Claim Missing Document
Check
Articles

RESORT DI PANTAI METIAUT DILI TEMA: ARSITEKTUR TRADISONAL Adilson Ximenes Belo; Lalu Mulyadi; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resort di Kawasan wisata pantai Metiaut Dili dengan tema arsitektur tradisional Timor-Leste adalah bangunan komersial yang mewadahi kegiatan pengunjun wisata yang tepatnya di taman patung Yesus Kristus dengan fasilitas hotel resort bintang tiga dan pontensi alam yang ada, dengan desain arsitektur tradisonal Timor-Leste dengan penataan fungsi yang sedemikian rupa mengunakan konsep kosmologi bangunan tradisonal Timor-Leste untuk tetap menjaga kearifan lokal budaya Timor-Leste. Latar belakang didirikan hotel resort ini dikarenakan perkembangan parawisata yang begitu cepat di Timor-Leste terutama di Dili dalam beberapa tahun belakangan ini yang menimbulkan permasalahan kurangnya hotel wisata yang perlu di atasi. Penyebarnya informasi beserta masalah-masalah yang bersifat universal yang begitu cepat melalui media social dapat dimanfaatkan untuk memperluas informasi mengenai keberadaan hotel resort tersebut. Dengan adanya hotel resort di kawasan wisata pantai Metiaut di harapkan menjadi sebuah pemasukan yang besar bagi daerah setempat dengan membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang di sekitar kota Dili dan juga menjadi motivator bagi perkembangan industry parawisata di Timor-Leste. Konteks ini mengarah ke bidang bisnis bangunan komersial. Ditambah dengan pontensi alam pantai, semakin ramainya kegiatan wisatawan dan merupakan daerah parawista besar setiap tahunnya. Kurangnya fasilitas hotel wisata yang bisa mewadahi kegiatan pengunjung di wisata taman pantung Yesus kristus ini, maka dengan adanya potensi-potensi tersebut akan sangat tepat dibangunnya sebuah hotel resort di Kawasan wisata pantai Metiaut Dili dengan harapan kedepannya dapat mengatasi permasalahan yang ada.
PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Berlian Aulia Pratiwi; Lalu Mulyadi; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Pendidikan di Indonesia terbukti bahwa menurunnya nya kesadaran akan Pendidikan dan kurang nya minat baca masyarakat meskipun pemerintah sudah menyediakan fasilitas perpustakaan di setiap daerahnya, Dapat dilihat dari indeks pengembangan manusia (Human Development Index) yaitu penurunan peringkat dalam hal Pendidikan. Pada kenyataannya masyarakat kurang tertarik akan adanya perpustakaan pada daerah penyebab nya yaitu ketidak nyamanan tempat yang di sediakan, sulitnya dalam menemukan buku untuk pengunjung, dan kurang menarik untuk pengunjung perpustakaan tersebut, trutama pada kota Malang yang kotanya sendiri terkenal dengan julukan kota Pendidikan. Perpustakaan yang seharusnya ialah perpustakaan yang ideal yaitu dapat mewadahi dan mengikuti perkembangan pola aktivitas masayarakat. Yaitu dengan merubah pola aktivitas tersebut seperti pola belajar yang tidak perorangan melainkan berdiskusi atau kelompok, perputakaan sebagai tempat pertemuan dan perpustakaan yang memfasilitasi teknologi masa kini. Dengan ini maka di gagaslah perpustakaan yang dapat menyesuaikan keinginan masyarakat dengan kenyamanan dan memadukan ilmu ilmu digital pada masa kini sehingga mempermudah masyarakat daerah untuk mempermudah pencarian informasi akan Pendidikan. Dengan menggunakan tema arsitektur hijau yang menggabungkan dua fungsi yaitu perpustakaan dan taman yang dimana dapat memberikan pemikiran yang berbeda pada masyarakat. Rancangan perpustakaan focus pada penyelesaian tiga kriteria desain yaitu bangunan yang dapat meningkatkan minat baca, menjadikan wadah kegitan edukasi dan dapat menjadikan identitas literasi pada daerah tersebut.
GALERI FOTOGRAFI DIKOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Fidelis Jamlean; Lalu Mulyadi; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, terlebih khusus dalam dunia fotografi membuat seni fotografi semakin menyebar luas dikalangan masyarakat dan komunitas fotografi juga semakin meluas di kota malang sehingga diperlukannya sebuah wadah atau tempat bagi para seniman fotografi. Galeri fotografi adalah suatu bentuk dari wadah atau sarana yang dibuat agar para seniman fotografi dan komunitas fotografi dapat memamerkan atau melakukan kegiatan seni mereka agar dapat dinikmati. Gedung galeri fotografi ini dibuat agar dapat mendukung aktivitas dari para seniman fotografi, sehingga tidak perlu untuk menyewa tempat atau Gedung lain untuk melakukan kegiatan seni mereka, contohnya seperti pameran, live foto, lelang, belajar dll. Hadirnya galeri fotografi di kota malang juga memudahkan para peminat seni fotografi maupun komunitas - komunitas fotografi di kota malang agar bisa saling bertemu dan saling bertukar pikiran maupun berkerja sama dalam pameran – pameran yang dapat dilaksanakan, agar dapat meningkatkan nilai dari seni fotografi yang ada di kota malang.
MUSEUM KESULTANAN BIMA TEMA: NEO - VERNAKULAR Fakhri Shafiyuddin; Lalu Mulyadi; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bima adalah salah satu daerah di pulau Sumbawa provinsi Nusa Tenggara Barat dan memiliki satu kerajaan yaitu Kesultanan Bima, yang merupakan salah satu kerajaan bercorak hindu di pulau Sumbawa yang cukup besar sejak abad ke-13 M. Banyaknya peninggalan benda cagar budaya yang harus disimpan, dijaga, dan dilestarikan. Sehingga perlu adanya museum untuk menyimpan, menjaga dan melestarikan benda cagar budaya ini. Museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan dan pemanfaatan benda-benda cagar budaya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Dari jenis dan fungsi bangunan ini pendekatan tema yang sangat cocok adalah Neo-Vernakular. Neo-Vernakular merupakan sebuah metode perancangan yang mengacu pada kearifan lokal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam proses merancang objek arsitektur. Penggunan material, struktur, dan lainnya menjadikan bangunan ini berbeda dari bangunan disekitarnya. Dari perancangan museum ini diharapkan benda – benda cagar budaya yang ada dapat di simpan dan dirawat dengan baik dan juga berfungsi untuk tempat edukasi tentang benda bersejarah yang ada di Kota Bima.
GALERI SENI RUPA TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Ludovino Da Costa; Lalu Mulyadi; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas seniman di Malang sudah lama dikenal terutama dibidang seni rupa, dan terdapat banyak seniman dengan ciri khas yang beragam. Namun, saat ini masih ada seniman-seniman yang memamerkan dan menjual karya seninya di emperan toko, dan para seniman sedikit yang beruntung bisa memamerkan karya seninya di galeri. Ketersediaan galeri sangat diperlukan apabila ada seniman-seniman besar yang ingin menggelar karyanya di Kota Malang, sangat membutuhkan suatu tempat (galeri) yang benar-benar mewadahi dari segi kenyamanan dan keamanannya. Desain bangunan dengan tema metafora menjadi pilihan untuk mewujudkan suatu bangunan galeri yang komunikatif dan atraktif. Metafora yang diambil adalah bentuk dari cutter sebagai bangunan utama dan bangunan penunjang. Ide bentuk tersebut merupakan perwakilan berdasarkan fungsi galeri sebagai tempat memerkan karya seni rupa yang berupa seni lukis, seni grafis, dan seni patung, seni kayu dan seni keramik.
PUSAT KOPI DIKOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Wahyu Aris Setyawan; Lalu Mulyadi; Breeze Maringka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi adalah salah satu bahan minuman yang popular di seluruh penjuru dunia. cita rasa kopi yang khas dengan aroma yang nikmat, bukan rahasia umum lagi kopi memberikan manfaat bagi setiap orang yang dijadikan alternatif untuk tubuh agar tetap terjaga dalam melakukan aktifitas bagi setiap orang yang bekerja sampai larut malam. Selain itu kopi juga dijadikan sebagai pelengkap disaat berbincang-bincang atau untuk sekedar teman santai menghabiskan waktu luang. Sementara itu di Malang jawa timur dikenal sebagai penghasil kopi yang tidak diragukan lagi hampir disetiap daerah malang memiliki kebun kopi dengan ciri khas masing-masing dan cita rasa yang berbeda. Kopi ini lah awal bahan baku yang digunakan coffe shop. Dikota malang kebutuhan akan kopi meningkat drastis dibuktikan dengan bermuculan gerai kopi yang mengindikasikan banyaknya konsumen kopi dan dimanfaatkan bagi palaku usaha mendirikan coffe shop. Dengan banyaknya kebutuhan kopi yang banyak disetiap coffe shop dibutuhkan sebuah biji kopi dengan kuliatas grid yang berbeda. Kualitas ini lah yang belum sepenuhnya didapatkan ini bisa di sebabkan mulai dari petani kopi hingga pelaku bisnis coffe shop. Kurangnya pelatihan sdm bagi barista dan pengentahuan tentang kopi yang minim menjadikan permasalahan bagi coffe shop sehingga kesulitan mengahadirkan produk kopi yang berkualitas. Menanggapi permasalahan ini maka timbulah ide merancang sebuah bangunan yang dinamakan pusat kopi dikota malang yang didalamnya mewadai pelatihan barista, seminar, workshop hingga pameran pengenalan kopi indonesia dan dunia ditambah dengan fasilitas penunjang yang berhubungan dengan kopi serta sharing-sharing bagi pecinta kopi. Pusat kopi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di kota Malang Dengan berbagai fasilitas pendukung, sarana dan prasarana yang ada diharapkan khususnya bagi barista bisa meningkatkan skill dalam mengolah kopi dengan maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
PUSAT SENI DAN KEBUDAYAAN SUMBAWA TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Maulia Ayu Saptaria; Lalu Mulyadi; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi suatu wilayah seringkali kurang disadari maupun dibudayaan oleh masyarakat setempat. Salah satu faktornya karena terpengaruh oleh kebudayaan-kebudayaan luar daerah yang lebih modern dan canggih. Padahal bila ditinjau dan ditelaah lebih dalam potensi tersebut justru mampu menjadi daya tarik dan keunikan sendiri. Kota Sumbawa yang merupakan ibukota kabupaten memiliki potensi yang beragam, seperti ragam bahasa setiap daerah, kesnian dan kerajinan serta sejarah yang merupakan nilai-nilai moral yang wajib dihormati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat. Berbagai sejenis kebudayaan ini diharapkan mampu dilestarikan secara turun-temurun. Tetapi permasalahan lain yang muncul ialah tidak adanya tempat khusus yang berkaitan dengan hal tersebut, baik berupa pengenalan, pembinaan, pelestarian maupun pengembangannya. Adapun tempat yang memang diperuntukan sebagai tempat untuk pengelaran kesenian ialah jauh dari kata layak dan tidak sesuai dengan fungsi bangunan, seperti jumlah kapasitas yang penonton yang tidak memadai dan tingkat kenyamanan yang diberikan saat menyaksikan pertunjukan. Dengan adanya permasalah ini digagaslah suatu ide untuk menciptakan wadah yang kompleks dengan berbagai macam fasilitas berupa tempat pertunjukan, pelatihan & edukasi, memproduksi kerajinan, serta memamerkan berbagai berbentuk kesenian, sejarah, tradisi serta pengetahuan karakter yang mencerminkan identitas masyarakat Kabupaten Sumbawa. Dengan menggunakan tema arsitektur Neo-Vernakular diharapkan tidak hanya menerapkan elemen fisik atau bentuk yang modern tetapi juga mempertimbangkan unsur setempat baik berupa elemen yang non fisik seperti kebudayaan, religi, tata letak dan pola pikir masyarakat.
ASRAMA HAJI DI KOTA MATARAM TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Fathan Kamil; Lalu Mulyadi; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asrama haji di kota mataram itu sendiri merupakan kompleks keagamaan dan penampungan sementara para calon jamaah haji yang berada di provinsi Nusa Tenggara Barat sebelum di berangkatkan ke tanah suci mekkah,selain itu nantinya asrama haji ini akan di buka untuk umum setelah musim haji telah usai,entah itu untuk penginapan maupun sebagai tempat kegiatan keagamaan. di tambah untuk meningkatkan kenyamanan pagi para calon penghuni asrama haji, bangunan di buat dengan dengan bentuk tranformasi yang ada dengan tema arsitektur hijau karena Green Architecture atau sering disebut sebagai Arsitektur Hijau adalah tema arsitektur yang minim mengonsumsi sumber daya alam, ternasuk energi, air, dan material,serta minim menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
RUMAH REHABILITASI PENGGUNA NARKOBA DI KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU – HEALING ENVIRONMENT Amorena Ruth Eolia Saragih; Lalu Mulyadi; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan narkoba merupakan kejahatan yang sangat berpengaruh besar pada negara karena mempengaruhi ketahanan nasional terhadap perkembangan dan pertumbuhan generasi bangsa. Berdasarkan data yang diambil dari BNN, terdapat tujuh besar provinsi di Indonesia dengan pengguna narkotika tertinggi dan Jawa Timur merupakan tiga besar diantaranya. Para pengguna narkotika di Jawa Timur kebanyakan dari kalangan remaja hingga dewasa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah tempat rehabilitasi bagi para pecandu narkotika, yaitu karakteristik para pecandu narkotika dan jenis terapi yang dibutuhan, untuk dapat disesuaikan dengan desain perancangan rumah rehabilitasi tersebut. Pada perancangan ini, jenis terapi yang akan menjadi dasar perancangan adalah therapeutic community karena sesuai dengan kebutuhan pecandu di wilayah kabupaten Malang, Kecamatan Lawang khususnya, yang rata-rata berusia remaja hingga dewasa. Metode penulisan yang akan diaplikasikan dalam perancangan rumah rehabilitasi narkoba ini yaitu metode deskriptif-analitik, yaitu cara penjelasan, gambar, dan tulisan mengenai objek rancangan akan dianalisa dengan teori-teori yang berhubungan dengan objek dan didukung dengan perbandingan dengan objek sejenis. Untuk metode perancangan yang akan diaplikasikan adalah metode pragmatik dan kanonik. Dari penelitian ini akan dihasilkan sebuah rancangan bangunan dan ruang dalam tempat rehabilitasi narkoba dengan konsep healing environment yang menyesuaikan dengan kebutuhan pelaku perancangan ini. Hasil desain akan menyangkup bangunan, ruang luar dan dalam secara keseluruhan.
CITY HOTEL BINTANG TIGA (***) DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Nor Afni Aristyawati; Lalu Mulyadi; Ghousthanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

City Hotel Bintang 3 di Kota Malang merupakan Bangunan Business Hotel yang terletak tepat di Pusat Kota Malang dengan desain Modern Arsitektur, dan banyak digunakan oleh para Business Traveler yang berada di Kota Malang dan luar Kota Malang. City Hotel biasanya juga digunakan sebagai transit hotel. Para Business Traveler yang menghuni City Hotel biasanya memanfaatkan sarana dan prasarana bisnis yang disediakan City Hotel seperti Confention Room, Pre Function, dan Meeting Room, untuk menunjang kegiatan para Business, seperti kegiatan seminar, acara resmi perusahaan, bisnis, dan perdagangan.
Co-Authors A. Agus Santoso Abraham Santoso Abu Hoir Adhi Widyarthara Adilson Ximenes Belo Aditya Yuda S. P Ahmad Syahrul Amin Ahna Dhia Athari Aladin Eko Purkuncoro Allan Hermawan Amar Rizqi Afdholy Amorena Ruth Eolia Saragih Anang Subardi Andri Putra Naftali Andry Rusdiyanto Ardha Rahadian Ari Wibowo Arie Restu Aulia Arien Purina Virgiantara Riyanto Aris Doyan Asyani Kabalmay, Nirza Aulia Husnul Khatimah Ayu Ratna Winanda, Lila Bagus Septian Wibisono Bayu Teguh Ujianto Berlian Aulia Pratiwi Breeze Maringka Budi Fathony Camilo Laura Anunciação Da Silva Chairunnisa Clarita Ebigail Lepir Namuronja Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Dian Khusnul Khatima Didik Haryoto Edi Hargono Edi Hargono D Putranto Edi Hargono D. Putranto Edi Hargono DP Edi Hargono DP Erni Fachrudin Saputra Fakhri Shafiyuddin Fanny Tri Mauludfy Fariz Hidayat Fathan Kamil Ferdinal Hidayatulloh Fidelis Jamlean Foury Handoko Francisco Da Conceição Neves De Sousa Fransiska Vara Maruti Gabriel Duarte Da Silva Gaguk Sukowiyono Gatot Adi Susilo George Winaktu George Winaktu Ghoustanjiwani Adi Putra Ghousthanjiwani Adi Putra Gisca Bunga Kasih Hamka HARDIANTO - Jamal Januar Sasongko Jessica Jeane Putri Purnama Jimmy Joice Ratu Taga Jony Rodrigues Varela Karolus Heru Tandur Pratama Lalu Achmad Juniarta Dias Eka Wahyudi Lalu M Dava Savero Lies K Wulandari Lies K. Wulandari Lies K. Wulandari Lies Kurniawati Wulandari Ludovino Da Costa Luthfia Renaldi M. Arina Qomarul Arif M. Yekti Pracoyo Manda Kesia Bith Maranatha Wijayaningtyas Maulia Ayu Saptaria Michael Gading Ganesya Kwani Mochammad Imron Awalludin Mochammad Iqbal Harsono Mochammad Rafli Firmansyah Moh. Nurul Huda Muh Galuh Samputra Dinata Muhamad Rifki Febriansyah Muhammad Alimuddin Muhammad Mansur Muhammad Nazilul Badri Muhammad Sulton Mujiburahim Nadhira Putri Eka Rahmania Nadya Marissa Prameswari Nor Afni Aristyawati Nusa Sebayang Philip Rudolf Prabawati, Niken Putri Herlia Pramitasari R. Oemar Sjarief Raden Risang Haryo C. D. Rahmat Febriansyah Randika Junivan Putra Randika Rafsa Chairul Akbar Prasetyo Rangga Panji Kurniawan Redi Sigit Febrianto Rifika ‘Ulya Risma Kondo Ruli Saefudin Sabarudin Budiharto Santoso Shafira Rahma Istighfarin Sigit, Nanta Sitti Awalia Dewi Permatasari Sovina Azzaria Putri Sri Winarni Sri Winarni Sudirman Indra Suryo Tri Harjanto Susilawati, Susilawati Syamsul Arifin Syarful Annam Tanuwir Azis Taufik Hidayat Tiong Iskandar Tri Satriawansyah Valentino Umbu Taralandu Vega Aditama Veithzal Rivai Zainal Wahyu Aris Setyawan Yoel Saba Yohanes Natali Routa Stela Yoyok Arie Susanto Yuli Maria Lyanawati