p-Index From 2021 - 2026
10.181
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PIONIR: Jurnal Pendidikan EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Kinerja: Jurnal Ekonomi dan Manajemen al-Afkar, Journal For Islamic Studies Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Cakrawala Dini : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal PeTeKa JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) Jurnal Pendidikan FONDATIA EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Tabyin; Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Educational Review AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Jurnal Pendidikan Islam Rabbani Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Muaddib: Islamic Education Journal IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam ALTRUISTIK : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan Indo-MathEdu Intellectuals Journal Alifbata: Jurnal Pendidikan Dasar JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Education and Counseling Journal Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Journal of Innovation and Research in Primary Education Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Al-DYAS : Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Indonesian Research Journal on Education Tijarah Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Penerapan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia di SMP Nihayatul Amal Rawamerta Karawang Fikhria, Ratu; Rukajat, Ajat; Susanto, Agus
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 4 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i4.1639

Abstract

The purpose of this article is to provide an overview or situation about the impact of the application of the Pancasila student profile on this dimension at Nihayatul Amal Rawamerta Karawang Junior High School. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data collection method is by observation, interviews, and documentation. Data analysis is carried out qualitatively with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the sympathy of faith is the recognition of verbal pronunciation of the truth that is special and believes it in the heart and then applies it in oneself. The dimension of fearing Allah SWT is to protect oneself from wrath by carrying out all His commands and staying away from all His prohibitions. The dimension of noble character is to do good deeds with sincerity without expecting praise from others. It is hoped that the positive impact of the implementation of the Pancasila student profile in the dimension of faith, fear of God Almighty, and noble character at Nihayatul Amal Rawamerta Karawang Junior High School will form students who have a strong character, are ethical, and play an active role in the usefulness of community life
The Role of Islamic Education in Preventing Radicalism among Youth Rajaminsah, Rajaminsah; Amirudin, Amirudin; Ajat Rukajat; Cece Hidayat; Sumarna Sueb; Saepudin, Saepudin
International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Vol. 2 No. 3 (2024): International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ijedl.v2i3.188

Abstract

This study aims to examine the role of Islamic education in preventing radicalism among youth. The rise of radicalism, especially among the younger generation, is a major challenge to social stability and security in Indonesia. Inclusive and moderate Islamic education has great potential in building a peaceful and tolerant understanding of religion, as well as preventing the spread of extremist ideologies. This study uses a qualitative approach with the library research method. Data was obtained through observation, and analysis of documents. The results of the study show that the Islamic education curriculum that emphasizes the values of moderation, tolerance, and respect for differences can be a fortress for youth in facing radical narratives. In addition, the role of teachers and a conducive educational environment are also important in shaping anti-radicalism attitudes. This study recommends strengthening character education programs based on moderate Islamic values as a preventive effort in preventing radicalism among youth.
EFEKTIVITAS METODE AMTSILATI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MEMBACA KITAB KUNING PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-MUSHLIH KARAWANG Darwati, Resti; Rukajat, Ajat; Ramdhani, Khalid
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 4 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i4.723-730

Abstract

Amtsilati adalah sebuah teknik sekaligus buku yang materinya telah tersusun secara sistematis dan menjadi bahan ajar bagi pemula untuk membaca kalimat-kalimat bahasa Arab dalam waktu tiga sampai setengah tahun. Penelitian ini dilatar belakangi karena para santri belum bisa mencapai target 3-6 bulan dalam memahami metode Amtsilati, paling cepat rata-rata santri bisa menyelesaikan target dalam kurun waktu 8 bulan bahkan ada yang sampai 1 atau 2 tahun lamanya, hingga masih banyak santri yang belum bisa membaca kitab kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas membaca kitab kuning pada santri, mengetahui efektivitas metode Amtsilati dalam meningkatkan kualitas membaca kitab kuning pada santri dan mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat penerapan metode Amtsilati di Pondok Pesantren Al-Mushlih Karawang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan mulai dari menyeleksi dan menyajikan data, yang kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas membaca kitab kuning di pondok pesantren Al-Mushlih Karawang mengalami perubahan yang semakin baik. Hal ini terlihat dari perubahan membaca kitab kuning pada santri yang semakin baik, serta beberapa prestasi yang telah dicapai dalam bidang membaca kitab kuning. Metode Amtsilati sudah bisa dikatakan cukup efektif terutama dalam meningkatkan kualitas membaca kitab kuning pada santri, akan tetapi belum bisa dikatakan efektif secara keseluruhan, mengingat metode ini belum lama diterapkan dan masih banyak hal yang perlu ditingkatkan agar tercapainya tujuan. Adapun faktor pendukung dalam penerapan metode Amtsilati di Pondok Pesantren Al-Mushlih Karawang dapat dilihat dari antusias para santri dan guru dalam proses belajar mengajar Amtsilati, kontribusi pengasuh dan pengurus dalam membantu suksesnya penerapan metode Amtsilati, adanya momentum wisuda dan ajang perlombaan yang berkaitan dengan membaca kitab kuning. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurang kondusifnya santri pada saat proses pembelajaran berlangsung, perbedaan kemampuan pada santri yang menyebabkan perbedaan materi pelajaran dalam satu kelas, kesibukan santri di luar pondok pesantren (bagi santri dewasa), kesibukan pengajar yang menyebabkan tidak masuk kelas hingga kelas menjadi kosong, kurangnya jam muthola’ah santri di luar jam pelajaran.
Implementation of the Qur'an Surat Al-Isra' Version 23-25 in the Development of Muslim Family Siti Mutiara Salsabila Karya Putri; Ajat Rukajat; Yayat Herdiana M
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i2.2061

Abstract

The Qur'an is an inexhaustible source of educational pearls. In the Qur'an there are very many texts or verses that guide and educate humans, because the purpose of the Qur'an was revealed to guide and direct humans to the right path. This research is motivated by the attention of researchers who are interested in the study "Implementation of Qs Al-Isra 'verse 23-25 ​​in Muslim Family Development". In this study, the main focus is the meaning of Birul Walidain, which means being devoted to both parents, doing good to both of them implies loving, loving, praying and being obedient and obedient to what is ordered. This research uses the type of library research or literature review. The data collection method used is the documentation method, while the analysis used is the content analysis method, which is a method that uses systematic techniques to analyze message content and process messages. The results of the research that researchers can conclude are in terms of interpretation in verses 23-25 ​​indicating that parents have a very high, honorable and great position in the sight of Allah SWT.
Implementasi Nilai-Nilai dalam Lingkungan Keluarga Rizal Saputra; Ajat Rukajat; Yayat Herdiana
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i2.2118

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi dengan beragam problematika yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Mengikisnya nilai-nilai karakter didalam masyarakat menjadi sebuah kekhawatiran dan menjadi tugas kita bersama untuk menanggulanginya, terutama pada bidang pendidikan. Dekadensi moral tidak hanya terjadi pada generasi muda saja, tetapi juga terjadi pada tingkat elit politisi yang memegang jabatan, rusaknya moral ditandai dengan maraknya kasus korupsi, kolusi dan nepotisme. Serta pada tingkat masyarakat dengan meningkatnya kejahatan, narkoba, pencabulan anak dibawah umur dan sebagainya. Terlebih pada tingkat remaja yang dibenturkan dengan bebasnya dunia digital banyak anak-anak remaja yang tersandung kasus seksual dibawah umur, bullying, tauran, dan berbicara kotor dimuka umum. Hal demikian setiap harinya seakan sudah menjadi sebuah kebisaan yang terjadi dimasyarakat. Menghidupkan kembali nilai-nilai pancasila didalam masyarakt terutama didalam keluarga adalah upaya pencegahan terhadap problematika yang terjadi sekarang. Pendidikan Pacasila adalah pendidikan nilai-nilai yang bertujuan membentuk sikap dan prilaku positif manusia sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Tujuan penelitian ini adalah untu mengetahui sejauh mana pendidikan pancasila yang diajarkan didalam keluarga. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang dilakukan kepada keluarga bapak Adem dan Ibu Uun menunjukan bahwa dalam mengempelentasiaanya nilai-nilai pancasila yaitu dengan keteladaan baik dalam urusan agama, mengambil keputusan secara bersama, mengasihi tanpa dibeda-bedakan serta dalam mengambil keputusan anggota keluarga selalu mengadakan musyawarah bersama untuk mencapai kemufakatan. Serta berbuat baik kepada lingkungan sekitar. Kata kunci: Dekadensi Moral, Nilai Pendidikan Pancasila Abstract This research is motivated by various problems that occur in Indonesian society. The erosion of character values ​​in society is a concern and it is our collective duty to overcome them, especially in the field of education. Moral decadence does not only occur in the younger generation, but also occurs at the elite level of politicians who hold office, moral damage is marked by rampant cases of corruption, collusion and nepotism. And at the community level with increasing crime, drugs, sexual abuse of minors and so on. Especially at the youth level, which is collided with the freedom of the digital world, there are many teenagers who stumble over cases of underage sexuality, bullying, bullying, and speaking dirty in public. This every day seems to have become a habit that occurs in the community. Reviving Pancasila values ​​in society, especially in the family, is an effort to prevent the problems that are happening now. Pancasila education is values ​​education that aims to shape positive human attitudes and behavior in accordance with the values ​​contained in Pancasila. The purpose of this study was to find out the extent to which Pancasila education was taught in the family. This research method uses descriptive qualitative method. By using data collection techniques in the form of documentation, observation and interviews. The results of research conducted on the families of Mr. Adem and Mrs. Uun showed that in implementing Pancasila values, namely by good example in religious matters, making decisions together, loving without discrimination and in making decisions, family members always hold joint deliberation to reach consensus. And do good to the environment. Keywords: Moral Decadence, Pancasila Education Values
Model of Internalization of Akhlakul Karimah Values through Habituation of Islamic Manners in Early Childhood Education Firdaus, Taufan; Sitika, Achmad Junaedi; Rukajat, Ajat
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 8 No 2 (2025): Muaddib: Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v8i2.31752

Abstract

Early childhood education plays a strategic role in shaping the foundation of character and Islamic morals from an early age, especially amid the challenges of moral degradation and the tendency for learning to be solely cognitive-oriented. Therefore, a character education model that emphasizes the contextual and continuous habituation of spiritual values is needed. This study aims to identify and analyze models of internalizing akhlaq al-karimah values through the habit formation of Islamic manners in early childhood. This study uses a qualitative approach with a case study method, through observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The data were analyzed using data reduction, data presentation, and interactive conclusion drawing techniques. The results showed that the process of internalizing values was carried out through the habit formation of daily activities integrated with teacher role modeling, value reflection, and a religious and conducive learning environment. This pattern of habit formation is effective in fostering discipline, politeness, empathy, and responsibility in children. The resulting conceptual model consists of three main components, namely input in the form of the values of faith, honesty, responsibility, empathy, and cleanliness; process in the form of habit formation of Islamic manners through role modeling and value reflection; and output in the form of the formation of children's character with Islamic morals. This study confirms that systematic habituation of Islamic manners based on spiritual values is an effective strategy in Islamic character education for early childhood.
Digital Instructional Leadership Strategies Of School Principals In Strengthening The Quality Of Islamic Education In Elementary Schools Chaeriansyah, Muhammad Azrial; Sitika, Achmad Junaedi; Rukajat, Ajat
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 7 No. 1 (2026): March
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v7i1.4539

Abstract

Digital transformation in Islamic education requires school principals to exercise instructional leadership that combines technological skills with Qur'anic values. To clarify the research context, this study was conducted at Salman Al-Farisy Integrated Islamic Elementary School (SDIT) as an institution that has comprehensively implemented educational digitalization. This study aims to analyze the principal's digital instructional leadership strategies in strengthening the quality of Islamic education in elementary schools. Islam-based terms such as pedagogical tazkiyah and Qur'anic values in this study are operationalized as a process of internalizing digital ethics and manners that are systematically integrated into digital learning. Using a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman's interactive model. To clarify the triangulation process, this study compared data from principal interviews, digital classroom observation notes, and platform-based instructional supervision documents. The results of the study show three main strategies: (1) strengthening teacher competence through Islamic value-based digital literacy; (2) optimizing learning technology that integrates Qur'anic content and evidence-based digital instructional supervision; and (3) strengthening digital collaboration between teachers, students, and parents through school communication platforms. These findings expand the theories of Islamic Pedagogical Leadership and Professional Digital Competence by introducing the concept of spiritual digital instructional leadership, which is leadership that places technology as a means of internalizing values and pedagogical tazkiyah. This study confirms that the success of the digitization of Islamic education depends on the principal's ability to create a harmonious integration between technology, pedagogy, and spirituality. As an implication, this study offers recommendations for Islamic schools to develop religious digital literacy and a digital evidence-based instructional supervision system.
MODEL PENDEKATAN SOSIO EMOSIONAL DALAM PENGELOLAAN KELAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN 1 TELUKJAMBE TIMUR KARAWANG Pengelola, Pengelola; Nurfitri, Rani; Ramdhani, Khalid; Rukajat, Ajat
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7 No 02 (2025): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/2x5m4s39

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi pengaruh penerapan pendekatan sosioemosional terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Telukjambe Timur, Karawang. Pendekatan ini dianalisis dalam konteks interaksi sosial antarpeserta didik serta pengembangan kesejahteraan emosional. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan sosioemosional meningkatkan interaksi sosial yang positif di antara peserta didik, mendorong kerjasama dalam kelompok, dan mengembangkan kemampuan mengelola konflik dengan bijaksana. Selain itu, pendekatan ini juga berkontribusi pada pengembangan kesejahteraan emosional peserta didik, meningkatkan kesadaran diri, mengatasi stres, dan membentuk hubungan yang mendukung. Kerjasama yang kuat antara guru, orangtua, dan sekolah terbukti menjadi kunci sukses penerapan pendekatan ini, dengan masing-masing pihak memberikan dukungan dan bimbingan yang mendukung perkembangan sosioemosional peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan sosioemosional memiliki dampak positif dalam membentuk karakter, keterampilan sosial, dan kesejahteraan emosional peserta didik. Rekomendasi diberikan untuk pengembangan lebih lanjut dalam menerapkan pendekatan ini di berbagai konteks pendidikan.  
The Influence of Reading Interest on Student Discussion Activeness in Learning Evaluation Techniques Courses in the Islamic Religious Education Study Program, Singaperbangsa University, Karawang Makbul, M; Rukajat, Ajat
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i4.741

Abstract

This research  aims to determine the relationship between students' interest in reading and active discussion in the learning evaluation techniques course. This research is a qualitative type of research with an ex post facto approach with a questionnaire research instrument, with the number of respondents being 85 students of Islamic religious education at the University of Singaperbangsa Karawang, the data analysis techniques used were descriptive and inferential analysis. The results of this study revealed that the reading interest of Islamic religious education students was 20% in the low category, 41% in the medium category and 39% in the high category, so that it could be interpreted that the average student reading interest was in the medium category. The activeness of Islamic religious education students' discussions was 32% in the low category, 52% in the medium category and 16% in the high category, so it can be concluded that the average student discussion activity was in the medium category. the value of R Square = 0.885, so it can be interpreted that the influence of interest in reading (X) on the liveliness of discussion (Y) of PAI students at Singaperbangsa Karawang University is 85.5% while 15.5% is influenced by other variables which are not the variables of this study.
Inovasi Pengembangan Kurikulum PAI dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Al-Quran (BTQ) Peserta Didik di SMPS Muhamadyah Karawang Albukhori, Salman; Rukajat, Ajat; Nur, Tajudin
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i1.1608

Abstract

Pelaksanaan kurikulum merdeka masih terdapat kelemahan-kelemahan terutama yang berkaitan dengan mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) khususnya Membaca dan Menulis Al-Quran (BTQ), berdasarkan penjelasan tersebut maka peneliti memberikan percontohan sekolah tentang program inovasi pengembangan kurikulum PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-quran (BTQ) di Peserta Didik SMPS Muhamadyah Karawang yang bertujuan menjelaskan Inovasi Pengembangan Kurikulum PAI, Membaca dan Menulis Al-Quran serta Menjelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan Inovasi Kurikulum PAI dalam Meningkatkan Keterampilan membaca dan menulis Al-Quran Peserta Didik di SMPS Muhamadyah Karawang”. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan untuk menganalisisnya dilakukan tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dapat dideskripsikan bahwa Inovasi Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu memerhatikan tahapan-tahapan manajemen kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Ada tiga tahap di dalam memanajemen kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), yaitu perencanaan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), implementasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan evaluasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), Kemampuan membaca dan menulis Al-Qur‘an peserta didik di SMPS Muhamadyah Karawang dipandang perlu adanya pengelolaan profesional dalam sebuah pembelajaran, karena pengelolaan akan terpengaruh dalam sebuah tujuan pembelajaran kemampuan membaca dan menulis Al-Quran Peserta Didik di SMPS Muhamadyah Karawang, Keberhasilan strategi yang diterapkan oleh guru BTQ SMPS Muhamadyah Karawang ini tidak akan lepas dari kelebihan dan kekurangan dari suatu program.
Co-Authors Achmad Junaedi Sitika Afifah Nurazizah Afifah, Putri Nur Afrianto, Tito Dimas Agus Susanto Agus Susanto Ahdillah Sanga Ahmad Saefuddin Ajat Sudrajat Akil Akil Akil, Akil Albukhori, Salman Ami Indriani Amirudin Amirudin Amirudin Amirudin Ananda Octavianie Fadilla Andini Mustika Putri Anisa Anisa Astuti Darmiyanti Azhari Ardiansyah Nur Soleh Aziz, Farhan Abdul Cece Hidayat Cece Hidayat Cecep Hidayat Chaeriansyah, Muhammad Azrial Dadang Komara Darmayanti, Astuti Darwati, Resti Dede Rahmatulloh Dhafa Frassetia Saputra Ditya Fatinia Erwina H etty Fadhil Santosa Fahril Husaeni Ferianto Ferianto Ferianto Fikhria, Ratu firdaus, taufan Gusniar, Iwan Nugraha Hamidah, Indah Hansyah, Hari Alih Hapzi Ali Hari Alih Hansyah Herawati, Enok Tati Herni Herdiana, Yayat Hery Widijanto Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ike Aulia Ramadani Mulyono Ilyas Prasetyo Isti Mahfuzhah Iwan Nugraha Gusniar Jayawarsa, A.A. Ketut Jujuniarti, Imas Kejora, Muhamad Taufik Bintang Khadijah Khadijah Khalid Ramadhani Khalid Ramadhani Khalid Ramdhani Khalid Ramdhani Khalid Ramdhani Khalid Ramdhani Khalid Ramdhani Krisnayansyah Kurniasih, Suci Dwi Lindawati, Eneng M. Makbul Mansyur, Masykur H Masykur Masykur H.Mansyur Maulida Fu’adatus Sultoniya Muhammad Agiel Dwi Putra Muhammad Iqbal Baskara Nabilhaibah Qoriy Hakiki Neneng Nurhasanah Nur Aini Farida Nurfadilah, Ananda Nurfirdausi, Shinta Nurfitri, Rani Nurhalimah Nurhalimah Oding Supriadi pengelola, pengelola Pranata Sakti Oktoranda DP Puji Hastuti Puti Sahara Putri Nur Afifah Rajaminsah Rajaminsah Rajaminsah, Rajaminsah Ramdan Darmawan Ramdhani, Khalid Ramdhani, Khalid Resti Darwati Ridwan Maulana, Ridwan Rizal Saputra Saepudin Saepudin Saepudin Saepudin Sahara, Puti Santoso, Virda Oktaviani Sihabudin Sihabudin Siti Kurniasih Siti Mutiara Salsabila Karya Putri Siti Mutiara Salsabila Karya Putri Slamet Soleh Sofyan Iskandar Sopiyan, Iyan Sumarna Sueb Sumarna Sueb Sutarjo Tajudin Nur Tata Taufiqurrahman, Riza Totoh Tauhidin Abas Undang Ruslan Wahyudin Upi Lutpiah Wiwik Handayani Yadi Fahmi Arifudin Yadi Fahmi Arifudin Yayat Herdiana Yayat Herdiana Yayat Herdiana M Zaenal Arifin Zaenal Arifin Zainal Arifin Zainal Arifin Zainal Arifin Zainal Arifin Zainal Arifin Zheihan Aisyah Achmad Zheihan Aisyah Achmad