Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DAN POLA MAKAN TERHADAP STATUS GIZI PADA REMAJA Mellenia Dwiari Andya; Sopiyandi Sopiyandi; Didik Hariyadi; dahliansyah dahliansyah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.564 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1092

Abstract

Remaja adalah orang muda yang berusia antara 10-19 tahun. Masa remaja merupakan masa peralihan yang mulai berpikir kritis, namun masih dipengaruhi oleh kondisi emosi yang masih labil. Remaja mulai mencari perhatian dalam lingkungannya sebagai upaya mendapatkan status dan peranan. Masalah gizi pada remaja muncul dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Salah satu faktor determinan status gizi adalah faktor kebiasaan makan pada diri seseorang dan lingkungan sekitarnya.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji beberapa hasil penelitian dan jurnal-jurnal dengan tema hubungan aktivitas fisik dan pola makan terhadap status gizi pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode literature review yang menekan pada ulasan rangkuman dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka. Penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan aktivitas fisik dan pola makan terhadap status gizi pada remaja. Remaja diharapkan lebih memperhatikan lagi pola makan dan aktifitas fisik supaya tidak mempengaruhi status gizi.
HUBUNGAN KETERSEDIAAN BAHAN PANGAN, PRAKTIK PEMBERIAN MAKANAN, HYGIENE SANITASI LINGKUNGAN DAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP STUNTING Didik Hariyadi; Martinus Ginting; Rezza Dewintha; Dahliansyah Dahliansyah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.615 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1144

Abstract

Sambas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat memiliki berbagai masalah kesehatan, salah satunya terjadinya stunting pada balita. Penyebab stunting menurut hasil evaluasi program Kemeterian Kesehatan adalah praktek pengasuhan yang kurang baik, masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan) Post Natal Care dan pembelajaran dini yang berkualitas, masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi, dan kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi. Tujuan penelitian mengetahui hubungan ketersediaan bahan pangan, praktik pemberian makanan, hygiene sanitasi lingkungan dan asi eksklusif terhadap kejadian stunting di wilayah perbatasan dan kepulauan kabupaten sambas. Metode penelitian studi case control, populasi adalah balita usia 24-59 bulan dan sampel sebanyak 200 orang. Lokasi penelitian di kabupaten Sambas. Hasil penelitian tidak ada hubungan yang bermakna (p≥0,05) antara IMD dengan kejadian stunting di wilayah dataran tinggi, sedangkan wilayah pesisir terdapat hubungan yang bermakna (p≤0,05). tidak ada hubungan yang bermakna (p≥0,05) antara praktik pemberian ASI dengan kejadian stunting baik di wilayah dataran tinggi maupun di wilayah  pesisir. tidak ada hubungan yang bermakna (p≥0,05) antara praktik pemberian makan dengan kejadian stunting baik di wilayah dataran tinggi maupun di wilayah  pesisir. Kesimpulan Tidak ada hubungan antara IMD, ASI ekskluif dan Praktik Pemberian makanan dengan kejadian stunting baik di wilayah dataran tinggi maupun di wilayah  pesisir.
Pengaruh Adsorben Arang Aktif Tempurung Kelapa Terhadap Kualitas Minyak Goreng Bekas Berdasarkan Uji Kadar Air Dan Indeks Bias Cahaya Rabiatul Khairunnisa; Ikawati Sulistyaningsih; Didik Hariyadi
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.894 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v4i2.906

Abstract

Salah satu pemanfaatan limbah tempurung kelapa dengan menjadikan tempurung kelapa sebagai adsorben arang aktif. Arang aktif merupakan arang yang telah mengalami proses dengan pemanasan tinggi atau dengan direaksikan menggunakan bahan-bahan kimia, sehingga pori-pori yang dimiliki menjadi terbuka dan mampu menjadi adsorben atau zat penyerap pada permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh adsorben arang aktif tempurung kelapa terhadap kualitas minyak goreng bekas berdasarkan uji kadar air dan indeks bias cahaya. Penelitian ini menggunakan Pre-Post Test design. Sampel adalah tempurung kelapa yang didapatkan dari penjual kelapa dan minyak goreng kemasan tropical yang dibagi menjadi 3 kategori, yang pertama minyak yang tidak mengalami proses pemanasan, ke 2 minyak B dengan 1 kali penggorengan dan minyak C dengan 3 kali penggorengan. Hasil penelitian terdapat perubahan kadar air pada minyak setelah diberi arang aktif tempurung kelapa minyak B 0,1% sudah sesuai dengan standar SNI sedangkan untuk minyak C 0,5% belum memenuhi standar SNI. Untuk rata-rata indeks bias setelah minyak diberikan arang aktif mendekati garis normal dan nilai indeks bias masih dibawah standar SNI. Terdapat pengaruh arang aktif terhadap kualitas minyak goreng bekas dengan adanya perubahan kadar air dan indeks bias cahaya pada minyak
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT (D/S) DI POSYANDU DESA BAYA BETUNG WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDAN KECAMATAN SUNGAI TEBELIAN KABUPATEN SINTANG Ellys Nurmaida Silalahi; Didik Hariyadi
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.62 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v1i1.280

Abstract

Posyandu is one of the Efforts the health community’s Power Stems (UKBM) which is managed and organized from, by, for and with communities in implementing health development. UKBM can empower communities and provide convenience to the public in obtaining basic health services to accelerate the decline in the death rate of mothers and babies. This research aims to know the mother’s knowledge, the relationship with the level of participation of the community in the village of Posyandu Baya Betung working area Pandan River Subdistrict health centers Tebelian Regency Sintang. This type of research is observational design with Cross Sectional (Pieces of latitude). The research was carried out in the village of Baya Betung working area Pandan Tebelian River Subdistrict health centers on December 29, s/d January 3, 2015. The respondents in this study were the mother of a toddler. How to use data collection interviews using questionnaire instruments. The results showed no relationship between mother’s knowledge (p = 0.05) with the level of participation of the community in the village of Baya Betung working area Pandan River Subdistrict health centers Tebelian Regency Sintang. It is recommended to provide guidance about the benefits to mother and toddler posyandu layout posyandu is close to the community.
Daya Terima Sari Kacang Hijau (Phaseolus Radiatus L) Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Keju Indah Pravitasari; Didik Hariyadi; Mulyanita Mulyanita
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.932 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v3i2.696

Abstract

Keju merupakan makanan yang dihasilkan melalui proses koagulasi dengan bantuan bakteri ataupun enzim. Mahalnya bakteri dan enzim sebagai koagulan dapat digantikan dengan penggunaan sari jeruk lemon yang mengandung pektin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima keju terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur keju subtitusi sari kacang hijau dan sari jeruk lemon sebagai koagulasi dengan konsentrasi yang berbeda.Jenis penelitian ini adalah eksperimen yaitu pembuatan keju subtitusi sari kacang hijau  untuk mengetahui daya terima panelis dengan uji friedman. Hasil penelitian uji organoleptik keju dengan subtitusi sari kacang hijau menyatakan bahwa ada pengaruh terhadap warna, rasa, aroma. Dari hasil penelitian uji organoleptik diketahui bahwa produk terpilih adalah keju subtitusi sari kacang hijau formulasi 37,5 % : 45 %. Dalam pembuatan keju subtitusi kacang hijau perlu penurunan komposisi dari sari lemon agar rasa tidak terlalu asam, serta perlu adanya peningkatan subtitusi sari kacang hijau agar kadar protein dapat tercapai dan perlu adanya pengujian zat gizi melalui uji laboratorium.
Asupan Suplemen Bukan Determinan Kejadian Stunting Anak balita (1-3 Tahun) Didik Hariyadi
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.304 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.64

Abstract

Abstract: Supplement Intake Not Determinants Stunting Events Children (1-3 Years). This study aims relationship supplement intake with the incidence of stunting among Children aged 1-3 years who live in urban areas Kubu Raya. An observational study with the cross-sectional design. The research was conducted in Kubu Raya in August to November 2014. Measurement of nutritional status using indicators PB/U. Supplement intake asked to interview. Statistical analysis was performed using Chi-square test.The results showed the percentage of stunting in Children aged 1-3 years in the amount of 39.51%.The most consumed form of supplements which are of the type syrup as much as 34.6% of 82.7% respondents toddler supplements. No significant relationship exists between supplement intake with the incidence of stunting in Children aged 1-3 years in the urban area of Kubu Raya.Abstrak: Asupan Suplemen Bukan Determinan Kejadian Stunting Anak balita (1-3 Tahun). Penelitian ini bertujuan hubungan asupan suplemen dengan kejadian stunting pada anak balita usia 1-3 tahun yang tinggal di daerah urbanKubu Raya. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya pada bulan Agustus sampai November 2014. Pengukuran status gizi menggunakan indikator PB/U. Asupan suplemen ditanyakan dengan wawancara. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Chi square.Hasil penelitian menunjukan persentase kejadian stunting pada balita umur 1-3 tahun yaitu sebesar 39,51%. Sebanyak 82.7% balita responden mengonsumsi suplemen, dengan bentuk suplemen yang terbanyak dikonsumsi adalah dari jenis sirup sebanyak 34.6%.Tidak ada hubungan yang bemakna antara asupan suplemen dengan kejadian stunting pada balita umur 1-3 tahun di daerah urban Kubu Raya.
Pengaruh Vitamin C terhadap Peningkatan Hemoglobin pada Wanita Hamil Di Kecamatan Pontianak Timur Didik Hariyadi; Syarifah Farida; Marlenywati Marlenywati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 5 (2015): September 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.815 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i5.30

Abstract

Abstract: The Effects Vitamin C Toward The Increase Of Hemoglobin Levels In Pregnant Women In Kecamatan Pontianak Timur. This study aimed to determine the effects of blood booster administration, additional vitamin C and the increase of hemoglobin levels in pregnant women in Kecamatan Pontianak Timur. Non-equivalent control group design was carried in this study. As many as 36 respondents were selected and divided into 2 groups; intervention and control. The result indicated that there was a significant increase of the beginning and the end of the test (1.09 gr/dl). On the other hand, the average hemoglobin levels of the control group at the beginning of the test was 10.17 gr/dl. It was lower than the end of the test (10.79 gr/dl). The result pointed that there was a significant increase of the beginning and the end of the hemoglobin test (0.63 gr/dl). Research showed that the blood booster tablets and additional vitamin C contribute significant result in increasing hemoglobin levels in pregnant women than blood booster administration only.Abstrak : Pengaruh Vitamin C terhadap Peningkatan Hemoglobin pada Wanita Hamil Di Kecamatan Pontianak Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh tablet penambah darah, tambahan vitamin C dan peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Kecamatan Pontianak Timur. Penelitian ini menggunakan desain Case control non-ekuivalen. Sampel sebanyak 36 responden dipilih dan dibagi menjadi 2 kelompok; intervensi dan kontrol. Hasil penelitian didapatkan ada peningkatan yang signifikan dari awal dan akhir tes (1,09 gr / dl). Di sisi lain, tingkat hemoglobin rata-rata kelompok kontrol pada awal tes adalah 10,17 gr / dl, lebih rendah dari akhir uji (10,79 gr / dl). Hasilnya menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dari awal dan akhir uji hemoglobin (0.63 gr / dl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet penambah darah dan tambahan vitamin C menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada wanita hamil yang mengonsumsi tablet penambah darah.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian BBLR RSUD Dr. Soedarso Pontianak Marlenywati Marlenywati; Didik Hariyadi; Fitri Ichtiyati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 5 (2015): September 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.811 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i5.31

Abstract

Abstract: Hb Levels As The Dominant Factor Of Low Birth Weight Baby At dr. Soedarso General Hospital Of Pontianak. This study was aimed at figuring out the factors affecting Low Birth Weight Babies (LBW) incidence at dr. Soedarso general hospital of Pontianak. An observational method with secondary data and a cross-sectional approach were carried out in this study. The samples were 150 mothers who gave birth to dr. Soedarso general hospital of Pontianak. The statistical test used was logistic regression method with the validity level of 95%. The study revealed that there were correlation of hemoglobin level (p= 0,000; OR= 39,727), age (p= 0,000; OR= 5,333), parity (p= 0,0002; OR 8,067), pregnancy spacing (p= 0,032; OR= 3,036), weight gain (p= 0,000; OR= 16,724), antenatal care(p= 0,014; OR= 3,345) , and low birth weight babies. The dominant factor was hemoglobin (p= 0,000; exp (B) 19,924).Abstrak: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian BBLR RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR di RSUD Dr.Soedarso Pontianak. Jenis penelitian ini adalah observasional menggunakan data sekunder dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel yaitu 150 ibu bersalin yang melahirkan di RSUD Dr.Soedarso Pontianak. Uji statitistik menggunakan metode regresi logistik ganda dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini didapat bahwa ada hubungan antara kadar hemoglobin (p= 0,000; OR= 39,727), usia (p=0,000; OR= 5,333), paritas (p= 0,0002; OR 8,067), jarak kehamilan (p= 0,032; OR= 3,036), kenaikan berat badan (p= 0,000; OR= 16,724), dan antenatal care (p= 0,014; OR= 3,345) dengan kejadian BBLR. Faktor yang paling dominan adalah kadar hemoglobin (p= 0,000; exp (B) 19,924).
ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI REMAJA DI SMA NEGERI 5 PONTIANAK Yustita Pira, Yustita Pira; Nopriantini, Nopriantini; Didik Hariyadi, Didik Hariyadi
Jurnal GIZIDO Vol 16 No 2 (2024): JURNAL GIZIDO EDISI NOVEMBER 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/gizi.v16i2.2353

Abstract

Research objectives: This study aims to determine the description of macronutrient intake and nutritional status of adolescents at SMA Negeri 5 Pontianak. Method: This research method is descriptive, namely a research subject where observations and measurements are carried out at the same time. Population: The population of this study were class X students at SMA Negeri 5 Pontianak with a total population of 150 people. Sample: There were 60 research samples obtained. Instrument: Research instruments using informed consent sheets, digital stepping scales, microtoises, food recall forms, and food models. Results: Research conducted on class 26 people (43%) had less protein and less than 35 people (58.3%). Conclusion: It can be concluded that the majority of teenagers in the good nutritional status category are 66.6%, 16.6% are undernourished, 13.4% are overnourished and 3.4% are obese. In the category of 63.4% less carbohydrate intake, 43% less protein intake and 58.3% less fat intake.
Nutrition Education Through Storytelling Methods To Increase Consumption of Vegetables and Fruits For Elemntary School Children Desi; Didik Hariyadi
Jurnal teknologi Kesehatan Borneo Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kesehatan Borneo
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jtkb.v1i1.12

Abstract

Sufficient consumption of vegetables and fruits is one balanced nutritional indicator. Indonesian people (60.44%) consume fewer vegetables and fruits. The fiber content in vegetables and fruit is very useful for the body. Nutrition education in early childhood aims to shape nutritional behavior to be better. Efforts to improve nutrition knowledge can be done with appropriate, interesting, and easily understood media for children including storytelling methods. Therefore, it is necessary to research nutrition education through a storytelling method to increase the consumption of vegetables and fruits for elementary school children. This study aims to determine the effect of nutrition education through storytelling methods to increase the consumption of vegetables and fruits for elementary school children. This research is a pre-experiment. one group pre-post test. Data analysis in this study using the Paired Sample T-test. The subjects of this study were the elementary school children of 21 North Pontianak totaling 35 samples. The technique of collecting questionnaire data was chosen by direct interview, to see the difference in the consumption of vegetables and fruits. Based on the results of statistical tests of fruit intake scores before and after the intervention of 35 respondents obtained p-value 0,000 <0,05 this indicates that there is a significant difference between the fruit intake score before and after. The statistical test results of vegetable intake scores before and after the intervention were obtained p-value 0,000 <0,05, indicating that there were significant differences in vegetable intake scores in school children.