Claim Missing Document
Check
Articles

SARESEHAN POSDAYA CIGODEG JAYADESA MEKAR MUKTI KECAMATAN WALURAN Aa Juhanda; Dini Anggaeni; Agi Rahmadi Putra; Ratih Ravelinda
Jurnal Surya Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Seri Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jsu.v2i1.56

Abstract

ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengentasan kemiskinan yang terdapat di dusun pamoyanan melaluiprogram pengentasan kemiskinan di POSDAYA Kecamatan Waluran. Metode yang digunakan meliputipendataan dan saresehan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah adanya penurunan keluargaprasejahtera sebesar 37,5% di wilayah kerja POSDAYA Cigodeg Jaya yang ada di Desa Mekar Muktikecamatan Waluran. Masalah keluarga Pra Sejahtera (Pra KS) di desa tersebut tidak tertuntaskan secaramaksimal. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian lebih dari pemerintah dan peran aktif masyarakat untuksecara maksimal dalam menanggulanginya.
Hubungan Hasil Belajar Kognitif Dengan Kreativitas Menggunakan Model Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Media Assemblr Edu Berdasarkan Gender Siti Patmawati; Sistiana Windyariani; Aa Juhanda
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i4.1119

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar kognitif dan kreativitas, berdasarkan observasi dan wawancara rendahnya hasil belajar kognitif dilihat pada nilai peserta didik kurang dari KKM 70. Sedangkan kreativitas dilihat ketika proses praktikum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hasil belajar kognitif dengan kreativitas peserta didik di SMP IT Al-Madani Cilaku dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan bantuan media Assemblr Edu. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain tipe one group pre-test post-test design Subjek penelitian diambil peserta didik kelas VIII SMP IT Al-Madani Cilaku. Instrumen hasil belajar kognitif mengacu pada sistem Taksonomi Bloom Revisi berupa soal pilihan ganda dengan taraf kognitif C1-C6. Selanjutnya, tes kreativitas dilakukan dengan angket pernyataan dan skala pengukuran likert pada empat dimensi, yaitu fluency, flexibility, elaboration dan originality. Hasil menunjukkan adanya hubungan antara hasil belajar kognitif dan kreativitas menggunakan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media Assemblr Edu berbasis gender, dengan nilai korelasi pearson 0.878 untuk laki-laki dan 0.808 untuk perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif antara hasil belajar kognitif dan kreativitas dengan kategori korelasi kuat.
KETERAMPILAN LITERASI DIGITAL MELALUI FLIPBOOK MENGGUNAKAN RESOURCE BASED LEARNING BERBASIS GENDER PADA SISTEM EKSKRESI Siti Paujiah; Aa Juhanda; Gina Nuranti
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i1.4331

Abstract

Studi ini merupakan studi percontohan untuk tahun pelajaran 2022-2023 di Smp Negeri 1 Sukabumi, dengan tujuan untuk menilai kemampuan literasi digital siswa kelas delapan melalui flipbook yang dibuat menggunakan kerangka Resource Based Learning. Dalam penelitian ini adalah penggunaan flipbook dan  Resource Based Learning untuk mengajarkan konsep-konsep ilmiah yang berkaitan dengan sistem ekskresi kepada sampel 21 siswa (12 perempuan dan 9 laki-laki). Siswa laki laki mendapat nilai lebih tinggi daripada siswa perempuan pada semua indikator literasi digital, dengan 88,3% siswa perempuan mendapat nilai dalam kategori sangat baik untuk pencarian internet dan 92% siswa laki-laki mendapat nilai dalam kategori sangat baik untuk navigasi hypertextual. Siswa laki-laki dan perempuan berprestasi sangat baik pada penilaian konten indikatori 3, dengan yang perempuan mencapai 87% dan yang laki-laki  97%. Terakhir, dalam hal mensintesis materi yang dipelajari, baik siswa laki-laki maupun perempuan dengan nilai 75% . Jadi dapat disimpulkan siswa perempuan maupun siswa laki-laki terbantu oleh model Resource Based Learning dalam pembelajaran IPA siswa sangat diuntungkan dengan pendekatan Resource Based Learning saat mempelajari topik sistem ekskresi dengan menggunakan flipbook.
Analisis Butir Soal Kemampuan Tree Thinking Pada Instrumen Uji Coba Materi Spermathophyta: (Analysis of tree thinking ability problem ability in spermathophyta trial material instruments) Utami Khofifah; Jujun Ratnasari; Aa Juhanda
BIODIK Vol. 6 No. 3 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v6i3.9907

Abstract

This study aims to analyze the ability of Tree Thinking in students. This type of research is quantitative descriptive, the instrument used in the form of test items on Tree Thinking items on Spermatophyta material. This item is a multiple choice with 5 options. The results of this study are information in the form of item validity, distinguishing features, and level of difficulty of the questions. The results of the analysis show the quality of the items, valid at 95% while those that are not valid at 5%. Based on the ability to distinguish the questions, 10% is considered satisfactory, 50% is categorized as good and 40% is categorized as very good. Difficulties about the data obtained are 85% in the medium category, and 15% are in the difficult category. Data analysis shows that the item has a high validity while the distinguishing power is classified as good and the level of difficulty of the item is classified as moderate. Abstrak. Analisis kemampuan Tree Thinking pada siswa dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa hasil tes butir soal Tree Thinking pada materi Spermatophyta. Butir soal ini berupa pilihan ganda dengan 5 opsi. Objek yang diteliti adalah 20 butir soal pilihan ganda yang di ujikan pada kelas XI. Hasil dari penelitian ini adalah informasi berupa validitas butir soal, daya pembeda, dan tingkat kesukaran soal. Hasil analisis menunjukkan kualitas butir soal, yang valid sebesar 95% sedangkan yang tidak valid sebesar 5%. Berdasarkan daya pembeda soal menunjukkan 10% dikategorikan memuaskan, 50% dikategorikan baik dan 40% dikategorikan sangat baik. Kesukaran soal data yang di dapat yaitu 85% berada pada kategori sedang, dan 15% berada pada kategori sukar. Analisis data menunjukkan bahwa butir soal memiliki validitas tinggi sedangkan daya pembeda tergolong baik dan tingkat kesukaran soal tergolong sedang.
Profil Kompetensi Interpersonal Siswa Sekolah Menengah Pertama Di Sukabumi Pada Materi Pemanasan Global Berdasarkan Gender: (Profile of Interpersonal Competency of Junior High School Students in Sukabumi on Global Warming Materials Based on Gender) Ayu Restu Sagita; Sistiana Sistiana; Aa Juhanda
BIODIK Vol. 7 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i3.13168

Abstract

Interpersonal competence is the ability to communicate in interacting with other humans to achieve certain goals. Interpersonal competence is very important for every student to have so that their abilities can develop and be well conveyed. In addition to cognitive abilities that student need to develop, interactions during adolescence are also important because without good interactions, adolescents will lose relationships with the people around them. The purpose of this study was to determine the interpersonal competence of seventh grade students in one of the schools in the city of Sukabumi on global warming material based on gender. This study used a quantitative descriptive method, with a sample of 31 students, formed into 6 groups. The instrument used was an observation sheet consisting of 10 statements developed from 5 indicators. In learning, students are formed in groups to make a simple practical video. The indicators in the instrument consist of the ability to initiate (Initiation), the ability to be assertive (Negative assertion), the ability to be open (self-disclosure), the ability to provide support to others (emotional support), and the ability to manage conflict (Conflict management). From the result of the research that has been done, the scores of all groups are quite good. The highest value is 85, the lowest value is 72,5. The greatest score per indicator is in providing support to others (Emotional support) and managing conflict (Conflict management) of 79%, while the lowest score is 73% on open indicators (self-disclosure). Based on gender, female students obtained higher interpersonal competence scroe than male students, this can be caused by several factors such as interaction with parents, education, age, environmental influences and desires of the individual, and extroverted personality. Abstrak. Kompetensi interpersonal merupakan kemampuan berkomunikasi dalam berinteraksi dengan manusia lain untuk mencapai tujuan tertentu. Kompetensi interpersonal sangat penting untuk dimiliki setiap siswa agar kemampuan yang dimilikinya dapat berkembang dan tersampaikan secara baik. Selain kemampuan kognitif yang perlu dikembangkan oleh siswa, interaksi pada masa remaja pun menjadi hal penting karena tanpa adanya interaksi yang baik, remaja akan kehilangan relasi dengan orang-orang di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kompetensi interpersonal siswa kelas VII disalah satu sekolah yang ada di kota Sukabumi pada materi pemanasan global berdasarkan gender. Penelitian ini memakai metode deskriptif kuantitatif, dengan sampel sebanyak 31 siswa, dibentuk menjadi 6 kelompok. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi yang terdiri dari 10 pernyataan yang dikembangkan dari 5 indikator. Dalam pembelajarannya siswa dibentuk kelompok untuk membuat sebuah video praktikum sederhana. Indikator dalam instrumen terdiri dari kemampuan berinisiasi (Initiation), kemampuan bersikap asertif (Negative assertion), kemampuan bersikap terbuka (self-disclosure), kemampuan memberi dukungan kepada orang lain (Emotional support), dan kemampuan mengelola konflik (Conflict management). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, nilai semua kelompok cukup baik. Nilai tertinggi sebesar 85, nilai terendah sebesar 72,5. Perolehan skor per indikator yang terbesar terdapat pada memberi dukungan kepada orang lain (Emotional support) dan mengelola konflik (Conflict management) sebesar 79%, sedangkan skor terendah yaitu 73% pada indikator bersikap terbuka (Self-disclosure). Berdasarkan gender siswa perempuan memperoleh skor kompetensi interpersonal lebih tinggi daripada siswa laki-laki, ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti, interaksi dengan orang tua, pendidikan, umur, pengaruh sekeliling dan keinginan dari diri individu tersebut, dan kepribadian yang ekstrovert.
Pengaruh Pendekatan Inkuiri-Kontekstual Berbasis Teknologi Informasi Terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik SMA Pada Konsep Ekosistem: (The Effect of Inquiry-Contextual Approach Based on Information Technology on The Science Process Skills of High School Students on The Ecosystem Concept) Zulfah Puspita; Aa Juhanda; Sistiana Windyariani
BIODIK Vol. 7 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i3.13430

Abstract

This study aims to determine the effect of the inquiry-contextual approach on the science process skills of high school students in learning ecosystem materials using information technology media, namely google form, google meeting, google classroom and whatsapp group. This research method is a pre-experiment with the type of One Group Pretest-Posttest Design. The multiple choice questions consist of ten indicators of science process skills, each of wich contains one questions. The sampling technique was Simple Random Sampling from the population of SMA Negeri 2 Sukabumi City. The result showed that the inquiry-contextual approach had an influence in training students science process skills. It is proven in the acquisition of n-gain scores, per-indicator percentage values, gender dominance in answering correctly and the result of LKPD scores. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan inkuiri-kontekstual terhadap keterampilan proses sains peserta didik sekolah menengah atas pada pembelajaran materi ekosistem dengan menggunakan media teknologi informasi yaitu google form, google meeting,google classroom dan whatsapp group. Metode penelitian ini berupa pra-eksperimen dengan jenis One Group Pretest-Posttest Design. Soal pilihan ganda berjumlah sepuluh indikator keterampilan proses sains dimana masing-masing memuat satu soal. Teknik pengambilan sampel berupa Simple Random Sampling dari populasi SMA Negeri 2 Kota Sukabumi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendekatan inkuiri-kontekstual memiliki pengaruh dalam melatih keterampilan proses sains peserta didik. Dibuktikan dalam perolehan skor n-gain, nilai persentase per-indikator, dominasi gender menjawab benar dan hasil nilai LKPD.
Efektivitas Media Augmented Reality Berbasis Smartphone Terhadap Kemampuan Komunikasi Visual dan Motivasi Siswa Pada Pembelajaran Biologi : (The Effectiveness of Smartphone Based Augmented Reality Media on Visual Communication Ability and Student Motivation in Biology Learning) Muhammad Nurfaizi Supriyadi; Billyardi Ramdhan; Aa Juhanda
BIODIK Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v8i3.18857

Abstract

Limited technology and information, as well as teachers who do not maximize the use of technology in learning, it is necessary to have learning media that utilize technology that can facilitate an educator in conveying material or information to educators. The technology that is currently being developed is Augmented Reality (AR) technology. The use of technology and information has also changed the way of communication. The era of the 21st century demands that every student be able to communicate visually, especially in biology materials whose concepts are partly abstract and require visual assistance. This study aims to determine the effectiveness of the use of Augmented Reality on the visual communication skills of students in one of the high schools in Sukabumi Regency. The method used in this research is Quasi-experiment (quasi-experiment). The research design used is Posttest-Only Control Group Design with purposive sampling. This research was conducted on class XI students in the 2021/2022 academic year. The instrument used is in the form of a Mind Map task. The research data shows that learning using Augmented Reality can train students' visual communication with the visible improvement of the results of making Mind Map, namely the average overall score of 77% in the good category, with the results on the Mind Map task 1 obtained an average of 72% and Mind Map task 2 obtained an average of 82% and the average of student motivation is 3,85 with good category. So it can be concluded that the use of Augmented Reality learning media has an effect on increasing students' visual communication skills and is useful in the learning process in measuring students' skills and student motivation. Key words: Augmented Reality, Visual communication, Student Motivation   ABSTRAK Penggunaan teknologi dan informasi juga merubah cara komunikasi. Era abad 21 ini menuntut agar setiap siswa mampu berkomunikasi visual, terutama dalam materi biologi yang konsepnya sebagian bersifat abstrak dan memerlukan bantuan visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas penggunaan media pembelajaran Augmented Realityterhadap kemampuan komunikasi visual siswa di salah satu SMA yang berada di Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi-experiment (eksperimen semu). Desain penelitian yang digunakan adalah Posttest-Only Control Group Design dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI tahun ajaran 2021/2022. Instrumen yang digunakan ini berupa tugas pembuatan Mind Map. Data hasil penelitian menunjukan pembelajaran menggunakan media pembelajaran Augmented Reality dapat melatih komunikasi visual siswa dengan terlihatnya peningkatan dari hasil pembuatan Mind Map yaitu rata rata nilai keseluruhan sebesar 77% dengan kategori baik, dengan hasil pada tugas Mind Map 1 diperoleh rata-rata sebesar 72% dan tugas Mind Map 2 diperoleh rata-rata sebesar 82% dan rata-rata nilai motivasi siswa sebesar 3,85 dengan kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Augmented Reality berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan komunikasi visual siswa dan berguna dalam proses pembelajaran dalam mengukur kemampuan keterampilan siswa dan juga motivasi siswa .  Kata kunci: Augmented Reality, Komunikasi visual, Motivasi Siswa
Pengaruh Self Regulation Learning Terhadap Pengetahuan Metakognitif Peserta Didik Kelas XI Materi Sistem Ekskresi: (The Effect of Self Regulation Learning on Metacognitive Knowledge of Class XI Students on Excretion System Material) Aulia Nur Januarti; Sistiana Windyariani; Aa Juhanda
BIODIK Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v8i3.18945

Abstract

This study aims to determine effect of Self Regulation Learning (SRL) learning strategy on the metacognitive knowledge of high school students. The research method used is Quasi Experiment with Non Equivalent Control Group Design. The research population used in this series of research, namely students at SMAN 4 Sukabumi City. The sampling of the two classes of samples was carried out using the purposive sampling method, which means that the sampling technique took into account certain components so that the sample could be said to be in accordance with the research criteria to be carried out. There is a difference in the mean and N-gain value of the scores obtained by the two research classes. It is shown that the experimental class has a higher average score than the control class. In addition, based on hypothesis testing on the independent sample t-test, the value of sig. of 0.000 which means H0 is rejected H1 is accepted. So it can be concluded that the application of Self Regulation Learning (SRL) has an effect on increasing students' metacognitive knowledge on the excretory system material. Key words: Self Regulation Learning, Metacognitive Knowledge Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self Regulation Learning (SRL) terhadap pengetahuan metakognitif peserta didik SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperiment dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian yang digunakan dalam rangkaian penelitian ini, yaitu peserta didik di SMAN 4 Kota Sukabumi. Pengambilan kedua kelas sampel tersebut dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yang berarti teknik pengambilan sampel dengan mempertimbangkan beberapa komponen tertentu sehingga sampel tersebut dapat dikatakan sesuai dengan kriteria penelitian yang hendak dilakukan. Terdapat perbedaan rata-rata dan nilai N-gain dari skor yang diperoleh oleh kedua kelas penelitian, Ditunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu berdasarkan pengujian hipotesis pada independent sample t-test ditunjukkan nilai sig. sebesar 0.000 yang artinya H0 ditolak H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan Self Regulation Learning (SRL) berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan metakognitif peserta didik pada materi sistem ekskresi. Kata kunci: Self Regulation Learning, Pengetahuan Metakognitif
Analisis Keterampilan Literasi Digital Siswa SMA melalui Penggunaan Google Lens pada Konsep Tumbuhan Berbasis Gender: (Analysis of Digital Literacy Skills among High School Students through the Use of Google Lens on Gender-Based Plant Concepts) Siti Mas Masropah; Aa Juhanda; Billyardi Ramdhan
BIODIK Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v8i3.18976

Abstract

This study aims to analyze the digital literacy skills of high school students through the use of Google Lens on gender-based plant concepts. The method used is descriptive qualitative with a total sample of 27 students consisting of 11 male students and 16 female students who were randomly selected or purposive sampling and based on the results of the researcher's consideration. The treatment given in this study is learning biology on plant concepts by using Google Lens to analyze students' digital literacy skills. Based on the results of the analysis that has been carried out, digital literacy skills in male students and female students on each indicator obtained a score with a good category. In the first indicator, internet searching male students and female students obtained 82% results with good categories, in indicator 2 hypertextual navigation male students obtained 79% results and female students 84% with good categories, in the 3rd indicator content evaluation male students obtained 81% results and female students 83% with results both categories good. The last indicator is that the knowledge assembly of male students obtained 84% results and female students 80% with good categories. It can be concluded that learning biology on plant concepts using Google lens is very helpful for students in constructing their own knowledge, in addition to being able to analyze digital literacy skills, it can also improve student learning outcomes. Key Words: Digital Literacy, Google Lens, Plant ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan literasi digital Siswa SMA melalui penggunaan Google Lens pada konsep tumbuhan berbasis gender. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan jumlah sampel sebanyak 27 siswa terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan yang dipilih secara acak atau purposive sampling dan didasarkan oleh hasil pertimbangan peneliti. Treatment yang diberikan dalam penelitian ini yaitu pembelajaran biologi pada konsep tumbuhan dengan menggunakan Google Lens untuk menganalisis keterampilan literasi digital siswa. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, keterampilan literasi digital pada siswa laki-laki dan siswa perempuan pada masing-masing indikator memperoleh nilai dengan kategori baik. Pada indikator pertama, internet searching siswa laki-laki dan siswa perempuan memperoleh hasil 82% dengan kategori baik, pada indikator 2 hypertextual navigation siswa laki-laki memperoleh hasil 79% dan siswa perempuan 84% dengan kategori baik, pada indikator ke 3 content evaluation siswa laki-laki memperoleh hasil 81% dan siswa perempuan 83% dengan hasil keduanya berkategori baik. Indikator terakhir yaitu knowledge assembly siswa laki-laki memperoleh hasil 84% dan siswa perempuan 80% dengan kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran biologi pada konsep tumbuhan dengan menggunakan Google lens sangat membantu siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya sendiri, selain dapat menganalisis keterampilan literasi digital, juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: Literasi digital, Google lens, Tumbuhan
Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik SMP Menggunakan Model Pembelajaran Conceptual Change Pada Materi Sistem Ekskresi: (Analysis of High-Level Thinking Skills for Junior High School Students Using Conceptual Change Models on Excretory System Materials) Asri Nurafipah Asri; Aa Juhanda; Sistiana Windyariani
BIODIK Vol. 8 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v8i4.19085

Abstract

Higher order thinking skills are thinking that trains students' cognitive abilities at a higher level, namely students are able to combine facts and ideas. This study aims to analyze higher order thinking skills using a conceptual change model. The research subjects were 32 students of class VIII SMP in the city of Sukabumi. This research uses descriptive quantitative method. The instrument used is about higher order thinking skills as many as 30 multiple choice options. The indicators are C4 (Analyze) C5 (Evaluate) C6 (Create). The results obtained that the average pretest score was 54.6 and the posttest average was 87.1, the ngain value was 0.7, which is an increase in height. So that this Model pembelajaran conceptual changeis feasible to use to improve higher-order thinking skills. Key words: Higher order thinking, Conceptual Change Model   ABSTRAK Kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah berpikir yang melatih kemampuan kognitif siswa pada tingkat yang lebih tinggi, yaitu siswa mampu menggabungkan fakta dan ide. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan menggunakan model konseptual change. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VIII SMP Negeri di Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi sebanyak 30 pilihan pilihan ganda. Indikatornya adalah C4 (Analyze) C5 (Evaluate) C6 (Create). Hasil yang diperoleh rata-rata nilai pretest 54,6 dan rata-rata posttest 87,1 nilai ngain 0,7 yang merupakan peningkatan tinggi badan. Sehingga model perubahan konseptual ini layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kata kunci: Berpikir Tingkat Tinggi, Conceptual Change Model
Co-Authors Aay Susilawati Agi Rahmadi Putra Ahadiah, Rima Ajijah, Melani Amalia Nur Milla Ana Ratna Wulan Anggraeni, Puji Apriliani, Hana Maulida Arfatul Makiyah Ashrul Tsani Asri Nurafipah Asri Aulia Nur Januarti Ayu Restu Sagita Ayuni, Fuji Nur Aziz, Asep Abdul Bachtiar Bachtiar Billyardi Ramdan Billyardi Ramdhan Damayanti, Teti Deasyca Yolanda Deni Irawan Deudeu Anggia Diana Rochintaniawati Dina Mardiana Dini Anggaeni Dliya Yustika Mardani Era Mutiara Erisa Septiyani Fela Elwitriana Fivty Octavia Astuti Gina Nuranti Hana Rizky Pratiwi Hega Fisia Romdon Hendrawati Hendrawati Indra Zultiar Indri Puspitasari Iqbal Noor Ismi Ghina Suryawirawati Iwan Kustiawan Jamaludin . Jayawarsa, A.A. Ketut Jujun Ratnasari Kesumawati, Okta Kurnia Syamba, Rangga Dharma Kusnadi Lamia Putri Leonita Siwiyanti Lilik Hasanah Luthfiyah Zahro Maulidina, Ranita Mayasari Mayasari, Mayasari Melani Ajijah Mia Husniati Maulidya Muhammad Iqbal Harisuddin Muhammad Nurfaizi Supriyadi Mursyida, Wilda Waliam Nida Anisa Nur Milla, Amalia Nurfitri Hidayanti Nuryani Rustaman Pratiwi, Hana Rizky Putri Ajeng Dwi Cahyani Ratih Ravelinda Ridwansyah Rini Solihat Robin Robin Robin, Robin Rohayati Romdon, Hega Fisia Roziaturizkoh, Fira Ruddy Indra Frahasta Rukmana, Endris Salsabilla Dwita Putri Saraesa, Muhammad Nur Azzura Setiono Setiono Setiono Setiono Setiono Setiono Sistiana Sistiana Sistiana Windyariani Siti Mas Masropah Siti Nur Annisa Siti Nur Azizah Wahyudin Siti Nurrachmatia Azizah Siti Patmawati Siti Paujiah Suhendar Suryawirawati, Ismi Ghina Susanti, Yeti Syahrani, Mala Tesla Teguh Rachmatuloh Effendi Topik Hidayat Triwulandari, Syane Ulfa Fauzi Utami Khofifah Yasir Sukmawijaya Yoga Maryanto Zulaika, Ananda Zulfah Puspita `Windyariani, Sistiana