Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pemahaman Operasi Bentuk Aljabar Siswa SMP Berdasarkan Level Kecerdasan Emosional Putri Ariningtyas; Subanji Subanji; I Nengah Parta
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.891

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman operasi bentuk aljabar siswa SMP berdasarkan level kecerdasan emosional. Penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan subjek purposive sampling dilaksanakan di SMPN 1 Malang pada 30 siswa kelas VII-H. Instrumen yang digunakan angket kecerdasan emosional dan lembar tes. Untuk mendeskripsikan secara kualitatif maka diambil tiga siswa yang diambil berdasarkan pengisian angket kecerdasan emosional, hasil pengerjaan tes serta rekomendasi guru. Pemahaman konseptual dan prosedural siswa tiap level yaitu, siswa level kecerdasan emosional tinggi memiliki pemahaman bentuk aljabar baik, siswa level kecerdasan emosional sedang memiliki pemahaman cukup baik tetapi belum mampu melakukan operasi bentuk aljabar, sedangkan siswa kecerdasan emosional rendah memiliki pemahaman kurang baik karna belum mampu menyatakan ulang konsep, serta melakukan operasi bentuk aljabar.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika pada Saat Pembelajaran Daring Nastiti Kusumaningtyas; I Nengah Parta; Hery Susanto
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i1.1019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa SMP dalam memecahkan masalah segiempat pada saat pembelajaran dilakukan secara daring. Penelitian diikuti oleh 20 siswa kelas IX C SMP Negeri 1 Kencong. Selanjutnya dipilih 6 sampel yang terdiri dari 6 subjek yaitu dua subjek yang mememiliki kemampuan matematis tinggi, dua subjek yang mempunyai kemampuan matematis sedang, serta dua subjek yang mempunyai kemamuan matematis rendah untuk kemudian dilakukan wawancara secara daring menggunakan aplikasi Whatssapp. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah tes pemecahan masalah matematika segiempat dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kemampuan matematika tinggi juga memiliki kemampuan penalaran matematis yang tinggi. Subjek yang memiliki kemampuan matematika sedang juga memiliki kemamuan penalaran matematis sedang. Siswa dengan kemampuan matematika rendah juga memiliki kemampuan penalaran matematis rendah. Selain itu, siswa dengan kemampuan penalaran matematis tinggi bisa memberikan lebih dari satu jawaban dalam memecahkan masalah.
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended SPLDV Kelas XI MTs Al-Islah Citrodiwangsan Lumajang Nilta Ilmiyatur Rosidah; I Nengah Parta; Sisworo Sisworo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1045

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika menjadi bekal dalam menghadapi perkembangan zaman saat ini, sementara soal open-ended memberikan banyak peluang kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematisnya. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI MTs Al-Islah Citrodiwangsan Lumajang pada tanggal 01 September 2021. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling Pengumpulan data menggunakan tes soal kemampuan pemecahan masalah open-ended dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelian yang telah dilakukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis subjek ST dapat dikategorikan sangat baik karena mampu melaksanakan keempat tahapan polya, subjek SS dikategorikan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik karena mampu melaksanakan tiga tahapan polya tanpa melakukan pengecekan ulang, dan subjek SR hanya dapat melaksanakan dua tahapan Polya yaitu memahami masalah dan merencanakan penyelesaian dengan menghasilkan jawaban salah, sehingga dikategorikan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kurang baik, masing-masing subjek sedikitnya membuat dua strategi penyelesaian yang berbeda
DEFRAGMENTASI PENGAKTIFAN SKEMA MAHASISWA UNTUK MEMPERBAIKI TERJADINYA BERPIKIR PSEUDO DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIS Kadek Adi Wibawa; Toto Nusantara; Subanji Subanji; I Nengah Parta
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Prima: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v2i2.755

Abstract

Berpikir pseudo merupakan salah satu penyebab terjadinya kesalahan mahasiswa dalam memecahkan masalah matematis. Berpikir pseudo dibagi menjadi dua, yaitu berpikir pseudo salah dan berpikir pseudo benar. Dalam penelitian ini dikaji berpikir pseudo salah, yang mana mahasiswa salah dalam memecahkan masalah matematis, namun dapat melakukan perbaikan setelah melakukan berpikir reflektif melalui intervensi terbatas yang diberikan oleh peneliti. Proses perbaikan yang dilakukan oleh mahasiswa diamati melalui proses defragmentasi struktur berpikir yang terjadi. Hasil penelitian ini, mengungkap bahwa terjadi proses pengaktifan skema atau mahaisiswa mengaktifkan skema yang sudah dimiliki sebelumnya untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Peneliti menggunakan tiga subjek untuk menggambarkan proses defragmentasi pengaktifan skema yang terjadi. Eksplorasi dilakukan pada saat melakukan studi pendahuluan dan pada saat penelitian.Kata Kunci: Berpikir pseudo-salah, intervensi terbatas, defragmentasi pengaktifan skema, dan memecahkan masalah matematis.
The Learning of Hybrid Methods to Improve Mathematics Critical Thinking Ability of Students Class XI MIPA Pungky Rahmawati; I Nengah Parta; Hendro Permadi
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.05 KB) | DOI: 10.21067/jip.v12i1.6360

Abstract

This study aims to analyze the implementation of hybrid learning to improve the critical thinking skills of mathematics students of class XI MIPA. The method used in this study is class action research using two cycles design. The subjects of this study were teachers and 12 students of class XI MIPA at SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang. The sampling technique used in this study was the purposive sampling technique. This study used two data collection methods, observation, and interviews used for qualitative data, then tests used for quantitative data. The instruments used are observation sheets, interview guidelines, and learner critical thinking test sheets. The data analysis techniques in this study are coding for qualitative data and descriptive statistics for quantitative data. The results showed that mathematics learning with a hybrid learning method consisting of asynchronous and synchronous learning pairs, can improve students' mathematical critical thinking skills. Therefore, this research can be used as a reference for teachers in mathematics learning with a hybrid method that is even more varied, even though constrained by pandemic conditions and remains limited in face.
KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONTEKS SOSIAL BUDAYA PADA TOPIK GEOMETRI JENJANG SMP Maskanur Rezky; Erry Hidayanto; I Nengah Parta
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1323.737 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4879

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa SMP kelas IX pada topik geometri dengan soal berkonteks sosial budaya berdasarkan kemampuan matematis siswa. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Subjek yang dipilih sebanyak enam orang dari 37 siswa dengan masing-masing dua siswa yang memiliki kemampuan matematis rendah, sedang dan tinggi di kelas IX. 1 SMP Negeri 138 Jakarta tahun ajaran 2021-2022. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah soal geometri yang dikaitkan dengan konteks sosial budaya dari beberapa daerah di Indonesia dan pedoman wawancara terhadap subjek penelitian. Teknik analisa yang digunakan ialah dengan memeriksa hasil pekerjaan siswa berdasarkan indikator yang ditetapkan didukung oleh hasil wawancara subjek penelitian dan selanutnya dibuat narasi deskriptif untuk menggambarkan kemampuan subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek dengan kemampuan rendah masih belum bisa memahami makna masalah yang disajikan berakibat belum memenuhi capaian indiaktor dalam kemampuan literasi numerasi sedangkan subjek dengan kemampuan sedang masih terdapat beberapa indikator kemampuan literasi numerasi yang tidak dipenuhi seperti kemampuan representasi dan penggunaan simbol dan bahasa dan subjek dengan kemampuan tinggi mampu mengimplementasikan pemahaman matematisnya untuk menyelesaikan soal sehingga telah memenuhi capaian indikator kemampuan literasi numerasi.
PEMBELAJARAN BERBANTUAN MEDIA SAKU GANTUNG DAN SEDOTAN UNTUK MEMAHAMKAN TEKNIK MENYIMPAN DAN MEMINJAM DALAM OPERASI BILANGAN CACAH PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Mufarrahatus Syarifah; Gatot Muhstyo; I Nengah Parta
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2014): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.793 KB)

Abstract

The aim of this study is describing instructional process using straws and hanging pocket as instructional media which make the students understand on saving and borrowing techniques in operation with whole number. Instructional process using straws and hanging pocket as instructional media had increased students’ interest and enthusiasm during the instruction. In addition, through the activity with straws and hanging pocket, students were involved in composing algorithms of saving and borrowing techniques so that they remembered these algorithms easily and retained longer. Despite of final test results showed that the criteria of success was not met, the students who failed on the test could solve saving and borrowing techniques problems and explained how they worked well. This condition indicated that the student basically had understood how to apply the saving and borrowing techniques well as a result of using straws and hanging pocket as instructional media.
ANALISIS KESALAHAN SISWA BERBAKAT MATEMATIKA DALAM MEMECAHKAN MASALAH TRANSFORMASI GEOMETRI BERDASARKAN LANGKAH POLYA Leady Dione Alfa Giovanni; I Nengah Parta; Hery Susanto; Lathiful Anwar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.363 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6653

Abstract

This research is motivated by the importance of knowing the errors of gifted math students in solving geometric problems, so that the coaching teacher will find it easier to find solutions and the student's mastery of the material can increase. The purpose of this research is to describe types of errors and the factors causing gifted math students in solving geometry transformation problem. Data collection method was done by conducting a test about geometry transformation problem and by conducting an interview. The results of this research were the type of error done by gifted math students covering a mistake in doing solving plan and rechecking the answer. Most error done by them were in rechecking their answer, that was they had misconception in geometry transformation and they made an error in deciding a formed rectangle type. Factor causing the error in doing solving plan was they were careless in constructing the process of problem solving based on known information. Besides, they were also rarely writing unit in each problem. Factor causing error in rechecking step was the students did not make a correction based on information that they asked and also time limitation in rechecking the answer they had got.
Miskonsepsi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Standar Deviasi Ditinjau dari Tipe Kepribadian Influence Adinda Beauty Afnenda; Sukoriyanto Sukoriyanto; I Nengah Parta
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2190

Abstract

Dibutuhkan kemampuan dan pemahaman mendalam dalam menanggapi, dan menyelesaikan masalah matematika. Perbedaan pemahaman konsep oleh siswa dengan para ahli disebut dengan miskonsepsi. Setiap individu memiliki cara tersendiri dalam menanggapi, dan memahami suatu permasalahan, hal tersebut dipengaruhi oleh adanya perbedaan tipe kepribadian masing-masing siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan miskonsepsi mahasiswa matematika dalam menyelesaikan masalah standar deviasi ditinjau dari tipe kepribadian influence. Instrumen pada penelitian ini adalah angket tipe kepribadian, soal tes tulis, dan pedoman wawancara. Berdasarkan teknik purposive sampling, data hasil angket tes tipe kepribadian, dan soal tes yang diberikan kepada 35 mahasiswa matematika offering H mata kuliah metode statistika, terdapat 3 mahasiswa tipe kepribadian influence yang mengalami miskonsepsi sebagai subjek dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat tiga miskonsepsi yang dialami mahasiswa, yakni (1) range dan variasi data mempengaruhi ukuran standar deviasi; (2) histogram dengan penyebaran paling dekat mean, memiliki standar deviasi yang besar; dan (3) histogram dengan mean tertinggi, memiliki standar deviasi yang tinggi pula. Temuan ini diharapkan dapat memperbaiki cara pendidik dalam mengajarkan statistika deskriptif, terutama konsep standar deviasi yang sedemikian hingga miskonsepsi tersebut dapat diminimalisir.
Analysis of The Occurrence of Reversible Reasoning for Inverse Cases: A Case Study on The Subject Adjie Muhammad Ikram; Purwanto; I Nengah Parta
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v1i1.6635

Abstract

Background. Student reasoning in learning mathematics contributes significantly to the achievement of student mathematics learning outcomes. The main objective of this study is to investigate the process of reversible reasoning in students for inverse problems, in the case of Adjie (Ad). The research method used to reveal the reversible reasoning in Adjie's case using descriptive qualitative research methods. Sampling was carried out using purposive sampling technique where the research sample was selected based on reversible reasoning criteria. Retrieval research data uses the results of students' mathematical work, think aloud, interviews, and the components that cause reversible reasoning. The results of our study found that the process begins with an obstacle that causes Ad to be unable to continue the resolution process, resulting in a metacognition process by analyzing the problem again analytically and developing other heuristic strategies. Ad shows a change in perspective where he initially interpreted inverse as the act of swapping independent and dependent variables and switched to interpreting inverse as the opposite of a function process involving analogy and image representation. The contribution of this research provides knowledge that reversible reasoning can occur in understanding and solving mathematical problems in inverse material.   Latar belakang. Penalaran siswa dalam pembelajaran matematika memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar matematika siswa. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki proses penalaran reversibel pada siswa untuk masalah invers, dalam kasus Adjie (Ad). Metode penelitian yang digunakan untuk mengungkap alasan reversibel pada kasus Adjie menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel penelitian dipilih berdasarkan kriteria penalaran yang dapat dibalik. Pengambilan data penelitian menggunakan hasil kerja matematis siswa, think aloud, wawancara, dan komponen penyebab reversible Reasoning. Hasil penelitian kami menemukan bahwa proses tersebut diawali dengan adanya kendala yang menyebabkan Ad tidak dapat melanjutkan proses penyelesaiannya sehingga terjadi proses metakognisi dengan menganalisis kembali permasalahan tersebut secara analitis dan mengembangkan strategi heuristik lainnya. Iklan menunjukkan perubahan cara pandang dimana awalnya ia mengartikan invers sebagai tindakan menukar variabel independen dan dependen dan beralih mengartikan invers sebagai kebalikan dari proses fungsi yang melibatkan analogi dan representasi gambar. Kontribusi penelitian ini memberikan pengetahuan bahwa penalaran reversibel dapat terjadi dalam pemahaman dan penyelesaian masalah matematika pada materi invers.
Co-Authors Abdur Rahman As’ari Adinda Beauty Afnenda Ahmadah Faashichah Romadlona Al Aini Aulia Amrul Maf'ula, Afia Andrian Runtius Lalang Andrian Runtius Lalang Arnaningtyas Rofi'i Ayu Wanlin, Agnes Putri Baehaqi, Mohammad Romdhon Cholis Sa’dijah Daiana, Putri Dhea Aranova Br Simatupang, Christine Diana Sari Hasibuan Dwiyana Dwiyana Erry Hidayanto Fazrianto Suwarman, Ramdhan Flavia Aurelia Hidajat, Flavia Aurelia Florianus Aloysius Nay Gatot Muhsetyo Gatot Muhstyo Gita Fajrin Jafar HAFIIZH, MOCHAMMAD Harsayandaru Himawan Herman Shalahuddin Hery Susanto Hery Susanto I Made Sulandra Ikram, Muhammad Ilmiyatur Rosidah, Nilta Iman Aniyatuz Zakiyah Indah Rachmawati Juliani Faisal, Nadila Kadek Adi Wibawa Khairah, Umamah Khoerul Umam Kiki Fauziah Labuem, Susana Lathiful Anwar Leady Dione Alfa Giovanni Leka Frita Yanuati Haryono Lutfi Fatkhurrohman Lutfi Fatkhurrohman, Lutfi Fatkhurrohman Makbul Muksar Mamluatus Sa’adah Maskanur Rezky Mohammad Emsa Arifin Mufarrahatus Syarifah Muhammad Ikram Mukhammad Solikhin Nastiti Kusumaningtyas Nilta Ilmiyatur Rosidah Permadi, Hendro Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi Pungky Rahmawati Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putri Ariningtyas Qohar, Abd. Rahma Wahyu Rahman, Rizki Virtaria Rani Puspita Rahayu Riska Indah Wardina Rizki Virtaria Rahman Rustanto Rahardi shentia liyuwana defi Sisworo Slamet Sri Suryanti Subanji Subanji Sukoriyanto Susiswo Swasono Rahardjo Syaiful Hamzah Nasution Tjang Daniel Chandra Toto Nusantara Untu, Zainuddin Untu Varetha Lisarani Wahyuni, Erik Tri Wulandari, Ninik Diah Yayan Eryk Setiawan Yuniar, Dewi Firda Yuniartiningsih Yuniartiningsih Zakiyah Bahanan