Articles
Pengetahuan Konten Pedagogik Guru Matematika Pemula pada Program Linie
Leka Frita Yanuati Haryono;
I Nengah Parta;
Gatot Muhsetyo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (777.353 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i8.12683
Abstract: The purpose of this research was to find out the teaching materials that needed to be developed in Cell Biology courses at Malang City Universities. The study was conducted on students who have taken Cell Biology courses in four college at the Malang city. The type of research conducted is quantitative descriptive research. The results showed that students were interested in Cell Biology courses and in the Cell Biology course there were several topics which were considered difficult including cell division, cell division control, and cancer, while for the results of the study related to the availability of teaching materials used, data were obtained that in three universities, namely UNISMA, UMM, and IKIP Budi Utomo, the percentage was more than 50% while for UIN the percentage was 48%. Students consider teaching that has not been able to construct understanding of concepts in studying Cell Biology courses so it is necessary to develop research-based module teaching materials.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan ajar yang perlu dikembangkan pada matakuliah Biologi Sel di Perguruan Tinggi Kota Malang. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa yang telah menempuh matakuliah Biologi Sel di empat Perguruan Tinggi kota Malang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deksriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tertarik pada matakuliah Biologi Sel dan pada matakuliah Biologi Sel terdapat beberapa topik yang dianggap sulit antara lain pembelahan sel, pengendalian pembelahan sel, dan kanker. Hasil penelitian terkait ketersediaan bahan ajar yang digunakan diperoleh data bahwa pada tiga perguruan tinggi yaitu UNISMA, UMM, dan IKIP Budi Utomo diperoleh persentase lebih dari 50% sedangkan untuk UIN didapatkan persentase sebesar 48%. Mahasiswa menganggap ajar yang digunakan belum dapat mengonstruk pemahaman konsep dalam mempelajari mata kuliah Biologi Sel sehingga perlu adanya pengembangan bahan ajar modul berbasis penelitian.
Penalaran Analogi Siswa Reflektif Kelas X Dalam Menyelesaikan Soal Trigonometri
Ahmadah Faashichah Romadlona;
I Nengah Parta;
Dwiyana Dwiyana
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 1: JANUARI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (610.48 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v3i1.10352
The purpose of this research is to describe the reasoning of reflective students' analogies in solving trigonometric problems. Problem trigonometry presented a problem that contains the problem analogies. This study used a qualitative descriptive approach with an analogy reasoning test instrument. Data analysis is a description of words. The process of data analysis starts from reducing data, data exposure, verification and affirmation of conclusions. The subjects took one class X MIA 1 containing 30 students. The location of the research was conducted at MAN Mojosari Mojokerto. The cognitive style of students is measured using MFFT tests which can ultimately be categorized by students with reflective and impulsive cognitive styles. From the result of student's answer identification, it is found that the students are doing trigonometric questions with the sequence of components that exist on analogical reasoning according to Sternberg. However, there is an error in meganalogikan about trigonometry given due to lack of mastered concept.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penalaran analogi siswa reflektif dalam menyelesaikan soal trigonometri. Soal trigonometri disajikan menjadi soal yang berisi permasalahan analogi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen soal tes penalaran analogi. Analisis data berupa uraian kata-kata. Proses analisis data dimulai dari mereduksi data, paparan data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Subjek penelitian mengambil satu kelas X MIA 1 yang berisi 30 siswa. Lokasi penelitian dilakukan di MAN Mojosari Mojokerto. Gaya kognitif siswa diukur menggunakan tes MFFT yang akhirnya dapat dikategorikan siswa dengan gaya kognitif reflektif dan impulsif. Dari hasil identifikasi jawaban siswa diperoleh bahwa siswa mengerjakan soal trigonometri dengan urutan komponen yang ada pada penalaran analogi menurut Sternberg. Namun, terdapat kesalahan dalam meganalogikan soal trigonometri yang diberikan dikarenakan kekurangan konsep yang dikuasai.
Kesalahan Siswa yang Mengalami Split Attention dalam Menyelesaikan Masalah SPLDV
Gita Fajrin Jafar;
Gatot Muhsetyo;
I Nengah Parta
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 5: MEI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (735.429 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i5.12474
Abstract: The purpose of this research is to describe student errors that experience split attention in solving SPLDV problems. The subject of this study were two eighth grade students in SMP Muhammadiyah 2 Malang who experienced split attention. The instrument used in this research was a mathematical problem consisting of one SPLDV problem. The results of this research show that students who experienced split attention made factual errors and procedural errors in solving SPLDV problems. Factual errors made by students is that they cannot define the x and y variables they have made. Procedural errors is not being able to determine the resolution steps for the SPLDV problem. In addition, students also cannot use the addition operation correctly. The most common error is procedure error.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesalahan siswa yang mengalami split attention dalam menyelesaikan masalah SPLDV. Subjek penelitian ini adalah dua siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Malang yang mengalami split attention. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah masalah matematika yang terdiri dari satu soal SPLDV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami split attention melakukan kesalahan fakta dan kesalahan prosedur dalam menyelesaikan masalah yang SPLDV. Kesalahan fakta yang dilakukan siswa adalah tidak dapat mendefinisikan variabel x dan y yang telah dibuatnya. Kesalahan prosedur yang dilakukan adalah tidak dapat menentukan langkah-langkah penyelesaian untuk masalah SPLDV. Selain itu, siswa juga tidak dapat menggunakan operasi penjumlahan dengan tepat. Kesalahan yang paling banyak dilakukan adalah kesalahan prosedur.
Strategi Rekursif dan Eksplisit pada Generalisasi Aljabar Siswa Kelas XI Ditinjau dari Gaya Kognitif
Iman Aniyatuz Zakiyah;
I Nengah Parta;
Hendro Permadi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 11: NOVEMBER 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v6i11.15136
Abstract: The aim of this study is to describe the recursive and explicit strategies of algebraic generalization used by 11st grade students based on their cognitive styles and used descriptive qualitative methodology. The subject consisted of 3 field dependent and 3 field independent students. Given 2 tasks to determine the strategies used by students. The problem given are related to near and far generalization. The recursive strategy requires the subject to know the relationship of each term to determine the pattern, whereas the explicit strategy allows the subject to use various rules accordingly. The results show that FD and FI subject use recursive strategy for near generalization problem. But for far generalization problem, FD use recursive and FI use explisit strategy. The findings of this study is there was one subjecf of FI that use recursive strategy for far generalization problem.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi rekursif dan eksplisit generalisasi aljabar siswa kelas XI yang ditinjau dari gaya kognitif dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah masing-masing tiga siswa field dependent(FD) dan field independent(FI). Diberikan dua masalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh siswa. Masalah yang diberikuan berkaitan dengan generalisasi sederhana dan rumit. Strategi rekursif mengharuskan subjek untuk mengetahui hubungan tiap suku untuk menentukan pola, sedangkan strategi eksplisit memungkinkan subjek untuk menggunakan berbagai aturan yang sesuai. Hasil penelitian adalah subjek FD dan FI menggunakan strategi rekursif untuk generalisasi sederhana, sedangkan generalisasi rumit subjek FD menggunakan strategi rekursif. Namun subjek FI menggunakan strategi eksplisit. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada 1 subjek FI yang menggunakan strategi rekursif untuk menyelesaikan generalisasi rumit.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERCIRIKAN KONSTRUKTIVIS TIPE GAGNON DAN COLLAY PADA MATERI PENYAJIAN DATA UNTUK SISWA KELAS VII
Rani Puspita Rahayu;
I Nengah Parta;
Swasono Rahardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.7, Juli 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.122 KB)
|
DOI: 10.17977/jp.v1i7.6529
The purpose of this study is describe the developed learning devices and produce learning devices based on constructivist by Gagnon and Collay on graphing data for students in class VII criteria valid, practical and effective. This learning device development referred to Plomp development model. The validations result that all devices satisfied valid criteria, learning devices satisfied practical criteria with teacher’s activity classified as good, and learning devices satisfied effective criteria, learning exhaustiveness reached, student’s activity classified as good, and student’s responses were positive. The developed devices satisfy quality criteria, which are valid, practical, and effective.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan perangkat pembelajaran dan menghasilkan perangkat pembelajaran bercirikan konstruktivis tipe Gagnon dan Collay pada materi penyajian data untuk siswa kelas VII dengan kriteria valid, praktis dan efektif. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Plomp. Hasil validasi diperoleh perangkat pembelajaran yang valid, perangkat pembelajaran memenuhi kriteria keprakisan yaitu aktivitas guru dalam pembelajaran masuk dalam kategori baik, serta memenuhi kriteria keefektifan, yaitu (1) tercapai ketuntasan klasikal; (2) aktivitas siswa dalam pembelajaran masuk dalam kategori baik; (3) respon siswa positif. Sehingga pengembangan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
Komunikasi Matematis Siswa Bergaya Belajar Teoritis dalam Menyelesaikan Soal Kesebangunan
Indah Rachmawati;
Santi Irawati;
I Nengah Parta
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 7: JULI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (787.826 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v3i7.11354
Abstract: The purpose of this research is to describe the mathematical communication of theoritist student in SMP Negeri 5 Malang in solving similarity problem. Subject of this research is one theoritist students. The indicators of mathematical communication that used in this research are adapted from the NCTM indicator then combined to the four Polya's steps. The results of this research show that the subject’s mathematical communication structure tends to be complete. Furthermore, the diagram created by the subject is proportional and completed by the length, unit, and label. Then, the words used by the subject in writing the reason of similarity tend to be ambiguous. In addition, the subject has used mathematical symbols formally but there are still some errors. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan komunikasi matematis siswa teoritis SMP Negeri 5 Malang dalam menyelesaikan soal kesebangunan. Subjek penelitian ini adalah satu siswa bergaya belajar teoritis. Indikator komunikasi matematis yang digunakan pada penelitian ini diadaptasi dari indikator NCTM kemudian dikombinasikan dengan empat tahapan penyelesaian masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunikasi matematis subjek cenderung lengkap. Gambar yang dibuat oleh subjek proporsional yang dilengkapi dengan panjang, satuan, dan label. Namun, kata-kata yang digunakan oleh subjek dalam menuliskan alasan kesebangunan cenderung ambigu. Selain itu, subjek telah menggunakan simbol matematika secara formal, namun masih terdapat beberapa kesalahan.
Proses Berpikir Siswa SMP Dalam Memecahkan Masalah Matematika
Rizki Virtaria Rahman;
I Nengah Parta;
Hery Susanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 5: MEI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v5i5.13595
Abstract: The purpose of this article is to describe the thinking process of junior high school students in solving mathematical problems. The thought process that will be disclosed in this study includes receiving, processing, storing, and calling information. In this research, it refers to problem solving according to Polya. This type of research is descriptive research and uses a qualitative approach. The subjects chosen consisted of one person from class VIII. The conclusion of this study is that the subject understands the problem by receiving information from repeatedly reading the problem so that it correctly mentions the thing that is known and asked. The subject makes a completion plan by linking the selected formulas. In completing the subject using the plan he has made by linking the known, asked, and the formula he has chosen. The subject also rechecked the problem solving stage.Abstrak: Tujuan dari artikel ini adalah mendeskripsikan proses berpikir siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika. Proses berpikir yang akan diungkapkan penelitian ini mencakup penerimaan, pengolahan, penyimpanan, dan pemanggilan suatu informasi. Dalam penelitian ini merujuk kepada pemecahan masalah menurut Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek yang dipilih berjumlah satu orang dari kelas VIII. Kesimpulan penelitian ini adalah subjek memahami masalah dengan menerima informasi dari membaca berulang kali soal sehingga dengan benar menyebutkan hal yang diketahui dan ditanyakan. Subjek membuat rencana penyelesaian dengan mengaitkan rumus-rumus yang dipilih. Dalam melakukan penyelesaian subjek menggunakan rencana yang telah ia buat dengan mengaitkan yang diketahui, ditanyakan, dan rumus yang telah ia pilih. Subjek juga melakukan pengecekan ulang pada tahap penyelesaian masalah.
Kemampuan Memeriksa Kembali (looking back) Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Lutfi Fatkhurrohman;
I Nengah Parta;
Santi Irawati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 6: JUNI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v6i6.14892
Abstract: The purpose of this research is to describe the ability of looking back students of SMP Negeri 2 Tegalsiwalan Probolinggo regency in solving rectangular shape problems. The research method used is descriptive qualitative. Subjects of this research is three students who had knowledge of geometry level 2 (Informal Deduction) based on Van Hiele's theory. The results showed that subjects at level 2 (Informal Deduction) knowledge of Van Hiele's geometry were able to carry out looking back steps in solving mathematical problems. In addition, the subject is also able to provide more than one way of solving problems and can train students' ability to solve problems.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan kemampuan memeriksa kembali (looking back) siswa SMP Negeri 2 Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo dalam menyelesaikan masalah bangun datar segiempat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa yang memiliki pengetahuan geometri tingkat 2 (Deduksi Informal) berdasarkan teori Van Hiele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mampu melaksanakan langkah looking back dalam menyelesaikan masalah matematika. Selain itu, subjek juga mampu memberikan lebih dari satu cara dalam menyelesaikan masalah dan dapat melatih kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah.
PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP DITINJAU DARI KEYAKINAN EPISTEMOLOGIS TENTANG MATEMATIKA DAN KECERDASAN EMOSIONAL
shentia liyuwana defi;
I Nengah Parta;
Hendro Permadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.549 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3690
This study aims to investigate the relationship between students' mathematical beliefs and levels of emotional intelligence with mastery of mathematical concepts. This type of research is a correlational study because it aims to determine the relationship between variable (epistemological beliefs about mathematics) and variable (emotional intelligence) with variable Y (mastery of mathematical concepts). The population in this study were students of SMP Islam Darussholihin Campurdarat, Tulungagung. The sample in this study was class VII with a total of 42 students. The instruments in this study were a questionnaire on mathematical beliefs and emotional intelligence as well as a test of mastery of the mathematical concept of the quadrilateral material. The technique of processing and analyzing data in this study uses the correlation test. The results of correlation testing in this study indicate that: (1) There is a significant relationship between epistemological beliefs about mathematics on students' mastery of mathematical concepts with a correlation coefficient value of which means the correlation is classified as strong, (2) There is a significant relationship between emotional intelligence and mastery of mathematical concepts with a correlation coefficient of 0.449, which means the correlation is moderate, and (3) There is a significant relationship between epistemological beliefs about mathematics and emotional intelligence simultaneously on students' mastery of mathematical concepts with a correlation coefficient value of 0.573 which means the correlation is strong.
Kesalahan guru dalam pembelajaran matematika materi bangun datar ditinjau dari Pengetahuan deklaratif
Zainuddin Untu;
Purwanto Purwanto;
I Nengah Parta
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 3, No 1: April 2020
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47165/jpin.v3i1.82
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan guru dalam membelajarkan materi bangun datar ditinjau dari pengetahuan deklaratif dalam pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah guru kelas VI Sekolah Dasar Negeri 02 Samarinda Ilir Kota Samarinda Kalimantan Timur. Pengambilan data dilakukan melalui observasi selama proses pembelajaran matematika materi bangun datar dan wawancara setelah pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat kesalahan guru di dalam membelajarkan materi bangun datar ditinjau dari pengetahuan deklaratif dalam pembelajaran matematika. Kesalahan guru tersebut adalah kesalahan di dalam mendeklarasikan konsep dan fakta tentang keliling dan luas bangun datar secara tertulis/gambar dan secara lisan.