Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Ekspresi p53 Mutan dan Ki-67 pada Meningioma Diana Mayasari; Dyah Fauziah
Majalah Patologi Indonesia Vol. 25 No. 3, September 2016
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Meningioma merupakan salah satu tumor pada sistem saraf pusat yang paling sering terjadi. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui keterkaitan gen yang terkait dengan pertumbuhan neoplasma serta penanda proliferasi dalam patogenesis meningioma. P53 mutan dan Ki-67 terlibat dalam jalur proliferasi sel.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara ekspresi p53 mutan dan derajat meningioma, hubungan antara ekspresi Ki-67 dan derajat meningioma, serta hubungan antara ekspresi Ki-67 dan ekspresi p53 mutan. Metode Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel berjumlah 30 kasus, dibagi dalam dua kelompok yaitu meningioma derajat rendah sebanyak 15 kasus dan derajat tinggi sebanyak 15 kasus yang telah didiagnosis di Laboratorium Patologi Anatomik Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya periode Januari 2010-Juli 2014. Sampel dilakukan pulasan dengan menggunakan antibodi monoklonal terhadap Ki-67 dan p53.Hubungan antara ekspresi p53 dengan derajat meningioma dianalisa dengan menggunakan uji Pearson chi-square.Hubungan antara ekspresi Ki-67 dengan derajat meningioma dianalisa dengan uji Spearman. Sedangkan, hubungan antara ekspresi Ki-67 dengan ekspresi p53 pada meningioma dengan uji regresi linear. Hasil Analisis statistik antara ekspresi Ki-67 dan derajat meningioma menunjukkan korelasi bermakna (p=0,000, p
Ekspresi CXCR4 dan Ki-67 pada Limfoma Folikuler Derajat Rendah dan Derajat Tinggi Ridholia Ridholia; Dyah Fauziah; Nila Kurniasari
Majalah Patologi Indonesia Vol. 25 No. 3, September 2016
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Limfoma folikuler adalah neoplasma yang terdiri dari proliferasi sel B germinal centre ganas yang bercampur dengan sel tidak ganas seperti sel T helper (Th), sel dendritik folikuler (FDC), makrofag. sentrosit dan sentroblas yang merupakan sel yang dominan pada limfoma folikuler . Perjalanan klinis limfoma folikuler dapat diprediksi dengan menentukan derajat berdasarkan jumlah rata-rata sentroblas pada 10 folikel neoplastik per lapang pandang besar. CXCR4 adalah reseptor kemokin yang terdapat pada sel tumor dan berikatan dengan ligan CXCL12 yang disekresi oleh sel stroma follicular reticular (FRCs). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sentroblas mengekspresikan CXCR4 sedangkan sentrosit tidak mengekspresikan CXCR4. Ikatan ligan CXCL12 dengan reseptor kemokin CXCR4 akan menguraikan protein G dan mengaktifkan faktor transkripsi NFκB melalui Akt. Selain itu, aksis CXCR4/CXCL12 dapat menon-aktifkan protein BAD yang merupakan protein pro apoptosis sehingga proliferasi sel terus terjadi. Indeks proliferasi dapat diukur dengan ekspresi Ki-67. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ekspresi CXCR4 dan Ki-67 pada limfoma folikuler. Metode Penelitian observasional analitik ini dilakukan dengan pendekatan potong lintang Sample penelitian adalah blok parafin dari semua kasus limfoma folikuler di Laboratorium Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode Januari 2007-Desember 2014. Ekspresi CXCR4 dan Ki-67 dihitung secara kuantitatif. Perbedaan ekspresi CXCR4 dan Ki-67 dianalisis menggunakan uji statistik Mann-Whitney dan uji T. Hubungan ekspresi CXCR4 dan Ki-67 dianalisis dengan uji statistik korelasi Spearman. Hasil Didapatkan perbedaan bermakna antara ekspresi CXCR4 pada limfoma folikuler derajat rendah dan limfoma folikuler derajat tinggi (p=0,027, p0,05). Didapatkan hubungan bermakna antara ekspresi CXCR4 dan Ki-67 pada limfoma folikuler derajat rendah (p=0,036, p0,05), koefisien korelasi r= -0,452. Kesimpulan Ekspresi CXCR4 dapat digunakan untuk membedakan limfoma folikuler derajat rendah dan tinggi, sedangkan ekspresi Ki-67 tidak dapat digunakan untuk membedakan limfoma folikuler derajat rendah dan tinggi. Kata kunci: CXCR4, derajat, limfoma folikuler, Ki-67.
Hubungan antara Ekspresi VEGF dan MMP-9 dengan Invasi Ekstra Okuler pada Retinoblastoma Emillia Wijayanti; Dyah Fauziah
Majalah Patologi Indonesia Volume 26 No. 1, Januari 2017
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Retinoblastoma merupakan 80% dari semua kanker okular primer pada anak-anak sampai usia 15 tahun. Invasi tumor adalah tahap penting yang menyebabkan metastasis pada retinoblastoma. Faktor resiko terbesar untuk metastasis adalah invasi pada orbita atau saraf optikus. Angka kelangsungan hidup kasus retinoblastoma ekstra okuler masih rendah, rata-rata antara 50%-70%. Ekspresi MMP-9 dan VEGF dapat berperan sebagai petanda biologis untuk invasi dan metastasis retinoblastoma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ekspresi VEGF dan MMP-9 dengan invasi ekstra okuler pada retinoblastoma. Metode Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel sebanyak 30 dibagi dalam: 21 dengan invasi ekstra okuler dan 9 tanpa invasi ekstra okuler yang telah didiagnosis di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya dalam rentang waktu Januari 2011-Desember 2013. Sampel dilakukan pulasan immunohistokimia dengan antibody monoclonal anti VEGF dan antibody polyclonal anti MMP-9 serta dinilai menggunakan metode semikuantitatif. Hubungan ekspresi VEGF dan MMP-9 dengan invasi ekstra okuler pada retinoblastoma dianalisa menggunakan Regresi Logistik. Hubungan antara ekspresi VEGF dengan MMP-9 pada retinoblastoma dianalisa menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil VEGF terekspresi pada 24 dari 30 (80%) sampel. MMP-9 terekspresi pada 28 dari 30 (93,3%) sampel. Tidak didapatkan hubungan antara ekspresi VEGF dengan invasi ekstra okuler pada retinoblastoma. Tidak didapatkan hubungan antara ekspresi MMP-9 dengan invasi ekstra okuler pada retinoblastoma. Terdapat hubungan antara ekspresi VEGF dan MMP-9 pada retinoblastoma (p=0,012, r=0,454). Kesimpulan Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan ekspresi VEGF maupun MMP-9 dengan invasi ekstraokuler pada retinoblastoma namun terdapat kecenderungan peningkatan ekspresi VEGF dan MMP-9 pada sampel retinoblastoma dengan invasi ekstraokuler. Terdapat korelasi positif antara ekspresi VEGF dengan MMP-9 yang menunjukkan adanya peningkatan ekspresi VEGF seiring dengan peningkatan MMP-9, namun tidak terdapat hubungan dengan invasi ekstra okuler. Kata kunci: VEGF, MMP-9, invasi ekstra okuler, retinoblastoma.
Analisis Ekspresi Cyclin Dependent Kinase (Cdk)6 dan Ki-67 pada Neoplasma Kelenjar Liur Meyta Riniastuti; Dyah Fauziah; Alphania Rahniayu
Majalah Patologi Indonesia Volume 26 No. 2, Mei 2017
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BackgroundBroad spectrum tumors can arise in salivary glands, giving diagnostic difficulties in some subtypes due to morphological similarities. Immunohistochemistry studies done to differentiate between benign and malignant neoplasms of salivary glands are very few, including Cdk6 and Ki-67. Cdk6’s role in tumorigenesis is halting cellular proliferation and differentiation. Ki-67 is actively expressed in proliferating cells, particularly neoplasms. The objectives are to analyze differences of Cdk6 and Ki-67 expression in benign and malignant salivary gland neoplasms and to analyze the correlation between those two proteins.MethodsThis is an analitic observational study with cross sectional design. Samples were taken proportionally, each 15 samples of benign and malignant salivary gland neoplasms, derived from pathological archives during 1 January 2011-30 June 2013 period. Immunohistochemical staining with Cdk6 and Ki-67 monoclonal antibody were performed. Differences in Cdk6 and Ki-67 expression of both groups were analyzed using Mann Whitney. The correlation between the Ki-67 and Cdk6 expression were analyzed using Spearman.ResultsThere were significant differences in the Cdk6 and Ki-67 expression between benign and malignant salivary gland neoplasms.The expressions of Ki-67 have a cut-off point of 6.50%. There was a significant correlation between Cdk6 and Ki-67 expression in the salivary gland neoplasms.ConclusionExpression of Cdk6 and Ki-67 were low at benign salivary gland neoplasms and high at malignant salivary glands neoplasms. There was significant correlation between Cdk6 expression and Ki-67 expression at benign and malignant salivary gland neoplasms. Although both could differentiate the behavior of neoplasms, Ki-67 was more reliable and applicable.
Peran Ekspresi Minichromosome Maintenance 2 (MCM-2) dan Ki-67 pada Astrositoma Dewi Astuti Kurniawati; Dyah Fauziah
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No.3, September 2017
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangDerajat histopatologi berdasarkan klasifikasi WHO pada astrositoma tidak cukup optimal untuk mendukung diagnosis dan prognosis karena subyektivitas penilaian gambaran histopatogi pada beberapa kasus astrositoma. Fungsi Ki-67 sebagai marker proliferasi masih memiliki keterbatasan. Sebaliknya, Minichromosome maintenance 2 (MCM-2) memiliki peran penting dalam mengontrol siklus sel, inisiasi dan elongasi replikasi DNA. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ekspresi MCM 2 dan Ki-67 pada derajat histopatologi.MetodeRancangan penelitian yang digunakan adalah metode potong lintang. Sampel penelitian adalah semua blok parafin penderita astrositoma pada RSUD Dr Soetomo Surabaya periode 2010-2014. Pada sampel dikelompokkan berdasarkan derajat histopatologi dalam derajat II, derajat III dan derajat IV. Sampel dipulas menggunakan immunohistokimia dengan antibodi monoklonal MCM-2 dan Ki-67. Perbedaan ekspresi MCM-2 dan Ki-67 pada astrositoma derajat II, III, dan IV dianalisa statistitika menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hubungan antara ekspresi MCM-2 dan Ki-67 pada astrositoma dianalisa menggunakan uji Spearman.HasilUji Kruskal-Wallis ekspresi MCM-2 antara astrositoma derajat rendah (II) dan derajat tinggi (III) menunjukkan perbedaan bermakna. Uji Kruskal-Wallis ekspresi Ki-67 antara astrositoma derajat rendah (II) dan derajat tinggi (III & IV) menunjukkan perbedaan tidak bermakna. Sedangkan, uji Spearman ekspresi MCM-2, Ki-67 dan derajat histopatologi astrositoma menunjukkan korelasi positif.KesimpulanEkspresi MCM-2 dapat digunakan untuk membedakan antara astrositoma derajat II dan III. Ekspresi Ki-67 dapat digunakan untuk membedakan astrositoma derajat III dan derajat IV.
Analisis Ekspresi p21 dan CDK6 pada Karsinoma Payudara Invasif Tipe Luminal A, Luminal B dan HER2/neu Nasrun Bakri; Nila Kurniasari; Dyah Fauziah
Majalah Patologi Indonesia Vol. 28 No. 1, Januari 2019
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangKarsinoma payudara adalah keganasan paling sering ditemukan pada wanita. Berbagai literatur menunjukkanbahwa p21 dan CDK6 mempunyai peranan pada proliferasi sel tumor di berbagai keganasan. Korelasi danperbedaan ekspresi p21 dan CDK6 pada klasifikasi subtipe molekular karsinoma payudara invasif belumbanyak diteliti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekspresi p21 dan CDK6 pada karsinoma payudarainvasif tipe luminal A, luminal B dan HER/neu.MetodePenelitian ini dilakukan secara retrsospektif dengan desain observasional analitik cross sectional blok parafinkarsinoma payudara invasif subtipe luminal A, luminal B dan HER2/neu di Laboratorium Patologi AnatomikRSUD Dr. Soetomo Surabaya. Hasil penelitian dilakukan dengan uji statistik Kruskal-Wallis untuk uji beda danuji statistik Spearman untuk uji korelasi.HasilPenelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna ekspresi p21 (p=0,402) dan CDK6 (p=0,238) padasubtipe luminal A, luminal B dan HER2/neu. Tidak terdapat korelasi bermakna antara ekspresi p21 dan CDK6pada luminal A (p=0,211), luminal B (p=0,286) dan HER2/neu (p=0,192).KesimpulanEkspresi p21 dan CDK6 tidak mempunyai perbedaan bermakna pada karsinoma payudara invasif subtipeluminal A, luminal B dan HER2/neu
Hubungan Ekspresi CD133 dan EGFR Terhadap Derajat Keganasan pada Karsinoma Ovarium Agung Dwi Suprayitno; Dyah Fauziah; Gondo Mastutik
Majalah Patologi Indonesia Vol. 30 No. 1, Januari 2021
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55816/mpi.v30i1.462

Abstract

BackgroundOvarian carcinoma account for 90% of all malignant ovarian tumors. Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR), also known asErbB1/HER1, has an important role in tumor cell proliferation. CD133 is a marker for hematopoietic stem cell and it is involved in tumorcell proliferation, self renewal and cell differentiation. The objective to analyze the expression of CD 133 and EGFR in high grade andlow grade ovarian carcinoma, and to determine the correlation between the expression of CD133 and EGFR expression in ovariancarcinoma.MethodsThe study was conducted with observational and cross sectional method on paraffin blocks of patients diagnosed as ovariancarcinoma from 1 January until 31 December 2017 in Dr. Soetomo Hospital. Ovarian carcinoma was divided into 2 grade, low gradeand high grade. Immunohistochemistry for EGFR and CD133 was performed. Immuno-reactive Score (IRS) was applied to evaluatethe expression of EGFR and CD133. The difference expression of CD133 and EGFR in low grade and high grade ovarian carcinomawas analyzed with Mann-Whitney test. Correlation between CD133 with EGFR was analyzed with Spearman test.ResultsThere were significant difference in expression of CD133 (p=0.0001) and EGFR (p=0.0005) in high grade and low grade OvarianCarcinoma. There was significant positive correlation between CD133 and EGFR expression in Ovarian Carcinoma (p=0.035; r=0.37)ConclusionExpression of CD133 and EGFR were higher in high grade ovarian carcinoma. The higher expression of CD133 will increaseexpression of EGFR in ovarian carcinoma. Both markers may be used as prognostic factor.
Co-Authors Agung Dwi Suprayitno Agustin, Leonita Alpha Fardah Athiyyah Alphania Rahniayu Anak Agung Gede Sugianthara Anang Endaryanto Andi Syarti Anggoro, Adhitri Anny Setijo Rahaju, Anny Setijo Ardiansyah, Djohan Ariani, Grace Arif Satria Hardika Askandar Tjokroprawiro Barliana Barliana Budi Utomo Cindy Angelina Limantara Cita Rosita Sigit Prakoeswa Deasy Fetarayani Dewi Astuti Kurniawati Dewi Sartika A. W. Dian Yuliartha Lestari Diana Purnamasari Djuanda, Stephanie N. Dwirani Rosmala Pratiwi Dyah Erawati, Dyah Edi Suyanto Elvin Nuzulistina Emillia Wijayanti Esti Hindariati Faradila Budi Saputri Faroek Hoesin Febrina Diah Puspitasari Ferdiansyah Mahyudin Fira Soraya Fitriana . Gatot Soegiarto Gilang Adi Firmansyah Gondo Mastutik Gunawan, Vania A. Hardika, Arif Satria Heriyawati, Heriyawati Hermawan Udiyanto Ilmiah, Khafidhotul Imam Susilo INDRA YULIATI, INDRA INGRID SURYANTI SURONO Khafidhotul Ilmiah Kurniawati, Yuliana Kusumastuti, Etty H. Kusumastuti, Etty Hari KUSUMASTUTI, ETTY HARY Lefi, Achmad Lies Mardiyana, Lies Lilihata, Jilientasia G. Maharani, Andi RK. Mamiek Dwi Putro MANUEL HUTAPEA MANUEL HUTAPEA, MANUEL Marhana, Isnin A. Mayasari, Diana Mega Kahdina Meyta Riniastuti MUHAMMAD RIZKI YAZNIL Nabilah Puspa Utami Nasrun Bakri Nila Kurniasari Nugraha, Ricardo A. Nugroho, Gilang MS. Nunuk Mardiana, Nunuk Prastiya Indra Gunawan Qonitatillah, Ana Rahaju, Anny S. Rahmadewi Rahmadewi Retnani, Diah Prabawati Ridholia Ridholia Ridholia Ridholia, Ridholia Rinjani, Lalu GP. Rizki Ahmad Fauzan Rizkie T Trisnawaty Rosyid, Alfian N. ROY YUSTIN SIMANJUNTAK ROY YUSTIN SIMANJUNTAK, ROY YUSTIN S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sarah Fauzia Sari, Aditya Sita Semedi, Bambang P. Sensusiati, Anggraini Dwi Sjahjenny Mustokoweni, Sjahjenny SUHATNO - SUHATNO -, SUHATNO Supriadi Supriadi Sutrisno Sutrisno Tedy Apriawan Teguh Prakosa, Teguh Tri Wulanhandarini Ulinta Pasaribu Ummi Maimunah wahjoe djatisoesanto Wahyu, Dwi wihasto suryaningtyas Willy Sandhika Wiratama, Priangga A. Wiratama, Priangga Adi Wirawan, Putu Tanisya Putri Yandi, I KR. Yaznil, Muhammad Rizki Yetti Hernaningsih Yudha Haryono Yuliana Kurniawati Yusuf, Muhtarum