Claim Missing Document
Check
Articles

REVOLUTIONIZING ELEMENTARY SCIENCE EDUCATION: IMPACT OF INTERACTIVE VISUAL MEDIA ON LEARNING THE HUMAN RESPIRATORY SYSTEM Faniningsih Ardila Putri; Arif Rahman Hakim; Syahriani Yulianci; Arif Hidayad; Zulharman
EDUCATIONE Volume 3, Issue 2, July 2025
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v3i2.65

Abstract

The persistent difficulty students face in understanding the human respiratory system—a core yet abstract topic in science education—is rooted in the lack of contextual, visual, and interactive learning media, as highlighted by both national and international research. This study aimed to examine whether technology-based, visual respiratory system media can significantly enhance elementary students’ cognitive learning outcomes, particularly in higher-order thinking skills such as analysis and evaluation. Employing a quantitative, quasi-experimental one-group pretest-posttest design, the study involved 34 fifth-grade students at SDN Inpres Rasa 1, Kabupaten Bima, using purposive sampling. A 20-item multiple-choice test based on the revised Bloom’s taxonomy (C1–C4) was used to measure learning outcomes before and after intervention. Descriptive statistics showed a marked improvement: the mean pretest score was 62.8, rising to 73.3 in the posttest, with gains observed across all ability levels. Inferential analysis using a paired sample t-test confirmed the significance of this improvement (t = -15.2, df = 33, p < .001), demonstrating that interactive visual media have a strong positive effect on students’ conceptual understanding of the respiratory system. The results conclude that technology-based visual media not only promote retention and comprehension but also foster analytical and evaluative skills, aligning with current science education goals. This research provides empirically-tested, practical recommendations for educators and policymakers, supporting the integration of digital media in science curricula and teacher training. Future studies are recommended to expand this approach with control groups, longitudinal designs, and investigations into affective and psychomotor domains, as well as the use of emerging technologies like augmented reality and virtual reality to further enhance science learning outcomes.
Analisis Refleksi Murid SMP Kelas IX pada Pembelajaran Matematika Kontekstual Materi SPLDV Aura Aura; Fatmah Fatmah; Muhammad Yusuf; Nurrahmah Nurrahmah; Abd. Haris; Arif Rahman Hakim; Arif Hidayad
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4800

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses refleksi murid dan mengidentifikasi aspek-aspek refleksi yang muncul dalam pembelajaran matematika berbasis kontekstual pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian mendalam mengenai refleksi murid SMP dalam pembelajaran SPLDV berbasis kontekstual melalui analisis terpadu aspek kognitif, afektif, dan aplikatif yang masih jarang dieksplorasi pada penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada murid kelas IX E SMP Negeri 2 Bolo sebanyak 32 orang. Data dikumpulkan melalui refleksi tertulis, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, pengodean terbuka, kategorisasi, penafsiran tematik, serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses refleksi murid berlangsung melalui tahapan mengingat pengalaman belajar, memahami materi, mengidentifikasi kesulitan, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta mengaitkan konsep SPLDV dengan situasi kehidupan sehari-hari. Aspek refleksi yang muncul meliputi aspek kognitif, afektif, dan aplikatif. Secara kognitif, murid memahami prosedur penyelesaian SPLDV meskipun pemahaman konseptual belum sepenuhnya mendalam. Secara afektif, pembelajaran kontekstual meningkatkan minat dan keterlibatan belajar. Secara aplikatif, murid mampu menghubungkan konsep dengan berbagai permasalahan nyata. Dengan demikian, refleksi murid berkembang melalui serangkaian proses evaluatif yang menghasilkan tiga aspek refleksi utama dalam pembelajaran matematika berbasis kontekstual.