Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN MENJADI PEMANDU WISATA DI DESA WRINGINSONGO, KECAMATAN TUMPANG, KABUPATEN MALANG Ririn Pratiwi Suharto; Zubaidi Zubaidi; Ane Fany Novitasari; Bambang Suryanto; Ardian Wahyu Setiawan; Aulia Nourma Putri
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i7.732

Abstract

Kegiatan pengabdian yang diusulkan ini akan dilaksanakan di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Bumdes Tirta Jaya Kreasi yang berperan sebagai mitra kegiatan pengabdian ini menghadapi permasalahan yaitu belum memiliki pemandu wisata di Desa Wringinsongo. Hal tersebut menjadi hambatan bagi mitra untuk mengembangkan Desa Wisata Wringinsongo. Tujuan khusus yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mempersiapkan mitra menjadi pemandu wisata di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Dengan adanya pemandu wisata akan membantu masyarakat luar yang berkunjung ke Desa Wringinsongo untuk lebih mamahami obyek-obyek wisata yang ada di daerah tersebut. Rencana kegiatan yang akan diusulkan melalui kegiatan pengabdian ini yaitu Pelatihan menjadi Pemandu Wisata. Metode yang akan dipakai untuk mewujudkan tujuan khusus tersebut adalah memberikan pelatihan menjadi pemandu wisata di Desa Wisata Wringinsongo. Langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan terdiri dari 5 tahapan, meliputi: (1) analisis kebutuhan tentang pemandu wisata di Desa Wringinsongo, (2) pelatihan menjadi pemandu wisata, (3) pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung menjadi pemandu wisata, (4) bimbingan teknis menjadi pemandu wisata, dan (5) evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra menjadi pemandu wisata Desa Wringinsongo yang profesional dengan memanfaatkan kemajuan informasi dan teknologi (IPTEK).
Pelatihan Manajemen Event untuk Mengoptimalkan Potensi Desa Seni Budaya di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Ririn Pratiwi Suharto; Zubaidi Zubaidi; Fitrotul Maulidiyah; Noverita Wahyuningsih; Bambang Suryanto; Dhony Manggala Putra
Pamasa : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.pamasa.2023.1.2.10160

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Tahun 2023. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang yaitu masyarakat belum memiliki pengetahuan tentang penyelenggaraan event seni budaya sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat yang belum mampu menyelenggarakan event dengan efektif. Tujuan khusus kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan manajemen event kepada mitra. Pelatihan Manajemen Event didalamnya terdapat praktik sederhana untuk menyelenggarakan Event Seni Budaya. Metode yang dipakai adalah memberikan Pelatihan Manajemen Event dan praktik sederhana terkait penyelenggaran Event. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra untuk melaksanakan penyelenggaraan Event Seni Budaya.
PELATIHAN MENJADI PEMANDU WISATA DI DESA WRINGINSONGO, KECAMATAN TUMPANG, KABUPATEN MALANG Ririn Pratiwi Suharto; Zubaidi Zubaidi; Ane Fany Novitasari; Bambang Suryanto; Ardian Wahyu Setiawan; Aulia Nourma Putri
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i7.732

Abstract

Kegiatan pengabdian yang diusulkan ini akan dilaksanakan di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Bumdes Tirta Jaya Kreasi yang berperan sebagai mitra kegiatan pengabdian ini menghadapi permasalahan yaitu belum memiliki pemandu wisata di Desa Wringinsongo. Hal tersebut menjadi hambatan bagi mitra untuk mengembangkan Desa Wisata Wringinsongo. Tujuan khusus yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mempersiapkan mitra menjadi pemandu wisata di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Dengan adanya pemandu wisata akan membantu masyarakat luar yang berkunjung ke Desa Wringinsongo untuk lebih mamahami obyek-obyek wisata yang ada di daerah tersebut. Rencana kegiatan yang akan diusulkan melalui kegiatan pengabdian ini yaitu Pelatihan menjadi Pemandu Wisata. Metode yang akan dipakai untuk mewujudkan tujuan khusus tersebut adalah memberikan pelatihan menjadi pemandu wisata di Desa Wisata Wringinsongo. Langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan terdiri dari 5 tahapan, meliputi: (1) analisis kebutuhan tentang pemandu wisata di Desa Wringinsongo, (2) pelatihan menjadi pemandu wisata, (3) pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung menjadi pemandu wisata, (4) bimbingan teknis menjadi pemandu wisata, dan (5) evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra menjadi pemandu wisata Desa Wringinsongo yang profesional dengan memanfaatkan kemajuan informasi dan teknologi (IPTEK).
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PROMOSI BERBAHASA INGGRIS DI RUMAH KINASIH (REHABILITASI PEMBERDAYAAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA ATAU ODGJ) KABUPATEN BLITAR Zubaidi Zubaidi; Fitrotul Maulidiyah; Ririn Pratiwi Suharto; Achmad Suyono; Bambang Suryanto; Sugeng Hariyanto
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i7.733

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Rumah Kinasih, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Pemilihan lokasi tersebut dikarenakan terdapat permasalahan yang dihadapi oleh Rumah Kinasih mempromosikan karya teman-teman disabilitas dan ODGJ Rumah Kinasih. Rumah Kinasih yang berperan sebagai mitra kegiatan pengabdian ini menghadapi permasalahan yaitu belum memiliki media promosi berbahasa Inggris. Hal tersebut menjadi hambatan bagi mitra untuk memasarkan produk dan karya Rumah Kinasih ke pasar internasional yang lebih luas lagi. Tujuan khusus yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mempersiapkan mitra mampu membuat media promosi berbahasa Inggris di Rumah Kinasih, baik di situs web yang telah mereka miliki maupun di akun media sosial Rumah Kinasih. Metode yang akan dipakai untuk mewujudkan tujuan khusus tersebut adalah memberikan pelatihan pembuatan media promosi berbahasa Inggris di Rumah Kinasih dengan memanfaatkan teknologi informasi. Langkah-langkah kegiatan dilakukan terdiri dari 5 tahapan, meliputi: (1) analisis kebutuhan tentang pembuatan media promosi berbahasa Inggris di Rumah Kinasih, (2) pelatihan pembuatan media promosi berbahasa Inggris, (3) pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung pembuatan media promosi berbahasa Inggris, (4) bimbingan teknis pembuatan media promosi berbahasa Inggris, dan (5) evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menciptakan media promosi berbahasa Inggris dengan memanfaatkan kemajuan IPTEK.
Pengadaan Alat Produksi Guna Meningkatkan Produksi DUPITOS di Dusun Petung Sewu Kabupaten Malang Eny Widiyowati; Bambang Suryanto; Ayu Sulasari; Masrevastuti Masrevastuti; Halid Hasan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v9i2.207

Abstract

Dusun Petungsewu is one of the hamlets producing quality corn gerit. The product diversification that has been carried out is in the form of tortilla chips, which are named Dupitos (Duwet Polinema Tortilla Chips). The production is carried out by the people of Dusun Petungsewu. The potential possessed by Dusun Petungsewu by processing Dupitos is quite large. This is because Dupitos products are healthy snacks that are suitable for consumption by all ages. Currently, Dupitos' production process still uses inadequate equipment. Therefore, this service aims to donate the equipment needed in the Dupitos production process so that the production process can run smoothly. The implementation of community service programs is carried out in the form of production equipment grants, knowledge transfer, questions and answers and evaluations. The results of the service show that the procurement of production equipment in the form of a dough rolling machine and dough thinning machine facilitates the Dupitos production process. Thus, partners can work more efficiently and effectively. This service provides several benefits both in terms of quality and quantity. It is hoped that the implementation of the service can provide benefits and help both partners to improve the quality and quantity of production. Keywords: Dupitos, Dusun Petungsewu, equipment assistance
PEMANFAATAN PWM SEBAGAI PENGENDALI TEMPERATUR PADA HEATING UNIT MOIST HEAT PACK THERAPY MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Suryanto, Bambang; Siregar, Tuful Zuchri; Hanim, Ulfa; Sitepu, Nur Weni Fefiana Br
PKM Maju UDA Vol 5 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/pkmmajuuda.v5i2.4705

Abstract

Moist heat pack dipanaskan dengan cara dikukus (steam) menggunakan heating unit moist heat pack therapy. Dikarenakaan heating unit moist heat pack therapy pada alat sebelumnya masih menggunakan thermostat digital, mengakibatkan alat tersebut memiliki beberapa kelemahan terutama pada bagian pengontrol temperaturnya. Maka dari itu dibutuhkan pemanfaatan PWM (Pulse Widht Modulation) dalam mengontrol kestabilan temperatur. Jenis penelitian yang digunakan adalah Experiment dengan melakukan perancangan, pengujian, dan pengukuran pada titik-titik pengukuran yang telah di tetapkan. Pembahasan di lakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan menjelaskan cara kerja blok/rangkaian berdasarkan fakta-fakta hasil pengukuran yang di dapatkan.Dari hasil pengukuran tegangan pada TP1 terukur rata-rata tegangan sebesar 4.9V DC, pada TP2 terukur rata-rata tegangan sebesar 4.9V DC, pada TP3 terukur rata- rata tegangan sebesar 4.9V DC.Telah didapatkan hasil pengukuran dutty cycle dari hasil pemrograman PWM pada mikrokkontroler yang di tetapkan pada TP4. Setelah di tentukan range temperatur yaitu pada 70oC terdeteksi dutty cycle sebesar 100%. Pada range temperatur 73oC terdeteksi dutty cycle sebesar 40%. Pada range temperatur 75oC terdeteksi dutty cycle sebesar 0%.Rangkaian pengendali temperatur menggunakan pemanfaatan pulsa PWM telah berkerja sesuai dengan yang telah dirancang berserta fungsinya sebagai menstabilkan temperatur air pada chamber heating unit moist heat pack therapy.
SOSIALISASI TENTANG PENGGUNAAN GADGET DAN POLA TIDUR DENGAN KETAJAMAN PENGLIHATAN ANAK DI LKSA MELATI AISYIYAH WILAYAH SUMUT Siregar, Tuful Zuchri; Sridhamayani, Sridhamayani; Suryanto, Bambang
PKM Maju UDA Vol 5 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/pkmmajuuda.v5i2.4711

Abstract

Mata merupakan salah satu panca indra yang memiliki fungsi sangat penting untuk manusia. Manusia bisa melihat segala sesuatunya yang ada di dunia ini menggunakan mata dengan jelas. Namun, masih banyak orang yang belum menjaga kesehatan matanya dengan sebaik mungkin terutama pada anak-anak. Apabila terdapat gangguan pada penglihatan pada mata anak dapat menyebabkan gangguan terhadap aktifitas, baik dalam proses pembelajaran maupun interaksi social. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan ketajaman penglihatan pada anak, yaitu penggunaan gadget. Gadget mempunyai daya tarik untuk anak-anak dimana gadget dapat digunakan untuk mengisi berbagai macam aplikasi, seperti games, video online sampai aplikasi pelajaran. Penyajian dari aplikasi tersebut menjadi lebih menarik dimana menerapkan beraneka warna dan karakter, sehingga anak yang sudah pernah mencoba menggunakan gadget akan ketagihan dan senang menggunakan gadget berlama-lama. Namun perlu kita sadari, penggunaan gadget yang berlebihan sangatlah tidak tepat karena dapat mempengaruhi kesehatan mata.
PENGELOLAAN LIMBAH MASKER SEKALI PAKAI PADA SKALA RUMAH TANGGA DIMASA PANDEMI WABAH Covid-19 Hanim, Ulfa; Suryanto, Bambang; Widyawati, Widyawati
JURNAL DARMA AGUNG Vol 30 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i2.2425

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini Pada awal April tahun 2020 WHO mengeluarkan anjuran untuk menggunakan masker bagi semua masyarakat baik yang sehat maupun yang sakit. Adanya kewajiban menggunakan masker oleh semua masyarakat, tentu akan diikuti dengan sampah/limbah masker yang dihasilkan. Pemerintah melalui kementerian kesehatan sebenarnya sudah mengeluarkan pedoman mengenai pengelolaan limbah masker dari masyarakat. Namun pada aplikasinya masyarakat masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara pengelolaan limbah masker ini dalam skala rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini memberikan arahan mengenai tahap-tahap pengelolaan limbah masker yang tepat dimasa wabah covid-19 pada skala rumah tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif . Penelitian ini menggunakan data deskripsi kualitatif yang diperoleh melalui teknik perekaman, observasi, wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan secara umum, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling) sebanyak 25 responden. Adapun analisa data dalam penelitian ini peneliti menggunakan data analisa deskriptif kemudian disajikan dalam bentuk tulisan dan tabel. Adapun tahapan penelitian ini adalah, melakukan penyusunan latar belakang, permasalahan, dan tinjauan pustaka, selanjutnya tahapan pengumpulan data melalui teknik perekaman, observasi dan wawancara. Tahapan selanjutnya melakukan reduksi data kualitatif dengan menggunakan model studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak masyarakat kelurahan terjun yang tidak mengetahui bagaimana cara pengelolaan sampah/limbah masker sekali pakai dalam skala rumah tangga dan hanya sedikit saja masyarakat yang mengetahui bagaimana cara pengelolaan sampah/limbah masker sekali pakai dalam skala rumah tangga. saran dari penelitian ini perlu adanya sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah setempat agar pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah masker sekali pakai tidak rendah. Sehingga dapat mengakibatkan bisa menularkan virus Covid-19 atau penyakit lain kepada warga yang sehat apabila pengelolaan limbah masker sekali pakai pada skala rumah tangga tidak tepat dan benar dalam pengelolaannya jika masker sekali pakai tersebut terinfeksi suatu penyakit dan Pemerintah seharusnya menyediakan tempat sampah/drop box khusus masker di ruang publik, karena tempat sampah khusus masker sangat jarang ditemukan diruang publik.
Implementing Project Based Learning Using Google Sites to Enhance Students’ Travel Writing Abilities Suharto, Ririn Pratiwi; Zubaidi, Zubaidi; Suryanto, Bambang; Setiawan, Ardian Wahyu; Putra, Dhony Manggala
PROJECT (Professional Journal of English Education) Vol. 8 No. 1 (2025): VOLUME 8 NUMBER 1, JANUARY 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explores the intersection of project-based learning (PBL) and technology-enhanced language education, specifically focusing on the implementation of PBL through Google Sites to enhance students’ travel writing skills. The research aims to evaluate both the implementation of PBL in travel writing and students’ perceptions of this learning model. Utilizing a case study methodology, data were collected through observations and questionnaires. English for Tourism Industry students were divided into four groups, each consisting of five students, and each group created one Digital Travel Writing project. Findings indicate that all groups effectively followed three key steps in the PBL process: project preparation, implementation, and evaluation. The resulting Digital Travel Writing projects focused on Central Java, Bali, East Java, and West Nusa Tenggara. Questionnaire responses indicated that most students enjoyed the PBL activities. In conclusion, the implementation of project-based learning using Google Sites was successful in enhancing students’ abilities in the Travel Writing course.
STRATEGI PENERJEMAHAN PRIMBON BETALJEMUR ADAMMAKNA: STUDI KASUS PENERJEMAHAN ANTARBAHASA SERUMPUN LINTAS KALA Hariyanto, Sugeng; Sujono, Adiloka; Suryanto, Bambang
Widyaparwa Vol 52, No 2 (2024)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v52i2.1462

Abstract

 Related languages may facilitate the translation as they share many features. However, when the translation is done long after the source text was written, a potential problem may arise as the target readers have been different in terms of knowledge, habit, expectations and possibly faith. Hence, appropriate translation strategies are important. This study examined the strategies of the translation of ‘Kitab Primbon Betaljemur Adammakna’, written by R. Soemodidjojo, 57th printing, 2008, into modern Indonesian done by Wibatsu, 1st printing, 1994, published by Penerbit Soemodidjojo Mahadewa. This qualitative descriptive study compared the target text (Indonesian) with the source text (Javanese) to describe the translation strategies adopted to achieve semiotic, textual, grammatical, and semantic equivalence in the textual, sentence or clause, and word levels. The sample included the topics of ‘pawukon’, tradition or ceremonies, and human physical and trait description.  The findings revealed a free approach to achieve semiotic, textual, and grammatical equivalence. Free translation and 'no-translation' were employed at the clause and sentence levels. At the word level, borrowing strategies were used for cultural words, words closely related to daily life, and specific ‘primbon’ expressions. Additional information was also used inconsistently; sometimes addition is given after slash (/) or put between brackets. The findings emphasize the importance of target readers identification before translation is done. Finally, it is suggested that the translators of similar texts identify the target readers appropriately. Further research on similar topics is suggested to interview the writer and the translator if they are still alive or reachable.Kekerabatan pasangan bahasa di dalam penerjemahan dapat mendatangkan kemudahan dan juga kesulitan bagi penerjemah jika penerjemahan dilakukan lintas kala. Untuk itu pemilihan strategi penerjemahan yang tepat menjadi penting. Penelitian ini mengkaji penerjemahan Kitab Primbon Betaljemur Adammakna dari abad 19 ke dalam bahasa Indonesia modern akhir abad 20. Penelitian deskriptif kualitatif ini membandingkan teks bahasa sasaran (Indonesia) dan teks bahasa sumber (Jawa) untuk mendeskripsikan strategi penerjemahan KPBA yang terkait dengan kesepadanan semiotika, tekstual, gramatika, dan semantik. Untuk mencapai kesepadanan semiotika dan tekstual, dan gramatika, penerjemah mengambil metode bebas. Penerjemahan bebas menerjemahkan dan juga ‘tidak menerjemahkan’ unit-unit penerjemahan tingkat klausa atau kalimat. Dalam hal semantik Pada tingkat kata penerjemah menerapkan strategi pinjaman untuk (a) kata konsep khas budaya Jawa, (b) kata yang sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari orang Jawa, dan (c) ungkapan khas primbon. Selain itu, penambahan keterangan juga sering digunakan dengan cara yang kurang konsisten, kadang keterangan ditambahkan setelah garis miring atau di dalam kurung; dan tambahan keterangan ini bisa bahasa sumber, bahasa sasaran dan bahkan bahasa ketiga (Inggris). Temuan penelitian ini menekankan perlunya pengidentifikasian pembaca sasaran sebelum kerja terjemahan dimulai. Akhirnya disarankan agar penerjemah naskah serupa mengidentifikasi pembaca sasaran dengan lebih baik dan peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah metode pengumpulan data dengan wawancara.Related languages may facilitate the translation as they share many features. However, when the translation is done long after the source text was written, a potential problem may arise as the target readers have been different in terms of knowledge, habit, expectations and possibly faith. Hence, appropriate translation strategies are important. This study examined the strategies of the translation of ‘Kitab Primbon Betaljemur Adammakna’, written by R. Soemodidjojo, 57th printing, 2008, into modern Indonesian done by Wibatsu, 1st printing, 1994, published by Penerbit Soemodidjojo Mahadewa. This qualitative descriptive study compared the target text (Indonesian) with the source text (Javanese) to describe the translation strategies adopted to achieve semiotic, textual, grammatical, and semantic equivalence in the textual, sentence or clause, and word levels. The sample included the topics of ‘pawukon’, tradition or ceremonies, and human physical and trait description.  The findings revealed a free approach to achieve semiotic, textual, and grammatical equivalence. Free translation and 'no-translation' were employed at the clause and sentence levels. At the word level, borrowing strategies were used for cultural words, words closely related to daily life, and specific ‘primbon’ expressions. Additional information was also used inconsistently; sometimes addition is given after slash (/) or put between brackets. The findings emphasize the importance of target readers identification before translation is done. Finally, it is suggested that the translators of similar texts identify the target readers appropriately. Further research on similar topics is suggested to interview the writer and the translator if they are still alive or reachable.
Co-Authors Aisyabella Brilliana Azzahra Alvin Nouval Amanda, Tiara Estu Ana Uzla BatuBara Ane Fany Novitasari Ardian Wahyu Setiawan Astuti, Tani Aulia Nourma Putri Ayu Sulasari Baroroh Lestari Baroroh Lestari Baroroh Lestari Batubara, Ana Uzla Cahyo Ramadhan Pratama Cahyo Ramadhan Pratama Dhony Manggala Putra Eka Listianing Rahayu Rahayu Ella Mayasari Ellyn Eka Wahyu Ellyn Eka Wahyu Eny Widiyowati Eny Widiyowati Evi Suwarni, Evi Fatkhur Rohman Febriana Astuti Galuh Zuhria Kautzar Galuh Zuhria Kautzar H Habib Halid Hasan Hanim, Ulfa Heru Utomo Heru Utomo, Heru Himma, Mahmudatul I Made Weni Indrianti, Titien Izzati, Unsa Kartika Indah Permanasari Kustopo Budiraharjo Mahmudatul Himma Martiningsih Masrevastuti Masrevastuti Maulidiyah, Fitrotul Muhammad Reza Fardana Naufallina, Dita Ni Komang Mela Tri Utari Nicholas Krisna Widjanarko Nicholas Krisna Widjanarko Noverita Wahyuningsih Novitasari Nugrahaningtyas Fatma Anyassari Oktora, Yekie Senja Praptining Sukowati Pratama, Cahyo Ramadhan Prima Beauty Kartikasari Pudji Herijanto Putra, Dhony Manggala Putri Sekarsari Rahmini, Juwi Athia Ririn Pratiwi Suharto Rr Tri Istining Wardani Rulirianto Rulirianto Senja O., Yekie Setiawan, Ardian Wahyu Siregar, Tuful Zuchri Sitepu, Nur Weni Fefiana Br Siti Nurbaya Siti Nurbaya Sridhamayani, Sridhamayani Sugeng Hariyanto Sugeng Riyanto Suharto, Ririn Pratiwi Sujono, Adiloka Suyono, Achmad Tiara estu amanda Tiara Estu Amanda Titien Indrianti Tri Ramadani Arjo Ulfa Hanim Wahyu, Ellyn Eka Widiyowati, Eny Widyawati Widyawati Yekie Senja O. Yekie Senja Oktora Yulis Nurul Aini Zubaidi Zubaidi Zubaidi Zubaidi Zubaidi