Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

GAMBARAN STATUS SOSIAL EKONOMI PADA ANAK STUNTING USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUKESMASSUNGAI RAYA DALAM KABUPATEN KUBU RAYA Amelia, Tia; Didik Hariyadi; Mulyanita
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1103

Abstract

Background: Based on data from the Indonesia Nutrition Status Survey (SSGI) released by the Ministry of Health, in 2022, the prevalence of stunting in Indonesia decreased by 2.8 percentage points compared to 2021 from 24.4% to 21.6%. Currently, the prevalence of stunting in West Kalimantan reaches 17.8% according to SKI 2023. Objectives: To find out the overview of the socioeconomic status of parents in stunted children aged 24-59 months in the working area of the Sungai Raya Health Center in Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. Method: This type of research is descriptive research where the number of samples obtained is 39 toddlers, then the data analysis used is by using univariate analysis, namely frequency distribution Result: Mother's knowledge of nutrition is 100%, Junior high school graduates' education is 59.0%, High school graduates' education is 51.3%, Farmers' parents' employment is 38.5% and housewives 94 %, The income level of stunted toddlers is relatively low with a percentage of 64% and the nutritional status of TB/U children (stunting) is the percentage of children with short status Conclusion: The Mother's knowledge of nutrition is excellent, Father's education level is mostly junior high school graduate while for the type of education mother are mostly high school graduates, Father's type of work is mostly working as farmers with While for mothers' jobs most of them are housewives, The majority of family income levels are relatively low and the nutritional status of children with TB/U (stunting) is the percentage of children with short nutritional status
Analisis Daya Terima Dan Proksimat Mie Instan Tepung Tulang Ikan Tenggiri (Scomberomorus Lineeolatus) Dengan Penambahan Labu Kuning (Cucurbita Moschata Syahwa, Dinda Putri; Nopriantini, Nopriantini; Agusanty, Shelly Festilia; Purba, Jonni Syah R; Hariyadi, Didik
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.2075

Abstract

Mie merupakan salah satu jenis makanan yang berbahan dasar tepung terigu dan telah dikenal berbagai kalangan masyarakat. Mie instan sangat diminati oleh masyarakat, Untuk meningkatkan nilai gizi pada mie instan maka diperlukannya bahan alternatif dalam pengolahan mie seperti tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning. Tujuan penelitian: mengetahui daya terima mie terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur mie instan tepung tulang ikan tenggiri dengan penambahan labu kuning dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian: penelitian ini mengunakan desain penelitian eksperimen yaitu pembuatan mie instan tepun tulang ikan untuk mengetahui daya terima panelis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian: dari hasil uji organoleptik menyatakan ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur mie instan. produk mie instan yang paling diterima baik dari warna, aroma, rasa dan tekstur terdapat pada perlakuan F1 (5 : 15) dengan hasil uji proksimat kadar protein (9,65%), kadar lemak (21,13%), karbohidrat (57,05%), kadar air (6,71%), kadar abu (3,38%), kalsium (6,45%). Kesimpulan: formulasi mie yang paling diterima adalah F1, ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur pada mie instan.
MODEL PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENGENDALIAN STUNTING PADA ANAK USIA 0-24 BULAN MELALUI PELATIHAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI : POSYANDU CADRE EMPOWERMENT MODEL TO CONTROL STUNTING IN CHILDREN AGED 0-24 MONTHS THROUGH ANTHROPOMETRIC MEASUREMENT TRAINING Desi; Ayu Rafiony; Didik Hariyadi; Nopriantini; petrika, yanuarti; Kristiana Yulianingsih
GEMA KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v15i2.426

Abstract

Kekerdilan (stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita (Bawah Lima Tahun), sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak 1000 HPK. Pemberdayaan kader adalah strategi yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan serta mewujudkan kemandirian kader dalam melakukan peran dan fungsinya dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader posyandu dalam mendeteksi stunting bagi balita usia 0-24 bulan di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan one grup pre-test dan post-test. Sebelum perlakuan diberikan diberikan pre-test dan di akhir diberi post-test, jumlah sampel sebanyak 35 orang. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan lembar obsevasi. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pemberdayaan kader posyandu melalui pendampingan ibu hamil terhadap keterampilan kader dalam pengendalian stunting bagi balita usia 0-24 bulan dengan nilai signifikan (p=<0,001).  Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengetahuan kader tentang stunting sebelum dan sesudah pendampingan, dengan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 72,0 menjadi 93,31. Keterampilan menentukan status gizi ibu hamil melalui pengukuran LILA juga meningkat signifikan (7,71 menjadi 19,43). Kader cukup baik dalam menentukan status anemia berdasarkan nilai HB ibu hamil setelah pelatihan (mean 9,71 menjadi 15). Pelatihan pengukuran penjang badan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan kader dalam mengukur balita (p<0,001), dengan peningkatan kemampuan mendeteksi stunting dari 0% menjadi 100%. Kata kunci: Balita, Model Pemberdayaan, Stunting   Stunting in children reflects the failure to thrive in children under five. So, the child becomes too short for his age. This is due to chronic malnutrition that occurs at 1000 HPK. Empowerment of cadres is a strategy used to increase the ability and realize the independence of cadres in carrying out their roles and functions in the development of public health. This study aims to determine the effect of empowering posyandu cadres in detecting stunting for toddlers aged 0-24 months in Desa Kapur, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. The research design used was experimental research using a one-group pre-test and post-test approach. Before the treatment, a pretest was given, and a posttest was presented at the end. The number of samples was as many as 35 people. Data were taken using questionnaires and observation sheets. The results of this study indicate that there is an effect of training in measuring body length using a lengthboard on the skills of cadres in taking measurements for toddlers aged 0-24 months with a significant value (p = <0.001). The research results indicate a difference in cadre knowledge about stunting before and after mentoring, with an average knowledge increase from 72.0 to 93.31. Skills in determining the nutritional status of pregnant women through LILA measurement also significantly improved (7.71 to 19.43). Cadres are proficient in determining anemia status based on pregnant women's HB values after training (mean 9.71 to 15). Activity measuring body length significantly influences cadre skills in measuring infants (p<0.001), with an increased ability to detect stunting from 0% to 100%. Keywords: Empowerment Model, Stunting, Toddler
Pengaruh Pemberian Sari Kurma (Phoenix Dactylifera) dan Ekstrak Belimbing Wuluh (Averhoa Blimbi L.) Terhadap Kadar Hemoglobin Darah (HB) Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya: The Effect of Administration of Date Juice (Phoenix dactylifera) and Belimbing Wuluh Extract (Averhoa Blimbi L.) on Blood Hemoglobin (HB) in Pregnant Women in the Working Area of the Puskesmas Rasau Jaya Dahliansyah, Dahliansyah; Ginting, Martinus; Hariyadi, Didik
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i3.6522

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan serius yang memerlukan perhatian khusus karena dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu serta dapat mempengaruhi pregnancy outcome. Penyebab utama anemia yaitu kekurangan zat besi yang disertai dengan zat gizi lainnya seperti asam folat, vitamin B12 dan vitamin A. Masalah anemia di indonesia tahun 2013 sebesar 37,1%, dan meningkat menjadi 48,9% tahun 2018. Upaya yang diberikan sudah banyak, salah satunya dengan suplementasi tablet besi (Fe) kepada ibu hamil sebanyak 90 tablet selama kehamila. Namun angka anemia masih tetap tinggi, sehingga perlu diberikan alternatif dalam pencegahannya, salah satunya dengan memberikan sari kurma dan ekstrak belimbing wuluh yang akan dibuat menjadi formula, diberikan kepada ibu hamil untuk dikonsumsi. Kurma (Phoenix Dactylifera), memliki kelebihan mengandung karbohidrat tinggi dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Sedangkan belimbing wuluh (Averhoa Blimbi L), yang dilengkapi dengan Vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, kalsium dan kalium dapat dikombinasikan dengan sari kurma, untuk memepercepat penyerapan zat besi. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pemberian Sari Kurma dan Ekstrak Belimbing Wuluh Terhadap Kadar Hemoglobin Darah (Hb) dan Kalium Ibu Hamil di wilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya. Jenis Penelitian ini adalah Quasi-Eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil yang berada di wilayah Puskesmas rasau Jaya. Sedangkan sampel dalam penelitia ini adalah ibu hamil terpilih, dihitung menggunakan rumus Lameshow didapat sebanyak 30 sampel. Analisis statistik yang akan dilakukan meliputi analisis univariabel, bivariabel dengan paired t tes. Hasil penelitian didapat diperoleh peningkatan sebesar 0,39 dengan nilai p-value sebesar 0,000. Rata-rata nilai kadar hemoglobin darah pada sampel mengalami peningkatan sesudah diberikan sari kurma dan ekstrak belimbing wuluh. Kesimpulan. Ada pengaruh peningkatan kadar hemoglobin darah ibu hamil dengan pemberian sari kurma dan ekstrak belimbing wuluh.
KAJIAN LITERATUR PENGARUH MEDIA BOOKLET DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN PADA PENDERITA HIPERTENSI Dwi Susanto, Indra; Shelly Festilia Agusanti; hariyadi, Didik
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1084

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia diprediksi akan terus meningkat. Data hasil Riskesdas menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi meningkat dari tahun ke tahun, yakni 25,8% di tahun 2007, 31,7% di tahun 2013, dan 34,1% di tahun 2018. Dampak yang ditimbulkan pada penderita hipertensi adalah komplikasi serangan jantung dan stroke. Pendekatan edukasi merupakan salah satu cara terbaik untuk memberikan informasi dan mengembangkan kemampuan membuat keputusan. Salah satu media edukasi berupa media cetak adalah booklet dan leaflet. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji literatur tentang pengaruh booklet dan leaflet terhadap pengetahuan pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review, dengan total sebanyak 11 jurnal dari dalam negeri yang didapat dari tahun 2010-2020, dan strategi yang digunakan untuk mencari jurnal menggunakan PICO framework. Hasil yang didapat menyimpulkan bahwa media booklet dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan pada penderita hipertensi, dibuktikan dengan peningkatan persentase selisih mean pada hasil pre test dan post test pada media booklet sebesar 28,00%, dan pada media leaflet sebesar 28,98%
PEMBUATAN MIE KERING BEBAS GLUTEN MENGGUNAKAN TEPUNG UBI JALAR KUNING (Iphomea batatas L.)DENGAN PENAMBAHAN  TEPUNG KACANG HIJAU SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF PENDERITA AUTIS Karsika, Christina Tila; Hariyadi, Didik; Ginting, Martinus; Putri, Annisa Pradani
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1092

Abstract

Latar Belakang : Pada anak autisme terdapat beberapa jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi, hal ini disebabkan karena adanya gangguan pada sistem pencernaan anak, seperti intoleransi gluten, intoleransi casein dan sebagainya. Pangan lokal yang berpotensi digunakan sebagai bahan pengganti tepung terigu dan dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan mie kering adalah ubi jalar kuning. Dalam penelitian ini peneliti menambahkan tepung kacang hijau dalam pembuatan mie kering untuk menambah kandungan protein pada produk mie kering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung ubi jalar kuning terhadap  daya terima mie kering dengan uji friedman dan uji kadar air. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Produk makanan mie kering bebas gluten yang dibuat dari tepung ubi  jalar  kuning sebesar  70%, 60% dan 50% dengan penambahan tepung kacang hijau sebesar 30%, 40% dan   50% dan 15 gram tepung rumput laut  di setiap perlakuannya. Hasil dari penelitian ini ada pengaruh perlakuan formulasi mie kering ubi jalar kuning (Iphomea batatas L.) dengan penambahan tepung kacang hijau terhadap tekstur menunjukan hasil T hitung > dari f tabel (15,01 > 3,19) jadi dapat disimpulkan bahwa  ada pengaruh daya terima tekstur mie kering ubi jalar kuning (iphomea batatas l.) dengan penambahan tepung kacang hijau. Tidak ada pengaruh perlakuan formulasi mie kering ubi jalar kuning (Iphomea batatas L.)
ANALISIS DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN ZAT GIZI NUGGET HATI AYAM DENGAN PENAMBAHAN BAYAM HIJAU (Amaranthus spp) Fadilah Fitriana; Didik Hariyadi; Shelly Festilia Agusanty
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v9i1.1612

Abstract

Latar Belakang : Nugget merupakan olahan pangan praktis yang diminati banyak kalangan, karena rasanya enak dan bentuknya menarik. Nugget terbuat dari daging giling berbumbu yang dibentuk, dimasak, dibekukan, dan dilapisi tepung roti, dan digoreng, sehingga lebih praktis sebagai lauk dan cemilan sehari-hari. Untuk meningkatkan nilai gizi, nuget dapat ditambahkan hati ayam dan bayam hijau. Hati ayam kaya akan vitamin A, B kompleks, B12, serta zat besi 15,8 mg/100 gram yang mencegah anemia. Bayam mengandung zat besi, vitamin C, dan serat tinggi yang juga mencegah anemia Nugget hati ayam dengan penambahan bayam dapat direkomendasikan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui “Analisis Daya Terima Dan Kandungan Zat Gizi Nugget Hati Ayam  Dengan Penambahan Bayam Hijau (Amaranthus Spp)”.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen dengan menggunakan uji friedman  yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu F1(75g : 40g), F2 (85g : 30g ), F3 ( 95g : 20g). Uji yang dilakukan ada dua tahap yaitu uji organoleptik untuk melihat tingkat kesukaan sebanyak 25 panelis terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur pada nugget hati ayam  dan  uji analisis zat gizi uji protein dengan metode kjeldahl , uji kadar Fe metode spektofometri Serapan Atom (ASS) dan uji  kadar air dengan metode thermogravometric (pengeringan) .Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa nugget yang diuji daya terima dari warna, aroma, rasa dan tekstur pada perlakuan F3 ( 95g : 20g). Nugget pada perlakuan terbaik memiliki kadar protein ( 9,02 %), Fe (6,10 mg/kg), kadar air ( 54,87%).Kesimpulan : Secara keseluruhan formulasi nugget hati ayam dengan penambahan bayam hijau yang paling diterima secara keseluruhan yaitu F3. Adanya pengaruh aroma, warna, rasa, tekstur terhadap daya terima nugget hati ayam dengan penambahan bayam hijau. Kata Kunci : Nugget, Hati Ayam, Bayam Hijau.  Keterangan : 1) Peneliti Utama, 2) Pembimbing Utama, 3) Pembimbing Pendamping
Nutrition Education Through Storytelling Methods To Increase Consumption of Vegetables and Fruits For Elemntary School Children Desi; Didik Hariyadi
Jurnal teknologi Kesehatan Borneo Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kesehatan Borneo
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jtkb.v1i1.12

Abstract

Sufficient consumption of vegetables and fruits is one balanced nutritional indicator. Indonesian people (60.44%) consume fewer vegetables and fruits. The fiber content in vegetables and fruit is very useful for the body. Nutrition education in early childhood aims to shape nutritional behavior to be better. Efforts to improve nutrition knowledge can be done with appropriate, interesting, and easily understood media for children including storytelling methods. Therefore, it is necessary to research nutrition education through a storytelling method to increase the consumption of vegetables and fruits for elementary school children. This study aims to determine the effect of nutrition education through storytelling methods to increase the consumption of vegetables and fruits for elementary school children. This research is a pre-experiment. one group pre-post test. Data analysis in this study using the Paired Sample T-test. The subjects of this study were the elementary school children of 21 North Pontianak totaling 35 samples. The technique of collecting questionnaire data was chosen by direct interview, to see the difference in the consumption of vegetables and fruits. Based on the results of statistical tests of fruit intake scores before and after the intervention of 35 respondents obtained p-value 0,000 <0,05 this indicates that there is a significant difference between the fruit intake score before and after. The statistical test results of vegetable intake scores before and after the intervention were obtained p-value 0,000 <0,05, indicating that there were significant differences in vegetable intake scores in school children.
PENGARUH PENAMBAHAN JERAMI NANGKA (Artocarpus Heterophyllus)TERHADAP KADAR SERAT DAN DAYA TERIMA ABON IKAN NILA MERAH (Oreochromis Niloticus) Chairil Bonisya; Nopriantini; Didik Hariyadi
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1097

Abstract

Abon merupakan pangan alternatif yang siap saji. Penambahan jerami nangka dalam pembuatan abon dapat memperkecil biaya serta memanfaatkan limbah dengan mengurangi pemakaian daging sehingga lebih murah tetapi tetap mempertahankan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan Jerami nangka (Artocarpus heterophyllus lamk.) terhadap kadar serat dan daya terima abon ikan nila merah (Oreochromis sp). Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimental). Adapun perlakuan yang diberikan dengan penambahan jerami nangka P1=20% P2=40%, P3=60% untuk melihat tingkat kesukaan dilakukan uji organoleptik. Berdasarkan hasil uji organoleptik menunjukan pada perlakuan p1 20% jerami nangka lebih disukai dengan jumlah 352. Hasil uji kadar serat menunjukan bahwa dalam 100 gr perlakuan P1 mengandung serat 5,24%/bb. Abon ikan nila dengan penambahan jerami nangka dapat direkomendasikan sebagai makanan tinggi serat.
GAMBARAN TENTANG PENGETAHUAN GIZI DAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SDN 34 PONTIANAK KOTA Cyndy Febrianty Dei; Didik Hariyadi; Jurianto Gambir
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1104

Abstract

Background: Nutrition intake in school children is very important to note because school children are susceptible to nutritional problems.Based on RISK data in 2018, nutrition problems in school kids aged 5-12 years are 9.3% lean, divided into 2.5% very thin and 6.8% thin.Nutrition problems are more prevalent with 20.6% obesity 11.1% and very fat (obesity) 9.5%.The prevalence of short incidents is 23.6% with 6.7% very short and 16.9% very short.Background: The intake of nutritional substances in school girls is important to observe because school kids are vulnerable to nutrient problems.Based on RISKS data in 2018 the nutrition problem of school children aged five-12 years according to the age mass index is 9.3% thin, which is divided by 2.5% very thick and 6.8%.The nutritional problem with more prevalence is 20.6% fat, 11.1% very fat, 9,5% very fat and 16.6% very short incidence. Objective: The aim of this study is to find out a picture of nutritional knowledge and nutritional status in children of primary school age in SDN 34 Pontianak City. Research method: This type of research is descriptive research which is structured using the random sampling method, namely simple random sampling, for example a member of the population named A is given the number 2, then when the number 2 is drawn, the member of the population named A is selected to be the sample where the number of samples that will be used as many as 58. The data analysis used is univariate, namely frequency distribution. Results: Based on the results of research conducted at SDN 34 Pontianak City, the highest percentage of elementary school children's knowledge level was obtained, namely 53.4%. with the good category and the lowest percent result, namely 17.2% in the poor category. Meanwhile for nutritional status with the BMI/U index The highest percent result was 62.1% in the normal nutrition category and the lowest percent result was 3.4% in the obesity category. Conclusion: Based on the research that has been carried out, it can be seen that the knowledge of class 5 children at SDN 34 Pontianak City is said to be good in terms of knowledge level and for the nutritional status of class 5 at SDN 34 Pontianak City, most of them have normal nutritional status.