Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Marinasi Kulit Pisang Pada Olahan Daging Sapi Terhadap Kualitas Fisik dan Daya Terima Konsumen Raihan Anugerah Pratama; Alsuhendra Alsuhendra; Ridawati Ridawati
Garina Vol. 16 No. 1 (2024): Juni : Garina : Jurnal Pengembangan IPTeks Seni Kuliner, Tata Rias, dan Desain
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69697/garina.v16i1.113

Abstract

Abstract: This study aims to identify the effect of marination with Musa Paradisiaca L. (kepok) peel, Musa Acuminata Linn. (barangan), and Musa Paradisiaca L. Var Sapientum (raja bulu) on processed beef products on physical quality (tenderness) and consumer acceptability. The method used was experimental. The research was conducted at the State University of Jakarta with a sample of 30 Education of Culinary Arts students who were moderately trained panelists. Based on the statistical hypothesis test with the Friedman test, it can be seen that all aspects (color, taste, aroma and texture) are not affected by marination treatment in processed beef products on consumer acceptance. Based on the results of Anova calculation on physical quality test, there is a real difference in banana peel marination treatment on the level of meat tenderness.
PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAN MUTU SENSORI PRODUK TERMODIFIKASI PEMPEK LENJER PATI MENIR BERAS Andini, Dinda; Alsuhendra, Alsuhendra; Cahyana, Cucu
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.48227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan karagenan terhadap kualitas fisik dan mutu sensori pempek lenjer berbasis pati menir beras sebagai alternatif berkelanjutan menggantikan tepung tapioka. Metode eksperimen kuantitatif dilakukan dengan tiga variasi konsentrasi karagenan (1,75%, 2%, dan 2,25%) menggunakan bahan utama ikan tenggiri dan pati menir beras. Evaluasi dilakukan oleh 45 panelis agak terlatih untuk uji sensori (warna, rasa, aroma, tekstur) dan uji fisik (cooking loss, densitas kamba). Analisis data menggunakan ANOVA RAL untuk uji fisik dan Kruskal-Wallis untuk uji sensori. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi karagenan memberikan pengaruh signifikan terhadap karakteristik produk. Konsentrasi 2% memberikan keseimbangan optimal dengan mempertahankan rasa umami ikan tenggiri yang kuat, tekstur kenyal namun tidak keras, serta mengurangi cooking loss menjadi 5,74% dan meningkatkan densitas kamba menjadi 1,33 g/ml. Formulasi karagenan 2% terbukti efektif sebagai hidrokoloid pengganti amilopektin tepung tapioka, mengoptimalkan pemanfaatan limbah menir beras menjadi produk pangan bernilai ekonomi tinggi dengan karakteristik sensori yang dapat diterima konsumen.
Sensory Quality Analysis, Consumer Acceptability, and Business Start-up of Bakpia Gurih Sambal Matah Fadilah, Muhamad; Nabilah, Zahrah Salwa; Hansa, Nayla; Alsuhendra, Alsuhendra; Ridawati, Ridawati
Business Management Vol 4, No 3 (2025): Business Management Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/bisnis.v4i3.9207

Abstract

This study aims to analyze the sensory characteristics of savory bakpia with tuna and sambal matah flavored tempeh filling in various filling percentages, namely 30%, 40%, and 50%. The background of this research is the desire to bring innovation to new flavors of bakpia products, which have been dominated by sweet flavors. The research method used was experimental, with sensory tests conducted by 10 expert panelists on the aspects of color, aroma, taste, and texture. The results showed that bakpia with sambal matah filling of 40% had the highest average value in almost all sensory aspects, making it the most preferred formulation. Tests were also conducted with consumer panelists to determine which percentage of sambal matah was most preferred. The results of consumer acceptance obtained the type of percentage preferred by consumers, namely the 40% chili sauce matah treatment. This product was developed in the form of a business startup with the trademark “Bakkate” and marketed through social media such as WhatsApp, Instagram, and TikTok. Consumer satisfaction analysis revealed high satisfaction levels, particularly in taste (92%), packaging design (92%), and customer service friendliness (90.6%). Other aspects such as pricing, ease of purchase, and delivery speed were also positively rated above 84%. Financial analysis indicated that with a selling price of IDR 22,000 per box and an initial investment of IDR 412,740, the business reached a profit of IDR 845,102 in the first month, with a projected break-even point of approximately 9.1 months. The results suggest that savory bakpia with tuna and tempeh sambal matah has high potential as an innovative local food product and business startup, provided consistent marketing strategies and product development are maintained.
Olesan Edible Mock Up Ayam Panggang: Respon Food Stylist dan Mutu Sensoris Pangestu, Prayoga Aji; Alsuhendra, Alsuhendra; Ridawati, Ridawati
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 11, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v11i3.9179

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh formulasi olesan edible mock up ayam panggang terhadap respon profesional food stylist dan mutu sensoris. Penelitian dilaksanakan di Laboraturium Pengolahan Pastry Bakery, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta, dengan periode penelitian dimulai dari Juni 2024 hingga Januarai 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan sampel formula olesan mock up ayam panggang perbandingan kecap manis dan saus tomat sebesar 1:1, 1:2, dan 2:1. Hasil uji pembedaan pasangan menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada ketiga formula. Hasil analisis mutu sensoris menunjukkan adanya pengaruh pada aspek warna (setelah dipanggang), kilau, bentuk ayam, warna bahan olesan, kekentalan dan kemudahan menempel, sedangkan aspek pemerataan warna dan pemerataan bakar tidak terdeteksi adanya pengaruh. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan penggunaan formula olesan edible mock up ayam panggang dengan perbandingan kecap manis dan saus tomat sebesar 1:2 untuk pembuatan mock up ayam panggang
Sensory Quality Analysis, Consumer Acceptability, and Business Start-up of Bakpia Gurih Sambal Matah Fadilah, Muhamad; Nabilah, Zahrah Salwa; Hansa, Nayla; Alsuhendra, Alsuhendra; Ridawati, Ridawati
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 11, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v11i3.9235

Abstract

This study aims to analyze the sensory characteristics of savory bakpia with tuna and sambal matah flavored tempeh filling in various filling percentages, namely 30%, 40%, and 50%. The background of this research is the desire to bring innovation to new flavors of bakpia products, which have been dominated by sweet flavors. The research method used was experimental, with sensory tests conducted by 10 expert panelists on the aspects of color, aroma, taste, and texture. The results showed that bakpia with sambal matah filling of 40% had the highest average value in almost all sensory aspects, making it the most preferred formulation. Tests were also conducted with consumer panelists to determine which percentage of sambal matah was most preferred. The results of consumer acceptance obtained the type of percentage preferred by consumers, namely the 40% chili sauce matah treatment. This product was developed in the form of a business startup with the trademark “Bakkate” and marketed through social media such as WhatsApp, Instagram, and TikTok. Consumer satisfaction analysis revealed high satisfaction levels, particularly in taste (92%), packaging design (92%), and customer service friendliness (90.6%). Other aspects such as pricing, ease of purchase, and delivery speed were also positively rated above 84%. Financial analysis indicated that with a selling price of IDR 22,000 per box and an initial investment of IDR 412,740, the business reached a profit of IDR 845,102 in the first month, with a projected break-even point of approximately 9.1 months. The results suggest that savory bakpia with tuna and tempeh sambal matah has high potential as an innovative local food product and business startup, provided consistent marketing strategies and product development are maintained. 
Pengaruh Perbandingan Beras Merah (Oryza nivara) Dengan Kacang Kedelai Kuning (Glycine max (L.) Merrill) Terhadap Kualitas Fisik Dan Daya Terima Tempe Goreng Rahmasari, Fadia; Fadiati, Ari; Alsuhendra, Alsuhendra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 8.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbandingan beras merah (Oryza nivara) dan kacang kedelai kuning (Glycine max) terhadap kualitas fisik dan daya terima tempe goreng. Menggunakan metode eksperimen, tempe kedelai beras merah dibuat dengan tiga variasi perbandingan: 30%, 40%, dan 50% beras merah. Penilaian melibatkan 30 panelis dengan uji organoleptik meliputi aspek warna, rasa asin, aroma, kepadatan, perataan pencampuran, dan kerenyahan. Hasil menunjukkan bahwa tempe dengan 30% beras merah memiliki daya terima terbaik di semua aspek kecuali kerenyahan, yang tidak menunjukkan pengaruh signifikan antar variasi. Analisis fisik menunjukkan bahwa penambahan 50% beras merah menghasilkan daya serap minyak terendah dan cooking loss yang konsisten di semua variasi. Secara keseluruhan, formula 30% beras merah direkomendasikan karena memberikan keseimbangan optimal antara kualitas fisik dan daya terima konsumen.
Pengaruh Penggunaan Jenis Bahan Pengental Berbeda Terhadap Nilai pH, Total Padatan Terlarut dan Mutu Sensoris Saus Sambal Kedondong (Spondias dulcis) Haryani, Aprita; Alsuhendra, Alsuhendra; Sachriani, Sachriani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 8.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saus sambal kedondong merupakan inovasi pada produk saus sambal dengan menambahkan buah kedondong sebagai bahan campuran. Di dalam pembuatannya, diperlukan penggunaan bahan pengental sebagai penstabil untuk menstabilkan konsistensi dan mencegah terjadinya pemisahan antara air dengan bahan padatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan jenis bahan pengental berbeda terhadap nilai pH, total padatan terlarut dan mutu sensoris saus sambal kedondong. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan tiga jenis bahan pengental di Laboratorium Pengolahan Pangan serta Laboratorium Rekayasa dan Analisis Bahan Pangan, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Hasil analisis uji Anova menunjukkan bahwa jenis bahan pengental berpengaruh signifikan terhadap nilai pH saus sambal kedondong, dengan nilai pH terendah pada perlakuan bahan pengental tepung mocaf sebesar 3,20. Namun, hasil analisis Anova dan uji Kruskall Wallis menunjukkan penggunaan jenis bahan pengental berbeda tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai total padatan terlarut serta seluruh atribut mutu sensoris saus sambal kedondong. Total padatan terlarut tertinggi diperoleh pada perlakuan tepung maizena, yaitu 41,83°Brix. Pada mutu sensoris, hasil pengujian organoleptik memperlihatkan bahwa tepung maizena berkarakteristik lebih baik pada atribut mutu rasa pedas, tekstur dan penampakan, sedangkan tepung mocaf memiliki karakteristik lebih baik pada atribut mutu aroma cabai, sementara tepung pati gembili memiliki karakteristik lebih baik pada atribut mutu warna, rasa asam, konsistensi dan tekstur. Perlakuan ketiga jenis bahan pengental tersebut memenuhi persyaratan mutu nilai pH dan total padatan terlarut saus sambal, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengental alami.
Pengaruh Penggunaan Tepung Steel-Cut Oat, Rolled Oat, Dan Quick Oat Terhadap Kualitas Fisik Dan Daya Terima Konsumen Sus Kering Ramadhanti, Siti Fatimah; Ridawati, Ridawati; Alsuhendra, Alsuhendra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 8.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan tepung steel-cut oat, rolled oat dan quick oat terhadap kualitas fisik dan daya terima konsumen sus kering meliputi aspek volume, warna, aroma, rasa, kerenyahan, dan ukuran rongga. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pastry dan bakery Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta yang dimulai sejak bulan Juli 2023 sampai Desember 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen terhadap 3 jenis perlakuan tepung oat yang berbeda, yaitu steel-cut oat, rolled oat, dan quick oat. Uji organoleptik dilakukan kepada 5 dosen panelis ahli yaitu dosen Program Studi Pendidikan Tata Boga, dilanjutkan dengan uji daya terima konsumen yang dilakukan oleh 30 orang panelis agak terlatih. Hasil menunjukkan bahwa sus kering penggunaan tepung steel-cut oat mendapatkan nilai tertinggi pada aspek warna. Kemudian pada sus kering penggunaan tepung quick oat mendapatkan nilai tertinggi pada aspek volume, aroma oat, rasa oat, rasa gurih, aftertaste, kerenyahan, dan ukuran rongga. Hasil pengujian hipotesis statistik dengan uji friedman menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan tepung steel-cut oat, rolled oat dan quick oat terhadap daya terima sus kering pada aspek volume, warna, aroma, rasa, tektstur kerenyahan, dan ukuran rongga. Hasil uji hipotesis kualitas fisik menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata terhadap sus kering dengan steel-cut oat, rolled oat dan quick oat pada aspek daya kembang dan ukuran rongga. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa sus kering penggunaan tepung steel-cut, rolled oat, dan quick oat dapat direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut karena semua mendapatkan hasil penilaian yang baik, jika ingin mendapatkan potensi kandungan serat yang lebih tinggi maka direkomendasikan dengan penggunaan tepung steel-cut oat.
The Effect Of The Comparison Of Binders In The Manufacture Of Carp Rolade (Cyprinus Carpio) On The Physical Properties And Consumer Acceptability Gumilang, Aradea; Kandriasari, Annis; Alsuhendra, Alsuhendra
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 5 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i5.244

Abstract

This research aims to analyze the effect of binder ratio in the making of carp fish roulade on the physical properties and consumer acceptance. The research was conducted at the Food Processing Laboratory, Department of Culinary Education, Universitas Negeri Jakarta. The research period began in August 2023 and ended in June 2024. The method used in this research was experimental. The research sample used grass carp roulade with a binder ratio between tapioca flour and wheat flour at 1:1, 2:1, and 1:2. The samples were then tested on 30 moderately trained panelists who evaluated overall aspects. Based on the results of statistical hypothesis testing using the Friedman test, it was found that there was no influence of binder ratio on the acceptance of carp fish roulade at ratios of 1:1, 2:1, and 1:2 in terms of skin color before and after frying, filling color before and after frying, fish aroma, spice aroma,  taste, and structural compactness. However, one aspect that had an influence was the level of tenderness. Based on the results of statistical hypothesis testing, physical testing using the Kruskal-Wallis test showed that the binder ratio had no significant influence on the physical quality of grass carp roulade in terms of hardness level. The conclusion of this study is that the acceptance of carp fish roulade is recommended at a binder ratio of 1:1 between tapioca flour and wheat flour.
Pengaruh Substitusi Tepung Millet Putih (Panicum miliaceum) Pada Pembuatan Berownies Crispy Terhadap Kualitas Fisik Dan Daya Terima Konsumen Auliya Syukur, Sahla; Alsuhendra, Alsuhendra; Dahlia, Mutiara
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i2.1361

Abstract

Tepung millet putih digunakan dalam pembuatan brownies crispy untuk menjadi alternatif bahan yang dapat mengurangi penggunaan tepung terigu, menambah variasi produk tepung millet putih, serta pemanfaatan biji millet putih sebagai bahan pangan nasional yang bersifat fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung millet putih terhadap kualitas fisik dan daya terima konsumen pada brownies crispy. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Pastry dan Bakery Pendidikan Tata Boga , Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Waktu penelitian dimulai pada September 2023 hingga Mei 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan tiga jenis perlakuan yaitu brownies crispy dengan penggunaan tepung millet putih persentase 80%, 90% dan 100%, hasil produk kemudian dilakukan uji daya terima terhadap 30 panelis agak terlatih. Berdasarkan hasil uji hipotesis statistik dengan uji Friedman menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh substitusi tepung millet putih terhadap daya terima brownies crispy persentase 80%, 90% dan 100% ditinjau dari aspek warna, aroma, rasa manis, rasa tepung millet putih, kerenyahan dan ketebalan. Berdasarkan hasil uji hipotesis statistik uji kualitas fisik dengan menggunakan uji Anova tidak terdapat pengaruh atau perbedaan nyata terhadap aspek ketebalan namun terdapat perbedaan nyata pada aspek daya patah brownies crispy tepung millet putih persentase 80%, 90% dan 100%, sehingga dilanjutkan dengan uji Duncan yang menunjukkan bahwa setiap perlakuan memiliki perbedaan yang nyata pada aspek daya patah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah merekomendasikan brownies crispy subtitusi tepung millet putih 100% sebagai bahan alternatif pengganti tepung terigu.
Co-Authors . RIDAWATI Adellia Utami Andini, Dinda Anita, Nia Ari Fadiati Auliya Syukur, Sahla Azizah, Dinda Marifatul Barlin, Iksan Malik Budiaman Cucu Cahyana D Muchtadi D Sastradipradja Dahlia, Mutiara Dampang, Damelya Patricksia Devi Artanti, Guspri Dhia Qathrin Nada Dhian Priyan Raga Dina Amalia Diyah Visianti, Harum Efrina Efrina, Efrina Fadiati, Ari Fadilah, Muhamad Fauzi, Fa'izah Gumilang, Aradea Guspri Devi Artanti Habibah, Nurul Fitri Hansa, Nayla Haryani, Aprita Hidayat, Ariij Nisriana Hidayat, Teddi Imaduddin Zamakhsyari Iskandarsyah, Chandra Muhammad Isyaqi, Tsaqif Kandriasari , Annis Kandriasari, Annis Lestari, Dinda Lulu Amalia Octaviany Mahatan, Cecilia Angelica Mahdiyah Mahdiyah, Mahdiyah Mariani Mariani Mohammad Andi Abdillah Hakim Munawaroh, Fauziyah Mutiara Dahlia Nabila Putri Pertiwi Nabilah, Zahrah Salwa Nur Riska NURAINI, FITRIA Nursyabani, Nafisah Shofiyana Pangestu, Prayoga Aji Paramita Rohadi Paramitha Wirdani Ningsih Marlina Paramitha Wirdani Ningsih Marlina Putri, Dhea Yuwono Qoyyima, Najmi Tsabita Rahmadani, Reza Nur Rahmasari, Fadia Rahmawati, Fatimah Raihan Anugerah Pratama Ramadani, Muhammad Indera Ramadhanti, Siti Fatimah Retno Agi Persada Ridawati Ridawati Ridawati Ridawati Ridawati, Ridawati Ridawati, Ridawati Rina Febriana Riyanto, Wisnu Rizawati, Rizawati Rizqi Yoman Pratama Rozana Muthi'ah Rubi Isfahani, Wita Rusdi, Vennaida Septriana Rusilanti Rusilanti Sachriani, Sachriani Sahla Auliya Syukur Salsabila, Sarah Singamurni, I Gusti Ayu Ngurah Soetisna, Ari Fadiati Wira Subagja, Muhammad Jaya Syahputra, Muhammad Ilhan T Wresdiyati Utami, Adellia Wastira, Jarudin Wijaya, Muhammad Rasyid Yati Setiati Yati Setiati, Yati Yeni Yulianti