Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK DIGITAL “GEJENSU” BERBASIS FLIPHTML5 PADA MATERI GERILYA JENDERAL SUDIRMAN DI PACITAN UNTUK SISWA KELAS XI SMAN 1 PACITAN Asy'ary, Widya Hafidh; Sulistyo, Wahyu Djoko
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p121-134

Abstract

Abstract: Starting from the potential and problems in learning history in class students are allowed to bring laptop or smartphone electronic devices; and students like visual-based learning media. Meanwhile, the problem that occurs is that teachers are lacking in using learning media; students have difficulty understanding historical events chronologically; students find it difficult to understand material about the Struggle to Maintain Independence; and students' insufficient knowledge of local history. The research method used is RnD with the Sugiyono model. The research was conducted in class XI of SMAN 1 Pacitan. Research data was taken using validated questionnaire instruments, observations and interviews. The research results show that the GEJENSU digital comic learning media is very suitable for use as a learning media in the classroom. Abstrak: Berangkat dari potensi dan masalah dalam pembelajaran sejarah di kelas XI SMAN 1 Pacitan. Potensi yang dimiliki berupa fasilitas sekolah yang lengkap berupa jaringan internet, laboratorium komputer dan LCD di setiap kelas; siswa diperbolehkan membawa perangkat elektronik laptop atau smartphone; dan siswa dalam pembelajaran menyukai media berbasis visual. Sedangkan, masalah yang terjadi yakni, guru kurang dalam menggunakan media pembelajaran; siswa mengalami kesulitan dalam memahami peristiwa sejarah secara kronologis; siswa sulit memahami materi tentang Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan; dan pengetahuan siswa yang kurang dalam sejarah lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah RnD dengan model Sugiyono. Penelitian dilakukan di kelas XI SMAN 1 Pacitan. Data penelitian diambil menggunakan instrumen angket validasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran komik digital GEJENSU sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran di kelas.
Pembelajaran Sejarah Berbasis Sejarah Lokal Peran Blitar dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia 1948-1950 Widiadi, Aditya Nugroho; Sulistyo, Wahyu Djoko; Ayundasari, Lutfiah; Sapto, Ari; Nur Habibi, Muhammad Aqib; Nur Hafida, Mellina; Ashari, Gedhe; Dewi, Edna Sari Kusuma
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 4 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v7i4.3573

Abstract

This study analyses Blitar's role as one of the Republic of Indonesia's guerrilla bases during the Dutch military aggression period and the struggle for independence. Located in East Java, Blitar has a long history, starting from the Dutch colonial period, the Japanese occupation, to the post-proclamation of Indonesian independence. Blitar became an important centre for military and emergency government activities in East Java, especially after the Dutch launched Military Aggression I and II. This research illustrates how Blitar became a gathering place for long march troops from various regions, as well as the formation of a military government structure that played an important role in defending the sovereignty of the Republic of Indonesia. Using data from various sources, including official reports and historical studies, this research seeks to present a picture of the socio-political and military dynamics in Blitar during this critical time in Indonesian history. However, despite its significant role, local history studies related to Blitar's role in this struggle are still minimally explored in history learning in schools. Therefore, the integration of Blitar's local history in the curriculum is expected to strengthen students' understanding of the importance of their region's contribution to national history.
Digitalisasi Laboratorium Sejarah Berbasis Videografi Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Inovatif Sulistyo, Wahyu Djoko; Indah Wahyu Puji Utami; Deny Yudo Wahyudi; Syafa Nabila Kurnia Wahyuda
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.85228

Abstract

Laboratorium sebagai bagian dari lingkungan belajar memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. Namun, pengelolaan yang kurang optimal sering kali menghambat fungsinya dalam menciptakan pengalaman belajar yang kondusif dan inovatif. Pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan digitalisasi laboratorium sejarah melalui videografi yang terintegrasi dengan platform digital lainnya, sehingga menciptakan sumber belajar yang inovatif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era Society 5.0. Pengabdian ini menerapkan metode Research and Development (R&D). Subjek pengabdian meliputi 120 siswa dan 10 guru, sementara subjek uji coba terdiri dari 60 siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terstruktur, dengan instrumen yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengelolaan laboratorium yang baik berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa dan efektivitas pembelajaran, sejalan dengan tujuan utama pengabdian. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa laboratorium berperan penting dalam mendukung pembelajaran interaktif dan kontekstual. Implikasi dari pengabdian ini mencakup rekomendasi untuk meningkatkan pengelolaan laboratorium sebagai upaya memperkaya sumber belajar.  
PELATIHAN DIGITALISASI POTENSI SITUS PRASEJARAH PACITAN BAGI GURU MGMP IPS KABUPATEN PACITAN DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN SEKITAR Kurniawan, Bayu; Sulistyo, Wahyu Djoko; Irawan, Listyo Yudha; Kurniawan, Novian Candra; Nantana, M. Gebryna Rizki; Eaadawiyyah, Rabieaah AL
Jurnal Graha Pengabdian Vol 6, No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um078v6i42024p%p

Abstract

Kabupaten Pacitan memiliki potensi sumber belajar kesejarahan yang sangat memadai, terutama materi prasejarah. Materi prasejarah atau praaksara menjadi kajian yang selalu masuk dalam kurikulum matapelajara IPS di SMP. Namun, masih banyak guru IPS SMP di Kabupaten Pacitan minim sekali menggunakan situs-situs prasejarah itu sebagai sumber belajar yang diberikan kepada peserta didiknya. Permasalahan umum yang ditemukan adalah akses menuju ke lokasi situs tidak mudah dan perlu mempersipakan waktu khusus serta dana untuk menuju ke setiap situsnya. Teknologi pembelajaran menjadi solusi untuk memangkat keterbatasan ini. Di sisi lain, ternyata tidak semua guru IPS di Kabupaten Pacitan mampu menguasai teknologi pembelajaran berbasis ICT. Oleh karena itu, tujuan dari artikel ini adalah: 1) mengindetifikasi penggunaan media pembelajaran IPS khususnya pada materi prasejarah/prakasara yang telah dilakukan oleh guru sebelum mengikuti pelatihan, 2) memaparkan hasil dari pelaksanaan pelatihan digitalisasi potensi situs prasejarah Pacitan. Metode workshop digunakan untuk mencapai tujuan pelatihan ini. Para guru IPS mula-mula diidentifikasi pemahaman mereka mengenai penggunaan media pembelajaran yang selama ini digunakan disekolah, kemudian diberikan pendalaman materi mengenai potensi situs prasejarah di Kabupaten Pacitan dan dikenalkan mengenai alat Drone untuk membuat video pembelajaran. Para guru IPS juga diberikan pelatihan menerbangkan drone dan mempraktikkanya secara langsung. Tahap terakhir pelatihan dievaluasi untuk mengetahui dampaknya pada para guru IPS. Adapun hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa guru MGMP IPS Kabupaten Pacitan masuk dalam kategori sering menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan kebanyakan adalah gambar dan video, serta kadang-kadang menggunakan lingkungan sekitar untuk sumber belajar. Hasil pelatihan juga menunjukkan bahwa kualitas materi dan pemateri masuk dalam kategori sangat baik. Pemahaman peserta ada peningkatan dan para guru MGMP IPS masuk dalam kategori mampu untuk menerapkan hasil pelatihan di kelas.
Embedding Nationalist Values in History Education Through Early Human Cohabitation in Java Caves Dimas Anggoro; Sulistyo, Wahyu Djoko
Journal of Educational Social Studies Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v14i1.24656

Abstract

This study investigates the presence of nationalist values within the narrative of early human cohabitation in cave shelters in Java, positioning it as a potential educational resource. The objective of this research is to examine how interactions between distinct racial groups, specifically Australomelanesoid and Mongoloid populations can be utilized to foster students’ nationalist consciousness. Employing a qualitative literature review approach, the study seeks to identify the embedded nationalist values in the inter-racial coexistence of prehistoric human communities in Java and assess their potential as learning materials to reinforce national identity among students. The findings of this research suggest implications for educational practice, advocating for the integration of prehistoric cohabitation narratives into the curriculum as a means to cultivate a deeper understanding of national identity and promote social cohesion among learners.
Pengaruh Media Linimasa Card Game (LCG) Terhadap Kesadaran Sejarah dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI Di SMA Negeri 1 Lawang Febriyanti, Hani Auliyah; Wahyu Djoko Sulistyo
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i2.29032

Abstract

This study was motivated by the low historical awareness of students at SMA Negeri 1 Lawang despite their high academic performance in history. This is due to the use of monotonous and uninteractive learning media. The purpose of this study is to determine the effect of the Linimasa Card Game (LCG) media on students' historical awareness and academic performance in grade XI. The method used is quantitative with a quasi-experimental design of the non-equivalent control group type. The sample consists of 34 students in the control group and 35 students in the experimental group. Data analysis techniques included validity, reliability, normality, independent t-test, MANOVA, and simple linear regression tests. The results showed that the Linimasa Card Game (LCG) media significantly influenced historical awareness (Sig. 0.001 < 0.05) and learning outcomes (Sig. 0.008 < 0.05). The MANOVA test showed a Sig. value of 0.001 (p < 0.05), indicating the simultaneous effect of the media on both variables. The regression test showed that historical awareness contributed 46.9% to learning outcomes. The posttest average of the experimental class was higher than that of the control class, both in terms of historical awareness and learning outcomes. Thus, it can be concluded that the use of the Linimasa Card Game (LCG) is effective in improving students' historical awareness and learning outcomes.
Pengembangan Batik Cap Khas Tuban dengan Motif Relief Situs Makam Sunan Bonang Khakim, Moch. Nurfahrul Lukmanul; Nafi'ah, Ulfatun; Sulistyo, Wahyu Djoko; Sidyawati, Lisa; Pratama, Refaldi Andika
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i1.2971

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah upaya mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperdayakan masyarakat. Tuban memiliki kompleks Makam Sunan Bonang sebagai situs sejarah Islam yang layak untuk dijadikan ide pemberdayaan masyarakat sekitar. Sunan Bonang adalah anggota Wali Songo yang menyembarkan agama Islam di Jawa dan Madura sejak abad ke-16. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Campurejo melalui pengembangan motif batik relief sulur bunga dari hiasan keramik kuno di kompleks Makam Sunan Bonang. Metode yang digunakan adalah observasi, eksplorasi ide, perancangan, serta perwujudan karya. Kegiatan ini melibatkan kelompok mitra: Pemerintah Desa Campurejo dan PKBM Mandiri Desa Campurejo. Hasil kegiatan adalah dua motif batik khas desa yang diaplikasikan pada desain motif batik tulis kain. kelebihan utama batik cap yaitu mudah dipelajari dan digunakan oleh para pembatik pemula. Pengabdian pelatihan motif batik cap khas Tuban ini membekali kemampuan membatik bagi sejumlah 35 warga Desa Campurejo sehingga mereka diharapkan mampu mengembangkan produksi batik cap khas Tuban yang bernilai ekonomis.
Kajian Historis Kepercayaan Danyang Telaga Rambut Monte Pada Masyarakat Desa Krisik Blitar Hafida, Mellina Nur; Azizah, Rika Safitri Nur; Suhadak, Ahmad; Maisaroh, Anisa Amalia; Sapaike, Aida Alta; Sulistyo, Wahyu Djoko
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i2.3939

Abstract

Danyang Rambut Monte is believed to be a subtle spirit, having an important role in eliminating negativity in society. The existence of Danyang in Telaga Rambut Monte is associated with the folklore that developed in the community of Krisik Village, Blitar Regency. Folklore and those passed down from generation to generation are associated with calamity. The purpose of this study was to examine the history of Danyang in Telaga Rambut Monte in terms of the folklore that developed in the community. This research uses the historical method which is based on four main stages, namely, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results showed that the history of Danyang was formed from oral tradition. Incarnated into a system of controlling social norms to form a ritual system. Meanings values Danyang ritual performed as a form of rescue (salvation) and order (cosmos) to the ecology in Telaga Hair Monte. Historically, this research is able to reveal phenomena or events based on real events regarding the folklore that developed at Telaga Rambut Monte.Danyang Rambut Monte dipercaya sebagai roh halus, memiliki peran penting dalam menghilangkan hal negatif dalam masyarakat. Keberadaan danyang di Telaga Rambut Monte dikaitkan dengan folklor yang berkembang dalam masyarakat Desa Krisik, Kabupaten Blitar. Folklor danyang diwariskan secara turun temurun berkaitan dengan malapetaka. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sejarah Danyang di Telaga Rambut Monte ditinjau dari folklor yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang didasarkan pada empat pokok tahapan yaitu, heruristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan sejarah Danyang yang terbentuk dari tradisi lisan. Menjelma menjadi sistem pengendali norma-norma sosial hingga membentuk sistem ritual. Pemaknaan nilai-nilai ritual Danyang dilakukan sebagai bentuk penyelamatan (salvation) dan keteraturan (kosmos) terhadap ekologi yang ada di Telaga Rambut Monte. Secara historis penelitian ini mampu mengungkap fenomena atau peristiwa berdasarkan kejadian nyata mengenai folklor yang berkembang di Telaga Rambut Monte.
Pengembangan E-Karem (E-Katalog Jalur Rempah) Berbasis Carrd Materi Jejak Jalur Rempah di Saparua Maluku untuk Kelas XI SMA Negeri 1 Batu Wahyuda, Sya'fa Nabila Kurnia; Sulistyo, Wahyu Djoko
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 8 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v8i3.24893

Abstract

Media has become a strategic element in the learning process. The utilization of instructional media must be varied and keep up with technological advancements. The digitization of media in the Society 5.0 era is not merely a trend but a tactical effort to enhance participation in reading and accessing information. Considering the importance of media, this study aims to develop E-Karem, a Carrd-based learning media, and to evaluate its effectiveness and feasibility in education. The content focuses on the spice trade route in Saparua, Maluku. The development of this media follows the Research and Development (R&D) method by Sugiyono. The product validation was conducted by media and subject matter experts, followed by product trials and usage testing. The subjects of this study were 33 students of class XI-10 at SMA Negeri 1 Batu. The results of the study showed that the E-Karem media provided an enjoyable learning experience and was effective in improving students' understanding of the spice trade route in Saparua as a history learning resource.
Revitalizing Character Values in the Folklore of the Arjuna Mountain Slope Site Sulistyo, Wahyu Djoko; Hafida, Mellina Nur; Maisaroh, Anisa Amalia
Diakronika Vol 23 No 2 (2023): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol23-iss2/304

Abstract

Mount Arjuna is not only a popular tourist destination in Indonesia because of its outstanding natural beauty. Mount Arjuna also has a cultural heritage reflected in its sites. The slopes of Mount Arjuna have diverse folklore. Revitalization of folklore values on the slopes of Mount Arjuna is an essential step in maintaining cultural heritage and preserving local identity. The objectives of this study are 1) to study the folklore on the slopes of Mount Arjuna and 2) to design a revitalization of the folkloric values of the Lereng Gunung Arjuna site. This research uses a historical method consisting of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography, with an empirical approach. Data analysis was done comparatively by proving the Lereng Gunung Arjuna site and the Lereng Gunung Arjuna folklore. The results showed 1) there are 19 folklors contained in each site. Sites of Mount Arjuna Slope, namely Oento Boego Cave, Watu Kursi, Eyang Madrim, Rahtawu or Tampuono, Eyang Sekutrem, Eyang Abiyoso, Nogo Gini Cave, Sendang Dewi Kunti, Puthuk Lesung, Eyang Sakri, Eyang Semar, Dwarapala Statue, Makuthoromo, Sendang Widodari, Wejangan Cave, Rancang Kencono, Candi Wesi, Sendang Drajat, Sepilar; 2) Local wisdom as a concept of preserving the environment wrapped in harmony between the value of divinity-humanity-nature around. The existing local wisdom is used as an inspiration for the mechanism of social life. The implementation of revitalization requires support from the parties (multi-stakeholders), and then the folklore is preserved and adjusted by the social context and changing times. Various existing folklore has the potential to be transformed elsewhere. In education, it is introduced and converted to school students so that local wisdom as an ancestral heritage and potential can be changed as a guide for the next generation's life.
Co-Authors Achmad Dicky Setiawan Achmad Dicky Setyawan Aditya Nugroho Widiadi Agung Wiradimadja Akhmat Safiudin Ismail Alan Sigit Fibrianto Anung Jati Nugraha Mukti Apriliya Rida Nabila Ari Sapto Arini Sa&#039;adah Ashari, Gedhe Asy'ary, Widya Hafidh Azizah, Rika Safitri Nur Bagas Gifari Eko Saputra Bayu Kurniawan Bayu Kurniawan Blasius Suprapta, Blasius Deny Yudo Wahyudi Deony Tritaufika Dera Trisna Fintari Dewi, Edna Sari Kusuma Diky Febrianto Dimas Anggoro Eaadawiyyah, Rabieaah AL Eka Nurmalasari Febriyanti, Hani Auliyah Fika Fatchul Nur Wakhidah Firman Ardiansyah Goes Abdul Wahid Hafida, Mellina Nur Hani Auliyah Febriyanti Hendika Wicaksana Heny Intan Permatasari Idris Imamul Huda Al Siddiq Indah Wahyu Puji Utami, Indah Wahyu Ismail, Akhmat Safiudin Isvi Rahmatul Mustafa Jihan Amirudin Mahmud Joko Sayono Khakim, Fahrul Lukmanul Khakim, Moch Nurfahrul Lukmanul Kurniawan, Novian Candra Listyo Yudha Irawan Lutfiah Ayundasari Maghfiroh, Aghnia Muzamilul Maharani Arya Dewanti Maisaroh, Anisa Amalia Marsudi, Nuzulul Hidayati Martin Rizaldi Mas Rangga Yuda Mellina Nur Hafidza Mohammad Efendi Mohammad Zurais Ainu Muhammad Bastomi Abdillah Muhtia Wahyu Afi Muhtiya Wahyu Afi Nafi'ah, Ulfatun Najib Jauhari Nantana, M. Gebryna Rizki Nastiti Lintang Muktiati Necklisya Roulice Novi Rani Winata Nur Habibi, Muhammad Aqib Nur Hafida, Mellina Nurin Nazlah Nurul Azizah Nurul Hidayati Nuzulul Hidayati Marsudi Onok Yayang Pamungkas Pratama, Refaldi Andika Pratama, Riki Reza Hudiyanto Rike Andrias M. Riki Pratama Rosi Isnanda Sapaike, Aida Alta Shinta Fauziyah Sidyawati, Lisa Siti Awaliyah Slamet Sujud Purnawan Jati, Slamet Sujud Purnawan Subekti, Arif SUHADAK, AHMAD Suprapta, Blasisus Syafa Nabila Kurnia Wahyuda Syamsul Arifin Teguh Dias Arestu Putra Vira Herlinda Wahyuda, Sya'fa Nabila Kurnia Wicaksana, Hendika Widadi, Aditya Nugroho Wisnu Luhung Pambudi Yohannes Iwano Jehaut M Yuli Fitriani Zelinda Istighfariani