Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Peta Pencapaian Target Intended Learning Outcomes (ILO) Program Studi Doktor PKLH Nadiroh Nadiroh; Herlina Usman; Irah Kasirah
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.156 KB)

Abstract

Pengembangan model kurikulum Program Studi Doktor Pascasarjana UNJ, telah berorientasi pada Pendidikan abad 21 adalah pendidikan yang menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa transformatif. Transformatif secara utuh baik transformatif secara personal, intelektual dan sosial. Rujukan Pendidikan Abad 21 mempunyai makna dalam dua dimensi baik dimensi tata kelolanya maupun dimensi proses akademik dan lulusan. Untuk dimensi akademik dan lulusan adalah agar lulusannya emiliki integritas atau kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan sosial. Untuk itu maka diperlukan kurikulum program studi Doktor PKLH pascasarjana UNJ yang berbasis Outcomes Base Education (OBE), kurikulum yang dikembangkan berorientasi pada Peta profil okupasi /profesi dalam kerangka kualifikasi nasional dan mampu telusur dengan kualifikasi Internasional. Kurikulum Program Studi Doktor PKLH telah dirancang berdasarkan hasil evaluasi diri dan pelaksanaan kurikulum program studi doktor PKLH sebagai sampel . Sehingga penelitian ini menghasilkan luaran berupa : (1) Hasil Evalusi Diri dan benchmarking terhadap isi dan pelaksanaan kurikulum Program Doktor PKLH terkait dengan: (a) Visi, Misi dan Tujuan, (b) Profil Lulusan; (c) Capaian Pembelajaran Lulusan/PLO/ILO; (d) Sub Capaian Pembelajaran Lulusan; (e) Deskrpsi Mata Kuliah; (f) Keterkaitan CPL/PLO/ILO dengan Profil Lulusan dan Keterkaitan level KKNI dengan CPL/PLO/ILO ; (g) Pembentukan Mata Kuliah; (h) dan Sebaran mata kuliah dan struktur kurikulum, telah memenuhi KKNI sesuai standar nasional Pendidikan Tinggi; (3) Hasil tracer study terhadap alumni yang bertujuan untuk mengkaji secara objektif efektifitas keterlaksanaan kurikulum Program Studi Magister dan Doktor : (4) Hasil evaluasi ketercapaian Intended Learning Outcomes (ILO) Program Doktor PKLH Pascasarjana UNJ sebagai dokumen Akriditasi Internasional (5) Dokumen kritik, masukan dan rekomendasi apa yang telah diberikan oleh berbagai pengguna lulusan, lulusan, pengelola, dan masyarakat serta mahasiswa; dan (6) Draf Rancangan pengembangan model kurikulum Doktor PKLH dalam menghadapi tantangan global.
DIALECT POLITENESS: IS VIOLATING THE COOPERATIVE PRINCIPLE AN IMPOLITENESS? Fahruddin; Herlina Usman; Sintowati Rini Utami
Getsempena English Education Journal Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/geej.v9i2.1833

Abstract

The way someone shows politeness in speech acts is not only seen from a macro understanding of how speech participants can keep each other's face and maintain maxims with the inclusion of linguistic elements. Politeness of speech acts should be seen and understood on a micro level; more specifically in the context of language use in a language community as a cultural practice, both collectively and individually. Using the ethnographic perspective of communication, the current study investigates the politeness of speech acts in the context of guidance and counselling communication interactions in senior high schools, in the province of Southeast Sulawesi, Indonesia. The results of the analysis of S-P-E-A-K-I-N-G showed that the politeness of speech acts that appeared in the guidance and counselling process was mediated pragmatically by the use of local dialects. To find the forms, functions, strategies, and cooperative principles of speech act politeness that exist in the speech process, further analysis is carried out using coding techniques which also aims to construct a concept. The results of the analysis showed three forms of politeness, four functions of politeness, six strategies of politeness, and two principles of cooperative principles. The current study understands that violating the principle of cooperation in the context of communication in this study is actually a courtesy and that is why a polite speech act should be relied on the context in which a communication happened. This understanding was constructed theoretically then labelled as 'Dialect politeness' as a cultural communication practice.
Aktan dalam Novel The Maze Runner Karya James Dashner: Kajian Naratologi A. J. Greimas (Actants in James Dashner's The Maze Runner Novel: A Study of Narrative A. J. Greimas) Ayu Misriyani; Endry Boeriswati; Herlina Herlina
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.7028

Abstract

This study aims to describe the actant in The Maze Runner novel based on the scheme of the actant, and the structure of the story. Methods of data collection is done by reading notes technique. This study uses content analysis because it prioritizes the depth of appreciation of the interactions between concepts that are being studied empirically. The results of the research show that there are three acts which are divided into three chapters in this novel. The actant and functional structures in The Maze Runner novel are complex and have fulfilled all stages. This novel can be used as literature learning material, especially novels.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktan dalam novel The Maze Runner berdasarkan skema aktannya, dan struktur cerita. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca catat. Penelitian ini menggunakan analisis isi karena mengutamakan kedalaman penghayatan interaksi antar-konsep yang sedang dikaji secara empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga aktan yang terbagi dalam tiga bab di novel ini. Struktur aktan dan fungsional dalam novel The Maze Runner sudah kompleks dan sudah memenuhi semua tahapan. Novel ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran sastra, khususnya novel.
DEVELOPMENT OF ELECTRONIC STUDENT WORKSHEETS THROUGH NATURAL SCIENCE PROJECT-BASED LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOL Virdayanti Virdayanti; Herlina Usman; Juhana Sakmal
EDUTECH Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v21i2.46074

Abstract

This research aims to produce project-based learning-based electronic learner worksheets as a support for natural science learning materials in the fifth grade of elementary school. Methods used by Research Development using an approach developed using; Analyze, Design, Develop, Implementation, and Evaluation (ADDIE). This research was held at Munjul State Elementary School 01 East Jakarta. The steps in this study are 1) Conducting needs analysis through interviews and questionnaires, 2) Making product designs, 3) Conducting product development, 4) Conducting trials to learners and 5) Evaluating products. The object in the study was 30 elementary school fifth graders, data analysis techniques using interviews and questionnaires. The results of the development trial were evaluated by media experts 88.5% material experts 84.61% and linguists obtained from an average score of 92.3% with excellent categories, then the results of product trials through one to one got a score of 83.75% with excellent categories and product trial results through small groups got a score of 88.33 % with very good category. This research shows that project-based learning-based electronic learner worksheets are feasible to be used for learning media as an additional source of fifth-grade elementary school natural science learning.
Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Melalui Teknik Mind Mapping Indri Pudjiati; Herlina Usman; Maret Markus Harefa
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 4 (2022): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i4.3903

Abstract

Teknik mind mapping sudah terpercaya dan terbukti dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana teknik mind mapping mampu meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi sekaligus mengembangkan ide imajinatif dan kepercayaan diri siswa kelas IV SDN Sangkali. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang mengikuti model Kemmis dan Taggart. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Tiap siklus mencangkup 4 tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflekting). Subjek penelitian ini melibatkan 29 orang siswa kelas IV. Data diperoleh dengan menggunakan tes dan observasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa teknik mind mapping dapat membantu meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas IV, hal ini dibuktikan dengan ketuntasan klasikal keberhasilan dari prasiklus sebesar 27,58%, siklus I sebesar 51,72%  dan siklus II sebesar 100%. Saran dari penelitian ini adalah sebagai seorang pendidik diharapkan dapat terampil dalam memilih teknik pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pelatihan Multimedia Interaktif Berbasis TPACK bagi Guru-Guru Sekolah Dasar di Kecamtan Klapa Nunggal Kabupaten Bogor Jawa Barat Herlina Usman; Miftahulkhairah Anwar; Linda Zakiah; Antonia Junianty Laratmase
PERDULI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 01 (2021): Jurnal PERDULI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1823.179 KB) | DOI: 10.21009/perduli.v2i01.23896

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pelatihan kepada Guru-guru Sekolah Dasar di Kecamtan Klapa Nunggal Kabupaten Bogor Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan pemanfaatan pembelajaran Multimedia Interaktif berbasis Technological Pedagogical and conten Knowledge [TPACK]. Dengan menggunakan Multimedia interaktif berbasis TPACK diharapkan seorang guru dapat mengajar dan berkreasi dengan melibatkan level kognitif hierarki berpikir tinggi yang di canamkan dari Taksonomi Bloom yaitu; knowledge (Recall or locate information), Comprehension (Understand learned fact), Application (Apply what has been learned to new situation), Analysis (Take apart information to examine different parts), synthesi (Create or invent something: bring together more than one idea) and Evaluation (Consider evidence to support conclusions). Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan pelatihan dan lokakarya ini adalah berbasis ICT dikarenakan masih dalam kondisi pandemic covid 19. Materi pengabdian meliputi materi yang berkaitan dengan pembuatan Multimedia interaktif berbasis TPACK untuk penggunaan media pembelajaran di Sekolah Dasar. Khalayak sasaran Pengabdian kepada Masyarakat Guru-guru Sekolah Dasar Kecamtan Klapa Nunggal Kabupaten Bogor Jawa Barat. Hasil dari pelatihan pembuatan Multimedia interaktif berbasis TPACK bagi guru sekolah dasar yaitu menghasilkan media pembelajaran sebagai implementasi dari materi pengabdian pada masyarakat. Hasil dari program peltihan ini, 1) Guru mempunyai wawasan dan pemahaman tentang penggunaan Multimedia Interaktif dalam proses pembelajaran. 2) Guru mampu membuat perangkat pembelajaran meliputi Rancangan pembelajaran, Bahan Ajar Lembar kerja peserta didik, Media pembelajaran dan evaluasi. 3) Guru mampu melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Multimedia interaktif dalam proses pembelajaran. 4) Guru mampu mendisain kelas dengan penerapan penggunaan Multimedia Interaktif berbasis Technological Pedagogical And Content Knowledge [TPACK].
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita Melalui Penggunaan Media Audio Visual Yogi Prasetyo; Herlina Usman; Muhammad Rasyid
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 4 (2022): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i4.4067

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia mampu meningkatkan kemampuan komunikasi siswa yang dapat digunakan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Proses pembelajaran yang tidak bervariasi menyebabkan siswa tidak tertarik dan merasa bosan dengan pelajaran bahasa Indoensia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia keterampilan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Diponegoro 2 Jakarta. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 31 anak. Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif berupa data tes menulis teks berita. Sedangkan data kuantitatif berupa pelaksanaan pembelajaran yang diperoleh melalui lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran audio visual dapat meningkatkan keterampilan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Diponegoro 2 Jakarta. Hal ini dapat dilihat dari presentasi hasil tes tindakan siklus I yaitu dari 31 siswa mengikuti tes, sebesar 58% atau sebanyak 18 orang siswa yang mendapat nilai ≥70. Sedangkan hasil tes tindakan pada siklus II dengan presentase 90% atau sebanyak 28 siswa mendapat nilai ≥ 70, sehingga penelitian ini dihentikan pada siklus II karena indikator keberhasilan penelitian telah tercapai yaitu 85%.
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN CATUR RANGKA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA MUATAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR Rachmadina Tri Kencana; Herlina Usman; Tunjungsari Sekaringtyas
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.821 KB) | DOI: 10.37478/jpm.v2i2.1122

Abstract

The use of media is one of the essential aspects of the learning process, because, it will provide a different and certainly more varied learning experience so that it will attract students and make it easier to understand the learning material. This research and development aims to produce a learning media to make it easier for students to understand learning material, especially on the material of  human locomotor organs system  in a fun way. Learning will be meaningful for students if the media used is the appropriate one. The methodology in this research is Research an Development (RND). The type of model used in the ASSURE development model, which consist of 6 stages including analyze learner; state objectives; select methods, media and materials; utilize media and materials; require learner participation; and evaluate and revise. The final results of this research produces a learning media that is useful to support the learning process on the material of human movement organs. The data collection technique used in this study was through observation, interviews, and questionnaires. This research was conducted only to the stage of expert validation to test the feasibility of the product. The product feasibility test involves 3 experts, namely media experts, material experts, and language experts. The results obtained from the three experts if the average is 4.5 from the maximum value of 5, or if converted in percentage is 90%, which means the media is included in the very good category. This shows that the framework of the chess game media is suitable for use in science learning material for human llocomotor organs system.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE PADA MATERI PECAHAN SENILAI KELAS IV SEKOLAH DASAR Meisya Widyasusanti; Iva Sarifah; Herlina Usman
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.289 KB) | DOI: 10.37478/jpm.v3i1.1289

Abstract

This research and development produced a market-tested media and is suitable to be used by educators. This education media help students in their learning process whilst still having fun, especially in the topic of fractions. This research and development was built using the ASSURE model and adopted the evaluation process by Dick and Carey. The subjects of this RnD are the students from SDN Ragunan 01 Jakarta Selatan's 4th grade class, with a total of 18 students. Data collection was done through interviews and questionnaires and with Miles and Huberman data anlysis. Results of the research show that e-learning on Moodle is a learning media worth using, in this case for the purpose of teaching fractions to 4th graders. The results show an impressive expert review average score of 87.2% by the subjects in their understanding of the lesson. This media received positive response from the 3 selected students during the one to one tryout stage and a 96.42% mark by the subjects during the field trial stage. It is evident that this moodle-based e-learning media is properly made, well tested, and suitable for use in the education field - specifically for the purpose of teaching fractions to 4th graders.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Berbasis Powtoon Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dongeng Pada Kelas III Sekolah Dasar di SDN Rawamangun 09 Jakarta Timur Megawati Sianipar; Fahrurrozi Fahrurrozi; Herlina Herlina
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media pembelajaran video animasi berbasis powtoon mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III materi Dongeng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan media pembelajaran video animasi berbasis powtoon dengan persentase 76,92% dari ahli materi ; 67,50% dari ahli bahasa, dan 91,67% dari ahli media dengan rerata kategori “sangat baik”. Hasil uji coba pengguna kepada guru memperoleh persentase sebesar 72,6% dengan kategori “baik”. Hasil tes belajar memperoleh persentase rata-rata 87,1% dengan kategori “sangat baik” dan hasil uji coba pada siswa yaitu uji coba one to one dan uji coba small group memperoleh persentase rata-rata sebesar 96,67% dengan kategori “sangat baik”. Maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video animasi berbasis powtoon mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III materi Dongeng layak digunakan.