Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR Nafi Isbadrianingtyas; Muakibatul Hasanah; Alif Mudiono
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.5, Mei 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.097 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i5.6300

Abstract

Thematic already applied learning in elementary school. Implementation of necessary management class when the learning process to achieve learning objectives. The purpose of this research describe the management class in thematic learning in elementary school so as to provide the knowledge related to being classroom management while in the field. The results of this research, namely thematic learning in classroom management can be divided into two classroom management in physical and non physical. Management of class in a non physical includes caring, assertiveness, modeling, and high expectations. While the physical classroom management include setting the position of the Board, seating modification, mading and setting the ventilation in the classrooms. Therefore, this research can be used as references in managing class on thematic learning.Pembelajaran tematik sudah diterapkan di Sekolah Dasar. Dalam implementasinya diperlukan pengelolaan kelas saat proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengelolaan kelas dalam pembelajaran tematik di Sekolah Dasar sehingga dapat memberikan pengetahuan berkaitan dengan yang menjadi pengelolaan kelas ketika berada di lapangan. Hasil dari penelitian ini yaitu pengelolaan kelas dalam pembelajaran tematik dapat dibagi menjadi dua yaitu pengelolaan kelas secara non fisik dan fisik. Pada pengelolaan kelas secara non fisik meliputi kepedulian, ketegasan, modeling, dan harapan yang tinggi. Sedangkan pengelolaan kelas secara fisik meliputi meliputi pengaturan posisi papan tulis, modifikasi tempat duduk, mading dan pengaturan ventilasi dalam ruang kelas. Oleh sebab itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pustaka dalam mengelola kelas pada pembelajaran tematik.
Pengembangan Media Permainan Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis Puisi bagi Siswa Kelas X Helmi Wicaksono; Roekhan Roekhan; Muakibatul Hasanah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 2: FEBRUARI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.088 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i2.10526

Abstract

This research aims to media games imajination learning to write poems free to grade X SMA. A model used in this research is model Borg & Gall research. A product produced form games imajination accompanied by teaching guidebook and LKPI. According on the tests conducted to media experts learning literature, expert learning literature, practitioner, and used media product is feasible and can be implemented.Penelitian ini bertujuan mengembangkan media permainan imajinasi dalam pembelajaran menulis puisi untuk siswa kelas X SMA. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian Borg & Gall. Produk yang dihasilkan berupa media permainan imajinasi yang dilengkapi oleh buku panduan mengajar dan LKPI. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan kepada ahli media pembelajaran sastra, ahli pembelajaran sastra, praktisi, dan pengguna produk menyatakan bahwa produk media layak dan dapat diimplementasikan.
Penerapan Model Induktif Kata Bergambar untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar Angelina C. O. R. Lake; Muakibatul Hasanah; Furaidah Furaidah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 9: SEPTEMBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i9.14060

Abstract

Abstract: This research aimed to increase the beginning reading skills of first grade students of SD Inpres 2 Oepura Kupang by using inductive model of picture words. The student achievement was measured by using reading test and observation. The results showed that the use of the inductive model of picture words could increase the beginning reading skills of the studentsAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran dan peningkatan keterampilan membaca permulaan menggunakan model induktif kata bergambar siswa kelas I SD. Penelitian ini dilaksanakan di SD Inpres Oepura 2 Kupang-NTT. Peningkatan keterampilan membaca permulaan siswa melalui model induktif kata bergambar diukur menggunakan tes dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model induktif kata bergambar dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA BERBANTUAN BUKU TEKS BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Ari Metalin Ika Puspita; Ery Tri Djatmika; Muakibatul Hasanah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.10, Oktober 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.382 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i10.6882

Abstract

This study aims to determine the increased student learning outcome in SDN I Campurdarat Class II Tulungagung using contextual-based textbooks. This study used classroom action research design consisted of two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were 44 students of the second grader. The data regarding the use of the textbooks was taken from observations and interviews. The obtained data were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results using contextual-based textbooks show that it can improve students’ learning outcome. The students reached 64% and 70% before using the textbooks. While after using the textbook, the students reached 89% and 92% of their learning outcomes. The researcher, therefore, in accordance with the result of this study only conducted one cycle since the textbooks improve the students’ learning outcome.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas II SDN I Campurdarat Kabupaten Tulungagung dalam menggunakan buku teks berbasis kontekstual. Desain penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas II yang berjumlah 44 siswa. Data tentang penggunaan buku teks diambil dari hasil observasi dan wawancara. Data yang sudah diambil dianlisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menggunakan buku teks berbasis kontekstual ini menunjukkan bahwa mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Sebelum menggunakan buku teks, aktivitas dan hasil belajar siswa menunjukkan persentase 64% dan 70%. Setelah menggunakan buku teks berbasis kontekstual aktivitas dan hasil belajar siswa mencapai 89% dan 92%. Sehingga peneliti hanya menggunakan 1 siklus dalam penelitian ini dikarenakan aktivitas dan hasil belajar sudah di atas standar yang ditentukan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF MEMBACA TEKS DONGENG UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Novia Sulandari; Heri Suwignyo; Muakibatul Hasanah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 8: AGUSTUS 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.733 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i8.9892

Abstract

The development of reading fairy tales as the learning materials need a procedure that should be followed. A good procedure development will help to have a good product. It is good if it fulfill the requirements such as valid, interesting, systematic, and communicative. Those aspects are examined in several steps of procedure development. If the product has already those aspects, it can be examined by applying this in the class room using reading text of fairy tales as the interactive learning materials. The aim of this article is to describe the process of the interactive learning materials development at third grade, elementary school.Bahan ajar interaktif membaca teks dongeng dalam pengembangannya membutuhkan prosedur yang perlu dilaksanakan. Prosedur pengembangan yang baik, akan membantu menghasilkan produk yang baik pula. Produk bahan ajar ini dikatakan baik apabila telah memenuhi syarat seperti valid, menarik, runtut, komunikatif. Keempat syarat tersebut diuji coba dengan beberapa tahapan yang ada pada prosedur pengembangan. Jika sudah memenuhi keempat aspek tersebut, suatu produk diuji coba di lapangan dengan cara menerapkan pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar interaktif membaca teks dongeng. Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan bahan ajar interaktif di kelas III SD.
Bahan Ajar Menulis Cerita Pendek Bermuatan Nilai-Nilai Kenabian untuk Siswa MTs Kelas VII Rahma Anugraheny; Muakibatul Hasanah; Wahyudi Siswanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 2: FEBRUARI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.577 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v4i2.11985

Abstract

Abstract: Teaching materials are the most important component in learning. This research and development aims to produce products and test the validity, systematics, communicativeness, and attractiveness of short story writing teaching materials with prophetic values. This study adapted the seven steps of the Borg and Gall development model, namely (1) information collection, (2) planning, (3) product development, (4) initial field trials, (5) initial product revisions, (6) field trials, (7) final product revisions. The results of the effectiveness test obtained a value of t = 7.191 with sig. 0,000 which means <0.05. Thus, the score of students has increased significantly in writing short stories after using teaching materials to write short stories containing prophetic values.Abstrak: Bahan ajar merupakan komponen terpenting dalam pembelajaran. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk dan menguji validitas, sistematika, kekomunikatifan, dan kemenarikan bahan ajar menulis cerita pendek bermuatan nilai-nilai kenabian. Penelitian ini mengadaptasi tujuh langkah model pengembangan Borg dan Gall, yaitu (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk akhir. Hasil uji keefektifan didapat nilai t = 7,191 dengan sig. 0,000 yang berarti <0,05. Dengan demikian, skor peserta didik mengalami peningkatan dalam menulis cerita pendek secara signifikan setelah menggunakan bahan ajar menulis cerita pendek bermuatan nilai-nilai kenabian.
Pengembangan Modul Menulis Puisi Lingkungan Menggunakan Strategi 5M Eka Yuni Agustin; Muakibatul Hasanah; Taufik Dermawan
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 12: DESEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i12.13064

Abstract

Abstract: Writing poetry is a skill that is considered difficult because it requires practice to write. The reason is because of the lack of learning that leads to the practice of writing poetry in the classroom with the help of adequate teaching materials. The need for teaching materials in the form of modules and appropriate learning strategies to help students learn independently practice writing poetry. The innovative module presents a variety of material so students get new knowledge through the presentation of material in the module. The addition of environmental insights can also provide new knowledge about the importance of maintaining, respecting and preserving the environment. In addition, the use of the 5M strategy that describes concrete verbs will guide and facilitate students in writing poetry.Abstrak: Menulis puisi termasuk keterampilan yang dianggap sulit karena memerlukan latihan untuk menulis. Penyebabnya karena kurangnya pembelajaran yang mengarah pada praktik menulis puisi di kelas dengan bantuan bahan ajar yang memadai. Perlu adanya bahan ajar berupa modul dan strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa belajar secara mandiri berlatih menulis puisi. Modul yang inovatif menghadirkan variasi materi sehingga siswa mendapatkan pengetahuan baru melalui pemaparan materi dalam modul. Penambahan wawasan lingkungan juga dapat memberikan pengetahuan baru tentang pentingnya menjaga, menghargai, dan melestarikan lingkungan. Selain itu, penggunaan strategi 5M yang memaparkan kata kerja konkret akan memandu dan memudahkan siswa dalam menulis puisi.
WUJUD KESANTUNAN TINDAK DIREKTIF GURU TAMAN KANAK-KANAK Anisa Ulfah; Nurhadi Nurhadi; Muakibatul Hasanah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.6, Juni 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.43 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i6.6355

Abstract

The aim of this study is to describe the act of politeness directive form of Kindergarten’s teacher in studies interaction. This study use a qualitative research. While, the type of language research to study of sociopragmatics. The result shown that politeness language of Kindergarten’s teacher to extend directive act for students formed by (a) using diction, (b) using sentence, (c) using songs, and (d) using gestures. The diction which shows the politness is greeting words, passive verb di-, and tag ya. The sentence used is imperative sentences, introgative sentences, and declarative sentences.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kesantunan tindak direktif guru TK dalam interaksi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini ialah penelitian bahasa dengan kajian sosiopragmatik. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kesantunan bahasa guru TK dalam memberikan tindak direktif kepada siswa diwujudkan melalui (a) penggunaan kata (diksi), (b) penggunaan kalimat, (c) penggunaan lagu, dan (d) penggunaan isyarat. Pilihan kata yang menunjukkan kesantunan, meliputi kata sapaan, kata kerja pembentuk pasif di-, dan interjeksi ya. Adapun kalimat yang digunakan yaitu kalimat imperatif, kalimat interogatif, dan kalimat deklaratif.
PEMANFAATAN BUKU CERITA BERGAMBAR SEBAGAI SUMBER BACAAN SISWA SD Hendra Adipta; Maryaeni Maryaeni; Muakibatul Hasanah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.5, Mei 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.017 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i5.6337

Abstract

This research was conducted in order to determine how to use picture books as a source of reading students learning Indonesian in elementary students. This study uses a descriptive qualitative research design. The data collection was done by using participant observation, in-depth interviews, and documentation. Activity data analysis starts from the reduction of the data (data reduction), presentation of data (data display), until the conclusion / verification (conclusion drawing / verification). Based on data analysis, obtained 3 conclusion of the study as follows: (1) the use of picture books was quite effective interest students in learning. (2) The problem faced by teachers, availability of picture books are still a few, as well as the lack of variety bukucerita display, (3) a solution to overcome existing obstacles teachers reproduce themselves by means of picture books and teachers look for variations replicate their own stories on the internet.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan buku cerita bergambar sebagai sumber bacaan siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa SD. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, hingga kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan analisis data, diperoleh 3 kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1) pemanfaatan buku cerita bergambar sudah cukup efektif menarik minat siswa dalam pembelajaran, (2) kendala yang dialami oleh guru yaitu ketersediaan buku cerita bergambar yang masih sedikit, serta kurangnya variasi buku cerita bergambar, (3) solusi untuk mengatasi kendala yang ada guru memperbanyak sendiri buku cerita bergambar dengan cara menggandakannya  yaitu guru mencari variasi cerita lain di internet.
Assessment for Learning Dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi di Sekolah Dasar Nulice Alerbitu; Titik Harsiati; Muakibatul Hasanah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 7: JULI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i7.14932

Abstract

Abstract: This study aims to describe the process of learning to write narrative essays, assessment for learning conducted by teachers, and students' ability to write narrative essays. The research method used is descriptive qualitative. The results of the research on the process of learning to write narrative essays were carried out well. Assessment for learning conducted by teachers includes the use of effective questioning methods, active feedback between teachers and students, feedback on student work, and student revision of narrative essays. The students' overall ability to write narrative essays is very good.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran menulis karangan narasi, penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru, dan kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas V SD. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil proses pembelajaran menulis karangan narasi terlaksana dengan baik. Penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru meliputi penggunaan metode tanya jawab yang efektif, umpan balik aktif antara guru dan siswa, umpan balik hasil kerja siswa, dan revisi karangan narasi siswa. Kemampuan siswa dalam menulis karangan narasi secara keseluruhan sangat baik.