Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai lokalitas budaya Madura dalam cerpen-cerpen karya Muna Masyari Eka Juwita Wijdaniyah; Muakibatul Hasanah; Taufik Dermawan
LITERA Vol 21, No 1: LITERA (MARCH 2022)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v21i1.47228

Abstract

Kelokalitasan suatu daerah dapat ditelusuri melalui karya sastra berupa cerpen yang memotret keunikan budaya. Madura sebagai daerah dengan ragam budaya yang kental dapat dipelajari dan diulas lebih lanjut melalui cerpen-cerpen karya penulis Madura. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai lokalitas budaya Madura dalam cerpen-cerpen karya Muna Masyari menggunakan pendekatan kualitatif studi dokumen. Sebagai dokumen, karya sastra digunakan untuk menelusuri rekam budaya masyarakat. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan kalimat yang menunjukkan narasi dan perilaku yang memuat nilai lokalitas budaya Madura yang kuat berupa carok, pemaknaan hantaran dalam pernikahan, serta ritual tari yang berhubungan dengan mitos di masyarakat. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan cerpen Martabat Kematian karya Muna Masyari dan dipilih 3 cerpen berjudul Celurit Warisan, Rumah Hantaran, dan Topeng Gulur. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap, yaitu reduksi data dengan menyeleksi, mengklasifikasi, dan mengorganisasikan data sesuai fokus tujuan; penyajian data dengan menyusun, menyajikan dan membahas temuan; serta simpulan dengan menarik hubungan temuan dan pengambilan tindakan. Hasil analisis data dan pembahasan nilai lokalitas budaya Madura, meliputi: (1) budaya carok masyarakat Madura, (2) pemberian hantaran pada mempelai wanita, dan (3) ritual meminta hujan masyarakat Madura. Muna Masyari dengan penggambaran cerita yang detail mampu memperkenalkan nilai lokalitas budaya Madura melalui sikap-sikap tokoh terhadap adat yang berlaku di masyarakat. Paparan mengenai nilai lokalitas budaya Madura dapat dimanfaatkan pembaca untuk mengenal dan menggali budaya Madura serta dapat meningkatkan kecintaan pembaca mempelajari budaya antardaerah.Kata Kunci: nilai lokalitas, carok, hantaran, mitos The value of Madura cultural locality in Muna Masyari's short storiesAbstractThe locality of an area can be searched through literary works in the form of poetry that reflect the culture. Madura as an area with a variety of cultures that can be studied and studied further through a book by the author of Madura. This study aims to describe the value of Madurese cultural locality in Muna Masyari's short stories using a qualitative approach to document study. As documents, literary works are used to trace the cultural track record of the community. The data collected are in the form of words and sentences that show narratives and behaviors that contain strong local values of Madurese culture in the form of carok, the meaning of delivery in marriage, as well as dance rituals related to myths in society. The source of the data for this research is a collection of short stories entitled Dignity of Death by Muna Masyari and selected 3 short stories entitled Celurit Heritage, Rumah Hantaran, and Topeng Gulung. The data analysis technique was carried out in three stages, namely data reduction by selecting, classifying, and organizing data according to the focus of the objective; presenting data by compiling, presenting and discussing findings; and conclusions by drawing the relationship between the findings and taking action. The results of data analysis and discussion of the value of Madurese cultural locality, include: (1) the carok culture of the Madurese community, (2) giving gifts to the bride, and (3) the ritual of asking for rain for the Madurese community. Muna Masyari with a detailed story depiction is able to introduce the value of Madurese cultural locality through the attitudes of leaders towards the prevailing customs in society. Exposure to the value of Madurese cultural locality can be used by readers to recognize and explore Madurese culture and can increase the reader's love of studying interregional culture.Keywords: locality value, carok, delivery, myth
MODEL CERITA FIKSI KONTEMPORER ANAK-ANAK UNTUK PENGEMBANGAN KEMAHIRWACANAAN SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR Muakibatul Hasanah
LITERA Vol 11, No 1: LITERA APRIL 2012
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v11i1.1150

Abstract

This study aims to find a model for children’s contemporary fiction to improve the literacy of the fifth grade students of elementary schools. It employed a qualitative hermeneutics design. The data resources were children’s contemporary fiction books and responses of the fifth grade students of elementary schools. The data were collected through content analysis and analytic reflection. The findings show that: (a) the students’ responses are positive; (b) the books have a single, simple, and linear plot/narrative structure, have a dramatic and narrative style, and have various themes and values; and (c) children’s contemporary fiction contributes to the literacy improvement.
MELAWAN STIGMA INFERIORITAS PEREMPUAN: KAJIAN NOVEL MIDAH (SI MANIS BERGIGI EMAS) KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN NOVEL DI BALIK KERLING SAATIRAH KARYA NINIK M. KUNTARTO Robiatul Adawiyah; Muakibatul Hasanah
LITERA Vol 19, No 3: LITERA NOVEMBER 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i3.35662

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, tradisi yang mengengkang kebebasan kaum perempuan mulai diperjuangkan untuk dihapuskan melalui gerakan feminisme. Penyuaraan hak-hak perempuan tidak hanya dilakukan melalui gerakan-gerakan secara nyata, namun juga dilakukan secara halus dengan memasukkan ideologi-ideologi feminsime melalui karya sastra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender dan bentuk perlawanan perempuan terhadap stigma inferioritas yang selama ini melekat pada diri perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritik sastra feminis. Sumber data penelitian adalah novel Midah (Si Manis Bergigi Emas) karya Pramoedya Ananta Toer dan novel Di Balik Kerling Saatirah karya Ninik M. Kuntarto. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data-data bentuk feminisme yang ada di dalam kedua novel tersebut adalah dengan membaca kritis dan membaca berkesinambungan. Analisis dilakukan dengan cara (1) kodifikasi data, (2) pengelompokan data, (3) interpretasi makna teks, (4) deskripsi bentuk ketidakadilan gender dan bentuk perlawanan gender, serta (5) penyimpulan hasil analsisis. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, ketidakadilan gender dialami oleh dua sosok perempuan dalam dua novel berbeda, yaitu Midah dan Saatirah. Midah mendapatkan perlakuan tidak adil dari perjodohan yang dilakukan oleh orangtuanya dan dia juga mendapatkan ketidakadilan dari sosok pria yang menjadikannya budak pemuas nafsu. Saatirah mendapatkan perlakuan tidak adil dalam hubungan rumah tangganya. Kedua, bentuk perlawanan yang dilakukan oleh Midah dan Saatirah adalah dengan berusaha bangkit dari keterpurukan untuk membuktikan eksistensinya dan berusaha memperoleh kebahagian dengan cara yang mereka kehendaki tanpa ada campur tangan dari orang lain. Kata Kunci: stigma, inferioritas, marginal, feminismAGAINST THE STIGMA OF WOMEN’S INFERIORITY IN MIDAH (SI MANIS BERGIGI EMAS) A NOVEL BY PRAMOEDYA ANANTA TOER  AND DI BALIK KERLING SAATIRAH A NOVEL BY NINIK M. KUNTARTO AbstractAlong with the development of the times, struggles for traditions that curb the freedom of women began to be eliminated through the feminism movement. Voicing women's rights is not only done through real movements, but also subtly by incorporating feminine ideologies through literary works. This study aims to describe the form of gender injustice and the form of women's resistance to the inferiority stigma that has been attached to women. This study uses a feminist literary criticism approach. Sources of research data are the novel Midah (Si Manis Bergigi Emas) by Pramoedya Ananta Toer and the novel Di Balik Kerling Saatirah by Ninik M. Kuntarto. The technique used to collect data on the forms of feminism in both novels is critical reading and continuous reading. The analysis was carried out by (1) data codification, (2) data grouping, (3) interpretation of the meaning of the text, (4) descriptions of forms of gender injustice and forms of gender resistance, and (5) concluding the results of the analysis. The research results are as follows. First, gender injustice is experienced by two female figures in two different novels, namely Midah and Saatirah. Midah received unfair treatment from an arranged marriage by her parents and he also received injustice from a male figure who made her a slave to the satisfaction of lust. Saatirah received unfair treatment in her household relationship. Second, the form of resistance carried out by Midah and Saatirah is to try to rise from adversity to prove their existence and try to get happiness in the way they want without interference from others. Keywords: stigma, inferiority, marginal, feminine
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Bermuatan Nilai Karakter terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas VII Mhd. Jasri Ilham; Muakibatul Hasanah; Yuni Pratiwi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 4, No 3: September 2016
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.278 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed at investigating the effect of cooperative learning of CIRC type with character values on short story seventh graders’ writing achievement at junior high school. In addition to that, a quantitative method with a quasi experimental design (pretest-posttest control group design) was conducted. It turned out that there was a significant effect of using cooperative learning of CIRC type with character values on short story seventh graders’ writing achievement at State Senior High School 5 Muara Bungo in (1) developing theme (3,383 e” 2,0086), (2) using the language (2,533 e” 2,0086), (3) developing the background (2,469 e” 2,0086), (4) developing characters (2,319 e” 2,0086), (5) developing the plot (2,087 e” 2,0086), and (6) implementing character values in cooperative learning of CIRC type in writing short story ran well. The finding was corroborated by the mean of students’ character values (3,16) and was categorized as good.Key Words: writing learning, short story, CIRC cooperative learning, character value Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe CIRC bermuatan nilai karakter terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas VII SMP. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan rancangan kuasi eksperimen (quasi experimental) dengan desain pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC bermuatan nilai karakter terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas VII SMPN 5 Muara Bungo; dalam (1) mengembangkan tema (3,383 e” 2,0086), (2) menggunakan bahasa (2,533 e” 2,0086), (3) mengembangkan latar (2,469 e” 2,0086), (4) mengembangkan penokohan (2,319 e” 2,0086), (5) mengembangkan alur (2,087 e” 2,0086), dan (6) pengimplentasian nilai karakter dalam pembelajaran kooperatif tipe CIRC dalam menulis cerpen terlaksana dengan baik. Hal ini terbuktikan dengan rata-rata nilai karakter yang diperoleh siswa sebesar 3,16 dan dikategikan berpredikat baik.Kata Kunci: pembelajaran menulis, cerita pendek, model pembelajaran kooperatif CIRC, nilai karakter
Proposition of Primary School Students’ Poetry Rizka Amaliah; A. Syukur Ghazali; Muakibatul Hasanah
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 3, No 1: Maret 2015
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.146 KB)

Abstract

Proposisi Puisi Karya Anak Sekolah DasarAbstract: Proposition can be utilized for reviewing schemata and language skills of children, either in the form of a sentence or the linnes of poetry. Arguments and predication (proposition’s content) in poetry by children shows logical relationship, with associative relationship and or colocative. Single proposition is dominant showed up on a poetry by children. Relation between proposition have formed coherence in poetry by children, but on some poetry by children in class IV there is still a relationship between proposition is not intact. Creativity of poetry writing demonstrated by the use of abstract proposition, which leads the charge on a figurative language poetic elements, imagery, and retorical device (appeared in small number). In addition, the lopoping sound into the uniqueness which appeared intensively. Proposition of poetry by children shows the development that looks through the use of the word concrete—abstract, colocative—associative relationship, and sintag-matic—paradigmatic relationship.Key Words: proposition, argument, predication, poetry by childrenAbstrak: Proposisi dapat dimanfaatkan untuk menelaah skemata dan keterampilan berbahasa anak, baik dalam bentuk kalimat maupun larik-larik puisi. Argumen dan predikasi (muatan proposisi) dalam puisi karya anak menunjukkan hubungan logis, dengan relasi kolokatif dan atau asosiatif. Proposisi tunggal muncul secara dominan pada puisi-puisi karya anak. Hubungan antarproposisi telah menben-tuk koherensi dalam puisi karya anak, tetapi pada beberapa puisi karya anak kelas IV masih terdapat hubungan antarproposisi yang tidak utuh. Kreativitas penulisan puisi karya anak ditunjukkan dengan penggunaan muatan proposisi abstrak yang mengarah pada unsur puitik berupa bahasa figuratif, ci-traan, dan sarana retorika (muncul dalam jumlah kecil). Selain itu, perulangan bunyi menjadi keunikan yang muncul secara intensif. Proposisi puisi karya anak menunjukkan perkembangan yang terlihat melalui penggunaan kata konkret—abstrak, relasi kolokatif—asosiatif, dan relasi sintagmatik—para-digmatik. Kata kunci: proposisi, argumen, predikasi, puisi karya anak
Instrumen Asesmen Berpikir Kritis Dalam Pembelajaran Membaca Teks Eksposisi untuk Siswa Kelas VIII SMP Adi Syahputra Manurung; Muakibatul Hasanah; Wahyudi Siswanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 6: JUNI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i6.13583

Abstract

Abstract: Critical thinking skills are one of the skills that must be possessed in the 21st century. Tools to measure students' thinking competencies can use assessment instruments. Based on the needs analysis, information was obtained that the use of assessment instruments for the junior high school level was still limited. The purpose of this study (1) to develop critical thinking assessment instruments in learning to read exposition texts along with usage guidelines and (2) test the level of validity, reliability, and practicality of the product. The model used is the development of O'Malley and Pierce. The results of product validation and testing show that the product developed is feasible and can be implemented. The data was obtained from the assessment and learning validator, and product tests on studentsAbstrak: Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki pada abad 21. Alat untuk mengukur kompetensi berpikir siswa dapat menggunakan instrumen asesmen. Berdasarkan analisis kebutuhan diperoleh informasi masih terbatasnya penggunaan instrumen asesmen untuk tingkat SMP. Tujuan penelitian ini (1) mengembangkan instrumen asesmen berpikir kritis dalam pembelajaran membaca teks eksposisi beserta panduan penggunaan dan (2) menguji tingkat validitas, reliabilitas, dan kepraktisan produk. Model yang digunakan adalah model pengembangan O’Malley dan Pierce. Hasil validasi dan uji produk menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Data tersebut diperoleh dari validator asesmen dan pembelajaran, serta uji produk pada siswa.
ANALISIS MINAT MEMBACA PERMULAAN DENGAN CERITA BERGAMBAR DI KELAS I SEKOLAH DASAR Mety Toding Bua; Anang Santoso; Muakibatul Hasanah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.9, September 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.202 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i9.6744

Abstract

Interest in reading the beginning of elementary school students is very important to support the achievement of a lesson. Based on the researchers tried to assess in an objective study. The purpose of this study to describe the interest in reading beginning with a picture story in the first grade SDN Purwantoro 6 Malang. This research method using descriptive method with qualitative approach. The subjects were students of class I, amounting to 3 students. The results of this study concluded that students' interest in reading beginning with picture stories are very helpful in the learning process. Response and enthusiasm of the students look good, the students enjoy learning, so that students gain meaningful learning experiences.Minat membaca permulaan siswa sekolah dasar sangat penting untuk menunjang tercapainya suatu pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut peneliti mencoba untuk mengkaji dalam suatu tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan minat membaca permulaan dengan cerita bergambar di kelas I SDN Purwantoro 6 Kota Malang. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptifdengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I yang berjumlah 3 siswa. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa minat membaca permulaan siswa dengan cerita bergambar sangat membantu dalam proses pembelajaran. Respon dan antusiasme siswa terlihat baik, siswa lebih senang dalam belajar, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
Bahan Ajar Berbasis Performansi Madihin Kreatif untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis-Berbicara Syair Siswa SMP Yunita Noorfitriana; Abdus Syukur Ghazali; Muakibatul Hasanah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 12: DESEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v3i12.12559

Abstract

Abstract: This development research: the goal is to produce Indonesia language learning materials to hone writing skills-speak a decent poem used in terms of contents, systematics, the use of language, and display, as well as test their effectiveness. As for this typeo of researcho is researcho developmento with 4D model (four D model).  Basedo ono theo resultso of theo analysis, it waso foundo (1) test results of expert writing materials-talking rhymes, feasible and can be implemented to students and (2) the effectiveness of the use of test results revealed effective learning materials to improve the skills of write-speak poetry by madihin creative performance.Abstrak: Tujuanopenelitianpengembanganoinioadalahmenghasilkanbahanajaro bahasa Indonesia untuk mengasah keterampilan menulis-berbicara syair yang layak digunakan dari segi isi, sistematika, penggunaan bahasa, dan tampilan, serta menguji keefektifannya. Adapun jenispenelitianyang digunakanadalah penelitiano pengembangandengan model 4D (four D model). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa (1) hasil uji ahli bahan ajar menulis-berbicara syair layak dan dapat diimplementasikan kepada siswa dan (2) hasil uji efektivitas penggunaan bahan ajar dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis-berbicara syair dengan performansi madihin kreatif.
Modul Membaca Kritis Teks Laporan Hasil Observasi untuk Siswa Kelas VII Sutriono Hariadi; Muakibatul Hasanah; Wahyudi Siswanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 3: MARET 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.145 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i3.10645

Abstract

In general, this study aims to produce a critical reading module for grade VII students. Specifically, this study aims to (1) produce a critical reading module of observational report text for grade VII students and (2) test the effectiveness of the module to improve students' critical reading skills. The development procedure used refers to the 4D Model consisting of four stages of development. First, the defining phase includes initial analysis, student and teacher analysis, theoretical study by conducting reference studies, and objective analysis by formulating indicators of critical reading skill aspects developed. Second, the design stage is the collection of text, text processing, presenting the material in accordance with the established structure, and making supporting illustrations. Third, the development stage is done module improvement with product test, revision, and test of effectiveness in the field. Fourth, the dissemination stage is done module printing and sharing of research results in the MGMP forum. Expert and practitioner test results indicate that the product is suitable for use as a critical reading model of LHO text from content, presentation, language, and graffiti aspects. Field test results indicate the product is effective to improve students' critical reading ability.Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul membaca kritis untuk siswa kelas VII. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan modul membaca kritis teks laporan hasil observasi untuk siswa kelas VII dan (2) menguji keefektifan modul tersebut untuk meningkatkan keterampilan membaca kritis siswa. Prosedur pengembangan yang digunakan mengacu Model 4D yang terdiri atas empat tahap pengembangan. Pertama, tahap pendefinisian mencakup analisis awal, analisis siswa dan guru, telaah teori dengan melakukan kajian referensi, dan analisis tujuan dengan merumuskan indikator aspek keterampilan membaca kritis yang dikembangkan. Kedua, tahap perancangan dilakukan pengumpulan teks, pengolahan teks, penyajian materi sesuai struktur yang telah ditetapkan, dan pembuatan ilustrasi pendukung. Ketiga, tahap pengembangan dilakukan penyempurnaan modul dengan uji produk, revisi, dan uji keefektifan di lapangan. Keempat, tahap penyebarluasan dilakukan pencetakan modul dan berbagi hasil penelitian dalam forum MGMP. Hasil uji ahli dan praktisi menyatakan produk tersebut layak digunakan sebagai model membaca kritis teks LHO baik dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan. Hasil uji lapangan menyatakan produk tersebut efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa.
Representasi Perilaku Toleran dalam Puisi Karya Siswa SMA Abdul Karim Wirawan; Muakibatul Hasanah; Maryaeni Maryaeni
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 7: JULI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i7.13709

Abstract

Abstract: This study aims to describe the tolerant behavior contained in poems by high school students. This research uses a qualitative approach based on the theory of sociological literature. The results showed that tolerant behavior contained in poems by students in the form of (1) respecting others, (2) accepting and valuing differences, (3) being open to others, and (4) accepting differences of opinion. Tolerant behavior in poetry high school students tends to be aimed at the closest people, namely mothers and friends. Tolerant behavior is also aimed not only at fellow human beings but also at other living things.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku toleran yang terdapat dalam puisi karya siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan teori sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku toleran yang terdapat dalam puisi karya siswa berupa (1) menghargai orang lain, (2) menerima dan menghargai perbedaan, (3) bersikap terbuka terhadap orang lain, dan (4) menerima perbedaan pendapat. Perilaku toleran dalam puisi karya siswa SMA cenderung ditujukan kepada orang terdekat, yakni ibu dan sahabat. Perilaku toleran juga ditujukan tidak hanya kepada sesama manusia, namun juga kepada makhluk hidup lain.