Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Kreativitas, dan OCB Terhadap Produktivitas Kerja Guru Sekolah Menengah Pertama Anisa Rizki Maulida; Aslamiah; Ahmad Suriansyah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel: kepemimpinan transformasional, kreativitas, dan OCB terhadap produktivitas kerja guru. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan analisis jalur (path analysis) untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional, Organizational Citizenship Behavior (OCB), dan kreativitas terhadap produktivitas kerja guru di 7 SMPN Banjarmasin Timur (N=149). Hasilnya menunjukkan bahwa keempat variabel (kepemimpinan transformasional, kreativitas, OCB, dan produktivitas kerja guru) berada dalam kategori tinggi. Terdapat pengaruh langsung dari kepemimpinan transformasional (0.525), OCB (0.508), dan kreativitas (0.578) terhadap produktivitas kerja guru. Selain itu, kepemimpinan transformasional juga memengaruhi OCB (0.626) dan kreativitas (0.640) secara langsung. Ditemukan pula pengaruh tidak langsung kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja guru melalui OCB (0.371) dan kreativitas (0.497). Kesimpulannya, kepemimpinan transformasional, OCB, dan kreativitas memiliki pengaruh signifikan, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap produktivitas kerja guru.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Iklim Organisasi, dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Guru SD Negeri Ismawiyah Ismawiyah; Aslamiah; Ahmad Suriansyah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3061

Abstract

Prestasi kerja guru dipengaruhi oleh berbagai faktor, namun kontribusi kepemimpinan transformasional, iklim organisasi, dan motivasi kerja belum banyak dijelaskan secara empiris. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung ketiga variabel tersebut terhadap prestasi kerja guru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional pada 184 guru SD Negeri di Kecamatan Selat yang dipilih melalui teknik simple proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, analisis jalur, dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel berada pada kategori sedang. Kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan prestasi kerja guru. Selain itu, motivasi kerja terbukti memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi terhadap prestasi kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kepemimpinan transformasional dan penciptaan iklim organisasi yang kondusif untuk meningkatkan motivasi dan prestasi kerja guru.
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Iklim Organisasi dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Etos Kerja Guru SMA Negeri Di Kota Palangka Raya Septina Wijayanti; Ahmad Suriansyah; Wahyu Wahyu
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teachers' work ethic plays an important role in shaping the character of students. One of the factors that affects it is the leadership of the principal, especially instructional leadership that can create a positive organizational climate and increase work motivation. This study aims to analyze the influence of instructional leadership and organizational climate on teachers' work ethic, both directly and through work motivation at SMA Negeri Palangka Raya City. This study uses a quantitative approach with a population of 527 teachers from 10 public high schools in Palangka Raya City, and a sample of 227 teachers taken proportionally using random sampling. Data is collected through a Likert questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using path analysis and multiple regression. The results of the study showed: (1) an overview of the principal's instructional leadership, organizational climate, teacher competence, and work ethic; (2) the instructional leadership of the principal has a direct effect on the work ethic of teachers; (3) the organizational climate has a direct effect on the work ethic of teachers; (4) teachers' work motivation has a direct effect on teachers' work ethic; (5) instructional leadership and organizational climate have a direct effect on teachers' work motivation; (6) there is an indirect influence of instructional leadership and organizational climate on work ethic through work motivation. These findings show that teachers' work ethic is influenced by the quality of the principal's leadership, a conducive organizational climate, and high work motivation. These results emphasize the importance of leadership that is not only administrative, but also encourages communication, appreciation, and individual development. It is suggested that strengthening the organizational climate and teachers' work motivation be made into a sustainable program. This research also opens up opportunities for further study to explore teachers' work ethic more deeply. Keywords: Instructional Leadership; Organizational Climate; Work Motivation; Teacher Work Ethic. Abstrak: Etos kerja guru berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kepemimpinan kepala sekolah, khususnya kepemimpinan instruksional yang dapat menciptakan iklim organisasi positif dan meningkatkan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja guru, baik secara langsung maupun melalui motivasi kerja di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 527 guru dari 10 SMA Negeri di Kota Palangka Raya, dan sampel 227 guru yang diambil secara proporsional menggunakan random sampling. Data dikumpulkan melalui angket Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) gambaran kepemimpinan instruksional kepala sekolah, iklim organisasi, kompetensi guru, dan etos kerja guru; (2) kepemimpinan instruksional kepala sekolah berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (3) iklim organisasi berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (4) motivasi kerja guru berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (5) kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi berpengaruh langsung pada motivasi kerja guru; (6) terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja melalui motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa etos kerja guru dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi yang kondusif, dan motivasi kerja yang tinggi. Hasil ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mendorong komunikasi, apresiasi, dan pengembangan individu. Disarankan agar penguatan iklim organisasi dan motivasi kerja guru dijadikan program berkelanjutan. Penelitian ini juga membuka peluang studi lanjutan untuk mengeksplorasi etos kerja guru lebih mendalam. Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional; Iklim Organisasi; Motivasi Kerja; Etos Kerja Guru
Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Produktivitas Kerja Melalui Kepuasan Kerja Guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya Yeprina Prihatini Asie; Ahmad Suriansyah; Suhaimi Suhaimi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher work productivity reflects their attitudes and skills in carrying out their duties, and is demonstrated through efforts in self-development, instructional innovation, and contributions to achieving school goals. This productivity is influenced by organizational culture, the transformational leadership of the school principal, and teacher job satisfaction. This study aims to analyze the direct and indirect effects of organizational culture, transformational leadership, and job satisfaction on the work productivity of public high school teachers in Palangka Raya City. The research employs a quantitative approach using a survey method. The study population consisted of 527 teachers from 10 public high schools in Palangka Raya, with a sample of 227 selected using proportional random sampling. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using descriptive analysis, classical assumption tests, hypothesis testing through path analysis with multiple regression, and the Sobel test. The results of the study show that: (1) there is a direct influence of organizational culture, job satisfaction, and transformational leadership on work productivity; (2) there is a direct influence of organizational culture and transformational leadership on job satisfaction; and (3) there is an indirect influence of organizational culture and transformational leadership on work productivity.Based on these findings, it is recommended that schools pay attention to the factors that can enhance teacher work productivity. Schools should continue to maintain organizational culture, transformational leadership, and teacher job satisfaction to ensure their ongoing positive impact on teacher productivity. Keywords: Work Productivity, Organizational Culture, Transformational Leadership, Job Satisfaction Abstrak: Produktivitas kerja guru mencerminkan sikap dan keterampilan dalam menjalankan tugas, serta ditunjukkan melalui upaya pengembangan diri, inovasi pembelajaran, dan kontribusi terhadap pencapaian tujuan sekolah. Produktivitas ini dipengaruhi oleh budaya organisasi, kepemimpinan transformasional kepala sekolah, serta kepuasan kerja guru. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung budaya organisasi, kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian sebanyak 527 guru dari 10 SMA Negeri di Kota Palangka Raya dan diambil 227 dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data yaitu angket yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data berupa analisis deskriptif, uji asumsi klasik, pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur dengan metode regresi berganda, dan uji sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh langsung antara budaya organisasi, kepuasan kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja; terdapat pengaruh langsung antara budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja; terdapat pengaruh tidak langsung antara budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan sekolah untuk dapat memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan produktivitas kerja guru. Sekolah perlu tetap mempertahankan budaya organisasi, kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja guru agar tetap berdampak kepada produktivitas kerja guru. Kata kunci: Produktivitas Kerja, Budaya Organisasi, Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja
Manajemen Kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (Studi Multi Situs di SMKN 3 Palangka Raya Dan SMKN 4 Banjarmasin) Nopri Setiawan; Aslamiah Aslamiah; Ahmad Suriansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Vocational education in Indonesia, particularly in Vocational High Schools, plays a crucial role in preparing competent human resources for the workplace. This study aims to describe partnership management at SMKN 3 Palangka Raya and SMKN 4 Banjarmasin. The research focuses on: 1) principal strategies; 2) teacher empowerment; and 3) partnership management. This research employed a qualitative approach, employing interview, observation, and documentation techniques. Data collected through these various techniques were examined, and data reduction, presentation, and verification were performed. Data validity was checked using credibility, transferability, dependability, and confirmability. The data were then analyzed using single-case analysis and cross-site analysis. The results of the study show regular communication partnerships with industrial partners to adjust the curriculum and teaching materials to be relevant to the needs of the large-scale job market. Synchronizing the curriculum and making PKL as the main means of providing students. Partnership with hotel kitchens through an internship teacher program, the existence of industry classes and internships for students. Partnership between SMK Negeri 3 Palangka Raya and SMK Negeri 4 Banjarmasin, an internship student program in Japan and training by trainers from Thailand. Partnership between SMK Negeri 4 Banjarmasin with hotels in Yogyakarta and an overseas internship teacher program. Teacher empowerment as an improvement and renewal of competencies according to industry trends, both through external training and internal collaboration. Teacher empowerment through internship teachers in partner hotel kitchens with guest teachers and alumni teaching. SMK Negeri 3 Palangka Raya with training from Thai trainers aims at empowerment in sister schools. SMK Negeri 4 Banjarmasin with an overseas internship teacher program and the aim of empowering teachers in alliance reference vocational schools. Principal strategies through partnership innovation and teacher empowerment in improving SMK Centers of Excellence. The principal of SMK Negeri 3 Palangka Raya focuses on strengthening the school's image through student achievement and fostering positive relationships with industry partners. SMK Negeri 4 Banjarmasin is collaborative and adaptive, actively participating in partnerships and public events to branding school promote Keywords: manajemen, kemitraan, pemberdayaan guru, strategi kepala sekolah Abstrak: Pendidikan vokasi di Indonesia pada Sekolah Menengah Kejuruan, memiliki peran yang sangat penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kemitraan dalam di SMKN 3 Palangka Raya dan SMKN 4 Banjarmasin. Fokus penelitian mencakup; 1) strategi kepala sekolah; 2) pemberdayaan guru; dan 3) manajemen kemitraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul melalui berbagai teknik tersebut diperiksa dan dilakukan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Kemudian data dianalisis dengan analisis kasus tunggal dan analisis lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan Kemitraan komunikasi rutin dengan mitra industri untuk menyesuaikan kurikulum dan materi ajar agar relevan dengan kebutuhan pasar kerja skala besar. Sinkronisasi kurikulum dan menjadikan PKL sebagai sarana utama pembekalan siswa. Kemitraan dengan kitchen hotel melalui program guru magang, adanya kelas industry dan magang bagi siswa. Kemitraan SMK Negeri 3 Palangka Raya dengan SMK Negeri 4 Banjarmasin, program siswa magang di Jepang dan pelatihan oleh trainer dari Thailand. Kemitraan SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan hotel di Yogyakarta dan program guru magang di luar negeri. Pemberdayaan guru sebagai peningkatan dan keterbaruan kompetensi sesuai tren industri, baik melalui pelatihan eksternal maupun kolaborasi internal. Pemberdayaan guru melalui guru magang di kitchen hotel mitra adanya guru tamu dan alumni mengajar. SMK Negeri 3 Palangka Raya dengan pelatihan dari trainer Thailand tujuan pemberdayaan dalam sekolah sister school. SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan program guru magang di luar negeri dan tujuan pemberdayaan guru dalam sekolah SMK rujukan aliansi. Strategi kepala sekolah melalui inovasi kemitraan dan pemberdayaan guru dalam meningkatkan SMK Pusat Keunggulan. Kepala sekolah SMK Negeri 3 Palangka Raya fokus pada penguatan citra sekolah lewat prestasi siswa, dan menjalin hubungan baik dengan mitra industri. SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan kolaboratif dan adaptif serta aktif dalam mitra dan event publik untuk branding sekolah rujukan. Kata kunci: management, partnership, teacher empowerment, headmaster strategy
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional, Kecerdasan Emosional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Smk Negeri Se Kota Palangka Raya Retty Marinda; Ahmad Suriansyah; Suhaimi Suhaimi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher performance refers to the tangible results achieved by teachers in carrying out their duties in accordance with established standards. It includes lesson planning, instructional delivery, classroom management, and the evaluation of student learning outcomes. Performance is measured based on the quality and quantity of work within a specific time frame, aimed at achieving educational goals. This study aims to analyze the direct and indirect effects of instructional leadership, emotional intelligence, and work motivation on the performance of public vocational high school (SMK Negeri) teachers in Palangka Raya City. A quantitative approach using path analysis was employed. The study population consisted of 386 teachers, with a sample of 196 selected through proportional random sampling. Data were collected using questionnaires consisting of four instruments: instructional leadership of school principals (28 items), emotional intelligence (24 items), work motivation (20 items), and teacher performance (26 items). The instruments were tested for validity using item analysis with product-moment correlation, and reliability using Cronbach’s alpha. The results show: 1) There is a direct effect of principals’ instructional leadership on teacher performance; emotional intelligence has a direct effect on teacher performance; work motivation directly affects teacher performance; instructional leadership directly influences teacher work motivation; and emotional intelligence directly influences teacher motivation. 2) There is an indirect effect of instructional leadership on teacher performance through work motivation, and emotional intelligence also indirectly affects teacher performance through work motivation. Keywords: Instructional Leadership; Emotional Intelligence; Work Motivation; Teacher Performance. Abstrak: Kinerja guru adalah hasil kerja nyata dalam menjalankan tugas sesuai standar, mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan kelas, serta evaluasi pembelajaran. Kinerja diukur dari kualitas dan kuantitas kerja dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kepemimpinan instruksional, kecerdasan emosional dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model analisis jalur. Populasi penelitian ini adalah 386 orang guru dengan sampel sebanyak 196 orang yang diambil dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket yang terdiri dari variabel kepemimpinan instruksional kepala sekolah (28 item), instrumen kecerdasan emosional (24 item), instrumen motivasi kerja (20 item) dan instrumen kinerja guru (26 item). Instrumen diuji validitas mengunakan analisi butir dengan korelasi product moment sedangkan reliabilitasnya dengan alpa cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh langsung kepemimpinan instruksional kepala sekolah secara langsung terhadap kinerja guru; kecerdasan emosional secara langsung terhadap kinerja guru; Motivasi kerja secara langsung terhadap kinerja guru; Kepemimpinan instruksional kepala sekolah secara langsung terhadap motivasi kerja guru; kecerdasan emosional terhadap terhadap motivasi guru. 2). Terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional kepala sekolah melalui motivasi kerja terhadap kinerja guru kecerdasan emosional melalui motivasi kerja terhadap kinerja kerja guru. Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional; Kecerdasan Emosional; Motivasi Kerja; Kinerja Guru
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Iklim Organisasi dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Etos Kerja Guru SMA Negeri Di Kota Palangka Raya Septina Wijayanti; Ahmad Suriansyah; Wahyu Wahyu
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teachers' work ethic plays an important role in shaping the character of students. One of the factors that affects it is the leadership of the principal, especially instructional leadership that can create a positive organizational climate and increase work motivation. This study aims to analyze the influence of instructional leadership and organizational climate on teachers' work ethic, both directly and through work motivation at SMA Negeri Palangka Raya City. This study uses a quantitative approach with a population of 527 teachers from 10 public high schools in Palangka Raya City, and a sample of 227 teachers taken proportionally using random sampling. Data is collected through a Likert questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using path analysis and multiple regression. The results of the study showed: (1) an overview of the principal's instructional leadership, organizational climate, teacher competence, and work ethic; (2) the instructional leadership of the principal has a direct effect on the work ethic of teachers; (3) the organizational climate has a direct effect on the work ethic of teachers; (4) teachers' work motivation has a direct effect on teachers' work ethic; (5) instructional leadership and organizational climate have a direct effect on teachers' work motivation; (6) there is an indirect influence of instructional leadership and organizational climate on work ethic through work motivation. These findings show that teachers' work ethic is influenced by the quality of the principal's leadership, a conducive organizational climate, and high work motivation. These results emphasize the importance of leadership that is not only administrative, but also encourages communication, appreciation, and individual development. It is suggested that strengthening the organizational climate and teachers' work motivation be made into a sustainable program. This research also opens up opportunities for further study to explore teachers' work ethic more deeply. Keywords: Instructional Leadership; Organizational Climate; Work Motivation; Teacher Work Ethic. Abstrak: Etos kerja guru berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kepemimpinan kepala sekolah, khususnya kepemimpinan instruksional yang dapat menciptakan iklim organisasi positif dan meningkatkan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja guru, baik secara langsung maupun melalui motivasi kerja di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 527 guru dari 10 SMA Negeri di Kota Palangka Raya, dan sampel 227 guru yang diambil secara proporsional menggunakan random sampling. Data dikumpulkan melalui angket Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) gambaran kepemimpinan instruksional kepala sekolah, iklim organisasi, kompetensi guru, dan etos kerja guru; (2) kepemimpinan instruksional kepala sekolah berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (3) iklim organisasi berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (4) motivasi kerja guru berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (5) kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi berpengaruh langsung pada motivasi kerja guru; (6) terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja melalui motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa etos kerja guru dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi yang kondusif, dan motivasi kerja yang tinggi. Hasil ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mendorong komunikasi, apresiasi, dan pengembangan individu. Disarankan agar penguatan iklim organisasi dan motivasi kerja guru dijadikan program berkelanjutan. Penelitian ini juga membuka peluang studi lanjutan untuk mengeksplorasi etos kerja guru lebih mendalam. Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional; Iklim Organisasi; Motivasi Kerja; Etos Kerja Guru
Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Produktivitas Kerja Melalui Kepuasan Kerja Guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya Yeprina Prihatini Asie; Ahmad Suriansyah; Suhaimi Suhaimi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher work productivity reflects their attitudes and skills in carrying out their duties, and is demonstrated through efforts in self-development, instructional innovation, and contributions to achieving school goals. This productivity is influenced by organizational culture, the transformational leadership of the school principal, and teacher job satisfaction. This study aims to analyze the direct and indirect effects of organizational culture, transformational leadership, and job satisfaction on the work productivity of public high school teachers in Palangka Raya City. The research employs a quantitative approach using a survey method. The study population consisted of 527 teachers from 10 public high schools in Palangka Raya, with a sample of 227 selected using proportional random sampling. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using descriptive analysis, classical assumption tests, hypothesis testing through path analysis with multiple regression, and the Sobel test. The results of the study show that: (1) there is a direct influence of organizational culture, job satisfaction, and transformational leadership on work productivity; (2) there is a direct influence of organizational culture and transformational leadership on job satisfaction; and (3) there is an indirect influence of organizational culture and transformational leadership on work productivity.Based on these findings, it is recommended that schools pay attention to the factors that can enhance teacher work productivity. Schools should continue to maintain organizational culture, transformational leadership, and teacher job satisfaction to ensure their ongoing positive impact on teacher productivity. Keywords: Work Productivity, Organizational Culture, Transformational Leadership, Job Satisfaction Abstrak: Produktivitas kerja guru mencerminkan sikap dan keterampilan dalam menjalankan tugas, serta ditunjukkan melalui upaya pengembangan diri, inovasi pembelajaran, dan kontribusi terhadap pencapaian tujuan sekolah. Produktivitas ini dipengaruhi oleh budaya organisasi, kepemimpinan transformasional kepala sekolah, serta kepuasan kerja guru. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung budaya organisasi, kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian sebanyak 527 guru dari 10 SMA Negeri di Kota Palangka Raya dan diambil 227 dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data yaitu angket yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data berupa analisis deskriptif, uji asumsi klasik, pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur dengan metode regresi berganda, dan uji sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh langsung antara budaya organisasi, kepuasan kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja; terdapat pengaruh langsung antara budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja; terdapat pengaruh tidak langsung antara budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan sekolah untuk dapat memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan produktivitas kerja guru. Sekolah perlu tetap mempertahankan budaya organisasi, kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja guru agar tetap berdampak kepada produktivitas kerja guru. Kata kunci: Produktivitas Kerja, Budaya Organisasi, Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja
Manajemen Kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (Studi Multi Situs di SMKN 3 Palangka Raya Dan SMKN 4 Banjarmasin) Nopri Setiawan; Aslamiah Aslamiah; Ahmad Suriansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Vocational education in Indonesia, particularly in Vocational High Schools, plays a crucial role in preparing competent human resources for the workplace. This study aims to describe partnership management at SMKN 3 Palangka Raya and SMKN 4 Banjarmasin. The research focuses on: 1) principal strategies; 2) teacher empowerment; and 3) partnership management. This research employed a qualitative approach, employing interview, observation, and documentation techniques. Data collected through these various techniques were examined, and data reduction, presentation, and verification were performed. Data validity was checked using credibility, transferability, dependability, and confirmability. The data were then analyzed using single-case analysis and cross-site analysis. The results of the study show regular communication partnerships with industrial partners to adjust the curriculum and teaching materials to be relevant to the needs of the large-scale job market. Synchronizing the curriculum and making PKL as the main means of providing students. Partnership with hotel kitchens through an internship teacher program, the existence of industry classes and internships for students. Partnership between SMK Negeri 3 Palangka Raya and SMK Negeri 4 Banjarmasin, an internship student program in Japan and training by trainers from Thailand. Partnership between SMK Negeri 4 Banjarmasin with hotels in Yogyakarta and an overseas internship teacher program. Teacher empowerment as an improvement and renewal of competencies according to industry trends, both through external training and internal collaboration. Teacher empowerment through internship teachers in partner hotel kitchens with guest teachers and alumni teaching. SMK Negeri 3 Palangka Raya with training from Thai trainers aims at empowerment in sister schools. SMK Negeri 4 Banjarmasin with an overseas internship teacher program and the aim of empowering teachers in alliance reference vocational schools. Principal strategies through partnership innovation and teacher empowerment in improving SMK Centers of Excellence. The principal of SMK Negeri 3 Palangka Raya focuses on strengthening the school's image through student achievement and fostering positive relationships with industry partners. SMK Negeri 4 Banjarmasin is collaborative and adaptive, actively participating in partnerships and public events to branding school promote Keywords: manajemen, kemitraan, pemberdayaan guru, strategi kepala sekolah Abstrak: Pendidikan vokasi di Indonesia pada Sekolah Menengah Kejuruan, memiliki peran yang sangat penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kemitraan dalam di SMKN 3 Palangka Raya dan SMKN 4 Banjarmasin. Fokus penelitian mencakup; 1) strategi kepala sekolah; 2) pemberdayaan guru; dan 3) manajemen kemitraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul melalui berbagai teknik tersebut diperiksa dan dilakukan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Kemudian data dianalisis dengan analisis kasus tunggal dan analisis lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan Kemitraan komunikasi rutin dengan mitra industri untuk menyesuaikan kurikulum dan materi ajar agar relevan dengan kebutuhan pasar kerja skala besar. Sinkronisasi kurikulum dan menjadikan PKL sebagai sarana utama pembekalan siswa. Kemitraan dengan kitchen hotel melalui program guru magang, adanya kelas industry dan magang bagi siswa. Kemitraan SMK Negeri 3 Palangka Raya dengan SMK Negeri 4 Banjarmasin, program siswa magang di Jepang dan pelatihan oleh trainer dari Thailand. Kemitraan SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan hotel di Yogyakarta dan program guru magang di luar negeri. Pemberdayaan guru sebagai peningkatan dan keterbaruan kompetensi sesuai tren industri, baik melalui pelatihan eksternal maupun kolaborasi internal. Pemberdayaan guru melalui guru magang di kitchen hotel mitra adanya guru tamu dan alumni mengajar. SMK Negeri 3 Palangka Raya dengan pelatihan dari trainer Thailand tujuan pemberdayaan dalam sekolah sister school. SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan program guru magang di luar negeri dan tujuan pemberdayaan guru dalam sekolah SMK rujukan aliansi. Strategi kepala sekolah melalui inovasi kemitraan dan pemberdayaan guru dalam meningkatkan SMK Pusat Keunggulan. Kepala sekolah SMK Negeri 3 Palangka Raya fokus pada penguatan citra sekolah lewat prestasi siswa, dan menjalin hubungan baik dengan mitra industri. SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan kolaboratif dan adaptif serta aktif dalam mitra dan event publik untuk branding sekolah rujukan. Kata kunci: management, partnership, teacher empowerment, headmaster strategy
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional, Kecerdasan Emosional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Smk Negeri Se Kota Palangka Raya Retty Marinda; Ahmad Suriansyah; Suhaimi Suhaimi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher performance refers to the tangible results achieved by teachers in carrying out their duties in accordance with established standards. It includes lesson planning, instructional delivery, classroom management, and the evaluation of student learning outcomes. Performance is measured based on the quality and quantity of work within a specific time frame, aimed at achieving educational goals. This study aims to analyze the direct and indirect effects of instructional leadership, emotional intelligence, and work motivation on the performance of public vocational high school (SMK Negeri) teachers in Palangka Raya City. A quantitative approach using path analysis was employed. The study population consisted of 386 teachers, with a sample of 196 selected through proportional random sampling. Data were collected using questionnaires consisting of four instruments: instructional leadership of school principals (28 items), emotional intelligence (24 items), work motivation (20 items), and teacher performance (26 items). The instruments were tested for validity using item analysis with product-moment correlation, and reliability using Cronbach’s alpha. The results show: 1) There is a direct effect of principals’ instructional leadership on teacher performance; emotional intelligence has a direct effect on teacher performance; work motivation directly affects teacher performance; instructional leadership directly influences teacher work motivation; and emotional intelligence directly influences teacher motivation. 2) There is an indirect effect of instructional leadership on teacher performance through work motivation, and emotional intelligence also indirectly affects teacher performance through work motivation. Keywords: Instructional Leadership; Emotional Intelligence; Work Motivation; Teacher Performance. Abstrak: Kinerja guru adalah hasil kerja nyata dalam menjalankan tugas sesuai standar, mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan kelas, serta evaluasi pembelajaran. Kinerja diukur dari kualitas dan kuantitas kerja dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kepemimpinan instruksional, kecerdasan emosional dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model analisis jalur. Populasi penelitian ini adalah 386 orang guru dengan sampel sebanyak 196 orang yang diambil dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket yang terdiri dari variabel kepemimpinan instruksional kepala sekolah (28 item), instrumen kecerdasan emosional (24 item), instrumen motivasi kerja (20 item) dan instrumen kinerja guru (26 item). Instrumen diuji validitas mengunakan analisi butir dengan korelasi product moment sedangkan reliabilitasnya dengan alpa cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh langsung kepemimpinan instruksional kepala sekolah secara langsung terhadap kinerja guru; kecerdasan emosional secara langsung terhadap kinerja guru; Motivasi kerja secara langsung terhadap kinerja guru; Kepemimpinan instruksional kepala sekolah secara langsung terhadap motivasi kerja guru; kecerdasan emosional terhadap terhadap motivasi guru. 2). Terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional kepala sekolah melalui motivasi kerja terhadap kinerja guru kecerdasan emosional melalui motivasi kerja terhadap kinerja kerja guru. Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional; Kecerdasan Emosional; Motivasi Kerja; Kinerja Guru
Co-Authors Abdi Oriza Adelia Sofirin Agung Cahyo ramadhan Agus Rifani Syaifuddin Ahmad Alim Bachri Ahmad Khaliq Syamsalwa Ahmad Syahminan Aidatin Nufus Akhmad Riandy Agusta Alfina Dwi Saputri Ali Mustadi Aliza Rifka Zuhairiah Ambo Sakka Amellia Saputeri Amisha Ramadhayanti Angela Anisa Rizki Maulida Arisandi Tiya Rini Arta Mulya Budi Harsono Aslamiah Aslamiah Aslamiah Aslamiah Aslamiah Asniwati Asniwati Aulia Widi Astuti Ayu Anindia Ayu Mutia Sari Budi Santoso Celia Cinantya Cindy Syahita Azzahra Difa sri utami Eka Mutmainnah Fatimah Azzahra Fetty Dachliani Sukma Fitriyadi Ramadhan Hamidah Hasna Kamaliya Hasnah Hasnah Hendry Hermawan Husnul Khotimah Hutri Hidayah Ilham Cahyo Intan Diya Pitaloka Intan Qurrota Aini Iseu Widiartina Ismawiyah Ismawiyah Ismi Khairun Nisa Jauhar Latipah Jubaidah Julaiha Julaiha Karunia lestari Khairati Olfah Khairunnisa Khairunnisa Khalida Nabila Agustin Khoirunisa Eka Ramadhani Kristesia Elda Kristian Hengki Latifa Putri Ridhaningtyas Lestari, Nana Citrawati Lilis Apriyanti Lynis Mindarwati M. Hasbi Fadillah Maimunah Maimunah Maimunah Maulana Rizqi Megawati Megawati Metroyadi Metroyadi Miftahur Rizki Mina Zuyyina Ramadhani Muhamad Hasby Munawar Muhammad Ihsan Haris Muhammad Ikhsan Fahruraji Muhammad Qolbi Muhammad Rijali Hadi Muhammad Rustam Effendi Munawarah Mutia Nadya Febrina Naila Aniyah Najma Soraya Nayla Salsabila Nazella Putri Fadila Ngadimun Ngadimun Ni Wayan Kurnia Widya Wati Ni'matul Aufa Nida Adzkia Nofirman, Nofirman Noor Hafizah Noorhapizah Nopri Setiawan Nor Alifa Khalida Noraisyah Noraziza norazmi sari Nova Soraya Novitawati Novitawati Nunik Surani Nur Aisya Nur Rahmadaniyah Nur Ramadhanianti Nurlaila Dwe Khairiyati Nursyipa Nurul Erisa Octavia Ramadhani Patmawati Patmawati Puspa Herliana Putri Ade Utari Putri Andini Qurota Ayun Rahmadina Dina Rahmaniah Rahmaniah Ratna Purwanti Retty Marinda ridha addiina soraya Ridhatul Jannah Riki Anggara Putra Risda Risma Widia Safitri Rizky Amelia Rose Widodari Rukhmana, Trisna Rustam Effendi Sahbana Ridha Saliyah Salsabela Ashlin Sari Mubarokati Septina Wijayanti Shaffira Rahmiati4 Shinta Dwi Nanda Shofiatun Najiah Sinta Puspa Ningrum Siska Lefheya Siti Hajar Nurhasanah Siti Noor Halisa Siti Zainab Muthia Ulfah Siti Zubaidah Suhaimi Suhaimi Sulaiman Sulaiman Sulistiyana Sulistri Mawaddah Sunarno Basuki Surya Ramadhani syifaaulia Tanti Apriani Tiara Titania Qhaifa Maidah Tri Maulida Sari Tria Nur Qana’ah Trisna Wahdah Refia Rafianti Wahyu Wahyu Winda Wiwik Indrasari Yeprina Prihatini Asie Yuliansyah Zamzani Zamzani Zerdy Firnanda Ramadhan