Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Risiko Ergonomi Pada Pekerja Manual Material Handling di Pt. Davincy Airindo Menggunakan Metode Quick Exposure Check (QEC): Ergonomic Risk Analysis of Manual Material Handling Workers at PT. Davincy Airindo Using the Quick Exposure Check (QEC) Method Indah Dwi Amalia; Laksmyn Kadir; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8468

Abstract

Kegiatan manual material handling melibatkan aktivitas fisik yang berat, termasuk mengangkat, membawa, menurunkan, dan memindahkan barang. Pekerja di PT. Davincy Airindo yang melakukan kegiatan pekerjaan ini berpotensi menimbulkan risiko ergonomi yang dapat berdampak pada kesehatan pekerja, terutama risiko gangguan musculoskeletal disorders. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi pada pekerja manual material handling di PT. Davincy Airindo menggunakan metode Quick Exposure Check (QEC). Jenis penelitian yang digunakan adalah deksriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 63 pekerja yang dipilih menggunakan teknik exhausetive sampling. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner Quick Exposure Checklist untuk mengevaluasi paparan risiko ergonomi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 63 pekerja di PT. Davincy Airindo sebagian besar memiliki exposure score bagian punggung (bergerak) pada kategori high berjumlah 24 pekerja (38,2%). Untuk exposure score bagian bahu/lengan sebagian besar memiliki kategori moderate berjumlah 31 pekerja (49,2%). Untuk exposure score pergelangan tangan sebagian besar pada kategori high berjumlah 34 pekerja (49,2%). Untuk exposure score leher sebagian besar pada kategori high berjumlah 44 pekerja (69,8%). Tingkat action level sebagian besar pekerja memiliki skor paparan total ?70% berjumlah 39 pekerja (61,9%). Disarankan kepada PT. Davincy Airindo untuk merancang kebijakan K3 guna menurunkan risiko gangguan otot dan tulang serta menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis.
Analisis Kendala Dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Dengan Menggunakan Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Toto Utara: Analysis of Constraints in the Implementation of Health Services Using Electronic Medical Records at the North Toto Community Health Center Meylani Toonawu; Laksmyn Kadir; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8592

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi sistem pelayanan kesehatan, termasuk Rekam Medis Elektronik (RME) sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 24 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala implementasi pelayanan kesehatan menggunakan RME di Puskesmas Toto Utara berdasarkan Faktor Manusia (Man), Mesin (Machine), Metode (Method) dan Uang (Money). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan Kepala Puskesmas dan Petugas Rekam Medis serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan kendala utama berasal dari faktor manusia, seperti kurangnya tenaga berlatar belakang rekam medis dan keterbatasan kemampuan komputer. Faktor mesin meliputi sarana prasarana dan jaringan internet yang belum stabil. Faktor metode, implementasi SOP telah tersedia, namun implementasi masih belum sepenuhnya optimal. Faktor Uang, meskipun dana ada dukungan dari BOK, alokasi anggaran belum memadai untuk menunjang RME secara menyeluruh. Simpulannya keberhasilan implementasi RME memerlukan peningkatan kapasitas SDM, infrastruktur teknologi, konsitensi penerapan SOP, serta alokasi dana yang memadai.
Analisis Potensi Bahaya Pada Proses Operasional Pt. Pelindo Regional 4 (Persero) Gorontalo Menggunakan Metode PHA (Preliminary Hazard Analysis): Analysis of Potential Hazards in the Operational Process of PT. Pelindo Regional 4 (Persero) Gorontalo Using the PHA (Preliminary Hazard Analysis) Method Indi Rahmawati Tobuto; Laksmyn Kadir; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8594

Abstract

Kegiatan operasional di lingkungan pelabuhan merupakan aktivitas yang memiliki risiko kerja tinggi, terutama pada proses bongkar muat, relokasi peti kemas, dan stuffing/stripping, yang melibatkan penggunaan alat berat, pengangkutan manual, serta paparan langsung terhadap cuaca ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya, tingkat risiko, dan upaya pengendalian risiko pada proses operasional PT. Pelindo Regional IV (Persero) Gorontalo dengan menggunakan metode Preliminary Hazard Analysis (PHA). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja bagian operasional sebanyak 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja paling banyak merasakan potensi bahaya pada aktivitas bongkar muat dan relokasi, terutama yang berkaitan dengan bahaya fisik seperti terjatuh dari ketinggian, tergencet alat berat, hingga terpeleset akibat permukaan kerja yang licin. Selain itu, ditemukan juga bahaya kimia (asap kendaraan dan debu), ergonomi (posisi kerja tidak nyaman), serta psikososial (beban kerja berlebih dan tekanan waktu). Berdasarkan penilaian risiko menggunakan standar AS/NZS 4360:2004, sebagian besar bahaya berada pada tingkat risiko substantial dan priority 1, yang berarti memerlukan penanganan segera. Upaya pengendalian risiko dilakukan mengikuti hierarki pengendalian risiko, mulai dari eliminasi, substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD).
Efektivitas Pengolahan Air Sederhana Berbasis Karbon Aktif Tempurung Kelapa Dan Kapur Terhadap Kualitas Air Di Muara Sungai Bone: Effectiveness of a Simple Water Treatment System Based on Activated Carbon from Coconut Shells and Lime on Water Quality in the Bone River Estuary Septian Robot; Laksmyn Kadir; Moh. Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8596

Abstract

Pengolahan air sebagai operasi teknis yang dilakukan terhadap air baku agar menjadi air bersih yang memenuhi persyaratan kualitas sebagai air bersih atau air minum dengan menggabungkan beberapa proses pengolahan. Kualitas air sungai rentan mengalami pencemaran lingkungan. Pencemaran sungai dapat terdiri atas parameter fisik, kimia, dan biologi. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas antara karbon aktif tempurung kelapa dengan kapur berdasarkan kualitas air pada pengolahan air menggunakan media sederhana. Desain penelitian ini juga menggunakan rancangan eksperimen (Pre experimental Design) dengan rancarangan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dari penelitian ini yaitu air Sungai Bone sebanyak 45 liter (digunakan saat proses penyaringan). Setelah proses penyaringan lalu diambil sebanyak 500ml dari proses penyaringan untuk kemudian di uji parameter fisik, kimia dan biologi. Data analisis menggunakan uji Paired Sample T Test dan uji Wilcoxon dengan tingkat kesalahan (?) sebesar 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar awal air sungai parameter fisik suhu 28oC, warna 231 TCU, bau (berbau), TDS 3040 mg/L dan TSS 380,5 mg/L, parameter kimia 7,17, dan parameter biologi 200.5. Media paling efektif dalam menurunkan parameter fisik adalah karbon aktif lebih efektif daripada kapur, pada parameter kimia adalah karbon aktif dan kapur, dan pada parameter biologi adalah kapur. Disarankan penggunaan variasi ketebalan media dll, masyarakat dapat menerapkan sistem penyaringan air dan instansi terkait dapat memberikan penyuluhan pengolahan air bersih.
Hubungan Karakteristik Individu Dan Lama Paparan UAP BBM Dengan Gangguan Pernapasan Pada Operator SPBU Kota Gorontalo: The Relationship Between Individual Characteristics and Duration of Exposure to Fuel Vapors and Respiratory Disorders in Gas Station Operators Gorontalo City Tasya Karim; Laksmyn Kadir; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8598

Abstract

Paparan uap Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan kerja SPBU berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Masalah yang sering terjadi pada SPBU terutama masalah kesehatan yaitu: paparan uap BBM, paparan debu dan polusi udara, paparan suara bising, paparan sinar matahari langsing, cedera fisik, kurangnya penggunaan APD. Masalah ini dapat mengganggu kesehatan operator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (usia, indeks massa tubuh/IMT, dan masa kerja) serta lama paparan uap BBM dengan gangguan pernapasan pada operator SPBU di Kota Gorontalo. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 85 responden yang dipilih secara acak dari 8 SPBU. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran kapasitas paru menggunakan peak flow meter. Hasil analisis bivariat dengan uji Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (P-value = 0,000), IMT (P-value = 0,016), masa kerja (P-value = 0,001), dan lama paparan uap BBM (P-value = 0,002) dengan gangguan pernapasan. Sebagian besar responden memiliki kapasitas paru yang menyempit (50–100%) dan mengalami keluhan pernapasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan risiko paparan uap BBM dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara optimal di SPBU. Saran penelitian, melakukan pengecekan kesehatan secara berkala dapat menjadi sebuah pencegahan kesehatan bagi operator SPBU.
Analisis Bahaya, Risiko, Dan Pencegahan Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Preliminary Hazard Analysis (PHA) Pada Pekerjaan Mechanical, Electrical, And Plumbing (MEP) Di Citra Mutiara-Nindya Beton KSO: Analysis of Hazards, Risks, and Prevention of Work Accidents Using the Preliminary Hazard Analysis (PHA) Method in Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) Work at Citra Mutiara-Nindya Beton KSO Wina Ratri A. Ismail; Laksmyn Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8735

Abstract

MEP merupakan pekerjaan yang memiliki risiko serta bahaya yang lebih tinggi dikarenakan melibatkan sistem mekanis, kelistrikan, dan perpipaan yang saling berintegrasi. Hasil wawancara awal di Citra Mutiara-Nindya Beton KSO terdapat kecelakaan kerja ringan seperti tertusuk paku, tersandung material, tergores, dan terjatuh pada lubang yang digali saat malam hari karena kurangnya pencahayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bahaya, risiko, dan pencegahan kecelakaan kerja dengan menggunakan metode Preliminary hazard analysis (PHA) pada pekerjaan di Citra Mutiara-Nindya Beton KSO. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang tujuannya untuk menganalisis bahaya, risiko dan pencegahan kecelakaan kerja di Citra Mutiara-Nindya Beton KSO dengan menggunakan metode Preliminary Hazard Analysis (PHA). Subjek penelitian ini adalah 1 orang HSE, 3 orang pekerja yang bekerja pada bidang Mechanical, electrical, and plumbing (MEP) dan 1 orang penanggung jawab yang ada di bidang MEP. Hasil penelitian menunjukkan bahaya yang paling banyak pada pekerjaan ini adalah bahaya fisik. Risiko yang paling banyak adalah tertimpa material, dengan kategori very high. Pecengahaan kecelakaan kerja dengan melakukan pengendalian eliminasi, subtitusi, pengendalian administratif, pengendalian teknik, dan menggunakan APD. Disarankan untuk pekerja MEP harus memiliki kesadaran tinggi terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta partisipasi aktif dalam setiap briefing keselamatan.
Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan, Frekuensi Mandi, Kebersihan Pakaian Dan Tempat Tidur Dengan Keluhan Scabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Hubulo Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango: The Relationship Between Handwashing Habits, Bathing Frequency, Clothing and Bedding Cleanliness and Scabies Complaints Among Students at the Hubulo Islamic Boarding School, Tapa District, Bone Bolango Regency Nur Hairunnisa Abaidatai; Laksmyn Kadir; Moh. Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8861

Abstract

Keluhan scabies pada santri putra maupun putri yaitu mengalami gatal-gatal pada malam hari selain itu gatal tersebut menyebar dengan cepat diantara para santri yang kemungkinan disebabkan karena adanya kontak antar santri. Pihak pesantren mengatakan bahwa ada lebih dari 50 santri yang terkena penyakit scabies. Faktor yang berperan dalam tingginya prevalensi scabies pada pondok pesantren adalah personal hygiene seperti kebiasaan mencuci tangan, frekuensi mandi, kebersihan pakaian dan kebersihan tempat tidur. Para santri yang malas mencuci tangan setelah beraktifitas, mandi hanya sekali sehari, berbagi alat pribadi dengan yang lain dan jarang menjemur tempat tidur. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kebiasaan mencuci tangan, frekuensi mandi, kebersihan pakaian dan kebersihan tempat tidur dengan keluhan scabies pada santri di pesantren Hubulo. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 255 santri dan sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah 163 santri. Data di analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi squere. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan keluhan scabies adalah kebiasaan mencuci tangan (p=0,000), frekuensi mandi (p=0,000), kebersihan pakaian (p=0,000) dan kebersihan tempat tidur (p=0,000). Disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan, frekuensi mandi, kebersihan pakaian dan kebersihan tempat tidur dengan keluhan scabies pada santri. Saran bagi santri untuk menjaga kebersihan diri dan tidak berbagi alat-alat pribadi dengan orang lain. Bagi pesantren untuk memberikan edukasi atau penyuluhan pada santri.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Tinnitus Subjektif Pada Pekerja Bagian Produksi Di Industri Meubel Pt. Faninda Jaya: Analysis Of Factors Associated With Subjective Tinnitus In Production Workers In The Furniture Industry At Pt. Faninda Jaya Atila Balgis Masiaga; Laksmyn Kadir; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9218

Abstract

Tinnitus subjektif merupakan persepsi suara yang tidak berhubungan dengan bunyi fisik, dan hanya dapat didengar oleh individu yang mengalaminya. Faktor risiko keluhan tinnitus subjektif bisa bersumber dari faktor individu maupun faktor pekerjaan. Faktor individu yakni usia, jenis kelamin, penggunaan obat, tekanan darah, kebiasaan merokok, dan kesehatan mental. Faktor pekerjaan ialah intensitas bising, masa kerja, lama kerja, pemakaian Alat Pelindung Telinga, dan paparan getaran. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang hubungan dengan keluhan tinnitus subjektif pada pekerja bagian produksi di industri meubel PT. Faninda Jaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja di bagian produksi industri meubel PT. Faninda dengan penentuan sampel menggunakan Sampling jenuh (exhaustive sampling) yang berjumlah 52 orang. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kesalahan (?) = 5%. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi faktor intensitas bising (p-value = 0,025), faktor tekanan darah (p-value = 0,691), faktor masa kerja (p-value = 0,002), faktor lama kerja (p-value = 1,000), dan faktor usia (p-value = 0,009). Simpulan ada hubungan faktor intensitas bising, masa kerja, dan usia dengan keluhan tinnitus subjektif pada pekerja bagian produksi industri meubel PT. Faninda Jaya. Dan tidak ada hubungan faktor tekanan darah dan lama kerja dengan keluhan tinnitus subjektif pada pekerja. Disarankan bagi pemillik PT. Faninda Jaya untuk mengelola manajemen K3 lebih baik, bagi pekerja untuk lebih menyadari kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.
Hubungan Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyakarat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah: The Relationship Between the Five Pillars of Community-Based Total Sanitation and the Incidence of Diarrhea in Toddlers in the Working Area of ??the Central City Health Center Nurul Tasya Rahmadewi Talalu; Yasir Mokodompis; Laksmyn Kadir
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9321

Abstract

Sanitasi dasar adalah sanitasi rumah tangga meliputi sarana buang air besar, sarana pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga. Berbasis masyarakat adalah kondisi yang menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan dan penanggung jawab dalam rangka menciptakan meningkatkan kapasitas masyarakat, Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara perilaku buang air besar, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan limbah cair dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan rumus slovin. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah. Analisis uji statistic yang digunakan uji chi-square. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa p-value untuk variable STOP BABS (p-value=0.016), CTPS (p-value=0.005), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (p-value=0.024), PSRT (p-value=0.027) dan pengelolaan limbah cair rumah tangga (p-value=0.005) yang siginfikan bahwa terdapat hubungan antara lima variabel terhadap kejadian diare pada balita. Simpulan STOP BABS, CTPS, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan air limbah cair rumah tangga terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, disarankan kepada masyarakat yang memiliki Balita agar lebih memperhatikan hygiene dalam rumah tangga.
Pemetaan Penyebaran Kasus Penyakit Sifilis di Kota Gorontalo Tahun 2024: Mapping the Distribution of Syphilis Cases in Gorontalo City in 2024 Sinar Dahlia; Laksmyn Kadir; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9723

Abstract

Penyakit menular seksual (IMS), termasuk sifilis, merupakan masalah besar dalam kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Sifilis dapat menular melalui hubungan seksual yang tidak aman dan dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan manusia. Sistem informasi geografis berkontribusi siginifikan dalam pemetaan penyakit menular, yang merupakan masalah kesehatan serius di indonesia. Melalui SIG, visuaisasi data dapat dilakukan dengan menyusun peta yang menunjukkan sebaran penyakit dan kasus-kasus di seluruh wilayah, memungkinkan identifikasi daerah dengan prevalensi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan pola penyebaran kasus sifilis berdasarkan SIG menurut lokasi geografis di kota Gorontalo tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 65 kasus sifilis yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 3 puskesmas yang memiliki kasus tertinggi, berdasarkan kelompok usia menunjukkan usia 20 – 24 tahun yang mencatat kasus tertinggi, berdasarkan jenis kelamin perempuan yang memiliki angka kasus tertinggi, bulan januari dan juni mencatat kasus tertinggi, kelompok yang sudah menikah memiliki kasus lebih tinggi daripada yang belum menikah, berdasarkan tingkat tingkat pendidikan, SMA memiliki angka kasus tertinggi dan berdasarkan pekerjaan IRT mencatat kasus tertinggi dibanding pekerjaan yang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peta persebaran kasus sifilis di Kota Gorontalo yaitu kecamatan hulontalangi, kecamatan dungingi dan mencatat kasus paling tinggi sedagkan kasus terendah ada dikecamatan Kota Barat.
Co-Authors Abdullah, Ferael Fira Feronica Adnan Malaha Agusrianto Yusuf Akadji, Hijrawaty Dj. Alma Jihan Akili Amelia Fransischa Sango Ana Pepiana Anak Agung Ratih Eka Putri Andi Nurmala Putri Arkani Andrias Saliko Anisa Huruji Atila Balgis Masiaga Aulia Igirisa Ayu Rofia Nurfadillah Ayu Rofia Nurfadillah Ayu Rofia Nurfadillah Azis, Sri Sudaryani Sy. Abd. Bagu, Fery Rahmat Angriawan bagu, meylan Citra Nefadillah Pratiwi Djafar Deis Yunus Dewi Rahmawaty Moo Dewi Wahyuni K. Baderan Dhea Oktaviany Daud Diah Noorshanti Moo Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Ellyna Veron Kuganda Elvia Latif Fadillah Amalia Yusuf Fadiyah Faisal Anoez Alamri Farah Alfia Fitri Fatrawaty Baruadi Febriyanti Ginoga Gani, Rahmawati Abd Gobel, Lisda Van Hasan, Ani M hasan, wahyunihasa Herlina Jusuf Hunowu, Sri Yulian I Made Ari Setiawan Imam Mashudi Indah Dwi Amalia Indi Rahmawati Tobuto Indra Saputra S. Mayulu Irfan Irfan Irma Azzahra Usman Irwan Irwan Istiqomah Islamiah J. Potale Julianty Akuba Jusna Ahmad Kurniawan Koni La Ode Sultan Laiya, Darfin Laode Sultan Lia Amalia Liawaty Usman Sidiki Lintje Boekoesoe Manno, Mohamad Reski Margaretha Solang Meity Tombinawa Meylani Toonawu Miranti Candrarisna Moh Arif Dulambuti Moh Rivai Nakoe Moh. Rivai Nakoe Mohammad Rizki abdullah Muhammad Irwan Muhammad Isman Jusuf muhtar rahim Mutiara Fadillah Hadju Mutya Rahma Wati Manan Nadila Salsabila Mongilong Naim, Rizman Nelwin Nelwin Netty Ino Ischak Nikmatisni Arsad Nikmatisni Arsad Novriyanti Adam Nur Ayini S Lalu Nur Hairunnisa Abaidatai Nurafrinda Djabar Nurazkiyah Lamasai Nurhavia Ismail Nurhayati Lanjahi Nurul Tasya Rahmadewi Talalu Nurul Wulandari Wahyuddin Nuryaningsih Yusup Nur’ain Manasai Olan Rahayu Puji Astuti Nussa Ovira Winda Manoppo Pagisi, Winarti A Sy Paramita Ismail Putri Ayuningtias Mahdang Putri Ayuningtiyas Mahdang Putri Rachmawaty Rahmawanto Taidi Ramly Abudi Rauf, Fertien Nansyah Riri Devita Desi Ratna Sari Risnah Risnah Rohana Pakaya Saleh, M Sahrul A Salwiyah Nur Azizah Usman Sari Rahayu Rahman Sarinah Basri K Septian Robot Sinar Dahlia Siti Magfira Cahya Mantune Siti Surya Indah Nurdin Sofianti Talibo Sri Endang Saleh Sri Ulva Ahmad Sri Wahyuni Dengo Suardi Suardi Sunarto Kadir Sunarto Kadir Sunarto Kadir Supantri Hako Tarigan, Sylva Ninta Tasya Karim Tri Septian Maksum Tri Septian Maksum Tri Septian Maksum wahyunihasa hasan Widya Mardiyanti Domili Wiharsri Wina Ratri A. Ismail Wirnangsih D. Uno Yasir Mokodompis Yosef P. Koton Yosefus Kristiawan Yosep P. Koton Yuriskawati Paris Zulfikar Ahmad Zulfikar Ma’ruf