Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PRODUKSI RUMPUT PAKCHONG DENGAN PERLAKUAN PUPUK KANDANG SAPI DAN JARAK TANAM BERBEDA Sudirman, Sudirman; Daru, Taufan Purwokusumaning; Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v5i2.7363

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemberian dosis pupuk kandang sapi dan jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi rumput pakchong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2021. Penelitian dilakukan di lahan SMK-SPP Negeri Samarinda, Kota Samarinda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama yaitu pupuk kandang sapi terdiri dari 4 perlakuan dan faktor kedua jarak tanam terdiri dari 3 perlakuan, dan dengan menggunakan 3 ulangan atau kelompok. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan diuji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan pupuk kandang sapi pada perlakuan 72 kg petak-1total rata-rata jumlah anakan tertinggi yaitu 13,17 pols, rata-rata berat segar tertinggi 1,33 kg, rata-rata berat kering tertinggi 308,78 g, dan kandungan protein kasar paling baik sebesar 14,85%. Perlakuan dengan jarak tanam 80 x 150 cm pada rata-rata jumlah anakan menghasilkan 11,64 pols, serat kasar menghasilkan 28,85%, dan menghasilkan protein kasar sebesar 14,63%. Hasil analisis (Anova) pada perlakuan pupuk kandang sapi menunjukan perbedaan nyata terhadap jumlah anakan, berat segar, berat kering dan serat kasar, namun tidak terjadi interaksi, sedangkan perlakuan jarak tanam tidak menunjukan perbedaan nyata dan tidak terjadi interaksi.
Potensi Pengembangan Ternak Sapi Potong Berdasarkan Ketersediaan Hijauan Pakan di Kabupaten Berau Nurhidayati, Nurhidayati; Daru, Taufan Purwokusumaning; Ibrahim, Ibrahim; Safitri, Apdila
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v6i1.10013

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi pengembangan sapi potong, berdasarkan sumber hijauan pakan ternak yang berasal dari limbah pertanian, lahan tanaman pangan, dan perkebunan di Kabupaten Berau. Data yang digunakan dalam analisis adalah data sekunder dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Berau tahun 2021. Analisis daya dukung hijauan makan ternak dengan menggunakan metode kapasitas peningkatan populasi ternak ruminansia (KPPTR) dan analisis Locotion Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijauan pakan ternak yang bersumber dari limbah hasil pertanian berasal dari galengan sawah, galengan ladang, sawah bera, ladang bera, jerami jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, perkebunan karet, kelapa, kelapa sawit, kopi, dan kakao berdasarkan bahan keringnya adalah 298.075,45 Mg BK ha¯¹th¯¹. Kabupaten Berau berpotensi untuk meningkatkan kapasitas tampungnya sebanyak 113.593,30 ST. Berdasarkan hasil perhitungan KPPTR memiliki potensi untuk dikembangkan yaitu sapi potong. Prioritas pengembangan diutamakan di Kecamatan Talisayan, Segah, Biatan, Sambaliung, Batu Putih, dan Tabalar. Analisis LQ menunjukkan bahwa wilayah yang menjadi basis dalam pengembangan sapi potong adalah Kecamatan Talisayan, Biatan, Batu Putih, Tabalar, Segah, dan Sambaliung.
Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia di Kabupaten Penajam Paser Utara Berdasarkan Potensi Hijauan Pakan Daru, Taufan Purwokusumaning; Mayulu, Hamdi; Suhardi, Suhardi; Safitri, Apdila; Ardiansyah, Ardiansyah
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v7i1.15045

Abstract

Sebagian wilayah Kabupaten PPU telah ditetapkan menjadi ibukota Republik Indonesia yang baru. Konsekuensi dari terbentuknya ibukota ini akan mengalami peningkatan penduduk yang sangat cepat, sehingga kebutuhan pangan di wilayah ini menjadi prioritas, termasuk bahan pangan asal ternak. Bahan pangan asal ternak yang kritis ketersediaannya di wilayah ini adalah yang berasal dari ternak ruminansia, oleh sebab itu perencanaan pengembangan ternak ruminansia di Kabupaten PPU menjadi penting. Untuk menentukan wilayah pengembangan ternak ruminansia di Kabupaten PPU perlu ditinjau keberadaan hijauan pakan di masing-masing kecamatan, diantaranya adalah sumber hijauan pakan beserta produksinya, kapasitas tampung hijauan pakan di setiap kecamatan, KPPTR, IDD hijauan pakan, IKT, dan LQ jenis ternak ruminansia yang dapat dikembangkan di amsing-masing kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kecamatan di Kabupaten PPU memiliki potensi untuk mengembangkan ternak ruminansia. Hal ini ditinjau dari kapasitas tampung hijauan pakan, IDD hijauan pakan, dan KPPTR. Namun demikian, wilayah yang menjadi prioritas pengembangan ternak ruminansia di Kabupaten PPU adalah Kecamatan Penajam dan Kecamatan Sepaku, karena IKT kedua kecamatan ini > 1. 
Pertumbuhan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Numbu, BMR Galur G5 dan G8 pada Dosis Pupuk Kandang yang Berbeda di Tanah Podsolik Kalimantan Timur: Growth of Sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Numbu, BMR Varieties G5 and G8 at different Doses of Manure in Podzolic soil East Kalimantan Safitri, Apdila; Daru, Taufan Purwokusumaning; Anjani, Fandini Meilia; Ardiansyah; Huko, Fortunatus Amandus Puji
Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Vol. 22 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan
Publisher : Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jintp.22.2.110-115

Abstract

This study aims to determine the growth of several sorghum varieties at different doses of manure in podzolic soil of East Kalimantan. This study used a two-factor experimental design made in a Completely Randomized Design (CRD) with a 3 x 3 factorial pattern using three sorghum varieties (G1: Numbu, G2: BMR G5 line and G3: BMR G8 line), three treatments of manure doses (P0: without manure, P1: 10 tons ha-1, and P2: 20 tons ha-1) with three replications. The variable tested included plant height, stem diameter, leaf length, leaf width and number of leaves. There was an interaction between the use of 10 tons ha-1 manure on the Numbu sorghum variety which had a better effect on sorghum growth including plant height, stem diameter, leaf length and width (p<0.05). There were different results in the number of leaves, the BMR G5 variety without manure was higher than other combinations (p<0.05). The conclusion of this study indicates that fertilizer with a dose of 10 tons ha-1 on sorghum variety Numbu has better growth properties. Key words: fertilization, growth, manure, sorghum varieties
TRAINING HALAL SLAUGHTERERS IN SAMARINDA ON KNIFE SHARPENING WITH WHETSTONE AND SHARPENING STEEL Wibowo, Ari; Suhardi, Suhardi; Ismanto, Arif; Ibrahim, Ibrahim; Aprylasari, Dede; Harris, Muhammad Ichsan; Daru, Taufan Purwokusumaning; Manullang, Julinda Romaulli
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i4.1139

Abstract

Slaughtering animals is a crucial stage in the food production chain, especially for Halal meat products that adhere to animal welfare standards. Proper knife sharpening techniques are essential in minimizing pain and stress for animals during the slaughtering process. This study reports on a training program in knife sharpening techniques using a combination of whetstones and sharpening steel conducted in Samarinda. The training involved Halal slaughterers from various mosques and markets in the Sambutan District of Samarinda. The method aimed to enhance the participants' skills in optimal knife sharpening, forming a blade edge that meets the animal welfare-based meat-cutting industry standards. The training results indicated that 75% of participants successfully applied the sharpening techniques that were taught, producing convex-shaped blade edges that were more efficient in the slaughtering process. This success positively impacted the implementation of animal welfare standards and the quality of the resulting meat. In conclusion, the training effectively improved Halal slaughterers' skills and significantly impacted the implementation of animal welfare standards in Samarinda. Support from the Samarinda City Food Security and Agriculture Office, the Animal Husbandry Department of Mulawarman University, and the Halal Slaughtering Da'wah Organization of Samarinda City played a crucial role in the success of this training.
Feed Management of Balinese Cattle in Post-Mining Land Maulida, Anisa Risma; Mayulu, Hamdi; Daru, Taufan Purwokusumaning; Ardiansyah, Ardiansyah
INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol. 21 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v21i1.2664

Abstract

Reclaimed post-coal mining land holds potential for use as grazing areas and forage production. This research aimed to assess the potential and feed management strategies for Bali cattle (Bos sondaicus) on post-mining land. The study was conducted at the Pit Jupiter reclamation site of PT Kaltim Prima Coal using a combination of field observations and in-depth interviews. Vegetation sampling followed the Halls method with a 1m x 1m plate meter across 80 sampling points within a 67.28-hectare pasture divided into Pedok (site) 3 and Pedok 2. Soil samples, taken to analyze chemical properties, were collected using a random sampling method at 10 points at a depth of 0-20 cm. The potential of the pasture was evaluated based on soil fertility status, forage identification, importance value index (INP), forage production, and livestock carrying capacity. The vegetation included 32 species from 13 families, with Paitan grass (Paspalum conjugatum) being dominant, achieving the highest INP value of 95.12%. Feed management on the reclaimed land utilized an extensive system, which was deemed unsuitable given the land conditions and forage availability for livestock. Soil fertility status was classified as low, with forage production yields of 1,164.29 kg ha-1 in Pedok 3 and 984.04 kg ha-1 in Pedok 2. The land’s carrying capacity ranged from 23 to 27.02 AU year-1, based on an average livestock unit weight of 250 kg, equivalent to 23-27 adult Bali cattle
Perilaku Konsumen Dalam Mengadopsi Limbah Ternak Untuk Pertanian Rumah Tangga Berbasis Urban Farming: Studi Pada Pemanfaatan Pupuk Organik Di Wilayah Perkotaan I PUTU GEDE DIDIK WIDIARTA; Dinar Anindyasari; Taufan Purwokusumaning Daru
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2025.009.03.18

Abstract

Urban farming merupakan solusi inovatif untuk meningkatkan keberlanjutan pangan di wilayah perkotaan, namun pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik masih menghadapi tantangan signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku konsumen dalam mengadopsi limbah ternak sebagai pupuk organik untuk pertanian rumah tangga di Kota Bontang. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei terhadap 220 responden yang aktif dalam urban farming. Faktor-faktor seperti pengetahuan, persepsi dampak lingkungan, biaya, dan pengaruh sosial dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki pengaruh signifikan terhadap adopsi pupuk organik (β=0,58; p<0,01), diikuti oleh persepsi dampak lingkungan (β=0,47; p<0,05). Namun, hambatan utama meliputi persepsi negatif terhadap bau limbah ternak (62%) dan akses terbatas terhadap teknologi pengolahan (45%). Temuan ini menegaskan perlunya strategi edukasi yang intensif dan pengembangan teknologi pengolahan yang terjangkau untuk meningkatkan adopsi pupuk organik di wilayah perkotaan.
Effect of kecombrang flower extract (Etlingera elatior) and basil leave extract (Ocimum afrinacum) to the growth of Streptococcus mutans ATCC 35668 and Staphylococcus aureus ATCC 33591 Tanahboleng, Katharina Devi Permata; Masruhim, Muh. Amir; Daru, Taufan Purwokusumaning
Genbinesia Journal of Biology Vol. 2 No. 2 (2023): March 2023
Publisher : Generasi Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55655/genbinesia.v2i2.34

Abstract

Utilization of local plants is still not optimal. Experimental research has been carried out in Samarinda City by utilizing Kecombrang Flower (Etlingera elatior) and Basil Leaf (Ocimum afrinacum) extracts which were exposed to Streptococcus mutans ATCC 35668 and Staphylococcus aureus ATCC 33591. The aim of the study was to determine the effect of kecombrang flower extract (Etlingera elatior) , basil leaf extract (Ocimum afrinacum) on the growth of Streptococcus mutans ATCC 35668, and staphylococcus aures ATCC 33591. The research samples were kecombrang flowers ((Etlingera elatior) and basil leaves (Ocimum afrinacum). The research instrument was a measuring tool (ruler). Results Data analysis showed that kecombrang flower extract (Etlingera elatior), basil leaf extract (Ocimum afrinacum) significantly affected the growth of Streptococcus mutans and Staphylococcus aureus ATCC 33591 (p˂0.00).Active chemicals (secondary metabolites, namely tannins present in kecombrang flower extract and extract Basil leaves (Ocimum afrinacum) can inhibit or kill the growth of Streptococcus mutans ATCC 35668 and Staphylococcus aureus. The conclusion is kecombrang flower extract (Etlingera elatior) and basil leaf extract (Ocimum afrinacum) have a significant effect on the growth of Streptococcus mutans ATCC 35668 and Staphylococcus aureus ATCC 33591.
Strategi Usaha Peternakan Sapi Potong di Lahan Pasca Tambang Batubara Daru, Taufan Purwokusumaning; Juraemi, Juraemi; Yusuf, Roosena
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid V nomor 1 Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v5i1.118

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunities) dan tantangan (threat) dalam pengembangan usaha peternakan sapi potong di lahan tambang pasca tambang batubara; 2) mengembangkan strategi teknis dalam mengembangkan usaha ternak sapi potong berkelanjutan di lahan setelah tambang batubara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SWOT strength, weakness, opportunities, threats). Analisis didasarkan pada logika yang memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun sekaligus meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threaths). Proses pengambilan keputusan yang strategis selalu dikaitkan dengan pengembangan visi, misi, tujuan, strategi, dan kebijakan. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pemeliharaan sapi potong dalam reklamasi lahan pasca tambang batu bara berada pada kuadran pertama (agresif), yang berarti dapat dikembangkan. Strategi SO, yang dipilih adalah membangun pengembangan agribisnis regional, revitalisasi angkatan kerja, meningkatkan skala usaha, membangun keragaman berbagai produk ternak, untuk membangun kemitraan dengan sektor swasta. Strategi ST, dipilih adalah terbentuk keamanan spontan dengan memanfaatkan tenaga kerja yang ada dan membentuk pola pembangunan / bantuan modal. Strategi WO, yang dipilih adalah membangun integrasi dengan pabrik reklamasi dalam rangka penyediaan hijauan dan membangun kemitraan dengan sektor swasta. Strategi WT, yang dipilih adalah meminimalkan pengeluaran untuk pembelian hijauan menggunakan limbah pertanian dan membangun kandang dengan memanfaatkan bahan baku lokal.
Lama Penyediaan Hijauan Pakan pada Pemeliharaan Sapi Potong di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Daru, Taufan Purwokusumaning; Yusuf, Roosena; Rahmayanti, Vera
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 1 Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v6i1.145

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jarak yang ditempuh oleh petani dalam memperoleh hijauan pakan dan mengetahui waktu yang diperlukan dalam pemberian hijauan pakan. Penelitian menggunakan metode survei melalui pendekatan observasi dengan teknik wawancara langsung kepada peternak sapi potong dengan kuesioner. Lokasi penelitian ditentukan secara purpossive sampling dengan kriteria sistem pemeliharaan intensif. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak yang ditempuh oleh peternak di Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara dalam menyediakan hijauan pakan untuk satu ekor sapi berkisar antara 113 m sampai dengan 1.000 m. Lama penyediaan pakan untuk satu ekor sapi berkisar antara 1.167 detik (19 menit 27 detik) sampai dengan 2.270 detik (37 menit 50 detik). Lama pemberian pakan yang berkisar antara 28 detik sampai dengan 126 detik (2 menit 6 detik). Faktor yang mempengaruhi lama penyediaan pakan adalah jarak tempuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi lama pemberian pakan adalah cara pemberian pakan dan frekuensi pemberian pakan.
Co-Authors Aipassa, Marlon Ivanhoe AKHMAD Al Hibnu Abdillah Aloysius Hardoko Anindyasari, Dinar Anjani, Fandini Meilia Apdila Safitri Apdila Safitri Ardiansyah ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ari Wibowo Arif Ismanto, Arif Arliana Yulianti Bahar Bahar, Bahar Boyke Rorimpandey Daniel Dede Aprylasari Dida Alimin Didimus Tanah Boleng Dwi Sinyin Andini Eko Budi Prasetyo Eko Widodo Elsje Theodora Maasawet Endang Sawitri Evie Palenewan Fadillah, Muhammad Rizki Fajrih, Nurul Feby Kristina Fernandus Koresi Yoshihara Fikri Ardhani Gina Saptiani Hadi Pranoto Hamdi Mayulu Harris, Muhammad Ichsan Hendra Rizki Hand Henny Pagoray Huko, Fortunatus Amandus Puji I Putu Gede Didik Widiarta Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idris, Suria Darma Iman Nur Rokhim Irsan Tricahyadinata Julinda Romauli Manullang Juraemi Juraemi Juraemi Juraemi, Juraemi Kiswanto Kiswanto Krishna Purnawan Candra Manullang, Julinda Romaulli Manurung, Raja Pagarlan Margaretha Apriana Wanda Masitah - Masruhim, Muh. Amir MASRUHIM, MUHAMMAD AMIR Masruri, Ghufron Massawet, Elsje Theodore Maulida, Anisa Risma Maulida, Septiana Muh. Amir Masruhim Muhammad Hirjan Muhammad Luthfi Muhammad Rizki Fadillah Nurhidayati Nurhidayati Odit Ferry Kurniadinata Penny Pujowati Rahmayanti, Vera Rambitan, Vandalita Rika Asriana Rikardo Silaban Riyo Wijaya Roosena Yusuf, Roosena Safitri, Apdila Salaho Dina Devy Simanjuntak, Servis Sonja V. T. Lumowa Stefanus, Stefanus Sudirman Sudirman Suhardi Sukartiningsih Suria Darma Surya Darma Syamsiar, Syamsiar Tanahboleng, Katharina Devi Permata Widiyana, Ratih Yabel Noberto Patandean Yosep Ruslim Yuliarta, Sri Roma Yusak Hudiyono, Yusak