Articles
PROFIL PENALARAN INDUKTIF SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH NUMERASI PADA MATERI POLA BILANGAN
Diana Sari Hasibuan;
I Nengah Parta;
Abd Qohar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.7279
Based on the results of the preliminary study, most students were unable to infer formulas of the created patterns and to apply them to the problem's context. This inability refers to inductive thinking, specifically the formulation and generalization stages.The purpose of this study is to describe the profile of students' inductive reasoning in solving numeration problems in the material of number patterns. This study uses a qualitative approach. This research was conducted at SMP Negeri 12 Malang. The stages of students' inductive reasoning are understanding the problem, organizing the problem, looking for and guessing patterns, conjecturing formulas, validating conjectures, and generalizing. The subjects in this study were three students of class VIII C SMP Negeri 12 Malang. Data collection used questions in the form of numeracy questions on number pattern material and interview guidelines. Qualitative data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that students with high abilities can carry out all inductive reasoning activities, students with moderate abilities carry out inductive reasoning to activities for finding and guessing patterns, and students with low abilities do not carry out inductive reasoning.
LITERASI MATEMATIKA SISWA GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT DALAM MENYELESAIKAN SOAL TRIGONOMETRI
Arnaningtyas Rofi'i;
I Nengah Parta;
Rustanto Rahardi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.6837
Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti membuktikan bahwa siswa belum mampu menerapkan konsep, prosedur, fakta dan alat-alat matematika. Hal ini mengakibatkan rendahnya literasi matematika contohnya dalam menerapkan rancangan model matematika. Penelitian. ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi literasi matematika tipe gaya kognitif field independent (FD) dan field dependent (FI) pada siswa dalam menyelesaikan soal trigonometri. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa kelas X SMA Negeri 1 Srengat terdiri dari kuat lemahnya kategori gaya kognitif field independent dan field dependent. Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar wawancara dan lembar tes yang terdiri dari GEFT dan tes literasi matematika. Analisis tes literasi matematika mengacu pada indikator dari tiga tahapan literasi matematika yang dikembangkan dari OECD (2021) yaitu merumuskan (formulate), menggunakan (employ), interpretasi (interprete). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) subjek FD lemah (FDL) mampu memenuhi satu tahapan literasi matematika merumuskan (formulate); (2) subjek FD kuat (FDK) mampu pada satu tahapan literasi matematika merumuskan (formulate); (3) subjek FI lemah (FIL) mampu menguasai ketiga tahapan literasi matematika dengan tahapan menggunakan (employ) konsep perbandingan trigonometri; (4) subjek FI kuat (FIK) mampu menguasai ketiga tahapan literasi matematika dengan tahapan menggunakan (employ) konsep aturan sinus dalam segitiga sebarang. A preliminary study conducted by researchers proved that students were not yet able to apply mathematical concepts, procedures, facts and tools. This results in low mathematical literacy, for example in implementing mathematical model plans. This research aims to obtain a description of mathematical literacy types of Field Independent (FD) and Field Dependent (FI) cognitive styles in students in solving trigonometry problems. The subjects of this research were 4 class X students of SMA Negeri 1 Srengat consisting of strong and weak categories of Field Independent and Field Dependent cognitive styles. The instruments in this research used interview sheets and test sheets consisting of GEFT and mathematical literacy tests. The analysis of the mathematics literacy test refers to indicators from the three stages of mathematics literacy developed by OECD (2021), namely formulating, employing, interpreting. The results of the research show that: (1) weak FD (FDL) subjects are able to fulfill one stage of formulating mathematical literacy; (2) strong FD subjects (FDK) are able to formulate at one stage of mathematical literacy; (3) weak FI (FIL) subjects are able to master the third stage of mathematical literacy with the stage of using (using) the concept of trigonometric comparisons; (4) Strong FI (FIK) subjects are able to master the third stage of mathematical literacy with the stage of using (using) the concept of the sine rule in any triangle.
Penalaran Imitatif Siswa Berkemampuan Matematika Tinggi dalam Memahami Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Zakiyah Bahanan;
I Nengah Parta;
Slamet Slamet
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2283
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran imitatif siswa SMP dalam memahami sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII E SMPN 7 Pasuruan tahun ajaran 2022/2023. Dua subjek dalam penelitian ini dipilih dengan kriteria jawaban tes tuntas dan benar dengan menunjukkan adanya tiruan prosedur, menggunakan metode SPLDV yang sama, serta mempertimbangkan kemampuan siswa mengomunikasikan pemikirannya saat proses wawancara dan keteraturan penyusunan jawaban pada lembar pekerjaan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada unsur berlandasan matematika, subjek mengerti susunan langkah-langkah dalam menyelesaikan soal, tetapi dalam menerapkannya subjek hanya fokus untuk mengecek proses perhitungannya saja tanpa memperhatikan kelogisan dari langkah pemisalan variabel dan kesimpulan yang dibuat. Pada unsur peniruan prosedur, subjek menyelesaikan soal dengan mencontoh prosedur penyelesaian soal rutin SPLDV dan berkeyakinan bahwa prosedur tersebut hanya dapat diterapkan dengan mengikuti aturan pengerjaan yang telah dijelaskan oleh guru. Sedangkan pada unsur argumentasi logis, kedua subjek memiliki kemampuan yang berbeda dalam memberikan alasan logis dari prosedur penyelesaian yang telah dilakukan. Namun dalam hal membuktikan kebenaran kesimpulan, kedua subjek sama-sama tidak dapat menghubungkan jawaban pada pertanyaan sebelumnya untuk menjelaskan bukti terkait rincian uang untuk membeli bahan kue bipang yang dibutuhkan jika diketahui jumlah uang yang dikeluarkan.
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Soal Open-Ended Berdasarkan Self-Confidence Siswa
Ilmiyatur Rosidah, Nilta;
Parta, I Nengah;
Sisworo
Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 16 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Center of Language and Cultural Studies
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30957/cendekia.v16i2.684
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui profil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended spldv. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI MTS Al-Islah Citrodiwangsan Lumajang. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling Pengumpulan data menggunakan tes soal kemampuan pemecahan masalah open-ended, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelian yang telah dilakukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik subjek ST dapat dikategorikan sangat baik karena mampu melaksanakan keempat tahapan polya, subjek SS dikategorikan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik karena mampu melaksanakan tiga tahapan polya tanpa melakukan pengecekan ulang, dan subjek SR hanya dapat melaksanakan dua tahapan Polya yaitu memahami masalah dan merencanakan penyelesaian dengan menghasilkan jawaban salah, sehingga dikategorikan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kurang baik, masing-masing subjek sedikitnya membuat dua strategi penyelesaian yang berbeda.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO INTERAKTIF BERBASIS ANDROID UNTUK MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS VIII
Yuniar, Dewi Firda;
Parta, I Nengah;
Khairah, Umamah
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um068v3i82023p%p
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dipelajari siswa pada kelas VIII SMP sebagai prasyarat untuk materi Sistem Persamaan Linear lebih lanjut di tingkat SMA. Kesulitan siswa dalam mempelajari SPLDV yaitu memahami permasalahan soal cerita dalam menuliskan model matematika. Penggunaan media video interaktif menjadikan pembelajaran lebih menarik karena dapat menggabungkan teks, gambar, suara, dan animasi pendukung. Android dapat memfasilitasi platform yang terbuka untuk pengembangan aplikasinya yang dapat diharapkan dapat menghasilkan media pembelajaran yang bisa dimanfaatkan oleh siswa dalam memahami materi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengembangkan suatu media video interaktif berbasis Android yang dapat digunakan untuk mempelajari materi SPLDV. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan dengan model Hannafin dan Peck yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan, tahap desain, serta tahap pengembangan dan implementasi. Berdasarkan hasil uji coba validasi menggunakan angket, hasil persentase yang diperoleh dari angket uji coba validasi yaitu 90% untuk ahli media, 94% untuk ahli materi, dan 96% untuk pengguna. Maka, dapat disimpulkan media video interaktif berbasis Android pada materi SPLDV dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang membuat siswa tertarik belajar dengan kriteria sangat layak
ETNOMATEMATIKA KAMPUNG ADAT TAKPALA: PENGETAHUAN MATEMATIKA PADA KALANGKAFU’, KAMAIHIANG, & KANAI
Runtius Lalang, Andrian;
Parta, I Nengah;
Sisworo;
Aloysius Nay, Florianus
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 5 No 01 (2023): Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika | Juni 2023 - November 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30822/asimtot.v5i01.2830
Penelitian ini dilakukan untuk memunculkan kearifan budaya yang perlahan mulai terlupakan oleh masyarakat sebagai akibat dari perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan motif tenunan kalangkafu’, kamaihiang & kanai yang digunakan masyarakat Kampung Adat Takpala dari sudut pandang matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi dimana data diperoleh berdasarkan dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam membuat tenunan hingga pada penjualannya masyarakat telah menerapkan etnomatematika diantaranya representasi bentuk belah ketupat, bilangan polindromik, kesebangunan, dan logika matematika.
Profil Pemecahan Masalah Siswa Berdasarkan Tahapan Polya Ditinjau dari Kecerdasan Emosional
Daiana, Putri;
Parta, I Nengah;
Sisworo, Sisworo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v8i1.2023
Pemecahan masalah merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran matematika dikarenakan ketika siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik maka akan mampu mentransfer kemampuan pemecahan masalahnya dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pemecahan masalah siswa berdasarkan tahapan Polya ditinjau dari kecerdasan emosional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling dengan diikuti oleh 58 siswa di SMPN 1 Tajinan yakni 32 siswa dari kelas XI A dan 29 siswa dari XI B. Subjek dalam penelitian ini yaitu tiga siswa yang terdiri dari satu siswa kecerdasan emosional tinggi, satu siswa kecerdasan emosional sedang dan satu siswa kecerdasan emosional rendah. Data dikumpulkan melalui angket kecerdasan emosional, tes dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh Siswa dengan kecerdasan emosional tinggi mampu dalam semua tahap pemecahan masalah yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, melihat kembali. Subjek dengan kecerdasan emosional sedang hanya mampu dalam tahap memahami masalah dan belum memenuhi tahap membuat rencana, melaksanakan rencana, melihat kembali. Sedangkan Subjek dengan dengan kecerdasan emosional rendah tidak mampu memenuhi semua aspek yakni memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, melihat kembali
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Kelas VII pada Materi Teorema Pythagoras
Sitaresmi, Pratiwi Dwi Warih;
Parta, I Nengah;
Rahardjo, Swasono
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Matematika sebagai salah satu mata pelajaran sekolah tidak bisa terpisah dari disiplin ilmu lain dan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Koneksi matematis merupakan salah satu standar proses NCTM. Melalui koneksi matematis antara suatu materi dengan materi lainnya siswa dapat menjangkau beberapa aspek untuk penyelesaian masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan koneksi matematis siswa kelas VIII MTsN Kota Probolinggo pada materi Teorema Pythagoras. Subjek terdiri dari 30 siswa. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes kemampuan koneksi matematis siswa dan hasil wawancara. Hasil tes dianalisis sesuai indikator kemampuan koneksi matematis siswa, yaitu mampu menerapkan konsep yang telah dipelajari sebelumnya dengan konsep yang terdapat pada Teorema Pythagoras. Berdasarkan hasil analisis data, bahwa kemampuan koneksi matematis siswa MTsN Kota Probolinggo masih rendah. Hal ini terbukti bahwa siswa tidak dapat menerapkan konsep yang telah dipelajari sebelumnya dengan konsep Teorema Pythagoras, sehingga siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami soal karena siswa masih bingung dan belum mampu memaknai kalimat yang disajikan. Selain itu siswa lupa dengan materi Teorema Pythagoras. Siswa juga kebingungan dalam memilih konsep yang harus digunakan dalam menyelesaikan soal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak sekolah mengenai kemampuan koneksi matematis siswa. Mengingat pentingnya koneksi matematis dan fakta mengenai kemampan koneksi matematis siswa, diharapkan guru mampu merancang kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kemampuan koneksi matematis siswa.
Problem-based task in teacher training program: Mathematics teachers’ beliefs and practices
Suryanti, Sri;
Nusantara, Toto;
Parta, I Nengah;
Irawati, Santi
Journal on Mathematics Education Vol. 13 No. 2 (2022): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22342/jme.v13i2.pp257-274
Research on mathematics teacher professional development has emphasized primarily teaching quality enhancement. Mathematics task as one of the vital components in mathematics teacher education has been sparsely investigated. The purpose of this research is to explore mathematics teachers’ beliefs and practices in applying a problem-based task after attending one-semester online teacher professional training funded by the Ministry of Education. This is a mixed-method research design with data collected by distributing questionnaires to 105 mathematics teachers from 24 provinces in Indonesia after accomplishing an online professional training program to determine their self-reported beliefs about mathematical problem-based tasks. Data were also collected by conducting focus group interviews with 15 mathematics teachers with different teaching experiences. Teachers' relevant documents, such as course contents, task forms, and notes, were analyzed and used to enrich the qualitative interpretation. The quantitative result indicated that mathematics teachers' beliefs on the problem-based task were low. Meanwhile, the qualitative findings indicated this category of teachers constructed their problem-based tasks with no theoretical framework. Three misconceptions in designing problem-based tasks were also reported. Therefore, future research is recommended for a more acceptable and applicable problem-based tasks framework and design a specific teacher professional development training to promote teachers’ competencies.
Students' degenerative thinking disposition on non-relational aspects in solving quadrilateral problems
Rahma Wahyu;
Purwanto Purwanto;
I Nengah Parta;
Rustanto Rahardi
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/pe.v13i1.19126
The urgency of this research is to see the tendency for non-generative thinking in students to solve rectangular problems, which defined as a degenerative thinking disposition. A degenerative thinking disposition is a person's tendency to take action that ignores information excessively without considering analytical and genetic characteristics in generalizing a problem. The results of the preliminary study show that there are indications of non-generative thinking when students solve problems regarding the perimeter of a rectangle. Many students point out the incompleteness of the solution to the problem of the perimeter of a quadrilateral and tend to be hasty in assuming that the quadrilateral in question is a rectangle. This included in the symptoms that do not give rise to relational aspects. This type of research is qualitative with an exploratory, descriptive approach to three subjects. The data analysis technique uses thematic analysis steps. The results of the study show that students who experience degenerative thinking dispositions from non-relationship aspects ignore information excessively. Students with non-relationship aspects tend to experience excessive information neglect when relating information to definitions and analytical and genetic properties. Students overgeneralize the problem of rectangular properties without considering the existence of other esufficient elements. The concepts used in concluding problem solutions are based on still partial concepts. So the generalizations that are used as the basis for solving other problems end up being wrong.