Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Repelen Ekstrak Kulit Buah Limau Kuit (Citrus hystrix DC) terhadap Nyamuk Aedes aegypti Zafira Aisyah Putri; Erida Wydiamala; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.583 KB)

Abstract

Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the important health problems caused by the Aedes aegypti mosquitoes. One method to prevent DHF is using mosquito’s repellent products, but some mosquito’s repellent products contain synthetic chemicals with high concentrations that can interfere with human’s health. Limau kuit (Citrus hystrix DC) contains flavonoids, alkaloids, and tannins that can be used as a natural repellent. This study aims to analyze the effectiveness of repellent extract of limau kuit’s peel (Citrus hystrix DC) against Aedes aegypti mosquitoes. This study used a true experimental post test only with control group design, consist of 4 concentrations from ethanol extract of limau kuit’s peel (12.5%, 25%, 50%, 100%), DEET 15% (positive control), and applied with aquadest (negative control) with 4 replications. The concentrations of ethanol extract of limau kuit’s peel would be apply to the skin of mice’s back that will be exposed by mosquitoes for 5 minutes at 0, 60, 120, and 180 minutes. The results of this study showed the repellent was effective at 100% concentrations. The results of Kruskal-Wallis tests in all minutes were obtained p<0.05 and the results of Mann-Whitney test at 0, 60, and 120 minutes were obtained p>0.05. The conclusion from this study is the ethanol extract of limau kuit’s peel has repellent activity against Aedes aegypti mosquitoes. Keywords:  Aedes aegypti, Citrus hystrix DC, limau kuit’s peel, repellent Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu masalah kesehatan yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu cara mencegah DBD adalah dengan menggunakan produk penolak nyamuk (repelen), tetapi sebagian produk anti nyamuk mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu kesehatan manusia. limau kuit (Citrus hystrix DC) memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, dan tanin yang dapat dimanfatkan sebagai repelen alami. Tujuan penelitian ini menguji efektivitas ekstrak kulit buah limau kuit (Citrus hystrix DC) sebagai repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bersifat true experimental post test only with control group design, terdiri dari 4 konsentrasi ekstrak etanol kulit buah limau kuit (12,5%, 25%, 50%, 100%), DEET 15% (kontrol positif), dan aquadest (kontrol negatif) dengan pengulangan 4 kali. Serial konsentrasi ekstrak etanol kulit buah limau kuit, K(+), dan K(-) dioleskan ke kulit punggung mencit yang dipaparkan nyamuk selama 5 menit pada menit ke-0, 60, 120 dan 180. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas repelen pada konsentrasi 100%. Hasi uji Kruskal-Wallis pada semua menit didapatkan p<0,05 dan hasil uji Mann-Whitney pada menit 0, 60, dan 120 didapatkan p>0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kulit buah limau kuit memiliki efektivitas repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti. Kata-kata kunci: Aedes aegypti, Citrus hystrix DC, kulit buah limau kuit, repelen
Aktivitas Cairan Kulit dan Biji Buah Pepaya (Carica papaya L.) dalam Menurunkan Jumlah Koloni Bakteri Hasil Rekultur Swab Tangan Nadya Salsabila; Lia Yulia Budiarti; Siti Kaidah
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.734 KB)

Abstract

Abstract: Hands are a medium for bacterial growth or transmission of various diseases. The production of papaya fruit (Carica papaya L.) in Indonesia tends to increase every year. it is known that papaya seeds contain antibacterial compounds such as flavonoids, alkaloids and saponins. Antibacterial compounds such as flavonoids, saponins, and steroids are contained in papaya skin. This study analyzed the activity of the liquid of papaya skin and seed in reducing the quantity of staphylococcus aureus and escherichia coli. The study design used true experimental, pre and posttest with control group design, consist of 6 treatments of water papaya seed liquid and papaya skin liquid (25%, 50%, 75%, 100%, 125%, and 150%) and alcohol 70% (positive control). The conclusion is water papaya skin and papaya seed liquid show an effect in reducing the quanitity of colonies of staphylococcus aureus and escherichia coli; effectiveness of S.aureus is greater than E.coli. Keywords: Papaya Skin, papaya seeds, Number of bacterial colonies, Staphylococcus aureus, Escherichia coli Abstrak: Tangan merupakan salah satu media pertumbuhan bakteri atau penularan penyebab berbagai penyakit. Di Indonesia Produksi buah pepaya (Carica papaya L.) cenderung meningkat setiap tahun. Biji pepaya diketahui mengandung senyawa-senyawa antibakteri seperti flavonoid, alkaloid dan saponin. Kulit pepaya diketahui mengandung berbagai senyawa antibakteri juga seperti flavonoid, saponin dan steroid. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas cairan kulit dan biji pepaya (Carica papaya L.) dalam menurunkan jumlah koloni bakteri pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia. coli hasil rekultur swab tangan. Rancangan penelitian menggunakan true experimental, pre and posttest with control group design, terdiri dari 6 perlakuan cairan kulit dan biji pepaya (25%, 50%, 75%, 100%, 125% dan 150%) dan alkohol 70% (kontrol positif). Simpulan penelitian ini yaitu terdapat perbedaan penurunan jumlah koloni bakteri dari cairan kulit dan biji pepaya terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dibandingkan dengan Escherichia coli. Kata-kata kunci: Biji dan kulit pepaya, jumlah koloni bakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
Perbedaan Jumlah Bakteri Tangan pada Siswa Sekolah Dasar di Sekitar Bantaran Sungai Lulut Banjarmasin berdasarkan Teknik Mencuci Tangan Hardiyanti Ruslan; Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.835 KB)

Abstract

Abstract: Hand washing used soap that using the right hand washing techniqueis is one of effort to prevent the transfer of bacteria from one person to another people, both directly and indirectly. The purpose of this studied was to determine the differences between how much the number of hand bacterial colonies based on hand washing techniques in students of the Banjarmasin Lulut River Elementary School. The research method used was quasi experimental with a post-test-only group design with a sample of 20 hand swabs of students. The parameter measured is the number of bacterial colonies. Data analysis used the dependent T-test with a confidence level of 95%. The results showed that the average number of colonies in the one-step hand washing technique was 31,5 and the average number of hand colonies in the six-step hand washing technique was 9,3. The results of this study showed that there were significant differences between one-step hand washing techniques and six-step hand washing techniques p = 0.000.  Keywords: Hand washing technique, hand bacterial colonies, Banjarmasin’s Lulut river. Abstrak: Mencuci tangan menggunakan sabun dengan teknik cuci tangan yang benar merupakan salah satu upaya mencegah perpindahan bakteri dari satu orang ke orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni bakteri tangan berdasarkan teknik mencuci tangan pada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri Sungai Lulut Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan post test-only group design dengan sampel 20 swab tangan siswa-siswi. Parameter yang diukur adalah jumlah koloni bakteri. Analisis data menggunakan uji dependent T-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah koloni pada teknik mencuci tangan satu langkah adalah 31,50 CFU/cm2 dan rata-rata jumlah koloni tangan pada teknik mencuci tangan enam langkah adalah 9,30 CFU/cm2. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan bermakna anatara teknik mencuci tangan satu langkah dengan teknik mencuci tangan enam langkah p=0,000. Kata-kata kunci: Teknik mencuci tangan, koloni bakteri tangan, sungai lulut Banjarmasin
AKTIVITAS DAYA HAMBAT EKTRAK ETANOL DAUN BINJAI (Mangifera caesia Jack) TERHADAP Salmonella typhi DAN Shigella dysentriae IN VITRO Hikmah Ika Darmayanta; Edyson Edyson; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Binjai is one of the typical plants of South Kalimantan which is known to have the efficacy as a medicinal plant to overcome a bacterial infection. The active ingredient of ethanol extract of binjai leaves is saponins, tannins, alkaloids and flavonoids. The purpose of this study was to test the activity of ethanolic extract of binjai leaves against Salmonella typhi ATCC 14028 and Shigella dysentriae ATCC 13313. The design of this study was true experimental with post-test only with control group design consisting of 9 treatments of binjai leaves extract (55%, 60% , 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) and 15 µg amoxicillin as positive controls. Analysis of research data using One-way ANOVA, Duncan Post-hoc test, and independent T test (α = 0.05). The results showed significant differences in all treatments. Ethanol extract of binjai leaves at a concentration of 85% was the optimum concentration against Salmonella typhi (25.16 mm) and Shigella dysentriae (22.66 mm). The conclusion is the effect of binjai leaves ethanol extract gives a greater average inhibition zone for Salmonella typhi compared to Shigella dysentriae at the same concentration. Keywords: binjai leaves extract, Salmonella typhi, Shigella dysentriae. Abstrak: Binjai merupakan salah satu tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang diketahui memiliki khasiat sebagai tanaman obat untuk mengatasi suatu infeksi bakterialis. Kandungan zat aktif dari ekstrak etanol daun binjai adalah saponin, tanin, alkaloid dan flavonoid. Tujuan penelitian ini yaitu menguji aktivitas ekstrak etanol daun binjai terhadap Salmonella typhi ATCC 14028 dan Shigella dysentriae ATCC 13313. Rancangan penelitian ini adalah true experimental dengan post test-only with control group design yang terdiri dari 9 perlakuan ekstrak daun binjai (55%, 60%, 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) dan amoksisilin 15 µg sebagai kontrol positif. Analisis data penelitian menggunakan uji One-way ANOVA, uji Post-hoc Duncan, dan uji T independent (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna dari semua perlakuan. Ekstrak etanol daun binjai pada konsentrasi 85% merupakan konsentrasi yang optimum terhadap Salmonella typhi (25,16 mm) dan Shigella dysentriae (22,66 mm). Simpulannya adalah efek ektrak etanol daun binjai memberikan rerata besaran zona hambat yang lebih besar terhadap Salmonella typhi dibandingkan dengan Shigella dysentriae pada konsentrasi yang sama. Kata - kata kunci: ekstrak etanol daun binjai, Salmonella typhi, Shigella dysentriae
Perbandingan Aktivitas Daya Hambat Sediaan Tunggal dengan Kombinasi Infus Phyllanthus niruri dan Peperomia pellucida terhadap Escherichia coli Lutfia Papita Derizky Rahmayanti; Edyson Edyson; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.218 KB)

Abstract

Abstract: Phyllanthus niruri (meniran) and Peperomia pellucida (sirih cina) are used by the native people of Borneo as herbal medicines. Alkaloids, anthraquinones, tannins, phenols, terpenoid, flavonoids, and steroids in both herb act as antibacterial substances. Herbal medicine usually consumed in a single or combination preparation. The aim of this study was to analyze the differences in the inhibitory activity of a single and combination of meniran and sirih cina infusion against Escherichia coli (E. coli). True-experimental method with a post-test only with the control group design was used in this study. The concentration of meniran and sirih cina infusion were 10%, 20%, 30%, and 40%. Gentamicin and distilled water are used as positive and negative controls. Data analyzed using the One-Way ANOVA test and the Post-hoc Duncan test (α = 0.05) found significant differences (p <0.05) between single and combination preparations. The largest inhibitory zone was produced by a combination of 20% meniran + 20% sirih cina (19.62 ± 0.40 mm). The synergistic effect was seen in combination preparations which had a greater inhibition zone than a single preparation, but this inhibitory activity was significant differences with gentamicin inhibition zone (22.69 ± 0.03 mm). It was concluded that combination preparation has larger inhibitory zone than a single preparation, but could not produce optimum inhibition against E. coli ATCC 25922. Keywords: Single preparation, combination preparation, Phyllanthus niruri, Peperomia pellucida, Inhibitory activity. Abstrak: Phyllanthus niruri (meniran) dan Peperomia pellucida (sirih cina) dimanfaatkan masyarakat Kalimantan sebagai obat herbal. Alkaloid, antrakuinon, tanin, fenol, terpenoid, flavonoid, dan steroid merupakan kandungan senyawa pada kedua tanaman yang bersifat antibakteri. Selain sediaan tunggal, obat herbal juga dapat digunakan dalam bentuk kombinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan aktivitas daya hambat optimum sediaan tunggal dengan kombinasi infus meniran dan sirih cina terhadap Escherichia coli (E. coli). Metode true-experimental dengan rancangan post-test only with control group design digunakan pada penelitian ini. Perlakuan yang digunakan ialah sediaan tunggal dan kombinasi infus meniran dan sirih cina dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40%. Gentamisin dan akuades digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Data yang dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji Post-hoc Duncan (α=0,05) ditemukan bahwa hasil antara sediaan tunggal dan kombinasi berbeda bermakna (p<0,05). Zona hambat terbesar dihasilkan oleh sediaan kombinasi meniran 20% + sirih cina 20% (19,62±0,40 mm). Efek sinergis terlihat pada perlakuan sediaan kombinasi yang memiliki zona hambat lebih besar dibanding sediaan tunggal, namun aktivitas daya hambat tersebut masih belum bisa menyamai zona hambat gentamisin (22,69±0,03 mm) berdasarkan uji statistik. Disimpulkan bahwa sediaan kombinasi memiliki zona hambat lebih besar dibanding sediaan tunggal, namun belum dapat menghasilkan daya hambat optimal terhadap E. coli ATCC 25922. Kata-kata kunci: sediaan tunggal, sediaan kombinasi, Phyllanthus niruri, Peperomia pellucida, Escherichia coli, daya hambat.
Perbedaan Aktivitas Antibakteri Sabun Colek Merek Terpilih terhadap Jumlah Koloni Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Sri Widyarsi; Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.68 KB)

Abstract

 Abstract: Soap of colek is a cream soap that is often used by Sasirangan workers in Sungai Jingah Village, Banjarmasin to wash their hands after dyeing the Sasirangan cloth. The purpose of this study was to determine the differences in the activity of the 2 selected brands soap of colek on the number of bacterial colonies of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. This study used a pure experimental method with a posttest-only design with a randomized group design. The treatments tested were soap dab selected brands A and B (concentrations of 0.5%, 1%, 12.5%, 25%, 50%, 75%, 100%) and sterile distilled water, with 3 times repetition of the treatment. The parameters observed were the number of colonies of Staphylococcus aureus and Escherichia coli on nutrient agar media. Data were analyzed using the Mann Whitney test (α.0.05). The results showed the difference in the average number of tested bacterial colonies after giving soap brand A and brand B soap of colek; all treatments soap of colek had significantly different activity in reducing the number of Staphylococcus aureus and Escherichia coli colonies; The treatment soap of colek A has a better activity in decreasing the number of tested bacterial colonies than soap of colek B. Conclusion, there are differences in the antibacterial activity of the 2 types of soap of colek selected test brands against the number of bacterial colonies of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Keywords: soap of colek, colony count, Staphylococcus aureus, Escherichia coli Abstrak: Sabun colek merupakan sabun krim yang sering digunakan para pekerja sasirangan di Kelurahan Sungai Jingah Banjarmasin untuk mencuci tangan setelah melakukan pencelupan kain sasirangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas dari 2 merek sabun colek terpilih terhadap jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental murni dengan rancangan posttest-only with randomized group design. Perlakuan yang diujikan adalah sabun colek terpilih merek A dan B (konsentrasi 0,5%, 1%, 12,5%, 25%, 50%, 75%, 100%) dan aquades steril, dengan pengulangan perlakuan sebanyak 3kali . Parameter yang diamati adalah jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada media nutrient agar. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney (α.0.05). Hasil penelitian didapatkan perbedaan rata rata jumlah koloni bakteri uji setelah pemberian sabun colek merek A dan merek B; semua perlakuan sabun colek memiliki aktivitas berbeda bermakna dalam menurunkan jumlah koloni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli; perlakuan sabun colek A memiliki aktivitas lebih baik terhadap penurunan jumlah koloni bakteri uji daripada sabun colek B. Kesimpulan, terdapat perbedaan aktivitas antibakteri dari 2 jenis sabun colek merek uji terpilih terhadap jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kata-kata kunci: sabun colek, jumlah koloni, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
Literature Review: Analisis Kualitas Air Sungai dengan Tinjauan Parameter pH, Suhu, BOD, COD, DO terhadap Coliform Amiratun Naillah; Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.796 KB)

Abstract

Abstract: The population growth in the river environment has an impact on the quality of river water so that the river has decreased in quality. This quality decline is influenced by the activities of the surrounding industries, hospitals, agriculture, settlements, trade. This study is done by analyzing related literature obtained from search results on medical journal databases, namely PubMed - MEDLINE, Cochrane library, and Google Scholar. Included articles are in English and published in 2010-2020. Total of 20 articles are included in this literature review. The data collected is the quality of river water based on pH, temperature, BOD, COD, DO parameters to total coliform. From the results of this literature review, it was found that pH and temperature did not have a significant relationship to the number of coliform bacteria in river water while BOD and COD had a significant relationship to the number of coliform bacteria. Furthermore, regarding DO parameters, there is no research that proves that DO has a relationship to the number of coliform bacteria in river water. Keywords: river, water quality, coliform. Abstrak:  Pertumbuhan populasi di lingkungan sungai memberikan dampak bagi kualitas air sungai sehingga sungai mengalami penurunan kualitas. Penurunan kualitas ini dipengaruhi oleh aktivitas perindustrian, rumah sakit, pertanian, pemukiman, perdagangan di sekitarnya. Penulisan ini dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed – MEDLINE, Cochrane library, dan Google Scholar. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2010-2020. Sebanyak 20 artikel disertakan pada literature review ini. Data yang dikumpulkan merupakan kualitas air sungai berdasarkan parameter pH, suhu, BOD, COD, DO terhadap total coliform. Dari hasil literature review ini didapatkan bahwa pH dan suhu tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap jumlah bakteri coliform dalam air sungai sedangkan BOD dan COD memilihi hubungan signifikan terhadap jumlah bakteri coliform. Selanjutnya, mengenai parameter DO belum ada penelitian yang membuktikan bahwa DO memiliki hubungan terhadap jumlah bakteri coliform pada air sungai. Kata-kata kunci: sungai, kualitas air, coliform.
Gambaran Jenis Bakteri Aerob pada Tinja Siswa Sekolah Dasar di Sekitar Bantaran Sungai Lulut Banjarmasin. Dastin Andre; Farida Heriyani; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.661 KB)

Abstract

Abstract: Bacteria in faeces contain normal flora and also pathogenic bacteria. The incidence of faecal-oral disease in South Kalimantan is high because of the faecal coliform in Martapura river are high. This study aims to describe type of aerobic bacteria in faeces of elementary students in Lulut riverbank which is Martapura river tributary. This research is a descriptive observational study. The data was taken from 30 faecal samples of students from Public Elementary School 3 and 7 Sungai Lulut Banjarmasin that have met the inclusion criteria. Results of this study concluded that there were 20 isolates of Escherichia coli (66.7%), Salmonella typhii 5 isolates (16.7%), and unculturable bacteria 5 isolates (16.7%) in faecal samples of students residing in riverbank, then Escherichia coli 18 isolates (60%), Salmonella typhii 4 isolates (13.3%), and unculturable ones 8 isolates (26.7%) in faecal samples of students residing outside riverbank. Keywords: Aerob bacteria, faeces, students, Lulut riverbank. Abstrak: Bakteri pada tinja anak dapat berupa flora normal maupun bakteri patogen. Kejadian faecal-oral disease di Kalimantan Selatan masih tinggi dikarenakan tingginya kandungan faecal coliform pada sungai Martapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri aerob pada tinja siswa SD di sekitar bantaran Sungai Lulut Banjarmasin yang merupakan anak sungai Martapura. Penelitian bersifat observasional deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 30 sampel tinja siswa SDN 3 dan 7 Sungai Lulut Banjarmasin yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian  terdapat Escherichia coli 20 isolat (66,7%), Salmonella typhii 5 isolat (16,7%), dan bakteri yang tidak tumbuh pada media 5 isolat (16,7%) pada sampel tinja siswa yang bertempat tinggal di bantaran Sungai Lulut, kemudian Escherichia coli 18 isolat (60%), Salmonella typhii 4 isolat (13,3%), dan bakteri yang tidak tumbuh pada media 8 isolat (26,7%) pada sampel tinja siswa yang bertempat tinggal di luar bantaran Sungai Lulut. Kata-kata kunci: Bakteri aerob, tinja, siswa, bantaran Sungai Lulut
Perbandingan Aktivitas Daya Hambat Sediaan Tunggal dengan Kombinasi Infus Phyllanthus niruri dan Peperomia pellucida terhadap Staphylococcus aureus Lie Vanny Leono; Edyson Edyson; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.105 KB)

Abstract

Abstract: Phyllanthus niruri and Peperomia pellucida traditionally used for treatment of a variety of diseases. Both of these plants are known to contain compounds that have antibacterial activity name flavonoids, alkaloids, tannins. Medicinal plant consumption can be used singly or in combination. The purpose of this study was to analyze the differences of  optimum inhibitory activity between a single and the combination of infusion of P. niruri and P. pellucida on the growth of S. aureus in vitro. This study method was a true experimental with post test-only design with control group design, consisting of 26 single and combination treatments of P. niruri concentrations at 5%, 15, 25%, 35% and P. pellucida concentration at 10%, 20%, 30 %, 40%. The controls used were vancomycin 30µg and distilled water. The parameter measured is the diameter of the inhibition zone. The data was analyzed used One-way ANOVA test and Duncan's post-hoc test with α = 0.05. The results showed there were significant differences from each treatment of single and combination infusion (p <0.05). The combination of P. niruri and P. pellucida infusion that produces optimum inhibitory zone effect greater than the single preparation found at Meniran 25% + P. pellucida 40%. The conclusion from this study is that the combination infusion have optimum inhibition greater than the single infusion. Keywords: single dose, combination dose, Phyllanthus niruri, Peperomia pellucida, Staphylococcus aureus, optimum inhibitory activity Abstrak: Meniran (Phyllanthus niruri) dan sirih cina (Peperomia pellucida) merupakan tanaman herbal yang digunakan masyarakat untuk mengobati berbagai macam penyakit.  Kedua tanaman ini diketahui mengandung senyawa yang bersifat antibakteri yaitu flavonoid, alkaloid, dan tanin. Sediaan tanaman obat dapat digunakan secara tunggal maupun kombinasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan aktivitas daya hambat optimum dari sediaan tunggal dan kombinasi infus meniran dan sirih cina terhadap pertumbuhan S. aureus secara in vitro. Metode penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan post test-only with control group design, terdiri dari 26 perlakuan sediaan tunggal dan kombinasi infus pada konsentrasi meniran 5%, 15, 25%, 35% dan sirih cina 10%, 20%, 30%, 40%. Kontrol yang digunakan yaitu Vankomisin 30µg dan akuades. Parameter yang diukur yaitu diameter zona hambat. Analisis data menggunakan uji One-way ANOVA dan uji post-hoc Duncan dengan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan bermakna dari masing-masing perlakuan sediaan tunggal dan kombinasi (p < 0,05). Sediaan kombinasi infus meniran dan sirih cina yang menghasilkan efek zona hambat optimum lebih besar daripada sediaan tunggalnya terdapat pada konsentrasi meniran 25% + sirih cina 40%. Simpulan dari penelitian ini adalah sediaan kombinasi memiliki daya hambat optimum lebih besar dibandingkan sediaan tunggalnya. Kata-kata kunci: sediaan tunggal, sediaan kombinasi, Phylanthus niruri, Peperomia pellucida, Staphylococcus aureus, Daya hambat optimum
Aktivitas Infus Kayu Apu (Pistia stratiotes) dalam Menurunkan Jumlah Bakteri Coliform pada Sampel Air Noor Rizka Yulia Rahmani; Siti Kaidah; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.06 KB)

Abstract

Abstract: Water lettuce (Pistia stratiotes) is an aquatic weed plant which contained antibiotic compounds and potentially to used as alternative disinfectant. This research was carried out to analyze the activity of water lettuce infusion in reducing the number of coliform bacteria colonies in the sample. The method in this research is a true experimental with pretest-posttest control group design approach. The concentrations of the infusion used are 50%, 75%, 100% (b/v). The data was analyzed with One-Way ANOVA and Post-hoc Duncan at the value of confidence of 95%. The research shows that there was a significant difference between MPN and TPC value index after the infusion added. The smallest value of MPN and TPC came from the 100% water lettuce infusion. Conclusion of this research, the water lettuce infusion has activity to decrease the number of coliform bacteria but its effectiveness is still below the 0.0002% of chlorine. Keywords: Pistia stratiotes, chlorine, MPN, TPC, coliform Abstrak: Kayu apu (Pistia stratiotes) merupakan tanaman gulma perairan yang mengandung senyawa antibakteri dan berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sediaan disinfektan alternatif. Tujuan penelitian ini menganalisis aktivitas infus kayu apu dalam menurunkan jumlah koloni bakteri coliform pada sampel air melalui uji MPN dan TPC. Metode penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan pretest-posttest control group design. Perlakuan infus kayu apu 50%, 75%, 100% (b/v) diujikan terhadap sampel air perpipaan yang dimodifikasi dengan kandungan coliform setara Mac Farland 1. Data penelitian dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji Post-hoc Duncan pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian, terbukti aktivitas antibakteri infus kayu apu mampu menurunkan jumlah coliform; ada perbedaan bermakna nilai indeks MPN dan TPC sampel air setelah pemberian perlakuan infus. Nilai indeks MPN dan TPC terkecil didapat dari perlakuan infus kayu apu 100%. Simpulan penelitian, infus kayu apu memiliki aktivitas dalam menurunkan jumlah bakteri coliform tetapi efektivitasnya masih di bawah klorin 0,0002%. Kata-kata kunci: Pistia stratiotes, klorin, MPN, TPC, Coliform.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurahman Wahid Agung Biworo Agung Biworo Agung Biworo Ahdadia, Huda Aisyah Aisyah Akbar Rihansyah Akbar Rihansyah, Akbar Alfi Yasmina Alfi Yasmina Alfi Yasmina Alfia Fitriani Alfia Fitriani, Alfia Alshazil, Renata Seikh Amalia, Maulidia Khairada Amalya, Khalida Zikra Amiratun Naillah Anward, Aliy Arivin Ari Yunanto Arietama, George Armanda, Ferdio Aulia Nalar, Gusti Ayu Apriliani Ayu Dewi Pertiwi Ayu Septiana Azhari, Nazla Puteri Bhisma Ridho Romadhon Borneo Yuda Pratama Chyntia Devi, Made Putri Dastin Andre Davi’ Qowiyul Ali Dayana, Puteri Dayani, Nor Ella Debby Saputera, Debby Derlin, Ellanda Permata Desy Elisa Kismiliansari Desy Elisa Kismiliansari, Desy Elisa Devin, Firdi Dewi Nurdiana Dhian Ririn Lestari Dhian Ririn Lestari, Dhian Ririn Diah Puspita Rifasanti Diah Puspita Rifasanti Dini Permata Sari Dita Permatasari Dita Permatasari Dwi Nur Rachmah Dwi Nur Rachmah Edi Hartoyo Edi Hartoyo Edyson Edyson Edyson Edyson Edyson Edyson, Edyson Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Erida Widyamala Erida Wydiamala Erida Wydiamala Erwin Rosadi Erwin Rosadi, Erwin Fachriyad, Muhammad Fahdyannoor, Fahdyannoor Fahdyanoor Fahmi, Yafi Farida Heriyani Farida Heriyani Farida Heriyani Farida Raudah Farida Raudah, Farida Ferdio Armanda Galuh Eka Suryani Ghina Salsabila Gusti Aulia Nalar Hafiz Rakhmatullah Hafizhah, Ghina Hardiyanti Ruslan Hayatun Nufus Herawati Herawati Hikmah Ika Darmayanta Husna Dharma Putera Husna Dharma Putera, Husna Dharma Husnul Khatimah Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ihsanti, Shofia Hilwa Ihya Ridlo Nizomy Ihya Ridlo Nizomy, Ihya Ridlo Ikhwanda Angga L. Ikhwanda Angga L., Ikhwanda Angga Indah Ramadhan Intan Kusuma Dewi Irma Zufira Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Joharman Joharman Khatimah, Husnul Khatimah3, Husnul Lena Rosida Lie Vanny Leono Lutfia Papita Derizky Rahmayanti M. Rizki Valian Akbar M. Rizki Valian Akbar, M. Rizki Valian Maharani Laillyza Apriasari Moehammad Rezaldi Panesa Mohammad Bakhriansyah Muhammad Baihaqi Siddik Muhammad Bayu Fernanda Muhammad, Fadil Muthmainah, Noor Nadhila Nadhila Nadya Azzahra, Nadya Nadya Salsabila Nafiah Syella, Nafiah Nafilah Syella Nafilah Syella, Nafilah Najiya Ulfa Nasution, Naulita Sari Nazla Puteri Azhari Nida Nurkhalishah Nisa, Rohmatun Noor Fathimah Zohra Noormuthmainah, Noormuthmainah Nor Admi Zayanti Nor Ella Ella Dayani Norma Sari Normaida Novianti Novita Pratiwi Nur Adnia Nur Azmina Aisyah Nur Qamariah Nur Salsabila Apriliani Risma Putri Nurlaili Rafina Nurwafa, Nurwafa Nurzahida, Gusti Nadya Pauline Surya Kurniati Prenggono, Muhamad Darwin Puspa Astri Sella Putra, Andifa Anugerah Putri Putri, Putri Qiptiah, Putri Mariatul Rahmah, Resvi Amalia Rahmiati Rahmiati Raymona Dewi Ginarti Ridhoni, Muhammad Zaki Rohmatun Nisa S., Nur Almira R. Safaana, Aurora Savitri, Dwiana Shahiba Inayati Maghfira Siddik, Muhammad Baihaqi Silvan Juwita Siti Kaidah Siti Kaidah Solly Aryza Sonya Esti Kholifa Sri Hayati Nufaliana Sri Hayati Nufaliana, Sri Hayati Sri Widyarsi Strata Pertiwi Strata Pertiwi, Strata Sukma Noor Akbar Talitha Maghfira Ramadhinta Talitha Maghfira Ramadhinta, Talitha Maghfira Thea Shagita Ulfa, Najiya Vania Puspitasari Sangadi Wahyuni A Wahyuni A, Wahyuni Widiantoro Saputro Widya Nursantari Wydiamala, Erida Wydiamala, Erida Yulia, Noor Zafira Aisyah Putri Zohra, Noor Fathimah Zufira, Irma