Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Didactical Mathematics

Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Relasi dan Fungsi Witri Mulyanti Witri; Adi Ihsan Imami
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.403 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2013

Abstract

This research aims to analyze and describe the mathematical communication skills of junior high school students in grade VIII on relationship and function materials in one of the schools in Karawang Regency. The type of research used is qualitative descriptive research with a total of 3 subjects. The taking of the subject is done using purposive sampling techniques. The instrument used in this study is a written test with the number of essay problems as many as 6 questions that contain 3 indicators of mathematical communication skills, namely: 1.) Linking images, tables, graphs into mathematical ideas. 2.) Stating everyday events into a language or mathematical symbol 3.) Provide explanations, ideas, concepts, or mathematical situations with their own language in written form. Instrument results are categorized into 3 categories, namely low, medium, and high. The results of the analysis of mathematical communication skills as a whole are relatively low with a percentage of 32.22%. There is one indicator that includes the medium criterion and two indicators that include the low criterion. Students who have high mathematical communication skills can master all three indicators of mathematical communication skills. Students who have medium mathematical communication skills can only master two indicators of mathematical communication skills. While students who have low mathematical communication skills cannot meet all three indicators of mathematical communication skills.
Analisis Kecemasan Belajar Siswa SMP pada Pembelajaran Matematika Dyah Haerunnisa; Adi Ihsan Imami
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.747 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2015

Abstract

Some students' views about mathematics, there are students who think that mathematics is difficult, causing students to feel afraid and uneasy when learning mathematics. Feelings of fear and restlessness are part of mathematical anxiety. This study aims to determine the level of mathematical anxiety experienced by junior high school students. The research subjects were 37 seventh grade students junior high school in Klari. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. The instrument used is a questionnaire which contains 32 statements, where each statement contains 4 aspects of mathematical anxiety. Data on students' mathematical anxiety scores were processed and grouped into five categories, namely: very high, high, medium, low, and very low. Then 5 students were selected, where each student represented each category to be analyzed descriptive from the answers to the questionnaire that had been given. The results showed, 3 students were in the category of very high anxiety level, 5 students were in the category of high mathematical anxiety level, 18 students were in the category of moderate anxiety level category, 8 students were included in the category of low anxiety level and 3 students had very low anxiety level. Thus, it can be seen that the average level of mathematical anxiety experienced by junior high school students is moderate.
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Aturan Rantai Pada Materi Turunan Fungsi Trigonometri Azka Khairun Nisa Subandi; Adi Ihsan Imami
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v4i2.2398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mebgetahui kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika pada materi Turunan Fungsi Trigonometri, khususnya pada subbab aturan rantai. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 November 2021 di MA Negeri 2 Karawang pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 dengan subjek penelitian sebanyak tiga peserta didik. Penelitian ini adalah penelutian kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan analisis. Hasil pada penelitian ini adalah peserta didik melakukan kesalahan konsep 33,3%, kesalahan perhitungan 33,3%, dan 33,3% adalah peserta didik yang bisa menjawab soal dengan konsep dan perhitungan dengan benar. Faktor penyebab peserta didik melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika pada materi turunan fungsi trigonometri khususnya pada subbab aturan rantai adalah peserta didik tidak memahami konsep turunan fungsi triginometri ini secara mendalam, tidak mengingat rumus turunan, rerkecoh dengan soal aturan rantai, dimana aturan rantai ini ada beberapa tahap dalam pengoperasiannya, dan juga peserta didik sering keliru dalam operasi baik penjumlahan, pengurangan, perkalian ataupun pembagian.
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis HOTS untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Rivqy Ramadhani Putra Dipha; Sutirna; Adi Ihsan Imami
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.3447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matematika berbasis HOTS berupa modul untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan bahan ajar berdasarkan delapan langkah pengembangan bahan ajar menurut Kosasih yang terdiri dari analisis kebutuhan kelompok sasaran, perumusan kompetensi dasar dan telaah kurikulum, merumuskan sistematika bahan ajar, pengumpulan sumber, pengembangan bahan ajar, validasi ahli, uji coba terbatas, dan revisi. Penelitian dilakukan kepada siswa SMA kelas X di SMA Negeri 3 Karawang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, angket validasi dan respons siswa, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan pengembangan bahan ajar yang dilakukan, diperoleh modul matematika trigonometri berbasis HOTS yang valid dan praktis. Hasil dari validasi ahli materi dan pembelajaran, modul yang dikembangkan mendapatkan nilai rata-rata sebesar 87,76% dengan kriteria “Baik sekali” dan validasi ahli media mendapatkan nilai rata-rata sebesar 86,6% dengan kriteria “Baik Sekali”. Hasil uji coba respons siswa untuk mengetahui kepraktisan modul juga mendapatkan kriteria “Baik Sekali” dengan nilai rata-rata 87%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa luaran dalam penelitian ini yaitu modul matematika trigonometri berbasis HOTS untuk kelas X memiliki kriteria valid dan praktis.
Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika Syaifudin Hamdi Ubaidillah; Adi Ihsan Imami
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.6069

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar terhadap kemandirian belajar siswa pada pembelajaran matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X disalah satu SMA Karawang. Tahun Pelajaran 2022/2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kuantitatif. Pemilihan sampel dengan cara purpossive sampling, diperoleh siswa X sebanyak 33 siswa dan penuh pertimbangan. Pengambilan data diperoleh dengan metode non tes berupa angket berjumlah 31 pernyataan yang mencakup lima indikator kemandirian belajar dan lima indikator fasilitas belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Dari hasil data penelitian bahwa Fasilitas Belajar terhadap Kemandirian Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika terdapat pengaruh. Diperoleh sebesar signifikansi 0,007 dari uji hipotesis menggunakan analisis data regresi linear sederhana, artinya fasilitas belajar terhadap kemandirian belajar siswa pada pembelajaran matematika terdapat pengaruh. Hal ini dapat disimpulkan bahwa jika Fasilitas Belajar baik dan terpenuhi, maka Kemandirian Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika semakin baik.
Analisis Kemampuan Berpikir Geometri Siswa SMP Berdasarkan Teori Van Hiele dalam Materi Teorema Pythagoras Arnita, Eka Ayu Putri; Zulkarnaen, Rafiq; Imami, Adi Ihsan
Didactical Mathematics Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v6i2.10485

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji kemampuan berpikir geometri siswa SMP berdasarkan teori Van Hiele dalam materi Teorema Pythagoras. Kemampuan berpikir geometri merupakan kemampuan yang sangat penting, namun faktanya siswa masih dalam tingkatan level kemampuan berpikir geometri yang rendah. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi hermeuneutik digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji kemampuan berpikir geometri siswa. Subjek yang digunakan sebanyak satu kelas VIII di salah satu SMP swasta di Karawang yang kemudian diseleksi kembali dan diambil empat siswa untuk dilakukan wawancara. Instrumen tes dan nontes digunakan dalam penelitian ini, instrumen tes dengan mencakup tingkatan level berpikir geometri Van Hiele yaitu: visualisasi (level 0), analisis (level 1), deduksi informal (level 2), deduksi (level 3), dan rigor (level 4) serta nontes yaitu wawancara tidak terstruktur dianalisis menggunakan metode Interpretative Phenomenologi Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas siswa hanya mampu mencapai tingkat visualisasi (level 0) dengan baik yaitu 74% dan analisis (level 1) sebesar 55%. Penelitian ini menegaskan bahwa faktor siswa belum dapat mencapai tingkatan deduksi informal (level 2) sampai dengan rigor (level 4) karena ketidaktelitian dan kurangnya pemahaman konsep. Oleh sebab itu perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan variasi soal untuk meningkatkan kemampuan berpikir geometri siswa, khususnya dalam konteks penerapan teorema Pythagoras.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Materi Relasi dan Fungsi Idris Ibrahim, Mohammad Azka; Imami, Adi Ihsan
Didactical Mathematics Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v7i1.11584

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah keterampilan kognitif yang penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan akademis dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII pada materi relasi dan fungsi di MTs Miftahul Huda. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan 23 siswa yang dikelompokkan berdasarkan kemampuan rendah, sedang, dan tinggi. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah serta wawancara mendalam yang kemudian diolah mengggunakan teknik anaisis yang mengacu pada model analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebesar 46,78, yang masuk dalam kategori cukup baik. Sebanyak 26,08% siswa berada dalam kategori rendah, 58,70% dalam kategori sedang, dan 15,22% dalam kategori tinggi. Siswa dengan kemampuan rendah cenderung mengalami kesulitan dalam memahami masalah dan menerapkan langkah-langkah penyelesaian. Siswa dengan kemampuan sedang umumnya mampu memahami masalah tetapi melakukan kesalahan dalam proses perhitungan. Siswa dalam kategori tinggi mampu menyelesaikan masalah dengan baik, namun kurang terbiasa untuk memeriksa kembali hasil pekerjaan mereka.
Studi Kasus Kemampuan Abstraksi Matematis Siswa Kelas XI Pada Materi Fungsi Aziza, Asya Khaula; Imami, Adi Ihsan
Didactical Mathematics Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v7i1.11917

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan abstraksi matematis siswa pada materi fungsi. Studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan kasus tunggal dan analisis ganda untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kemampuan abstraksi matematis siswa rendah. Kasus dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan abstraksi siswa pada materi fungsi. 15 siswa di kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Karawang menjadi subjek penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes terdiri dari lima soal dan instrumen non-tes berupa wawancara sederhana yang akan diberikan kepada subjek penelitian terpilih. Soal-soal ini mencakup indikator kemampuan abstraksi matematis. Subjek penelitian diberi lima soal uraian dinilai dan dikaji untuk mengevaluasi tingkat abstraksi siswa. Untuk mengumpulkan informasi tentang tingkat abstraksi siswa, wawancara tidak terstruktur digunakan sebagai komponen integral dari proses pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara siswa melihat materi matematika yang sulit, membayangkan, memanipulasi objek, dan menghubungkan konsep ke dalam fungsi adalah faktor yang memengaruhi tingkat abstraksi mereka. Sehingga kemampuan abstraksi matematis siswa pada materi fungsi masih tergolong rendah. Selain itu, diperoleh bahwa rendahnya kemampuan abstraksi matematis siswa tergolong rendah disebabkan adanya kesulitan belajar yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal di 3 indikator kemampuan abstraksi matematis.
Co-Authors Aat Juatiningsih lestari Utami Adirakasiwi, Alpha Galih Aditya, Muhammad Surya Afrina Zikria Agis Yusup Safari Agung Prasetyo Abadi Agustiana, Eka Agustina Sulistia Ningsih Alpha Galih Adirakasiwi Alpha Galih Adirakasiwi Amalia Angguni, Aufa Azzahra Anis Sulistyowati Annisa Uswatun Hasanah Apriliantin Fitri Pratiwi Ardiyanti, Yusi Arnita, Eka Ayu Putri Asih Asih ASIH ASIH Attin Warmi Attin Warmi ATTIN WARMI Aulia, Intan Aziza, Asya Khaula Azka Khairun Nisa Subandi CICI FEBRIANTI Dewi Anjani Dian Pebriana Dori Lukman Hakim Dyah Haerunnisa Ela Nurlaela Elisahaya Elisahaya fahrurozie augustian Fauziah Apriyani Febriyanti, Fitria Firmansyah , Dani Fitriana Listanti Gita Meidina Khoerunnisa Gita Permanasari hanifah hanifah Hanifah Nurus Sopiany Harti, Siti Astria Hendra Kartika, Hendra Idris Ibrahim, Mohammad Azka Indra Budiman Intan komalasari Intan Nuraini Irrene Inayati Akbar Hajj Jovita Gabriella Juliyantini Rahayu Kartika , Hendra Karunia Eka Lestari Lamberg, Teruni Lessa Roesdiana LISNA AGUSTINA Masfufah, Zahroh Aulia'ul Maulidya Rahmah Yunita Mila Kamilah Mokhammad Ridwan Yudhanegara Muhammad Fauzan Darus Muhammad Surya Aditya NUR SITI KOMARIAH Nurdin, Ashilah Sakinah Nurul Fatimah Nurul Wafa Pebriana, Dian Putri Agustina Putri, Vella Amalia Rafiq Zulkarnaen Ratna Wulansari Reika Destriana Reika Faladilla Wahyudin Rikayanti, Rikayanti Rina Marlina Rivqy Ramadhani Putra Dipha Roesdiana, Lessa Siti Astria Harti Sutirna Syaifudin Hamdi Ubaidillah Widiastuti, Sinta Witri Mulyanti Witri Yeni Nuraeni Zahwa Khafidhatul Khusna