Claim Missing Document
Check
Articles

KONFLIK BATIN DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL SAGARAS KARYA TERE LIYE TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP Ayuningtyas, Dea Rahmanita; Saddhono, Kundharu; Anindyarini, Atikah
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol. 12 No. 3 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i3.48572

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskrispsikan aspek kejiwaan tokoh utama, nilai pendidikan, dan relevansi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen dan teknik wawancara.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir interaktif, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) wujud konflik batin tokoh utama dalam novel Sagaras karya Tere Liye, 2) nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel meliputi rasa ingin tahu, kerja keras, sosial, moral, bersahabat, dan jujur, dan 3) novel Sagaras karya Tere Liye relevan dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMP karena sesuai dengan kriteria bahan ajar yang baik serta memberikan pengaruh nilai positif yang dapat direalisasikan untuk kehidupan sehari-hari.Kata kunci: psikologi sastra, nilai pendidikan karakter, pembelajaran bahasa Indonesia
Directive Speech Acts in Islamic Academic Discourse: Can Pragmatic Analysis Reveal Islamic-Specific Politeness Patterns? Heru Susanto; Andayani Andayani; Atikah Anindyarini
Jurnal Pendidikan Islam ARTICLE IN PRESS
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In global higher education, classroom interaction has become a central concern in understanding how language practices shape participation, authority, and learning effectiveness. Directive speech acts, as a key component of academic discourse, play a crucial role in managing interaction and facilitating instructional processes across diverse cultural and institutional settings. This study aims to examine the usage and functions of directive speech acts among students in an Islamic higher education learning environment. Employing a qualitative case study approach, the research analyzed recorded classroom interactions involving 48 students from the Indonesian Language Tadris Study Program at Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas University (UNISSAS), West Kalimantan. Data were collected through classroom observation and documentation and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results identified 78 instances of directive speech acts classified into six functional categories: requests (26.92%), commands (23.08%), invitations (15.38%), prohibitions (14.10%), suggestions (11.54%), and advice (8.97%). Requests and commands emerged as the most dominant forms, reflecting the instructional orientation of classroom discourse and students’ efforts to ensure participation and mutual understanding. In conclusion, directive speech acts function not only as pragmatic tools but also as ethical communicative strategies in Islamic academic contexts. The study implies that strengthening pragmatic awareness in Islamic education can promote effective, respectful, and harmonious classroom communication aligned with Islamic values.
Local Wisdom Ulur-Ulur Tlaga Buret Ceremony in Tulungagung Santoso, Eka Nurwaselina Santoso; Eko Wardani, Nugraheni; Anindyarini, Atikah
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 12 No. 3 (2021): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v12i3.7024

Abstract

The aims of the research were to describe the Ulur-ulur traditional ceremony, the procession, and the values of local wisdom in it. The research applied a qualitative study using a snowball sampling method with passive participant observation techniques and interviews. The researchers conducted in-depth interviews with note-taking and one-on-one interview techniques, namely by asking questions to the informants one by one and then recording the answers from the informants. The data validated by the source triangulation method were then analyzed using the Miles and Huberman research method which included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research result shows that (1) the Ulur-ulur ceremony is one of the rituals that manifests the residents’ gratitude for the abundant water sources for the residents’ rice fields. (2) Ulur-ulur traditional ceremony procession consists of the preparation stage, jodhang procession, jamasan of Dewi Sri and Jaka Sedana statues, prayers and kajat, sowing flowers, and closes with a typical art performance of Tulungagung regency. (3) The practice of Ulur-ulur traditional ceremony has local wisdom values: religious, social, educational, historical, and economic values.
Cerita Rakyat sebagai Sarana Berliterasi Kearifan Lokal: Pendekatan Ekologi Sastra Edy Suryanto; Sumarwati Sumarwati; Atikah Anindyarini; Hadiyah Hadiyah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.14802

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai edukatif kearifan lokal dalam cerita rakyat tentang pelestarian lingkungan untuk siswa sekolah dasar. Sumber data berupa cerita rakyat di Kabupaten Karanganyar. Pengambilan data secara purposive sampling terhadap cerita rakyat (1) Asal-usul Tanaman Sayur di Desa Pancot, (2) Asal-usul Tanaman Jagung di Desa Nglurah, (3) Kisah Sunan Lawu, (4) Asal-usul Sondokoro, dan (5) Asal Mula Sapta Tirta Pablengan. Teknik baca-catat digunakan untuk pengumpulan data, sedangkan teknik interaktif untuk analisis data. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kelestarian alam dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Manusia harus memiliki sikap rendah hati, peduli, dan bertanggung jawab terhadap alam, serta kehidupan semua makhluk di dalamnya. Dengan cara menghargai, merawat, dan menjaga keseimbangan ekosistem, dapat diciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi masa depan. Masalah pelestarian lingkungan penting ditanamkan melalui pengenalan kearifan lokal dalam cerita rakyat sejak dini, khususnya pada  pendidikan dasar.Folklore as a Means of Literating Local Wisdom: Literary Ecology ApproachThis research aims to analyze the educational value of local wisdom in folklore about environmental conservation for elementary school students. The data source is folklore in Karanganyar Regency. Data were collected using purposive sampling on folklore (1) The Origins of Vegetable Plants in Pancot Village, (2) The Origins of Corn Plants in Nglurah Village, (3) The Story of Sunan Lawu, (4) The Origins of Sondokoro, and (5) The Origins of Sapta Tirta Pablengan. Note-reading technique was used for data collection, while interactive techniques for data analysis. The results of the analysis can be concluded that preserving nature and the environment is a shared responsibility. Humans must have a humble, caring, and responsible attitude towards nature and the lives of all creatures in it. By respecting, caring for and maintaining the balance of the ecosystem, we can create a better environment for future generations. Therefore, it is important to instill environmental conservation issues through the introduction of local wisdom in folklore from an early age in elementary education.
KONFLIK SOSIAL DAN NILAI MORAL DALAM NASKAH DRAMA BARABAH KARYA MOTINGGO BUSYE SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI AJAR SASTRA DI SMA Wisudawan, Tino Widya; Anindyarini, Atikah; Waluyo, Budi; Supriyadi, Hamam
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 1 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i1.79149

Abstract

Naskah drama merupakan salah satu bentuk sastra yang mampu mencerminkan realitas sosial dan memperkuat pesan moral dalam sebuah narasi teater. Salah satu karya sastra Indonesia yang memadukan elemen-elemen tersebut adalah Barabah karya Motinggo Busye. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konflik sosial dan nilai moral yang terdapat dalam naskah drama "Barabah" serta mengevaluasi relevansinya sebagai materi ajar sastra di sekolah menengah atas (SMA). Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan sosiologi sastra yang digunakan untuk mengkaji naskah drama “Barabah” yaitu konflik sosial dan nilai moral. Peneliti akan menganalisis beberapa macam konflik sosial yang terdapat dalam naskah drama Barabah karya Motinggo Busye mulai dari a) Konflik antarindividu, b) Konflik antarkelompok, c) Konflik antargenerasi, d) Konflik gender dan nilai moral yang terdapat pada penelitian ini adalah a) Nilai Empati, b) Nilai Hati Nurani, c) Nilai Kebaikan Hati, d) Nilai Rasa Hormat, e) Nilai Kontrol Diri, dan f) Nilai Keadilan, serta penelitian ini direlevansikan sebagai materi ajar sastra di SMA. 
PEMBELAJARAN FLIPPED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI DAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA KELAS 10 SMA NEGERI 5 SURAKARTA Dewi, Lutfhiana Yunita; Anindyarini, Atikah; Saddhono, Kundharu
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 2 (2023): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v11i2.61519

Abstract

Model pembelajaran inovatif banyak dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan dilakukkannya pembelajaran berbasis teknologi, antara lain model flipped learning. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi dan keterampilan menulis puisi dengan mengunakan model flipped learning. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 10 IPS 5 SMA Negeri 5 Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen, observasi, wawancara, dan tes. Untuk menguji validitas data dilakukan dengan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran flipped learning dapat meningkatkan interaksi peserta didik dari 41,67% dalam kategori aktif menjadi 47,22% dalam kategori sangat aktif. Selain itu, dalam penelitian ini juga membuktikan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran flipped learning dapat meningkatkan nilai rata-rata keterampilan menulis puisi peserta didik dari 58,33 pada siklus I menjadi 83,69 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dalam disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran flipped learning dapat meningkatkan interaksi dan keterampilan menulis puisi peserta didik kelas 10 IPS 5 SMA Negeri 5 Surakarta.
Analisis Konflik Sosial pada Novel Sapecak Bumi Sing Kobong Karya Hastin Zaina serta Relevansinya sebagai Materi Ajar Bahasa Jawa di SMA Aswindra, Arsha; Anindyarini, Atikah; Wijayanti, Kenfitria Diah
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.65944

Abstract

Karya sastra yang dinamis dan selalu berkembang membuat penelitian sastra juga terus bermunculan. Karya sastra berupa novel Jawa belum banyak diminati oleh para siswa untuk dijadikan sumber belajar di sekolah. Maka dari itu, perlu adanya penelitian sastra yang membahas novel Jawa untuk menghasilkan materi ajar pendidikan sebagai alternatif sumber belajar bagi siswa. Alternatif sumber belajar baru dapat memberikan kesan yang lebih variatif dan menarik dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud unsur intrinsik pada novel Sapecak Bumi sing Kobong karya Hastin Zaina, wujud konflik sosial pada novel Sapecak Bumi sing Kobong karya Hastin Zaina, dan relevansi novel Sapecak Bumi sing Kobong dengan materi ajar bahasa Jawa di SMA. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang menggunakan data berupa kutipan dan ujaran yang diperoleh dari sumber data dokumen serta informan. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik uji validitas menggunakan triangulasi teori dan sumber. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Prosedur penelitian meliputi persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian dapat diuraikan menjadi wujud unsur intrinsik novel yang meliputi tema, amanat, alur, tokoh/penokohan, dan latar/setting, konflik sosial yang diklasifikasikan menjadi kejahatan, disorganisasi keluarga, peperangan, pelanggaran norma, novel Sapecak Bumi sing Kobong telah relevan sebagai materi ajar bahasa Jawa di SMA
Analisis Kesantunan Berbahasa pada Naskah Ketoprak Kembang Katresnan Karya Bondan Nusantara serta Relevansinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Jawa Tingkat SMA Arumsari, Galuh Sekar; Anindyarini, Atikah; Rahmat, Rahmat
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 1 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i1.65136

Abstract

This research of pragmatic study is the politeness inside ketoprak script. In this pragmatic study the researcher aims to identify language politeness in ketoprak script Kembang Katresnan by Bondan Nusantara and the relevancy as javanes material teaching in senior high school. This research is deskriptif kualitatif research. The data obtained with data document analyse and interview. Validity of data using source triangulation and theory triangulation. The result from this research is find speech in ketoprak script Kembang Katrensna by Bondan Nusantara according to musly in language politeness with Chaer (2010: 11).  Script can changed according to the level of leangunge of variety Javanes to class XII Senior High School level according to KD 3.1 is to identify, understand, and analyse of oral language using in all situasion according to the manners.
Analisis Kohesi Leksikal dalam Wacana Berita Olahraga Majalah Panjebar Semangat Tahun 2019 Dini, Conix Faqihana; Anindyarini, Atikah; Rahmat, Rahmat
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 1 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i1.65217

Abstract

This research discusses the lexical cohesion analysis contained in the Panjebar Semangat magazine sportcasts in 2019. The aimed of this research is to describe lexical cohesion of the sportscast Panjebar Semangat magazine in 2019. Type of this study is qualitative descriptive research. Source of data in this research consisted of 12 news discourses in the Panjebar Semangat magazines in 2019, journals and references books. Purposive sampling techniques was used as a sampling method. The news discourse under study represented the news of Panjebar Semangat magazine which was published in January-December 2019. The results of this study are lexical cohesion which includes repetition, synonymy, antonym, collocation, hyponym, and equivalence. Lexical cohesion data found after analysed were 147 data. Repetition is the most data found in this study.
Nilai Pendidikan Karakter Wayang Kulit Lakon Indrajit Anak Gunawan sebagai Bahan Ajar Tingkat SMP Kusumastutik, Dila Retno; Anindyarini, Atikah; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65724

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa, materi wayang menjadi salah satu materi yang mengajarkan tentang nilai-nilai pendidikan karakter. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan yang digunakan dalam bahan ajar. Data penelitian ini diperoleh dengan dokumentasi cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan oleh Ki Manteb Soedharsono. Wawancara pada nara sumber yang terdiri dari dalang wayang kulit purwa, ahli bahasa dan sastra pewayangan, guru mata pelajaran Bahasa Jawa dan dua siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kartasura. Analisis isi dilakukan dengan mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan nilai pendidikan karakter dalam cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan untuk mengetahui relevansinya sebagai bahan ajar mata pelajaran Bahasa Jawa di tingkat SMP. Hasil penelitian pada cerita wayang kulit lakon Indrajit Anak Gunawan terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yaitu nilai religius, kejujuran, toleransi, semangat kebangsaan, cinta tanah air, tanggung jawab, dan peduli sosial. Dapat disimpulkan bahwa cerita wayang kulit lakon tersebut memiliki nilai pendidikan karakter yang baik, bahasa yang digunakan mudah dipahami dan isi cerita dalam lakon tersebut juga sesuai dengan aspek kematangan jiwa (psikologis) siswa kelas IX.
Co-Authors -, Rahmat Ade Yugha Nusastri Adiniry, Betari Pelangi Ahmad Dwi Romadhoni Alfi Syahidah Dyah Puspitasari Alfien, Moh. Fajrul Amir Fuady Andayani Andayani Andayani Ani Rakhmawati Anisa, Leliana Aristyowati, Wuri Arumsari, Galuh Sekar Arviah Putri Ayuningtyas Astiana Ajeng Rahadini Aswindra, Arsha Ayuningtyas, Dea Rahmanita Bagaskara, Rizaldi Wahyu Budhi Setiawan Budi Waluyo Budiyono *, Budiyono desi rosita, desi Dewi, Lutfhiana Yunita Dimas Putra Dwipa Dini, Conix Faqihana Djoko Sulaksono Edy Suryanto Edy Suryanto Edy Suryanto Elisabeth Nugraheni Eko Wardani Evaludy, Prysila Damai Faqih, Gunawan Ibnu Febry, Dea Muthia Fernanda, Marshanda Tiffany Firdani, Lusiana Fotina Alya Nur Mahira Hadiyah Hadiyah Hadiyah Hadiyah Hadiyah Hadiyah, Hadiyah Hamam Supriyadi Handoko, Hana Febriyanes Haryanti, Putri Hermawan, Muhammad Alfian Heru Susanto Inggrid Amanda Muharramah Janah, Ni’matun Januarti, Vitalia Jovita Ratu Parosa Kedhaton, Alfiah Kenes Sekar Kenfitria Diah Wijayanti Kumala Sari, Vita Andarinata Kundharu Saddhono Kusumastutik, Dila Retno Laila Fitri Nur Hidayah Laila Fitri Nur Hidayah Luvi Kurnia Permana M. Furqon Al Maarif Maaliki. H, Maulana Danar Maretta, Arina Dicka Merry Lapasau Muftihah, Nani Mulyani, Rahmatika Niken Estirohmawati Nisak, Alfi Choirun Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nusantari, Septirini Sekar Pratiwi, Mashita Dian Puspariani, Arum Putri, Tiara Yustina Raheni Suhita Rahmandhani, Fahriza Rahmat Rahmat Ratnasari, Dea Nova Riyan Prasetyo Rohmah, Fatikhatur Ryan Hidayat Saddhono, Kunddharu Sahidillah, Muhammad Wildan Salma Fauziah Raudatul Jannah Santika Dewi Lestari Santoso, Eka Nurwaselina Santoso Sarwiji Suwandi Sella Permata Sari Sholihah, Mutiatus Slamet . Slamet Slamet Sukarno Sukarno Sumaiyah Menjamin Sumarwati Sumarwati Sumarwati Sumarwati Sumarwati, Sumarwati Suryanto, Edy Suwandi, Sarwiji Terara, Benanda Tesa Tri Hartini Tri Hartini Umi Khomsiyatun Utama, Sunu Setiawan Wiguna, Firman Fajar Wijayanti, Kenfitria Diyah Winda Dwi Lestari Wisudawan, Tino Widya Zulianto, Sugit