Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI MATERI PEMBERONTAKAN PETA BLITAR DALAM MATAPELAJARAN SEJARAH UNTUK PEMBELAJARAN DARING DI SMAN NGORO Vira Herlinda; Joko Sayono; Wahyu Djoko Sulistyo
Jurnal Artefak Vol 8, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.47 KB) | DOI: 10.25157/ja.v8i2.5559

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk memaparkan proses dan hasil penelitian pengembangan tentang video visualisasi materi pemberontakan PETA Blitar untuk pembelajaran daring kelas XI IPS di SMAN Ngoro. Analisis awal yang dilakukan di sekolah untuk matapelajaran sejarah menunjukkan bahwa adanya kebutuhan berupa media pembelajaran untuk matapelajaran sejarah yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran daring di SMAN Ngoro. Pengembangan dilakukan dengan menggonakan model penelitian ADDIE dengan lima tahapan yaitu analyze, design, development, implementation dan evaluation. Hasil yang didapatkan pada penelitian pengembangan adalah media pembelajaran yang dibuat dinyatakan layak untuk digunakan. Media visualisasi materi yang telah dibuat memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah dapat memvisualisasikan materi pelajaran meskipun siswa harus belajar secara individu. Sedangkan, kekurangannya terdapat pada bagian waktu transisi dalam video masih terlalu cepat.The purpose of this article is to describe the process and results of development research on video visualization of the PETA Blitar rebellion material for online learning for class XI IPS at SMAN Ngoro. Preliminary analysis conducted in schools for history subjects shows that there is a need in the form of learning media for history subjects that can be used for the online learning process at SMAN Ngoro. The development was carried out using the ADDIE research model with five stages, namely analyze, design, development, implementation and evaluation. The results obtained in development research are learning media that are made declared feasible to be used. Media visualization of the material that has been made has advantage and disadvantage. The advantage was that it can visualize the subject matter even though students have to study individually. Meanwhile, the drawback was that the transition time in the video is still too fast.
IMPLEMENTASI APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN “JELAJAH SITUS AIR MALANG RAYA” UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN SEJARAH LOKAL DAN UPAYA PELESTARIAN SITUS SEJARAH BAGI SISWA SMKN 2 SINGOSARI Wahyu Djoko Sulistyo; Moch Nurfahrul Lukmanul Khakim; Najib Jauhari; Maharani Arya Dewanti; Achmad Dicky Setyawan
Jurnal Artefak Vol 8, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.904 KB) | DOI: 10.25157/ja.v8i1.4124

Abstract

Wilayah Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang yang dikategorikan sebagai kawasan Malang Raya menyimpan kekayaan jejak sejarah yang luar biasa. Kekayaan jejak sejarah ini sangat berpotensi untuk mendukung penghayatan dengan cara mengintegrasikan sejarah lokal pada matapelajaran sejarah. Sayangnya, sejarah lokal sebagai salah satu cabang tema dalam sejarah sering kali belum didayagunakan secara optimal pada pembelajaran sejarah, tak terkecuali di SMKN 2 Singosari. SMKN 2 Singosari merupakan sekolah kejuruan yang lokasinya tidak jauh dari beberapa situs air. Dalam pembelajaran sejarah, SMKN 2 Singosari juga memiliki problematika tidak optimalnya antusias siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan pada data tersebut, pemanfaatan peninggalan sejarah lokal berupa situs air yang disinergikan dengan aplikasi digial JESIAMAR, menjadi upaya untuk meningkatkan ketertarikan dan penghayatan siswa terhadap sejarah yang terkemas pada agenda implementasi masyarakat. Kegiatan implementasi ini terbagi menjadi pra pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, dan pasca pelaksanaan. Hasil dari implementasi ini diukur dengan kuesioner yang menunjukkan jawaban yang memuaskan yaitu penilaian mengenai kesadaran sejarah lokal sebesar 85,6%. Berdasarkan hasil evaluasi ini maka dapat dinyatakan bahwa aplikasi JESIAMAR sangat efektif untuk diimplementasikan dalam pembelajaran.The Batu region, Malang City, and Malang Regency which is categorized as Malang Raya areas hold a wealth of extraordinary historical traces. The richness of historical traces has the potential to support appreciation by integrating local history into historical subjects. Unfortunately, local history as a branch of the theme in history has often not been optimally utilized in history learning, including at SMKN 2 Singosari. SMKN 2 Singosari is a vocational school which is located not far from several water sites. In history learning, SMKN 2 Singosari also has the problem of not optimal student enthusiasm in learning. Based on these data, the use of local historical relics in the form of water sites in synergy with the JESIAMAR digital application is an effort to increase students' interest and appreciation of history which is packaged in the community service agenda. This service activity is divided into pre-implementation, activity implementation, and post-implementation. The results of this service are measured by a questionnaire which shows a satisfactory answer, namely an assessment of local historical awareness of 85.6%. Based on the results of this evaluation, it can be stated that the JESIAMAR application is very effective to be implemented in learning.
Edukasi ‘’Gerakan Siswa Anti Narkoba’’ (Geswana) Era Desrupsi 4.0 di Smp Wahid Hasyim Malang Isvi Rahmatul Mustafa; Muhammad Bastomi Abdillah; Novi Rani Winata; Riki Pratama; Rosi Isnanda; Teguh Dias Arestu Putra; Wahyu Djoko Sulistyo
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v3i2.3214

Abstract

Dalam berita di JawaPos.com dijelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba di Kota Malang, 60% merupakan para pelajar dan mahasiswa sehingga perlu perhatian ekstra dari pemerintah. Hal tersebut senada dengan ucapan Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, bahwa narkoba merupakan ancaman terbesar bagi bangsa Indonesia. Tujuan diadakan kegiatan Gerakan Siswa Anti Narkoba (GESWANA) di SMP Wahid Hayim Kota Malang tersebut untuk menambah pengetahuan siswa sejak remaja tentang Narkotika dan tantangan di Era Industri 4.0 untuk menghadapinya. Pengumpulan data dilakukan diadakan kegiatan tersebut untuk seluruh angkatan kelas VII, VIII, dan IX SMP Wahid Hasyim Kota Malang. Selanjutnya hasilnya menunjukkan bahwa antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut sangat tinggi, secara teori mereka sudah mengetaui Narkotika secara umum dan tambahan informasi untuk mengetahui jenis-jenis penemuan Narkotika terbaru.
PELATIHAN KARYA TULIS ILMIAH DAN PENGELOLAAN JURNAL ELEKTRONIK SEBAGAI MEDIA HALAQOH ILMIAH DI PESANTREN LUHUR Idris Idris; Arif Subekti; Wahyu Djoko Sulistyo
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 3, No. 1, April 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v3i1p11-20

Abstract

Karya tulis ilmiah dan publikasi merupakan produk yang menjadi keniscayaan di dunia akademik. Halaqoh ilmiah merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan oleh pesantren Luhur untuk memberikan pemahaman dan pengalaman keilmuan kepada santri. Namun demikian, dalam pelaksanaannya, karya-karya yang dibuat dan dipresentasikan oleh santri pada kegiatan tersebut, belum tersusun sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan adanya pelatihan karya tulis ilmiah dan sekaligus pelatihan pengelolaan jurnal elektronik agar para santri bisa menulis sekaligus memberikan mereka media untuk mempublikasikan karya mereka dalam bentuk jurnal online yang bisa dinikmati dan dibaca oleh publik secara luas. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di pondok pesantren luhur dengan Tim Pengabdian menjadi naras umber pada kedua acara tersebut. Hasil dari kegiatan pelatihan ini sangat memuaskan, semua peserta anstusias dan memahami secara komprehensif materi pelatihan. Selain itu, bagi para santri yang menjadi perwakilan dalam pelatihan pengelolaan jurnal secara online. Evaluasi pasca pelatihan menunjukan bahwa tim editor dari pesantren dapat mengoperasionalkan sistem OJS dengan baik.
BAKTI DAN PENGENALAN SITUS CANDI KALICILIK PADA SISWA SD 1 CANDIREJO PONGGOK BLITAR Wahyu Djoko Sulistyo; Dera Trisna Fintari; Diky Febrianto; Mohammad Davit Efendi Putra; Muhtia Wahyu Afi; Nurul Hidayati; Wisnu Luhung Pambudi; Yuli Fitriani
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 2, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.258 KB) | DOI: 10.17977/um032v2i2p54-61

Abstract

Abstrak: Bakti dan pengenalan candi Kalicilik Blitar bertujuan untuk mengenalkan situs sejarah kepada masyarakat sekitar yaitu siswa SD Candirejo 1 Ponggok Blitar. Pengenalan situs sejarah candi dimaksudkan untuk menambah pengetahuan khususnya masyarakat sekitar situs. Karena untuk melestarikan situs sejarah diawali dengan kegiatan mengenal mengenai situs candi Kalicilik. Data dan informasi diperoleh dengan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi berupa video kegiatan pengenalan situs candi Kalicilik. Bakti dan pengenalan candi dilakukan dengan membersihkan lingkungan sekitar situs candi dan mengenalkan situs kepada siswa SD 1 Candirejo mengenai sejarahnya.  Selama proses pengenalan berlangsung siswa antusias untuk mengikuti kegiatan, dan diakhiri dengan kegiatan evaluasi. Hasil bakti dan pengenalan situs candi menunjukkan bahwa beberapa siswa SD 1 candirejo sudah mengenal situs candi Kalicilik, mereka tahu jika candi kalicik merupakan peninggalan masa kerajaan Majapahit. Akan tetapi masih ada beberapa siswa yang belum pernah ke candi Kalicilik, jadi pengenalan situs candi Kalicilik perlu dilakukan untuk menambah wawasan pengetahuan warga setempat khususnya generasi muda agar peduli serta menjaga peninggalan-peninggalan penting yang ada di daerah sekitarnya.
Pengembangan Media JESIAMAR (Jelajah Situs Mata Air) di Kota Batu untuk Pembelajaran Sejarah Lokal Era 4.0 Berbasis Foto 360° di Kelas X SMA Negeri 02 Batu Hendika Wicaksana; Najib Jauhari; Wahyu Djoko Sulistyo
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.9 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v15i1.269

Abstract

Efforts to increase knowledge of local history by using digital-based media are very important, so that the objectives of learning local history can be realized properly. The current industrial era 4.0 is known for its extraordinary technological developments, it is time for the development of information technology to be applied in the world of education, especially in learning media. Learning media has a very important position in the learning process, one which is for learning local history. Development of media is carried out using development research methods with ADDIE stages (analysis, design, development, implementation, and evaluation), but in this research at the design stage of the media. Local history is rarely taught and known in the classroom, this can be seen when distributing questionnaires to 150 students at SMA Negeri 02 Batu resulting in 70,9% of students rarely understanding the potential of local history and 13,2% students not understanding at all. In addition, based on the questionnaire that has been distributed, 72.2% students are interested in the media that is used to facilitate the learning of local history based on 360° photos, especially the material on historic springs in Batu City.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TRADISI TAJINAN (SORA DAN SAPPAR) MASYARAKAT KECAMATAN KRAKSAAN, KABUPATEN PROBOLINGGO Shinta Fauziyah; Wahyu Djoko Sulistyo
Al-Fikru : Jurnal Pendidikan Dan Sains Vol 2 No 2 (2021): VOLUME 2 NUMBER 2 (2021) DESEMBER
Publisher : UNZAH Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.384 KB) | DOI: 10.55210/al-fikru.v2i2.733

Abstract

Indonesia, with its characteristic diversity, has many races, cultures, languages, traditions that are spread all over the islands in Indonesia. has various kinds of diversity with noble values that are still maintained to this day. However, it is undeniable that in the era of modernization and globalization itself, the younger generation who should be the inheritors of the culture, tradition, language, that is in their area are slowly being left behind. Therefore, it is very important to instill local values or traditions, traditional culture, regional languages in students, so that they do not lose their identity as Indonesian people which are rich in diversity. In the Probolinggo area itself, there are many local traditions that are not widely known by students, but there are also traditions that are already known but they do not know the origin, meaning or philosophy of the existing traditions. One of the traditions that almost all students know, especially in the Kraksaan sub-district is the tajinan "Tajin sora and Sappar", but unfortunately they do not know the origin or meaning of the tajinan itself and there are also character values contained in this tajinan tradition. Kata kunci: Character Matter, Tajinan, Sora dan Sappar
MULTICULTURALISM IN INDONESIA: BELAJAR SIKAP RELIGIUS DAN PEDULI SOSIAL MELALUI TRADISI BARIK’AN (LOCAL WISDOM DI DUSUN KRONGGENGAN, KABUPATEN PROBOLINGGO) Nastiti Lintang Muktiati; Wahyu Djoko Sulistyo
Al-Fikru : Jurnal Pendidikan Dan Sains Vol 2 No 2 (2021): VOLUME 2 NUMBER 2 (2021) DESEMBER
Publisher : UNZAH Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.122 KB) | DOI: 10.55210/al-fikru.v2i2.734

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang terkenal dengan keanekaragamannya. Keanekaragaman etnis, Bahasa, budaya, adat-istiadat tersebar dari sabang hingga merauke. Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia tidak jarang menyimpan berbagai makna atau nilai-nilai di dalamnya, bahkan nilai-nilai tersebut menjadi pedoman yang harus dihormati atau dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan budaya-budaya tersebut terkadang telah melekat di masyarakat, bahkan telah ada sejak zaman dahulu dan menjadi identitas dari masyarakat tersebut. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu nilai-nilai yang dihasilkan dari budaya atau tradisi yang ada secara perlahan telah memudar. Memudarnya nilai-nilai tersebut sejalan dengan era globalisasi yang semakin berkembang. Globalisasi yang membawa aroma modernisasi sedikit demi sedikit mengikis kebudayaan yang ada di Indonesia. Tidak jarang pula di era globalisasi tersebut masyarakat Indonesia masih tetap mempertahankan budaya mereka. Oleh karena itu, pentingnya menjaga budaya tradisional perlu dilakukan sebagai salah satu identitas bangsa terutama bagi generasi muda. Melalui pendidikan multikultural, generasi muda dapat melestarikan budaya yang ada di tengah derasnya arus modernisasi dengan tujuan agar nilai-nilai atau norma dari budaya tersebut tetap terjaga, salah satunya yakni Tradisi Barik’an. Artikel ini membahas salah satu multikulturalisme di Indonesia yakni Tradisi Barik’an dan bagaimana penanaman nilai pendidikan karakter melalui Tradisi Barik’an.
TRADISI BIRAU SEBAGAI WADAH MEMBANGUN TOLERANSI MASYARAKAT BULUNGAN YANG MULTIKULTURAL. Necklisya Roulice; Wahyu Djoko Sulistyo
Al-Fikru : Jurnal Pendidikan Dan Sains Vol 2 No 2 (2021): VOLUME 2 NUMBER 2 (2021) DESEMBER
Publisher : UNZAH Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.534 KB) | DOI: 10.55210/al-fikru.v2i2.736

Abstract

Abstract Multiculturalism or cultural diversity is something that we often see in Indonesia, one of which is in Bulungan district. Bulungan is a district that consists of several different cultures, one of the traditions that is very well known by the people in this district is the birau tradition. The Birau tradition is an annual agenda that is carried out as well as the anniversary of his birth in Bulungan Regency, this tradition displays various kinds of culture and competitions. The birau tradition can be said as a forum for creating tolerance among the multicultural Bulungan community because in this tradition there are no limits for anyone who wants to participate, even this tradition wants to show that diversity is a strong unity for the Bulungan community. Keywords: Multicultural, Tolerance, Bulungan, Birau Tradition
PERANCANGAN MOTIF BATIK DENGAN INSPIRASI RELIEF ORNAMENTASI CANDI KIDAL SEBAGAI PENGEMBANGAN CORAK BATIK DESA KIDAL Ulfatun Nafi'ah; Indah Wahyu Puji Utami; Wahyu Djoko Sulistyo; Rike Andrias M.; Jihan Amirudin Mahmud; Minarti Minarti
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 1, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.716 KB) | DOI: 10.17977/um032v0i0p110-116

Abstract

Tiap daerah memiliki motif batik yang khas, termasuk Desa Kidal yang berada di Kabupaten Malang. Desa ini baru merintis sentra kerajinan batik tulis maupun cap dengan inspirasi yang berasal dari lingkungan sekitar, termasuk dari Candi Kidal. Desa ini sudah memiliki beberapa motif khas namun masih sangat sederhana dan perlu dikembangkan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang motif khas batik Desa Kidal yang bersumber dari relief ornamentasi pada Candi Kidal. Metode yang dilakukan meliputi observasi, eksplorasi ide, perancangan, dan perwujudan karya. Ada enam motif khas yang dihasilkan yaitu, singhapadma kidal kiri, singhapadma kidal kanan, padma kidal, sulur padma kidal, medalion kidal, dan medalion wisnu kencana. Motif tersebut diaplikasikan dalam bentuk canting cap batik. Motif baru yang dihasilkan memperkaya motif yang telah ada sebelumnya di Desa Kidal.
Co-Authors Achmad Dicky Setiawan Achmad Dicky Setyawan Aditya Nugroho Widiadi Agung Wiradimadja Akhmat Safiudin Ismail Alan Sigit Fibrianto Anung Jati Nugraha Mukti Apriliya Rida Nabila Ari Sapto Arini Sa'adah Ashari, Gedhe Asy'ary, Widya Hafidh Azizah, Rika Safitri Nur Bagas Gifari Eko Saputra Bayu Kurniawan Bayu Kurniawan Blasius Suprapta, Blasius Deny Yudo Wahyudi Deony Tritaufika Dera Trisna Fintari Dewi, Edna Sari Kusuma Diky Febrianto Dimas Anggoro Eaadawiyyah, Rabieaah AL Eka Nurmalasari Febriyanti, Hani Auliyah Fika Fatchul Nur Wakhidah Firman Ardiansyah Goes Abdul Wahid Hafida, Mellina Nur Hani Auliyah Febriyanti Hendika Wicaksana Heny Intan Permatasari Idris Imamul Huda Al Siddiq Indah Wahyu Puji Utami, Indah Wahyu Ismail, Akhmat Safiudin Isvi Rahmatul Mustafa Jihan Amirudin Mahmud Joko Sayono Khakim, Fahrul Lukmanul Khakim, Moch Nurfahrul Lukmanul Kurniawan, Novian Candra Listyo Yudha Irawan Lutfiah Ayundasari Maghfiroh, Aghnia Muzamilul Maharani Arya Dewanti Maisaroh, Anisa Amalia Marsudi, Nuzulul Hidayati Martin Rizaldi Mas Rangga Yuda Mellina Nur Hafidza Mohammad Efendi Mohammad Zurais Ainu Muhammad Bastomi Abdillah Muhtia Wahyu Afi Muhtiya Wahyu Afi Nafi'ah, Ulfatun Najib Jauhari Nantana, M. Gebryna Rizki Nastiti Lintang Muktiati Necklisya Roulice Novi Rani Winata Nur Habibi, Muhammad Aqib Nur Hafida, Mellina Nurin Nazlah Nurul Azizah Nurul Hidayati Nuzulul Hidayati Marsudi Onok Yayang Pamungkas Pratama, Refaldi Andika Pratama, Riki Reza Hudiyanto Rike Andrias M. Riki Pratama Rosi Isnanda Sapaike, Aida Alta Shinta Fauziyah Sidyawati, Lisa Siti Awaliyah Slamet Sujud Purnawan Jati, Slamet Sujud Purnawan Subekti, Arif SUHADAK, AHMAD Suprapta, Blasisus Syafa Nabila Kurnia Wahyuda Syamsul Arifin Teguh Dias Arestu Putra Vira Herlinda Wahyuda, Sya'fa Nabila Kurnia Wicaksana, Hendika Widadi, Aditya Nugroho Wisnu Luhung Pambudi Yohannes Iwano Jehaut M Yuli Fitriani Zelinda Istighfariani