Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Kesalahan Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Pembuktian Aljabar Radiusman Radiusman; Maslina Simanjuntak
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.568 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v5i1.4336

Abstract

Abstrak. Penelitian studi kasus deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan dan konstruksi berpikir mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam menyelesaikan soal pembuktian aljabar. Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa calon guru sekolah dasar yang berada pada semester 2 dengan jumlah 36 mahasiswa calon guru sekolah dasar yang terdiri dari 4 mahasiswa laki-laki dan 32 mahasiswa perempuan dengan sebaran umur 17 sampai 19 tahun dan kemudian dipilih subjek penelitian sebanyak 3 mahasiswa calon guru  dengan kemampuan akademik sedang. Proses analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan melalui hasil jawaban calon guru sekolah dasar dalam menyelesaikan soal pembuktian aljabar. Penyajian data dilakukan dengan menganalisis kesalahan-kesalahan dalam menyelesaikan soal pembuktian aljabar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian melakukan tiga jenis kesalahan dalam menyelesaikan permasalahan pembuktian, yaitu kesalahan konsep, kesalahan prosedural dan kesalahan perhitungan. Kesalahan konsep terletak pada kegiatan operasi bilangan, kesalahan prosedural terletak pada ketidakterkaitan antara langkah-langkah yang dituliskan pada lembar jawaban serta kesalahan perhitungan terletak pada perhitungan dari setiap operasi pecahan dan ketidaksesuain antara jawaban dengan permasalahan yang diberikan.Kata Kunci: Analisis kesalahan, Pembuktian, Aljabar.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SD Kelas V dalam Menyelesaikan Soal Pecahan Asri Fauzi; Radiusman Radiusman; Aisa Nikmah Rahmatih; Ni Komang Restini
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 6 No 1 (2020): Edisi Vol. 6 No. 1 Mei 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v6i1.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan komunikasi matematis siswa SD kelas V dan menelaah kesalahan-kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 26 siswa. Instrument dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu instrument utama dan instrument pendukung. Instrument utama adalah peneliti sendiri dan instrument pendukung adalah tes soal kemampuan komunikasi matematis yang berbentuk uraian sebanyak 4 soal dimana setiap soal mengandung satu indikator. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan komunikasi matematis siswa yang berada pada klasifikasi sangat baik sebesar 4%, klasifikasi baik sebesar 42%, klasifikasi cukup sebesar 35% , dan klasifikasi kurang dan sangat kurang secara berturut-turut sebesar 12% dan 8%. Kemampuan komunikasi matematis siswa secara kumulatif setelah dirata-ratakan berada pada klasifikasi cukup. Dari hasil analisis, siswa sudah mampu merepresentasikan permasalahan matematika ke dalam bentuk gambar untuk mempermudah penyelesaian masalah, serta sudah menuliskan proses penyelesaian masalah dengan benar dan sistematis.
Pelatihan Penggunaan KIT Media Pembelajaran Matematika di SDN 4 Bebidas Radiusman Radiusman; Lalu Sirajul Hadi; Heri Setiawan; Irwandi Putra Ramli; Lalu Rafta Patech; Catur Prima Putra Abdullah; Jundu Muhammad Mufakkirul Islami; Heri Hadi Saputra; Ade Andriyan; Syarifudin Syarifudin
Dedikasi Cendekia: Warta Pengabdian Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Educational Consultant & Counseling Career (EC3) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66653/dedikasicendekia.v3i1.62

Abstract

The use of mathematics learning media kits is still rarely used in learning activities. The lack of training experienced by teachers on how to use them prevents them from utilizing the available facilities. This lack of use of mathematics learning media kits also results in less enjoyable mathematics learning in the classroom and less than satisfactory results. The purpose of this community service activity was to conduct training on the use of mathematics learning media kits at SDN 4 Bebidas. The methods used in this community service activity included material delivery, question and answer sessions, training, and hands-on practice using the mathematics learning media kits. This community service activity consisted of several stages: socialization, preparation, implementation, and reflection. Based on the community service activities, teachers at partner schools observed that the use of media made students more active and communicative, resulting in better results. Teachers at partner schools also felt that this Community Service Program (PKM) indirectly strengthened collaboration and communication among teachers to improve the quality of mathematics learning.
Optimalisasi strategi pembelajaran dan motivasi guru melalui pelatihan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di SDN 47 Ampenan Lalu Sirajul Hadi; Radiusman Radiusman; Syarifuddin Syarifuddin; Husniati Husniati; Lalu Raftha Patech; Radit Munandar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39212

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi pendidikan menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan media pembelajaran digital secara efektif. Salah satu perangkat yang dapat mendukung pembelajaran interaktif adalah Interactive Flat Panel (IFP). Namun, pemanfaatannya di sekolah dasar masih belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan strategi pembelajaran dan meningkatkan motivasi guru melalui pelatihan pemanfaatan IFP di SDN 47 Ampenan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, evaluasi dan keberlanjutan program. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan angket refleksi peserta. Hasil menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran berbasis teknologi, seperti penggunaan fitur interaktif, media visual, serta integrasi sumber belajar digital. Selain itu, terjadi peningkatan motivasi guru yang ditunjukkan melalui antusiasme, minat untuk berinovasi, dan keinginan mengikuti pelatihan lanjutan. Temuan juga menunjukkan adanya hubungan yang saling memperkuat antara strategi pembelajaran dan motivasi guru. Pelatihan pemanfaatan IFP efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan strategi dan motivasi guru. Namun, diperlukan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan agar pemanfaatan teknologi dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Kata kunci: guru sekolah dasar; Interactive Flat Panel; motivasi guru; pelatihan; strategi pembelajaran. AbstractThe development of educational technology requires teachers to effectively integrate digital learning media into the teaching process. One of the tools that can support interactive learning is the Interactive Flat Panel (IFP). However, its utilization in elementary schools remains not yet optimal. This activity aims to optimize instructional strategies and enhance teacher motivation through training on the use of IFP at SDN 47 Ampenan. The methods used were outreach, training, technology implementation, evaluation, and program sustainability. Data were collected through observation, documentation, and participant reflection questionnaires.The results indicate a positive impact on improving teachers’ ability to develop technology-based instructional strategies, such as the use of interactive features, visual media, and the integration of digital learning resources. In addition, there was an increase in teacher motivation, as reflected in their enthusiasm, willingness to innovate, and interest in participating in further training. The findings also reveal a mutually reinforcing relationship between instructional strategies and teacher motivation. IFP training is effective in improving the quality of learning through strengthening instructional strategies and teacher motivation. However, continuous training and mentoring are required to ensure optimal and sustainable integration of technology in elementary school learning. Keywords: elementary school teachers; interactive flat panel; teacher motivation; training; instructional strategies.
Pengembangan Media Monopoli Keberagaman Budaya Lokal (Moraya) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SDN 44 Ampenan Andiana Rachmawati; Asrin Asrin; Radiusman Radiusman
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9245

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi yang berkaitan dengan keberagaman budaya. Banyak siswa yang masih menunjukkan pemahaman yang terbatas terhadap materi pembelajaran, sementara penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual masih belum memadai. Oleh sebab itu, pengembangan media pembelajaran MORAYA (Monopoli Keberagaman Budaya Lokal) diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran MORAYA pada mata pelajaran IPA kelas IV serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 28 siswa kelas IV SDN 44 Ampenan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, dan tes. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk data wawancara, analisis deskriptif kuantitatif untuk data angket, serta uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji N-Gain untuk menganalisis hasil tes. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh persentase sebesar 80% dari ahli media dan 80% dari ahli materi dengan kategori valid. Selain itu, hasil angket respon guru memperoleh persentase sebesar 85% dan respon siswa sebesar 86% dengan kategori sangat praktis. Nilai rata-rata pretest siswa sebesar 56,07 meningkat menjadi 84,29 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sedangkan hasil uji N-Gain memperoleh persentase sebesar 65% dengan kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran MORAYA cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN 44 Ampenan. Dengan demikian, Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran MORAYA dinyatakan layak, sangat praktis, dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran materi Indonesia Kaya Budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pengembangan media pembelajaran berbasis permainan yang mengintegrasikan kearifan lokal SASAMBO sebagai alternatif inovatif untuk mendukung pembelajaran IPAS yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Papan Penjumlahan Bersusun (PAJUSUN) Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Kelas III Di SDN Prapak Rizky Syahrina; Muhammad Makki; Radiusman Radiusman
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1582

Abstract

Pemahaman konsep matematika merupakan aspek penting yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, perlu diterapkan model pembelajaran yang tepat dan penggunaan media konkrit yang mendukung proses belajar mengajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model problem based learning (PBL) berbantuan media papan penjumlahan bersusun (PAJUSUN) terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas III di SDN Prapak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen dan desain penelitian yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 31 siswa kelas III SDN Prapak. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pemahaman pemahaman konsep matematika yang meliputi empat indikator yaitu menyatakan ulang konsep, memberikan contoh dan non-contoh, menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis, dan mengklasifikasi konsep atau algoritma pemecahan masalah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,025, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Selain itu, nilai rata-rata siswa meningkat dari 59,879 pada pretest menjadi 87,701 pada posttest, yang menunjukkan peningkatan pemahaman konsep secara keseluruhan setelah perlakuan yang diberikan. Dengan demikian, H₀ ditolak dan Hₐ diterima, yang membuktikan bahwa model Problem Based Learning berbantuan media papan penjumlahan bersusun (PAJUSUN) berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas III di SDN Prapak.
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Di SMP Negeri 1 Wera Nanang Sugiharti; A. Hari Witono; Radiusman Radiusman; Lalu Sirajul Hadi
Primera Educatia Mandalika: Elementary Education Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Magister Pendidikan Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the world of education, a leader is required to be able to provide motivation to teachers/education personnel so that they have the enthusiasm to carry out their duties in order to educate the nation's children in accordance with the national education goals stated in the 1945 Constitution. These goals can be achieved, if in a teacher's learning process has intrinsic motivation. The principal should be able to provide external motivation that can encourage teachers to work seriously. The aim of the research is to determine the leadership behavior of the Principal towards teacher work motivation. The method used is a qualitative descriptive technique, then data is collected through a field survey by creating an instrument on the Google Form application. The research period was carried out from March-April 2024. The research results showed that the respondents who responded consisted of 81.4% women and 8.6% men. Based on the survey results regarding the instrument, a pleasant boss can encourage oneself to work well, getting the highest response, namely 79.5%. Then a conducive work environment, availability of facilities and infrastructure to motivate oneself, received the second highest response, namely 79.1%. This means that a pleasant boss and a conducive work environment have a very strong influence in increasing teacher work motivation. Meanwhile, the influence of incentives/honorariums had varying responses from very strong (49.9%), this means that almost 50% of respondents stated that honorariums could influence the emergence of very strong motivation within themselves. As many as 29.5% stated that they had a strong influence, meaning honorariums/ Incentives also have a strong influence on generating self-motivation. There are variations in responses to the influence of honorariums because each individual has a different response when given incentives, because each individual has different financial levels and needs. Conclusion: A conducive work environment, availability of facilities and infrastructure can increase self-motivation, which has a very strong influence among other survey results, namely 79.1%. Another factor that can influence teacher work motivation besides a conducive work environment is honorarium/incentives.
Analysis of the Geometric Thinking Level of Primary School Students with Moderate Academic Ability in Mataram City: Evidence from a Plane Geometry Task Radiusman Radiusman; Syarifuddin Syarifuddin; Lalu Sirajul Hadi; Prayogi Dwina Angga; Lalu Rafta Patech; Desinta Desinta
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1948

Abstract

Geometric thinking is a crucial skill for solving geometry problems and navigating everyday life. This descriptive qualitative study aims to analyze the levels of geometric thinking regarding plane figures among primary school students with moderate academic ability. The study also describes the errors students make when solving problems involving plane geometry. Data were collected through interviews and an analysis of students’ written answers to five open-ended questions designed to assess specific indicators of geometric thinking: 1) visual skills; 2) verbal skills; 3) drawing skills; 4) logical skills; and 5) applied skills. This study involved 531 fifth-grade students from 12 public primary schools in Mataram City; however, the analysis focused on 450 students classified as having moderate academic ability based on their obtained score intervals. The researchers interviewed five students who provided the most common answers for each question. The collected data were analyzed using thematic analysis, including familiarization, coding, searching for initial themes, reviewing and developing themes, defining and naming themes, and report writing. The results indicate that students with moderate academic ability demonstrated proficiency primarily in visual, drawing, and verbal skills, yet still frequently made errors regarding applied skills. The results also indicate that students with moderate mathematical ability have not yet fully grasped geometric concepts. These findings enable teachers to identify the capabilities and errors of students with moderate academic ability during geometry instruction, thereby improving their understanding of plane geometry.