Claim Missing Document
Check
Articles

Model L – EARN dalam Analisis Kebijakan Merdeka Belajar Sebagai Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Siti Hajar Nurhasanah; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana Sulistiyana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Merdeka Belajar policy was launched to improve the quality of education by strengthening school autonomy and providing flexibility in the learning process. However, its implementation still faces several challenges, particularly regarding human resource readiness, capacity disparities between schools, and weak policy analysis at the school level. This study analyzes the implementation of the Merdeka Belajar policy using the L-EARN (Listen, Empathize, Analyze, Recommend, Navigate) Model as a framework. The method used was an Integrative Literature Review (ILR) by reviewing various leading international journal articles and national education policy documents. Data analysis was conducted through four stages: content analysis, thematic mapping, conceptual model development, and contextual analysis. The results show that the main challenges in implementing this policy include limited teacher capacity, low levels of data literacy in schools, and suboptimal instructional leadership. The use of the L-EARN Model helps identify gaps between regulations and learning practices and provides a more contextual and sustainable direction for policy improvement. The conclusions of this study indicate that the implementation of Merdeka Belajar requires an adaptive, participatory, and sustainable policy learning process to truly drive improvements in education quality. Keywords: Independent Learning; education policy analysis; L–EARN Model; education quality Abstrak: Kebijakan Merdeka Belajar dicanangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperkuat otonomi sekolah serta memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Meski demikian, pelaksanaannya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama menyangkut kesiapan sumber daya manusia, ketimpangan kapasitas antar sekolah, dan lemahnya analisis kebijakan di tingkat sekolah. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan Merdeka Belajar dengan menggunakan Model L–EARN (Listen, Empathize, Analyze, Recommend, Navigate) sebagai kerangka berpikir. Metode yang digunakan berupa Integrative Literature Review (ILR) dengan mengkaji berbagai artikel jurnal internasional terkemuka dan dokumen kebijakan pendidikan nasional. Analisis data dilakukan melalui empat tahapan: analisis konten, pemetaan tematik, pengembangan model konseptual, dan analisis kontekstual. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tantangan utama dalam implementasi kebijakan ini antara lain keterbatasan kapasitas guru, rendahnya tingkat literasi data di sekolah, dan belum optimalnya kepemimpinan pembelajaran. Penggunaan Model L–EARN membantu mengidentifikasi kesenjangan antara regulasi dan praktik pembelajaran serta memberikan arah perbaikan kebijakan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Merdeka Belajar membutuhkan proses pembelajaran kebijakan yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan untuk benar-benar mendorong peningkatan mutu pendidikan. Kata kunci: Merdeka Belajar; analisis kebijakan pendidikan; Model L–EARN; mutu pendidikan
Kepemimpinan Transformasional dan Iklim Organisasi sebagai Determinan Prestasi Kerja Guru: Peran Mediasi Motivasi Berprestasi Abdi Oriza; Ahmad Suriansyah; Metroyadi Metroyadi
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 8, No 01 (2026): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v8i01.19033

Abstract

This study aims to examine transformational leadership and organizational climate as determinants of teachers’ job performance, with achievement motivation positioned as a mediating variable. A quantitative explanatory design employing path analysis was used to test the proposed structural model. The sample consisted of 165 civil servant teachers from 26 public elementary schools in Central Banjarmasin District, selected through proportionate random sampling. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire that met established validity and reliability criteria. The findings indicate that transformational leadership and organizational climate have positive and significant direct effects on teachers’ job performance. Transformational leadership also significantly influences achievement motivation, whereas organizational climate does not show a significant effect on achievement motivation. Mediation analysis reveals that achievement motivation partially mediates the relationship between transformational leadership and teachers’ job performance but does not mediate the relationship between organizational climate and job performance. The structural model explains 73.1% of the variance in teachers’ job performance. These findings highlight the importance of integrating transformational leadership practices with strategies that strengthen teachers’ achievement motivation as a key psychological mechanism for improving professional performance.
Planning Model for Early Childhood Education (Pendidikan Anak Usia Dini/PAUD) and Non-Formal Education Based on National Standards Through Regional Needs Analysis in Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan Ambo Sakka; Ahmad Suriansyah; Hasnah Hasnah
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 2 May (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i2.937

Abstract

Purpose: This study mapped PAUD compliance with the eight National Education Standards (SNP) in Tanah Bumbu Regency and developed an evidence-based planning framework for improving institutional quality toward National Standard School status. Methods: A quantitative descriptive-analytical survey was conducted across 325 PAUD units in 12 sub-districts. Stratified purposive sampling yielded 36 nominated schools subjected to four data streams: (1) an 80-item SNP self-assessment instrument (score range 80–400); (2) Academic Ability Tests (TKA) across audio, visual, and kinesthetic domains; (3) direct Facilities and Infrastructure (SAPRAS) observation; and (4) BAN-PDM accreditation records. Weighted aggregation based on Rasch Model logit person measures (Winsteps) produced a psychometrically calibrated institutional ranking. Findings: Average SNP compliance was approximately 65.5%. The three lowest-performing standards were Facilities and Infrastructure (50%), Educator and Education Personnel (55%), and Graduate Competency (60%). Cluster analysis yielded three institutional categories: Ready, Developing, and Needs Intervention. A three-phase planning framework (2026–2030) projects overall compliance reaching 83–85% under consistent implementation. Research Implications: The gap-based framework offers a replicable model for district-level PAUD planning. Key limitations include potential social desirability bias in self-assessment data, a sampling procedure biased toward higher-performing units, and the absence of longitudinal follow-up. Originality: The study integrates multi-source triangulation with Rasch-based institutional ranking to generate a cluster-differentiated, phased planning framework advancing beyond prior district-level SNP compliance surveys by translating gap profiles directly into measurable, standards-linked KPIs.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN E-LKPD BERBASIS WIZER.ME BAGI MAHASISWA ASISTENSI MENGAJAR PROGRAM STUDI PGSD Celia Cinantya; Ahmad Suriansyah; Aslamiah Aslamiah; Rizky Amelia; Ngadimun Ngadimun; Wahdah Refia Rafianti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.34235

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi digital baik pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Asistensi Mengajar dalam merancang pembelajaran inovatif, sebagai Upaya dalam memenuhi kompetensi pendidik Abad 21. Selain itu, Mahasiswa yang terlibat dalam asistensi mengajar perlu dibekali dengan kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis digital, salah satunya melalui E-LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik). Platform Wizer.Me dipilih karena kemudahan penggunaannya dalam membuat LKPD yang interaktif, menarik, dan mudah diakses. Metode Participatory Action Research (PAR). Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. Subjek kegiatan ini adalah Mahasiswa asistensi mengajar Program Studi PGSD. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta memiliki pengetahuan merancang E-LKPD serta memiliki ketrampilan dalam merancang E-LKPD yang interaktif berbasis aplikasi wizer.me. Hasil pendampingan tersebut terlihat dari evaluasi kegiatan yang menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan adalah 93% dan tingkat keterampilan peserta dalam merancang E-LKPD berbasis wizer.me lebih dari 93%. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pendampingan perancangan model pembelajaran inovatif berjalan dengan sukses dan berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan.
Pengaruh Kompetensi Guru dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Melalui Disiplin Kerja Guru Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Palangka Raya Budi Santoso; Ahmad Suriansyah; Novitawati Novitawati
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teachers' work achievements are a reflection of the responsibility and quality of the implementation of an educator's duties in supporting the success of education. The low performance of teachers at the Palangka Raya City State High School is still a concern, characterized by a lack of involvement in professional activities, a low level of discipline, and work motivation which is mostly external. Teacher performance is not only influenced by one factor, but the result of the interaction of various elements such as competence, motivation, and work discipline. This study was conducted to find out how teacher competence and work motivation affect work performance, both directly and indirectly through work discipline as a mediating variable. This study uses a quantitative approach with a survey method. The population in this study is all public high school teachers in Palangka Raya City, and the sampling technique is carried out proportionally. Data collection was carried out using a Likert scale questionnaire, and data analysis was carried out using path analysis with the help of SPSS version 25. The results of the study show that teacher competence and work motivation have a direct and significant effect on work discipline, as well as directly affect teachers' work performance. Work discipline has been shown to be a mediating variable that strengthens the relationship between competence and motivation to work performance. From the results of this study, it is suggested: (1) teachers need to increase commitment and responsibility through continuous professional development, (2) school principals are expected to create a work climate that supports motivation and discipline, and (3) educational institutions need to design competency strengthening programs that are integrated with strengthening work culture Keywords: Teacher Competence; Work Motivation; Work Discipline; Teacher Work Performance Abstrak: Prestasi kerja guru merupakan pencerminan dari tanggung jawab dan kualitas pelaksanaan tugas seorang pendidik dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Rendahnya prestasi kerja guru di SMA Negeri Kota Palangka Raya masih menjadi perhatian, ditandai dengan minimnya keterlibatan dalam kegiatan profesional, rendahnya tingkat kedisiplinan, serta motivasi kerja yang sebagian besar bersifat eksternal. Kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, melainkan hasil interaksi berbagai elemen seperti kompetensi, motivasi, dan disiplin kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kompetensi guru dan motivasi kerja memengaruhi prestasi kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui disiplin kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya sejumlah 527, dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara proporsional sejumlah 227 guru. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket berskala Likert, dan analisis data menggunakan path analysis dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dan motivasi kerja berpengaruh langsung dan signifikan terhadap disiplin kerja, serta secara langsung memengaruhi prestasi kerja guru. Disiplin kerja terbukti menjadi variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara kompetensi dan motivasi terhadap prestasi kerja. Dari hasil penelitian ini disarankan: (1) guru perlu meningkatkan komitmen dan tanggung jawab melalui pengembangan profesional berkelanjutan, (2) kepala sekolah diharapkan menciptakan iklim kerja yang mendukung motivasi dan disiplin, serta (3) lembaga pendidikan perlu merancang program penguatan kompetensi yang terintegrasi dengan penguatan budaya kerja. Kata kunci: Kompetensi Guru; Motivasi Kerja; Disiplin Kerja; Prestasi Kerja Guru
Manajemen Kurikulum Merdeka (Studi Multi Situs Di SMPN 3 Katingan Hulu dan SMPN 4 Katingan Hulu) Kristian Hengki; Ahmad Suriansyah; Aslamiah Aslamiah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe curriculum management in the implementation of the Merdeka Curriculum through a multi-site study at SMPN 3 and SMPN 4 Katingan Tengah. The focus of the research includes school principals' policies, teacher empowerment, and school partnerships. A qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The findings reveal that both schools successfully implemented the Merdeka Curriculum in an adaptive and contextual manner. School principals acted as instructional leaders, both visionary and facilitative, by encouraging innovation, academic supervision, and collaborative reflection with teachers. Teachers were empowered as primary designers and implementers of learning through training, collaboration, and the development of teaching materials based on local potential. The use of technology and professional learning communities supported ongoing teacher development. Strategic partnerships with various stakeholders, including community leaders, local entrepreneurs, religious institutions, and government agencies, strengthened the curriculum implementation. These collaborations supported contextual learning, character education, and community empowerment within the school environment.The study concludes that the synergy between strong school leadership, empowered teachers, and active partnerships is the key to successful curriculum management based on the Merdeka Curriculum. These findings provide implications for educational policy development, school capacity building, and teacher professional development in regions facing geographical and socio-cultural challenges. Keywords: management, curriculum, merdeka, teacher empowerment, partnership Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kurikulum dalam implementasi Kurikulum Merdeka melalui studi multi situs di SMPN 3 dan SMPN 4 Katingan Tengah. Fokus penelitian mencakup kebijakan kepala sekolah, pemberdayaan guru, dan kemitraan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara adaptif dan kontekstual. Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang visioner dan fasilitator, mendorong inovasi, supervisi akademik, serta refleksi bersama guru. Guru diberdayakan sebagai perancang dan pelaksana utama pembelajaran melalui pelatihan, kolaborasi, serta pengembangan perangkat ajar berbasis potensi lokal. Pemanfaatan teknologi dan komunitas belajar menjadi bagian penting dalam mendukung profesionalisme guru. Kemitraan strategis dengan berbagai pihak, seperti tokoh masyarakat, UMKM, lembaga keagamaan, dan instansi pemerintah, turut memperkuat pelaksanaan kurikulum. Kemitraan ini mendukung pembelajaran kontekstual, pendidikan karakter, dan pemberdayaan komunitas sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara kepemimpinan kepala sekolah, pemberdayaan guru, dan penguatan kemitraan merupakan kunci keberhasilan manajemen kurikulum berbasis Kurikulum Merdeka. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan pendidikan, penguatan kapasitas sekolah, dan pengembangan profesional guru di daerah dengan tantangan geografis dan sosial budaya. Kata kunci: manajemen, kurikulum, kurikulum merdeka, pemberdayaan guru, kemitraan
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi, Lingkungan Kerja dan Semangat Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kontrak Tenaga Kependidikan di Rektorat Universitas Lambung Mangkurat Surya Ramadhani; Ahmad Suriansyah; Aslamiah Aslamiah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effect of information technology utilization, work environment, and work enthusiasm on the performance of educational staff at the Rectorate of Lambung Mangkurat University. This research employs a quantitative approach with a correlational method and path analysis design. The population consisted of 260 educational staff members, and a sample of 158 respondents was selected using proportional random sampling. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability using SPSS software. The results showed that the utilization of information technology had a positive and significant effect on employee performance, with a direct influence coefficient of 0.383. The work environment also had a positive and significant effect on performance, with a direct influence coefficient of 0.304. Work enthusiasm was found to have a positive effect on performance, with a coefficient of 0.327. Furthermore, the utilization of information technology affected work enthusiasm with a coefficient of 0.661, while the work environment affected work enthusiasm with a coefficient of 0.234. The indirect influence of information technology utilization on performance through work enthusiasm was 0.216, and the indirect influence of the work environment through work enthusiasm was 0.076. Based on these findings, it can be concluded that the improvement of educational staff performance at the Rectorate of Lambung Mangkurat University is strongly influenced by the optimal use of information technology, a conducive work environment, and high work enthusiasm. Therefore, the organization needs to strengthen support for technology utilization and create a comfortable work climate to foster employee enthusiasm and achieve optimal performance. Keywords: Early Childhood Education, Educational Facilities, Discipline, Behaviorism, RA Assyifa’ Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi informasi, lingkungan kerja, dan semangat kerja terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan di Rektorat Universitas Lambung Mangkurat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional dan pendekatan path analysis. Populasi penelitian berjumlah 260 orang tenaga kependidikan, dan sebanyak 158 responden dipilih sebagai sampel dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien pengaruh langsung sebesar 0,383. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien pengaruh langsung sebesar 0,304. Semangat kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai dengan koefisien sebesar 0,327. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap semangat kerja dengan koefisien 0,661, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh terhadap semangat kerja dengan koefisien 0,234. Pengaruh tidak langsung pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja melalui semangat kerja sebesar 0,216, dan pengaruh tidak langsung lingkungan kerja melalui semangat kerja sebesar 0,076. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tenaga kependidikan di Rektorat Universitas Lambung Mangkurat sangat dipengaruhi oleh optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, lingkungan kerja yang kondusif, serta semangat kerja yang tinggi. Dengan demikian, organisasi perlu memperkuat dukungan terhadap penggunaan teknologi informasi dan menciptakan iklim kerja yang nyaman untuk mendorong semangat kerja pegawai agar tercapai kinerja yang optimal. Kata kunci: pemanfaatan teknologi informasi, lingkungan kerja, semangat kerja, kinerja pegawai, tenaga kependidikan.
Model Pengembangan Profesional Guru (Studi Multi Situs Di SMA Negeri 1 Palangka Raya Dan Sma Negeri 4 Palangka Raya) Eka Mutmainnah; Ahmad Suriansyah; Aslamiah Aslamiah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher professionalism is a fundamental factor in human resource development, because the quality of education delivered by competent educators contributes directly to the formation of individuals with integrity, knowledge, and adequate skills to face future dynamics and challenges. Based on the results of initial observations, human resource development through teacher professional training is running well through a designed teacher professional development program and transformational leadership roles at SMA Negeri 1 Palangka Raya and SMA Negeri 4 Palangka Raya. This study aims to examine the professional development model that has been carried out at SMA Negeri 1 Palangka Raya and SMA Negeri 4 Palangka Raya. Data collection through interviews, observations and document studies, was analyzed using the Miles & Huberman model through single-site data analysis and cross-site data analysis. The results of the study show that the development strategy designed by this school is effective in responding to the real needs of teachers and providing space for exploration of teaching practices. Teacher involvement appears as a result and condition for the implementation of a meaningful teacher professional development strategy. The results of the study show that transformational leadership has an important role in shaping relevant and adaptive strategies, thus having a direct impact on the success of teacher professional development. This shows that the quality of the principal's leadership, especially in terms of effective communication, appreciation, and support for individual development, is an interrelated factor with the involvement of teachers in the process. It is also recommended that the development of professional teachers be made a sustainable program. This research also opens up space for further research to understand the development of professional teachers in more depth. Keywords: Teacher Professional Development; Teacher Engagement; Instructional Leadership. Abstrak: Profesionalisme guru merupakan faktor fundamental dalam pengembangan sumber daya manusia, karena kualitas pendidikan yang disampaikan oleh tenaga pendidik yang kompeten berkontribusi langsung pada pembentukan individu yang berintegritas, berpengetahuan luas, serta memiliki keterampilan yang memadai untuk menghadapi dinamika dan tantangan masa depan. Berdasarkan hasil observasi awal, pengembangan SDM melalui pelatihan profesional guru yang berjalan dengan baik melalui program pengembangan profesional guru yang dirancang dan peran kepemimpinan transformasional di SMA Negeri 1 Palangka Raya dan SMA Negeri 4 Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah model pengembangan profesional yang sudah dilakukan di SMA Negeri 1 Palangka Raya dan SMA Negeri 4 Palangka Raya. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen, dianalisis menggunakan model Miles & Huberman melalui analisis data satu situs dan analisis data lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang dirancang oleh sekolah ini efektif dalam merespon kebutuhan nyata guru dan memberi ruang eksplorasi praktik mengajar. Keterlibatan guru muncul sebagai hasil dan syarat berjalannya strategi pengembangan profesional guru yang bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki peran penting dalam membentuk strategi yang relevan dan adaptif, sehingga berdampak langsung pada keberhasilan pengembangan profesional guru. Hal ini memperlihatkan bahwa kualitas kepemimpinan kepala sekolah, khususnya dalam hal komunikasi yang efektif, pemberian apresiasi, serta dukungan terhadap pengembangan individu, menjadi faktor yang saling terkait dengan keterlibatan guru dalam proses tersebut. Disarankan pula agar pengembangan guru professional dijadikan program yang berkelanjutan. Penelitian ini juga membuka ruang bagi penelitian selanjutnya untuk memahami pengembangan guru professional secara lebih mendalam. Kata kunci: Pengembangan Profesional Guru; Keterlibatan Guru; Kepemimpinan Instruksional.
Adaptive Models of Child-Friendly School Management: Integrating Policy, Teacher Competence, and Leadership Communication Puspa Herliana; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana Sulistiyana; Aslamiah Aslamiah
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i2.1719

Abstract

This study examines management strategies for child-friendly school environments, focusing on policy, teacher competence, and principal communication in fostering inclusive culture. Using a qualitative multi-site design, the research was conducted in two secondary schools in Kotabaru District, South Kalimantan. Data were collected through interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed inductively using the Miles and Huberman model, supported by NVivo 14. Data trustworthiness was ensured through triangulation of sources, methods, and theories, as well as systematic documentation. Findings show that SMP Negeri 1 applied structured, policy-based strategies, including anti-bullying regulations, teacher training, and external collaboration, whereas SMP Negeri 7 emphasized religious character, environmental care, and creative adaptation to limited facilities. Teacher competence improved through project-based learning and inclusive pedagogy, while principals used transparent, participatory communication with teachers, parents, and communities. The study proposes an adaptive multidimensional framework integrating policy, culture, and leadership communication for sustainable child-friendly school governance and inclusive educational improvement across diverse institutional and social contexts in Indonesia.
Adaptive Leadership Strategies in PKBM: Integrating Educator Involvement and Communication for Sustainable Community Partnerships Hendry Hermawan; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana Sulistiyana; Aslamiah Aslamiah
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i2.1720

Abstract

This study examines leadership strategies used by PKBM heads to build sustainable community partnerships, with attention to educator involvement and communication. Using a qualitative multi-site design, the research was conducted at PKBM Merah Putih and PKBM Azka Bamega in Kotabaru Regency, involving two heads, ten educators, and six community partners. Data were gathered through interviews, observation, and documentation, then analyzed inductively with Miles and Huberman’s (2014) interactive model and triangulation. Findings indicate that PKBM Merah Putih used participatory leadership, engaging educators in evaluations and collaborative decisions, whereas PKBM Azka Bamega relied on centralized leadership, strong in external partnerships but limited in educator participation. Communication combined coordination meetings, local collaboration, and contextual approaches. Cross-site synthesis revealed an adaptive integrative model balancing internal collaboration and external coordination. The study offers a context-responsive framework for non-formal education governance and practical guidance for strengthening educator capacity, communication, and sustainable partnerships in similar community-based settings nationwide.
Co-Authors Abdi Oriza Adelia Sofirin Agung Cahyo ramadhan Agus Rifani Syaifuddin Ahmad Alim Bachri Ahmad Khaliq Syamsalwa Ahmad Syahminan Aidatin Nufus Akhmad Riandy Agusta Alfina Dwi Saputri Ali Mustadi Aliza Rifka Zuhairiah Ambo Sakka Amellia Saputeri Amisha Ramadhayanti Angela Anisa Rizki Maulida Arisandi Tiya Rini Arta Mulya Budi Harsono Aslamiah Aslamiah Aslamiah Aslamiah Aslamiah Asniwati Asniwati Aulia Widi Astuti Ayu Anindia Ayu Mutia Sari Budi Santoso Celia Cinantya Cindy Syahita Azzahra Difa sri utami Eka Mutmainnah Fatimah Azzahra Fetty Dachliani Sukma Fitriyadi Ramadhan Hamidah Hasna Kamaliya Hasnah Hasnah Hendry Hermawan Husnul Khotimah Hutri Hidayah Ilham Cahyo Intan Diya Pitaloka Intan Qurrota Aini Iseu Widiartina Ismawiyah Ismawiyah Ismi Khairun Nisa Jauhar Latipah Jubaidah Julaiha Julaiha Karunia lestari Khairati Olfah Khairunnisa Khairunnisa Khalida Nabila Agustin Khoirunisa Eka Ramadhani Kristesia Elda Kristian Hengki Latifa Putri Ridhaningtyas Lestari, Nana Citrawati Lilis Apriyanti Lynis Mindarwati M. Hasbi Fadillah Maimunah Maimunah Maimunah Maulana Rizqi Megawati Megawati Metroyadi Metroyadi Miftahur Rizki Mina Zuyyina Ramadhani Muhamad Hasby Munawar Muhammad Ihsan Haris Muhammad Ikhsan Fahruraji Muhammad Qolbi Muhammad Rijali Hadi Muhammad Rustam Effendi Munawarah Mutia Nadya Febrina Naila Aniyah Najma Soraya Nayla Salsabila Nazella Putri Fadila Ngadimun Ngadimun Ni Wayan Kurnia Widya Wati Ni'matul Aufa Nida Adzkia Nofirman, Nofirman Noor Hafizah Noorhapizah Nopri Setiawan Nor Alifa Khalida Noraisyah Noraziza norazmi sari Nova Soraya Novitawati Novitawati Nunik Surani Nur Aisya Nur Rahmadaniyah Nur Ramadhanianti Nurlaila Dwe Khairiyati Nursyipa Nurul Erisa Octavia Ramadhani Patmawati Patmawati Puspa Herliana Putri Ade Utari Putri Andini Qurota Ayun Rahmadina Dina Rahmaniah Rahmaniah Ratna Purwanti Retty Marinda ridha addiina soraya Ridhatul Jannah Riki Anggara Putra Risda Risma Widia Safitri Rizky Amelia Rose Widodari Rukhmana, Trisna Rustam Effendi Sahbana Ridha Saliyah Salsabela Ashlin Sari Mubarokati Septina Wijayanti Shaffira Rahmiati4 Shinta Dwi Nanda Shofiatun Najiah Sinta Puspa Ningrum Siska Lefheya Siti Hajar Nurhasanah Siti Noor Halisa Siti Zainab Muthia Ulfah Siti Zubaidah Suhaimi Suhaimi Sulaiman Sulaiman Sulistiyana Sulistri Mawaddah Sunarno Basuki Surya Ramadhani syifaaulia Tanti Apriani Tiara Titania Qhaifa Maidah Tri Maulida Sari Tria Nur Qana’ah Trisna Wahdah Refia Rafianti Wahyu Wahyu Winda Wiwik Indrasari Yeprina Prihatini Asie Yuliansyah Zamzani Zamzani Zerdy Firnanda Ramadhan