Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

INTEGRATION OF TRADITIONAL ECOLOGICAL KNOWLEDGE IN-TO PRIMARY SCHOOL LEARNING Sumarwati Sumarwati; Sukarno Sukarno; Atikah Anindyarini; Dwi Winda Lestari
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v13i2.13993

Abstract

This research was conducted to understand the perception of people in Tawangmangu, Central Java in terms of the potential of teaching TEK in primary schools, challenges, and teaching strategies. We conducted semi-structured and unstructured interviews with 77 participants (local TEK experts, local communities, educators, and education officials). TEK in Tawangmangu includes folktales, ceremonies, offerings, typical food, terraced farming, intercropping systems, irrigation systems, crop management, herbal medicine, traditional house, and social system. Participants supported the idea because the TEK began to become extinct and identified its delivery in formal schools as a bridge to maintain it. Factors identified as obstacles are limited study time, limited access to subject matter, lack of political support, and differences in the characteristics of knowledge transfer between science and TEK. Participants claimed that the most appropriate strategy for teaching it in primary schools was to bring students closer to the real context. To teach it, the teacher chooses a number of contextual learning methods that are considered suitable, like field trips, role playing, task-based learning, and project-based learning.
THE IMPORTANCE OF TRADITIONAL ECOLOGICAL KNOWLEDGE TAUGHT IN RURAL PRIMARY SCHOOL Sumarwati Sumarwati; Atikah Anindyarini
-
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.023 KB)

Abstract

Urban people was rich with traditional culture, like folktales, and traditional ceremonies. It was valuable as traditional ecological knowledge (TEK), but people had been forgotten. The integration of TEK into  learning in s  primary school   may be a key tool for the the potential to improve the delivery of educational objectives about science. This paper explores perceptions about using of the value of TEK into formal education, especially in rural primary school. We conducted  interviews with 52 participants (educators, officials, and local TEK experts) regarding the use of the formal school system to transmit, maintain, and revitalise TEK in Tawangmangu, Karanganyar District. Participants reported that TEK in Tawangmangu had eroded and identified the formal school system as a principal driver. Most interviewees believed that if an appropriate format could be developed, TEK could be included in the formal education system. Such an approach has potential to maintain customary knowledge and practice in the focus communities.  Participants identified several specific domains  for inclusion in school curricula, including diversity of food knowledge, agricultural knowledge and practice, especially corn and vegetables, and the reinforcement of respect for traditional authority and values. TEK has potential to add value to formal education in  primary school in Tawangmangu by contextualizing the content and process of learning, and by facilitating character development and self-awareness in students. These benefits are relevant with UNESCO-mandated goals for curricular reform and provide a strong argument for the inclusion of TEK in formal school. However, interviewees also noted a number of practical barriers to teaching TEK in primary school. These relates the cultural diversity and  views within the community. However, needed further research to the significant epistemological challenges inherent in including TEK in formal school, particularly as participants noted the potential for such approaches to have negative consequences.
Kajian Sosiologi Sastra dalam Naskah Drama Prasetyaku Karya Rudyaso Febriadhi dan Relevansinya dengan Materi Ajar Bahasa Jawa Sekolah Menengah Pertama Prysila Damai Evaludy; Atikah Anindyarini; Rahmat -
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65720

Abstract

Abstrak Sosiologi sastra merupakan kajian yang digunakan untuk penelitian yang berkaitan dengan masyarakat dalam karya sastra. Naskah drama Prasetyaku karya Rudyaso Febriadhi, mengandung aspek-aspek dari sosiologi sastra di dalamnya. Aspek sosiologi sastra yang terkandung dalam naskah drama Prasetyaku meliputi aspek kekerabatan, aspek pendidikan, aspek moral, aspek sosial, aspek politik, dan aspek cinta kasih. Penelitian ini tidak hanya menyajikan aspek sosiologi sastra saja di dalamnya, tetapi juga menyajikan struktur intrinsik di dalamnya. Struktur intrinsik tersebut mencakup tema dan amanat, tokoh dan penokohan, alur, latar, konflik atau tikaian, dan cakapan. Selain aspek-aspek sosiologi sastra dan struktur intrinsik yang terkandung dalam naskah drama Prasetyaku, naskah ini juga direlevansikan dengan materi ajar bahasa Jawa kelas IX KD 3.3 menelaah teks sandiwara Jawa Sekolah Menengah Pertama. Penelitian yang meggunakan pendekatan sosiologi sastra ini tergolong dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif.
Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Geguritan Karya Mbah Brintik pada Majalah Panjebar Semangat Tahun 2016 dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Jawa di SMA Rizaldi Wahyu Bagaskara; Atikah Anindyarini; Djoko Sulaksono
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.66427

Abstract

Karya sastra merupakan sebuah hasil karya yang umumnya tidak terikat aturan. Contoh karya sastra salah satunya adalah geguritan. Geguritan adalah puisi modern yang penulisannya menggunakan bahasa Jawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif di bidang bahasa yang berfokus pada kohesi leksikal dan gramatikal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memaparkan bentuk kohesi leksikal dan gramatikal dalam geguritan karya Mbah Brintik yang dimuat oleh majalah Panjebar Semangat edisi tahun 2016 serta relevansinya sebagai bahan ajar bahasa Jawa untuk SMA. Data berupa kata, frasa, dan klausa pada geguritan yang mengandung kohesi leksikal dan gramatikal bersumber dari geguritan karya Mbah Brintik dalam majalah Panjebar Semangat edisi tahun 2016. Data relevansi bersumber dari informan yang terdiri dari guru bahasa Jawa dan siswa kelas XII SMA Negeri 6 Surakarta serta ahli bahasa. Teknik pengambilan subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik analisis dokumen dan wawancara. Uji validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi data dan teori. Teknik analisis data dalam pelitian ini meliputi tiga komponen yaitu tahap reduksi data, sajian data yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi, kemudian penarikan simpulan. Penelitian ini menunjukkan beberapa hasil kohesi leksikal dan gramatikal dalam geguritan karya Mbah Brintik yang dimuat oleh majalah Panjebar Semangat edisi tahun 2016. Pertama terdapat kohesi leksikal yang terdiri dari repetisi, sinonimi, antonimi, hiponimi, dan kolokasi. Kedua terdapat kohesi gramatikal yang terdiri dari referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Jawa dalam kompetensi dasar menelaah teks geguritan sebagaimana termuat dalam kurikulum 2013 provinsi Jawa Tengah untuk mata pelajaran muatan lokal bahasa Jawa SMA kelas XII. Penerapan tersebut berlaku untuk seluruh wilayah di Jawa Tengah sebab objek dalam penelitian ini menggunakan bahasa Jawa dialek Solo-Jogja yang merupakan bahasa baku dari bahasa Jawa.
Analisis Konflik Sosial pada Novel Sapecak Bumi Sing Kobong Karya Hastin Zaina serta Relevansinya sebagai Materi Ajar Bahasa Jawa di SMA Arsha Aswindra; Atikah Anindyarini; Kenfitria Diah Wijayanti
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.65944

Abstract

Karya sastra yang dinamis dan selalu berkembang membuat penelitian sastra juga terus bermunculan. Karya sastra berupa novel Jawa belum banyak diminati oleh para siswa untuk dijadikan sumber belajar di sekolah. Maka dari itu, perlu adanya penelitian sastra yang membahas novel Jawa untuk menghasilkan materi ajar pendidikan sebagai alternatif sumber belajar bagi siswa. Alternatif sumber belajar baru dapat memberikan kesan yang lebih variatif dan menarik dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud unsur intrinsik pada novel Sapecak Bumi sing Kobong karya Hastin Zaina, wujud konflik sosial pada novel Sapecak Bumi sing Kobong karya Hastin Zaina, dan relevansi novel Sapecak Bumi sing Kobong dengan materi ajar bahasa Jawa di SMA. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang menggunakan data berupa kutipan dan ujaran yang diperoleh dari sumber data dokumen serta informan. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik uji validitas menggunakan triangulasi teori dan sumber. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Prosedur penelitian meliputi persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian dapat diuraikan menjadi wujud unsur intrinsik novel yang meliputi tema, amanat, alur, tokoh/penokohan, dan latar/setting, konflik sosial yang diklasifikasikan menjadi kejahatan, disorganisasi keluarga, peperangan, pelanggaran norma, novel Sapecak Bumi sing Kobong telah relevan sebagai materi ajar bahasa Jawa di SMA
Analisis Kesantunan Berbahasa pada Naskah Ketoprak Kembang Katresnan Karya Bondan Nusantara serta Relevansinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Jawa Tingkat SMA Galuh Sekar Arumsari; Atikah Anindyarini; Rahmat Rahmat
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 1 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i1.65136

Abstract

This research of pragmatic study is the politeness inside ketoprak script. In this pragmatic study the researcher aims to identify language politeness in ketoprak script Kembang Katresnan by Bondan Nusantara and the relevancy as javanes material teaching in senior high school. This research is deskriptif kualitatif research. The data obtained with data document analyse and interview. Validity of data using source triangulation and theory triangulation. The result from this research is find speech in ketoprak script Kembang Katrensna by Bondan Nusantara according to musly in language politeness with Chaer (2010: 11).  Script can changed according to the level of leangunge of variety Javanes to class XII Senior High School level according to KD 3.1 is to identify, understand, and analyse of oral language using in all situasion according to the manners.
Analisis Kohesi Leksikal dalam Wacana Berita Olahraga Majalah Panjebar Semangat Tahun 2019 Conix Faqihana Dini; Atikah Anindyarini; Rahmat Rahmat
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 1 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i1.65217

Abstract

This research discusses the lexical cohesion analysis contained in the Panjebar Semangat magazine sportcasts in 2019. The aimed of this research is to describe lexical cohesion of the sportscast Panjebar Semangat magazine in 2019. Type of this study is qualitative descriptive research. Source of data in this research consisted of 12 news discourses in the Panjebar Semangat magazines in 2019, journals and references books. Purposive sampling techniques was used as a sampling method. The news discourse under study represented the news of Panjebar Semangat magazine which was published in January-December 2019. The results of this study are lexical cohesion which includes repetition, synonymy, antonym, collocation, hyponym, and equivalence. Lexical cohesion data found after analysed were 147 data. Repetition is the most data found in this study.
Nilai Pendidikan Karakter Wayang Kulit Lakon Indrajit Anak Gunawan sebagai Bahan Ajar Tingkat SMP Dila Retno Kusumastutik; Atikah Anindyarini; Astiana Ajeng Rahadini
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65724

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa, materi wayang menjadi salah satu materi yang mengajarkan tentang nilai-nilai pendidikan karakter. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan yang digunakan dalam bahan ajar. Data penelitian ini diperoleh dengan dokumentasi cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan oleh Ki Manteb Soedharsono. Wawancara pada nara sumber yang terdiri dari dalang wayang kulit purwa, ahli bahasa dan sastra pewayangan, guru mata pelajaran Bahasa Jawa dan dua siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kartasura. Analisis isi dilakukan dengan mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan nilai pendidikan karakter dalam cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan untuk mengetahui relevansinya sebagai bahan ajar mata pelajaran Bahasa Jawa di tingkat SMP. Hasil penelitian pada cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yaitu nilai religius, kejujuran, toleransi, semangat kebangsaan, cinta tanah air, tanggung jawab, dan peduli sosial. Dapat disimpulkan bahwa cerita wayang kulit lakon tersebut memiliki nilai pendidikan karakter yang baik, bahasa yang digunakan mudah dipahami dan isi cerita dalam lakon tersebut juga sesuai dengan aspek kematangan jiwa (psikologis) siswa kelas IX.
“Ki Ageng Kebo Kenanga ” di Desa Pengging Boyolali dan Relevansinya sebagai Materi Ajar di SMA Wuri Aristyowati; Atikah Anindyarini; Astiana Ajeng Rahadini
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi unsur struktural, tanggapan dan pendapat pembaca, serta kesesuaian cerita Ki Ageng Kebo Kenanga  sebagai bahan ajar cerita rakyat bahasa Jawa di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan resepsi sastra. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif dengan tiga tahap yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Adapun uji validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Simpulan dari penelitian ini yaitu Cerita rakyat Ki Ageng Kebo Kenanga  mengandung unsur struktural yaitu tema yang digunakan adalah mengenai perjuangan Ki Ageng Kebo Kenanga. Menggunakan alur maju dan terdapat 3 latar yakni latar tempat, waktu, dan sosial. Tokoh utamanya yaitu Ki Ageng Kebo Kenanga. Adapun amanatnya adalah jadilah seseorang yang tidak sombong. Tanggapan para pembaca mengenai cerita tersebut yaitu ceritanya sangat menarik karena memiliki unsur sejarah, silsilah leluhur, dan perjuangan hidup dari Ki Ageng Kebo Kenanga. Berdasarkan relevansi cerita rakyat Ki Ageng Kebo Kenanga  di Desa Pengging sebagai materi ajar di SMA, cerita rakyat ini sangat cocok untuk dijadikan materi ajar di SMA dan sesuai dengan kompetensi dasar yang ada.
Analisis Kelayakan Buku Teks Mumpuni Basa Jawi Kurikulum 2013 Kelas X SMA/MA/SMALB/SMK/MAK Betari Pelangi Adiniry; Atikah Anindyarini; Astiana Ajeng Rahadini
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.65237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kelayakan isi, (2) kelayakan penyajian, dan (3) kelayakan bahasa buku teks Mumpuni Basa Jawi kurikulum 2013 kelas X SMA/MA/SMALB/SMK/MAK terbitan Tiga Serangkai. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi (content analysis) yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kelayakan isi pada buku teks tersebut masih terdapat kekurangan pada kedalaman materi, pemilihan wacana, teks, gambar, dan ilustrasi, dan pelatihan, penugasan, dan penilaian, sehingga buku termasuk dalam kategori cukup layak dan memperoleh presentase sebesar 71% (2) kelayakan penyajian sudah baik disajikan pada buku tersebut, kekurangan pada buku yaitu tidak adanya peta konsep pada tiap wulangan dan penulisan daftar pustaka, sehingga buku termasuk dalam kategori layak dan memperoleh presentase sebesar 85% (3) kelayakan bahasa masih terdapat kekurangan pada poin kesesuaian buku teks dengan tingkat perkembangan intelektual peserta didik, serta keterbacaan pesan baik dari segi penulisan, aksara Jawa, dan ragam bahasa, sehingga buku teks termasuk ke dalam kategori cukup layak dan memperoleh presentase sebesar 72%. Berdasarkan hasil kesimpulan disarankan untuk guru agar lebih selektif dalam pemilihan buku teks serta siswa agar lebih cermat dan kritis mempelajari materi dalam buku teks.