p-Index From 2021 - 2026
5.689
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal MIPA Wahana Matematika dan Sains Jurnal Pendidikan Sains Journal on Mathematics Education (JME) Journal on Mathematics Education (JME) AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Kubik JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika PRISMA JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education IndoMath: Indonesia Mathematics Education BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Jurnal Tadris Matematika MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika PEDULI: Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat International Journal of Insights for Mathematics Teaching (IJOIMT) Jurnal Paedagogy KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Journal of Disruptive Learning Innovation (JODLI) Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya Journal of Education for Sustainability and Diversity Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Jurnal Tadris Matematika
Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) Marini Marini; Abdur Rahman As’ari; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 4: April, 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.964 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i4.8755

Abstract

The purpose of this study is to describe the learning process with the approach of Realistic Mathematics Education (RME), which can increase the motivation to learn mathematics student in materials Systems of Linear Equations in Two Variables on VIII-C students of SMP IT Ash-Shadhili. This research was a Classroom Action Research consisting of four stages, namely planning, action, observation and reflection. In the RME approach, teachers initiate learning by giving realistic problems. Students are asked to understand the problem and then solve it by discussing based on their knowledge and experience on teacher guidance. Students are then asked to discuss and compare answers through presentation activities during class discussions. Teachers motivate students to ask questions, give feedback or feedback. At the end of the learning the students are given the opportunity to deduce the material they have learned. The results showed that the RME approach learning can increase student motivation. This was proven by the percentage of observation results of students' learning motivation classically reached 83.33%, while the average percentage of observation results every meeting of two observers reached 80.37% in either category.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel di kelas VIII-C SMP IT Asy-Syadzili. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pada pendekatan RME, guru mengawali pembelajaran dengan memberikan masalah realistik. Siswa diminta untuk memahami masalah kemudian menyelesaikannya dengan cara berdiskusi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka atas bimbingan guru. Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan dan membandingkan jawaban melalui kegiatan presentasi pada saat diskusi kelas. Guru memotivasi siswa untuk berani bertanya, memberikan masukan atau tanggapan. Diakhir pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan RME dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan persentase hasil observasi motivasi belajar siswa secara klasikal mencapai 83,33%, sedangkan rata-rata persentase hasil observasi setiap pertemuan dari dua orang observer mencapai 80,37% pada kategori baik.
Pelaksanaan Scaffolding untuk Mengatasi Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah PtLSV Pradina Parameswari; Tjang Daniel Chandra; Susiswo Susiswo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 5: MEI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.849 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i5.11091

Abstract

Abstract: The activity of finding answers to mathematics problems is not easy. Most of MTs Attaraqqie Malang’s students have difficulties when solve PtLSV problems. Students can’t transform narrative texts to mathematics sentence so that they are hard to find the right answer. Therefore, the researchers do a study that aims to describe the form of student difficulties in solving PtLSV problems and the implementation of scaffolding. This research is a qualitative-descriptive research. The research was conducted in MTs Attaraqqie Malang which was attended by 28 students of class VII. The PtLSV problem is given as many as three items. Three research subjects were selected from diagnostic tests, interviews, and mathematics teacher suggestions. The results showed that students: (1) difficulty of understanding the problem (can’t write down the information that was known and asked the question correctly) so assisted by scaffolding level 2 explaining and reviewing; (2) difficulty of devising a plan (can not determine the initial step and the right concept in solving the problem) and assisted by scaffolding level 1 environmental provision and level 2 reviewing; (3) difficulty of carrying out the plan (unable writing mathematical model according to the problem, not using the correct concept, and can not do systematic calculation so that the final result obtained is wrong) and assisted by scaffolding level 2 that is reviewing and restructuring and level 3 is developing conceptual thinking; (4) difficulty of looking back (not checking the truth of answers and difficult to interpreting answers) and assisted by scaffolding level 2 reviewing and level 3 developing conceptual thinking.Abstrak: Kegiatan menemukan jawaban dari permasalahan matematika tidaklah mudah. Sebagian besar siswa MTs Attaraqqie Malang kesulitan ketika menyelesaikan masalah PtLSV. Siswa tidak dapat mengubah teks naratif ke bentuk kalimat matematika sehingga mereka kesulitan untuk menemukan jawaban benar. Oleh sebab itu, peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah PtLSV dan pelaksanaan scaffoldingnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif. Penelitian dilaksanakan di MTs Attaraqqie Malang yang diikuti oleh 28 siswa kelas VII. Masalah PtLSV diberikan sebanyak tiga item. Tiga subjek penelitian dipilih dari tes diagnostik, wawancara, dan saran guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa (1) kesulitan memahami masalah (tidak dapat menuliskan informasi yang diketahui dan yang ditanyakan pada soal dengan benar) sehingga dibantu dengan scaffolding level 2 yaitu explaining dan reviewing; (2) kesulitan menyusun rencana (tidak dapat menentukan langkah awal dan konsep yang tepat dalam menyelesaikan masalah) dan dibantu dengan scaffolding level 1 environmental provision dan level 2 reviewing; (3) kesulitan melaksanakan rencana (tidak menuliskan model matematika yang sesuai masalah, tidak menggunakan konsep yang benar, dan tidak dapat melakukan perhitungan yang sistematis sehingga hasil akhir yang diperoleh salah) sehingga diatasi dengan scaffolding level 2, yaitu reviewing dan restructuring serta level 3, yaitu developing conceptual thinking; (4) kesulitan memeriksa kembali (tidak mengecek kebenaran jawaban dan kesulitan menginterpretasi jawaban) dibantu dengan scaffolding level 2 reviewing dan level 3 yaitu developing conceptual thinking.
Kemampuan Komunikasi Matematis Tulis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Rianti Mandasari; Tjang Daniel Chandra; Dwiyana Dwiyana
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 7: JULI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.462 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i7.11267

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe students writing mathematical communication of high-ability (ST), medium (SS), low (SR) in solving problem. The research data was obtained by analyzing the answer sheets of three subjects based on writing mathematical communication indicators. The result of this research are, (1) ST can write what is known and asked, construct Venn diagram and do the calculation correctly, (2) SS can write what is known and asked, construct Venn diagram and do the calculation of problem 2 correctly, but on problem 3 SS still make any mistake on constructing Venn diagram and doing the calculation, (3) SR can write what is known and asked, but SR has not made Venn diagram and done the calculation appropriately.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan komunikasi matematis tulis siswa berkemampuan tinggi (ST), sedang (SS), rendah (SR) dalam menyelesaikan masalah. Data penelitian diperoleh dari analisis lembar jawaban tiga subjek dianalisis berdasarkan indikator komunikasi matematis tulis. Hasil penelitian adalah, (1) ST dapat menuliskan apa yang diketahui dan ditanya, membuat diagram Venn dan melakukan perhitungan dengan tepat, (2) SS dapat menuliskan apa yang diketahui dan ditanya, membuat diagram Venn dan melakukan perhitungan pada masalah 2 dengan tepat, namun pada masalah 3 SS masih melakukan kesalahan dalam membuat diagram Venn dan perhitungan, (3) SR dapat menuliskan apa yang diketahui dan ditanya, tetapi SR belum membuat diagram Venn dan melakukan perhitungan dengan tepat.
Penerapan Langkah-langkah Pembelajaran Van Hiele Berbantuan Media Manipulatif sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Segiempat Siswa Kamaliyah Kadir; Sri Mulyati; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 1: JANUARI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.82 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i1.10434

Abstract

This study is a classroom action research which aim to describe the phases of van Hiele learning aided by manipulative that can improve seventh grade student’s conceptual understanding of quadrilateral in SMP Negeri 2 Sampit. The study was conducted in two cycles with the result of the study showed an improving student’s conceptual understanding of quadrilateral in each cycle. The phases of van Hiele learning are (1) information: through doing answer and question, the researcher checked the previous materials, the research provided informations about the purpose of the learning by powerpoint, (2) guided orientation: the researcher asked students to disscuss with their groups to solve the worksheet, in this activity, the students used manipulative media to understand the concept, (3) explicitation: the teacher asked students to describe the reason in solving the problems in the worksheet, (4) free orientation: the research given the the complex problems in the worksheet according the materials, (5) integration: the teacher provided opportunities for students to present their result of discussion and make conclusion.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk menggambarkan langkah-langkah pembelajaran van Hiele dengan bantuan media manipulatif yang dapat meningkatkan pemahaman konsep segiempat siswa kelas VII H di SMP Negeri 2 Sampit. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman konsep segiempat siswa setiap siklusnya. Tahap-tahap pembelajaran van Hiele yang dilakukan yaitu (1) informasi: melalui tanya jawab peneliti mengecek materi prasyarat siswa, memberikan informasi melalui tayangan slide powerpoint berupa tujuan pembelajaran, (2) orientasi terarah: peneliti memberikan kesempatan siswa untuk berdiskusi menyelesaikan LKK, dalam tahap ini siswa menggunakan media manipulatif untuk memahami konsep (3) uraian: peneliti meminta siswa untuk menguraikan alasan-alasan yang tepat di dalam menyelesaikan kegiatan dalam LKK dan menjawab soal-soal pada LKK,  (4) orientasi bebas peneliti memberikan soal yang menantang berkaitan dengan materi, (5) integrasi: guru memberi kesempatan siswa untuk menyampaikan hasil diskusi dan membuat kesimpulan.
Kesalahan Representasi Siswa dengan Kemampuan MatematikaTinggi dalam Menyelesaikan Masalah Perbandingan Muhammad Galih Atmaja; Tjang Daniel Chandra; Swasono Rahardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 4: APRIL 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i4.13401

Abstract

Abstract: This study aims to describe the misrepresentation of students with high mathematical ability in solving comparative problems. This type of research is descriptive research. The subjects in this study were one grade VIII J student at SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung. In this study, data collection techniques used were tests to solve problems of comparison and interviews with students. Comparative test sheets and interview guidelines were used as instruments in this study. The results of this study are students with high mathematical ability to make visual and verbal representational errors at the step of understanding a problem. At the step of devising a plan, carrying out the plan and looking back the symbol representation error.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kesalahan representasi siswa berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan masalah perbandingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah satu siswa kelas VIII J di SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes menyelesaikan masalah perbandingan dan wawancara dengan siswa. Lembar tes soal perbandingan dan pedoman wawancara digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah siswa yang berkemampuan matematika tinggi melakukan kesalahan representasi visual dan verbal pada tahap memahami masalah. Pada tahap merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali melakukan kesalahan representasi simbol.
Analisis kestabilan model penyebaran penyakit tuberkulosis dengan menggunakan mseitr Dwi Roudhotillah; Tjang Daniel Chandra
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.491 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i2.34503

Abstract

Penyakit Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang bernama Mycrobacterium tuberculosis dengan media penularan melalui udara. Hal ini terjadi ketika seorang invidu tengah menghirup bakteri dari penderita yang sedang batuk, bersin, berbicara atau meludah Kasus Tuberkulosis di Indonesia per 17 Mei 2018 sebanyak 420.994 kasus. Tiga provinsi yang menjadi penyumbang terbanyak kasus Tuberkulosis adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa tengah sebesar 44%  dari seluruh kasus. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis kasus penyebaran penyakit Tuberkulosis di Jawa Timur dengan menggunakan model MSEITR dan mensimulasikan model yang dihasilkan dengan menggunakan data yang didapatkan dari Data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018 di Provinsi Jawa Timur. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu mencari titik equilibrium, manganalisa kestabilan dari titik equilibrium, menghitung bilangan reproduksi dasar  , dan mendapatkan hasil simulasi model MSEITR dengan Maple17. Menurut hasil analisa yang telah dilakukan, terdapat dua titik equilibrium berupa titik equilibrium bebas penyakit, dan titik equilibrium endemik. Apabila bilangan reproduksi dasar  maka disimpulkan bahwa titik equilibrium bebas penyakit dalam keadaan stabil asimtotik lokal, apabila  maka disimpulkan bahwa titik equilibrium endemik dalam keadaan stabil asimtotik lokal. Berdasarkan data kasus penyebaran penyakit Tuberkulosis di Jawa Timur telah diperoleh bilangan reproduksi dasar . Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyakit Tuberkulosis di Jawa Timur tidak akan menjadai endemik dengan menggunakan model MSEITR.Kata-kata kunci: MSEITR; Tuberkulosis; Bilangan Reproduksi Dasar
Condition of Students' Mathematical Reasoning Abilities Based on Their Ability to Argue Arlina Trie Cahyono; Susiswo Susiswo; Tjang Daniel Chandra
Journal of Disruptive Learning Innovation (JODLI) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.128 KB) | DOI: 10.17977/um072v2i22021p98-112

Abstract

This study aims to reveal the condition of students' reasoning abilities based on the way students argue. This research uses a qualitative-descriptive approach. The subjects in this study were 3 students of junior high school with high reasoning abilities and 3 students with low reasoning abilities who viewed the reasoning ability scores when providing problem solving solutions on the written test. The data obtained in this study were in the form of students' written test scores and the results of student interviews. Interviews were conducted to bring up students 'ability to argue that describe and reveal the condition of students' reasoning abilities in the process of solving problems. The results of students 'arguments are analyzed and adjusted to the model of StephenToulmin's argument which reveals that there are 6 components of the argumentation to show the seriousness of students in arguing in order to obtain valid argument results to assess students' reasoning abilities. The arguments from students succeeded in uncovering 4 conditions that describe the conditions of students' mathematical reasoning abilities. These conditions are: 1) Students who show high reasoning ability in written tests and are able to show their reasoning process in the arguments that are brought up, 2) Students who show low reasoning abilities in written tests but are able to show their reasoning processes in the arguments that are brought up, 3) Students which shows a high reasoning ability in a written test but have not been able to demonstrate the reasoning process in the arguments that are brought up, and 4) Students who show a low reasoning ability in a written test and have not been able to demonstrate their reasoning process in the arguments that are brought up.
Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Geometri-PISA Melalui Pemetaan Kognitif dan Upaya Mengatasinya dengan Scaffolding Agung Prasetyo Abadi; Subanji Subanji; Tjang Daniel Chandra
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.083 KB) | DOI: 10.30653/003.201731.71

Abstract

This study, thus, has unveiled the students’ difficulties in solving PISA-geometry problems and some efforts to face them through scaffolding. This research use qualitative approach. The student were given the problems of PISA-geometry then 6 student were choosen as the subject of study. The data were got from the results of the students’ work PISA-geometry was conducted, involving: understanding of problems, associating the problems with the concept having been taught especially Pythagorean theorem, calculating multiplication of decimals, simplifying the problems, elaborating the skecth, and deciding strategies of problem solving. Scaffolding conducted by researches is refers to scaffolding Anghilari level 2 (explaining, reviewing and restructuring).
Analisis Kesalahan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Matriks Alifiana Mareta; Cholis Sa'dijah; Tjang Daniel Chandra
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kesalahan siswa dalam menyesaikan soal cerita materi matriks sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif karena bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan oleh siswa siswa dalam menyelesaikan masalah. Pada 24 Maret 2021 sebanyak 36 siswa dari kelas XI IPA 6 di SMAN 1 Sampang terlibat dalam penelitian ini, namun dipilih 2 siswa yang akan dianalisis mendalam berdasarkan banyaknya kesalahanan yang dilakukan dalam menyelesaikan instrumen pelacak. Analisis kesalahan dilakukan berdasarkan 1 soal cerita materi matriks. Siswa 1 dan Siswa 2 melakukan kesalahan dalam tiga tahapan, yakni dalam memahami masalah, kesalahan dalam merencanakan penyelesaian masalah dan kesalahan dalam melaksanakan penyelesaian masalah. Berdasarkan dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki banyak kesalahpahaman dalam materi prasyarat akan lebih sering melakukan kesalahan dalam tahapan penyelesaian masalah soal cerita.
Analisis Kestabilan Model Matematika Pada Penyebaran Penyalahgunaan Napza Dengan Memperhatikan Tipe Rehabilitasi Reza Umami Khoirunisa'; Tjang Daniel Chandra
KUBIK Vol 6, No 1 (2021): KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v6i1.12525

Abstract

Napza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Napza diciptakan untuk kebutuhan medis dan pengobatan serta memiliki efek yang sangat, sehingga peredarannya diatur oleh pemerintah. Jika napza disalahgunakan akan berakibat buruk terhadap kesehatan karena ketergantungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah melaksanakan program rehabilitasi sebagai upaya pencegahan peningkatan jumlah napza. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis model kestabilan matematika pada penyebaran napza dengan memperhatikan tipe rehabilitasi dan mensimulasikan model berdasarkan data yang diperoleh dari buku Press Release Akhir Tahun 2020 Badan Narkotika Nasional. Model matematika tersebut membagi populasi atas lima kelompok individu. Dari hasil analisa, didapatkan dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas napza dan endemik. Jika nilai  Maka titik kesetimbangan bebas napza dikatakan stabil asimtotik lokal, dan jika nilai nilai maka titik ekuilibrium endemik dikatakan stabil asimtotik lokal. Kasus pencarian napza di Indonesia tahun 2020, diperoleh bilangan dasar mengartikan catatan napza tidak lagi menjadi endemik dalam waktu tertentu.
Co-Authors Abadyo Abadyo Abdur Rahman As’ari Achmad Faruq Achmad Faruq, Achmad Adika Setyo Budi Lestari Agung Prasetyo Abadi Agustin, Nana Maulidah Aini Renanda Alifiana Mareta Andika Setyo Budi Lestari Anis Suraida Safitri Anita Dwi Septian Anita, Yuli Arlina Trie Cahyono Atmaja, Muhammad Galih Aziz Rizky Muhdiyanto Baehaqi, Mohammad Romdhon Cholis Sadijah, Cholis Cholis Sa’dijah Dahliatul Hasanah Dwi Hidayanti, Dwi Dwi Roudhotillah Dwiyana Dwiyana Edy Bambang Irawan Erry Hidayanto Fadhila Kartika Sari Fauzan, Hakmi Rais Fauziyyah Alimuddin Ferdiansyah, Hanief Febry Fidia Lestariningsih Hery Susanto Hery Susanto I Made Sulandra I Nengah Parta Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Rahayu Sintiya Dewi Indrawatiningsih, Nonik Ipung Yuwono Ipung Yuwono, Ipung Kamaliyah Kadir Kridha Pusawidjayanti Lathiful Anwar Laurentcia Noviafta Widya Lestari, Andika Setyo Budi Makbul Muksar Marini Marini Maughfiroh Firdausi, Unzil Mayangsari, Aprilia Dwi Muhammad Galih Atmaja Mukhammad Solikhin Mustaghisa, Agis Nana Maulidah Agustin Nathasa Pramudita Irianti Nathasa Pramudita Irianti, Nathasa Pramudita Nunung Nurjanah Nuratiqoh, Nuratiqoh Nurul Audhifa Utami Permata, Gloria Indah Permatasari, Putri Intan Pradina Parameswari Purwanto Purwanto Purwosetiyono, Fransiskus Xaverius Didik Putri, Agesta Ameliya Putu Evi Paramithasari Wardana Qohar, Abd. Rachmalia Vinda Kusuma Rahmadani, Desi Rani Martalisa Taorina Renanda, Aini Reza Umami Khoirunisa' Rianti Mandasari Rizka Zulvana Wardhani Roudhotillah, Dwi Rustanto Rahardi Saddam Hussen Saputri, Risma Rintias Sari, Feti Eka Ratna Sisworo Sri Mulyati Sri Mulyati Subanji Subanji Susilawati Susilawati Susiswo Swasono Rahardjo Syaiful Hamzah Nasution Thomas Soseco Toto Nusantara Varetha Lisarani Vita Kusumasari Wasilatul Murtafiah Widya, Laurentcia Noviafta Zahroh, Indrani Eka Prastya Zida Amalia