Articles
Hambatan Berpikir Kreatif pada Pemecahan Masalah Matematika
Harsayandaru Himawan;
I Nengah Parta;
Abd. Qohar;
Toto Nusantara
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 8, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpms.v8i2.19662
Kemampuan berpikir kreatif sangat penting bagi siswa, karena berpikir kreatif sangat berguna di kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa SMP dalam menyelesaikan masalah melalui tes soal pemecahan masalah. Berdasarkan hasil tes tersebut diambil tiga siswa bernilai rendah (S1), sedang (S2), dan tinggi (S3). Hasil analisis yang didapatkan adalah ketiga siswa tersebut belum memiliki kemampuan berpikir kreatif yang baik. S1 hanya bisa mengidentifikasi permasalahan, S2 bisa menggunakan strategi yang unik dari siswa lain walaupun hasilnya masih salah, S3 mampu menjawab soal dengan dua cara, akan tetapi jawabannya masih salah. Sehingga dapat disimpulkan kemampuan berpikir kreatif siswa masih kurang.
IDENTIFIKASI BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS X IPA-6 SMAK SANTO ALBERTUS MALANG
Flavia Aurelia Hidajat;
I Nengah Parta;
Makbul Muksar
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.58 KB)
|
DOI: 10.25273/jipm.v4i2.844
This research is meant to identify the critical thinking of X grade students of Science-class in SMAK Santo Albertus, Malang. Data of this research is collected from students test result related to critical thinking test as well as the result of interview done by the researcher with the teacher and students. Data analysis will be done after the treatment and all data are collected. Data analysis technique used in this research is flow model which includes data reduction, data presentation, conclusion and verification. Identification result of students’ critical thinking of X grade in Science-6 class of SMAK Santo Albertus Malang shows that there are three levels in critical thinking, namely ; students with Thinking level of “Critical”, students with thinking level of “less critical”, and students with thinking level of “Not critical”. The result of this research provides information for teachers related to students’ critical thinking, therefore, this research can give some reflection for the teacher in designing the next Mathematics teaching activities and help teacher in designing standard teaching development which improves students’ critical thinking.
PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP DITINJAU DARI KEYAKINAN EPISTEMOLOGIS TENTANG MATEMATIKA DAN KECERDASAN EMOSIONAL
shentia liyuwana defi;
I Nengah Parta;
Hendro Permadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.549 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3690
This study aims to investigate the relationship between students' mathematical beliefs and levels of emotional intelligence with mastery of mathematical concepts. This type of research is a correlational study because it aims to determine the relationship between variable (epistemological beliefs about mathematics) and variable (emotional intelligence) with variable Y (mastery of mathematical concepts). The population in this study were students of SMP Islam Darussholihin Campurdarat, Tulungagung. The sample in this study was class VII with a total of 42 students. The instruments in this study were a questionnaire on mathematical beliefs and emotional intelligence as well as a test of mastery of the mathematical concept of the quadrilateral material. The technique of processing and analyzing data in this study uses the correlation test. The results of correlation testing in this study indicate that: (1) There is a significant relationship between epistemological beliefs about mathematics on students' mastery of mathematical concepts with a correlation coefficient value of which means the correlation is classified as strong, (2) There is a significant relationship between emotional intelligence and mastery of mathematical concepts with a correlation coefficient of 0.449, which means the correlation is moderate, and (3) There is a significant relationship between epistemological beliefs about mathematics and emotional intelligence simultaneously on students' mastery of mathematical concepts with a correlation coefficient value of 0.573 which means the correlation is strong.
Kesalahan guru dalam pembelajaran matematika materi bangun datar ditinjau dari Pengetahuan deklaratif
Zainuddin Untu;
Purwanto Purwanto;
I Nengah Parta
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 3, No 1: April 2020
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47165/jpin.v3i1.82
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan guru dalam membelajarkan materi bangun datar ditinjau dari pengetahuan deklaratif dalam pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah guru kelas VI Sekolah Dasar Negeri 02 Samarinda Ilir Kota Samarinda Kalimantan Timur. Pengambilan data dilakukan melalui observasi selama proses pembelajaran matematika materi bangun datar dan wawancara setelah pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat kesalahan guru di dalam membelajarkan materi bangun datar ditinjau dari pengetahuan deklaratif dalam pembelajaran matematika. Kesalahan guru tersebut adalah kesalahan di dalam mendeklarasikan konsep dan fakta tentang keliling dan luas bangun datar secara tertulis/gambar dan secara lisan.
Analisis Pemahaman Operasi Bentuk Aljabar Siswa SMP Berdasarkan Level Kecerdasan Emosional
Putri Ariningtyas;
Subanji Subanji;
I Nengah Parta
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.891
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman operasi bentuk aljabar siswa SMP berdasarkan level kecerdasan emosional. Penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan subjek purposive sampling dilaksanakan di SMPN 1 Malang pada 30 siswa kelas VII-H. Instrumen yang digunakan angket kecerdasan emosional dan lembar tes. Untuk mendeskripsikan secara kualitatif maka diambil tiga siswa yang diambil berdasarkan pengisian angket kecerdasan emosional, hasil pengerjaan tes serta rekomendasi guru. Pemahaman konseptual dan prosedural siswa tiap level yaitu, siswa level kecerdasan emosional tinggi memiliki pemahaman bentuk aljabar baik, siswa level kecerdasan emosional sedang memiliki pemahaman cukup baik tetapi belum mampu melakukan operasi bentuk aljabar, sedangkan siswa kecerdasan emosional rendah memiliki pemahaman kurang baik karna belum mampu menyatakan ulang konsep, serta melakukan operasi bentuk aljabar.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika pada Saat Pembelajaran Daring
Nastiti Kusumaningtyas;
I Nengah Parta;
Hery Susanto
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v6i1.1019
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa SMP dalam memecahkan masalah segiempat pada saat pembelajaran dilakukan secara daring. Penelitian diikuti oleh 20 siswa kelas IX C SMP Negeri 1 Kencong. Selanjutnya dipilih 6 sampel yang terdiri dari 6 subjek yaitu dua subjek yang mememiliki kemampuan matematis tinggi, dua subjek yang mempunyai kemampuan matematis sedang, serta dua subjek yang mempunyai kemamuan matematis rendah untuk kemudian dilakukan wawancara secara daring menggunakan aplikasi Whatssapp. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah tes pemecahan masalah matematika segiempat dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kemampuan matematika tinggi juga memiliki kemampuan penalaran matematis yang tinggi. Subjek yang memiliki kemampuan matematika sedang juga memiliki kemamuan penalaran matematis sedang. Siswa dengan kemampuan matematika rendah juga memiliki kemampuan penalaran matematis rendah. Selain itu, siswa dengan kemampuan penalaran matematis tinggi bisa memberikan lebih dari satu jawaban dalam memecahkan masalah.
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended SPLDV Kelas XI MTs Al-Islah Citrodiwangsan Lumajang
Nilta Ilmiyatur Rosidah;
I Nengah Parta;
Sisworo Sisworo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1045
Kemampuan pemecahan masalah matematika menjadi bekal dalam menghadapi perkembangan zaman saat ini, sementara soal open-ended memberikan banyak peluang kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematisnya. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI MTs Al-Islah Citrodiwangsan Lumajang pada tanggal 01 September 2021. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling Pengumpulan data menggunakan tes soal kemampuan pemecahan masalah open-ended dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelian yang telah dilakukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis subjek ST dapat dikategorikan sangat baik karena mampu melaksanakan keempat tahapan polya, subjek SS dikategorikan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik karena mampu melaksanakan tiga tahapan polya tanpa melakukan pengecekan ulang, dan subjek SR hanya dapat melaksanakan dua tahapan Polya yaitu memahami masalah dan merencanakan penyelesaian dengan menghasilkan jawaban salah, sehingga dikategorikan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kurang baik, masing-masing subjek sedikitnya membuat dua strategi penyelesaian yang berbeda
DEFRAGMENTASI PENGAKTIFAN SKEMA MAHASISWA UNTUK MEMPERBAIKI TERJADINYA BERPIKIR PSEUDO DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIS
Kadek Adi Wibawa;
Toto Nusantara;
Subanji Subanji;
I Nengah Parta
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Prima: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31000/prima.v2i2.755
Berpikir pseudo merupakan salah satu penyebab terjadinya kesalahan mahasiswa dalam memecahkan masalah matematis. Berpikir pseudo dibagi menjadi dua, yaitu berpikir pseudo salah dan berpikir pseudo benar. Dalam penelitian ini dikaji berpikir pseudo salah, yang mana mahasiswa salah dalam memecahkan masalah matematis, namun dapat melakukan perbaikan setelah melakukan berpikir reflektif melalui intervensi terbatas yang diberikan oleh peneliti. Proses perbaikan yang dilakukan oleh mahasiswa diamati melalui proses defragmentasi struktur berpikir yang terjadi. Hasil penelitian ini, mengungkap bahwa terjadi proses pengaktifan skema atau mahaisiswa mengaktifkan skema yang sudah dimiliki sebelumnya untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Peneliti menggunakan tiga subjek untuk menggambarkan proses defragmentasi pengaktifan skema yang terjadi. Eksplorasi dilakukan pada saat melakukan studi pendahuluan dan pada saat penelitian.Kata Kunci: Berpikir pseudo-salah, intervensi terbatas, defragmentasi pengaktifan skema, dan memecahkan masalah matematis.
The Learning of Hybrid Methods to Improve Mathematics Critical Thinking Ability of Students Class XI MIPA
Pungky Rahmawati;
I Nengah Parta;
Hendro Permadi
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.05 KB)
|
DOI: 10.21067/jip.v12i1.6360
This study aims to analyze the implementation of hybrid learning to improve the critical thinking skills of mathematics students of class XI MIPA. The method used in this study is class action research using two cycles design. The subjects of this study were teachers and 12 students of class XI MIPA at SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang. The sampling technique used in this study was the purposive sampling technique. This study used two data collection methods, observation, and interviews used for qualitative data, then tests used for quantitative data. The instruments used are observation sheets, interview guidelines, and learner critical thinking test sheets. The data analysis techniques in this study are coding for qualitative data and descriptive statistics for quantitative data. The results showed that mathematics learning with a hybrid learning method consisting of asynchronous and synchronous learning pairs, can improve students' mathematical critical thinking skills. Therefore, this research can be used as a reference for teachers in mathematics learning with a hybrid method that is even more varied, even though constrained by pandemic conditions and remains limited in face.
KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONTEKS SOSIAL BUDAYA PADA TOPIK GEOMETRI JENJANG SMP
Maskanur Rezky;
Erry Hidayanto;
I Nengah Parta
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1323.737 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4879
Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa SMP kelas IX pada topik geometri dengan soal berkonteks sosial budaya berdasarkan kemampuan matematis siswa. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Subjek yang dipilih sebanyak enam orang dari 37 siswa dengan masing-masing dua siswa yang memiliki kemampuan matematis rendah, sedang dan tinggi di kelas IX. 1 SMP Negeri 138 Jakarta tahun ajaran 2021-2022. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah soal geometri yang dikaitkan dengan konteks sosial budaya dari beberapa daerah di Indonesia dan pedoman wawancara terhadap subjek penelitian. Teknik analisa yang digunakan ialah dengan memeriksa hasil pekerjaan siswa berdasarkan indikator yang ditetapkan didukung oleh hasil wawancara subjek penelitian dan selanutnya dibuat narasi deskriptif untuk menggambarkan kemampuan subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek dengan kemampuan rendah masih belum bisa memahami makna masalah yang disajikan berakibat belum memenuhi capaian indiaktor dalam kemampuan literasi numerasi sedangkan subjek dengan kemampuan sedang masih terdapat beberapa indikator kemampuan literasi numerasi yang tidak dipenuhi seperti kemampuan representasi dan penggunaan simbol dan bahasa dan subjek dengan kemampuan tinggi mampu mengimplementasikan pemahaman matematisnya untuk menyelesaikan soal sehingga telah memenuhi capaian indikator kemampuan literasi numerasi.