni, Mekar Dwi; Awaludin, Sidik
Science Midwifery Vol 12 No 2 (2024): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i2.1593

Abstract

Labor and birth is a normal physiological events, a thrilling thing for prospective mothers because they will experience conditions of discomfort and fear. One of the problems in laboring women is pain that has an impact on physical and psychological. Here non-pharmacological pain management can be done, among others, with warm compresses and proven to lessen labouring mothers' suffering. The purpose of this study was to determine how warm compresses affected laboring mothers' pain. This study employed a systematic review as its research approach. Article searches are carried out using Google Scholar and Pubmed, Semantic, and Portal Garuda with the Keywords: labour pain is decreased by warm compress therapy. Original randomized controlled trials (RCTs) published between 2013 and 2023 met the inclusion requirements. There were ten randomized controlled trials in total. The main methods of employing warm compresses to lessen labor pain included the hydro collator pack, which was submerged in warm water, A warm, damp towel that saturates the contact and causes the iron to oxidize Belt with infrared. Conclusion: Warm compress therapy affects reducing pain in intranatal patients.
Sosialisasi Stunting Balita Pada Ibu PKK RT 03 RW 02 Tegalkangkung Kedungmundu Kota Semarang Astuti, Rahayu; Wirdati, Ismi Elya; Rusmitasari, Heni
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i1.91

Abstract

Latar belakang: Salah satu masalah gizi yang saat ini menjadi program nasional adalah stunting. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, prevalensi stunting sebesar 24,1% diharapkan pada tahun 2024 turun menjadi 14%. Prevalensi stunting di Jawa Tengah masih 20,9% dan kota Semarang 21,3%. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan tentang Stunting pada ibu-ibu PKK. Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan sosialisasi menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil: Hasil pengukuran pre-test dan post-test, sebelum dan setelah dilakukan sosialisasi tentang stunting pada ibu-ibu PKK RT 3 RW 2, diperoleh hasil bahwa nilai pre-test berkisar 0-100 dengan nilai 57,9 ± 19,5 (x  ± SD). Nilai hasil post-test  berkisar 50-100  dengan nilai 85,5 ± 16,6 (x  ± SD). Rerata nilai pengetahuan pre-test dan post-test berdistribusi tidak normal, namun berbeda bermakna (p=0,000). Rerata nilai pengetahuan sebelum soaialisasi 57,9 dan sesudah sosialisasi 85,5. Kesimpulan: Kegiatan sosialisasi dengan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting. Direkomendasikan melaksanakan sosialisasi tentang kesehatan secara berkala kepada ibu PKK untuk menjaga derajat kesehatan masyarakat. Kata Kunci: balita, penyuluhan, perilaku sehat, sosialisasi, stunting _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: One of the nutritional problems that are currently a national program is stunting. Based on data from the Indonesian Ministry of Health for 2020, the prevalence of stunting is 24.1% and it is hoped that in 2024 it will decrease to 14%. The prevalence of stunting in Central Java is still 20.9% and in Semarang city is 21.3%. Objective: Increase knowledge about stunting among PKK mothers. Method: Community service activities are carried out by outreach using lecture and discussion methods. Results: The results of the pre-test and post-test measurements, before and after the socialization about stunting for PKK RT 3 RW 2 mothers, showed that the pre-test scores ranged from 0-100 with a value of 57.9 ± 19.5 (x  ± SD). Post-test results ranged from 50-100 with a value of 85.5 ± 16.6 (x  ± SD). The mean pre-test and post-test knowledge scores were not normally distributed, but significantly different (p=0.000). The mean value of knowledge before socialization was 57.9 and after socialization was 85.5. Conclusion: Outreach activities with counseling can increase mothers' knowledge about stunting. It is recommended to carry out periodic health outreach to PKK mothers to maintain the health status of the community. Keywords: toddlers, counseling, healthy behavior, socialization, stunting
Program e-KIE Pada Calon Pengantin dan Ibu Hamil Sebagai Upaya Penurunan Stunting di Kota Tegal Astuti, Rahayu; Damayanti, Fitriani Nur; Hasanah, Nur
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.132

Abstract

Latar belakang: Stunting di Indonesia masih menjadi masalah nasional. Upaya penurunan stunting dapat dilakukan melalui promosi kesehatan dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Saat ini pada era transformasi digital, penerapan teknologi digital meluas pada berbagai aspek kehidupan, termasuk penggunaan teknologi digital di bidang kesehatan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan calon pengantin dan ibu hamil tentang pencegahan stunting menggunakan media pembelajaran yang inovatif melalui e-KIE. Metode: Kegiatan edukasi menggunakan e-KIE dengan tahapan penyusunan e-booklet, penjaringan peserta kelompok calon pengantin dan ibu hamil dengan kader kesehatan setempat, penjaringan fasilitator dari ‘Karang Taruna’ dan pelaksanaan kegiatan edukasi secara online menggunakan grup WhatsApp. Materi diberikan dalam bentuk e-booklet dan pengukuran pengetahuan menggunakan google form sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Hasil: Pre-test pengetahuan calon pengantin, kategori ‘Baik’, ‘Sedang’ dan ‘Kurang’ secara berurutan adalah 0.0% 7.14%, dan 42.86%. Setelah mempelajari e-booklet, hasil post-test kategori ‘Baik’ menjadi 66,67% dan ‘Sedang’ 33,33%. Pre-test pengetahuan pada ibu hamil, kategori ‘Baik’ 29,87%, ‘Sedang’ 25,97% dan ‘Kurang’ 44,16%. Hasil post-test kategori ‘Baik’ menjadi 60,53%, kategori ‘Sedang’ dan ‘Kurang’ masing-masing hanya 23,68% dan 15,79%. Kesimpulan: Program e-KIE dapat meningkatkan pengetahuan partisipan tentang persiapan kehamilan untuk calon pengantin dan pemahaman tentang stunting dan kehamilan pada ibu hamil. Kata kunci: e-booklet, e-KIE, pengetahuan, stunting __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Stunting in Indonesia is still a national problem. Reducing stunting can be done through health promotion and Communication, Information, and Education. Currently, in the digital transformation era, the application of digital technology extends to various aspects of life, including the use of digital technology in the health sector. Objective: Increase the knowledge of prospective brides and pregnant women about stunting prevention using innovative learning media through e-KIE. Method: Educational activities using e-KIE with stages preparation of e-booklets, selection of participants from groups of prospective brides and pregnant women with local health cadres, selection of facilitators from 'Karang Taruna', and implementation of educational activities online using the WhatsApp group. The material is provided in an e-booklet, and knowledge measurement using the Google form before and after the activity is done. Result: Pre-test knowledge of the bride and groom, categories of 'Good', 'Moderate', and 'Less' respectively were 0.0%, 7.14%, and 42.86%. After studying the e-booklet, the post-test results in the 'Good' category were 66.67% and 'Medium' 33.33%. The pre-test score of pregnant women's knowledge in, the 'Good' category is 29.87%, 'Medium' 25.97%, and 'Less' 44.16%. The post-test results for the 'Good' category were 60.53%, and the 'Medium' and 'Less' categories were only 23.68% and 15.79%, respectively. Conclusion: The e-KIE program can increase participants' knowledge about pregnancy preparation for prospective brides and understanding of stunting and pregnancy in pregnant women. Keywords: e-booklet, e-KIE, knowledge, stunting
Prediction Model for Infertility in Women of Reproductive-Age Couples (WRA) Zahrotul Fajrin Ramadhanti; Astuti, Rahayu; Wardani, Ratih Sari; Rejeki, Sri; Sayono
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 4 (2025): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i4.1106

Abstract

Background: Infertility has affected millions of people worldwide but remains a frequently overlooked issue. Infertility is common among reproductive-age couples. Approximately one in six people experience infertility, and failed pregnancies among married reproductive-age couples are attributed to female factors in 40% of cases. Objective: To identify the factors influencing infertility in women of reproductive-age couples (WRA). Methods: A retrospective cohort study was conducted by collecting medical record data and interviewing 192 women of reproductive age at a hospital from January to December 2023. The sampling techniques used were quota sampling and consecutive sampling. Bivariate and multivariate analyses were used in this study to assess how risk variables affected infertility. Results: Women experiencing infertility had a higher proportion associated with age at menarche (p = 0.012), menstrual cycle (p = 0.010), nutritional status (p = 0.003), tubal disorders (p = 0.038), duration of marriage (p = 0.000), history of miscarriage (p = 0.016), history of surgery (p = 0.019), and coffee consumption (p = 0.043). The logistic regression equation is:Log (p / 1 – p) = -8.104 + 1.877 (age at menarche) + 1.598 (duration of marriage) + 1.192 (nutritional status) + 1.146 (history of miscarriage) + 0.805 (tubal disorders). Conclusion:Risk factors influencing infertility in women of reproductive age include age at menarche, nutritional status, tubal disorders, duration of marriage, and history of miscarriage. The most influential risk factor for infertility in reproductive-age women is age at menarche (p = 0.001) with an RR value of 6.535.  Keywords: Infertility; prediction model; infertility factors; reproductive-age women