Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Antimikosis Beberapa Tumbuhan Obat Indonesia Dewi Kusrini; Khairul Anam; Bambang Cahyono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.742 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.3.69-73

Abstract

Telah ditelaah potensi antimikosis tumbuhan Annona squamosa L (srikaya), Phylantus Acidus (L) Skeels (ceremai), and Phaleria Macrocarpa [Scheff] Boerl. (mahkota dewa) terhadap mikosis Candida Albicans. Ekstrak etanol srikaya mempunyai aktivitas tertinggi, setara dengan aktivitas 11.566,11 μg ketokenazol, dan ekstra etanol mahkota dewa setara dengan 2.344,46 g ketokenazol.
Isolasi Senyawa Triterpenoid dari Daun Ketapang Kencana (Terminalia Muelleri Benth) dan Uji Aktivitas Sitotoksik dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Veronika Adelina Hartini; Khairul Anam; Bambang Cahyono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.879 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.2.47-52

Abstract

Ketapang kencana (Terminalia muelleri Benth.) merupakan salah satu tumbuhan berbunga dari suku Combretaceae. Suku ini telah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk antibakteri, antifungi, dan antivirus. Akan tetapi, penggunaan T. muelleri sebagai obat tradisional belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa triterpenoid dan aktivitas sitotoksik pada T. muelleri. Penelitian dibagi menjadi tiga tahap yaitu isolasi senyawa triterpenoid dengan cara ekstraksi, diikuti fraksinasi secara ekstraksi cair-cair, pemisahan komponen senyawa dengan kromatografi cair vakum (KCV) dan pemurnian menggunakan KLT. Karakterisasi senyawa murni hasil isolasi dengan spektrometer FTIR, UV-Vis, dan GCMS. Uji aktivitas sitotoksik dilakukan terhadap ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol-air dengan metode BSLT. Isolat yang diperoleh berupa padatan berwarna putih dengan rendemen 0,28% (b/b). Karakterisasi isolat dengan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya serapan pada 204 nm yang merupakan cut off pelarut. Berdasarkan spektrogram FTIR menunjukkan adanya gugus –OH, C=C, C=O, -CH3 dan –CH2. Sedangkan spektrogram MS menunjukkan bahwa isolat memiliki bobot molekul 577 g/mol dan memiliki pola fragmentasi mirip senyawa lupeol (SI=88%). Hasil uji aktivitas sitotoksik menunjukkan ekstrak etanol dan fraksi n-heksana bersifat tidak toksik sedangkan fraksi etil asetat dan fraksi metanol-air memiliki sifat sedikit toksik dengan harga LC50 berturut-turut 100 ppm dan 78,735 ppm.
KANDUNGAN MINYAK ATSIRI DAUN HYPTIS PECTINATA POIT DARI JAWA BARAT Zainal Arifin; Meiny Suzery; Bambang Cahyono
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional USM
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.361 KB)

Abstract

Tanaman Hyptis pectinata Poit merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat herbal. Tanaman ini termasuk dalam suku lamiaceae, bagian dari tanaman Hyptis pectinata Poit yangumum dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian daun. Salah satu kandungan dalam tanamanHyptis pectinata Poit adalah minyak atsiri. Minyak atsiri dalam daun Hyptis pectinata Poitdilaporkan sebesar 0,5% (v/b). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasisenyawa penyusun minyak atsiri dari daun Hyptis pectinata Poit. Tahap dari penelitian ini dibagimenjadi dua. Tahap pertama yaitu isolasi minyak atsiri dengan metode destilasi uap. Tahap keduaadalah analisis sifat fisik dan analisis komponen kimia denganGC-MS. Hasil penelitianmenunjukan bahwa kadar minyak atsiri Hyptis pectinata Poit dari Jawa Barat adalah 0,5% (v/w).Hasil analisis GC-MS menunjukan komponen utama minyak astiri Hyptis pectinata Poit JawaBarat yaitu eugenil asetat (48-53%). 
Penentuan Aktivitas Antioksidan Senyawa Kuersetin dan Ekstrak Lengkuas Menggunakan HPLC dan UV-Vis Bambang Cahyono; Christiana Suci Prihatini; Meiny Suzery; Damar Nurwahyu Bima
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2020): ALCHEMY: Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v8i2.10594

Abstract

The radical scavenging activity of 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl (DPPH) is generally carried out using a spectrophotometric method. In this study, the value of the antioxidant activity was compared to the HPLC method. Samples used were pure quercetin and extracts of red galangal (Alpinia purpurata) and white galangal (Alpinia galanga). Analysis of antioxidant activity using a UV/Vis spectrophotometer was carried out at a wavelength of 515 nm. Analysis by HPLC method was carried out using an inverse phase with a UV/Vis detector at 515 nm. The results showed that the radical scavenging activity (IC50) of the pure quercetin produced was nearly the same value for the spectrophotometric method (16.24 ppm) dan the HPLC method (15.24 ppm). Even though, the antioxidant activity of pure quercetin was different from the extract. The red galangal extract gave IC50 of 488.43±1.13 ppm (spectrophotometric method) and IC50 of 68.12±10.19 ppm (HPLC method). The radical scavenging activity (IC50) of white galangal extract using the spectrophotometric method and HPLC method was 462.47±2.98 and 62.17±3.87 ppm, respectively. The allegation of other molecular interference in the radical reduction of the extract resulted in a conclusion that the HPLC is better than the spectrophotometric method for determining antoxidant activity of extract sample. Keywords: Antioxidant, Alpinia purpurata, Alpinia galanga, DPPH  Aktivitas peredaman radikal 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl (DPPH) pada umumnya dilakukan menggunakan metode spektrofotometer. Dalam penelitian ini, nilai aktivitas antioksidan tersebut telah dibandingkan dengan metode HPLC. Sampel ujinya adalah senyawa kursetin murni dan ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata) dan lengkuas putih (Alpinia galanga). Analisis aktivitas antioksidan dengan spektrofotometer UV/Vis dilakukan pada panjang gelombang 515 nm. Analisis dengan metode HPLC dilakukan menggunakan fasa inverse dengan detektor UV/Vis pada 515 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas peredaman radikal senyawa murni kuersetin menghasilkan nilai yang hampir sama untuk kedua metode yaitu IC50 sebesar 17,05 ppm untuk metode spektrofotometer dan IC50 sebesar 15,74 ppm untuk metode HPLC. Akan tetapi, nilai aktivitas antioksidan kuersetin jauh berbeda untuk ekstrak. Ekstrak lengkuas merah memberikan IC50 sebesar 488,43±1,13 ppm (metode spektrofotometer) dan 68,12±10,19 ppm (metode HPLC). Aktivitas peredaman radikal ekstrak lengkuas putih dengan metode spektrofotometer dan HPLC dengan IC50 sebesar 462,89±5,38 dan 62,17±3,87 ppm, berturut-turut. Dugaan adanya interferensi molekul lain dalam analisis peredaman radikal terhadap ekstrak ini menghasilkan suatu kesimpulan bahwa metode HPLC lebih baik digunakan dalam analisis antioksidan dibandingkan metode spektrofotometer untuk sampel berupa ekstrak. Kata kunci: Antioksidan, Alpinia purpurata, Alpinia galanga, DPPH
Total Hyptolide of Indonesian Hyptis pectinata extracts in a various solvent using HPLC and UV-Vis spectroscopy and their toxicities Meiny Suzery; Siti Khumairoh; Bambang Cahyono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 6 (2019): Volume 22 Issue 6 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2252.298 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.6.305-309

Abstract

The bioactive compound of hyptolide has been isolated from an Indonesian plant Hyptis pectinata using various solvents. The pure compound was then used as a standard in quantitative analysis using HPLC and UV-Vis spectroscopy in ethanol (EEth), ethyl acetate (EEa), acetone (Eac) and hexane (Ehex) extract each earned 3.14%, 0.01%, 1.33% and 0.04% (dry weight per sample). The standard curve of hyptolide using UV spectroscopy has been obtained with the coefficient of relationship (r) of 0.997. However, the use of spectroscopy was not recommended for the standardization of hyptolide in the extract due to interference from other compounds that absorb the same wavelength. Furthermore, the toxicity test using the Brine Shrimp lethality test shows LC50 value of 92-181 ppm, which was in EEa compared to EEth, Eac, and Ehex.
Analisis Kimiawi Fraksi n-Heksana dari Tanaman Purwoceng (Pimpinella Alpina Molk) Zahroul Umami Qodri; Bambang Cahyono; Meiny Suzery
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.137 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.1.27-32

Abstract

Telah dilakukan kuantifikasi kandungan fenolat total, flavonoid total, uji aktivitas antioksidan (DPPH), serta identifikasi secara kromatografi senyawa fenolat dari golongan kumarin dalam fraksi n-heksana Pimpinella alpina Molk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa fenolat total fraksi n-heksana , yaitu 45,04 mg ekuivalen asam galat/gram fraksi kering. Sedangkan kandungan flavonoid total fraksi n-heksana yaitu 5,58 mg ekuivalen kuersetin/gram fraksi kering. Aktivitas antioksidan dengan metode DPPH diperoleh IC50 yaitu 13485 ppm. Identifikasi dari golongan kumarin dari kromatografi kolom dihasilkan 11 fraksi, berdasarkan hasil profil KLT setelah disemprot dengan pereaksi warna NH3 dan dilihat di bawah lampu UV 365 nm, ditunjukkan bahwa fraksi F1 positif mengandung golongan senyawa kumarin yang ditunjukkan oleh noda berwarna hijau kuning. Bagaimanapun struktur kimia dari senyawa tersebut hingga saat ini belum dapat diusulkan.
Uji Aktivitas Antioksidan dengan DPPH fraksi Etil Asetat Daun Bidens pilosa L. Retno Sariningsih; Meiny Suzery; Bambang Cahyono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.005 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.3.83-86

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan dengan DPPH fraksi etil asetat daun Bidens pilosa L. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh fraksi etil asetat dari fraksi metanol Bidens pilosa L, memperoleh data aktivitas antioksidan, kadar total fenolat dan flavonoid dari fraksi etil asetat. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan. Tahapan pertama adalah penyediaan fraksi etil asetat dengan cara ekstraksi bertingkat dari ekstrak metanol. Tahapan yang kedua adalah uji aktivitas antioksidan dengan DPPH, analisis total fenolat dengan metode Folin-Ciocalteu dan analisis total flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dengan rendemen 0,31% dari berat simplisia awal dengan warna coklat yang mempunyai nilai IC50 62,03 ppm, kadar total fenolat sebesar 71,717 mg ekuivalen asam galat/g ekstrak, kadar total flavonoid 565,108 mg ekuivalen kuersetin/g ekstrak. Fraksi etilasetat daun Bidens pilosa L bersifat sebagai antioksidan namun perlu dilalukan penelitian lebih lanjut terhadap senyawa metabolit sekunder yang bersifat sebagai anti oksidan.
PROSES PERBAIKAN PRODUKSI DALAM PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL BAGI PAGUYUBAN USAHA KULINER Suzery, Meiny; Widayat, W; Cahyono, Bambang; Al-Baarri, Ahmad Ni’matullah
Indonesia Journal of Halal Vol.2 (2) 2019
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.294 KB) | DOI: 10.14710/halal.v2i2.7892

Abstract

Proses Produk Halal (PPH) merupakan kegiatan untuk menjamin kehalalan produk yang mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian produk. Dalam perkembangannya, kehalalaan suatu produk, baik itu barang maupun jasa, merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Selain umat muslim pada umumnya, kehalalan juga berkembang secara global karena masyarakat menyadari bahwa kehalalan suatu produk juga berpengaruh pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses perbaikan produksi dalam pendampingan sertifikasi halal pada UKM. Subjek dalam penelitian ini adalah UKM Nugget Nalla yang berlokasi di Kota Semarang. Metode yang dilakukan adalah analisis terhadap proses perbaikan pengolahan dan produksi untuk mendapatkan sertifikasi halal pada UKM. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan perbaikan produksi sangat diperlukan pada tahap awal pengajuan sertifikasi halal, tidak hanya pada pengawasan utama yaitu bahan-bahan yang digunakan untuk produksi. Selain itu, alat yang digunakan perlu terhindar dari kontaminasi bahan yang haram, sehingga alat tidak boleh dipakai bersama dengan produk yang tidak halal. Maka, perbaikan alat produksi untuk memproses produk halal perlu diadakan. Bahan utama yang digunakan oleh subjek penelitian adalah daging ayam, dimana diperlukan adanya proses penggilingan daging ayam untuk mendapatkan hasil produk berupa nugget. Fasilitas produksi dalam dapur dikhususkan untuk produksi halal, dan fasilitas serta peralatan penyajian juga dikhususkan untuk menyajikan produk- produk yang halal.
Sertifikasi Halal Dan Pendampingan Plemtasi Sistem Jaminan Halal Pada Ukm Yebishu Snack Suzery, Meiny; Agustini, Tri Winarni; Widayat, W; Cahyono, Bambang
Indonesia Journal of Halal Vol 5, No 1 (2022): Indonesia Journal of Halal
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v5i1.16792

Abstract

Departemen agama telah menetapkan 5 langkah kebijakan halal untuk menjamin kehalalan produk pangan, obat-obatan dan kosmetik yaitu dari segi bahan (zatnya), proses produksi, penyimpanan, distribusi dan penyajian, sebagaimana tercantum di dalam Undang- undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permalahan dari UKM yaitu belum memiliki sertifikasi halal, belum adanya penyelia halal dari UKM, belum adanya penngetahuan tentang Manajemen Jaminan halal dan bagaimana proses sertifikasi halal itu sendiri. Untuk memperoleh sertifikasi halal, kegiatan diawali dengan bimbingan teknis sertifikasi halal, penyiapan dokumen-dokumen pendukung untuk memperoleh sertifikasi halal, implementasi sistem jaminan halal, pendaftaran sertifikasi halal, dan proses auditing oleh adutor halal, serta sidang fatwa dan penerbitan sertifikat halal. Kegiatan ini telah berhasil melakukan pendampingan sampai terbit sertifikat halal. Hal yang perlu diperhatiakan adalah komitmen dari pelaku usaha dalam implemntasi Sistem Jaminan Halal.
Kontribusi Kantor Urusan Agama dalam Menangani Remaja Hamil di Luar Nikah Perspektif Budaya dan Hukum Islam (Studi Kasus di KUA Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang) Cahyono, Bambang
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 1 : Al Qalam (Januari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i1.3017

Abstract

Berdasarkan data yang didapat dilapangan di Kecamatan Kabuh, Jombang Adapun konteks hamil dilluar nikah sering terjadi hampir setiap tahunnya, yaitu yang mana pada tiap tahunnya terus dan kerap terjadi pernikahan yang dikarenakan hamil diluar nikah, yaitu akibat seks diluar nikah. Metode yang digunakan peneliti, yakni penelitian kualitatif. Pendekatan dalam ppenelitian ini peneliti menggunakan tiga pendekatan yaitu, pendekatan yuridis, pendekatan normatif dan budaya. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penyelesaian KUA terhadap kasus remaja hamil diluar nikah yang sebagian besar terjadi di Desa Manduro Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Kasus tersebut sudah ditangani dan diantisipiasi dengan upaya-upaya yang diberikan kepada pihak sekolah SMP dan SMA dilingkup wilayah Kecamatan Kabuh, serta masyarakat dan remaja khususnya di Desa Manduro antara lain: memberikan nasehat, konseling wawasan pernikahan, melakukan pencegahan melalui sosialisasi, memberikan pemahaman agama, dan menyibukkan remaja dengan kegiatan positif di luar rumah. Namun upaya-upaya tersebut masih dikatakan belum maksimal karena penafsiran dan pemahaman masyarakat dan remaja yang pola pikirnya masih mengikuti kebiasaan setempat. Dilihat dari perspekif budaya yang sudah melekat atau menjadi tradisi kebiasaan masyarakat di Desa Manduro Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Banyak kejadian kasus remaja hamil diuar nikah disebabkan karena setelah prosesi tunangan atau lamaran kedua oang tua mengizinkan anaknya untuk kumpul kebo sebelum terjadinya akad prosesi pernikahan yang sah baik Agama dan Negara. Hal tersebut tentunya sangat bertentangan dengan kaidah syariat Islam pada semestinya. sedangkan dalam pandangan hukum islam mazhab Syafi'i, membolehkan pernikahan antara wanita hamil akibat zina dengan laki-laki yang menghamilinya. Hal itu karena wanita tersebut bukanlah termasuk golongan wanita yang haram untuk dinikahi.
Co-Authors . Widayat A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agustina L.N. Aminin Al-Baarri, Ahmad Ni’matullah Amalia Syaputri, Istifah Amalina, Nur Dina Ambaryanto Ambaryanto Andrijasa, Muhammad Farman Aninditya Artina Setiaputri Anton Topadang, Anton Ardelia Zahra, Deswita Bayu Legowo Budi Setiawan Bustomi, Tommy Christiana Suci Prihatini Christina Setyadewi M. Citra Agustina Isnaning Damar Nurwahyu Bima Dedy Hermansyah Defita Faridlotus Shalihah Degdo Suprayitno Dewi Kusrini Diana Chilmawati Dwi Hudiyanti Ely Kusniawati Farman andrijasa, M. Farman Andrijasa, Muhammad Fauzang Haniar, Alfat Fransisca Biranti Fronthea Swastawati H Hadiyanto Hartanto, Subhan Hendarko, Sriani Heru Susanto I Gusti Bagus Wiksuana Ima Wijayanti Irsandy, Wahyu Bahri Ismiyarto Ismitarto Ita Widowati Jusup Supriyanto Khairul Anami Kurniasari, Risma Laely Zahro Leenawaty Limantara M. Suzery Madiyono, Madiyono Magfiratun Hasanah, Mayta Meiny Suzery Meiny Suzery Merry Gultom Metandi, Farindika Muflihatul Muniroh Muhammad Diah Khoirul Huda Muhammad Fauzan Anwar, Harahap Muhammad Nur Arkham Muhammad Nursid Mukhammad Asy'ari Musmulyadin, Musmulyadin Nazli, Nazli Ngadiwiyana M.Si. S.Si. Nike Rizky Prahesti, Nike Rizky Ningsih, Alyxia Stellata Aria Noor Pramono Nudin, Burhan Nur'aini, Luthfiah Putri Palayukan, Marfan Pardede, Mahadi Parsaoran Siahaan Puspita, Dhea Putri Pratiwi Rahardian,  Rifky Lana Raisi Aga Oktavi Ramadaniati, Shintiya Retno Sariningsih Reyhan Awliya Sudjana, Muhammad Riky Auliawan Rinaldy Yudhistira, Muhammad Rini Budi Hastuti Saputra, Abiyasa Eka Sera, Agnescia Clarissa Sestri Bela Pratiwi Siti Khumairoh Slamet Suharto Subroto, Desty Endrawati Sulistyowati Sulistyowati Supriyanto . Suradi, Agus Tari, Tari Tjipta, Arya Tri Winarni Agustini Umi Baroroh Lili Utami Ventayen, Caren Orlanda Veronika Adelina Hartini Wibowa, Pratama Jujur Widayadi, Eko Yuniarti Yuniarti Yusni Nyura, Yusni Zahroul Umami Qodri Zainal Arifin Zainul Rohman, Muchamad