Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi Sistem Informasi Karantina Kesehatan (SINKARKES) di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Mataram Khairul Yamin; Saimi Saimi; Karjono Karjono; Intan Gumilang Pratiwi
Bima Nursing Journal Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v5i2.1428

Abstract

Permasalahan utama Sistem Informasi Karantina Kesehatan (SINKARKES) di KKP Kelas II Mataram adalah layanan penerbitan dokumen kesehatan pada saat ini belum seluruhnya dilakukan secara digital dan terintegrasi dengan Aplikasi SIMPONI Kementerian Keuangan, format pelaporan yang disematkan dalam sistem tidak sama dengan instrument pelaporan lapangan seperti pengawasan dan pemeriksaan air, makanan, vektor, sanitasi pesawat serta masih terjadi kendala konektifitas jaringan internet di beberapa wilayah kerja yang tidak stabil, sehingga menyebabkan penerapan sistem informasi tersebut belum berjalan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan Sistem Informasi Karantina Kesehatan (SINKARKES) ditinjau dari aspek Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Teknologi menggunakan pendekatan HOT Fit Model sistem informasi. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ditinjau dari aspek teknologi, capaian yang dilakukan oleh KKP Kelas II Mataram yaitu apabila aplikasi mengalami kendala, terdapat dukungan developer terkait update SINKARKES. 
PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU DALAM MENCEGAH DAN MENDETEKSI KEJADIAN STUNTING Pratiwi, Intan Gumilang; Suwanti, Suwanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1564

Abstract

Masalah stunting merupakan masalah gizi global yang dihadapi oleh sebagian besar negara di belahan dunia, termasuk di negara maju sekalipun. Pada negara-negara berkembang, jumlah anak-anak di daerah pedesaan yang mengalami stunting lebih dari 50% atau hampir 1.5 kali lebih besar dibandingkan anak-anak di daerah perkotaan.Di wilayah kerja Puskesmas Sesela rekap kasus stunting Desa Jatisela tahun 2019-2020 terdapat jumlah balita 1971 dan sebanyak  69 balita atau sekitar 14.08 terkena stunting. Jumlah di Desa Jatisela kader 30  orang. Semua kader belum pernah dilakukan pelatihan deteksi stunting oleh kader.Penyuluhan pencegahan stunting sejak masa kehamilan bertujuan untuk memastikan ibu hamil minum tablet tambah darah serta aktif dalam kelas ibu hamil sehingga upgrade terhadap pengetahuan-pengetahuan bagaimana untuk kehamilan yang sehat termasuk pola asuh. Pelatihan deteksi kejadian stunting bertujuan untuk meningkatan hardskill kader posyandu untuk deteksi dini stunting berdasarkan indikator TB/U menggunakan Poster Pengukuran Tinggi Badan yang dimodifikasi agar mempermudah kader untuk mendeteksi kejadian stunting.Target luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah satu artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal ber ISSN di Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, buku saku, HKI, video kegiatan PkM dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader.
EDUKASI TENTANG PENERAPAN GIZI SEIMBANG PADA 1000 HPK REMAJA PUTRI UPAYA UNTUK MENCEGAH STUNTING Laraeni, Yuli; Sulendri, Ni Ketut Sri; Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1563

Abstract

Timbulnya masalah gizi pada remaja pada dasarnya dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu ketidak seimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Bila konsumsi gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan mengalami gizi kurang. Sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan akan menderita gizi lebih. Adapun tujuan pelasanaan kegiatan meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja putri dan mempersiapkan dan memotivasi remaja puteri untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang pada periode 1000 HPK untuk mencegah stunting. Remaja Puteri di Dusun Bengkel Selatan 1  Desa Bengkel Kecamatan Labuapi. Metode kegiatan pemberian konsultasi gizi tentang edukasi dalam penerapan gizi seimbang pada 1000 HPK pada kelompok sasaran dengan menggunakan metode secara langsung yaitu assessment masalah gizi dan pemberian konsultasi gizi dan metode yang digunakan adalah pemberian contoh makanan bergizi  yang sesuai dengan prinsip-prinsip gizi seimbang. Pengukuran antropometri. Pada akhir kegiatan dilkukan evaluasi hasil terjadinya peningkatan pegetahuan tentang makanan gizi seimbang sebelum edukasi pengetahuan yang baik sebesar 46,7% setelah edukasi menjadi 80 %, untuk pengetahuan sedang sebelumnya 46,7 % menjadi 20% dan pengetahuan kurang 6,6 % setelah penyuluhan dan pemberian contoh makanan semua menjadi katagori baik dan sedang. Saran: Koordinasi dengan pihak aparat dan puskesmas terkait lebih ditingkatkan mengingat masih terdapat sasaran yang perlu mendapatkan tindak lanjut karena mengalami anemia dan mengalami KEK.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Evaluasi Akademik pada Mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram Mahardika, Vidya; Nur Cory'ah, Fitra Arsy; Gumilang Pratiwi, Intan
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i2.73

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan media sosial banyak digunakan oleh para remaja yang berusia antara 18 dan 25 tahun sebesar (96,25%) diantaranya adalah mahasiswa, sebagian besar menggunakan media sosial sebagai rutinitas sehari-hari untuk sarana komunikasi dan digunakan untuk kebutuhan akademik sebagai media informasi pembelajaran sehingga dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran atau obyek yang abstrak menjadi konkret nyata sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar dan hasil evaluasi akademik Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan menggunakan metode penelitian korelasi. Rancangan penelitian ini bertujuan untuk mencapai tujuan khusus. Populasi penelitian ini, mahasiswa jurusan kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram sebanyak 505 orang dan sampel sebanyak 84 orang. Teknik sampel menggunakan stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil : Media sosial yang paling banyak digunakan yaitu whatsapp sebanyak 100%. Responden yang menggunakan media sosial dengan durasi 3-4 jam sebanyak 28,6%. Sebagian besar responden memiliki tingkat motivasi belajar tinggi sebanyak 61,9%. Sebagian besar hasil evaluasi akademik responden mendapatkan predikat memuaskan sebanyak 56%. Hasil uji Spearman’s rho motivasi belajar didapatkan ρ value 0,823 > α = 0,05, evaluasi akademik didapatkan ρ value 0,390 > α = 0,05. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar dan hasil evaluasi akademik pada mahasiswa jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram   Background: The use of social media is widely used by teenagers aged between 18 and 25 years (96.25%) of whom are students, most of whom use social media as a daily routine for communication and are used for academic needs as information media. learning so that it is easier to understand learning material or abstract objects into real concrete ones so that it can increase learning motivation. Purpose: This research aims to determine the relationship between the use of social media on learning motivation and academic evaluation results. Method: This type of research is analytical survey research using correlation research methods. This research design aims to achieve specific objectives. The population of this study was 505 students majoring in midwifery at the Mataram Ministry of Health Polytechnic and a sample of 84 people. The sampling technique uses stratified random sampling. Data analysis used Spearman's rho test. Results: The most widely used social media is WhatsApp, 100%. Respondents who used social media for a duration of 3-4 hours were 28.6%. Most respondents had a high level of learning motivation, 61.9%. Most of the respondents' academic evaluation results received a satisfactory rating of 56%. The results of the Spearman's rho test for learning motivation obtained ρ value 0.823 > α = 0.05, academic evaluation obtained ρ value 0.390 > α = 0.05. Conclusion: There is no relationship between the use of social media on learning motivation and the results of academic evaluations for students majoring in Midwifery, Poltekkes Kemenkes Mataram.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENINGKATAN PERAN KELUARGA DALAM MELAKUKAN STIMULASI DAN DETEKSIDINI TUMBUH KEMBANG BALITA Faiqah, Syajaratuddur; Nur Cory'ah, Fitra Arsy; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1746

Abstract

Tumbuh kembang anak di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian serius, angka keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan masih cukup tinggi yaitu sekitar 5-10%, gangguan pertumbuhan yaitu stunting menduduki peringkat ke lima dari empat tertinggi di dunia. Data Propinsi NTB tahun 2022 didapatkan prevalensi Stunting sebesar 18,9%, di Kabupaten Lombok Barat prevalensi Stunting sebesar 20,9%, Sedangkan data Puskesmas Gunungsari untuk desa Jatisela terlaporkan dari dari tahun 2019 sd 2022 kasus stunting mengalami peningkatan yaitu di agustus 2019 dari total balita 498 balita usia 0 – 59 bulan yang mengalami gangguan pertumbuhan yaitu stunting sebanyak 14 ( 2,8 %), sedangkan di bulan Agustus 2020 dari total balita 480 balita usia 0 – 59 bulan yang mengalami gangguan pertumbuhan yaitu stunting sebanyak 25 ( 5,21 %), pada Bulan Agustus tahun 2021 dari 539 Balita yang mengalami stunting sebanyak 149 orang (27,6%) dan mengalami penurunan pada tahun 2022 menjadi 22,7%. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga terutama ibu balita dalam melakukan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita dalam upaya pencegahan stunting. Metode pengabdian Masyarakat dengan edukasi yang berpedoman pada booklet. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan di kantor desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, dengan peserta sebanyak 30 ibu balita. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat nilai pretest tertinggi yaitu tingkat pengetahuan dengan kategori cukup yaitu sebesar 12 (40%), setelah dilakukan posttest banyak responden yang berpengetahuan baik meningkat menjadi 23 (77%). Evaluasi pengetahuan meningkat dengan prosentase 50 %. Selanjutnya evaluasi akhir dilakukan sebanyak 3 kali selama 3 bulan di posyandu Johar pelita, posyandu Ireng dan posyandu Mekarsari. 
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga ROMA “Rompi Mamae” Terhadap Keterampilan Sadari dalam Mencegah Kanker Payudara pada Kader Kesehatan Rahayu, Dini Dwi; Nur Cory'ah, Fitra Arsy; Gumilang Pratiwi, Intan
Indonesian Health Issue Vol. 4 No. 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v4i1.83

Abstract

Background: Breast cancer remains a significant global health concern. According to the World Health Organization (WHO), by 2050, the number of new breast cancer cases is projected to increase by 38%, with a 68% rise in mortality, reaching an estimated 3.2 million new cases and 1.1 million deaths annually. In Indonesia, breast cancer is the most common type of cancer, with an incidence rate of 40.3 per 100,000 women and a mortality rate of 16.6 per 100,000 women. Alarmingly, approximately 70% of cases are diagnosed at an advanced stage due to low awareness of early detection. Data show that 90% of Indonesian women have never performed breast self-examination (BSE). This situation is exacerbated in regions such as Lenek Lauq Village, East Lombok Regency, where many health cadres lack sufficient skills in performing BSE. To address this issue, an innovative educational tool called "Rompi Mamae" (ROMA) was developed. Purpose: This study aimed to determine the effect of using ROMA on improving BSE skills among community health cadres. Methods: A quasi-experimental design with a nonequivalent control group design was employed. A total of 48 health cadres were selected and divided into two groups: an intervention group (trained using ROMA) and a control group (provided with standard leaflets). Results: The findings revealed a significant improvement in BSE skills in the intervention group, with a mean post-test score of 31.65 compared to 17.35 in the control group (p = 0.000). Conclusion: ROMA has proven to be an effective and innovative educational medium for enhancing BSE skills among health cadres, with the potential to support broader efforts in early breast cancer detection within the community.
Edukasi Dedikasi Cerdik Devana (Deteksi Dini Cegah Kanker Serviks Dengan IVA TES Dan HPV DNA) Pratiwi, Intan Gumilang; Ayu , Nyoman Christiani; Herliana, Baiq Rizka; Sari, Indah; Ayu Suarthaningsih, Ni Komang; Dewi, Eka Pratna; Maylani, Sri
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v2i3.4565

Abstract

Tumor ganas atau yang biasa disebut kanker adalah sekelompok penyakit yang dapat menyerang bagian tubuh manusia mana pun. Salah satu ciri khas dari kanker adalah tumbuhnya sel-sel abnormal dengan cepat sehingga melampaui batas biasanya, kemudian dapat menyerang bagian tubuh yang berdekatan dan menyebar ke organ lain, dan proses terakhir disebut sebagai metastasis yang merupakan penyebab utama kematian. Kanker adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia, Menurut data World Health Organitation (WHO), pada tahun 2020 di seluruh dunia terdapat 19,2 juta kasus kanker baru, terhitung hampir 10 juta kematian pada tahun 2020. Setiap wanita beresiko terkena penyakit kanker baik kanker payudara maupun kanker serviks atau kanker leher Rahim. Data Global Burden Of Cancer Study (Globocan) menyebutkan di tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian, dimana 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker. Data tersebut juga menyatakan 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan meninggal karena kanker. oleh karena itu diperlukan suatu oeningkatan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini kanker serviks melalui IVA dan HPV DNA
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DAN KANKER BERBASIS KEARIFAN LOKAL Laraeni, Yuli; Faiqah, Syajaratuddur; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i2.1792

Abstract

Early prevention of stunting is essential to avoid long-term adverse impacts. Efforts to prevent stunting should begin as early as possible, particularly targeting women of reproductive age who are preparing for pregnancy, so that the first 1000 days of life (HPK) for the child can be optimally supported. In addition to stunting, cancer is also a significant public health concern that needs attention. Cancer is a disease caused by abnormal and uncontrolled cell growth. Both of these health problems — stunting and cancer — can actually be prevented through the consumption of nutritious food. The purpose of this community service activity was to provide education on stunting and cancer prevention based on local wisdom. The methods used in this activity included health education on nutritious menu planning, demonstrations of healthy food preparation, and the provision of information on stunting and cancer prevention.The result of this community service activity showed an increase in public knowledge regarding the prevention of stunting and cancer. It is recommended that community participation continues to be enhanced through collaboration with healthcare workers and local government. This collaboration is crucial to continuously remind and encourage residents to consume a balanced and nutritious diet as a collective effort in improving public health.
Pengaruh "GEMPI" (Game Pencegah Pernikahan Dini) terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Risiko Pernikahan Dini Intan Gumilang Pratiwi; Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Erni Dwi Widyana
Midwifery Care Journal Vol 6, No 1 (2025): January
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v6i1.12520

Abstract

 Early marriage in West Nusa Tenggara was caused by a variety of complicated circumstances, such as love and parental or family pressure. The majority of youngsters get married before they are old enough and without approval from the religious affairs office or Kantor Urusan Agama (KUA), which leads to illicit marriages, also known as unregistered marriages. In 2020, the West Nusa Tenggara Provincial Ministry of Religion recorded 139 teenage marriages in West Lombok Regency.The aim of this research was to analyzed GEMPI for increase knowledge and attitude adolence about early marriage. The research used One Group Pretest-Postest design. The study was held from August to September 2023, carried out in the Narmada Health Center's operational space in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. The population in this study were adolescents in Kramajaya Village, the Working Area of the Narmada Health Center, total 124 adolescents, the research sample was 30 adolescents with purposive sampling. The result showed there was effect GEMPI for increasing knowledge and attitude in adolescents about early marriage (p-value = 0,001) ( α = 0,05). Conclucion on the study that GEMPI had positive impact on knowledge and attitude in early marriage
Kenaikan Berat Badan Bayi Usia 1 Bulan Pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah Ati Sulianty; Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Intan Gumilang Pratiwi
Midwifery Care Journal Vol 6, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v6i2.12840

Abstract

 Growth at the age of 1 month is an important beginning for babies with a history of low birth weight (LBW). Gestational age, gender and birth weight are factors that must be considered in the growth process. The purpose of this study was to determine the relationship between gestational age, gender and birth weight with weight at 1 month of age.Observational analytical research with a retrospective cohort design and quantitative study methods was conducted from January to December 2024. The samples used were all LBW infants whose weight was measured at the age of 1 month, as many as 80 infants who met the inclusion criteria. The samples were weighed and the results were recorded on the KMS sheet for LBW infants and the results were plotted on the 1 month old weight growth chart. Furthermore, the results were categorized into two groups: appropriate and inappropriate.The research shows the results for gestational age and baby weight at 1 month with a value (p-value = 0.041). Gender with 1 month baby weight with value (p-value = 0.022) and history of birth weight with 1 month baby weight with value (p-value = 0.037). The conclusion is that there is a relationship between gestational age, gender and birth weight history with the weight of a 1 month old baby