Articles
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SOAL AKM NUMERASI UNTUK GURU MATEMATIKA SMP di KOTA PROBOLINGGO
Chandra, Tjang Daniel;
As'ari, Abdur Rahman;
Parta, I Nengah;
Purwanto, Purwanto;
Nasution, Syaiful Hamzah
PEDULI: Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37303/peduli.v5i2.336
Abstrak Mulai tahun 2021 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mulai menerapkan asesmen nasional. Asesmen nasional mengukur dua macam literasi yaitu literasi membaca dan literasi matematika ( atau Numerasi ). Salah satu instrumen utama yang digunakan dalam asesmen nasional adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika ( numerasi ) siswa. AKM numerasi merupakan hal yang baru bagi para guru matematika SMP. Oleh karena itu tim pengabdian masyarakat jurusan matematika UM merencanakan mengadakan workshop penyusunan AKM numerasi bagi guru matematika SMP di kota Probolinggo. Diharapkan melalui workshop ini, para guru dapat disiapkan untuk membuat soal-soal AKM numerasi. Dilaksanakan 2 kali workshop. Pada workshop pertama, tim pengabdian memberikan beberapa materi seperti penjelasan tentang AKM numerasi, pembuatan soal AKM numerasi tentang geometri dan aljabar, dan bagaimana mengemas soal AKM numerasi dalam bentuk e-LKPD. Sebelum acara diakhiri, para guru diminta untuk mencoba membuat soal AKM numerasi dan e-LKPD. Mereka diberi waktu 2 minggu untuk mengerjakan tugas tersebut dan mempresentasikan hasilnya pada workshop kedua. Hasil yang diperoleh dari workshop adalah para guru memperoleh manfaat tentang materi AKM dan bagaimana menyusun soal AKM numerasi. Kata Kunci: workshop; soal AKM
Kemampuan Number Sense Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kelas VII pada Materi Bilangan
Anis Suraida Safitri;
Sri Mulyati;
Tjang Daniel Chandra
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.996 KB)
Kemampuan number sense (kepekaan bilangan) dibutuhkan bagi siswa dalam proses pembelajaran matematika. Siswa dengan number sense yang baik akan mampu memanfaatkan pengetahuannya tentang bilangan dalam pemecahan masalah matematika. Oleh karena itu, tinjauan mengenai kemampuan number sense siswa perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana siswa dapat menggunakan kemampuan number sensenya dalam situasi masalah. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan number sense siswa kelas VII di Lembaga Bimbingan Belajar Surya Gemilang. Subjek penelitian sebanyak 3 orang, yaitu masing-masing 1 subjek dari kelompok tinggi, sedang, dan rendah. Kemampuan number sense digali melalui wawancara terpadu pada hasil tes kemampuan number sense siswa. Kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data, peneliti menyimpulkan bahwa semua subjek tidak memiliki kepekaan yang cukup baik mengenai hubungan antar bilangan, operasi bilangan, hubungan antar operasi bilangan, dan sifat-sifatnya sehingga semua subjek tidak fleksibel dan berfokus pada penggunaan perhitungan prosedural yang mereka terima di sekolah ketika memecahkan masalah.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERTANYA SISWA KELAS VII-G SMP NEGERI 9 MALANG
Putu Evi Paramithasari Wardana;
Tjang Daniel Chandra
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (873.232 KB)
Based on observations and interviews with Public Junior High School 9 Malang class VII-G mathematics teacher, Ms. DL, it is revealed that class VII-G students were passive in asking questions. They tended to answer predetermined questions asked by the teacher. At the opposite, while asked if they have any questions, the most of the students became silent. If students are unable asking questions, it is impossible to confirm students’ wants, in addition to the lack of students’ participation in the learning process and incapability of teachers to examine students’ level of understanding from objects being learned. Based on presented problems, it is necessary to build a learning environment where students could ask questions according to their cognitive levels. Learning style applied on this research was problem posing. By utilizing the learning style, it is expected that students’ question quality would increase. The purpose of this study is to describe problem posing learning style which has capability in increasing students’ questioning ability via classroom action research. Research subjects selected were 32 Public Junior High School class VII-G students learning perimeter and the area of square. The learning style application resulted in students’ inquiring ability improvement. Based on the data of students’ questioning ability test calculated classically, it revealed 67.5% question quality score in cycle 1 and 78.3% in cycle 2. Relevance of percentage score with learning materials is 91.7% in cycle 1 and 95.7% in cycle 2. The percentage of linguistic score is 68.3% in cycle 1 and 79.4% in cycle 2.
ANALISIS PROBLEM POSING SISWA DITINJAU DARI TAKSONOMI BLOOM
Saddam Hussen;
Abdur Rahman Asari;
Tjang Daniel Chandra
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.732 KB)
This study aimed to describe the analysis of problem posing students in terms of taxonomy bloom. Mathematical material that is chosen is a square and a triangle. This study used a qualitative approach with descriptive research. This study was conducted in one of the SMP Negeri Malang, with research subjects IX class consisting of 32 students. Researchers gave math tests to be analyzed based on blooms taxonomy, and researcher mengkategorisasikannya by high-level thinking skills or Higher Order Thinking Skills (HOTS) and low-level thinking skills or Lower Order Thinking Skills (LOTS). The results of this study indicate that: (1) 96.875% of the 32 students to questions categorized remembering, understanding, and applying, therefore the students included LOTS. (2) there is one category of students including analyzing, it means the student has included HOTS.
COVID -19 : The Effects of Distance Learning in Indonesia based on a Commognitive Perspective
Adika Setyo Budi Lestari;
Toto Nusantara;
Susiswo;
Tjang Daniel Chandra;
Nonik Indrawatiningsih
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 3 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37506/ijfmt.v15i3.15589
Distance learning is a learning system that does not take place in one room and there is no face-to-face interaction between the teacher and the learner. This study aims to determine the impact of implementing distance learning in Indonesia from a commognitive point of view. This research is a descriptive type of research with a total of 543 participants who come from high school students in Pasuruan district, Indonesia. Data collection using a questionnaire. After the questionnaire is collected, it is analyzed using the Miles and Huberman method through reduction, display data, and conclusion, then it will be studied based on the commognitive theory. The results show that based on commognitive studies, students are more likely to still need a visual mediator as a visible object to be used as a communication medium, its realization depends on the material context. Students need to communicate to ask questions related to material that has not been understood. So it can be said that visual mediator is important during distance learning.
Metode Level Set pada Hyperbolic Mean Curvature Flow
Vita Kusumasari;
Makbul Muksar;
Tjang Daniel Chandra;
Kridha Pusawidjayanti
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/jm.v5i2.1437
Pada artikel ini, metode level set diterapkan pada masalah pergerakan kurva berdasarkan hyperbolic mean curvature flow. Simulasi yang dilakukan meliputi masalah hyperbolic mean curvature flow dan hyperbolic mean curvature flow dengan kendala. Realisasi pergerakan kurva pada kedua permasalahan masing-masing menggunakan algoritma Hyperbolic MBO (HMBO) dan algoritma HMBO yang telah dimodifikasi untuk masalah dengan kendala. Kurva initial pada kedua permasalahan berupa lingkaran. Hasil simulasi yang ditampilkan berupa plot level set nol dan plot tiga dimensi. Hasil pergerakan kurva pada kedua permasalahan menunjukkan bahwa kurva semakin menyusut. Untuk masalah hyperbolic mean curvature flow, kurva akan menyusut dan menghilang. Sedangkan pada masalah hyperbolic mean curvature flow dengan kendala, kurva akan menyusut dan berhenti bergerak setelah menyentuh kurva kendala.
Representasi (Eksternal-Internal) pada Penyelesaian Masalah Matematika
Achmad Faruq;
Ipung Yuwono;
Tjang Daniel Chandra
JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1542.738 KB)
|
DOI: 10.15642/jrpm.2016.1.2.149-162
This study aimed to describe the pictorial and schematic representations of student understanding. The subjects were 31 students of grade VIII. The results of this study is two pictorial representations (right and wrong) and two schematic representation (right and wrong). Representation understanding of student described as follows: translational stage, students read the word problem to identify relational statements and quantity, then he transforms the mathematical idea into another form that is more easily understood. Integration stage, students identifying relational relationships between mathematical ideas to be organized into a scheme or image. Solution stage, students devise a solution based on the scheme or image that was created, and then perform calculations and check the answer.
Proses Berpikir Siswa Quitter dalam Menyelesaikan Masalah SPLDV Berdasarkan Langkah-langkah Polya
Nathasa Pramudita Irianti;
Subanji Subanji;
Tjang Daniel Chandra
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 2: September 2016 - Februari 2017
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26594/jmpm.v1i2.582
Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses berpikir siswa quitter dalam menyelesaikan masalah SPLDV. Pertama, dilakukan tes ARP (Adversity Response Profile) untuk mengetahui tipe adversity quotient dari masing-masing siswa. Selanjutnya, dipilih siswa dengan tipe quitter. Siswa diberikan tugas pemecahan masalah SPLDV dan wawancara berbasis tugas. Dalam pemecahan masalah ini, digunakan langkah-langkah pemecahan polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai perencanaan, dan memeriksa kembali hasil yang telah diperoleh. Hasilnya, siswa dengan tipe quitter melakukan asimilasi saat memahami masalah dan akomodasi pada langkah menyusun rencana penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai perencanaan, dan memeriksa kembali hasil yang telah diperoleh. Untuk masalah rumit, siswa dengan tipe quitter melakukan asimilasi salah (asimilasi yang memberikan hasil salah) ataupun akomodasi tidak sempurna karena informasi yang dimiliki kurang.
Analisis Kestabilan Model Matematika Pada Penyebaran Penyalahgunaan Napza Dengan Memperhatikan Tipe Rehabilitasi
Reza Umami Khoirunisa';
Tjang Daniel Chandra
KUBIK Vol 6, No 1 (2021): KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/kubik.v6i1.12525
Napza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Napza diciptakan untuk kebutuhan medis dan pengobatan serta memiliki efek yang sangat, sehingga peredarannya diatur oleh pemerintah. Jika napza disalahgunakan akan berakibat buruk terhadap kesehatan karena ketergantungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah melaksanakan program rehabilitasi sebagai upaya pencegahan peningkatan jumlah napza. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis model kestabilan matematika pada penyebaran napza dengan memperhatikan tipe rehabilitasi dan mensimulasikan model berdasarkan data yang diperoleh dari buku Press Release Akhir Tahun 2020 Badan Narkotika Nasional. Model matematika tersebut membagi populasi atas lima kelompok individu. Dari hasil analisa, didapatkan dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas napza dan endemik. Jika nilai Maka titik kesetimbangan bebas napza dikatakan stabil asimtotik lokal, dan jika nilai nilai maka titik ekuilibrium endemik dikatakan stabil asimtotik lokal. Kasus pencarian napza di Indonesia tahun 2020, diperoleh bilangan dasar mengartikan catatan napza tidak lagi menjadi endemik dalam waktu tertentu.
EXPLORING THE EXPLANATION OF PRE-SERVICE TEACHER IN MATHEMATICS TEACHING PRACTICE
Wasilatul Murtafiah;
Cholis Sa'dijah;
Tjang Daniel Chandra;
Susiswo Susiswo;
Abdur Rahman As'ari
Journal on Mathematics Education Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22342/jme.9.2.5388.259-270
This study aims to describe the types of explanations made by pre-service teachers in mathematics learning. In this research, the types of explanations are used to describe the explanatory trends used by pre-service teachers in mathematics teaching. The descriptive qualitative research was chosen in this research. The research subjects are pre-service teacher as the students of Mathematics Education of PGRI Madiun University and Madura University who are studying Field Experience Practice. Of the 105 mathematics student, five students with a cumulative grade achievement of more than 3.50 were observed during the teaching practice at the school for approximately five meetings. The research data was obtained from observation, video recording, and interview. Data analysis was done through data condensation, data presentation, and conclusion/verification focused on pre-service teacher explanation on mathematics learning activity. The research findings indicate that the explanation used by the pre-service teacher in the mathematics learning starting from the most frequently used is the descriptive explanation (51,7%), giving of reason (36,2%) and interpretative (12,1%). Descriptive explanations are used to describe mathematical procedures. The type of reason-giving explanation is used to explain reasons based on mathematical principles. Furthermore, the interpretative explanation is used to explain the concepts and facts of mathematics.