p-Index From 2021 - 2026
7.758
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bestari Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya DIKSI Linguistika Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha BASASTRA BAHASTRA Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JINOP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) KEMBARA Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Diglosia JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat TOTOBUANG JURNAL PENGABDI Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Madah Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) Academy of Education Journal ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia MABASAN Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Jurnal Kadera Bahasa Jurnal Skripta Jurnal Kansasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Kode : Jurnal Bahasa Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Journal Of Human And Education (JAHE) Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran BAHASTRA Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : KEMBARA

PIRANTI KOHESI DALAM WACANA TULIS GURU SMA/SMK MUHAMMADIYAH KABUPATEN MALANG M.Si, Gigit Mujianto,
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.767 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v3i2.5162

Abstract

Kriteria pemakaian bahasa yang meliputi rasional, baku, keilmuan, langsung ke sasaran, dan efektif, direalisasi guru melalui pemakaian piranti kohesi, baik kohesi gramatikal maupun kohesi leksikal. Kohesi gramatikal merealisasi kriteria itu dengan pengacuan anteseden melalui pronomina, substitusi, dan konjungsi. Semua piranti kohesi tersebut difungsikan untuk menegaskan dan mengembangkan suatu konsep. Adapun kohesi leksikal merealisasi kriteria itu dengan pengacuan anteseden melalui reiterasi dan kolokasi. Melalui kedua piranti kohesi itulah, lima kriteria tersebut direalisasi oleh guru, baik pada bagian pendahuluan, pembahasan, maupun pada bagian penutupan. Tujuan digunakannya aspek–aspek leksikal itu ialah untuk mendapatkan efek intensitas makna bahasa dalam menekankan pentingnya suatu konsep melalui penegasan dan penjabaran.
KARAKTERISTIK TUTURAN PERFORMATIF GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Mujianto, Gigit
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.768 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4002

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan karakteristik tuturan performatif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Pendekatan Siantifik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan etnografi komunikasi dengan model analisis wacana kritis. Sumber data penelitian adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII yang mengajar di SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Kota Malang. Data dalam penelitian ini mencakup percakapan kelas berupa transkrip rekaman pembelajaran. Analisis data menggunakan Model Alir (Miles dan A. Michael Huberman). Berdasarkan hasil penelitian, guru lebih banyak menggunakan tuturan performatif pada aktivitas mengkomunikasikan. Tuturan performatif ini digunakan guru untuk menyatakan, memberi nilai, mengajarkan, mengemukakan pendapat, dan memerintah.
TINDAK TUTUR GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DENGAN KOMPOSISI TERARAH BERDASARKAN TINGKAT KOGNISI SISWA Mujianto, Gigit
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.521 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v1i2.2614

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah berdasarkan tingkat kognisi siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio pragmatik, jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Data penelitian ini berupa tindak tutur guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Sumber data penelitian ini berupa guru mata pelajaran bahasaIndonesia. Hasil penelitian menggambarkan: (1) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat pengetahuan, (2) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat pemahaman, (3) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat penerapan, (4) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat analisis, (5) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat sintesis, dan (6) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat evaluasi.Kata kunci: tindak tutur, pembelajaran menulis, tingkat kognisi siswaAbstract: This study aimed to describe the teachers’ speech acts in teaching guided composition based on the 8th graders’ cognition level at Junior High Schools (SMP) Malang municipality. This qualitative study used socio-pragmatic approach. The method used was descriptive analysis. The research data were the teachers’ speech acts in teaching and learning process of Indonesian language. The data source was the teachers of Indonesian language. The research results showed: (1) the teachers’ speech acts in the teaching of guidedcomposition in the knowledge level, (2) the teachers’ speech acts in the teaching of guided composition in the comprehension level, (3) the teachers’ speech acts in the teaching of guided composition in the application level, (4) the teachers’ speech acts in the teaching of guided composition in the analysis level, (5) the teachers’ speech acts in the teaching of guided composition in the synthesis level, and (6) the teachers’ speech acts in the teaching of guided composition in the evaluation level. Keywords: speech act, learning of composition, students’ cognition level
ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN TENTANG ORMAS ISLAM PADA SITUS BERITA ONLINE M.Si, Gigit Mujianto,
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.451 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.7035

Abstract

Dalam analisis wacana kritis Model Theo van Leeuwen, teks dipandang sebagai medium saluran kelompok yang dominan memanipulasi ideologi kepada kelompok yang tidak dominan melalui kampanye disinformasi yang sarat stigma. Stigma yang menjadi stempel/cap ormas Islam hadir dalam kesadaran khalayak melalui proses eksklusi dan proses inklusi. Melalui proses eksklusi, pengeluaran subjek dengan membuat dalih, dihadirkan dengan strategi: (1) pasivasi, meniadakan hadirnya aktor dalam teks; (2) nominalisasi, mengubah makna tindakan menjadi peristiwa; dan (3) penggantian anak kalimat, membuat subjek tersembunyi. Adapun melalui proses inklusi, peristiwa atau aktor disertai stigma, dihadirkan dengan strategi: (1) diferensiasi,  menampilkan perbedaan yang kontras untuk menyudutkan; (2) objektivasi-abstraksi, menampilkan dalih objektif dan negatif; (3) kategorisasi, menghadirkan persepsi negatif; (4) determinasi, menampilkan anonimitas, tokoh, peristiwa, dan tokoh dengan konotasi negatif; (5) asimilasi, menghadirkan citra dan julukan negatif. Dengan berbagai strategi tersebut stempel/cap ormas Islam ditampilkan secara asosiatif untuk memberikan penguatan stigma ormas Islam guna memperoleh legitimasi nonformal, baik legitimasi politik maupun legitimasi peran.
PENERAPAN MODEL SINEKTIK BERBANTUAN LKPD DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN KELAS IX MTS. MUHAMMADIYAH 1 MALANG M.Si, Gigit Mujianto,; Pangesti, Fida
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/KEMBARA.Vol5.No2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan modelSinektik berbantuan LKP interviu dan peta pikiran dan (2) kendala yang dialami guru dalam penerapan model Sinektik berbantuan LKP beserta alternatif solusinya. Untuk memenuhi tujuan tersebut, peneliti menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di MTs. Muhammadiyah 1 Malang dengan subjek penelitian siswa kelas IX-B yang berjumlah 21 orang. Data dalam penelitian ini berupa dokumen dan catatan lapangan yang diperoleh melalui teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis melalui kegiatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modelSinektik diterapkan dengan 5 tahapan yakni (1) mendeskripsikan masalah, (2) analogi langsung, (3) analogi personal, (4) konflik padat, dan (5) menulis cerpen. Model sinektik ini telah diterapkan dengan baik sehingga berimplikasi positif terhadap proses maupun hasil belajar siswa yang mencapai rata-rata kelas 86. Namun demikian, terdapat tiga kendala yang dihadapi guru yakni (1) kurangnya alokasi waktu pembelajaran, (2) kurangnya pemahaman siswa terhadap model yang diterapkan, dan (3) kurangnya penguasaan diksi dan gaya bahasa. Kendala tersebut diatasi melalui manajemen waktu, manajemen pengelolaan kelas, dan pemanfaatan media pembelajaran.
TINDAK TUTUR GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DENGAN KOMPOSISI TERARAH BERDASARKAN TINGKAT KOGNISI SISWA Gigit Mujianto
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v1i2.2614

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah berdasarkan tingkat kognisi siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio pragmatik, jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Data penelitian ini berupa tindak tutur guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Sumber data penelitian ini berupa guru mata pelajaran bahasaIndonesia. Hasil penelitian menggambarkan: (1) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat pengetahuan, (2) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat pemahaman, (3) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat penerapan, (4) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat analisis, (5) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat sintesis, dan (6) tindak tutur guru dalam pembelajaran menulis dengan komposisi terarah tingkat evaluasi.Kata kunci: tindak tutur, pembelajaran menulis, tingkat kognisi siswaAbstract: This study aimed to describe the teachers’ speech acts in teaching guided composition based on the 8th graders’ cognition level at Junior High Schools (SMP) Malang municipality. This qualitative study used socio-pragmatic approach. The method used was descriptive analysis. The research data were the teachers’ speech acts in teaching and learning process of Indonesian language. The data source was the teachers of Indonesian language. The research results showed: (1) the teachers’ speech acts in the teaching of guidedcomposition in the knowledge level, (2) the teachers’ speech acts in the teaching of guided composition in the comprehension level, (3) the teachers’ speech acts in the teaching of guided composition in the application level, (4) the teachers’ speech acts in the teaching of guided composition in the analysis level, (5) the teachers’ speech acts in the teaching of guided composition in the synthesis level, and (6) the teachers’ speech acts in the teaching of guided composition in the evaluation level. Keywords: speech act, learning of composition, students’ cognition level
KARAKTERISTIK TUTURAN PERFORMATIF GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Gigit Mujianto
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4002

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan karakteristik tuturan performatif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Pendekatan Siantifik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan etnografi komunikasi dengan model analisis wacana kritis. Sumber data penelitian adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII yang mengajar di SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Kota Malang. Data dalam penelitian ini mencakup percakapan kelas berupa transkrip rekaman pembelajaran. Analisis data menggunakan Model Alir (Miles dan A. Michael Huberman). Berdasarkan hasil penelitian, guru lebih banyak menggunakan tuturan performatif pada aktivitas mengkomunikasikan. Tuturan performatif ini digunakan guru untuk menyatakan, memberi nilai, mengajarkan, mengemukakan pendapat, dan memerintah.
PIRANTI KOHESI DALAM WACANA TULIS GURU SMA/SMK MUHAMMADIYAH KABUPATEN MALANG Gigit Mujianto, M.Si
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 3 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v3i2.5162

Abstract

Kriteria pemakaian bahasa yang meliputi rasional, baku, keilmuan, langsung ke sasaran, dan efektif, direalisasi guru melalui pemakaian piranti kohesi, baik kohesi gramatikal maupun kohesi leksikal. Kohesi gramatikal merealisasi kriteria itu dengan pengacuan anteseden melalui pronomina, substitusi, dan konjungsi. Semua piranti kohesi tersebut difungsikan untuk menegaskan dan mengembangkan suatu konsep. Adapun kohesi leksikal merealisasi kriteria itu dengan pengacuan anteseden melalui reiterasi dan kolokasi. Melalui kedua piranti kohesi itulah, lima kriteria tersebut direalisasi oleh guru, baik pada bagian pendahuluan, pembahasan, maupun pada bagian penutupan. Tujuan digunakannya aspek–aspek leksikal itu ialah untuk mendapatkan efek intensitas makna bahasa dalam menekankan pentingnya suatu konsep melalui penegasan dan penjabaran.
ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN TENTANG ORMAS ISLAM PADA SITUS BERITA ONLINE Gigit Mujianto, M.Si
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.7035

Abstract

Dalam analisis wacana kritis Model Theo van Leeuwen, teks dipandang sebagai medium saluran kelompok yang dominan memanipulasi ideologi kepada kelompok yang tidak dominan melalui kampanye disinformasi yang sarat stigma. Stigma yang menjadi stempel/cap ormas Islam hadir dalam kesadaran khalayak melalui proses eksklusi dan proses inklusi. Melalui proses eksklusi, pengeluaran subjek dengan membuat dalih, dihadirkan dengan strategi: (1) pasivasi, meniadakan hadirnya aktor dalam teks; (2) nominalisasi, mengubah makna tindakan menjadi peristiwa; dan (3) penggantian anak kalimat, membuat subjek tersembunyi. Adapun melalui proses inklusi, peristiwa atau aktor disertai stigma, dihadirkan dengan strategi: (1) diferensiasi,  menampilkan perbedaan yang kontras untuk menyudutkan; (2) objektivasi-abstraksi, menampilkan dalih objektif dan negatif; (3) kategorisasi, menghadirkan persepsi negatif; (4) determinasi, menampilkan anonimitas, tokoh, peristiwa, dan tokoh dengan konotasi negatif; (5) asimilasi, menghadirkan citra dan julukan negatif. Dengan berbagai strategi tersebut stempel/cap ormas Islam ditampilkan secara asosiatif untuk memberikan penguatan stigma ormas Islam guna memperoleh legitimasi nonformal, baik legitimasi politik maupun legitimasi peran.
PENERAPAN MODEL SINEKTIK BERBANTUAN LKPD DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN KELAS IX MTs. MUHAMMADIYAH 1 MALANG Gigit Mujianto, M.Si; Fida Pangesti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v5i2.9983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan modelSinektik berbantuan LKP interviu dan peta pikiran dan (2) kendala yang dialami guru dalam penerapan model Sinektik berbantuan LKP beserta alternatif solusinya. Untuk memenuhi tujuan tersebut, peneliti menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di MTs. Muhammadiyah 1 Malang dengan subjek penelitian siswa kelas IX-B yang berjumlah 21 orang. Data dalam penelitian ini berupa dokumen dan catatan lapangan yang diperoleh melalui teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis melalui kegiatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modelSinektik diterapkan dengan 5 tahapan yakni (1) mendeskripsikan masalah, (2) analogi langsung, (3) analogi personal, (4) konflik padat, dan (5) menulis cerpen. Model sinektik ini telah diterapkan dengan baik sehingga berimplikasi positif terhadap proses maupun hasil belajar siswa yang mencapai rata-rata kelas 86. Namun demikian, terdapat tiga kendala yang dihadapi guru yakni (1) kurangnya alokasi waktu pembelajaran, (2) kurangnya pemahaman siswa terhadap model yang diterapkan, dan (3) kurangnya penguasaan diksi dan gaya bahasa. Kendala tersebut diatasi melalui manajemen waktu, manajemen pengelolaan kelas, dan pemanfaatan media pembelajaran.
Co-Authors Agustin, Desty Ayu Ahsanul In’am Ajang Budiman Alfi Khoiru An Nisa Ambarsari, Tri Agung Bayu Arif Budi Wurianto Arif Budi Wurianto, Arif Budi Arif Prasetyo Wibowo Arif Setiawan Arif Setiawan Arif Setiawan Arif Setiawan Arti Prihatini Aulia Zahra Fadhila Bawon Wiji Dia Prasasti Cao Jia Chusnia, Anadifatul Daroe Iswatiningsih Devi Hari Fitriya Ningsih Dian Islamiyah Dita Chrysan Theum Elen Inderasari Fachry Abda El Rahman Faizin Fanesha, Icha Fina Farah Nabilah Fatikasari, Eka Fauzan, Fauzan Febrianti.N, Arsantika Fida Pangesti Hamidha, Windy Hari Sunaryo Icha Fina Fanesha Inka Krisma Melati Intan Zuhrotun Nafiah In’am, Akhsanul Izaty, Firlana Kholiq Yudiantoro Kholiq Yudiantoro Laili Ivana Laili Ivana Laili Ivana Lilik Wahyuni lulu, Talitha Maemunah Maemunah Melati, Inka Krisma Miftakhul Jannah Mulyadi, Meita Setianing Mulyadi Muna, Lailatul Musaffak Musaffak Nabilah, Farah Nisfia Rani Novi Amalia Nur Farida Nur Fatimah Nur Hidayah Alifiani Nurliawati Dide Nuruch Shachwatul Islamiyah Oo, Cherry Zin Pripta Fajri Ramadhanti Ramadhanti, Pripta Fajri Rizqien, Nadhifatur Rudi Rudi Sari, Windi Erica Septi Nadya Anggraini Setiawan, Arif Shofi Alfinda Ayu Rahmawati Sri Wahyuni Sriyana Sriyana Sudjalil Sudjalil Sudjalil Supendi, Deden Ahmad Syahrotul Latifah Syarifah Rahmah Syarifah Rahmah, Syarifah Theum, Dita Chrysan Tinus, Agus Tri Agung Bayu Ambarsari Tuti Kusniarti Tutut Ayu Dwijayanti Vinahari, Dessy Kusuma Vivian Nur Safitri Wanda Mawar Dhanik Wening Suryandari Yeni Artanti Yudiantoro, Kholiq