p-Index From 2021 - 2026
6.755
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Jurnal MIPA Wahana Matematika dan Sains Journal on Mathematics Education (JME) Journal on Mathematics Education (JME) AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Kubik JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika PRISMA JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education IndoMath: Indonesia Mathematics Education BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Jurnal Tadris Matematika MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Prima: Jurnal Pendidikan Matematika PEDULI: Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) International Journal of Insights for Mathematics Teaching (IJOIMT) Jurnal Paedagogy Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Journal of Disruptive Learning Innovation (JODLI) Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya Journal of Education for Sustainability and Diversity Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Jurnal Tadris Matematika
Claim Missing Document
Check
Articles

Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Geometri-PISA Melalui Pemetaan Kognitif dan Upaya Mengatasinya dengan Scaffolding Agung Prasetyo Abadi; Subanji Subanji; Tjang Daniel Chandra
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.083 KB) | DOI: 10.30653/003.201731.71

Abstract

This study, thus, has unveiled the students’ difficulties in solving PISA-geometry problems and some efforts to face them through scaffolding. This research use qualitative approach. The student were given the problems of PISA-geometry then 6 student were choosen as the subject of study. The data were got from the results of the students’ work PISA-geometry was conducted, involving: understanding of problems, associating the problems with the concept having been taught especially Pythagorean theorem, calculating multiplication of decimals, simplifying the problems, elaborating the skecth, and deciding strategies of problem solving. Scaffolding conducted by researches is refers to scaffolding Anghilari level 2 (explaining, reviewing and restructuring).
Analisis Kesalahan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Matriks Alifiana Mareta; Cholis Sa'dijah; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kesalahan siswa dalam menyesaikan soal cerita materi matriks sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif karena bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan oleh siswa siswa dalam menyelesaikan masalah. Pada 24 Maret 2021 sebanyak 36 siswa dari kelas XI IPA 6 di SMAN 1 Sampang terlibat dalam penelitian ini, namun dipilih 2 siswa yang akan dianalisis mendalam berdasarkan banyaknya kesalahanan yang dilakukan dalam menyelesaikan instrumen pelacak. Analisis kesalahan dilakukan berdasarkan 1 soal cerita materi matriks. Siswa 1 dan Siswa 2 melakukan kesalahan dalam tiga tahapan, yakni dalam memahami masalah, kesalahan dalam merencanakan penyelesaian masalah dan kesalahan dalam melaksanakan penyelesaian masalah. Berdasarkan dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki banyak kesalahpahaman dalam materi prasyarat akan lebih sering melakukan kesalahan dalam tahapan penyelesaian masalah soal cerita.
Analisis Kestabilan Model Matematika Pada Penyebaran Penyalahgunaan Napza Dengan Memperhatikan Tipe Rehabilitasi Reza Umami Khoirunisa'; Tjang Daniel Chandra
KUBIK Vol 6, No 1 (2021): KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v6i1.12525

Abstract

Napza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Napza diciptakan untuk kebutuhan medis dan pengobatan serta memiliki efek yang sangat, sehingga peredarannya diatur oleh pemerintah. Jika napza disalahgunakan akan berakibat buruk terhadap kesehatan karena ketergantungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah melaksanakan program rehabilitasi sebagai upaya pencegahan peningkatan jumlah napza. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis model kestabilan matematika pada penyebaran napza dengan memperhatikan tipe rehabilitasi dan mensimulasikan model berdasarkan data yang diperoleh dari buku Press Release Akhir Tahun 2020 Badan Narkotika Nasional. Model matematika tersebut membagi populasi atas lima kelompok individu. Dari hasil analisa, didapatkan dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas napza dan endemik. Jika nilai  Maka titik kesetimbangan bebas napza dikatakan stabil asimtotik lokal, dan jika nilai nilai maka titik ekuilibrium endemik dikatakan stabil asimtotik lokal. Kasus pencarian napza di Indonesia tahun 2020, diperoleh bilangan dasar mengartikan catatan napza tidak lagi menjadi endemik dalam waktu tertentu.
Imitasi Dalam Komunikasi Matematis Siswa Untuk Menyelesaikan Masalah Matematika Andika Setyo Budi Lestari; Toto Nusantara; Susiswo Susiswo; Tjang Daniel Chandra
IndoMath: Indonesia Mathematics Education Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.2 KB) | DOI: 10.30738/indomath.v2i2.4681

Abstract

Imitation-related studies have been widely studied in children with autism, infants and young children. Imitation in the learning process is inseparable. The study of imitation in adults and school-aged children is still rarely studied, so the researcher was interested in conducting imitation-related research in mathematical communication in junior high school learners of class VII in one of the public schools in Bangil, Pasuruan, Indonesia. The type of the research was a qualitative research. The main instrument in this study was the researcher herself. The data sources in research were in the form of learner works, interview recordings, and field notes. The results showed that junior high school learners of class VII who became the subject of this research in communicating the completion of mathematical problems in doing an imitation towards elementary school teachers (primary school).The finding in this study was that personal closeness truly affects the imitations made by students in solving mathematical problems.
Proses Pemecahan Masalah Trigonometri Berdasarkan Teori John Dewey Ditinjau dari Gaya Kognitif Rachmalia Vinda Kusuma; Erry Hidayanto; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1403

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pemecahan masalah trigonometri berdasarkan teori John Dewey ditinjau dari gaya kognitif field independent dan field dependent. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas X AKl 3 dan X AKl 4 di SMK Negeri 2 Tuban dengan 4 subjek. Data diperoleh melalui tes tulis dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan 4 tahapan yakni transkrip data verbal, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pemecahan masalah trigonometri siswa dengan gaya kognitif field independent (FI) memenuhi lima tahapan dari Teori John Dewey; dan 2) Proses pemecahan masalah trigonometri siswa dengan gaya kognitif field dependent (FD) belum memenuhi lima tahapan dari Teori John Dewey khususnya pada tahap ketiga yakni pengumpulan beberapa solusi dan tahap kelima yakni menguji atau mengevaluasi solusi.
Koneksi Matematis Siswa Bergaya Kognitif Field-Independent Pada Pemecahan Masalah Aziz Rizky Muhdiyanto; Erry Hidayanto; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i3.1724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses koneksi matematis siswa kelas XI SMA bergaya kognitif Field-Independent pada pemecahan masalah turunan fungsi aljabar. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen Group Embedded Figure Test digunakan dalam memilih dua subjek penelitian, yaitu dua siswa bergaya kognitif Field-Independent. Data penelitian diperoleh dari hasil tes koneksi matematis dan wawancara yang dilakukan pada waktu yang berbeda. Kredibilitas data diperoleh dari triangulasi metode pengumpulan data yaitu tes koneksi matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa bergaya kognitif Field-Independent melakukan aktivitas koneksi pada proses pemecahan masalah, yaitu mengidentifikasi informasi secara detail, mengomunikasikan informasi dengan kalimatnya sendiri, dan menghubungkan pengetahuan matematika yang telah dipahami sebelumnya dalam pemecahan masalah. Siswa mampu mengaplikasikan konsep turunan fungsi dalam menentukan nilai optimum fungsi namun tidak memahami koneksi antara konsep turunan fungsi dan kemiringan garis lurus. Aktivitas koneksi matematis berupa menginterpretasikan jawaban belum ditunjukkan siswa pada tahap memeriksa kembali jawaban.
Students' Mathematical Representation in Solving Exponential Function Nurul Audhifa Utami; Cholis Sa'dijah; Tjang Daniel Chandra
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.963 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6166

Abstract

One of the important abilities that students need to master when learning mathematics is mathematical representation. This ability will improve students' understanding of concepts, principles and procedures in solving mathematical problems. But in reality, many students have difficulty in conveying their ideas to solve mathematical problems and this has an impact on students' mathematical representation. This research aims to describe the low mathematical representation of students and the factors that caused this. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. Based on this research, it is known that 66.67% of class X MIPA VII students at SMA Negeri 1 Ampek Angkek have low mathematical representation in solving exponential function problems. These results show that students' representation is still low due to difficulty writing down question solving ideas to the use of incorrect settlement intuition. Salah satu kemampuan penting yang perlu dikuasai siswa saat pembelajaran matematika adalah representasi matematis. Kemampuan ini akan meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep, prinsip dan prosedur dalam menyelesaikan masalah matematis. Namun kenyataannya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam menyampaikan ide-idenya untuk menyelesaikan masalah matematika dan hal tersebut berdampak pada representasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis siswa yang rendah serta faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa sebanyak 66,67% siswa kelas X MIPA VII di SMA Negeri 1 Ampek Angkek memiliki representasi matematis yang rendah dalam menyelesaikan masalah fungsi eksponensial. Hasil ini menunjukkan bahwa representasi siswa yang masih rendah yang diakibatkan oleh kesulitan menuliskan ide penyelesaian soal hingga penggunaan intuisi penyelesaian yang salah.
Proses Pemodelan Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Program Linear Zida Amalia; Sudirman Sudirman; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2675

Abstract

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah di berbagai negara termasuk Indonesia, menghadapi kesulitan utama dalam memecahkan masalah soal cerita, terutama dalam topik aljabar ketika proses matematisasi. Proses ini salah satunya melibatkan pemodelan matematis. Berdasarkan permasalahan pemodelan matematis tersebut, perlu dikaji untuk mengetahui bagaimana proses membangun model matematika dengan langkah-langkah yang tepat agar dapat mencapai hasil yang optimal saat memecahkan masalah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana proses siswa memodelkan matematika dalam memecahkan masalah program linear. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah 3 siswa SMA dengan hasil jawaban berbeda ketika melakukan pemodelan matematis dalam memecahkan masalah program linear. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar tes masalah program linear dan pedoman wawancara. Langkah pemodelan memecahkan masalah program linear pada penelitian ini yaitu mengidentifikasi variabel keputusan, mengonstruksi fungsi kendala dan fungsi tujuan, memverifikasi fungsi kendala dan fungsi tujuan yang telah dibuat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan melakukan seluruhnya atau belum seluruhnya langkah yang digunakan. Langkah mengidentifikasi variabel keputusan dilakukan oleh ketiga subjek, langkah mengonstruksi fungsi kendala dan fungsi tujuan dilakukan oleh dua subjek sedangkan langkah memverifikasi fungsi kendala dan fungsi tujuan hanya dilakukan oleh satu subjek.
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi Ditinjau dari Efikasi Diri Laurentcia Noviafta Widya; Cholis Sa'dijah; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Paedagogy Vol 10, No 4: Jurnal Paedagogy (October 2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v10i4.9170

Abstract

This research analyzes students' critical thinking abilities in solving Minimum Competency Assessment (AKM) questions by reviewing students' mathematical self-efficacy. This research used a descriptive method with a qualitative approach. The research subjects were 52 class VIII students at SMPK Mardi Wiyata Malang. This research instrument used AKM test sheets and mathematical self-efficacy questionnaires, which are then analyzed using an interactive model. This research showed that students with low self-efficacy abilities fulfill the indicators of interpretation, inference, evaluation, and explanation. Meanwhile, students with moderate self-efficacy fulfill the indicators of interpretation, inference, evaluation, explanation, and self-regulation. Students with high self-efficacy fulfill all indicators of critical thinking, namely interpretation, analysis, inference, evaluation, explanation, and self-regulation.
Analisis Peningkatan Level Berpikir Geometri Mahasiswa Berdasarkan Teori Van Hiele dengan Pendekatan Konstruktivisme Aini Renanda; Abd. Qohar; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Tadris Matematika Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2023.6.1.101-114

Abstract

The provision of problem-solving, analytical, systematic, critical, and creative skills is important to improve human resources that can be obtained from learning mathematics. Geometry is a field of mathematics that aims to develop logical thinking skills, develop spatial intuition, and interpret mathematical arguments. Several studies show that students' understanding of geometry material is still at a low level, so it is necessary to develop or improve the geometry learning process. The purpose of this study is to describe the increase in students' geometric thinking levels based on Van Hiele's theory with a constructivism approach. The method used in this research is descriptive qualitative with data analysis techniques using the Miles & Huberman model in the form of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that before the learning process using a constructivist approach, students' geometric thinking skills were at levels 1 to 3 or the analysis stage to a formal deduction with the average being at the informal deduction and pre-formal deduction stages. Meanwhile, after the learning process using a constructivist approach was carried out, geometric thinking skills increased at levels 2 to 4 or the informal deduction stage to the rigor with an average increase in the formal deduction stage.
Co-Authors Abadyo Abadyo Abdur Rahman As’ari Achmad Faruq Achmad Faruq, Achmad Adika Setyo Budi Lestari Agung Prasetyo Abadi Agustin, Nana Maulidah Aini Renanda Alifiana Mareta Andika Setyo Budi Lestari Anis Suraida Safitri Anita Dwi Septian Anita, Yuli Aprilia Dwi Mayangsari Arlina Trie Cahyono Atmaja, Muhammad Galih Aziz Rizky Muhdiyanto Azzahra, Rachel Aura Baehaqi, Mohammad Romdhon Cesaria, Ana Apsari Cholis Sadijah, Cholis Cholis Sa’dijah Dahliatul Hasanah Denis Eka Cahyani Dwi Hidayanti, Dwi Dwi Roudhotillah Dwiyana Dwiyana Edy Bambang Irawan Erry Hidayanto Fadhila Kartika Sari Farabi, Muhammad Al Fauzan, Hakmi Rais Fauziyyah Alimuddin Ferdiansyah, Hanief Febry Fidia Lestariningsih Hery Susanto Hery Susanto I Made Sulandra I Nengah Parta Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Rahayu Sintiya Dewi Indrani Eka Prastya Zahroh Indrawatiningsih, Nonik Ipung Yuwono Ipung Yuwono, Ipung Kamaliyah Kadir Kridha Pusawidjayanti Lathiful Anwar Laurentcia Noviafta Widya Lestari, Andika Setyo Budi Makbul Muksar Marini Marini Maughfiroh Firdausi, Unzil Muhammad Galih Atmaja Mukhammad Solikhin Mustaghisa, Agis Nana Maulidah Agustin Nathasa Pramudita Irianti Nathasa Pramudita Irianti, Nathasa Pramudita Ningsih, Nova Widia Nunung Nurjanah Nur Roudlotul Jannah Nuratiqoh, Nuratiqoh Nurul Audhifa Utami Permata, Gloria Indah Permatasari, Putri Intan Pradina Parameswari Purwanto Purwanto Purwosetiyono, Fransiskus Xaverius Didik Putri, Agesta Ameliya Putu Evi Paramithasari Wardana Qohar, Abd. Rachmalia Vinda Kusuma Rahmadani, Desi Ramdhan Fazrianto Suwarman Rani Martalisa Taorina Reza Umami Khoirunisa' Rianti Mandasari Rizka Zulvana Wardhani Roudhotillah, Dwi Rustanto Rahardi Saddam Hussen Safikurrohman, Achmad Saputri, Risma Rintias Sari, Feti Eka Ratna Sisworo Sri Mulyati Sri Mulyati Subanji Subanji Susilawati Susilawati Susiswo Swasono Rahardjo Syaiful Hamzah Nasution Thomas Soseco Toto Nusantara Varetha Lisarani Vita Kusumasari Wahyu Arianto Wasilatul Murtafiah Widya, Laurentcia Noviafta Yuniar Ika Putri Pranyata Zahroh, Indrani Eka Prastya Zida Amalia