Articles
PEMBELAJARAN BERBANTUAN MEDIA SAKU GANTUNG DAN SEDOTAN UNTUK MEMAHAMKAN TEKNIK MENYIMPAN DAN MEMINJAM DALAM OPERASI BILANGAN CACAH PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR
Mufarrahatus Syarifah;
Gatot Muhstyo;
I Nengah Parta
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2014): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.793 KB)
The aim of this study is describing instructional process using straws and hanging pocket as instructional media which make the students understand on saving and borrowing techniques in operation with whole number. Instructional process using straws and hanging pocket as instructional media had increased students’ interest and enthusiasm during the instruction. In addition, through the activity with straws and hanging pocket, students were involved in composing algorithms of saving and borrowing techniques so that they remembered these algorithms easily and retained longer. Despite of final test results showed that the criteria of success was not met, the students who failed on the test could solve saving and borrowing techniques problems and explained how they worked well. This condition indicated that the student basically had understood how to apply the saving and borrowing techniques well as a result of using straws and hanging pocket as instructional media.
ANALISIS KESALAHAN SISWA BERBAKAT MATEMATIKA DALAM MEMECAHKAN MASALAH TRANSFORMASI GEOMETRI BERDASARKAN LANGKAH POLYA
Leady Dione Alfa Giovanni;
I Nengah Parta;
Hery Susanto;
Lathiful Anwar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (920.363 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6653
This research is motivated by the importance of knowing the errors of gifted math students in solving geometric problems, so that the coaching teacher will find it easier to find solutions and the student's mastery of the material can increase. The purpose of this research is to describe types of errors and the factors causing gifted math students in solving geometry transformation problem. Data collection method was done by conducting a test about geometry transformation problem and by conducting an interview. The results of this research were the type of error done by gifted math students covering a mistake in doing solving plan and rechecking the answer. Most error done by them were in rechecking their answer, that was they had misconception in geometry transformation and they made an error in deciding a formed rectangle type. Factor causing the error in doing solving plan was they were careless in constructing the process of problem solving based on known information. Besides, they were also rarely writing unit in each problem. Factor causing error in rechecking step was the students did not make a correction based on information that they asked and also time limitation in rechecking the answer they had got.
Miskonsepsi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Standar Deviasi Ditinjau dari Tipe Kepribadian Influence
Adinda Beauty Afnenda;
Sukoriyanto Sukoriyanto;
I Nengah Parta
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2190
Dibutuhkan kemampuan dan pemahaman mendalam dalam menanggapi, dan menyelesaikan masalah matematika. Perbedaan pemahaman konsep oleh siswa dengan para ahli disebut dengan miskonsepsi. Setiap individu memiliki cara tersendiri dalam menanggapi, dan memahami suatu permasalahan, hal tersebut dipengaruhi oleh adanya perbedaan tipe kepribadian masing-masing siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan miskonsepsi mahasiswa matematika dalam menyelesaikan masalah standar deviasi ditinjau dari tipe kepribadian influence. Instrumen pada penelitian ini adalah angket tipe kepribadian, soal tes tulis, dan pedoman wawancara. Berdasarkan teknik purposive sampling, data hasil angket tes tipe kepribadian, dan soal tes yang diberikan kepada 35 mahasiswa matematika offering H mata kuliah metode statistika, terdapat 3 mahasiswa tipe kepribadian influence yang mengalami miskonsepsi sebagai subjek dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat tiga miskonsepsi yang dialami mahasiswa, yakni (1) range dan variasi data mempengaruhi ukuran standar deviasi; (2) histogram dengan penyebaran paling dekat mean, memiliki standar deviasi yang besar; dan (3) histogram dengan mean tertinggi, memiliki standar deviasi yang tinggi pula. Temuan ini diharapkan dapat memperbaiki cara pendidik dalam mengajarkan statistika deskriptif, terutama konsep standar deviasi yang sedemikian hingga miskonsepsi tersebut dapat diminimalisir.
Analysis of The Occurrence of Reversible Reasoning for Inverse Cases: A Case Study on The Subject Adjie
Muhammad Ikram;
Purwanto;
I Nengah Parta
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22236/ijopme.v1i1.6635
Background. Student reasoning in learning mathematics contributes significantly to the achievement of student mathematics learning outcomes. The main objective of this study is to investigate the process of reversible reasoning in students for inverse problems, in the case of Adjie (Ad). The research method used to reveal the reversible reasoning in Adjie's case using descriptive qualitative research methods. Sampling was carried out using purposive sampling technique where the research sample was selected based on reversible reasoning criteria. Retrieval research data uses the results of students' mathematical work, think aloud, interviews, and the components that cause reversible reasoning. The results of our study found that the process begins with an obstacle that causes Ad to be unable to continue the resolution process, resulting in a metacognition process by analyzing the problem again analytically and developing other heuristic strategies. Ad shows a change in perspective where he initially interpreted inverse as the act of swapping independent and dependent variables and switched to interpreting inverse as the opposite of a function process involving analogy and image representation. The contribution of this research provides knowledge that reversible reasoning can occur in understanding and solving mathematical problems in inverse material. Â Latar belakang. Penalaran siswa dalam pembelajaran matematika memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar matematika siswa. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki proses penalaran reversibel pada siswa untuk masalah invers, dalam kasus Adjie (Ad). Metode penelitian yang digunakan untuk mengungkap alasan reversibel pada kasus Adjie menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel penelitian dipilih berdasarkan kriteria penalaran yang dapat dibalik. Pengambilan data penelitian menggunakan hasil kerja matematis siswa, think aloud, wawancara, dan komponen penyebab reversible Reasoning. Hasil penelitian kami menemukan bahwa proses tersebut diawali dengan adanya kendala yang menyebabkan Ad tidak dapat melanjutkan proses penyelesaiannya sehingga terjadi proses metakognisi dengan menganalisis kembali permasalahan tersebut secara analitis dan mengembangkan strategi heuristik lainnya. Iklan menunjukkan perubahan cara pandang dimana awalnya ia mengartikan invers sebagai tindakan menukar variabel independen dan dependen dan beralih mengartikan invers sebagai kebalikan dari proses fungsi yang melibatkan analogi dan representasi gambar. Kontribusi penelitian ini memberikan pengetahuan bahwa penalaran reversibel dapat terjadi dalam pemahaman dan penyelesaian masalah matematika pada materi invers.
PROFIL PENALARAN INDUKTIF SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH NUMERASI PADA MATERI POLA BILANGAN
Diana Sari Hasibuan;
I Nengah Parta;
Abd Qohar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.7279
Based on the results of the preliminary study, most students were unable to infer formulas of the created patterns and to apply them to the problem's context. This inability refers to inductive thinking, specifically the formulation and generalization stages.The purpose of this study is to describe the profile of students' inductive reasoning in solving numeration problems in the material of number patterns. This study uses a qualitative approach. This research was conducted at SMP Negeri 12 Malang. The stages of students' inductive reasoning are understanding the problem, organizing the problem, looking for and guessing patterns, conjecturing formulas, validating conjectures, and generalizing. The subjects in this study were three students of class VIII C SMP Negeri 12 Malang. Data collection used questions in the form of numeracy questions on number pattern material and interview guidelines. Qualitative data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that students with high abilities can carry out all inductive reasoning activities, students with moderate abilities carry out inductive reasoning to activities for finding and guessing patterns, and students with low abilities do not carry out inductive reasoning.
LITERASI MATEMATIKA SISWA GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT DALAM MENYELESAIKAN SOAL TRIGONOMETRI
Arnaningtyas Rofi'i;
I Nengah Parta;
Rustanto Rahardi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.6837
Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti membuktikan bahwa siswa belum mampu menerapkan konsep, prosedur, fakta dan alat-alat matematika. Hal ini mengakibatkan rendahnya literasi matematika contohnya dalam menerapkan rancangan model matematika. Penelitian. ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi literasi matematika tipe gaya kognitif field independent (FD) dan field dependent (FI) pada siswa dalam menyelesaikan soal trigonometri. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa kelas X SMA Negeri 1 Srengat terdiri dari kuat lemahnya kategori gaya kognitif field independent dan field dependent. Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar wawancara dan lembar tes yang terdiri dari GEFT dan tes literasi matematika. Analisis tes literasi matematika mengacu pada indikator dari tiga tahapan literasi matematika yang dikembangkan dari OECD (2021) yaitu merumuskan (formulate), menggunakan (employ), interpretasi (interprete). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) subjek FD lemah (FDL) mampu memenuhi satu tahapan literasi matematika merumuskan (formulate); (2) subjek FD kuat (FDK) mampu pada satu tahapan literasi matematika merumuskan (formulate); (3) subjek FI lemah (FIL) mampu menguasai ketiga tahapan literasi matematika dengan tahapan menggunakan (employ) konsep perbandingan trigonometri; (4) subjek FI kuat (FIK) mampu menguasai ketiga tahapan literasi matematika dengan tahapan menggunakan (employ) konsep aturan sinus dalam segitiga sebarang. A preliminary study conducted by researchers proved that students were not yet able to apply mathematical concepts, procedures, facts and tools. This results in low mathematical literacy, for example in implementing mathematical model plans. This research aims to obtain a description of mathematical literacy types of Field Independent (FD) and Field Dependent (FI) cognitive styles in students in solving trigonometry problems. The subjects of this research were 4 class X students of SMA Negeri 1 Srengat consisting of strong and weak categories of Field Independent and Field Dependent cognitive styles. The instruments in this research used interview sheets and test sheets consisting of GEFT and mathematical literacy tests. The analysis of the mathematics literacy test refers to indicators from the three stages of mathematics literacy developed by OECD (2021), namely formulating, employing, interpreting. The results of the research show that: (1) weak FD (FDL) subjects are able to fulfill one stage of formulating mathematical literacy; (2) strong FD subjects (FDK) are able to formulate at one stage of mathematical literacy; (3) weak FI (FIL) subjects are able to master the third stage of mathematical literacy with the stage of using (using) the concept of trigonometric comparisons; (4) Strong FI (FIK) subjects are able to master the third stage of mathematical literacy with the stage of using (using) the concept of the sine rule in any triangle.
Penalaran Imitatif Siswa Berkemampuan Matematika Tinggi dalam Memahami Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Zakiyah Bahanan;
I Nengah Parta;
Slamet Slamet
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2283
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran imitatif siswa SMP dalam memahami sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII E SMPN 7 Pasuruan tahun ajaran 2022/2023. Dua subjek dalam penelitian ini dipilih dengan kriteria jawaban tes tuntas dan benar dengan menunjukkan adanya tiruan prosedur, menggunakan metode SPLDV yang sama, serta mempertimbangkan kemampuan siswa mengomunikasikan pemikirannya saat proses wawancara dan keteraturan penyusunan jawaban pada lembar pekerjaan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada unsur berlandasan matematika, subjek mengerti susunan langkah-langkah dalam menyelesaikan soal, tetapi dalam menerapkannya subjek hanya fokus untuk mengecek proses perhitungannya saja tanpa memperhatikan kelogisan dari langkah pemisalan variabel dan kesimpulan yang dibuat. Pada unsur peniruan prosedur, subjek menyelesaikan soal dengan mencontoh prosedur penyelesaian soal rutin SPLDV dan berkeyakinan bahwa prosedur tersebut hanya dapat diterapkan dengan mengikuti aturan pengerjaan yang telah dijelaskan oleh guru. Sedangkan pada unsur argumentasi logis, kedua subjek memiliki kemampuan yang berbeda dalam memberikan alasan logis dari prosedur penyelesaian yang telah dilakukan. Namun dalam hal membuktikan kebenaran kesimpulan, kedua subjek sama-sama tidak dapat menghubungkan jawaban pada pertanyaan sebelumnya untuk menjelaskan bukti terkait rincian uang untuk membeli bahan kue bipang yang dibutuhkan jika diketahui jumlah uang yang dikeluarkan.
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Soal Open-Ended Berdasarkan Self-Confidence Siswa
Ilmiyatur Rosidah, Nilta;
Parta, I Nengah;
Sisworo
Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 16 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Center of Language and Cultural Studies
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30957/cendekia.v16i2.684
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui profil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended spldv. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI MTS Al-Islah Citrodiwangsan Lumajang. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling Pengumpulan data menggunakan tes soal kemampuan pemecahan masalah open-ended, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelian yang telah dilakukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik subjek ST dapat dikategorikan sangat baik karena mampu melaksanakan keempat tahapan polya, subjek SS dikategorikan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik karena mampu melaksanakan tiga tahapan polya tanpa melakukan pengecekan ulang, dan subjek SR hanya dapat melaksanakan dua tahapan Polya yaitu memahami masalah dan merencanakan penyelesaian dengan menghasilkan jawaban salah, sehingga dikategorikan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kurang baik, masing-masing subjek sedikitnya membuat dua strategi penyelesaian yang berbeda.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO INTERAKTIF BERBASIS ANDROID UNTUK MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS VIII
Yuniar, Dewi Firda;
Parta, I Nengah;
Khairah, Umamah
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um068v3i82023p%p
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dipelajari siswa pada kelas VIII SMP sebagai prasyarat untuk materi Sistem Persamaan Linear lebih lanjut di tingkat SMA. Kesulitan siswa dalam mempelajari SPLDV yaitu memahami permasalahan soal cerita dalam menuliskan model matematika. Penggunaan media video interaktif menjadikan pembelajaran lebih menarik karena dapat menggabungkan teks, gambar, suara, dan animasi pendukung. Android dapat memfasilitasi platform yang terbuka untuk pengembangan aplikasinya yang dapat diharapkan dapat menghasilkan media pembelajaran yang bisa dimanfaatkan oleh siswa dalam memahami materi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengembangkan suatu media video interaktif berbasis Android yang dapat digunakan untuk mempelajari materi SPLDV. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan dengan model Hannafin dan Peck yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan, tahap desain, serta tahap pengembangan dan implementasi. Berdasarkan hasil uji coba validasi menggunakan angket, hasil persentase yang diperoleh dari angket uji coba validasi yaitu 90% untuk ahli media, 94% untuk ahli materi, dan 96% untuk pengguna. Maka, dapat disimpulkan media video interaktif berbasis Android pada materi SPLDV dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang membuat siswa tertarik belajar dengan kriteria sangat layak
ETNOMATEMATIKA KAMPUNG ADAT TAKPALA: PENGETAHUAN MATEMATIKA PADA KALANGKAFU’, KAMAIHIANG, & KANAI
Runtius Lalang, Andrian;
Parta, I Nengah;
Sisworo;
Aloysius Nay, Florianus
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 5 No 01 (2023): Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika | Juni 2023 - November 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30822/asimtot.v5i01.2830
Penelitian ini dilakukan untuk memunculkan kearifan budaya yang perlahan mulai terlupakan oleh masyarakat sebagai akibat dari perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan motif tenunan kalangkafu’, kamaihiang & kanai yang digunakan masyarakat Kampung Adat Takpala dari sudut pandang matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi dimana data diperoleh berdasarkan dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam membuat tenunan hingga pada penjualannya masyarakat telah menerapkan etnomatematika diantaranya representasi bentuk belah ketupat, bilangan polindromik, kesebangunan, dan logika matematika.